Stunting Disebabkan Faktor Kemiskinan dan Pendidikan

February 11, 2023 by  
Filed under DPRD Samarinda

Sri Puji Astuti

SAMARINDA – Persoalan gizi buruk yang mengakibatkan stunting, bisa terjadi dimana saja tidak terkecuali di Kota Samarinda. Dari berbagai Jurnal Ilmiah diketahui bahwa stunting bisa terjadi akibat kekurangan gizi kronis atau infeksi berulang.

Ada pun kekurangan gizi kronis bisa terjadi karena faktor sosio-ekonomi (kemiskinan), penelantaran, pengetahuan yang rendah terkait kecukupan ASI, dan keterbatasan bahan makanan setempat.

Senada dengan informasi itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan, secara umum stunting disebabkan oleh dua faktor utama yakni pendidikan dan kemiskinan.

Anggota DPRD yang sudah dua periode ini menjelaskan bahwa kemiskinan akan berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan dari seseorang dan pendidikan mempengaruhi tingkat pengetahuan termasuk pengetahuan tentang kesehatan dan gizi, rendahnya pengetahuan akan berdampak pada bentuk pola asuh pada balita meliputi pemberian ASI eksklusif, penambahan susu formula, memberikan makanan yang sesuai isi piring.

“Menjadi prioritas kita bersama bahwa angka kemiskinan di Kota Samarinda, harus segera diturunkan,” kata Sri kepada Infobenua.com, Jumat (10/02/2023).

Pengentasan kemiskinan, menurut dia, dapat dilakukan melalui upaya peningkatan pendidikan, pelayanan kesehatan, sanitasi dan akses air bersih yang baik. Dampak dari perbaikan itu semua akan berbanding lurus dengan penanganan stunting di Kota Tepian ini.

“Intervensi klinis dan sosial harus masif, targetnya harus zero,” tegas Sri Puji.

Dan pada 2023 ini, Komisi IV DPRD Samarinda juga bakal melanjutkan pembahasan regulasi penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga pada rapat paripurna mendatang.

“Kita mulai paripurna minggu depan,” terangnya.

Regulasi ini akan mengatur tentang ketahanan keluarga dari segala sektor baik ekonomi dan sosial. Termasuk, peran aktif ibu dalam membantu perekonomian di keluarga dan dan juga upaya pengentasan kemiskinan.

“Kita akan segera bentuk panitia khususnya karena draft dan naskah akademik sudah jadi,” pungkasnya. (adv).

KDEI Taipei Komitmen Lindungi Pekerja Migran Indonesia

February 11, 2023 by  
Filed under Berita

TAIWAN – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei berkomitmen memberikan perlindungan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan serta memastikan agar mereka mendapatkan hak-haknya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri.

“Meskipun Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, negara tetap hadir untuk memberikan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan,” kata Analis Departemen Tenaga Kerja KDEI Noerman Adhiguna kepada lima wartawan Indonesia yang tengah berkunjung ke Taipei, Taiwan, Kamis (9/2/2023).

Para wartawan dimaksud tergabung dalam organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Mereka berkunjung ke Taiwan atas undangan Biro Pariwisata Kementerian Transportasi dan Komunikasi Taiwan untuk menghadiri “Taiwan Lantern Festival” (Festival Lentera Taiwan). Festival lampion itu sendiri berlangsung dari 4 hingga 19 Februari 2023.

Adapun lima wartawan senior dimaksud adalah Aat Surya Safaat (Pemred Asatu online), Retno Intani (Dewan Redaksi indonesiatoday.co), Umi Syarifah (Pemred Sudut Pandang), Jon Heri (Pemred jodanews.com), dan Yono Hartono (Pemred korandetak.com).

Saat ini jumlah PMI di Taiwan mencapai lebih dari 250 ribu orang. Dengan jumlah yang begitu banyak, tidak dapat dielakkan adanya beberapa kasus yang melibatkan para PMI, baik yang memiliki status keimigrasian valid, maupun yang berstatus sebagai overstayer.

KDEI Taipei secara proaktif memberikan himbauan agar para PMI selalu up-to-date dengan situasi terkini. Topik himbauan KDEI Taipei cukup beragam, mulai dari sosialisasi peraturan-peraturan setempat, waspada penipuan lowongan kerja di sosial media, hingga bahaya narkoba.

Imbauan dilakukan secara tatap muka melalui berbagai kegiatan KDEI Taipei, melalui Satgas PMI yang tersebar di seluruh Taiwan, maupun melalui sosial media KDEI Taipei. KDEI Taipei juga melakukan penanganan terhadap kasus-kasus yang melibatkan WNI di Taiwan.

Khusus pada segmen PMI, KDEI Taipei tidak hanya menangani para PMI yang terlibat kasus-kasus ketenagakerjaan, namun juga memberikan pendampingan terhadap PMI yang menghadapi kasus-kasus hukum, sakit keras, kecelakaan lalu lintas, hingga pemulangan jenazah PMI yang meninggal dunia ke daerah asalnya.

“KDEI Taipei memandang PMI bukan hanya sebagai penyumbang devisa negara, tetapi juga sebagai Warga Negara Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban masing-masing,” kata Noerman.

Analis Departemen Tenaga Kerja KDEI Taipei itu menyatakan, KDEI Taipei hadir di Taiwan untuk menjamin agar seluruh hak para PMI yang bekerja di Taiwan dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu Analis Departemen Perdagangan KDEI Taipei Muhammad Fuad Hamzah pada kesempatan yang sama mengemukakan, Taiwan dalam bidang perdagangan internasional merupakan mitra strategis bagi Indonesia.

Taiwan merupakan salah satu pintu gerbang bagi Indonesia untuk bergabung dalam rantai pasok internasional dalam berbagai produk seperti alat kesehatan, alat golf, sepeda, kapal dan elektronik. Negara ini memiliki keunggulan kompetitif dalam teknologi dan modal, terutama dalam pembuatan mesin. Di sisi lain, ekspor Indonesia berkembang dan bergerak maju dalam menghasilkan lebih banyak produk bernilai tambah.

Muhammad Fuad meyakini hubungan antara Indonesia dan Taiwan selama ini saling melengkapi dan saling menguntungkan. Ini termasuk dalam perdagangan. Taiwan telah menjadi pemain utama yang memiliki kinerja ekspor sangat baik, dengan tujuan utama ke Korea, Jepang, China dan Amerika Serikat.

“Taiwan perlu dan banyak mengimpor bahan-bahan baku dari Indonesia, mulai dari seafood, kopi, kakao, furniture, isolasi kabel, lembaran kaca pelampung, ban sepeda hingga mobil,” kata Muhammad Fuad.

Ekspor Indonesia ke Taiwan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga November 2022, ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan telah mencapai 7,4 miliar USD. Neraca perdagangan keduanya mencapai 3,3 miliar USD.

“Berdasarkan fakta-fakta tersebut, saya melihat ini sebagai indikator positif. Saya percaya perdagangan antara Indonesia dan Taiwan akan terus tumbuh dan berkembang menuju perubahan yang lebih baik,” kata Analis Departemen Perdagangan KDEI Taipei itu. (*)

“Wali Kota Kasmadi”

February 11, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA satu penerima undangan HUT ke-126 Kota Balikpapan, Jumat (10/2) kemarin, tak bisa hadir. Padahal selama ini dia tak pernah absen. Dan selalu bikin heboh. Orangnya bernama Kasmadi, akrabnya dipanggil Pak Kasmadi. Dia adalah ketua RT 009, Kelurahan Batu Ampar. “Saya lagi flu berat, Pak,” katanya ketika saya hubungi.

Kaget juga saya kok Pak Kasmadi bisa sakit? Biasanya dia tampil gagah dengan kacamata hitam. Wajahnya cerah, seperti menggambarkan majunya kota ini. Saya bilang kalau orang tidak tahu, pasti dikiranya ini penampilan seorang wali kota. Pak Kasmadi tertawa. “Ala Mas, aku ini cuma seorang ketua RT,” katanya tertawa.

Ya Pak Kasmadi ini termasuk ketua RT terlama di Balikpapan. Dia sudah 34 tahun menjadi ketua RT di Kelurahan Batu Ampar. Melebihi masa tugas saya waktu jadi wali kota dan wakil. Saya cuma 15 tahun. Tapi waktu ada pemilihan ketua RT terlama, dia tak dipanggil. “Habis saya sudah sering  diberi penghargaan,” jelasnya.

Rasanya sudah belasan tahun dia tak pernah absen menghadiri HUT Kota. Bisa jadi mulai era Pak Tjutjup, Pak Imdaad dan sampai sekarang. “Ya kebanggaan buat saya bisa mengikuti HUT Kota dari tahun ke tahun, semuanya unik dan berkesan,”  katanya bersemangat.

Hebatnya Pak Kasmadi selalu akrab dengan wali kota yang mana saja. “Siapapun pemimpinnya, pengabdian kita kepada kota ini tidak boleh berkurang. Ayo kita sama-sama membangun Balikpapan sebagai kota bersih dan kota yang dicintai,” ajaknya.

Menurutnya, kota ini sangat ideal. Kota multi-etnis. Semua suku bangsa ada. Ya Bugis, Jawa, Banjar, Dayak, Madura, Batak, Manado, Buton, Toraja dan masih banyak lagi yang lain. “Kita hidup rukun, karena itu tak salah kota ini disebut miniaturnya Indonesia,” kata Pak Kasmadi.

Meski sudah berpuluh tahun jadi ketua RT, bicara Pak Kasmadi tetap kental aksen Jawanya. Dia dilahirkan di Kediri, 60 tahun silam. Istri pertamanya meninggal, lalu menikah lagi dengan Siti Rohmah,  wanita muda asal Sampang Madura.

“Istri saya lagi pulang ke kampungnya. Dia lagi menjaga ibunya yang tinggal sendiri. Saya baru dari sana, kangen juga. Dia minta saya tinggal di Sampang,” katanya tertawa.

Pak Kasmadi termasuk orang yang multitalenta. Apa saja bisa dia kerjakan. Hampir tiap minggu jadi MC resepsi perkawinan. Karena itu saya sering ketemu. Terkadang malah dia yang mengantari saya undangan. “Orang titip untuk Bapak,” katanya.

Kasmadi bergaya dengan dua penyanyi

Dia juga jago nyanyi. Mau jenis lagu apa saja. Mulai langgam Jawa sampai dangdut koplo. Yang saya suka kalau dia menyanyikan “lagu kebangsaannya” dari Malaysia. Saya bilang judul lagunya “Tayamum.” Maklum judul aslinya “Suci Dalam Debu,” yang populer dinyanyikan oleh grup musik Iklim.

Saya lupa kapan mulai akrab dengan Pak Kasmadi. Rasanya sejak saya mendampingi Pak Imdaad Hamid sebagai wakil wali kota. Dia tahu saya sebelumnya wartawan koran Kaltim Post, yang gedungnya tak jauh dari wilayah kekuasaan Pak Kasmadi sebagai ketua RT. Dia sering datang ke Gedung Biru. Lalu selalu memberikan dukungan kepada saya.

DUTA MASKER

Sosialisasi Protokol Kesehatan bersama jajaran kepolisian.

Sewaktu kita dilanda wabah Covid-19, Pak Kasmadi tampil aktif mengedukasi masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan terutama memakai masker. Entah siapa yang mendorongnya, tiba-tiba dia berteriak-teriak di mana-mana menggunakan megafon  Toa mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker.

“Ayo Bapak, Ibu dan anak-anak, jangan lupa maskernya. Biar kita tidak tertular Covid,” begitu dia masuk dari RT ke RT. Terkadang dia datang ke kantor wali kota. Ketika saya masih menjadi wali kota, dia nyelonong ke ruang saya meminta masker untuk dibagikan. Terkadang dia bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) dr Dio.

Karena kegigihannya itu, saya memberikan penghargaan sebagai Duta Masker Balikpapan. Dia dikenal semua orang. Terkadang dipanggil Kodam atau Polda Kaltim untuk mendampingi Pangdam dan Kapolda melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dia juga menjadi ketua RT pertama di Balikpapan yang divaksin Covid. “Satu kebanggaan, saya menjadi salah seorang yang jadi pelopor disuntik vaksin Covid,” kata Pak Kasmadi. Berkat itu, selama Covid jenis delta dia tak pernah tertular. Padahal belusukan ke mana-mana.

Uniknya dia kena Covid bersamaan dengan saya. Syukurnya sudah Covid varian Omicorn. Jadi tidak terlalu ganas. Mungkin gara-gara kita bareng di acara perkawinan. Beberapa hari kemudian sudah pulih. Tidak sempat kehilangan rasa dan penciuman.

Dua hari sebelum peringatan HUT ke-126 Balikpapan, saya bertemu Pak Kasmadi di acara resepsi perkawinan Trio Irawan dengan Yuli di Jl DI Panjaitan, Gang Algofur 3 RT 3, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Sebelumnya juga ada acara ulang tahun istri Pak Dayat, pengusaha bengkel, yang sekarang sangat akrab dengan saya.

Ada Mas Woro juga dengan teman-teman dari Paguyuban  Wayang Kulit Balikpapan Brotoseno. Saya akrab dengan sinden-sindennya. Ada juga dalang Ki Wahyu Kuncoro. “Pokoknya kita tetap eksis dan terus berkarya,” jelasnya.

Kalau dalam cerita pewayangan, Pak Kasmadi seperti Petruk. Tokoh punakawan yang dikenal jenaka, tapi juga punya gagasan atau pemikiran yang tidak diduga-duga. Petruk acapkali memberikan nasihat bijak, terutama dalam hal kepemimpinan politik saat negeri kahyangan mengalami kekacauan. Cepat sembuh Pak Kasmadi. Jangan lupa pakai masker.(*)

Balikpapan Siapkan 10 Venue MTQ Kaltim

February 10, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN –Menjelang pelaksanaan even Musabaqah Tilawatil  Qur’an (MTQ) ke 44 Tingkat Provinsi Kaltim awal bulan Mei mendatang, Balikpapan telah menyiapkan 10 venue.

Dari 10 venue yang sudah ditinjau dan memenuhi syarat  yaitu Venue Dome yangg akan digunakan semuanya, baik in-door maupun out-door untuk cabang Musabaqah Tilawah Anak-anak, Remaja dan Dewasa serta untuk cabang MKQ (Musabaqah Khattil Qur’an/kaligrafi. Venue Dome juga akan digunakan untuk acara puncak, yaitu pada saat upacara pembukaan maupun penutupan.

Kedua, Venue Graha Pemuda, akan dipakai untuk Cabang Tilawah Qiraat Mujawwad, Murattal Remaja, Dewasa, Canet/Cacatnetra, Venue  Aula Kantor Camat Balikpapan Selatan untuk Musabaqah Cabang Syarhil Qur’an. Venue Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan untuk Cabang Hifz Al-Qur’an 10 juz dan 20 juz dan 30 juz. Venue Gedung Kesenian, untuk Cabang Fahmil Qur’an. Venue Ball Room Kampus Uniba untuk Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Sementara yang belum dijajaki atau disepakati adalah venue untuk Cabang Hifz Al-Qur’an Golongan Tartil 1 juz dan 5 juz Tilawah, Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ) dan Cabang Musabaqah Al-Hadist.

Sebelumnya, Tim dari LPTQ Kaltim telah melakukan  peninjauan lapangan beberapa venue tempat  MTQ menindaklanjuti hasil Rapat antara LPTQ Kota Balikpapan dengan LPTQ Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (8/2/2002).

Rombongan LPTQ Kaltim dipimpin Wakil Ketua II, yang sehari-hari bertugas sebagai  Kepala Biro Setda Prov. Kaltim, Andi Muhammad Ishak. Turut serta dalam rombongan Wakil Ketua III, Jauhar Efendi, Sekretaris Umum, Isnaini, Wakil Sekretaris dan beberapa Ketua Bidang.

Jauhar Efendi selaku Wakil Ketua III LPTQ Kaltim ketika dikonfirmasi wartawan tentang kesiapan Balikpapan sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Proviansi berdasarkan hasil kunjungan lapangan, menjelaskan, secara umum Pemerintah Kota Balikpapan sangat siap menghadapi even besar ini yang berlangsung pada awal Bulan Mei 2023.

Beberapa venue sudah ditinjau pada Bulan Januari yang lalu, yang dipimpin oleh   Ketua Harian LPTQ Kaltim, H.M. Syirajuddin, yang sehari-harinya bertugas sebgai Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Kaltim.

Dari peninjauan lapangan, ada venue yang sudah layak, namun sudah ada agenda yang terjadwal dengan agenda lain, sehingga tidak bisa dipakai. Ada yang ruangannya kurang luas, sehingga dikhawatirkan kalau penontonnya banyak ruangan menjadi panas. Ada pula yang tempat parkir kendaraan para undangan dan penonton diperkirakan tidak mencukupi, sehingga bisa mengganggu alur lalu lintas. Selain itu, beberapa venue yang perlu perbaikan kecil, seperti masalah plapon, pengecatan dan lain-lain. (*)

Dispora Kaltim Akan Seleksi Calon Paskibraka

February 10, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga  melalui Bidang Pengembangan Pemuda segera melakukan seleksi Paskibraka untuk tingkat Provinsi yang sekaligus dirangkai seleksi Paskibraka yang akan bertugas di masing-masing Kabupaten dan Kota.

“Saat ini sudah enam kabupaten dan kota yang menyampaikan jadwalnya. Diawali di Kota Samarinda pertengahan Februari, disusul Penajam Paser Utara, kemudian Kutai Barat dan Balikpapan di awal Maret,  serta Berau dan Kukar di Minggu ke dia,” jelas Rasman selaku Kabid Pengembangan Pemuda mewakili Kadispora Agus Tianur, Jumat (10/2/2023)

Pemilihan calon Paskibraka Provinsi seperti tahun sebelumnya akan melihat sikap gerak dan penampilan (SGP). Selanjutnya tes fisik meliputi lari, push up, pull up, sit up, serta tes baris berbaris, sehingga  mendapat 40 orang untuk bertugas di Provinsi.

Proses seleksi SGP akan dilakukan secara tertutup mengingat privasi dari peserta, namun tetap harus didokumentasikan sebagai pertanggungjawaban panitia seleksi. Hasil seleksi berdasar pada hasil yang didapat peserta.

“Kadispora Kaltim sudah secara tegas menolak adanya intervensi dari pihak manapun,” kata Rasman.

Dikatakan Rasman,  peserta seleksi merupakan anak bangsa yang memiliki kesempatan sama. Jangan sampai terjadiu ada siswa berpotensi tapi orangtuanya hanya warga biasa harus kalah dari anak pembesar yang biasa-biasa aja hasil seleksinya.

Sementara itu Koordinator Seleksi dan Diklat Paskibraka Dispora Kaltim, Rusmulyadi mengatakan 40 siswa terpilih terdiri atas 20 putra dan 20 putri. Tahun lalu sebanyak 1.134 siswa mengikuti seleksi dari seluruh Kalimantan Timur. Dari 40 terbaik bertugas di Provinsi, yang nantinya akan diseleksi lagi untuk menentukan wakil nasional,” jelasnya.

“Tahun ini, ada kerja sama dengan Disdik Provinsi sehingga jumlah peserta yang mengikuti seleksi diharapkan dapat lebih banyak dari periode sebelumnya,” kata Rusmulyadi.  (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb