Anggota Komisi II DPRD Samarinda Nilai Pengelolaan E-Parking Belum Maksimal

September 29, 2022 by  
Filed under DPRD Samarinda

Novi Marinda Putri

SAMARINDA– Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Novi Marinda Putri menilai pengelolaan hingga sosialisasi e-parking yang saat ini dilakukan Varia Niaga masih kurang maksimal.

Dia menjelaskan, sebelumnya Varia Niaga diberi waktu tiga bulan dari Komisi II DPRD Samarinda, untuk mencari inovasi terkait pemaksimalan penarikan retribusi dari e-parkir tersebut.

Menurut Novi, saat ini sosialisasi e-parking justru semakin meredup. Bahkan pengelolaannya masih jalan ditempat belum ada langkah inovasi yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) lewat parkir dengan sistem eletronik tersebut.

Sejauh ini menurut pengamatannya di lapangan, masih banyak yang bayar parkir dengan uang tunai di titik percontohan.

“Sampai hari ini masih belum ketemu sama orang yang menawarkan untuk bayar dengan mesin EDCi itu,” kata Politisi PAN Samarinda ini,Rabu (28/09/2022).

Novi berharap, pihak Varia Niaga bisa berinovasi lebih karena sudah diberi kemudahan. Sebab menurutnya dengan tidak lagi di pegang Dishub seharusnya dalam pelaksanaannya bisa bergerak lebih lincah. (man/adv)

Dinas Peternakan Kaltim Akan Kembangkan Pemeliharaan Sapi Dengan Pola Mini Ranch

September 28, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Plt.Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi didampingi Plt.Kadis Peternakan Munawwar dan Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listyono membuka Expo dan Promosi Pembangunan Peternakan hari Bulan Bhakti peternakan tahun 2022

SAMARINDA– DInas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur merencanakan pengembangan dan pemeliharaan sapi dengan pola mini ranch.

“Ini merupakan program prioritas kepemimpinan Gubernur Kaltim sebanyak 120 Unit dengan memanfaatkan lahan bekas pertambangan batu bara, integrasi sapi-sawit, perhutanan sosial dan lahan kelompok masyarakat dan pengembangan desa korporasi di Kabupaten/kota,” ucap dibuka Plt. Sekretaris Daerah Kaltim Riza Indra Riadi saat membuka Expo dan Promosi Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur dalam Rangka Memperingati Hari Bulan Bhakti Tahun 2022 di halaman Gelora Olahraga Segiri Samarinda, (28/9/2022).

Riza menjelaskan, kerja sama dengan Perusahaan Pertambangan dengan nama Program Sapi Komitmen adalah bagian dari dukungan perusahaan agar tercapainya peningkatan populasi sapi di kaltim.

“Dalam penerapan regulasi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan guna mendorong lahirnya industri hilir serta mewujudkan ketahanan energi dan pangan serta pengembangan komoditas agroindustri unggulan berbasis kawasan dan pemanfaatan lahan,” sambungnya.

Riza berharap program tersebut dapat memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan pola Mini Ranch yang dilaksanalan dapat memberikan manfaat yang besar pada kesejahteraan masyarakat Kaltim.

Dikatakan Riza, saat ini Kaltim perlu berdaulat dalam penerapan regulasi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dengan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan mendorong lahirnya industri hilir. Selain itu juga berupaya mewujudkan ketahanan energi dan pangan serta pengembangan komoditas agroindustri unggulan berbasis kawasan dan pemanfaatan lahan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kaltim.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas peternakan Munawwar juga mengatakan, peran serta Dinas Peternakan Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang bersinergi dengan sektor pengembangan peternakan pada lahan Eks Tambang dan perkebunan sawit diharapkan mampu mendorong produksi peternakan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

“Keterlibatan swasta sangat dibutuhkan, disamping fasilitas dari pemerintah baik pusat, provinsi maupun Kabupaten/Kota,” Tambahnya.

Munawwar mengatakan, saat ini populasi sapi potong tahun 2021 mencapai 120.446 ekor. Masih jauh dari populasi dasar minimal kebutuhan daging sapi secara berdaulat sebesar 519,794 ekor pada tahun 2022.

“Potensi ini sangat strategis untuk diwujudkan, dengan melibatkan seluruh stakeholder peternakan seperti Academician, Businessman dan Government (ABG),” sambungnya.

Munawwar berharap, dengan berbagai program dan kegiatan serta dukungan yang di dapat akan memberikan pengaruh besar dalam perkembangan usaha peternakan agribisnis dan agroindustri menuju peternakan yang maju, mandiri dan modern. (Ria)

Kejari Batu Kembalikan Barang Bukti Melalui Program Arjuna

September 28, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU– Kejari Batu melalui  Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Batu Fahmi Abdullah Arif mengembalikan barang bukti melalui program Arjuna (antar sampai tujuan tanpa biaya).

Humas Kejari Batu Edy Sutomo menjelaskan barang bukti yang diserahkan berupa 1 Flashdisk warna putih kuning merk Kingstone dan 1 Lembar surat keterangan pengurusan kehilangan kendaraan bermotor dari PT. Federal International Finance (FIF) cabang Batu.

“Barang bukti tersebut diserahkan  Petugas Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Batu di rumah korban pencurian An. Siswati yang beralamatkan di Jalan Kenanga Dusun Krajan RT 02 RW 06 Desa Oro-oro Ombo Kec. Batu Kota Batu,” ungkap Edy Sutomo, Rabu ( 28/9/2022).

Disebutkan,  kegiatan ini merupakan program unggulan dari Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Batu.

“Program ini dibuat untuk memberikan pelayanan pengembalian barang bukti secara gratis dan langsung diantar ke rumah pemilik barang bukti sehingga memudahkan masyarakat dalam mengambil barang bukti karena tidak repot untuk datang ke kantor untuk mengambil, masyarakat cukup menunggu di rumah dan barang bukti langsung diantar ke rumah pemilik barang bukti ” Papar Edy yang juga kasi intelgen Kejari Batu. (Buang Supeno)

Wakil Wali Kota Samarinda Terima Audiensi Dewan Pendidikan

September 28, 2022 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi menerima audiensi ketua dan anggota Dewan Pendidikan Kota Samarinda di ruang kerja,  Selasa (27/9/2022).

Ketua Dewan Pendidikan Kota Samarinda  Siti Qomariah saat melakukan audiensi menyampaikan berbagai upaya meningkatkan sumber daya manusia di Kota Samarinda

Rusmadi menyampaikan, pendidikan merupakan sebuah amanah negara. Sehingga pendidikan dan kesehatan merupakan sebuah hak daripada warga negara Indonesia. Persoalan-persoalan yang dihadapi pemerintah seperti pendidikan dan kesehatan perlu dukungan dan partisipasi dari masyarakat.

“Mendorong partisipasi masyarakat ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah,” tutur Rusmadi.

Dikatakan Rusmadi, Pro-Bebaya (Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) merupakan sebuah solusi memecahkan permasalahan pendidikan. Menurutnya respon masyarakat sangat kuat namun hakekat dari Pro-Bebaya yang masih belum dimaknai secara mendalam.

“Pro-Bebaya ini masih dimaknai dengan pembangunan jalan dan lain lain. Tetapi ini juga bisa digunakan untuk pendidikan, seperti kasus sebelumnya ada anak yang  tidak mampu membeli pakaian sekolah, ini dana bisa digunakan untuk memberikan pakaian seragam sekolah anak, ini juga bisa digunakan untuk BPJS,” ucapnya. (kfm/adv)

Jengkol Unmul di IKN

September 28, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Menteri LHK bersama mahasiswa Unmul penerima penghargaan mahasiswa berprestasi.

SAYA suka jengkol tahi lala. Enak banget. Saya sering beli di Samarinda. Bu Eeng, chef yang sering mengirimi saya makanan  ternyata juga pencinta jengkol. Dia pernah pesan jengkol kepada saya. Tapi saya hanya suka jengkol tahi lala. Jengkol balado, semur jengkol atau masakan jengkol lainnya saya tidak terlalu suka.

Tapi saya kaget Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Prof Dr Ir Siti Nurbaya Bakar M.Si ketika menyampaikan orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke-60 Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Selasa (27/9) kemarin,  menyinggung soal jengkol. Istimewanya, dia berencana menanam jengkol di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bukan hoaks. Ini berita benar. Menteri  bicara jengkol ketika menginformasikan berbagai jenis tanaman pada hamparan wilayah IKN sebagai bentuk menghadirkan kembali hutan alam tropika basah di sana. Orasi ilmiah Prof Siti Nurbaya berjudul “Membangun Hutan Tropika Basah Kalimantan: Modalitas Menuju Indonesia’s FOLU (Forestry and Other Land Use) Net Sink 2030.”

Indonesia’s FOLU Net Sink adalah aksi mitigasi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor kehutanan Indonesia, tak hanya skala nasional, namun juga secara global sebagai “legacy”  generasi sekarang kepada generasi mendatang.

Ada 4 jenis tanaman yang bakal ditanam di IKN, tutur Menteri. Salah satunya jenis tanaman untuk naungan dan sumber pakan satwa. Ini disebut tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS). Menteri menyebut di antaranya jenis jengkol (Archidendron pauciflorum), rambai (Baccaurea motleyana), mangga (Mangifera indica), dan nyawai (Ficus variegate).

Jengkol adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Manfaat lain dari jengkol dapat mencegah diabetes dan baik untuk kesehatan jantung. Karena kemampuannya menyerap air tanah yang tinggi, sehingga pohon jengkol juga bermanfaat  dalam konservasi air.

Selain MPTS, IKN yang menerapkan konsep forest city, juga akan ditanami jenis tanaman endemik Kalimantan seperti belangeran (Shorea balangeran) dan kapur (Dryobalanops sp), tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dan jenis tanaman anti-nyamuk untuk mencegah penyakit malaria dan demam berdarah secara alami seperti sereh wangi (Cymbopogon nardus) dan kemangi (Lavandula sp).

Sehubungan dengan itu, Kementerian LHK saat ini membangun pusat persemaian Mentawir seluas 120 hektare di  lokasi IKN dengan produksi bibit 15 juta batang per tahun. Pada saatnya nanti,  juga akan dilanjutkan dengan Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nusantara.

Menteri Siti minta Universitas Mulawarman dengan fakultas kehutanannya sebagai penggerak bersama-sama IPB dan UGM dalam pembangunan pusat genetic resources, yang ada di Indonesia sebagai modal dasar pembangunan Indonesia di IKN.

Di hadapan Gubernur Isran Noor dan catur sivitas akademika Unmul, Menteri LHK juga memuji Kaltim telah lebih dulu bekerja terkait dengan mitigasi iklim dan urusan karbon melalui kegiatan FCPF (Forest Carbon Partnership Facility)  World Bank, yang telah sampai tahap akhir.

Bahkan dari hitung-hitungan dia, Kaltim sudah memiliki surplus pengurangan emisi, melampaui 5 juta ton CO2-e, yang dapat dibayarkan. Maka potensi nilai total RBP (Result Based Payment)  dari Program FCPF, Kaltim bisa mendapatkan pembayaran sampai 110 juta dolar US. Itu kira-kira setara dengan   Rp 1,5 triliun. Bayangkan!

“Kaltim dengan modalitas hutan yang luas dan konsep forest city IKN dapat menjadi teladan bagi dunia, bahwa pembangunan ekonomi di Indonesia dapat secara nyata dilakukan dengan tetap memerhatikan aspek ekologi dan sosial budaya masyarakat,” demikian kata Menteri.

“AKREDITASI UNGGUL”

Saya senang bisa hadir dalam acara dies natalis Unmul ini. Senang bisa hidup beberapa hari di lingkungan kampus Gunung Kelua yang rimbun. Bersama Gubernur Isran Noor, yang juga ketua umum Ikatan Alumni (IKA) Unmul, saya sempat mengikuti acara jalan sehat mengitari kampus mendampingi dekan saya, Prof. Syarifah Hudayah bersama Dr Fitriadi, Fathul Halim, dan Agus Wiwaha.

Sebelum acara puncak, Rektor Unmul Prof Dr Masjaya, M.Si sempat mewisuda 1.500 lulusan S1 dan S2 gelombang III. Ini wisuda terakhir yang dihadiri Masjaya karena bulan depan jabatan rektor akan diemban Dr Ir H Abdunnur, MSi. “Mohon doa dan dukungannya, Brother,” kata Abdunnur kepada saya.

Masjaya mengaku bangga mendapat kepercayaan memimpin Unmul selama 8 tahun. Apalagi jumlah mahasiswanya terbesar di Kalimantan. Sekitar 30 ribu lebih. Hebatnya, hampir semuanya akreditasi A. Bahkan fakultas kehutanannya, yang menopang pola ilmiah pokok Unmul sebagai pusat penelitian hutan tropika basah meraih predikat “Unggul.”

Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul termasuk fakultas pertama yang didirikan tahun 1962. Kampusnya dulu di Sidomulyo. “Musuh besar” bersaing dengan anak-anak Fakultas Ekonomi di kampus Flores, di mana saya kuliah. Dekannya sekarang Prof Dr Rudianto Amita.

Saya pernah bilang Fahutan itu seperti fakultas penebang kayu. Di tahun 1970-an mahasiswanya membeludak. Maklum waktu itu Kaltim lagi boom kayu. Penebangan di mana-mana. Setelah kayu habis, mahasiswanya melorot. Syukurlah sekarang bangkit lagi. Fahutan jadi andalan kita, sebab yang menjaga, merawat dan menanam pohon itu, andalannya para rimbawan Fahutan

Untuk mendekati dan memberi kontribusi yang lebih besar bagi IKN, Unmul akan membangun kampus baru di kawasan hutan pendidikan Bukit Soeharto. “Terima kasih kepada Ibu Menteri LHK, yang telah memberikan dukungan terhadap rencana tersebut,” kata Masjaya.

Bukit Soeharto ditetapkan Presiden Soeharto sebagai taman hutan raya (Tahura) pada tahun 1982. Nama Soeharto dipakai karena dia pernah singgah di sana. Sekalian untuk memberikan semangat kepada warga untuk menjaganya. Maklum di situ ada ladang lada masyarakat dan bahkan sering dijarah penebang kayu dan penambang batu bara.

Luas Bukit Soeharto  sekitar 61 ribu hektare. Belakangan sekitar 20 ribu hektare diserahkan ke Unmul menjadi hutan pendidikan dan pelatihan. Sekarang  ke dalam kawasan pengembangan IKN. “Keputusan itu menjadikan Unmul tidak dapat dipisahkan dari IKN,” kata Masjaya, yang juga masuk dalam Tim Ahli Transisi IKN.

Gubernur Isran Noor memuji kemajuan yang diraih Unmul. “Hampir semua posisi jabatan di daerah ini termasuk kepala daerah, alumnus Unmul. Karena itu kepada adik-adik mahasiswa harus bangga belajar di kampus ini,” tambahnya.

Isran yang juga ketua umum IKA Unmul menjadi salah satu dari 60 penerima penghargaan. Dia dinilai sebagai alumnus yang berprestasi dan tokoh berjasa. Ketika dia mengambil S3-nya di Universitas Padjadjaran, dia menunjukkan kualitas lulusan Unmul. Isran “the best.” Lulusan terbaik doktor ilmu pemerintahan dengan predikat yudisium cum laude.

Disertasinya berjudul “Desentralisasi Pemberian Izin Penambangan Batu Bara di Kutim” diuji di depan 32 duta besar dan 50 kepala daerah, di kampus Unpad, Jl Dipati Ukur, Bandung, 10 November 2014.

Ada sejumlah alumni menerima penghargaan. Selain Isran, dari Fakultas Ekonomi diwakili Dr Meiliana, Dirut Bankaltimtara M Yamin dan saya selaku ketua IKA FEB. Saya lihat ada dua anggota DPRD Kaltim, Dr Rusman Ya’cub dan Dr Syarkowi  V Zahry juga. Malah Syarkowi sempat menyerahkan tanda anggota kehormatan IKA Fahutan Unmul kepada Menteri Siti Nurbaya.

Buah jengkol rasanya enak. Kalau ditanam menjadi buah unggul. Memang hebat 60 tahun Unmul. Tak salah kalau Gubernur Isran memberi dua jempol.

Dirgahayu 60 tahun Unmul. Saya teringat bagian lirik hymne Unmul yang digubah musisi Bandung, Iwan Abdurachman, mantan pentolan Bimbo dan tokoh Wanadri  pada zaman rektor pertama Prof Ir R Sambas Wirakusumah, MSc.  “Mulawarman dan bumi ini. Tak kami biarkan berhenti.”(*)

 

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1070887
    Users Today : 3304
    Users Yesterday : 4093
    This Year : 7397
    Total Users : 1070887
    Total views : 10546039
    Who's Online : 70
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-02