DKP3A Kaltim Gelar Advokasi KIE Penurunan Stunting

September 24, 2022 by  
Filed under Bontang, Daerah

BONTANG – Data Stunting  di Indonesia, menurut Riskesdas Kementerian Kesehatan, angka stunting nasional mengalami penurunan dari 37,2% pada 2013 menjadi 30,8% pada 2018. Menurut Survei Status Gizi Balita  Indonesia (SSGBI) pada 2019 menjadi 27,7%, tahun 2021 sebesar 24,4%. Sementara untuk nasional pada tahun 2024 Pemerintah menargetkan menjadi 14%.

“Tahun  2022 penurunan stunting lebih dari 3% atau paling sedikit 3%. Oleh karena itu intervensi spesifik dan intervensi sensitif harus benar-benar dijalankan dengan baik karena target akhir di tahun 2024 menjadi 14%,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Permepuan dan Perlidnungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita saat membacakan sambutan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi pada kegiatan Advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Penguatan Kerjasama Anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2022, berlangsung di Hotel Bintang Sintuk Bontang, Kamis (22/9/2022).

Di Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Soraya, persentase Stunting pada tahun 2019, sebesar 28,09% dan tahun 2021 sebesar 22,8%. Data Stunting kabupaten/kota di Provinsi Kaltim yaitu empat kabupaten/kota adalah Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Mahakam Ulu dan Samarinda yang memiliki angka lebih rendah dari persentase rerata Provinsi.

“Sedangkan untuk enam kabupaten/kota lainnya adalah Kutai Timur, PPU, Kukar, Bontang, Berau dan Paser, yang memiliki persentase Stuntingnya  masih berada di atas rerata Provinsi,” ujar Soraya.

Pada tingkat provinsi telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan Keputusan Gubernur Nomor 463/K.159/2022 tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Timur, pada tanggal 14 Maret 2022.

Selain itu, mengingat Kaltim akan menjadi Ibu Kota Negara perlu kiranya usaha   peningkatan kapasitas masyarakat atau sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan dan tantangan agar dapat ikut serta dan berperan aktif dalam sektor – sektor pembangunan.

“Salah satunya melalui  penurunanan angka stunting,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang PPKB Syahrul Umar mengatakan, berdasarkan data e-Infoduk DKP3A Kaltim, jumlah penduduk Kota Bontang sebanyak 185.393 jiwa atau 4,82% dari jumlah penduduk Kaltim dengan rincian laki-laki 96.113 jiwa (52%) dan perempuan 89.280 (48%).

“Untuk jumlah balita di Kota Bontang sebanyak 16.273 jiwa (9%). Sementara jumlah usia produktif 15-24 tahun sebanyak 645.121 jiwa,” ujar Syahrul.

Saat ini, angka prevalensi stunting Kota Bontang adalah 26,3%. Sedangkan jumlah Balita stunting di Bontang Selatan sebanyak 483 balita, Bontang Utara sebanyak 694 dan Bontang Barat sebanyak 1.156 balita. Untuk keluarga beresiko stunting di Bontang Selatan sebanyak 7.114, Bontang Utara sebanyak 8.724 dan Bontang Barat sebanyak 14.840.

Ditengah ketatnya kompetisi dan perkembangan dunia yang semakin dinamis dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar dan jumlah penduduk usia anak yang cukup tinggi pula, jika tidak dikelola dengan baik tentu akan menimbulkan berbagai permasalahan nantinya.

“Oleh karenanya usaha dan aksi percepatan pencegahan stunting perlu dilakukan bersama-sama bukan hanya pemerintah, OPD lintas sektor tapi juga lembaga non pemerintah serta masyarakat,” ujarnya.

Hadir menjadi narasumber Wakil Walikota Bontang Najirah dan Kabis Kesmas Dinkes Bontang Jamila Suyuthi. Tampak hadir Sekda Kota Bontang Aji Erlinawati  (rdg)

Kejari Batu Gelar “Ngopi Aja” Bersama Paguyuban Sangga Braja

September 23, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Kejaksaan Negeri Batu menggelar kegiatan ” Ngopi Saja” Ngobrol Inspiratif Bersama Jaksa Bersama Paguyuban Sangga Braja Kota Batu,bertempat ruang rapat Utama Kejaksaan Negeri Batu Kamis ( 22/9/2022).

Kegiatan “Ngopi Saja” Ngobrol Inspiratif Bersama Jaksa kali ini dihadiri oleh Pimpinan, pengurus dan Para Anggota Paguyuban Sangga Braja Kota Batu dan Kepala Seksi Intelijen kejaksaan Negeri Batu Edi Sutomo, selaku narasumber.

Edy Sutomo menjelaskan tentang pemahaman struktur organisasi di Kejaksaan RI mulai dari Kejaksaan Agung serta jabatan dan nama- nama para Pimpinan di Kejaksaan Agung. dilanjutkan memberi pemahaman tentang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur beserta nama – nama pimpinan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan Pimpinan Kejaksaan Negeri Batu dan seluruh pejabat di Kejaksaan Negeri Batu serta menjelaskan Tupoksi dari masing -masing Seksi dan Subbagian yang ada di Kejaksaan Negeri Batu.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batu Edi Sutomo, SH.MH juga menjawab beberapa pertanyaan terkait permasalahan – permasalahan hukum yang terjadi di lingkungan tempat tinggal anggota Sangga Braja. Dijelaskan Edy, pemahaman hukum kepada anggota Sangga Braja agar mengenal Hukum dan menjauhi Hukuman.

“Ngopi Saja” Ngobrol Inspiratif Bersama Jaksa adalah Program yang digagas Kejaksaan Negeri Batu bertujuan utama agar Kejaksaan
Negeri Batu bisa lebih dekat dengan semua unsur dan kalangan masyarakat yang ada di Kota Batu,
serta agar Kehadiran Kejaksaan Negeri Batu bisa lebih dirasakan ditengah Masyarakat Kota Batu. (Buang Supeno )

PWI Kaltim Peduli Bantu Pulangkan Warga Kaltara Usai Operasi Amputasi di RSUD AWS

September 23, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA –  Permintaan salah satu warga asal Tanah Merah Barat, Tana Lia yang selesai operasi amputasi kaki karena penyumbatan di pembulu darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dibantu dipulangkan ke daerah asal karena kehabisan bekal setelah lebih satu bulan di Samarinda berobat jalan hingga opname.

“Kami membawa bapak berobat ke Samarinda, rujukan dari RSUD Jusuf SK Tarakan. Selesai perawatan di RSUD AWS habis operasi, satu bulan kami di Samarinda,” tutur Juwita.

Dituturkannya, pada awal datang sebulan lalu (20 Agustus 2022) sesampainya kami di instalasi rawat jalan RSUD AWS kami langsung daftar, sampai jam 5 sore kami di situ. “Kami tidak tahu mau kemana, sampai-sampai bapak bilang kita nginap di sini saja, maksudnya disamping toko roti O, karena pagi-pagi harus kembali lagi antri berobat, malam itu juga kami cari-cari tempat untuk kami istirahat, akhirnya setelah saya cari-cari tau dapat kos-kosan di jalan trisari, 600 ribu sebulan, belum air dan listri bayar sendiri,” Ucap Juwita saat ditemui media ini disela-sela pemberangkatan kembali ke kampung halamannya menggunakan ambulan PWI Kaltim peduli, Rabu malam, 21 September 2022.

Dituturkan Juwita, terus terang pada saat itu kami sangat bingung sekali, “kondisi bapak pada saat itu kakinya sama sekali tidak bisa tersentuh. Sedikit saja kesentuh pasti teriak kesakitan,” ucapnya.

Selama berobat jalan, dari kos-kosan kami naik angkutan online ke rumah sakit. “Tidak jauh sih jarak nya, tidak sampai 500 meter, tapi kalau jalan kaki tidak mungkin karena kondisi bapak yang tidak bisa untuk jalan jauh. Seandainya tahu dari awal ada relawan ambulan di Samarinda kami akan minta tolong. Tahunnya malah menjelang akan balik,” kata Juwita yang mendampingi bapaknya bersama ibunya.

Menurut Juwita pada saat mau pulang kehabisan bekal untuk biaya perjalanan, dan kebetulan saat di rumah sakit ada ketemu pasien, namanya pak Deddy memberi tahu jika mau pulang tidak ada ongkos minta tolong dengan ambulan PWI Kaltim semoga bisa membantu, sambil diberi nomor kontaknya.

“Kami memberanikan diri untuk menelepon ke ambulan PWI, alhamdulillah direspon, dan kami diminta mengisi formulir permintaan pengangkutan menggunakan ambulan pada tanggal 17 September, ada petugas dari ambulan PWI datang ke tempat kami untuk mengecek kebenarannya, dan kami diminta mengisi formulir, akhirnya kami berhasil diantarkan, ini kami mau berangkat,” sebutnya sambil menata barang bawaan di ambulan.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Shahab yang membawahi PWI Kaltim Peduli, mengatakan awalnya ada informasi dari penanggung jawab ambulan PWI Kaltim peduli ada permintaan pengantaran ke Tanjung Selor dari warga asal Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang kehabisan bekal.

“Kami dari PWI Kaltim peduli sementara ini hanya bisa melayani pengantaran gratis dalam kota Samarinda saja, jika harus keluar kota apalagi antar provinsi harus ada dukungan dari donatur dan dermawan untuk menopang biaya perjalanan,” ucapnya.

Dijelaskan Shahab Ambulan PWI Kaltim peduli diadakan pada awalnya untuk membantu anggota yang memerlukan ambulan, namun ternyata di masyarakat banyak sekali warga yang memerlukan jasa ambulan untuk pengantaran maupun penjemputan pasien, jenazah. “Akhirnya dengan izin Allah kami bisa berbuat walaupun ala kadarnya untuk membantu warga yang memerlukan ambulan, termasuk pak Thamrin dan keluarga ini,” jelasnya.

Upaya pengantaran keluarga pak Thamrin dari Samarinda ke Tanjung Selor dituturkan Shahab PWI Kaltim mendapat support dari donatur yang diupayakan kawan-kawan Jurnalis di Kalimantan Utara, “Alhamdulillah dibantu mas Datu Iskandar Zulkarnaen, mantan Ketua PWI Kaltara yang berhasil melobby Ketua Pembina Yayasan Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB) Doktor Datu Iman Suramanggala, dan rekan Anny dari Radar Tarakan yang berhasil melobby Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali juga membantu, dari jurnalis Samarinda juga turut membantu antara lain Tri Wahyuni (busam.id), dan pak Ivan (M. Syafranuddin) Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip daerah Kalimantan Timur juga tidak mau ketinggalan turut membantu. Alhamdulillah terkumpul cukup untuk operasional pengantaran dari Samarinda ke Tanjung Selor,” tutur Shahab yang juga jurnalis Samarinda pos.

Sementara itu Usamah Bima relawan ambulan PWI Kaltim peduli mengatakan pengantaran pasien asal Tana Tidung ini kami jemput di kos-kosan nya di jalan Trisari. “Seharusnya kami berangkat Rabu pagi, namun pada saat mau menjemput di perjalanan setelah penanganan kecelakaan di jalan Juanda seberang SMAN 5 Samarinda, Unit ambulan mengalami trabel overhead, kami paksakan jalan akhirnya air radiator keluar, sehingga memaksa kami untuk menarik ke bengkel. Dibantu ambulan paman Doblang (pak Santoso) Ambulan Rumah Zakat yang kebetulan melintas dari Jalan Kadrie Oening ke Bengkel Indotech di Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road 2). Baru selesai perbaikan menjelang maghrib, dan baru bisa kami jemput setelah maghrib,” jelas Usamah.

Pemberangkatan pemulangan pasien di lepas Muhammad Heldianur (bendahara PWI Kaltim), “Hati-hati di perjalanan semoga perjalanan lancar, selamat hingga tujuan dan yang mengantarkan balik dengan selanat. Kami berharap sampai Tanjung Selor Kamis siang, sehingga pasien dan keluarga bisa lanjut perjalanan menggunakan speedboat ke Tarakan lanjut ke Tana Lia, namun jika tidak memungkinkan terpaksa diinapkan dulu di Tanjung Selor, paginya baru lanjut perjalanan,” ucap Heldi

Menurut Heldi, semua biaya perjalanan, penginapan dan makan selama perjalanan telah kami siapkan. “Terimakasih atas bantuan kawan-kawan jurnalis yang telah mengupayakan lobby donatur, dan semoga yang menyumbang diberi ganjaran pahala berlipat dari Allah, sehingga bisa terlaksana membantu pemulangan warga paska rawat inap di RSUD AWS asal Tana Lia Kabupaten Tana Tidung,’ kata Heldi.(*)

Ipprisia Gandeng PPJI dan Iwapi, Berdayakan UMKM Kaltim

September 23, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia (Ipprisia) Kaltim bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kaltim, dan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kaltim, serius membantu memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kaltim.

Sebagai bukti keseriusan tersebut, ketiga organisasi tersebut melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Ballroom Hotel Selyca, Plaza Mulia Samarinda,  Rabu (21/9/22) tadi. Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan Ketua Ipprisia Kaltim, Marliana Wahyuningrum SE MM, Ketua Iwapi Kaltim Hj Ernawaty Gafar SE, dan Ketua PPJI Kaltim Fitriyana S. ST SH MKn.

Selain penandatanganan dokumen kerja sama tersebut, juga dirangkai dengan kegiatan talkshow bertema Wujudkan UMKM Kaltim yang Berdaya Saing melalui Personal Branding dan Etika Bisnis.

Narasumber yang dihadirkan adalah koordinator Bidang Ekonomi DPD Ipprisia Kaltim Syarkawi Badriansyah AMd yang juga Konsultan Disperindagkop Kaltim. Selain itu, Bidang Litbang DPD Ipprisia Kaltim Dian Dwi Nur Rahmah MPsi Psikolog yang juga dosen Prodi Psikologi Unmul Samarinda. Acara dipandu moderator Hairunnisa Husain S.Sos MM yang juga Koordinator Humas DPD Ipprisia Kaltim.

Dijumpai usai kegiatan, Ketua Ipprisia Kaltim, Marliana Wahyuningrum SE MM menyebutkan, pendampingan dan pembinaan UMKM ini sengaja dilakukan untuk mendukung ekonomi kreatif di Kaltim. Terlebih, daerah ini sudah ditetapkan sebagai ibu kota negara baru.

“Poin pembinaan yang dilakukan adalah peningkatan personal branding. Baik dari sisi individu pengusahanya serta produknya,” sebutnya.

Tak kurang dari 150 orang pelaku UMKM yang hadir dalam kegiatan ini. Nantinya, semua peserta akan dikelompokkan sesuai dengan kemampuan. “Pembinaan tentu berbeda antara UMKM pemula dengan yang sudah punya pasar tersendiri,” sambungnya.

Kegiatan pembinaan dan pendampingan ini akan dilakukan secara reguler. Setidaknya, dalam setiap bulan akan dilakukan pertemuan. Dari mulai membahas pemasaran, produk serta personal branding. “Pelaku UMKM juga akan diajarkan bagaimana etika dan etiket menghadapi konsumen yang baik.

Sebagian besar pelaku UMKM yang hadir adalah binaan Iwapi Kaltim dan PPJI Kaltim. Berikutnya Ipprisia Kaltim juga akan ambil bagian dalam pendampingan UMKM yang belum difasilitasi secara maksimal.

“Semoga apa yang kami lakukan ini, bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan UMKM di Kaltim,” pungkasnya. (*)

Bikin Jatuh Hati, XSR 155 Ubah Kehidupan Berkendara Konsumen

September 23, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

Taufan Aulia, Ketua XSR Brotherhood Indonesia (XBI) chapter Lhokseumawe

Sejak hadir di akhir tahun 2019 lalu, XSR 155 semakin digemari oleh konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan kini kerap ditemui konsumen yang menggunakan mobil sebagai alat transportasi utama dan tidak pernah memiliki sepeda motor, akhirnya menjadi biker dengan motor pertama mereka adalah XSR 155. Selain itu, motor sport heritage Yamaha itu sanggup membangkitkan kembali kecintaan konsumen terhadap dunia otomotif roda dua khususnya produk Yamaha.

Pengalaman ini dialami oleh Taufan Aulia, konsumen Yamaha yang di masa kuliah punya motor Mio sebagai kendaraan harian, lalu sekarang kembali jadi biker karena jatuh hati dengan XSR 155. ”Saat kuliah di Banda Aceh saya pakai Mio, bahkan kalau pulang liburan ke kampung halaman di Lhokseumawe saya motoran touring naik Mio. Kecintaan saya terhadap motor dan aktivitasnya kembali bangkit dengan kehadiran XSR 155 yang saya miliki di awal tahun 2020. Apalagi karena pada dasarnya saya adalah penggemar motor klasik dan custom, jadi mudah menyukai XSR 155,” beber Taufan Aulia, pria berusia 36 tahun asal Lhokseumawe.

XSR 155 digunakan pria yang bekerja sebagai karyawan swasta itu untuk kendaraan harian ke kantor, dan juga melakukan aktivitas bersama komunitas XSR Brotherhood Indonesia (XBI) chapter Lhokseumawe. Baru-baru ini merayakan anniversary XBI chapter Lhokseumawe ke-2 pada 11 September 2022 lalu, Taufan Aulia yang merupakan Ketua XBI chapter Lhokseumawe bersama member lainnya dari komunitas itu melakukan touring dari Lhokseumawe ke tempat wisata di Takengon Aceh Tengah melewati jalanan beraspal dengan karakter berbelok-belok yang merupakan area pegunungan berkabut. Di lokasi acara, mereka melaksanakan beberapa agenda untuk bergembira bersama.

XSR Brotherhood Indonesia (XBI) chapter Lhokseumawe

XBI chapter Lhokseumawe rutin melakukan kegiatan yang kian menyatukan kekompakan dan ikatan kekeluargaan diantara para anggota. Pada anniversary XBI chapter Lhokseumawe tahun lalu, juga diadakan touring ke Banda Aceh sekaligus silaturahmi dengan sejumlah member dari XBI chapter Banda Aceh. Selain itu, tiap bulan digelar touring bersama satu kali seperti belum lama ini ke titik 0 km Sabang dan tempat wisata pantai Iboih. Mereka juga kerap melakukan bakti sosial untuk membantu mereka yang membutuhkan.

“XSR 155 telah menjadi partner berkendara terbaik saya baik untuk harian maupun beraktivitas bersama teman-teman member komunitas XSR Brotherhood Indonesia chapter Lhokseumawe. Dengan menggunakan XSR 155 sangat mendukung aktivitas saya karena memberikan kenyamanan dalam perjalanan dengan adanya suspensi Up Side Down. Lalu Assist & Slipper Clutch juga bermanfaat dimana fitur Assist membuat pengoperasian kopling lebih ringan saat menarik tuas kopling, sedangkan Slipper clutch mencegah terjadinya selip pada roda belakang saat melakukan engine brake, ketika menurunkan gigi secara cepat. Performa motor optimal dengan adanya VVA (Variable Valve Actuation) sehingga torsi merata pada setiap putaran mesin. XSR 155 irit bahan bakar dan saya juga suka modelnya. Ini motor terbaik bagi saya yang memberikan warna lain dalam kehidupan saya, serta menambah teman melalui komunitas,” tambah Taufan Aulia.(advertorial)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1099870
    Users Today : 668
    Users Yesterday : 4121
    This Year : 36380
    Total Users : 1099870
    Total views : 10769922
    Who's Online : 70
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-09