Paman Birin Jadi “Raja Banjar” Sedunia

January 15, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Paman Birin (kedua dari kiri) bersama tim formatur.

KERUKUNAN Bubuhan Banjar (KBB) Sedunia sudah punya raja baru. Namanya Paman Birin. Ini panggilan akrab untuk Gubernur Kalimantan Selatan Dr (Hc) H Sahbirin Noor, S.Sos, M.H. Dia kerap dipanggil begitu karena Sahbirin adalah pamannya raja batu bara Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal sebagai H Isam.

Istilah “raja Banjar” juga sebutan untuk tokoh yang terpilih menjadi ketua umum KBB  Sedunia atau Pusat. Tadinya sang ketua H Rudy Ariffin, gubernur Kalsel dua periode (2005-2015). Sidin (beliau) mengundurkan diri karena sudah terlalu lama. Bayangkan Rudy memimpin KBB sudah 17 tahun sejak organisasi itu terbentuk.

“Kami menghargai permintaan sidin, karena itu kami meminta Paman Birin menggantikan sesuai pesan Pak Rudy.  Alhamduliilah sidin bersedia,” kata Ketua KBB Kaltim Irianto Lambrie, mantan gubernur Kaltara yang didaulat menjadi ketua tim formatur.

Sebelumnya telah dilaksanakan Kongres Bubuhan Banjar Sedunia di Banjarmasin dan Banjarbaru, 13-15 Desember 2022. Salah satu tugasnya adalah memilih pengurus baru terutama ketua umumnya. Terpilih sebagai ketua tim formatur Irianto Lambrie, tokoh kelahiran Rantau, Tapin didampingi Ketua KBB Jatim H Noor Alamsyah, Ketua KBB Kepulauan Riau H Muhammad Arfani dan Staf Khusus Gubernur Kalsel Taufik Arbain.

Tim formatur mendapat kepastian kesediaan Paman  Birin setelah mereka bekunjang ke rumah dinas gubernur, pekan lalu. “Paman Birin bersedia dan bahkan meminta  pengukuhannya sebelum tanggal 26 Januari mengambil momentum haul Abah Sekumpul, KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani,” kata Irianto.

Karena itu Paman Birin mengundang bubuhan Banjar di mana saja berada termasuk di luar negeri untuk datang. Pelantikan dan pengukuhan Paman Birin dan pengurus lainnya direncanakan tanggal 20 dan 21 Januari mendatang. “Hayo bulik kampung bubuhan sebarataan, sekalian bersama-sama mengikuti haul Abah Guru Sekumpul,” ajak beliau.

Haul Abah Guru Sekumpul ke-18, yang dijadwalkan Kamis malam, 26 Januari 2023 adalah haul pertama setelah Covid-19. Atas kesepakatan ulama dan gubernur, pelaksanaannya berlangsung di kediaman Gubernur Sahbirin di Kampung Keramat, Martapura.

Diperkirakan ribuan orang dari berbagai penjuru banua bakal datang. “Kami juga mengundang tamu dari luar, khususnya dari Pesantren Tebu Ireng Jombang,” kata KH Wildan Salman, yang dikenal dengan panggilan Guru Wildan.

Dalam pesan pertamanya kepada bubuhan Banjar, Paman Birin minta semua warga Banjar yang tinggal di banua manapun terutama banua orang agar menjaga solidaritas dan kerukunan. “Tunjukkan kita bubuhan yang cinta damai, kompak dan bisa berbuat terbaik untuk semua orang,” tambahnya.

Seperti juga orang Sulawesi dan Sumatera, orang Banjar juga banyak tinggal di berbagai banua. Mulai di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan bahkan Amerika dan Eropa. Kalau kita umrah dan haji ke Tanah Suci, pasti bertemu bubuhan Banjar yang jadi mukimin di sana. Ada yang belajar agama, ada juga yang begawi dan berjualan macam-macam.

Waktu ulun tulak ke Tanah Suci nyaman nukar makanan lawan bubuhan. Ada yang bejual gangan asam, sayur bening,  sop dan iwak bebanam. Kalau handak mencium batu Hajar Aswad, banyak juga bubuhan kita yang handak mendangani.

Menurut Irianto, kira-kira ada 6 juta orang Banjar tersebar di seluruh dunia. Sejak abad ke-19, orang Banjar sudah merantau sampai ke semenanjung. Ada di negara tetangga bahkan sampai ke Amerika dan Jerman.  Dia sempat bedapat bubuhan kita di sana. “Artinya kita ini suku atau bangsa yang tangguh,” tandasnya.

Banyak juga tokoh Banjar menjadi pemimpin dan tokoh nasional.  Mulai tokoh politik sampai tokoh agama. Seperti KH Muhammad Arsyad Al-Banjari, Pangeran Antasari, KH Idham Chalid, Syamsul Mua’arif, KH Muhammad Abdul Gani, Gusti Muhammad Hatta sampai Fadjroel Rachman, yang sekarang menjadi Duta Besar Indonesia di Kazakhstan.

Ada juga Ahmadi Noor Supit, yang baru saja dilantik menjadi anggota BPK RI. Meski lahir di Purwakarta, tapi hidup bertahun-tahun di Banjar. Dia terpilih menjadi anggota DPR RI beberapa periode dari dapil Kalsel. Termasuk Mahyudin, yang lahir di Tanjung.  Dia pernah menjadi bupati Kutai Timur, anggota DPR RI dan sekarang  menduduki posisi wakil ketua DPD RI.

PENGUSAHA BANJAR

Bersamaan kongres memilih pengurus baru, dilaksanakan juga Kongres Budaya Banjar VI, yang khusus membahas pengembangan budaya Banjar ke seluruh banua. Kongres menyepakati budaya Banjar yang bernilai tinggi perlu dilestarikan dan digaungkan ke mancanegara. Mulai adat istiadat, keragaman makanan, pakaian adat sampai seni tari dan musik.

Siapa yang tak kenal dengan John Tralala, seniman madihin paling populer. Juga grup musik  Radja. Ada lagu Banjar yang melegenda yaitu ampar-ampar pisang.  Kalau makanan banyak sekali, mulai soto banjar, ayam goreng banjar, sate banjar sampai 41 macam wadai banjar.

Koleksi busana dan perhiasan serta kerajinan Banjar juga banyak dikenal. Baju sasirangan, sudah tak asing lagi. Sangat populer. Batu dan intan Martapura sering dicari orang di mana-mana. Di Balikpapan, ada seniman tari asal Banjar. Namanya Yatim. Banyak penghargaan diraihnya. Dia gigih mengembangkan budaya tari Banjar di Kota Minyak.

“Kongres Budaya Banjar menjadi momentum kita untuk melestarikan, mengembangkan dan terus memperkenalkan  budaya Banjar ke berbagai banua,” kata Ketua KBB Riau, H Syamsuddin Uti, yang juga wakil bupati Kabupaten Indragiri Hilir. Dari masyarakat Melayu dia mendapat gelar Datuk Natawarga Laksana.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor minta agar budaya Banjar benar-benar menjadi jati diri serta kepribadian orang Banjar, yang tidak pernah hilang meski zaman berubah. “Budaya Banjar mengandung pesan pendidikan, moral, bernilai hiburan dan keindahan serta diperkaya dengan petuah-petuah dan ujar-ujar, yang bermanfaat bagi harmonisasi kehidupan masyarakat,” katanya dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar.

Saat Kongres berlangsung, ada gagasan menarik dari Ketua DPRD Banjar H Muhammad Rofiqi. Dia ingin menyatukan dan  membuka jaringan para pengusaha Banjar se-Indonesia bahkan sedunia. Sepertinya Rofiqi terinspirasi  seperti dilakukan pengusaha Sulawesi. Misalnya tiap tahun menggelar pertemuan Saudagar Bugis.

Tidak ada salahnya di sela Kongres Bubuhan dan Budaya Banjar, juga dilaksanakan Kongres Pengusaha Banjar. Bahkan Kongres Cendekiawan dan Tokoh Banjar. Ada kecenderungan belakangan agak berkurang tokoh Banjar di pentas politik nasional. Baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif serta militer.

Dulu ada dua Pangdam VI/Mulawarman berasal dari orang Banjar. Yaitu Mayjen TNI Zaini Azhar Maulani dan Mayjen TNI Rusmadi Siddik. Mereka bertugas tahun 1988 dan 1991. Salah seorang gubernur Kaltim pernah dari orang Banjar yaitu Mayjen TNI Abdoel Wahab Sjahranie. Dan satu lagi Wagub Kaltim yaitu Dr H Farid Wadjdy (2008), yang sekarang menjadi rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim di Samarinda.

Irianto Lambrie juga menjadi catatan tersendiri. Dia menjadi tokoh Banjar yang pernah menjadi gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pertama, sejak dibentuk dan dimekarkan dari Provinsi Kaltim  tahun 2012.

Alhamdulillah, saya sempat 15 tahun di pemerintahan Kota Balikpapan. Lima tahun menjadi wakil wali kota dan 10 tahun menjadi wali kota. Sebelumnya saya menjadi Pimred Kaltim Post, koran daerah yang berada di bawah payung Jawa Pos Group.

Saya sering bersama-sama H Redi Asmara, ketua KBB Balikpapan, yang juga dikenal sebagai pengusaha tangguh.  Dia juga bergerak di usaha pertambangan batu bara. Pengusaha yang punya koleksi puluhan mobil-mobil antik ini, juga rajin menanam buah. Di antaranya durian, lai dan langsat.  “Jangan sampai anak cucu kita kada tahu lagi buah-buah dari Banjar,” katanya mengingatkan.

Sebelum berlangsung kongres di Banjar,  digelar lebih dulu kegiatan pra-kongres di Balikpapan, akhir Oktober 2022. Acara berlangsung di Hotel Grand Tiga Mustika, milik pengusaha Banjar juga. Saya sempat hadir. Pakai baju dan laung sasirangan, topi adat khas suku Banjar. Harat jua. Cuma kalah banyak lawan kumis dan kantongnya H Redi. Ulun rancak menyambat sidin “raja Banjar” urang Balikpapan.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Arita, Pizza, dan Halal

January 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Ketua NU Balikpapan KH Muhlasin bersama kader UMKM NU yang mengikuti pelatihan Sertifikasi Halal dari RRA

TAK LAGI menjadi ketua PKK, Dekranas dan Bunda PAUD, Bunda Arita, istri saya tetap punya kesibukan. Selain mengurus cucu dan keluarga, tetap juga melakukan aktivitas sosial. Dia mendirikan Yayasan Rumah Ramah Arita “Cinta Keluarga” melalui notaris Cindy Putri Ananta, SH, M.Kn.

Tujuan pendirian RRA untuk memberikan pendampingan, perlindungan, pemulihan dan  pemberdayaan bagi perempuan dan anak. Selain itu untuk penghapusan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak.

Saya, saudara, anak, dan menantu diajak dalam kepengurusan. Saya jadi pembina dan menantu Ayi Pratiwi Alimuddin, SE sebagai pengawas. Ketuanya, Bunda Arita, sekretaris Julia Permatasari dan bendahara Dita Cindy Caprita.

Memperhatikan proses pembuatan pizza Arita

Ada empat bidang dibentuk untuk menjalankan kegiatan. Bidang pendampingan hukum ditunjuk Hirson Kharisma, SH dan Puji Purnawati, SH. Bidang pendampingan psikologi: Dra Dwita Salvery, Psi, MM dan Mis Asdiani. Bidang pemberdayaan dan pelatihan: Rosana Simanjuntak, Lusiana Aisyah H, dan Etty Paulina Kortman. Bidang data, Informasi dan Komunikasi: Siti Khalimah, S.Pd dan Tuti Fitriani.

Salah satu kegiatan RRA yang sudah berjalan adalah memberikan pendampingan kepada UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal gratis.  Kebetulan lagi dibuka oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) program pengurusan sertifikat halal gratis (SEHATI). Karena disadari banyak pelaku usaha terutama UMKM tak mampu membayar biaya administrasi dan uji laboratorium.

Seperti diketahui, mengedarkan atau mengolah produk untuk dijual kepada umum wajib memiliki sertifikat halal. Maklum sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam. Dan Islam memang mewajibkan kepada umatnya mengonsumsi makanan yang halal.

Ibu-ibu Kaltim Post dan alumni memperlihatkan pizza buatannya

Menurut Kepala BPJPH Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham, ada satu juta kuota SEHATI di tahun 2023. Itu mereka bagikan ke seluruh daerah di Indonesia. “Silakan dimanfaatkan oleh pelaku usaha, terutama UMKM,” ajaknya.

Sertifikat halal wajib dimiliki oleh pelaku usaha. Ketentuan itu sesuai UU No 11 tahun 2014 beserta turunannya. Masa penahapan pertama kewajiban sertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2024. “Kalau belum, maka bisa kena sanksi,” kata Aqil.

Sanksinya bisa berupa peringatan tertulis, denda administratif sampai penarikan barang dari peredaraan. Itu sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam PP No 39 Tahun 2021.

Ada tiga kelompok produk yang harus bersertifikat halal menjelang penahapan pertama. Yaitu produk makanan dan minuman. Lalu bahan baku, bahan tambahan pangan dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman serta produk hasil sembelihan dan jasa penyembelihan.

Bu Eggi (kiri), relawan yang mendampingi UMKM meraih sertifikat halal

Menurut Bunda Arita, RRA sudah beberapa kali melakukan pendampingan dan pelatihan mengikuti program SEHATI. Kebetulan ada Bu Eggi, relawan yang berkenan jadi pendamping di bawah naungan Lembaga ULS Halal Center Universitas Mulawarman.

Peserta pelatihan sebagian dari kelompok UMKM Green Generation pimpinan Ibu Nova. Ada juga yang diikuti oleh kader UMKM NU Balikpapan. Tadinya mereka hanya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).  “Alhamdulillah, sudah 60-an yang lulus dan dapat sertifikat,” kata Bunda Arita.

Dikatakannya, RRA juga sudah siap memberikan pendampingan dalam kasus-kasus KDRT.  Terutama untuk korbannya, kaum perempuan dan anak. Kasus KDRT di Indonesia hingga Oktober 2022 lalu mencapai 18 ribu lebih kasus  termasuk yang terjadi di daerah ini

Ketika saya menjadi wakil wali kota tahun 2006, Bunda Arita membuka program homeschooling Asah Pena, asuhan Kak Seto.  Banyak anak jalanan di Balikpapan mengikuti program ini. Terutama yang putus sekolah bisa belajar lagi. Lalu mengikuti ujian persamaan.

Ada juga  yang mengikuti pelatihan berbagai keterampilan, seperti memasak, menjahit, kecantikan dan memperbaiki peralatan dan mesin sepeda motor. Sehingga mereka bisa membuka bidang usaha yang lebih mandiri.

PIZZA ARITA

Bunda Arita juga punya keahlian baru. Pintar dan enak membuat pizza, lempeng gurih asal Italia. Tadinya hanya untuk konsumsi cucu saja, Defa dan Dafin,  yang memang penggemar berat. Ternyata enak dan lebih lembut dibanding produk Pizza Hut aslinya, sehingga banyak yang pesan dan belajar membuatnya.

Saya sering mengantar Bunda Arita ke pasar atau  ke supermarket. Beli bahan-bahan untuk membuat pizza. Mulai tepung terigu, keju, sosis, saus dan ragi.  Terkadang juga bawang bombay, paprika merah dan hijau serta tomat. Tergantung pizza jenis apa yang mau dibuat.

Saya dan Bunda Arita bersama pelaku UMKM yang berhasil memperoleh sertifikat halal gratis

Yang sering dibuat Bunda Arita, pizza keju sosis. Saya belum pernah lihat dia membuat pizza manis cokelat keju atau pizza buah nenas.  Waktu cucu dari Sentul datang, Jena dan juga Kylo, Bunda Arita sempat membuat pizza mini. Si Jena ikut mengadon tepungnya.

Hari Jumat (14/1) kemarin, sejumlah ibu-ibu dari keluarga besar Kaltim Post termasuk alumni datang ke rumah. Ada Bu Zainal Muttaqin, Bu Trias Cahyo, Bu Samsiah dan Awal serta lainnya.  Mereka ramai-ramai belajar membuat pizza. Sambil ikut merayakan HUT ke-35 Kaltim Post, 5 Januari 2023 lalu.

Sudah 17 tahun saya meninggalkan grup media Jawa Pos itu. Saya bersama Pak Zainal Muttaqin dan Aan Reamur Gustam ikut mendandani kelahiran koran, yang awalnya bernama ManuntunG. Tentu bosnya, Pak Dahlan Iskan. Sangat berjasa yang memberi jalan adalah Wali Kota Balikpapan Kol CZI Syarifuddin Yoes. Sebab awalnya ManuntunG, koran yang diterbitkan yayasan dari orang-orang Pemkot Balikpapan.

“Suasananya sangat ramai,” kata Bunda Arita. Maklum sudah jarang bertemu. Bu Zainal juga lebih banyak di Surabaya. Para alumni Kaltim Post sekarang punya WA group. Namanya “Manuntung 88.” Yang heboh di sana, Balqis Bibi Zaitun, mantan sekretaris redaksi dan orang keuangan dan umum Hj Siti Zuriah dan M Idris.

Saya lihat Pak Zam memposting foto suasana membuat pizza bersama Bunda Arita. Balqis yang sekarang bisnis tas-tas wanita branded di Surabaya langsung bereaksi. “Wah kita bisa buka café nanti,” katanya bersemangat. “Mantappp,” kata Pak Idris menimpali. Kalau sepakat dan Balqis kirim modalnya, kita buat Café Pizza Arita. Semua orang Kaltim Post dan alumni boleh makan gratis. Hanya pulangnya baru bayar. Halal. (*)

DPRD Kaltim Dukung Keberlanjutan Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta

January 14, 2023 by  
Filed under Berita

Pelabuhan Kenyamukan Sangatta (Foto : Ist)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman didampingi Wakilnya melakukan peninjauan lapangan sekaligus agenda ground breaking sebagai tanda keberlanjutan pembangunan pelabuhan kenyamukan, pada Kamis (12/1/2023) kemarin.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Aras. Ia mengatakan bahwa kehadiran pelabuhan itu memang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Kutai Timur khususnya warga Sengatta.

“Pertama pelabuhan tersebut karena sudah cukup lama belum dapat berfungsi dengan baik tentu harus menjadi perhatian agar segera berfungsi untuk mempermudah arus barang dari luar Kutim khususnya melalui jalur laut,” ungkapnya, Jumat (13/1/2022).

Ground Breaking Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta (Foto : Ist)

Terkait sumber pendanaan yang dilakukan oleh Pemkab Kutim, ia menyebut jika tidak ada maslaah. Terlebih jika ada keterlibatan dari pihak ketiga dalam hal ini adalah pihak swasta, tujuannya tentu untuk mempercepat pembangunan pelabuhan agar bisa segera difungsikan layaknya pelabuhan-pelabuhan yang ada di daerah lain di Kaltim.

“Pelabuhan itu telah ditetapkan untuk menjadi salah satu akses tol laut,” ucapnya.

Saat ini akses jalan telah ada, dirinya kembali mengapresiasi terhadap langkah pemkab yang kembali melanjutkan akses jalan pendekat sejauh 1,3 kilometer ke arah dermaga yang beberapa waktu yang lalu telah selesai pengerjaannya.

Secara teknis, terkait rancangan tata ruang wilayah, Ia mengatakan jika Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang memiliki wewenang, bahkan dirinya menyakini hal itu tidak ada permaslahan.

Selaku wakil rakyat, Politisi Partai Demokrat tersebut mendukung penuh atas langkah Pemkab Kutim yang akan melanjutkan pembangunan pelabuhan kenyamukan.

H. Agus Aras – Anggota Komisi III DPRD Kaltim

“Tentu dukung penuh akan kita berikan, terutama dalam kewenangan dan melibatkan kita selaku wakil rakyat. Kita juga akan mengawal pembanguan pelabuhan tersebut,” tegasnya.

Dengan target selesai pembangunan di akhir tahun 2023 ini, Anggota Komisi III DPRD Kaltim itu berharap komitmen dari pemerintah. Pasalnya, pelabuhan tersebut mamang merupakan keinginan dari masyarakat Sengattta yang dinanti-nantikan.

“Semoga kedepannya dengan kehadiran pelabuhan tersebut akan banyak pengusaha-pengusaha yang berinvestasi di Kutai Timur. Saya sangat menyambut baik, sehingga proses pertumbuhan perekonomian di Kutim berjalan maksimal dan PAD juga semakin meningkat,” pungkasnya.(*)

Putri Manuntung di Turki

January 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Farida, Sarah, dan Dubes Indonesia Lalu Muhammad Iqbal

KETUA PWI Kaltim Endro S Effendi punya usaha menarik. Dia ditunjuk travel Sultanah membawa tur ke Turki. Biayanya sekitar Rp 15 juta. Beberapa teman wartawan tertarik. “Ayo kapan lagi,” kata Endro menyemangati. Saat ini, Endro lagi  membawa rombongan British Populis ke sana. Mereka terbang  8 jam dari Jakarta ke Dubai.

Setelah city tour sehari di ibukota Emirat Dubai, baru rombongan meneruskan penerbangan ke Istanbul.  Mereka mengunjungi 7 provinsi di Turki di antaranya Bursa, Kusadasi, Pamukkale, dan Cappadocia. Ada sejumlah objek wisata dilihat mulai bangunan bersejarah sampai taman-taman yang indah dan barang-barang antiknya.

Sultanah juga membuka paket baru. “Umroh+Turkey” dengan biaya Rp 25,9 juta. Jadi dari Jakarta ke Makkah, Madinah, Istanbul, Bursa, Kusadasi, Pamukkale, Cappadocia sampai Ankara. Lama perjalanan dua minggu lebih. Rencana paket itu berlangsung 12-27 September nanti. “Saya mau daftar 3 orang,” kata Syafranuddin, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim lewat WA.

Terus terang saya  belum pernah ke Turki. Tapi istri saya, Bunda Arita  sudah ke sana. Warganya ramah dan wanitanya cantik-cantik. Saya tahunya Turki kalau lagi ibadah haji atau umrah ke Tanah Suci. Rombongan jamaah Turki bertubuh besar-besar. Kalau berjalan ke masjid, jamaah prianya memagari jamaah wanita. Jadi mereka  aman.

Berpose di depan kantor AXOY Endustriyel Mutfak

Di baju jamaah Turki atau di pemondokannya ditulis Turkiye. Ternyata itu nama baru yang ditetapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Nama baru ini sudah disampaikan ke PBB. Turkiye merepresentasikan budaya peradaban dan nilai bangsa yang terbaik. Erdogan minta semua produk Turki berlabel made in Turkiye. Juga menjadi sebutan resmi.

Ada yang beranggapan perubahan nama Turki itu sebagai manuver politik Erdogan, yang tengah bersiap menghadapi menghadapi pemilu tahun 2023 ini. Tapi warga lokal menyebut Turkiye sejak 1923 setelah deklarasi kemerdekaan.

Turki sendiri merupakan destinasi wisata yang sedang naik daun bagi turis asal Indonesia.  Mengutip detiktravel, negara ini semakin dikenal sejak ditayangkannya serial Layangan Putus, yang dibintangi Reza Rahadian, Putri Marino, dan Anya Geraldine. Cerita romansa ini  mengambil gambar di negeri Turki terutama di Provinsi Cappadocia. Apalagi biaya jalan-jalan ke Turki relatif bisa terjangkau. Dan masuk tanpa visa.

Bicara negeri Turki, saya jadi teringat Putri Manuntung Balikpapan tahun 1996, Farida Baderun. Dia sarjana hukum dan pemegang gelar magister  administrasi bisnis (MBA). Saat ini  tinggal di sana menemani putrinya Sarah, lengkapnya Maisarah Myra Sophia Lativa, yang lagi kuliah di ODTU jurusan fisika di Kota Ankara. Sudah semester 7. Sebentar lagi selesai.

Ibu-ibu di Konsulat Jenderal RI Istanbul

“Aku sendiri tinggal di Istanbul pisah dengan Sarah.  Cukup jauh perjalanannya karena beda kota,” kata Farida. Sarah tinggal di kompleks ODTU. Ada asramanya. Sangat luas. Arealnya 11.100 hektare, yang terdiri dari fasilitas akademik, taman bermain dan olahraga, asrama, dan kawasan hutan. Jadi dia tidak repot-repot lagi berangkat kuliah. Karena tinggal di kompleks kampus.

ODTU dalam bahasa Turki adalah Orta Dogu Teknik Universites atau juga dikenal dengan nama Middle East Technical University (METU), Universitas Teknik Timur Tengah. METU memberi kontribusi besar pada pengembangan negara Turki dan juga negara di sekitarnya di Timur Tengah, Balkan, dan Kaukasus.

Tak gampang masuk ke METU karena institusi ini membatasi pelajar asing. Tiap negara hanya 1- 4 orang saja yang bisa diterima. Tujuannya untuk menjaga kualitas sebagai universitas nomor 1 di negara tersebut.

“Aku bersyukur Sarah bisa diterima di METU, sekalian mengembangkan bakat musiknya. Sarah mengajar piano dan biola juga di kampusnya,” kata Farida.

Tadabur Alam Majelis Taklim Annisa Istanbul

Sesekali Sarah tampil di kedutaan dalam beberapa acara seperti  resepsi 17 Agustusan atau ada tamu khusus. Dia pernah tampil di Vienna (Wina) Austria ketika mengikuti serangkaian kegiatan summer school. Sarah main piano di pelataran terbuka. Banyak yang mengaguminya. “Alhamdulillah kami di sini dipertemukan dengan orang-orang baik dan memberi jalan agar bakat kami bisa ditampilkan,” kata Farida.

Dubes Indonesia Lalu Muhammad Iqbal sempat menyaksikan Sarah bermain. Dia senang sekali karena ada mahasiswa Indonesia yang bisa berkarya  dan punya bakat bagus di kampus terbaik itu. Sarah bermain dengan teman-temannya sekampus.

AKTIF DI KONSULAT

Selain Sarah, Farida sendiri juga aktif terutama bersama ibu-ibu di Konsulat Jenderal RI Istanbul. Kebetulan konsulnya, Imam As’ari dan istrinya Ibu Novi As’ari sangat welcome. Berbagai kegiatan diadakan di Konsulat bersama ibu-ibu, istri pegawai Konsulat dan masyarakat Indonesia.

Bakat Farida sebagai Putri Manuntung yang multitalenta tersalurkan. Main musik dan nyanyi serta modeling bisa dia kembangkan. Dia ikut aktif di Dharma Wanita Persatuan KJRI Istanbul dan komunitas ibu-ibu arisan.

Selain itu, ada kegiatan pengajian. Mereka tergabung dalam majelis taklim Annisa. Tak jarang mereka ziarah ke makam-makam pendiri Dinasti Utsmaniyah. Menambah pengetahuan agama dan meningkatkan keyakinan dalam menunaikan ibadah.

Utsmaniyah adalah kesultanan yang didirikan oleh suku-suku di Turki di bawah pimpinan Osman Bey atau Osman I. Ibukota Kesultanan Utsmaniyah atau Kekaisaran Turki Ottoman adalah Konstantinopel, yang tak lain adalah Istanbul.

Rombongan tur yang dikawal Ketua PWI Kaltim Endro S Effendi (pegang bendera)

Masa kejayaan Kesultanan Utsmaniyah  berawal saat Sultan Selim I memerintah pada abad ke-16. Dia fokus pada perluasan wilayah ke selatan Turki dan berhasil menguasai Baghdad, Kairo, dan sisa-sisa kekuasaan Byzantium. Hingga abad ke-17, Kesultanan Utsmani menjadi kerajaan Islam penting di Timur Tengah dan semenanjung Balkan.

Meski agama Islam terbesar dianut penduduknya, sejak Kesultanan Utsmaniyah, warga nonmuslim tetap mendapat pengakuan dan perlindungan. Mereka di antaranya penganut Kristen Yunani, Assyria, Armenia, dan Yahudi.

Kesultanan Utsmaniyah secara resmi berakhir pada 1922, ketika gelar Sultan Utsmaniyah ditiadakan. Itu akibat runtuhnya kewibawaan Sultan pada masa krisis Perang Dunia I dan terjadinya banyak penyimpangan terkait keuangan negara.

Turki dinyatakan sebagai republik pada 29 Oktober 1923 ketika Mustafa Kemal Attaturk, seorang perwira militer mendirikan Republik Turki yang merdeka. “Warga Turkiye sangat mendewakan Mustafa Kemal Attaturk. Banyak lagu nasional  yang menyanjung Attaturk sebagai founding father-nya Turki,” kata Farida.

Ekonomi Turki sekarang ini lagi goyang. Jatuhnya kurs lira, inflasi yang melonjak dan kemerosotan bisnis menciptakan banyak pengangguran. Banyak warga Turki yang hidupnya terimpit dan harus berjuang keras untuk keluarga.

Sarah bermain biola di kampus METU

“Ya sangat terasa,” kata Farida, yang bekerja di AXOY Endustriyel Mutfak, sebuah perusahaan manufaktur peralatan dapur dan restoran terkenal di kota itu.

Tapi urusan makan, sejauh ini tak ada masalah, katanya. Nasi ada di mana-mana, meski nasi Turki agak berminyak. Namanya Pilav, dimasak dengan aneka rempah. “Jangan berharap ada sambal di sini. Turki tak mengenal sambal dan kecap, yang ada cuma cabe serbuk aja,” tambahnya.

Hampir empat tahun tinggal di Turki membuat Farida hampir hafal semua pelosok negeri ini. Terutama Istanbul, kota yang memiliki nuansa Eropa sekaligus Asia.  “Aku sudah mengunjungi Turki dari ujung Eropa hingga ujung Asia.  Juga Edirne, berbatasan dengan Bulgaria hingga Mardin dan Sanliurfa, di kawasan tenggara Turkiye yang berbatasan dengan Suriah,” jelasnya.

Beberapa minggu ini saya sering dikejar-kejar pedagang ambal atau karpet. Dia tahu saya pengurus masjid. Dia menawari saya ambal dan karpet permadani asli dari Turki. Kualitasnya memang bagus dan halus. Motifnya juga khas. Saya bilang belum ada rencana penambahan dan penggantian ambal masjid. Dia mendesak, saya bilang: “cok uzgunum.” Itu Bahasa Turki, artinya saya minta maaf. Kalau kebab Turki, nah saya bilang “yess!!!.”(*)

DPMPD Kaltim Pamerkan Hasil Ukiran Kayu Sonokeling di PRK 2023

January 14, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim memamerkan hasil kerajinanpahatan dan ukiran kayu dari jenis kayu Sonokeling di Pesta Rakyat Kaltim (PRK) 2023 dalam rangka HUT Kaltim ke 66 di GOR Kadri Oening, Jum’at (13/01/2023)

Ketua UMKM organisasi Pemerintah Desa (Pemdes) Prov. Kaltim, Wiji menyampaikan Kayu Sonokeling bibitnya dari pulau Jawa dan ditanam ditahun 1991 di Tenggarong oleh orang tua yang dulunya mengikuti program transmigrasi.

Menurutnya kayu tersebut teksturnya kayu andalan mebel. Harga Sonokeling perpohon bisa mencapai Rp 50 hingga 100 juta. Sementara sisa sabetan kayu Sonokeling itu dijadikan kerajinan berbentuk mandau, keris dan lain-lain.

“Harga keris dan mandau itu satunya saya jual dengan harga satu juta dua ratus dengan ukuran 3 meter,“ ujarnya.

Dirinya menyebutkan sebagai anggota Pemdes Prov. Kaltim, kebetulan mebel yang dikelola hampir 30-40 persen dana dari bantuan Pemerintah Desa, termasuk memasarkannya.

“Dalam pembuatan kayu berbentuk mandau atau keris itu kurang lebih memakan waktu pembutanya tiga harian dengan jenis kayu Sonokeling,”tuturnya.

Wiji menambah, selama pameran pesta rakyat ini hanya memamerkan hasil kerajinan tidak untuk dijual, tapi jika ada yang pesan tidak apa-apa. Usaha mebel sudah ia jalani selama tujuh tahun. Sedangkan  kerajinan seni sudah sepuluh tahun. (Ria)

« Previous PageNext Page »

  • vb