Kapolres Kutai Barat Kunjungi Polsek Bentian Besar, Muara Lawa dan Damai

February 10, 2024 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Kapolres Kutai Barat AKBP Kade Budiyarta  didampingi Ketua Bhayangkari cabang Kutai Barat Ny. Rina Kade Budiyarta, Wakapolres Kompol Ahmad Abdullah dan Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Barat Ny. Debby Ahmad, para PJU Polres Kubar, Pengurus  Cabang Bhayangkari Kubar melakukan kunjungan kerja ke Polsek Bentian Besar dan Polsek Muara Lawa Kabupaten Kutai Barat, Kamis (8/2/2024).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabagops Kompol E Teguh Budi S, Kabag SDM AKP Eko Adryanto, Kabag Log AKP Andreas T Paladang, Kasat Lantas AKP Budi Witikto, Kasat Reskrim AKP Asriadi, Kasat Resnarko AKP Wawan Gunawan, Kasat Samapta AKP Costa Siahaan, Kasat Binmas IPTU Sunarto, Kasat Intelkam IPTU Didik K, Kasat Polairud IPTU Decky Sasiang, Kasi Propam IPTU Tobing

Kapolres Kutai Barat dan Rombongan tiba di Mapolsek Bentian Besar sekira pukul 10.15 wita, disambut langsung oleh Kapolsek Bentian Besar AKP Irianto, SH dan Personel Polsek Bentian Besar. Kunjungan kerja dilanjutkan tatap muka dengan masyarakat Bentian Besar, dan dilanjutkan arahan kepada Personel Polsek Bentian Besar. Kemudian pemberian Bantuan Sosial berupa sembako kepada warga masyarakat Kecamatan Bentian Besar yang kurang mampu terkait dan personel Polsek. Pada kesempatan ini juga Kapolres Kubar memberikan arahan kepada personel Polsek Bentian Besar.

Selesai dari Kunker di Polsek Bentian Besar melanjutkan kembali Kunker ke Polsek Muara Lawa, dan sekitar pukul 13.15 Rombongan Kapolres Kubar tiba di Polsek Muara Lawa di sambut Kapolsek Muara Lawa Ipda Rinto Simanjuntak, Waka Polsek Ipda Arwan Widodo dan personel Polsek, selanjutnya Kapolres Kubar didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kubar Ny. Rina Kade Budiyarta  memberikan Bansos berupa sembako kepada orang tua anak penyandang Stunting dan personel Polsek Muara Lawa, dilanjutkan arahan Kapolres kepada Personel Polsek Muara Lawa penekanan kepada anggota Polsek dan agar bisa menjadi sosok Polri yang di cintai masyarakat.

Pada pukul 15.30 wita Sekitar Kapolres Kubar dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Polsek Damai, setelah tiba di Polsek Damai, Kapolres Kubar beserta Rombongan langsung memberikan Bantuan Sosial berupa sembako kepada warga masyarakat yang kurang mampu, selesai Kapolres Kubar memberi kan Arahan dan penekanan kepada personel Polsek Damai terkait dengan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.

Setelah kegiatan tatap muka Kapolres Kubar memberikan bantuan kepada salah satu anggota Polsek Damai Briptu Marisa yang mengalami sakit kangker otak pasca operasi dan penyembuhan.

” Tetap semangat ,” ucap Kapolres Kubar dalam memberikan dukungan kepada anggotanya. (arf)

Kaseh Selamat Sultan

February 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SULTAN Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan Adji Mohammad Arifin merayakan ulang tahun ke-73, Jumat (9/2) kemarin. Acara yang diberi nama “Kaseh Selamat Sultan Kutai XXI” itu, berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai, yang satu kompleks dengan Museum Mulawarman, Tenggarong.

Museum Mulawarman dulunya Istana Sultan. Dibangun pada tahun 1936 dan diresmikan sebagai Museum Kutai oleh Gubernur A Wahab Sjahranie pada tanggal 25 November 1971. Lima tahun kemudian pengelolaannya diserahkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan nama baru Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur “Mulawarman.”

Keluarga dan saudara Sultan Adji Mohammad Arifin.

Mulawarman atau lengkapnya Sri Mulavarman Nala Dewa adalah raja Kutai Martapura, Kerajaan Hindu pertama dan tertua di Indonesia, yang memerintah pada abad ke-4 Masehi di wilayah yang saat ini bernama Kutai Kartanegara (Kukar). Nama Mulawarman tercantum di prasasti Yupa.

Syukur saya bisa hadir di acara yang sakral itu. Saya datang bersama H Syahbudin Noor A, bubuhan Kutai yang akrab dengan Sultan. Kebetulan Syahbudin jadi Caleg Nasdem untuk DPRD Kaltim dapil Kukar dengan nomor urut 7. Sama dengan nomor urut saya di Caleg DPR RI dengan partai yang sama. Ada juga Dr Meiliana, mantan Plt Sekprov Kaltim, Hj Encik Widyani dan Awang Dharma Bakti (ADB).

Para pejabat Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) sebagian hadir. Terutama Bupati Edi Damansyah, Ketua DPRD Abdul Rasid dan anggota Forkopimda lainnya. Sekda Bontang  Aji Erlynawati yang juga kerabat Kutai datang. Tak kalah Istimewanya dengan kehadiran Pj Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik serta mantan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, yang sekarang menjadi staf khusus Kasad.

Tanah kelahiran Sultan Adji Mohammad Arifin tidak di “wadah etam.” Ia dilahirkan di kota Wassenaar, Provinsi Zuid-Holanda, Belanda, 9 Februari 1951 ketika orang tuanya Aji Muhammad Salehuddin dan Ratu Permaisuri Aji Ratu Aida berada di sana. Usianya sekarang memasuki 73 tahun.

“Alhamdulillah Yang Mulia sangat sehat dan kita doakan terus sehat. Dalam usianya sekarang masih aktif main bulu tangkis,” kata Bupati Edi Damansyah.

Sultan Adji Mohammad Arifin menjadi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, yang dinobatkan pada 15 Desember 2018 menyusul mangkatnya sang ayah, Sultan Adji Muhammad Salehuddin II.

Saya cukup kenal dengan Sultan. Pernah kuliah sekampus di Universitas Mulawarman. “Bila kita reunian,” kata Sultan ketika saya salami. Ketika berfoto bersama, saya “dialakan” songkok khas Kutai yang ada di ruang kerja Sultan.

Prosesi Kaseh Selamat Sultan XXI ditandai dengan pembacaan doa dan pemotongan tumpeng. Sultan sempat disuapi permaisuri, Hj Sulastri AZ, yang bergelar Adji Raden Puspa Kencana.

Acara HUT Sultan juga dirangkai dengan peresmian Gedung Kesenian Cahaya Kedaton dan penetapan wilayah budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang ditandai penandatanganan prasasti oleh Sultan bersama Bupati Kutai Edi Damansyah.

Wajah Sultan tampak semringah karena gedung kesenian itu sangat penting untuk menjaga, mengembangkan dan menampilkan seni budaya keraton yang bernilai tinggi. Apalagi sudah ditetapkan sebagai wilayah budaya. “Terima kasih Pak Bupati atas perhatian dan dukungannya,” ujarnya.

Undangan yang menghadiri Kaseh Selamat Sultan disuguhi Tarian Topeng, yang dibawakan seorang penari wanita yang sangat halus gerakannya. Di depannya ada dupa yang mengharumkan ruangan sekaligus menambah kesan magis dari tarian tersebut. Ada yang bilang si penari membawakannya dalam kondisi  kesurupan.

Kesultanan Kutai terkenal dengan Tari Topeng Kemindu, yang dipentaskan saat acara besar seperti penobatan Sultan, Kaseh Selamat Sultan, perkawinan adat dan upacara Erau. Pada tahun 2020, Tari Topeng Kemindu bersama Datun Ngentau dari Kaltim ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tariannya mirip tarian topeng Jawa. Tapi sangat unik dan khas,” kata General Manager Hotel Novotel Balikpapan, Sigit Budiarso, yang juga hadir. Sigit baru saja bertugas di Kaltim dan dia kaget melihat seni budaya Kaltim khususnya Kutai yang sangat menarik dan bisa menjadi daya pikat wisatawan luar yang datang.

Saya mengusulkan kepada Sigit sekali-kali ditampilkan di Novotel sekalian dengan menu kulinernya. Kutai terkenal dengan nasi bekepornya, sambal raja, sayur asam kutai dan Gence Ruan, yang berbahan baku ikan gabus alias ikan haruan.

Ketika tiba di Tenggarong, saya dan Syahbudin sempat sarapan “jaja” Kutai di kawasan Jl Imam Bonjol. Ada pundut nasi dan nasi kebule. Saya lihat ada anak-anak membeli ilat sapi dan untuk-untuk.

IKUT MENJAGA IKN

Meski agak terlambat datang, Pj Gubernur Akmal Malik cukup lama bersilaturahmi dengan Sultan Adji Mohammad Arifin. Dia dijamu makan oleh Sultan. Saya lihat di meja makan ada udang goreng. Itu udang galah dari Sungai Mahakam, yang terkenal lezatnya.

Sayang udang galah itu tak banyak lagi karena kondisi Mahakam yang sudah tercemar. Di waktu kecil saya ingat ada fenomena air bangai di Sungai Mahakam yang memiliki panjang 980 km. Ikan dan udang galah mabuk dan bermunculan di tepi sungai. Saya dan teman-teman asyik menangguknya.

Akmal Malik menyampaikan hormat dan kebahagiaannya atas usia Sultan yang penuh berkah. “Atas nama Pemerintah bersama seluruh rakyat Kaltim ikut berbahagia dan berdoa untuk kebaikan Sultan Kutai Kartanegara,” ucapnya.

Keluarga Sultan rata-rata berumur panjang. Ayah Sultan, raja sebelumnya, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II berusia 94 tahun. Saya bertemu keluarga Sultan waktu tinggal di Jalan Banjar Samarinda, Aji Dino sekarang sudah berusia 76 tahun. Masih segar dan cantik. “Cucuku sudah 20-an lebih,” katanya bercerita.

Berkaitan dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian berada di wilayah Kukar, Pj Gubernur juga meminta dukungan dari Sultan Kutai. “Alhamdulillah saya tadi sudah mendapat atensi dan harapan dari Sultan untuk terus menjaga IKN,” katanya kepada wartawan.

Dirjen Otonomi Daerah ini juga menegaskan bahwa Pemprov Kaltim sangat berkomitmen dalam menjaga serta ikut melestarikan budaya daerah terutama Kesultanan Kutai dan kesultanan lainnya di Kaltim sebagai karakteristik, kultur dan adat serta kearifan masyarakat lokal. Sekaligus sebagai potensi yang bisa dikembangkan sebagai industri pariwisata.

Meski baru beberapa bulan bertugas di Kaltim, Akmal memperlihatkan perhatiannya yang serius terhadap pengembangan industri kepariwisataan sebagai alternatif yang sangat potensial agar Kaltim tidak terus menerus bergantung dengan pemanfaatan sumber daya alam yang pada waktunya akan habis seperti kayu, migas dan batu bara.

Sebelum “mulang” dari Tenggarong, tadinya saya ingin makan durian melak, yang terkenal cita rasanya. Ternyata sudah “mandi ada.” Yang banyak dijual di Tenggarong buah lai, mirip durian tapi berwarna kuning atau oranye. Itu buah eksotis dari Kalimantan atau Kutai. Makanya nama latinnya adalah Durio kutejensis. Durian dari Kutai. Mat ultah Yang Mulia Sultan Adji Mohammad Arifin.(*)

Pj. Bupati Penajam Paser Utara Berharap Daerahnya Ikuti Kemajuan Balikpapan

February 10, 2024 by  
Filed under PPU

PENAJAM – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun berharap daerahnya bisa mengikuti kemajuan Kota Balikpapan. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri pelaksanaan upacara peringatan hari jadi ke-127 Kota Balikpapan Tahun 2024, di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu, (10/2/2024) pagi.

Makmur Marbun menilai, pada usia yang ke 127 tahun Pemkot Balikpapan merupakan kota yang sangat matang dengan segudang prestasi dan  kemajuan yang yang telah dicapai. Balikpapan merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Bahkan dapat dikatakan Balikpapan adalah sebagai Indonesia mini. Karena menurutnya, ada beragam suku, adat istiadat dan budaya di wilayah itu.

Berbagai suku yang datang ke Balikpapan dengan tujuan membangun sesuai dengan porsinya masing-masing. Karenanya, jika Penajam Paser Utara itu ingin maju, maka harus membuka diri untuk siapapun yang ingin membangun daerah nya.

Menurut Makmur Marbun,  faktor tersebut yang mendukung dan menjadikan Balikpapan lebih kuat. Beragamnya suku, adat istiadat, budaya di dalamnya yang bersama-sama membangun Kota Balikpapan.

“Kita tidak boleh berfikir sempit dan bisa membuka diri untuk sebuah kemajuan di daerah. Harapanya kabupaten PPU bisa seperti itu mencontoh kemajuan yang ada di Balikpapan,” kata Makmur Marbun.

Dalam kesempatan ini orang nomor satu di lingkungan pemkab PPU ini juga menyampaikan apresiasi dan dan dukungannya terhadap capaian diberbagai sektor pembangunan di kota Balikpapan tersebut hingga saat ini.

“Selamat Hari jadi ke 127 Kota Balikpapan. Semoga capaian diberbagai sektor pembangunan ini dapat lebih baik lagi, masyarakatnya selalu damai, rukun dan saling bantu membantu untuk membangun kota Balikpapan,” tutupnya.

Dalam rangkaian pelaksanaan upacara ini, Walikota Rahmad Mas’ud turut memberikan panji keberhasilan pembangunan kota Balikpapan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Balikpapan.

Dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Rahmad Mas’ud untuk menyampaikan makna dari tema HUT ke-127 ialah Balikpapan kondusif, sinergi dan berkelanjutan. Adapun kegiatan akhir dalam rangkaian upacara HUT ke-127 ini terdapat persembangan tarian massal oleh penari gabungan Sanggar Tari dan Sekolah se-kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Upacara ini dipimpin Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. Turut hadir dalam upacara ini Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud, anggota DPR RI Rudy Mas’ud, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, serta seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan., seluruh ketua RT, lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Balikpapan, dan para tamu undangan lainnya.  (HumasPPU)

PWI Kaltim Gelar Silaturahmi HUT Ke-78 PWI dan HPN 2024

February 9, 2024 by  
Filed under Berita

Pemotongan Tumpeng oleh Plt Ketua PWI Kaltim Ahmad Shahab

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim menggelar kegiatan silaturahmi dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-78 PWI dan Hari Pers Nasional (HPN) 2024, yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 9 Februari, di Kantor PWI Kaltim Jalan Biola Samarinda, Jumat (9/2/2024).

Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985 tertanggal 23 Januari 1985, pers Indonesia mempunyai sejarah dan peranan yang penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila; bahwa tanggal 9 Februari merupakan peristiwa bersejarah bagi pers nasional Indonesia karena pada tanggal tersebut di tahun 1946 terbentuk organisasi Persatuan Wartawan Indonesia yang merupakan pendukung dan kekuatan pers nasional.

Maka dalam rangka terus mengembangkan kehidupan pers nasional Indonesia sebagai pers yang bebas dan bertanggung jawab berdasarkan Pancasila, maka tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

Silaturahmi HUT PWI tahun 2024 ini, terasa berbeda dengan kegiatan yang biasa dilakukan elemen masyarakat umumnya. PWI Kaltim memberikan kesempatan kepada elemen pemerintah daerah dan wartawan untuk memberikan saran masukan dan otokritik kepada perkembangan dunia pers di Benua Etam.

Plt Ketua PWI Kaltim Ahmad Shahab dalam sambutannya menyampaikan, PWI Kaltim pada HUT Ke-78 PWI dan HPN 2024 ini, menggelar silaturahmi dan syukuran atas upaya yang telah dilakukan insan pers di Kaltim, dalam upaya menegakkan demokrasi kebebasan pers dan mencerdaskan kehidupan bangsa termasuk meningkatkan kompetensi wartawan.

“Selama ini PWI Kaltim fokus pada pelaksanaan uji kompetensi wartawan, hasilnya 90 persen wartawan anggota PWI sudah lulus uji kompetensi, baik muda, madya maupun utama,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada mitra kerja PWI baik pemerintah daerah maupun corporate yang selama ini telah mendukung kegiatan PWI seperti menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan yang terakhir bulan Desember 2023 lalu adalah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim.

HM Faisal – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kaltim yang turut hadir menyampaikan rasa bangga dan apresiasi pada wartawan di Kaltim yang telah turut serta mempertahankan Indek Kebebasan Pers sehingga menempatkan Kaltim peringkat 1 provinsi se-Indonesia.

“Mari kita jaga iklim pers yang telah kondusif antara masyarakat, media dan pemerintah yang telah terjadi selama ini, semoga kita bisa mempertahankan Indek Kebebasan Pers pada tahun 2024 ini, Selamat HUT PWI dan HPN 2024,” ucapnya.

Kadiskominfo kaltim HM Faisal

Selain itu, Faisal juga menyampaikan terkait kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, yang akan menerapkan aturan media massa yang akan bekerjasama dengan Pemprov dengan kewajiban pimpinan redaksi harus bersertifikasi Utama Dewan Pers dan telah beroperasi minimal 2 tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim  Agus Hari Kusuma mengungkap, banyak menemukan wartawan yang mewawancarai dirinya tidak punya pengetahuan yang cukup tentang Tupoksi dan Struktur Organisasi Dispora. Kemudian pemahaman tentang keolahragaan dan kepemudaan juga dangkal.

“Perlu ditingkatan pengetahuan SDM wartawan melalui bimbingan teknis. Dispora siap menyelenggarakan hal demikian. Kita ingin kualitas berita tentang pembangunan kepemudaan dan olah raga makin berkualitas,” ujarnya.

Ia pun mengaku akan lebih nyaman diwawancarai wartawan yang sudah punya pengetahuan memadai tentang keolahragaan dan kepemudaan.

Kadispora Kaltim Agus Hari Kusuma

Hal senada turut disampaikan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim HM Syafranuddin yang mengkritik wartawan yang tidak mengindahkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku.

“Wartawan yang muda-muda saat ini kadang melupakan bahkan tidak memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku, saya pikir tugas PWI dan kita bersama untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan pengetahuan wartawan,” kata Ivan sapaan akrab mantan wartawan Suara Kaltim ini.

Mendapat dikritik dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Agus Hari Kesuma, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Intoniswan membenarkan pengetahuan wartawan yang bertugas di lapangan memang perlu ditingkatkan.

“Apa yang disampaikan Pak Agus itu benar, dan perlu mendapat perhatian perusahaan pers maupun organisasi PWI Kaltim,” kata Intoniswan.

Menurut Intoniswan, apa yang disampaikan Kadispora Kaltim adalah fakta, bukan mengada-ada dan itu juga dirasakan wartawan senior.

“Tanggung jawab meningkatkan pengetahuan wartawan sebetulnya ada di masing-masing perusahaan pers, tapi itu juga bisa dibantu PWI Kaltim bekerjasama dengan OPD di lingkup Pemprov Kaltim,” katanya.

Selama ini PWI Kaltim fokus pada pelaksanaan uji kompetensi wartawan, hasilnya 90 persen wartawan anggota PWI sudah lulus uji kompetensi, baik muda, madya maupun utama. Tapi itu tidak cukup, meningkatkan pengetahuan wartawan harus dilakukan terus menerus.

Diterangkan pula, PWI akan didorongnya untuk bekerjasama dengan OPD dalam meningkatkan pengetahuan umum, teknis, dan tentang regulasi wartawan agar punya pengetahuan memadai tentang Tupoksi masing-masing OPD dan pembangunan yang sudah dilaksanakan OPD-OPD, sehingga pembaca dapat sajian berta yang lebih berkualitas dan lengkap.

“Peningkatan pengetahuan wartawan harus jadi prioritas masing-masing perusahaan pers dan PWI Kaltim,” pungkasnya. (hel)

 

Wakil Bupati Kutai Kartanegara Serahkan Bibit Udang dan Bandeng

February 9, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menyerahkan bantuan sektor Kelautan Serta Perikanan kepada Kelompok Nelayan Muara Badak, Rabu (7/2/23)

Bantuan tersebut berupa bibit udang windu sebanyak 500 ribu ekor, bibit Ikan bandeng sebanyak 500 ribu ekor, safonen sebanyak 1 Ton dan 1 buah perahu.

Dalam arahannya Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, bantuan perikanan merupakan Komitmen Edi -Rendi melalui Program Dedikasi Kukar Idaman khususnya Dukungan Penyediaan Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap dan Budidaya bagi kelompok perikanan dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitasnya bagi 25 ribu Nelayan dan Pembudidaya Perikanan Produktif di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia berharap dengan adanya fasilitasi ini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan bagi nelayan/petambak dan keluarganya.

Untuk bidang Kelautan dan Perikanan secara eksplisit sudah tercantum jelas terkait dengan Fasilitasi sarana dan prasarana 25.000 Nelayan dan Pembudidaya Perikanan Produktif dalam upaya peningkatan produksi dan akses pemasaran dan 4 program unggulan melalui program nelayanku hebat yang  merupakan program peningkatan kapasitas 6 ribu nelayan wilayah pesisir agar mampu mengakses wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 713 dengan pendekatan kelembagaan (Kelompok) dan berbasis kawasan.

Program Ikanku Lestari yang merupakan program Untuk menjaga dan mempertahankan stok sumber daya ikan diperairan umum dengan maksud mempertahankan keberlanjutan usaha perikanan tangkap bagi 9 ribu nelayan di perairan umum.

Program Mandiri Benih yang merupakan program untuk meningkatkan kapasitas produksi benih unggul agar mampu memenuhi kebutuhan benih unggul bagi 6.500 pembudidaya ikan air tawar dan 3 ribu pembudidaya ikan air payau di Kabupaten Kutai Kartanegara baik di perairan umum maupun di perairan payau dengan basis pengembangan UPR dan HSRT.

Terakhir Program Rumput Laut yang merupakan program untuk peningkatan kapasitas produksi rumput laut melalui Intensifikasi 200 pembudidaya dan penumbuhan 800 pembudidaya baru dalam rangka menopang keberlanjutan industri rumput laut.

Selain itu, saat ini juga telah dibangun pabrik pengolahan rumput laut oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Kartanegara dan harapannya rumput laut yang dihasilkan di wilayah Muara Badak dan wilayah lainnya dapat ditampung dan diolah sehingga dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi pembudidaya rumput laut dan Ini menjadi bagian dari salah satu Program Dedikasi Kukar Idaman yaitu program hilirisasi produk pertanian dalam arti luas. (kk08)

« Previous PageNext Page »

  • vb