PWI Malang Raya  Gelar Diskusi Panel Jurnalistik

August 30, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – PWI Malang Raya menggelar diskusi  panel kejurnalistikan dengan tema Kemerdekaan Pers dalam perspektif hukum pidana diikuti Wartawan bertugas di Batu,  berlanvsung di Kemboja Canteen & Caffe jalan Sultan Agung kota Batu. Senin ( 29/8/2022 ).

Kegiatan diskusi  menghadirkan narasumber dari Polres Batu, Kejaksaan Negeri Batu dan kepala sekolah Jurnalistik Indonesia.

Ketua PWI Malang Raya Cahyono menjelaskan  tujuan digelarnya diskusi kebebasan pers dalam perspektif hukum pidana ini karena tidak sedikit oknum wartawan yang terjerat hukum pidana gara- gara tulisannya.

” Saya berharap bagi teman-teman yang sudah mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) tidak melanggar kode etik jurnalistik (KEJ), namun yang sudah ber-UKW dan mengikuti OKK faham terkait dengan KEJ dan undang-undang pers no 40 tahun 1999,”tegasnya.

Cahyono juga menjelaskan seharusnya pada tahun ini, PWI Malang Raya akan melaksanakan UKW, tetapi karena diminta PWI Jawa Timur maka baru bisa melaksanakan UKW pada tahun depan, rencananya  di Kota Batu.

” Maka dari itu diharapkan teman-teman wartawan Batu nantinya bisa mengikuti UKW tersebut,” harapnya.

Pembina PWI Malang Raya Arief Utama Woworuntu ketika membuka diskusi panel berharap kepada para wartawan yang bertugas di Batu untuk memanfaatkan kesempatan acara ini, dalam membuka cakrawala pandang sehingga tidak terjerat kasus pidana.

Aipda Yudit Priyo Utomo kanit Tipikor Polres Batu dalam diskusi menyebutkan, setiap laporan masyarakat yang masuk di Polres tetap diproses. Namun, jika ada kaitannya dengan media,maka Polres akan berkoordinasi dengan Dewan Pers. Jjika ternyata dalam kajian Dewan Pers bukan kegiatan jurnalistik, maka Polres akan memasukkan dalam kasus pidana.

” Polres tidak dapat menolak jika ada laporan masyarakat, jika pihak kepolisian menerima aduan tentang media, maka kepolisian akan mengarahkan ke dewan pers dengan langkah-langkah  sesuai Undang-Undang Pers. jika bukan maka diarahkan ke pidana umum ” ungkap Yudit.

Oleh karena itu, Polres tetap berpegang teguh dengan SKB bersama antara Kapolri,Dewan Pers dan Jaksa Agung dalam penegakan hukum menyangkut Pers.

Sementara itu  Abdul Gofur , nara sumber dari Kejari  Batu menjelaskan  terkait pidana, Kejaksaan salah satu fungsional penuntutan. Untuk pidana berkaitan dengan kemerdekaan pers ini proses penyidikan dan penyelidikan tugas dari Polri.

“Kejaksaan tidak memiliki kewenangan menyidik terkait tindak pidana pers. Kejaksaan hanya bisa meneliti ketika Polri menyerahkan berkas perkaranya.

Disebutkan kemerdekaan pers itu bukan tanpa batas, maka dari itu agar pers bisa lebih merdeka bisa bekerja secara profesional maka harus ada kontrol formal maupun informal .

“Kontrol formal tentunya ada undang-undangnya. Kalau informal ada kode etik  dan ada kontrol dari masyarakat,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan Diskusi Panel yakni  Ketua MPC Pemuda Pancasila kota Batu H Endro Wahyu , Sekretaris KADIN Batu Maskur Heriono dan  Dirut JTP 3 Ir Suryo Widodo. (Buang Supeno)

Kegelisahan “IKN” Slamet

August 30, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Ribuan pekerja perluasan kilang RDMP Pertamina Balikpapan

BIAR namanya Slamet, toh dia merasa ada yang tidak selamat  jika tak ada upaya maksimal dilakukan dalam menyongsong kegiatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Inilah opini sekaligus kegelisahan yang belakangan sangat intensif disuarakan oleh M Slamet Brotosiswoyo, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim.

Pak Slamet, panggilan akrabnya, adalah salah seorang di antara tokoh-tokoh Kaltim yang belakangan sangat intens mencari solusi agar sebagian “kue besar” IKN  dapat dinikmati orang Kaltim sendiri. Sehingga Kaltim bisa menjadi tuan rumah atau setidaknya tidak menjadi  penonton atau anak telantar ketika pekerjaan besar membangun IKN lagi gencar-gencarnya dilaksanakan.

“Kecelakaan besar kalau akhirnya kita menjadi penonton. Sebab, pembangunan IKN membuka ruang yang sangat besar untuk kita untuk berpartisipasi sebagai pengusaha kontraktor, pengadaan, angkutan, makanan sampai penyediaan tenaga kerja,” kata Pak Slamet yang sudah tiga periode memimpin Apindo Kaltim.

Seperti kita ketahui, ground breaking pembangunan IKN seyogianya sudah dicanangkan Presiden Jokowi dalam bulan Agustus ini. Meskipun sampai saat ini masih dilakukan persiapan, akan tetapi sebagian pekerjaan sudah mulai dilaksanakan terutama pekerjaan dasar melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertahanan Nasional (BPN) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Jokowi sudah mematok sebelum 17 Agustus 2024, sebagian bangunan fisik IKN seperti Istana Presiden dan Wapres sudah berdiri di sana. Sehingga dia masih sempat melaksanakan upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di lokasi IKN. Sekaligus menandai tahun terakhir masa jabatannya yang kedua.

Biaya pembangunan IKN yang dilontarkan terakhir oleh Presiden sekitar 33 miliar US dolar. Angka rupiah yang pernah disampaikan hampir Rp 500 triliun. Biaya sebesar itu, 20 persen diambil dari APBN, dan sisanya 80 persen dari investasi atau partisipasi sektor swasta dalam dan luar negeri.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebutkan, kementeriannya hingga 2024 akan mendapat anggaran APBN sekitar Rp 43 triliun untuk pembangunan prasarana dasar di IKN. Pagu anggaran pada tahun 2023 ditetapkan sekitar Rp 20,8 triliun untuk membangun kompleks perkantoran presiden dan wapres, jalan nasional, serta jalan tol.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Pemerintah menyiapkan Rp 23 triliun untuk IKN di APBN 2023. Sebagian besar dialokasikan di PUPR, sisanya di kementerian dan lembaga lainnya.

Berkaitan dengan pekerjaan besar itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah mengungkapkan, pihaknya membutuhkan tenaga kerja sekitar 260 ribu personel untuk membangun IKN hingga 2024. Di tahun ini saja direkrut sekitar 30 ribu orang untuk mengisi 25 jabatan kerja di sektor konstruksi, yang meliputi kualifikasi operator dan kualifikasi ahli.

“Mengingat pekerjaannya membutuhkan tenaga kerja yang standar dan dijamin hasilnya, maka yang terpilih mengisi pekerjaan di IKN harus bersertifikasi,” kata Zainal ketika membuka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Tahap I di Bendungan Sepaku Semoi, Sabtu (27/8) lalu.

Gubernur Isran Noor membayangkan betapa besarnya peluang yang bakal diraih masyarakat sekitar Sepaku dan Kaltim. Baik peluang pekerjaan maupun usaha. “Kalau puncaknya nanti dibutuhkan 200 sampai 250 ribu tenaga kerja, bayangkan betapa besarnya peluang usaha di bidang katering,” kata Isran ketika membuka konsultasi publik pembangunan IKN di Balikpapan beberapa waktu lalu.

Isran menghitung, jika tiap tenaga kerja mengeluarkan uang Rp 50 ribu untuk makan dan minum, maka setiap harinya usaha katering  mendapatkan pemasukan sekitar Rp 10 miliar. “Itu belum yang lain lagi,” tambahnya.

KALAH WAKTU

Ketua Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo merasa risau dan khawatir  bila pengusaha  dan tenaga kerja daerah tidak siap mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja IKN yang bersertifikasi. “Meski sekarang diadakan pelatihan, rasanya kita kalah waktu dengan kebutuhan IKN yang sudah di depan mata,” katanya dalam seminar “Mengawal Pembangunan IKN, Dilema Dunia Usaha antara Jadi Penonton atau Tuan di Rumah Sendiri,” yang dirangkai acara HUT ke-70 Apindo di Hotel Platinum, pekan lalu.

Pengalaman di pekerjaan perluasan kilang Pertamina (RDMP) Balikpapan membuktikan bahwa sebagian besar tenaga kerja yang terserap datangnya dari luar Kaltim. Mulai soal pengalaman, sertifikasi kompetensi sampai mental dan etos kerja menjadi faktor penghalang tenaga kerja lokal masuk ke pasar kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim, Rozani Erawadi tak menampik kalau Balai Latihan Kerja (BLK), yang ada di daerah ini punya keterbatasan dalam melakukan pelatihan baik berkaitan kapasitas yang dilatih maupun jenis latihannya. “Penyediaan tenaga kerja terlatih untuk IKN memang pekerjaan besar. Revitalisasi BLK tengah kita lakukan,” katanya.

Apindo, kata Pak Slamet, sudah membentuk Satgas IKN, yang diketuai Rektor Uniba Dr Isradi  Zainal. Satgas ini bertugas untuk membaca dan memetakan peluang, tantangan dan hambatan dalam menangkap pembangunan IKN bagi Kaltim.

Salah satu yang dikeluhkan Isradi, pengusaha lokal kebanyakan hanya menggerutu dan kurang aktif mengambil langkah antisipatif. “Sayangnya pengusaha lokal kurang proaktif. Begitu juga para pencari kerja daerah tidak berusaha meningkatkan kompetensinya,” papar Isradi.

Ketua Apindo Slamet, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan pengurus Apindo di Titik Nol IKN

Berkaitan dengan itu, Apindo Kaltim menggagas pendirian Lembaga Sertifikasi dan Profesi bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Tapi terhambat izinnya sampai sekarang belum keluar,” kata Pak Slamet.

Rektor Universitas Mulawarman Prof Masjaya MSi mengakui perlu langkah terobosan dalam meningkatkan SDM lokal agar segera memiliki sertifikasi kompetensi. “Ya misalnya SDM lokal yang sudah pengalaman bisa segera mendapatkan prioritas memiliki sertifikasi kompetensi tanpa melalui proses pelatihan yang panjang,” kata Masjaya, yang juga masuk dalam tim ahli Tim Transisi IKN.

Masjaya menawarkan, Unmul siap bekerjasama dengan semua pihak dalam ikhtiar peningkatan kualitas SDM lokal. Hal yang sama juga disampaikan Rektor Uniba Dr Isradi dan mantan rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi. “Kita siap,” kata mereka.

Pengusaha ARCO Group, H Karmin Laonggeng SE meminta Pemerintah dan pemerintah daerah terlibat aktif menjembatani pengusaha dan pekerja lokal agar bisa berpartisipasi penuh dan mempunyai kemampuan memadai untuk ikut terlibat dalam pembangunan IKN. “Kalau tidak kita bakal tercecer,” katanya.

Saya mengusulkan agar pemberdayaan pengusaha dan pekerja lokal di IKN menjadi proyek strategis nasional. Biar dilakukan langkah percepatan, baik jangka pendek, menengah atau di masa mendatang. Itu sebabnya saya ngotot di antaranya Institut Teknologi Kalimantan (ITK) masuk dalam program tersebut. Juga keterlibatan Unmul dan lembaga pendidikan di daerah ini termasuk SMK.

Banyak warga yang bertanya ke mana aksesnya untuk mendapatkan informasi khusus mengenai peluang-peluang di IKN. Saya kira ini sangat penting. Tidak ada salahnya kampus atau pemerintah daerah membentuk Satgas Informasi IKN. Biar kita tahu hari per hari, ada apa di IKN? Bukan cuma jalan-jalan dan foto selfi di Titik Nol saja. Lalu puas. Jangan-jangan hasilnya nol karena kita terlambat tahu, dan eh, tahu-tahu IKN sudah jadi, kita pun tinggal gigit jari.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan senior Kalimantan Timur.

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Catatan PWI Peduli – Perjalanan Mengantar Pasien ke Tuban Jatim (3-habis)

August 29, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Dikawal Escort dari Pelabuhan Tanjung Perak hingga Kedungmulyo Tuban

KMP Dharma Ferry VII merapat di dermaga Nusantara Tanjung Perak sekitar pukul 14.30 wib, ahad, 28 Agustus 2022 setelah KMP Dharma Kencana 7 bertolak dari Pelabuhan terpadat kedua di Indonesia tersebut.

Setelah KMP Dharma Ferry VII sandar yang terlebih dahulu keluar dari lambung kapal penumpang perorangan,  disusul truk-truk besar yang berada di dek 4, dilanjut truk-truk di dek 5.

Sekitar 30 menit kapal sandar, pasien di bawa ke ambulans, karena truk-truk sudah mulai habis sehingga asap yang dihasilkan dari kenalpot truk agak berkurang, ditambah blower kapal yang begitu kencang membuat udara di dalam dek 5 tidak sempat penuh asap.

Sebelum dibawa, telah dipersiapan di atas scop Schecher oleh Irawan, relawan medis ambulans PWI Kaltim peduli dengan ikatan aman jika sewaktu-waktu ada goncangan saat mengevakuasi dari kamar kapal ke mobil ambulans. Dengan dibantu ABK, proses evakuasi pun berjalan cukup lancar.

Di tengah-tengah antrian truk yang keluar dari dek 5, ambulans PWI Kaltim peduli pun meluncur perlahan dari dek 5 ke dek 4, lanjut keluar lambung kapal. Tidak ada kendala saat melakukan debarkasi.

Dengan lampu rotari yang menyala dan sirine yang meraung Ambulans PWI Kaltim peduli yang di tik-tok dan youtube dikenal dengan ambulan balap membelah jalan raya Tanjung Perak Timur. Sekitar 500 meter keluar dari pelabuhan, sudah disambut escort dari Relawan Emergency Escorting Ambulance  (EEA) Surabaya.

Jalur yang di pilih escort melewati jalan biasa menuju ke Kebo Mas arah Gresik. Memasuki gresik di sambut relawan escort yang lain, dilanjutkan hingga perbatasan Lamongan. Donny Escort EEA yang dari pelabuhan Tanjung Perak memisahkan diri menjelang masuk kota Lamongan

Sesampainya perbatasan lamongan disambut Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Lamongan, tak lama rekan RLPA (Relawan Lamongan Pengawal Ambulance) menyambut dan lanjut pengawalan. Konvoi pengawalan ambulans PWI Kaltim peduli istirahat di mushollah Bundaran Babat untuk sholat maghrib dan sekalian makan malam karena pasien sejak siang belum ada makan, sampai-sampai harus diberi oksigen untuk menetralkan pernafasan.

Seusai istirahat lanjut perjalanan, tak lama escort dari RDGT (Relawan gawat darurat Tuban) bergabung, sehingga total yang mengawal ada 4 Escorting. Sesampai di Widang ruas jalan Surabaya-Tuban, Jalur belok kiri yang dilalui pun jalan raya Plumpang-Compreng. Lebih kurang hampir 1,5 jam baru tiba di tujuan.

AMBULANCE ISI PERTAMAX

Sesampainya di Desa Lajolor Kecamatan Singgahan Tuban, karena kondisi BBM Unit ambulans PWI Kaltim peduli sudah sekarat mau tak mau harus masuk ke SPBU.

SPBU 53.623.25 pun dimasuki ambulan balap, namun berapa kagetnya driver ambulan balap, karena dilihatnya bukan plat Tuban, petugas SPBU pun menyatakan tidak bisa mengisi Pertalite. Padahal Pertalite masih ada, alasannya harus menggunakan aplikasi. Namun karen belum download aplikasi mau tidak mau harus isi Pertamax, jika harus mendownload aplikasi dulu berapa waktu lagi dibutuhkan.

“Petugas SPBU tidak punya prikemanusia sama sekali. Ambulans sedang membawa orang sakit dipaksa isi Pertamax,” ucap Munanto tim ambulans PWI Kaltim peduli dengan lantang.

DISAMBUT WARGA

Memasuki Desa Kedungmulyo rombongan pemotor warga pun sudah menunggu dipersimpangan. Dipimpin Abdul Gafur ketua RT 01 RT. 05 Desa Kedungmulyo warga pun ramai-ramai menunjukkan arah ke rumah Slamet, orang tua dari Muhi Matur Rohmah (istri Poniran). Disetiap persimpangan ada kerumunan warga yang mengarahkan. Bak pejuang yang ditunggu-tunggu kedatangannya paska perang disambut dengan ramainya warga berkumpul.

DIANGKAT RELAWAN

Sesampai ambulans PWI Kaltim peduli memposisikan parkir di halaman rumah yang terbuat dari dinding kayu dengan lantai tanah tersebut, relawan peng escort pun dengan cekatan mengangkat Poniran yang sebelumnya terlebih dahulu di pasang scop Schecher oleh Irawan, relawan medis ambulans PWI Kaltim peduli.

Tim dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Remayantie dan Yogi Styanto yang ditugaskan Badriah – Kepala Sentra Budi Luhur untuk mengawal keluarga Poniran pun tampak sudah datang di rumah pak Slamet sekitar lebih 3 jam sebelum rombongan ambulans tiba di lokasi.(mun)

Abdul Rofik Sambut Kunjungan Kerja DPRD Kota Batu

August 29, 2022 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Anggota Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Abdul Rofik menyambut kunjungan kerja DPRD Kota Batu di ruang rapat gabungan Lt.1 DPRD Kota Samarinda, Senin, (29/8/2022).

Kunjungan DPRD Kota Batu ini untuk mengetahui peranan komisi DPRD dalam pembahasan anggaran dan pengawasan realisasi kegiatan pada SKPD di lingkungan pemerintah daerah serta pelaksanaan program revitalisasi pasar tradisional

Dalam kesempatan tersebut Rofik menjelaskan peran DPRD sebagai lembaga pengontrol kebijakan pemerintah daerah yang sesuai dengan fungsi legislatif. Kunjungan diharapkan dapat menambah wawasan yang dapat diterapkan oleh pemerintah Kota Batu.

“Sesama anggota dewan kami menginginkan kemajuan masing-masing daerah. Kita tahu Kota Batu menjadi Kota Destinasi Wisata. Samarinda juga memiliki banyak tempat wisata yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.

Rofik mengatakan Komisi merupakan bagian kelengkapan DPRD dalam pembahasan Anggaran yang menjadi satu instrument dalam manajemen penyusunan anggaran yang harus dipahami sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dalam penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan berlandaskan efisiensi, tepat guna, tepat waktu dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Dikatakan, dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk peningkatan dan kesejahteraan dalam kepentingan masyarakat. Terkait program revitalisasi pasar tradisional, Rofik menilai Pemerintah Kota Samarinda terus melakukan pembenahan dalam upaya peningkatan saran pedagang di Kota Samarinda.

“Bila pengelolaan pasar dikelola oleh pihak ketiga dan membantu tugas pemkot samarinda kenapa tidak,” sambungnya.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini berharap, dengan program revitalisasi pasar tradisional dapat meningkatkan minat pembeli dan memberikan kenyaman pada pedagang. (Ria)

Catatan PWI Peduli – Perjalanan Mengantar Pasien ke Tuban Jatim (2)

August 29, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Layanan Kapal, Bak Hotel Bintang Lima

PELAYARAN menggunakan KMP Dharma Ferry VII sangat menyenangkan, selain para awak kapal sangat ramah-ramah pelayanan prima bak hotel bintang lima pun diterapkan. Saat ambulans PWI Kaltim peduli mulai naik ke dalam lambung kapal berjenis Kapal Kargo Penumpang (Ro-Ro) yang dibangun pada tahun 1993 ini, diarahkan menuju ke titik yang terdekat dengan tangga jalan, agar mudah saat membawa pasien ke dek penumpang.

Sebelum memindahkan penumpang crew ambulans terlebih dahulu memastikan dimana tempat untuk pasien diposisikan, agar pasien juga nyaman penumpang lain juga tidak terganggu.

Alhamdulillah, Saleh manager Area PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Balikpapan me-isued-kan tiket di kelas VIP, sehingga saat lapor ke bagian Pelayanan di pusat informasi KMP Dharma Ferry VII langsung diberikan kunci kamar dengan meninggalkan deposit sebesar Rp. 100.000,-.

Setelah ada kunci, petugas pun mengantarkan hingga ke kamar, dan menjelaskan petunjuk-petunjuk penggunaan fasilitas kamar yang memiliki fasilitas cukup lengkap. Ada TV, pendingin ruangan, kamar mandi juga dilengkapi dengan air panas, toiletpun cukup pencet tombol keluar air sendiri saat beristinja. Di kelas VIP kamar mandinya dilengkapi dengan bethtub, penumpang bisa berendam di air hangat.

“Dijamin tidak menyesal naik kapal Dharma Ferry VII ini, Dengan harga tiket Rp625.000, untuk kamar VIP berkapasitas 3 penumpang, harga Rp575.000 untuk kamar kelas I juga 3 penumpang, kamar kelas II harga tiket 525.000 kapasitas 4 penumpang dengan ranjang susun, sedangkan kelas ekonomi cukup Rp445.000,” jelas Saleh, Branch Manager PT. DLU Balikpapan.

EVAKUASI PASIEN

Dengan piawai, Irawan crew medis ambulans PWI Kaltim peduli memasang scoop Schecher untuk mengevakuasi pasien patah tulang punggung dari dalam ambulans menuju ke kamar. Dengan alas ambal Malaysia yang diberikan pengurus PWI Kaltim peduli pasien mulai diposisikan dengan terlebih dahulu mengikat bagian-bagian tubuh agar tidak goyang dan antisipasi jatuh saat diangkat menggunakan scoop Schecher tersebut, karena harus naik tangga, belok di lorong yang sempit, sehingga memerlukan trik evakuasi yang sangat cermat.

Setelah semua siap, mulai membawa pasien menggunakan tangga jalan, namun karena tangga jalannya terlalu curam, crew ambulans pun sempat kepleset yang menyebabkan jatuh. Untung saja pasien masih tertopang di kaki sehingga tidak terjadi kefatalan.

Sesaat sesampai depan resepsionis, ABK langsung tanggap dan membantu mengangkat pasien ke dek 6 dimana posisi kamar kelas I – 208 berada harus menaiki tangga lagi. Dengan manuver pasien yang dibawa mengunakan scop Schecher tersebut berhasil diantar hingga atas tempat tidur dengan selamat.

 

JATAH MAKAN

Menggunakan KMP Dharma Ferry VII tidak perlu khawatir kelaparan. Selain service makan bagi penumpang yang berada di kelas diantarkan ke kamar masing-masing, sementara yang kelas ekonomi mengambil sendiri ke satu titik depan resepsionis, dan bagi pengemudi truk disediakan makan prasmanan.

Di Kapal juga dilengkapi dengan fasilitas juga terdapat cafetaria yang lengkap menyediakan nasi dengan berbagai varian lauk pilihan yang tentu dapat mengundang selera. Juga terdapat toserba yang menyediakan berbagai snack jajanan hingga mainan anak-anak, dan tidak ketinggalan ada juga cafee yang siap dengan minuman panas dan mie instan siap saji. Selain itu juga terdapat fasilitas Musholla yang menampung lebih dari 200 jamaah, tak ketinggalan ada ruang hiburan yang menyajikan live musik, bisa bernyanyi bersama bersuka ria, sehingga tidak membuat jenuh pelayaran yang memakan waktu lebih 30 jam.

Pelayaran Balikpapan-Surabaya dengan KMP Dharma Ferry VII, Jum’at 26 Agustus 2022 diberangkatkan dari Pelabuhan Semayang Balikpapan tepat pukul 24.00, molor 2 jam dari jadwal semua pukul 22.00. Walaupun jadwal semula juga sudah molor 15 jam, yang seharusnya diberangkatkan 07.00 wita. Dan sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ahad, 28 Agustus 2022 pukul 14.30 wib, karena harus labuh jangkar terlebih dahulu menunggu antrian sandar kapal di palabuhan Tanjung Perak, sehingga waktu pelayaran lebih kurang 39 jam. (mun)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1072935
    Users Today : 1330
    Users Yesterday : 4022
    This Year : 9445
    Total Users : 1072935
    Total views : 10562357
    Who's Online : 62
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-03