Safari Subuh di Maluhu, Bupati Kukar Serahkan Bantuan

January 21, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menyerahkan hibah program rehabilitasi rumah ibadah dan bantuan sarana peribadatan, Minggu (21/1/2024) yang dirangkai safari subuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar di Masjid Al Kamal Jl. Semuru RT. 17 Kelurahan Maluhu Kecamatan Tenggarong.

Bantuan hibah yang diserahkan diantaranya Rp 400 juta untuk Yayasan Masjid Al Anshar Arwana Timbau dan Rp 200 juta untuk Yayasan Masjid Al Musyafirin Mangkuraja Loa Ipuh.

Bupati juga, menyerahkan bantuan sarana prasarana peribadatan kepada Masjid Al Kamal Maluhu serta Akte Yayasannya, Masjid Assalam Timbau, Masjid Da’watul Khair Sukarame, dan Majelis Rasulullah Mangkuraja serta peralatan olahraga untuk KNPI Maluhu.

Edi Damansyah mengatakan, bantuan ini sesuai dengan program Revitalisasi Rumah Ibadah. Program ini sebagai bentuk kehadiran pemkab Kukar ditengah-tengah umat yang ada di Kukar. Umat agama dan keyakinan apapun pastikan hadir, salah satunya adalah memberikan bantuan ini.

“Saya hadir disini sekaligus ingin memastikan apakah bantuan yang kami berikan melalui program revitalisasi rumah ibadah ini. Apakah sudah masuk ke rekening pengurus, karena sekarang kami tidak boleh menyerahkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Karena sekarang transaksinya non tunai,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan selama ini, khususnya masyarakat Maluhu kepada Pemkab Kukar.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada para pemuka agama dan tokoh masyarakat Maluhu yang sangat aktif melakukan pembinaan umatnya, dan salah satu sarana rumah ibadahnya terjaga dengan baik,” tuturnya.

Ia mengaku, bantuan ini masih kurang, tapi nanti akan ditambah lagi karena memang bantuan ini dibutuhkan untuk penyelesaian beberapa fasilitas, sarana dan prasarana yang ada di tempat ibadah ini.

“Tentunya kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi umat muslim disini,” harapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa untuk Masjid Al Kamal Maluhu ini di serahkan dulu Akte Yayasannya, supaya bisa menerima bantuan hibah dari pemkab Kukar. Setelah itu baru dibantu Rp 500 juta melalui Bagian Kesra Pemkab Kukar di anggaran perubahan 2024.

“Jadi sementara kepada para pengurus takmir bersama warga terus melanjutkan pembangunan masjid ini, melalui swadaya masyarakat sambil menunggu proses pencairan hibah tersebut,” demikian pungkasnya.

Turut hadir dalam rombongan Bupati Kukar tersebut, Sekda Sunggono, Plt Asisten III Dafip Haryanto, Ketua MUI KH. Abdul Hanan, Camat Tenggarong Sukono, Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro, dan Kabag Kesra Dendy Irwan Fahriza serta para kepala OPD, Dinas Instansi, Badan, Kantor dan Lembaga di lingkup pemkab Kukar. (kk05)

Bupati Kukar Hadiri Tradisi Adat Uman Jenai Tiga Tawai Lepoq Tukung

January 21, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri acara Adat Uman Jenai Tiga Tawai Lepoq Tukung di Amin Bioq Desa Ritan Baru, Kecamatan Tabang, Sabtu (20/1/2024).

Setibanya di depan Gerbang Lamin Adat, Bupati Kukar Edi Damansyah bersama rombongan disambut dengan upacara adat Menaka Aka (selamat datang), serta penyematan Lekuq oleh tokoh adat yang dilanjutkan dengan menaiki gong dan setelah itu menari bersama sambil berjalan hingga memasuki Lamin Adat.

Didalam lamin adat sendiri telah berkumpul para warga dayak setempat yang terdiri dari dua desa yakni Ritan Baru dan Tukung Ritan bersama suka cita atas hasil panen ladang dalam acara adat Uman Jenai dengan menyantap ubak.

Edi Damansyah dalam sambutannya mengapresiasi para kepala adat, tokoh masyarakat dayak kenyah yang ada di Ritan Baru dan Tukung Ritan terus melestarikan adat istiadat budaya.

“Saya bangga tradisi budaya leluhur dari generasi ke generasi terus terpelihara dengan baik, menjadi daya tarik dan membawa nilai tambah yang berdampak ekonomis bagi masyarakat,” apresiasnya.

Dengan demikian dapat dipastikan setiap ada event pelaksanaan pesta adat di kecamatan Tabang akan memberikan kontribusi bagi para pelaku usaha mikro, kecil yang ada di sekitar kecamatan Tabang.

“Saya juga berterima kasih, ibu-ibu yang ada di Tabang yang sudah menyampaikan suara hatinya dan ini menjadi kekuatan untuk melestarikan tradisi yang ada dan disesuaikan dengan perkembangan saat ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Edi Damansyah memastikan bahwa kebijakan pemerintah tidak sekalipun untuk menyusahkan rakyat melainkan terus memberikan perhatian dalam kehidupan sosial bermasyarakat dengan aman, tentram sejahtera.

“Saya pastikan kebijakan pemerintah tidak sekalipun mensensarakan rakyat dan saya jamin itu. Jika dalam pelaksanaannya ada kelemahan saya sepakat dan terus kita perbaiki secara kolaborasi agar apa yang diidam-idamkan masyarakat mendapatkan kebermanfaatan dari pembangunan secara luas,” tegas Edi Damansyah. (kk10)

PWI Kaltim Jadwalkan Konfrensi Provinsi, Anggota Diminta Diminta Perhatikan Status Keanggotaan

January 20, 2024 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur akan mengadakan konferensi provinsi. Berbeda dengan sebelumnya, konferensi ini akan menggunakan aturan baru sesuai edaran PWI Pusat. Seluruh anggota PWI Kaltim diharapkan memerhatikan status keanggotaan mereka.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kaltim, Achmad Shahab, menjelaskan hal tersebut pada Sabtu (20/1/2024) di Samarinda. Status keanggotaan disebut sangat penting karena konferensi provinsi akan memilih pengurus baru. Konferprov juga memilih ketua baru karena Endro Efendi sebagai ketua PWI Kaltim saat ini sudah menjabat selama dua periode.

Berdasarkan edaran PWI Pusat, anggota yang berhak memilih dalam konferprov adalah anggota biasa dengan kartu tanda anggota (KTA) yang masih aktif saat pemilihan. “Anggota muda dapat menghadiri konferprov namun tidak memiliki hak suara,” kata Shahab didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Kaltim Felanans G Mustari.

Dalam mekanisme yang baru ini, tambah Felanans, pemilihan ketua PWI provinsi maupun ketua dewan kehormatan PWI provinsi akan melalui sejumlah tahapan. Pertama, panitia konferprov akan mengumumkan daftar pemilih sementara (DPS) pada 27 Februari 2024. Pada waktu yang sama, pendaftaran bakal calon ketua PWI dan ketua dewan kehormatan dibuka.

Sebulan kemudian, 27 Maret 2024, panitia konferensi akan mengumumkan daftar pemilih tetap. Waktu sampai DPT diumumkan itu dapat dimanfaatkan anggota PWI Kaltim untuk memastikan status keanggotaannya. Apabila sampai DPT diumumkan, masa berlaku KTA sudah habis, yang bersangkutan tidak memiliki hak suara dalam konferprov.

Masih merujuk edaran PWI Pusat, Felanans mengatakan, anggota biasa dapat memperpanjang status keanggotaan dengan syarat masa berlaku KTA tidak boleh mati lebih dari satu tahun. “Status anggota yang KTA-nya habis masa berlaku lebih dari satu tahun dianggap gugur sehingga harus mengulang status keanggotaan dari anggota muda,” terang Felanans.

Aturan baru ini sudah diberlakukan PWI pusat yang berwenang mengeluarkan KTA untuk anggota biasa. Bagi anggota yang ingin memperpanjang KTA dapat mengisi formulir dan melengkapi berkas dengan sertifikat uji kompetensi wartawan. Sementara itu, anggota muda juga dapat menaikkan status menjadi anggota biasa dengan syarat yang sama. Ketentuan keanggotaan ini sesuai dengan edaran pengurus PWI Pusat dan PD/PRT PWI.

Berikut ini tahapan Konferensi Provinsi PWI Kaltim:

27 Februari 2024

PWI Pusat mengumumkan daftar pemilih sementara (DPS).

Panitia konferensi membuka pendaftaran bakal calon ketua PWI Kaltim dan bakal calon ketua dewan kehormatan.

27 Maret 2024

PWI Pusat mengumumkan daftar pemilihan tetap (DPT). Sebelum DPT diumumkan, anggota yang masa berlaku KTA-nya habis dapat memperpanjang KTA agar memiliki hak pilih dalam konferprov. KTA yang diperpanjang setelah DPT diumumkan akan ditangguhkan PWI Pusat sampai konferensi selesai.

5 April 2024

Panitia konferensi menutup pendaftaran bakal calon ketua PWI Kaltim dan bakal calon ketua dewan kehormatan. Nama-nama yang mendaftar dilaporkan ke PWI Pusat untuk diverifikasi.

5 April – 20 April 2024

PWI Pusat menetapkan calon ketua PWI Kaltim dan ketua dewan kehormatan.

27 April 2024

Pelaksanaan Konferprov PWI Kaltim di Samarinda.

Debat di Gedung Cheng Ho

January 20, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEUSAI salat Jumat (19/1) kemarin, saya mengikuti Debat Caleg yang digelar oleh Universitas Mulia (UM) Balikpapan. Selain saya, ada ibu Dr Hetifah Sjaifudian, caleg DPR RI dari Partai Golkar dan Ustaz Naspi Arsyad, Lc caleg DPD RI dari Pesantren Hidayatullah. Tadinya akan ditampilkan Andhika Hasan, caleg DPR RI  dari PDIP dan Dr Rendi Ismail, caleg DPD RI dari Uniba. Sayang keduanya mendadak berhalangan.

Saya sendiri caleg DPR RI dari Partai Nasdem dapil Kaltim. Nomor  urut 7. Ada yang tanya kenapa nomornya jauh? Saya bilang itu nomor Istimewa. Tuhan menciptakan langit lapis 7. Bintang sepakbola alumnus MU, Christian Ronaldo juga punya nomor punggung 7.

Debatnya berlangsung di kampus UM yang megah di Jl Letjen TNI ZA Maulani No 9. Ruang yang dipakai sangat menarik. Namanya Hall Cheng Ho. Sesuai namanya, maka arsitektur gedung itu memang dibuat sangat estetik dengan warna mencolok. Seperti istana kekaisaran Tiongkok. “Ya ini memang konsepnya terinspirasi dari sana,” kata Direktur Eksekutif UM, Dr Agung Sakti Pribadi, SH, MH.

Agung dan Dientia bersama panelis dan peserta debat

Di Balikpapan ada dua bangunan bernama Cheng Ho. Selain kampus UM, juga ada Masjid Cheng Ho di Pantai Lamaru, Manggar. Masjid itu dibangun pengusaha Kaltim kelahiran desa Senyiur, Kutai, HM Jos Soetomo untuk mengenang perjuangan dan dakwah Laksamana Cheng Ho sampai ke Nusantara antara tahun 1405 hingga 1433.

Menurut cerita, Cheng Ho termasuk keturunan Nabi Muhammad ke-37. Ayahnya bernama Ma Haji, karena telah menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci Makkah. Karena sangat berjasa, kaisar Tiongkok menunjuk Cheng Ho sebagai laksamana untuk melakukan pelayaran sampai ke Samudra Barat untuk menjalin persahabatan.

Masuk ke gedung Cheng Ho saya kedinginan. AC-nya sangat kencang. Maklum gedung baru. Ada teman-teman dari Nasdem ikut bergabung dipimpin langsung oleh ketua Ahmad Basir dan sekretaris Andi Ahmad Yani. Istri saya, Yohanna Palupi Arita, akrab dipanggil Bunda Arita juga hadir. Dia caleg DPRD Kaltim dari Nasdem dapil Balikpapan dengan nomor urut 3.

Ibu Hetifah sebagai petahana juga datang dengan sejumlah mahasiswa yang dapat beasiswa aspirasi Program Indonesia Pintar (PIP). Sedang Ustaz Naspi Arsyad, caleg DPD nomor 14 didampingi para ustaz dan ustazah dari kampus Hidayatullah, Gunung Tembak.

Agung yang bertindak sebagai moderator tidak tanggung-tanggung dalam urusan panelis.  Selain menampilkan Rektor UM Prof Dr Ir Ahsin Rifai, M.Si, juga mendatangkan pakar hukum dari Unmul, Prof Dr Muh Muhdar, SH, M.Hum dan Rektor STEIPAN Prof Dr Suhartono, SE, MM, yang pernah menjadi komisaris Bankaltimtara.

“Kita memang ingin serius, biar wakil kita ke DPR RI memang mampu menyuarakan aspirasi kita,” kata Agung, yang juga ketua Asosiasi Perguruan Tinggi (APTISI) XI Kaltim Komisariat Selatan. Agunglah yang menggagas debat ini bekerja sama dengan Aptisi dan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi). Biar masyarakat kampus terutama mahasiswa juga mengetahui kadar caleg-caleg daerah.

Sementara ketiga guru besar yang ditampilkan tadi mengapresiasi berlangsungnya acara debat yang dipersiapkan Dientia Dinnear, SH, MH sebagai ketua panitia. Boleh dibilang pertama kali terjadi di kampus Kaltim. Berlangsung meriah dan menarik. “Kita perlu petarung seperti ini supaya suara Kaltim didengar,” kata Prof Muhdar didampingi Dr Piatur Pangaribuan, mantan Rektor Uniba yang juga hadir.

Wakil Kaltim di Senayan memang sangat kecil. Hanya 8 di DPR RI dari 580 anggota ditambah 4 dari DPD RI. Sudah kecil terkesan tidak banyak turun dan tidak kompak. Ada pernyataan dari salah satu anggota, yang mengatakan dia hanya bertarung sendirian. “Kalau saya terpilih, kekuatan Kaltim harus bersatu. Kita harus berjuang bersama-sama,” kata saya.

MAU DEBAT IKN

Prof Suhartono membuka pertanyaan berkaitan soal potensi pertanian dan ketahanan pangan di Kaltim, yang bisa memengaruhi angka inflasi. Menyusul Prof Ahsin menyinggung soal pendidikan dan infrastruktur. Sedang Prof Muhdar menggali soal penegakan hukum. Pertanyaan juga ditimpali dari sejumlah mahasiswa dan pendukung. Mulai soal lingkungan dan sampah, pemanfaatan batu bara dan IKN. beasiswa aspirasi PIP sampai masalah Jl MT Haryono Balikpapan yang terus jadi sorotan warga Beriman.

Hetifah tampil bersahaja. “Saya ini memang bukan orang Kaltim, tapi saya dilahirkan untuk Kaltim,” katanya. Maklum sudah tiga periode menjadi anggota DPR RI dari Bumi Etam, meski dia kelahiran Bandung dan tinggal di Jakarta. Sebelumnya saya bilang sudah saatnya orang kelahiran Kaltim duduk di DPR RI.

Wakil Ketua Komisi X ini sempat ditanya soal pemberian beasiswa PIP yang berbau diskriminatif di lapangan. Ada yang ditolak dan termasuk santri tidak dapat. Juga soal jalan di MT Haryono, yang sudah berganti tahun belum rampung dan dinilai tidak beres.

Hetifah membantah ada perlakuan khusus bagi penerima beasiswa PIP. Dia menilai ada oknum yang kurang tepat melaksanakan petunjuk. Soal Jl MT Haryono diyakininya pasti mendapat perhatian.

Sebagai orang yang berlatar belakang pesantren,  Naspi banyak mengutarakan pendekatan pembangunan dari sisi agama dan akhlak. Tapi dia mengaku siap membela Kaltim jika terpilih sebagai senator. Apalagi seperti sudah menjadi tradisi, selalu ada ustaz dari Hidayatullah yang  menjadi wakil Kaltim di DPD.

Sebenarnya 29 tahun silam, saya sudah pernah duduk di Senayan. Menjadi anggota MPR Utusan Daerah bersama tokoh Kaltim lainnya seperti H Harbiansyah dan Laden Mering. Presidennya di masa transisi, dari Prof BJ Habibie ke Gus Dur.

Saya dan Hetifah serius bicara penegakan hukum. Saya fokus soal penegakan hukum di sektor minerba terutama batu bara. Sedang Hetifah menyoroti penegakan hukum yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat seperti soal kelangkaan elpiji dan BBM. “Di Kalbar, Kapoldanya berani bersikap tegas,” katanya.

Menurut saya, penegakan hukum di batu bara sangat mendesak dan krusial. Bayangkan, FITRA menghitung kita kehilangan pendapatan di atas Rp100 triliun per tahun. Mantan ketua KPK Abraham Samad pernah mengungkapkan, jika praktik lancung di batu bara bisa diberantas tuntas, maka setiap keluarga di Indonesia bisa mendapat penghasilan Rp20 juta per bulan tanpa bekerja. Bayangkan.

Saya juga berjanji akan memperjuangkan DBH Migas buat Kaltim lebih besar. Saya juga akan “memaksa” agar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menjadi proyek strategis nasional. Biar lulusan ITK bisa sama kualitasnya dengan lulusan ITB dan ITS. “Kalau tidak, kita cuma bisa menjadi penonton di IKN,” tandas saya.

Menangkap aspirasi yang berkembang di arena debat, Agung Sakti berjanji akan menggelar diskusi khusus tentang IKN. “Kita pertemukan mereka yang pro dan kontra dengan IKN, biar dinamikanya terbuka di masyarakat,” tambahnya.

Saking semangatnya dengan acara debat caleg di kampus Universitas Mulia, malamnya saya bermimpi. Seakan-akan saya ikut Debat Capres/Cawapres di Jakarta.  Saya ditegur moderator karena waktunya habis. Saya kaget. Begitu bangun listrik di rumah saya padam. Ternyata saya lupa mengisi voucher atau tokennya. Kalau ini bukan bagian dari debat, tapi kelalaian.(*)

Samarinda Illustration Fair 2024

January 20, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Kalimantan Timur dan Kota Samarinda, Samarinda Design Hub untuk keempat kalinya menyelenggarakan pameran.

Kegiatan di awal tahun 2024 ini diberi tajuk Samarinda  Illustration Fair (SIF) 2024. Berbeda dengan pameran sebelumnya, kali ini yang ditampilkan adalah karya ilustrasi dari 76 partisipan dengan lebih dari 200 karya, berasal dari 6 provinsi (14 kota)

“Sebenarnya, karya yang masuk lebih dari 300, tetapi setelah dilakukan kurasi, dengan mempertimbangkan aspek teknis, keterampilan dan presentasi, maka hanya 200 karya yang dipamerkan,” kata Ketua Penyelenggara Ramadhan S. Pernyata.

DIkatakan,  karya yang tidak lolos seleksi tidaklah mencerminkan kurangnya nilai atau kualitas karya. “Setiap karya yang kami terima menunjukan bakat dan keahlian para partisipan yang luar biasa tetapi kami dihadapkan pada keterbatasan dalam memilih karya-karya yang masuk ke dalam pameran,” jelasnya.

Karya dari Kalimantan Timur berasal dari Balikpapan, Samarinda, Bintang, Tenggarong, Penajam Paser Utara, Kutai Barat dan Berau. Kemudian dari Tanggerang (Banten), Bandung (Jawa Barat), Sleman dan Bantul (Yogyakarta), Jakarta Timur (Jakarta), Blitar dan Surabaya (Jawa Timur).

Semua karya yang dipamerkan didokumentasikan dalam buku katalog yang diberi judul “Echoes on the Horizons) setebal 240 halaman.

Pameran yang diselenggarakan sejak hari ini, Sabtu 20 Januari, akan berakhir Minggu, 28 Januari 2024, di gedung Samarinda Design Hub, jalan KH Wahid Hasyim II, Graha TVRI Asri Blok A Nomor 4 Samarinda. Menariknya,  partisipan pameran ada yang berusia 16 tahun. Rata-rata peserta adalah mahasiswa. Sebagian lagi sarjana dan pascasarjana, ada yang berlatar belakang design kominikasi visual, ada pula dari jurusan lain.

“Beberapa peserta adalah ilustrator suratkabar terkemuka, penerbitan besar bahkan media luar negeri,” kata Ramadhan. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1742582
    Users Today : 1715
    Users Yesterday : 3914
    This Year : 679092
    Total Users : 1742582
    Total views : 14704076
    Who's Online : 60
    Your IP Address : 216.73.216.36
    Server Time : 2026-05-03