Gelar Kegiatan Touring, Puluhan Peserta We Are Aerox Society Tunjukan Eksistensi Diri

September 5, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

BANDUNG – Kompetisi foto We Are Aerox Society 2022 telah resmi berkahir, meskipun demikian keaktivan para komunitasnya dalam menikmati aktivitas berkendara bersama motor masih terus berlanjut. Hal itu ditandai dengan digelarnya kegiatan touring yang berlangsung pada akhir pekan kemarin (28/8), dimana sebanyak 30 biker gabungan pengguna Aerox 155 dan All New Aerox 155 Connected series melakukan perjalanan dari Kota Bandung menuju Kota Cirebon, Jawa Barat.

Bukan tanpa alasan memilih Kota Bandung sebagai lokasi digelarnya kegiatan touring yang menjadi penutup rangkaiaan acara kompetisi foto We Are Aerox Society 2022. Pasalnya, animo pengguna Maxi Sport Scooter yang berpartisipasi di ajang kompetisi ini memang paling banyak berasal dari kota tersebut. Selain animo yang tinggi, keaktifan berkreativitas dalam menghasilkan konten-konten digital yang menggambarkan eksistensi diri bersama motor juga kerap ditunjukan oleh para komunitas Aerox 155 yang ada di Kota Bandung.

“Yamaha sangat mengapresiasi tingginya antusiasme para pengguna Aerox 155 dan All New Aerox 155 Connected series yang ada di Kota Bandung, dalam meramaikan kegiatan kompetisi foto We Are Aerox Society 2022 yang telah sukses berlangsung. Keaktivan mereka dalam berbagi hobi dan menunjukan eksistensi diri mendorong kami mengadakan kegiatan touring yang dapat memfasilitasi mereka dalam mengeksplorasi gaya hidup bersama motor, sembari menujukan rasa bangga menjadi bagian dari komunitas Aerox Society yang begitu besar,” terang Jaya Utama Harianto, Chief Area Yamaha DDS 2 Jawa Barat.

Mengambil titik keberangkatan dari Flagship Shop Yamaha Bandung, para peserta touring kemudian langsung bertolak menuju Kota Cirebon dengan jarak tempuh sejauh kurang lebih 150 kilometer. Perjalanan terasa menantang ketika rombongan memasuki daerah Subang hingga Majalengka yang menyajikan jalanan berbukit dengan banyak tikungan sempit.

Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh peserta touring untuk menikmati secara maksimal keunggulan akselerasi yang dimiliki oleh skutik All New Aerox 155 Connected series. Performa mesin Bluecore 155cc yang tinggi dengan hadirnya teknologi Variable Valve Actuation (VVA) serta bobot motor yang tergolong ringan, sukses memberikan rasa berkendara yang lincah serta responsif dalam menaklukan jalanan yang menanjak tersebut. Hal ini seperti yang diugkapkan oleh Fahmi Rizal, salah seorang peserta touring yang menggeber Aerox 155 generasi terbaru miliknya.

“Salah satu hal yang menarik dari kegiatan touring ini adalah rute perjalananya yang menantang. Pemilihan jalur-jalur sempit diperkampungan yang membelah perbukitan di daerah Subang dan Majalengka sangat cocok untuk mengeksplorasi performa mesin dan kelincahan yang dimiliki oleh All New Aerox 155 Connected. Dan benar saja, saya sangat menikmati aktivitas touring ini terutama ketika bermanuver keluar masuk tikungan di jalanan yang menanjak, motor terasa sangat responsif dan ringan,” terang Rizal.

Tidak hanya sekedar menggelar touring, pada kegiatan ini para peserta yang mayoritas merupakan kaum milenial yang aktif bermedia sosial juga turut mendapatkan workshop digital yang dibawakan oleh para Content Creator serta pegiat Street Photography yang ada di Kota Bandung. Berbagai tutorial cara mengabadikan momen ketika riding dengan sudut angle pengambilan foto yang menarik turut dipraktekan selama sesi perjalanan touring berlangsung.

Acara kemudian ditutup dengan menghadiri undangan pembentukan komunitas Yamaha Aerox Club Indonesia (YACI) chapter Cirebon yang digelar di Graha Tuparev pada Minggu (28/8) sore. Hadirnya para peserta We Are Aerox Society di acara seremonial komunitas ini sekaligus untuk menujukan tingginya rasa soladiritas dan tali persaudaraan yang erat diantara sesama pengguna skutik Maxi Yamaha. (*/adv)

Festival Mancing Mahakam, Perkenalkan Destinasi Wisata Pancing di Delta Mahakam

September 5, 2022 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA– Sebanyak 17 peserta ikut dalam Festival Mancing Mahakam di Desa Muara Pantuan Kabupaten Kutai Kartanegara. Festival mancing yang baru pertama kali diadakan ini merupakan bagian dari program peningkatan kesejahteraan nelayan tangkap dalam membangun destinasi wisata pancing di daerah ini,

Kegiatan ini merupakan bagian program Nelayanku Hebat garapan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam meningkatkan kesejahteraan melayan di Muara Pantuan sejak tahun 2018 lalu. Lokasi mancing berada di dua titik lokasi apartemen ikan yang dibuat dari besi oleh nelayan. Apartemen ikan ini menggantikan rumpon yang biasa dibuat dari kayu mangrove yang rentan merusak lingkungan.

Festival yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 13.00 Wita berhasil menangkap sebanyak 229 ekor dengan total berat 59,8 kilogram.

Tampil sebagai juara 1 Rusdi dari Komunitas Samarinda Fishing Club dengan junlah tangkapan sebanyak 24 ekor , sedangkan Juara 2 diraih Julfi dari youtuber JHL Fishing dengan jumlah tangkapan 22 ekor.

“Pemerintah akan mendorong program peningkatan ekonomi masyarakat  demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kukar,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara Muslik di Desa Muara Pantuan, Minggu (4/9/2022).

Muslik mengatakan, pemerintah menyambut positif upaya PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam peningkatan kesejahteraan nelayan demi keberlangsungan usaha nelayan diwilayah kerja PHM.

Adanya kolaborasi yang dilakukan pemerintah dengan pihak swasta serta rekan akademisi dalam pembinaan nelayan diharapkan masyarakat  tidak hanya meningkatkan pendapatan dari hasil tangkap nelayan saja, namun juga dapat mengundang pengunjung melalui destinasi wisata pancing.

Ditemui dalam kegiatan yang sama, Camat Anggana Rendra Abadi menyampaikan persiapan destinasi wisata pancing telah mendapat dukungan baik pemerintah maupun swasta. Alat kelengkapan pancing, kapal, dan penginapan telah tersedia.

Rendra mengatakan, Desa Muara Pantuan perlu dukungan untuk mengembangkan destinasi ini. Dikatakannya, di desa ini listrik belum menyala 24 jam.

“Padahal listrik merupakan kebutuhan mendasar  dalam memproduksi es batu. Es batu dangat penting untuk menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan,” kata Rendra.

Rendra juga mengatakan, kebutuhan air bersih juga masih sangat sulit didapatkan. Pada tahun 2022 pemerintah telah memberikan bantuan penampungan air dengan anggaran Rp 27 miliar sebagai upaya pemenuhan air bersih masyarakat Desa Muara Pantuan dengan penduduk kurang lebih 3 ribu KK. Rendra berharap kedepannya kebutuhan masyarakat seperti listrik dan air dapat menjadi perhatian yang lebih, sehingga dapat mendukung perkembangan destinasi wisata pancing. (wd)

Nelayanku Hebat, Program PT PHM Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Delta Mahakam

September 5, 2022 by  
Filed under Kutai Kartanegara

SAMARINDA –Nelayanku Hebat, demikian nama program PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di wilayah pesisir Delta Mahakam tepatnya di Desa Muara Pantuan dan Sepatin Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kepala Head of Communication Relation & CID PHM Frans Alexander Hokum mengatakan program pemberdayaan kelompok nelayan tangkap ini bertujuan menciptakan kemandirian bagi keluarga nelayan.

Melalui program yang dikenalkan sejak tahun 2018 lalu ini, nelayan diajak memanfaatkan apartemen ikan (rumpon ) ramah lingkungan dan teknologi tepat guna dalam mendukung usaha tangkap yang berkelanjutan. Apartemen ikan ini merupakan inovasi perubahan rumpon yang semula menggunakan batang mangrove dengan membuat dari besi yang lebih awet serta ramah lingkungan.

“Program ini diharapkan dapat  membantu nelayan yang selama ini dihadapkan dengan keterbatasan ekonomi yang disebabkan pendapatan yang rendah, tingginya biaya operasional, ketergantungan pada punggawa serta minimnya peran perempuan,” kata Frans di sela-sela acara Festival Mancing Mahakam di Desa Muara Pantuan, Minggu (4/9/2022).

Selain itu, isu keselamatan dan geografis juga mempengaruhi ekonomi melayan seperti kegiatan yang bersinggungan dengan area obyek vital nasional, serta kondisi alam yang membuat nelayan tidak bisa melaut.

Sementara Kepala Lapangan SPU Adam Hirsaman mengatakan selain program Nelayanku Hebat, PHM juga melakukan pembinaan  yang melibatkan istri nelayan dan masyarakat sekitar dalam peningkatan ekonomi produktif dengan mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pelatihan Bengkel Kapal.

“Saat ini sudah ada 12 Kelompok nelayan, 6 Kelompok UKM dan 1 bengkel Kapal dengan 2 orang pekerja bengkel,” ungkapnya.

Adam menambahkan kegiatan program pengembangan masyarakat yang digagas PHM menjadi peluang besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga melakukan perhitungan rasio dengan tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) dalam pengembalian investasi hasil tangkap. Dan hasil perhitungan mancapai 18 kali lipat dari investasi awal,” sambungnya.

Adam berharap, dengan diaplikasikannya program Nelayan Hebat yang diketuai Ajis sebagai Pencetus Program Nelayanku Hebat berdampak pada kehidupan sosial yang lebih baik. (wd)

“Lonely Economy”

September 4, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEMASA saya kuliah di Fakultas Ekonomi Unmul, rasanya saya tak pernah mengenal istilah “lonely economy.” Dalam seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)  juga tidak pernah disinggung. Tapi belakangan istilah ini sangat populer. Lonely economy dianggap fenomena baru menyusul terjadinya wabah atau pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir.

Tak kurang dari pengusaha besar Chairul Tanjung yang mengungkapnya. “Ada satu fenomena baru yang membuat kita merasa aneh, tapi nyata. Yaitu fenomena ‘lonely economy.’ Banyak orang lebih memilih bertahan hidup sendiri,” kata chairman dan founder CT Corp, yang pernah menjadi menko perekonomian itu dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2022 beberapa waktu lalu.

Dalam pengertian bebas, lonely economy dapat disebut orang yang lebih suka memilih hidup sendiri. Dia memutuskan tidak ingin mencari pasangan atau membangun keluarga. Apalagi sampai punya anak, sebab salah satu pertimbangannya adalah soal ekonomi atau pendapatan yang terbatas. Makanya fenomena ini disebut lonely economy.

Ada juga yang mengartikan lonely economy  sebagai keluarga kecil. Pasangan yang tidak mau atau menunda punya anak. Kalaupun punya, ya cukup satu saja. Erat kaitannya dengan tempat tinggal yang sempit serta kesulitan menjaga dan memelihara si anak. Belum lagi pengeluaran lainnya. Sehingga tidak sesuai dengan pendapatan. Seperti pepatah: besar pasak daripada tiang.

Katadata mengutip laporan riset McKinsey & Company tahun lalu, menyebutkan lonely economy juga menjadi tren baru perekonomian Asia saat ini. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan ukuran rumah tangga yang mengecil   dan berimplikasi terhadap konsumsi dan bisnis.

Rumah tangga di Asia semakin menyempit, menyusul tren penyempitan rumah tangga di Amerika Serikat dan Eropa yang sudah berlangsung sejak tahun 1960-an. Ukuran rata-rata rumah tangga di sebagian negara Asia selama 20 tahun terakhir sudah turun. Penurunan di China mencapai 30 persen dan 10 persen di Indonesia.

Anak muda kota lebih cenderung memilih “lonely economy”

Dikatakannya, hampir dari sepertiga rumah tangga di negara maju Asia dan lebih dari 15 persen di China merupakan rumah tangga yang terdiri atas satu orang, dan lonely economy mulai muncul.

Tren lonely economy ini salah satunya terlihat dari kepemilikan terhadap hewan peliharaan yang meningkat di Asia. Di China kepemilikan terhadap hewan peliharaan (pet) naik 114 persen, di Thailand 23 persen dan Singapura 12 persen.

Biasanya orang yang hidup sendiri punya kecenderungan suka memelihara hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Binatang itu menjadi teman mereka, baik di dalam rumah atau bepergian ke mana saja.

Ada yang beranggapan lonely economy jawaban atau solusi terhadap kesulitan ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19.  Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Ditambah lagi sekarang gejolak baru, resesi global. Kantong makin cekak. Maka orang harus benar-benar hidup hemat, irit atau efisien supaya bisa bertahan hidup. Salah satunya, ya hidup sendiri. Tidak ada yang menggandoli.

Sejumlah anak muda juga mengatakan, boro-boro memikirkan berumah tangga, hidup sendiri saja sudah sangat susah. Ijazah sarjana kini pun belum tentu bisa jadi jaminan. Cari kerjaan tidak gampang. Kita tahu selama Covid banyak yang terkena PHK. “Awalnya work from home (WFH). Tapi akhirnya benar-benar disuruh di rumah saja,” kata Agus menceritakan nasibnya.

Memilih lonely economy jauh lebih baik, ketimbang dia melakukan perbuatan nekat seperti bunuh diri atau menghabisi anggota keluarga karena putus asa tak punya uang. Kasus seperti ini sudah terjadi di beberapa tempat. Seperti dilakukan LH di daerah Kukar, Kamis (7/7) lalu. Persis saat listrik blackout, LH menghabisi istri dan anaknya yang masih berusia 3 tahun. Alasannya karena himpitan ekonomi. Bayangkan, ketika dia melakukan pembantaian, anak istrinya dalam keadaan kelaparan.

JADI BUJANG TUA

Penganut gaya lonely economy juga cenderung tidak berinteraksi secara seksual dengan pasangannya. Maka muncullah istilah “resesi seks.” Ini juga tidak masuk dalam kamus ekonomi. Walaupun ada kata resesinya. Resesi seks diartikan orang yang punya kecenderungan tidak mau bermain seks seperti lazimnya. Sebab bermain seks resmi atau bebas, tetap ada risiko. Ya risiko hamil, punya anak, kesehatan, dan risiko pengeluaran.

Menikah itu dianggap komoditas mahal. Sama mahalnya dengan perceraian. Karena itu banyak orang merasa tidak mampu menanggung risiko keuangan, yang terkait dengan urusan pernikahan atau perceraian. Padahal angka pernikahan hampir sama besarnya dengan angka perceraian.

Di Samarinda, dulu, ada satu kampung yang setiap rumahnya cenderung punya anggota keluarga yang tidak menikah. Istilahnya menjadi perawan tua atau bujang lapuk. Penyebabnya trauma dengan biaya pernikahan, terutama mas kawin atau mahar yang mahal. Akhirnya menjadi semacam “kutukan” untuk hidup melajang.

Lalu bagaimana cara mereka itu memenuhi hasrat seksnya? Di zaman sekarang tidak susah lagi. Teknologi seks sudah sangat maju. Produk teknologi dan budaya yang dinamakan sex toys terus berkembang. Bahkan sudah pula diproduksi boneka atau manekin yang mirip wanita atau manusia sesungguhnya. Bisa merespon hasrat kita dengan baik, termasuk hasrat seks. Dan tidak pernah cemburu dan minta macam-macam. Jadi sudah bisa seks mandiri.

Resesi seks melanda China, Jepang, hingga Amerika Serikat dan Eropa. Juga di beberapa negara Asia seperti Korea dan Singapura. Dari data yang dirilis pada 2021, hanya ada 19.430 pernikahan di Negeri Singa ini. Turun 12,3 persen dari tahun sebelumnya.

Fenomena resesi seks juga merisaukan pengusaha dunia Elon Musk. “Jika orang tidak memiliki lebih banyak anak dan populasi tidak tumbuh karena orang malas berkeluarga, maka peradaban akan runtuh. Tandai kata-kataku ini,” katanya.

Dalam Islam, menurut Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon,  orang yang menghendaki dirinya tidak menikah, hukumnya boleh dan tidak berdosa. Selagi ia tidak melakukan sesuatu yang haram, berzina atau karena tidak memiliki urusan syahwat. “Menikah menjadi wajib jika seseorang memiliki syahwat yang normal, sudah memiliki modal yang cukup, dan khawatir masuk mendekati wilayah zina,” tambahnya.

Pengusaha Chairul Tanjung

Menurut Chairul Tanjung, fenomena lonely economy banyak membawa perubahan dalam kehidupan kita. Pola konsumsi baru muncul, seperti meningkatnya permintaan terhadap hewan peliharaan serta tren pemesanan makanan secara daring.

“Karena hidup sendiri tidak perlu memasak dan tidak perlu punya pembantu. Apa-apa dilakukan pemesanan secara daring. Hal-hal ini membuat banyak perubahan dalam kehidupan kita,” jelasnya.

McKinsey juga menggambarkan, pola perubahan konsumsi ditandai dengan di antaranya permintaan porsi makanan kemasan lebih kecil, dan pergeseran pola urbanisasi karena meningkatnya permintaan terhadap perumahan unit tunggal. Pergeseran demografis juga mendorong pertumbuhan jenis rekreasi tertentu, terutama meningkatnya hiburan digital, makanan untuk sendirian dan solo travelling.

“Pasar lonely economy tumbuh kuat karena konsumen semakin fokus pada kesehatan mental dan pilihan gaya hidup sehat,” tulis McKinsey.

Sudah dua tahun ini, setelah tak lagi menjadi wali kota, saya juga mulai menerapkan gaya hidup lonely economy setidaknya dalam urusan mengendarai mobil. Maklum karena keuangan yang terbatas, saya lebih banyak menyetir mobil sendiri. Terkadang ikut mobil sahabat saya, Pak Zen. Tapi dalam urusan keluarga, tentu saja saya tetap perlu istri, anak, dan cucu. Kalau hidup sendiri apalagi tak punya cucu, lalu siapa yang memanggil saya “Kai, Kai.”(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan senior Kalimantan Timur.

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Kembali Dihelat

September 4, 2022 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2022 akan dihelat kembali. Pesta adat seni dan budaya terbesar di Kutai Kartanegara (Kukar) ini sempat tidak terlaksana lantaran imbas pandemi COVID-19.

Pelaksanaan Pesta rakyat tahun ini, akan dimeriahkan dengan berbagai olahraga tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kukar.

“Ada 11 olahraga tradisional yang akan kami gelar. Mulai tanggal 25 hingga 29 September mendatang untuk memeriahkan Erau tahun ini,” ujar Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni. Dikutip dari laman resmi pemerintah Kabupaten Kutai kartanegara, https://kukarpaper.com/.

Dalam lama resmi tersebut, pihak Dispora Kukar menyeru kepada para camat, lurah/kepala desa di Kukar dan hingga pengurus klub olahraga se Kaltim untuk mengirimkan atletnya mengikuti open event Kaltim tersebut.

“Persyaratan peserta harus sehat jasmani dan rohani, mengirimkan foto 3×4 terbaru dan kartu identitas (KTP/Kartu Pelajar) ke panitia. Pendaftaran gratis dan ditutup pada 24 September 2022 mendatang pukul 12.00 WITA,“ terangnya.

Ia melanjutkan, hal-hal teknis lomba akan dibicarakan pada 24 September pukul 13.30 WITA di Sekretariat Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, di kompleks olahraga Aji Imbut Tenggarong Seberang.

Para peserta yang berhasil meraih juara akan diberikan piagam dan uang pembinaan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia di email po.disporakukar@gmail.com, atau dapat menghubungi panitia di WA 085250020464 (Ruby).

“Kami mengharapkan partisipasi duta-duta olahraga tradisional dari seluruh kecamatan di Kukar, bahkan klub olahraga tradisional di Kaltim. Ayo daftarkan dan siapkan tim anda, kita meriahkan Erau,” tutupnya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb