Nadira dan Nia Paramitha Akan Hibur Peserta Reuni Akbar Smada Samarinda

May 19, 2023 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Artis Nadira Arisanty dan Nia Paramitra akan menghibur peserta reuni akbar alumni SMA Negeri 2 Samarinda di Plenary Hall Sempaja Samarinda, Minggu (28/5/2023) mendatang.

Nadira Arisanty merupakan penyanyi asal Samarinda dan berhasil menjadi finalis pada ajang X-Factor tahun 2015 lalu. Sementara Nia Paramitha juga merupakan alumni SMA 2 Samarinda dan terkenal melalui ajang lomba nyanyi Bahana Suara Pelajar (BSP) yang diadakan Televisi Pendidikan Indonesia  di awal tahun 90 an.

Wakil Ketua Panitia Pelaksana Agung Masuprianggono mengatakan, kedua artis ini akan didampingi band lokal Samarinda yaitu  Band Foursesion dan Band Hitam Putih. Kedua band ini nantinya akan mengiringi para alumni yang telah mempersiapkan diri turut menghibur.

Nadira Arisanty

Selain menampilkan artis ibukota yg berasal dari kaltim, Panpel menampilkan alumni Smada lintas angkatan yang juga sebagai artis lokal seperti Edy Junaidi dari angkatan 89 yang pernah menjadi finalis lomba radio dan televisi. Ada juga Edy Suhaidi dari angkatan 84 yang menjadi penggemar berat Koes Plus akan menampilkan suaranya.

“Tentu lagu Koes Plus sangat digemari oleh angkatan senior Smada,” kata Agung..

Selanjutnya Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi sekaligus sebagai ketua umum Ika Smada dijadwalkan tampil dengan lagu favorite Chrisye “Anak Sekolah”  dan bernyanyi bersama seluruh peserta reuni diiringi tari/dance seluruh angkatan dengan tampilan cahaya/flash move yang tentunya akan membuat suasana 40 tahun Smada semakin meriah.

“Hingga saat ini sudah hampir 2 ribu alumni yang menyatakan siap hadir,” kata Agung.

Menurutnya, peserta reuni kemungkinan akan bertambah menjelang hari H pelaksanaan. Beberapa agenda acara juga terus dimatangkan panitia pelaksana seperti perpanjangan STNK, donor darah serta bazar UMKM. Khusus donor darah, panitia akan memberikan bingkisan 5 kilogram bagi peserta yang berhasil mendonorkan darahnya.

Agung juga menyampaikan, panitia juga memberikan kesempatan kepada alumni yang ingin memberikan sumbangan door prize serta bantuan tali asih untuk para guru. Sementara untuk pendaftaran. Alumni bisa melakukan oordinasi dengan angkatan masing-masing.

Reuni akbar SMADA Samarinda ini juga memberi ruang masing-masing angkatan untuk membuka bazar di area reuni. Selain itu, panitia juga memberikan kebebasan masing-masing angkatan mendesain kaos reuni masing-masing. (*)

DPMD Kukar Gelar Tes Rekrutmen

May 19, 2023 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG –  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara Akhmad Taufik Hidayat membuka tes dan wawancara calon Pendamping Desa/Kelurahan Kukar Idaman (Pendekar Idaman) 2023, Jum’at (19/5/23) di Gedung Serba Guna Sekretariat DPRD Kukar.

Akhmad Taufik mengatakan Pendekar Idaman membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk bertugas di lapangan. Maka, tes ini untuk memperoleh tenaga pendamping yang memenuhi syarat baik kualitas maupun kuantitas, untuk memberikan pelayanan pendampingan yang prima bagi Pemerintah Desa/Kelurahan serta masyarakat.

“Pendekar Idaman ini akan melaksanakan tugas pendampingan Desa/Kelurahan mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi kegiatan pembangunan, maka mereka harus punya kemampuan dan kemauan yang tinggi. Maka kita harapkan dari penduduk setempat yang jadoi pendamping karena memiliki tanggun jawab besar terhadap desanya,” demikian ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Adat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar Asmi Riyandi Elvandar, melaporkan bahwa tujuan kegiatan itu untuk pemenuhan tenaga Pendekar Idaman di lokasi yang masih kosong tenaga pendamping. Serta untuk mendapatkan Pendekar Idaman yang mempu mengemban tugas dan pendampingan dalam melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa/kelurahan, serta percepatan pencapaian target visi misi Kukar Idaman 2021-2026.

Tes Pendekar Idaman tahuin ini diikuti 94 peserta, dan lulus seleksi berkas 10 orang peserta pendamping Desa untuk memeperbutkan 7 posisi, dan 84 orang peserat Pendamping Lokal Desa memperebutkan 66 Posisi. (hyr)

DPK Kaltim Terus Tingkatkan Pelayanan

May 19, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

M. Syafranuddin

SAMARINDA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) provinsi Kaltim yang terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya dengan memudahkan proses pendaftaran menjadi anggota perpustakaan dan tanpa biaya alias gratis.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, pendaftaran menjadi anggota perpustakaan tidak hanya bisa dilakukan secara langsung datang ke kantor DPK Kaltim, tetapi juga bisa dilakukan secara mandiri melalui laman khusus yang disediakan DPK Kaltim, yaitu opackaltimprov.go.id/pendaftaran.

Diterangkannya, saat mendaftar secara langsung , pemustaka diminta untuk mengisi data pribadi sesuai dengan identitas yang dimiliki, seperti KTP, SIM maupun kartu pelajar. Setelah data terinput dan dinyatakan berhasil, maka pemustaka mengkonfirmasikan ke counter informasi guna proses verifikasi data.

“Proses pendaftaran menjadi anggota ini sangat mudah, gampang dan cepat, gratis tidak ada biaya. Bisa dilakukan langsung, masyarakat datang ke kantor DPK dan mendaftar, bisa juga mendaftar secara online. Jadi pendaftaran ini semakin memudahkan masyarakat,” kata HM Syafranuddin.

Proses masih berlanjut. Setelah verifikasi data, pemustaka diarahkan ke tempat pencetakan untuk proses cetak kartu anggota dan langsung mendapatkan kartu anggota saat itu juga. Namun, tak bisa langsung digunakan sebelum pemustaka melakukan scan ke buku tamu elektronik guna memastikan data keanggotaan perpustakaan telah sesuai.

“DPK Kaltim akan terus memudahkan kebutuhan masyarakat dalam membaca. Karena literasi mencerdaskan bangsa, arsip menyelamatkan bangsa,” tutupnya. (adv-dpk kaltim)

Bimtek SPP TIK Melalui Program TP-BIS Berakhir

May 19, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Taufik menghadiri penutupan bimbingan teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP TIK) di Hotel Swiss Bell, Samarinda, Kamis (18/5/2023).

Kegiatan yang digagas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama DPK Kaltim ini merupakan bentuk upaya dalam penguatan pengembangan perpustakaan melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS).

“Ini adalah salah satu program pemerintah untuk meningkatkan literasi masyarakat melalui perkembangan teknologi informasi,” kata Taufik didampingi kepala DPK Samarinda Erham Yusuf.

Dikatakan,  dalam mendukung program TP-BIS memerlukan tenaga perpustakaan yang mampu mempublikasikan keberadaan perpustakaan dengan pendekatan berbasis teknologi dan komunikasi.

Satu ciri perpustakaan baik adalah kegiatannya berbasis sosial dan melibatkan masyarakat serta terekspos di media massa.

“Kita harap alumni bimtek ini dapat berkontribusi memberikan pengalamannya yang telah diperoleh sehingga mampu mengelola perpustakaan mereka sesuai dengan pengembangan TIK nya,” tutupnya.

Dalam pengukuran kinerja perpustakaan salah satu indikator adalah dengan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan. Melalui bimbingan teknis, peserta  merupakan pengelola program TP-Bis dari masing-masing DPK kabupaten dan kota yang hadir diharapkan dapat memperluas gerakan TP-BIS  serta menciptakan inovasi-inovasi guna menciptakan program keterampilan berbasis literasi bagi masyarakat khususnya Kalimantan Timur.(adv-dpk kaltim).

Prestasi Etam di Kamboja

May 19, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Pesilat Iqbal di tengah-tengah pengurus KONI Kaltim

SAYA sempat bertemu Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras di Hotel Bluesky Pandurata, Jakarta,  Senin (15/5) lalu. Dia dan rombongan pengurus lainnya juga baru tiba dari Kamboja mengawal 24 atlet Kaltim yang ikut berjuang membela kontingen Indonesia di arena SEA Games 2023, yang berlangsung di sana.

Wajahnya semringah, memberi isyarat bahwa anak-anak Kaltim sukses menyumbang medali. “Alhamdulillah, atlet-atlet kita mampu berjaya, mereka mempersembahkan tambahan medali untuk Indonesia sehingga melebihi target,” kata Rusdi, yang sempat bersama-sama saya menjadi wartawan Kaltim Post.

Dari perjuangan mereka di Kamboja, atlet Kaltim menyumbang 8 medali emas, 4 perak dan 5 perunggu dari 8 cabor yang diikuti. Hanya cabang E-Sport yang gagal menyabet medali, sedang lainnya sukses mengalahkan lawan-lawannya sampai di babak perebutan gelar.

Pegulat Muhammad Aliansyah (kedua dari kiri) menyabet emas di kelas 67 kg Greco Roman Putra

Ketujuh cabor yang sukses itu adalah  gulat menyumbang 3 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Lalu dayung (2 emas), cricket ( 1 emas, 2 perak), pencak silat (1 emas),  sepak bola (1 emas), hockey outdoor (1 perunggu),  dan obstacle race (1 perunggu).

Medali emas pertama dari atlet Kaltim datang dari pesilat putra Iqbal Chandra Pratama, yang turun di kelas F. Dalam duel final yang berlangsung di Chory Changvar International Convention and Exhibition Center, Iqbal menumbangkan pesilat Mohd Sharul Zecky Sulaiman dari negeri jiran Malaysia.

Rusdi menyaksikan langsung pertandingan  tersebut. Degdegan juga.  “Alhamdulillah saya lega begitu Iqbal dinyatakan sebagai pemenang,” kata Rusdi. Sementara Iqbal mengaku bangga  bisa mempersembahkan medali emas buat Indonesia. “Sejak awal saya optimis bisa mengalahkan Sharul,” kata pesilat yang sebelumnya juga pernah menjadi juara Asian Games 2018.

Dalam cabor gulat, Kaltim menurunkan 7 atletnya. Semua menyumbang medali. Di situ ada Zainal Abidin, Suparmanto, Annisa Safitria, Mutiara Ayuningtyas, Hamka Gulat Ardiansyah Darmansyah, dan M Aliansyah. Mereka didampingi pelatih Rudiansyah Darmasyah Samsu dan Suryadi Gunawan.

Dari arena Elephant Hall 1, Morodok Techno National Stadium, Phnom Penh, pegulat Suparmanto (63 kg Greco Roman Putra) dan Muhammad Aliansyah (67 kg Greco Roman Putra)  berhasil mempersembahkan medali emas. Ini  baru pertama kali mereka gapai  di arena SEA Games, makanya mereka sangat bangga. Satu lagi emas direnggut pegulat Mutiara Ayuningtyas. Sementara 2 perak diraih Zainal Abidin dan Hamka Gulat. Sedang 2 perunggu dari pegulat Annisa Safitria dan Ardiansyah Darmansyah.

Atlet dayung Kaltim asal Desa Kelumpang, Barong Tongkok, Kubar,  Harjuna yang bergabung dalam tim Traditional Boat Race (TBR) juga berhasil menyabet 2 medali emas. “Hebat, Harjuna dan teman-temannya mampu mempersembahkan emas. Ini kebanggaan kita,” kata Ketua PODSI Kaltim Abdul Rasid, yang juga ketua DPRD Kukar.

Sementara itu, Berlian Duma Pare dan Laili Salsabila yang bergabung dalam tim Cricket Indonesia juga mampu mempersembahkan  satu emas dan dua perak.

Sedang 5 perunggu selain 2 dari gulat, juga dipersembahkan oleh tim hockey outdoor putra dan putri. Lalu  satu perunggu lagi datang dari cabor baru yaitu obstacle race. Itu atas nama Angga Cahya, yang sebelumnya dikenal sebagai atlet panjat tebing.

Obstacle Race adalah lari halang rintang ekstrem. Ini cabang olahraga di mana pemain yang berjalan menggunakan kaki, harus mampu melewati berbagai rintangan dan hambatan.

BINTANG KALTIM

Salah satu bintang Timnas U-22 yang sukses meraih emas di Kamboja adalah Muhammad Taufany Muslihuddin. Dia pemain Borneo FC kelahiran Kota Raja, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Berkat gol pamungkasnya dari luar kotak penalti membuat Garuda Nusantara melaju ke babak final. Secara dramatis Indonesia mengalahkan Timnas Vietnam 3-2 meski dengan kekuatan 10 pemain saja. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan. “Itu mukjizat,” kata seorang warga Tenggarong.

Menurut Zulkarnain, wartawan olahraga yang juga pengurus KONI Kaltim, penampilan Taufany memang sangat impresif. Dia yang berada di posisi gelandang bertahan, di luar dugaan berhasil membantu serangan di saat yang sangat dibutuhkan. “Luar biasa kehebatan anak Rondong Demang Tenggarong itu,” ulasnya langsung dari Olympic Stadium Phnom Penh.

Muhammad Taufany yang sukses mengantarkan Timnas U-22 ke babak final

Seperti kita ketahui bersama, dalam babak final Indonesia kembali meraih kemenangan dramatis dengan menumbangkan Timnas Thailand 5-2. Saya tak bisa melukiskan dengan kata-kata, betapa dahsyatnya kemenangan yang kita capai. Meraih medali emas, setelah 32 tahun puasa.

Dari Medan, Presiden Jokowi selain bersyukur dan mengucapkan selamat, dia juga mengajak sejumlah menteri yang mengikuti acara kunjungan kerjanya makan durian bersama. “Lega, lega,” katanya penuh semangat.

Saya yang ikut nobar di samping Hotel Bluesky Pandurata Jakarta larut dalam suasana kemenangan dengan penonton lain yang saya tidak kenal. Pokoknya kita bersatu penuh kegembiraan. Teman saya, Pak Wiwik sampai buka baju. Kebetulan saya juga pesan es durian. Kok pas dengan Pak Jokowi.

Saya lihat dari layar TV, ayah Taufany, Zukran yang nobar di Tenggarong bersama warga setempat juga melampiaskan kebahagiaan. “Rasanya campur aduk. Terima kasih ya Allah,” katanya terharu.

Bakat sepak bola Taufany turun dari sang ayah. Zukran pernah memperkuat tim Persatuan Sepak Bola Kukar (Persiku). Sedang Taufany yang kini berusia 21 tahun, mengawali kariernya ketika dia diikutkan sang ayah berlatih bola di sekolah sepak bola (SSB), yang berpusat di Stadion Rondong Demang Tenggarong pada tahun 2015. Kemudian berlanjut ke Sekolah Khusus Olahraga (SKOI) di Samarinda.

Berkat latihan yang keras, kelas permainan Taufany semakin terlihat. Dia sempat memperkuat Borneo FC U-16 dan  dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia All Star. Lalu ditarik ikut serta dalam turnamen International Youth Championship 2021.

Dalam seleksi Timnas U-22 yang ketat dia lolos. Taufany akhirnya menjadi salah satu dari 20 pemain yang dipilih pelatih Indra Sjafri bermain di ajang SEA Games 2023 Kamboja. Asisten pelatih Bima Sakti asal Balikpapan yang mendampingi Indra Sjafri juga bangga ada anak Kaltim di antara pemain yang mereka asuh.

“Saya sangat bangga anak saya bisa bermain di Timnas. Saya ingatkan kepada Taufany, harus terus berlatih dan bekerja keras jangan cepat puas. Kita harus membuktikan bahwa anak Kukar juga bisa berprestasi,” kata Zukran penuh semangat.

Dari Balikpapan, cucu saya Defa berjingkrak-jingkrak melihat Timnas Indonesia juara. “Hebat Indonesia, Kai, Defa juga mau seperti itu,” katanya. Cucu saya yang duduk di kelas 3 SD ini beberapa kali memperkuat “timnas” sekolahnya dalam turnamen sepak bola mini. “MU gimana, Kai?” katanya menggoda saya.(*)

 

 

 

« Previous PageNext Page »

  • vb