Wakil Sekjen I PWI Pusat Raja Pane Serahkan 10 Ribu Bibit Pohon ke Ancol

February 18, 2024 by  
Filed under Berita

JAKARTA- Wakil Sekjen I PWI Pusat Raja Parlindungan Pane menyerahkan sumbangan 10.000 pohon kepada pengelola Ancol untuk dimanfaatkan di kawasan ini. Acara yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis sejumlah bibit pohon di Halaman Candi Bentar, Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (18/2/2024).

Penyerahan bibit pohon diawali Raja Pane yang menyerahkan bibit pohon kepada Direktur operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prasetyo kemudian diikuti oleh Sibatangkayu (Anggota DK PWI Pusat), Plt Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo dan perwakilan PWI Lampung dan Sumatera Selatan yang menyerahkan bibit pohon kepada Corporate Secretary & Investor Relation Group Head Agung Praptono serta Humas Ancol Ariadi Eko.

Raja Pane mengatakan bahwa penyerahan 10.000 bibit pohon ini sebagai rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) 2024. Raja memberi alasan kenapa PWI memilih bibit pohon karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk melindungi bumi dari kerusakan.

Raja mengajak semua pihak termasuk Ancol untuk memotivasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat agar memelihara bumi sebagai tempat hidup dan berkehidupan dengan cara bersungguh-sungguh dalam penyelamatan bumi dari kerusakan dengan cara menghijaukan bumi dengan menanam pohon.

Sebanyak 10 ribu pohon yang diberikan kepada PT Pembangunan Jaya Ancol ini terdiri dari berbagai jenis pohon antara lain pohon trembesi, ketapang kencana, mahoni dan beberapa jenis yang lainnya. Pohon-pohon ini semuanya berjenis tanaman keras. (*)

Rakernas SIWO PWI Hasilkan Keputusan Tentang Porwanas

February 18, 2024 by  
Filed under Olahraga Lain

JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat, menghasilkan beberapa keputusan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024 di Kalimatan Selatan (Kalsel).

“Hasil Rakernas SIWO hari ini kita bawa di Konfernas PWI Pusat, mulai dari Cabor yang usulkan, nomor cabor hingga persyaratan peserta atau atlet Porwanas,” ungkap Ketua SIWO PWI Pusat, Agus Susanto, usai pelaksanaan Rakernas SIWO di Candi Bentar, Putri Duyung Cottage Ancol, Jakarta Utara, Minggu (18/2/2024).

Untuk diketahui, dalam Rakernas SIWO PWI Pusat tersebut menghasilkan beberapa persyaratan untuk mengikuti Porwanas Kalsel 2024 antara lain peserta Porwanas Kalsel 2024 adalah wartawan yang tergabung dalam organisasi PWI, berstatus sebagai anggota biasa atau kartu biru yang masih berlaku dan telah memiliki sertifikat UKW.

Selain itu, atlet yang pernah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tidak diperbolehkan mengikuti Porwanas. Peserta juga diperbolehkan bertanding maksimal dua cabang olahraga.

Pada Porwanas bulan Agustus mendatang di Banjarmasin akan dipertandingkan juga cabang olahraga domino. Selain itu ada pertambahan lomba seperti repotase radio dan reportase televisi.

Pada cabang olahraga atletik, peserta Rakernas juga menyetujui penambahan nomor tanding 4×100 meter estafet campuran. Pada nomor ini nantinya akan bertanding dua atlet putra dan 2 atlet putri dengan jumlah minimal umur 125 tahun. (*)

Pecinta R15 Connected Makin Gemar Touring Berkat Keunggulan Generasi Terbaru R Series

February 18, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

Daya tarik R15 Connected terus memikat bikers Indonesia yang menyukai motor sport fairing. Terlebih lagi jika merupakan pecinta motor Yamaha, memiliki R15 Connected adalah impian yang harus diwujudkan. Seperti yang dilakukan oleh konsumen di Manado yang merealisasikan keinginan menggunakan R15 Connected sebagai kendaraan pribadi sekaligus menyalurkan hobi.

Di ibukota Sulawesi Utara itu, motor generasi terbaru R Series kerap digunakan untuk menjalani hobi touring menikmati keindahan alam. Bikers R15 Connected suka menjelajahi area dekat pegunungan dan ke pantai. Menjadi sebuah tantangan untuk menaklukan sejumlah karakter jalur yang ditemui. Bersama R15 Connected, mudah melewati tantangan perjalanan sampai tiba di lokasi tujuan dengan pengalaman berkendara menyenangkan. Ini dialami oleh Tutu Febriantoro Pulingkareng, konsumen R15 Connected asal Manado.

“Saya tertarik banget dengan R15 sejak dulu, dan setelah punya budget akhirnya kesampean beli R15 Connected tipe standard. Suka karena tampilan gagah, manly banget dan mirip R7. Fitur lengkap dan memuaskan. Assist clutch membuat kopling lebih ringan dan slipper clutch membuat perpindahan gigi lebih halus. Handling dan pengendalian pun lebih maksimal dengan suspensi up side down. Berkendara dengan R15 Connected tidak ada kendala, biasanya saya pakai touring ke area gunung dan pantai melewati jalan tidak beraspal dengan tanah dan pasir, tikungan tajam, ketinggian, jalan tidak rata banyak lubang. Motor ini tangguh melibas jalur-jalur seperti itu,” ungkap Tutu Febriantoro Pulingkareng.

Ditambahkan pria yang akrab disapa Tutu itu, dia telah melakukan touring menggunakan R15 Connected menempuh jarak 75 km dan akan lebih jauh lagi berjarak 150 km. Pria berusia 30 tahun itu menyebutkan, R15 Connected telah menjadi partner berkendara terbaik baginya. Terlebih lagi dia mendapatkan pengalaman tak terlupakan yaitu mengikuti riding experience R15 Connected di sirkuit Mandalika pada Oktober tahun lalu. Ini semakin menambah kecintaannya terhadap Yamaha, sebelumnya dia pernah menggunakan Nmax dan Jupiter MX sebagai motor harian.

R15 Connected

Yamaha R15 Connected Series terdiri dari dua varian yaitu Yamaha R15M Connected-ABS dan Yamaha R15 Connected. Yamaha R15 Connected memiliki desain generasi terbaru R-Series dengan R-DNA, tampilan terbarunya terlihat dari M-Shaped Intake Duct yang merupakan saluran udara berbentuk M diadopsi dari gaya YZR-M1. Fitur-fitur canggih Yamaha All New R15 Connected diantaranya Traction Control System (TCS)* yang berfungsi mencegah ban belakang kehilangan traksi (selip) saat motor sedang berakselerasi di segala kondisi permukaan jalan.

Lalu terdapat Dual Channel Anti-lock Braking System (ABS)* yang membuat kontrol pengereman semakin optimal. Makin lengkap dengan teknologi Y-Connect yang dapat menghubungkan sepeda motor dengan smartphone pengendara melalui koneksi bluetooth, sehingga berkendara semakin mudah dan praktis.

Performa R15 Connected optimal berkat mesin berkapasitas 155cc SOHC, 4 katup dan berpendingin cairan. Mesin ini mempunyai daya maksimum 14,2 kW/10000 rpm dan torsi maksimum 14,7 Nm/8500 rpm, serta telah dilengkapi dengan Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata di setiap putaran mesin. Performanya pun disempurnakan dengan penyematan Quick Shifter* yang memudahkan pengendara melakukan perpindahan gigi ke atas, tanpa menarik tuas kopling.

*hanya terdapat pada R15M Connected-ABS

Siwo Pusat Gelar Seminar “Menjaga Tradisi Medali Emas Olimpiade”

February 18, 2024 by  
Filed under Olahraga Lain

JAKARTA – Olimpiade Paris 2024 yang sudah di depan mata memantik perhatian dari seluruh pihak, tak terkecuali Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Bersamaan dengan gelaran Rapat Kerja Nasional PWI Pusat 2024, Seksi Olahraga Wartawan Indonesia (SIWO) Pusat menggelar agenda diskusi olahraga. Agenda ini bertajuk “Seminar Olahraga Menjaga Tradisi Emas Olimpiade” dalam rangka Hari Pers Nasional 2024 bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang digelar di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (17/2/2024).

“Kami sebagai wartawan olahraga bertanggung jawab untuk menggelorakan bangsa. Menuju Olimpiade kita menggelorakan, kita beri berita baik, kita bicara mengenai harapan, apa yang kita bisa beri melalui olahraga,” kata Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun.

Agenda ini turut menghadirkan sejumlah petinggi dari organisasi olahraga Tanah Air, mulai dari Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora Yohan, Staf Ahli KONI Pusat Raja Parlindungan Pane, Komite Eksekutif NOC Indonesia (KOI) Wisnu Wardhana, Sekretaris Jenderal PP PBSI Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, dan Kepala Bidang Luar Negeri FPTI Hendricus Mutter.

“Seminar ini digelar dalam rangka mengawal tradisi emas Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Semoga seminar ini berjalan lancar dan bisa memberi hasil yang baik bagi perkembangan olahraga Indonesia,” kata Ketua SIWO PWI Pusat, Agus Susanto.

Berkaitan dengan Olimpiade, “Seminar Olahraga Menjaga Tradisi Emas Olimpiade” ini menghadirkan dua pembicara, yakni Fadil Imran selaku Sekjen PP PBSI dan Hendricus Mutter sebagai Kabid Luar Negeri FPTI.

Dalam paparannya, Fadil mengatakan PP PBSI saat ini tengah berusaha keras untuk membangkitkan prestasi bulutangkis Indonesia di tengah keterpurukan. Salah satu caranya dengan memaksimalkan peran teknologi melalui sport science.

“Inovasi teknologi berbasis sains dan optimalisasi teknologi data, teruji membawa prestasi bagi olahragawan dunia. Kuncinya adalah sport science, ini adalah sesuatu yg tak mungkin kita tak manfaatkan di Indonesia di samping manajemen olahraga yg baik,” ujar Fadil.

Jenderal Bintang Tiga ini mengatakan bahwa PBSI sangat serius menerapkan program ini sampai melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan sport science.

Bahkan, Fadil menyebut PBSI tak hanya sekadar fokus di bagian itu saja. Mereka juga menerapkan psikologi olahraga, fisioterapi, serta sangat memperhatikan kondisi nutrisi dan medis para atletnya.

Hal itu dilakukan lantaran jadwal turnamen BWF yang sangat padat. Apalagi, Indonesia saat ini juga harus memenuhi target poin yang dibutuhkan untuk bisa menembus Olimpiade Paris 2024.

“Sekarang kami betul-betul menghitung atlet mana saja yang akan ikut di Road to Olympics. Kayak Apriyani/Fadia, gak mungkin kami sertakan mereka di enam turnamen tersisa. Sebab itu ada prioritas, mungkin French Open dan All England,” ucap Fadil.

“Kalau Anthony Ginting dan Jonatan sudah aman. Oleh karena itu, perlakuan kepada Jojo dan Ginting akan berbeda dengan ganda. Peak performance mereka diharapkan akan tiba di Juni besok,” jelasnya.

Tentu, segala perhitungan yang sudah dilakukan PBSI diharapkan bisa mengantarkan mereka meneruskan tradisi medali emas yang sudah berjalan sejak 1992. Meski, Fadil tak bisa menjanjikan apakah bulutangkis bisa menyumbangkan medali emas pada Olimpiade 2024 mendatang.

“Jadi, soal berapa medali yang diperoleh, saya tak bisa memberikan secara kuantitatif. Tapi, sebagai Ketua Tim Ad Hoc yang dipercaya mengemban tugas agar tradisi emas tetap berjalan, saya akan berbuat semaksimal mungkin,” kata Fadil.

“Masih ada potensi di ganda putra, tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, sepanjang mindset tetap terjaga kita yakin ada peluang dari empat sektor itu,” tutur dia.

Maka itu, demi menjaga prestasi bulutangkis di masa depan, Fadil menekankan pentingnya pembinaan dengan cara Tailor Made Program. Tujuannya, agar para atlet mendapatkan treatment yang sesuai dengan dirinya masing-masing sehingga bisa mengeluarkan potensi maksimal.

Fadil juga menyatakan bahwa ke depannya pemilihan atlet pelatnas tak hanya dilihat dari hasil Seleknas atau Kejurnas saja melainkan juga dari hasil psikotes.

“Intinya, kami melakukan ikhtiar dengan maksimal melalui inovasi, pendekatan scientific, dan tailor made program. Semua dilakukan demi kejayaan Indonesia,” kata Fadil.

Berbeda dengan Fadil, Kabid Luar Negeri FPTI, Hendricus Mutter, berbicara dengan optimis bahwa panjat tebing bisa menyumbangkan medali emas pada Olimpiade Paris 2024.

Semua itu dilihat berdasarkan hasil dari sejumlah pertandingan yang telah dilalui di mana atlet Indonesia selalu mendapatkan hasil yang baik dan bahkan memecahkan rekor.

“Target kami meraih dua medali emas di Olimpiade Paris 2024. Untuk atlet kami sudah ada dua yang lolos, yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rahmad Adi Mulyono,” ujar Hendricus.

Ke depan masih ada pertandingan untuk seleksi nomor speed . Hendricus berharap bisa menambah lagi satu putra dan satu putri.

“Kesempatan itu masih terbuka dan semoga terwujud dalam pertandingan di Shanghai dan Budapest,” tambahnya.

Optimisme yang dituturkan Hendricus agaknya tak berlebihan. Sebab, Indonesia memang unggul di nomor speed.Sebuah keuntungan juga bagi Indonesia di mana panjat tebing nomor speed baru dipertandingkan di Olimpiade pada 2024 ini. Sehingga, Indonesia bisa mengandalkan cabang olahraga lain untuk membawa pulang medali emas di luar bulutangkis.

Meski begitu, Hendricus menyatakan FPTI tak melakukan persiapan khusus. Hanya ada sedikit perubahan model latihan lantaran ada beberapa gerakan baru yang sedang dilatih dan sudah berjalan sejak November 2023 lalu.

Mereka juga memanfaatkan sport science untuk mendapatkan hasil terbaik meski pemanfaatannya belum maksimal. Justru, FPTI lebih menekankan pada psikologi atlet untuk meredam emosi yang terlalu menggebu-gebu sebelum bertanding agar tak melakukan kesalahan yang berpotensi merugikan sang atlet tersebut.

Psikologi di sini untuk melatih agar lebih tenang dan tak terlalu menggebu-gebu karena sangat ingin menang. Dalam latihan sudah bagus tetapi dalam pertandingan terkadang ada beberapa hal yang di luar dugaan yang harus diminimalisir.

“Sedangkan, untuk pemanfaatan sport science khusus nomor speed di beberapa negara mereka sudah menghitung gerakannya. Jadi, gerakannya cuma boleh sekian dan itu difilm-kan dan harus dilakukan sama tanpa kepeleset dan perubahan. Jadi, gerakan speed itu sudah tertentu. Sport science kami gunakan terhadap gerakan dan harus diikuti gerakan yang benar dan efisien,” jelasnya.  (**)

Asah Bakat Siswa, Fazzio Youth Project Goes to School Sambangi SMAN 1 Samarinda

February 17, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA– Fazzio Youth Project (FYP) Goes to School garapan Yamaha Kaltim memang gak ada habisnya. Menyasar kalangan pelajar Tingkat SLTA sederajat, FYP sepertinya menjadi salah satu event yang dinanti-nantikan pelajar di Kota Tepian Samarinda ini.

Setelah sebelumnya menyambangi beberapa sekolah, kali ini FYP pun singgah ke sekolah paling favorit di Ibu Kota Kaltim, Samarinda. Ya, Fazzio Youth Project Goes to School kali ini mampir ke SMAN 1 Samarinda. Sambutan luar biasa pun ditunjukkan para siswa dengan digelarnya FYP yang digagas PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Main Dealer Yamaha Kaltim tersebut.

Ketua OSIS SMAN 1 Samarinda, Cristian Sergiustonglo mengaku dengan adanya event Fazzio Youth Project Goes to School tersebut sangat lah baik dan berdampak positif buat para siswa.

“Adanya FYP ini, acara ini sangat baik buat pelajar-pelajar terutama di Kota Samarinda, karena  bisa mengasah bakat kita, terus bermanfaat buat kita para pelajar yang memiliki bakat. Karena itu FYP ini disambu antusias yang cukup tinggi. Bisa dilihat tadi  siswa Smansa meski hari ini tidak ada pelajaran tapi antusiasnya cukup tinggi,” terang Cristian.

Disinggung mengenai keberadaan event FYP ini untuk kedepannya. Cristian mengaku hal ini harus terus dilakukan secara berkala.

“FYP ini menurut saya harus dilanjutkan secara konsisten jangan sampai berhenti, sepeti yang saya bialng tadi, ini sangat bermanfaat buat kita,” ungkapnya.

Cristian mencontohkan, dari lomba got talent terutama rangking 1 bisa bermanfaat karena bisa mengasah kemapuan siswa.  “Buat yang lolos ke grandfinal dari SMAN 1 tetap semangat lakukan yang terbaik pasti hasilnya maksimal,” tegas Cristian.

Sambutan positif dengan digelarnya Fazzio Youth Project Goes to School ini pun datang dari orang nomor satu di SMAN 1 Samarinda. Ya, kepala SMAN 1 Samarinda I Putu Subrata S.Pd M.Si, menilai FYP ini merupakan kegiatan di luar jam Pelajaran yang bermanfaat.

“Kami sih di dalam sistem pembelajaran itu tidak selalu akademi, jadi yang kita pelajari adalah akademi, etika, kemudian hubungan sosial dengan Masyarakat. Jadi siswa itu juga supaya interaksinya juga dengan masyarakat umum itu bagus. Maka FYP ini kami gunakan waktunya supaya pas momennya. (FYP) Bagus aja,” terang I Putu Subrata.

Dia melanjutkan, adanya FYP di Smansa disambut antusias para siswa. Karena kegiatan ini sebelumnya sudah dikoordinasikan sehingga dapat berjalan baik.

“Kalo siswa kami antusias aja, karena kami bahasa kasarnya apa pun kegiatan yang ada di Smansa itu kami sudah koordinasikan jauh-jauh hari sebelumnya. Jadi anak-anak itu ikutin dengan baik semua event itu supaya pembelajaran itu tidak monoton. Dan kalau sudah begini seolah-olah stresnya juga ilang jadi belajar di lapangan,” ungkapnya.

Mengingat pada prinsipnya FYP ini sudah memberikan wawasan positif kepada siswa, jadi diharapkan dapat terus berlanjut dengan lebih baik lagi kedepannya.

“Karena sudah memberi wawasan positif, kenapa kita halangin, harus kita kembangkan, cuma kami bermohon agar lebih variatif, misalnya tahun ini seperti ini tahun depan kaya apa lagi dirancang. Kemudian yang berikutnya, di mana kelemahan tahun kemarin supaya tahun kedepannya jauh lebih bagus. Pokoknya sistemnya mengembangkan ilmu karena zaman semakin berubah,” jelasnya.

Bagaimana pun kata I Putu Subrata, siswa itu harus membawa nama baik sekolah, demikian pula ke masyarakat, bagaimana masyarakat itu dengan sekolah menyatu, harus ada sinergi

“Kami harap kepada anak anak kami junjunglah nama SMAN 1 itu supaya selalu nomor satu, itulah harapan kami,” tutupnya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb