Intip Perubahan di Sektor Dapur Pacu LEXi LX 155 yang Mampu Tingkatkan Performa Berkendara

February 9, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

Bandung – Perubahan di sektor dapur pacu menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki oleh LEXi LX 155 series dalam mendukung kebutuhan berkendara para penggunanya. Pasalnya pada generasi sebelumnya, LEXi hanya mengusung mesin berkubikasi 125cc, dan kini telah ditingkatkan dengan pengaplikasian mesin Blue Core berkapasitas 155cc.

Menjadi lebih menarik lagi, mesin Blue Core 155cc yang dimiliki LEXi LX saat ini merupakan generasi teranyar yang memang banyak mendapat sentuhan peningkatan, sehingga mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 11,3 kW / 8.000 rpm serta torsi maksimum sebesar 14,2 Nm / 6.500 rpm.

Pada event MAXi Flash Trip yang digelar oleh Yamaha pada 3 – 7 Februari 2024 di kota Bandung, awak media yang hadir diberi kesempatan untuk menelisik lebih jauh tentang mesin generasi terbaru itu. Tidak hanya sebatas melalui pemaparan materi, namun juga ada unit praga mesin yang telah dibongkar untuk dilihat secara langsung perubahan apa saja yang ada di dalamnya.

“Seperti yang telah disampaikan pada saat peluncuran produk di awal tahun, mesin yang dipakai LEXi LX 155 adalah mesin Blue Core 155cc generasi terbaru yang mendapat rombakan pada design camshaft, piston, head, jalur oli dan beberapa bagian lainnya. Efek dari improvement ini adalah meningkatnya efisiensi mekanis yang membuat mesin motor menjadi minim gesekan dan vibrasi, sehingga akselerasi serta performanya menjadi lebih baik,” terang Ferry Nurul Fajar, dari bagian Service Education, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. saat memberikan penjelasan pada aktivitas Media Technical Workshop (3/2).

Lantas sentuhan perubahan apa saja yang terdapat pada mesin sehingga mampu mengoptimalkan performa berkendaranya, simak penjelasannya di bawah ini.

  1. Body Cylinder & Forged

Peningkatan kubikasi mesin pada LEXi LX 155 tentunya membuat Body Cylinder dan Forged Piston menjadi berubah, khususnya pada ukuran diameter yang kini lebih besar, yaitu 58 x 58,7 (bore x stroke). Dinding Cylinder pun juga turut dibuat sehalus mungkin untuk meminimalisir gesekan dan megurangi “oil loss”.

  1. Head Cylinder & Valve

Tidak hanya pada Body Cylinder & Forged Piston saja, perubahan jeroan mesin juga turut menyasar area Head Cylinder yang kini mampu menghasilkan kompresi rasio lebih besar, menjadi 11,6 dari sebelumnya hanya 11,2. Peningkatan ini datang dari ukuran dome capacity yang dibuat menjadi lebih kompak. Selain itu, perubahan Design Head cylinder juga dibarengi dengan perubahan dimensi desain pada diameter kepala Valve yang menajdi lebih besar.

  1. Crankshaft & Rotor Assy

Mesin LEXi LX 155 memiliki ukuran Crankshaft yang lebih pendek dari LEXi yang sebelumnya, yaitu 277,8 mm berbanding 283,8 mm serta dimensi dan berat Rotor Assy yang lebih ringan, yaitu 1.130 gr berbanding 1.250 gr. Dengan adanya efisiensi dari sisi ukuran dan berat pada komponen-komponen tersebut, maka berimbas pada akselerasi motor yang menjadi lebih baik.

  1. Camshaft

Bagian Camshaft pada mesin LEXi LX 155 juga turut mendapat sentuhan pembaruan. Jika sebelumnya pin dowel yang berfungsi sebagai dudukan sprocket cam chain dibuat terpisah, kini menjadi satu kesatuan (build in) dengan Camshaft. Efeknya menjadi lebih rigid sehingga lebih minim gesekan.

  1. Hydraulic Tensioner

Salah satu perubahan yang paling signifikan pada mesin Blue Core generasi terbaru yang dipakai oleh LEXi LX 155 ada pada bagian tensioner-nya. Jika pada mesin generasi sebelumnya gate stopper (bantalan untuk menekan rantai keteng) hanya ditekan oleh per dan tuas, kali ini proses penekanan dilakukan degan mengkombinasikan per dan juga oli, atau disebut dengan istilah Hydraulic Tensioner. Penggunaan Hydraulic Tensioner, membuat kinerja mesin menjadi lebih minim vibrasi dan suara lebih halus.

  1. Jalur Oli Baru

Perubahan signifikan yang terakhir adalah jalur oli baru. Pada mesin Blue Core generasi sebelumnya, jalur oli hanya untuk menyuplai pelumasan di bagian Cylinder Head dan Cylinder Body, namun kini ditambah ke bagian Hydraulic Tensioner. Dengan adanya jalur oli baru ini, maka desain Crankcase menjadi berbeda dengan mesin Blue Core 155cc lainnya.

Selamat HUT Balikpapan

February 9, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BESOK, Sabtu (10/2)  Kota Balikpapan merayakan hari jadinya ke-127. Upacaranya tidak lagi di Lapangan Merdeka milik Pertamina. Tapi di halaman BSCC Dome, yang sekarang ini sudah diubah multifungsi. Tidak saja halaman parkir, tapi bisa jadi tempat upacara dan kegiatan lainnya. Di situ sudah dipasang tiang bendera seperti di halaman Istana Merdeka.

Penataan taman di depan Gedung Parkir.

Hanya saja karena halaman parkirnya dijadikan tempat upacara, maka parkir kendaraan mau tak mau melebar ke mana-mana. Panitia menyiapkan 25 tempat parkir alternatif, di antaranya di halaman parkir sekretariat KNPI, di kantor-kantor dinas sepanjang Jl Ruhui Rahayu, Taman Tiga Generasi sampai Gedung Kesenian. Lumayan jalan kakinya menuju Dome.

Persiapan upacara sudah dilakukan. Sekeliling parkir Dome dipasangi tenda merah putih. Ada panggung utama yang akan diduduki Wali Kota bersama Forkopimda dan istri. Acara akan dimulakan  pukul 07.30 pagi. Acara juga diwarnai dengan tari kolosal.

Penetapan hari jadi kota ini berdasarkan pada peristiwa pengeboran pertama sumur minyak Mathilda oleh perusahaan minyak asal Belanda, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Tepatnya 10 Februari 1897. Kita semua belum lahir.

Ketua panitia HUT tahun ini adalah Sudirman Djayaleksana, yang juga Kadis Lingkungan Hidup (DLH). Dia sudah menyebarkan undangan berwarna kuning dengan foto utama Wali Kota Rahmad Mas’ud bersama pendampingnya Hj Nurlena. Selama belum ada wakil wali kota, maka pajangan foto wali kota selalu bersama sang istri. Jarang dengan Ketua DPRD Abdulloh. Padahal dalam UU, Pemda itu terdiri atas kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dibantu oleh Perangkat Daerah.

Tema HUT ke-127 adalah “Balikpapan Kondusif, Sinergi, dan Berkelanjutan.” Sepertinya agak berubah sedikit. Wali Kota  dalam ekspose akhir tahun menyebut temanya: “Balikpapan Kondusif Menuju Pembangunan Inklusif dan Progresif.”

Dia waktu itu menjelaskan, kondusif bermakna kota Balikpapan yang memiliki suasana tenang dan mendukung terlaksananya semua aktivitas masyarakat. Inklusif bermakna keterlibatan seluruh kelompok masyarakat dalam proses pembangunan. Sedang progresif bermakna melakukan suatu perubahan yang lebih baik menuju pada kemajuan.

Sebelum puncak peringatan, DPRD Balikpapan lebih dulu menggelar Rapat Paripurna Memperingati Hari Jadi, Kamis (8/2) kemarin. Tempatnya cukup istimewa di Ballroom Hotel Tjokro. Tidak di Novotel, hotel milik Pemkot yang dikerjasamakan dengan swasta. Ada pidato wali kota dan pemberian penghargaan kepada warga berprestasi atau berjasa. Juga kepada beberapa perusahaan.

Selain itu ada MoU pengambilan air baku Sungai Mahakam antara Balikpapan, PPU, Kukar dan Samarinda. Peresmian KTP Elektronik di semua kantor kecamatan, peresmian revitalisasi Pasar Klandasan, Puskesmas Karang Rejo dan Kantor Lurah Damai.

Pemberian penghargaan di Rapat Paripurna DPRD Balikpapan

Balikpapan masih terus menjadi juara pembangunan. Dalam HUT ke-67 Provinsi Kaltim, 9 Januari 2024, kota ini meraih panji keberhasilan pembangunan terbanyak yaitu 17 panji. Pada tahun 2022, Balikpapan juga masih mempertahankan Piala Adipura Kencana sebagai Kota Bersih. Tapi Balikpapan disalip Samarinda dalam hal kota layak huni. Hasil laporan Ikatan Ahli Perencana (IAP) tentang Most Livable City Index 2022, Balikpapan terlempar dari  kelompok 10 besar. Justru Samarinda dan Banjarmasin yang masuk.

Saya lihat di sampul utama undangan HUT, dipajang foto hitam putih mulai Balai Kota, Gedung Kesenian, Kilang Pertamina sampai Stadion Persiba. Sayang di stadion yang megah itu, tidak semegah prestasi yang dicapai Persiba. Tim Beruang Madu sekarang jatuh ke kasta paling rendah, Liga 3. Merana dan kurang perhatian. Sedang stadion itu untuk sementara menjadi “stadion kebanggaan” PSM Makassar dan Borneo FC Samarinda sebagai home base-nya.

Saya nonton ketika PSM melumat Persita Tangerang 4-0 dan Borneo menang 3-1 atas Persija Jakarta di Stadion Batakan. “Nah ini baru main bola,” kata Vibra membandingkan dengan penampilan Persiba yang selama ini selalu buruk dan kalah melulu. “Saya siap ikut menyelamatkan Persiba,” kata Faisal Tola, pengusaha yang juga pernah terlibat menangani manajemen Persiba.

Lama saya tidak menyaksikan Stadion Batakan penuh sesak. Itu baru terlihat ketika Borneo tampil lawan Persija. Sekitar 12 ribu orang yang menonton. Sejumlah mobil dan sepeda motor “terjebak dan terdampar” di jalur masuk ke stadion. Termasuk mobil saya. Mau tidak mau jalan kaki ke stadion.

Wajah Balikpapan banyak berubah dengan penataan taman di berbagai sudut kota dan pemasangan lampu jalanan dan jembatan. Lihat saja Jembatan Manggar dan jembatan pendek di depan Hotel Zurich. Dibuat gemerlap di waktu malam. Tapi taman di Jl Bhayangkara antara Kantor Pemkot dan Masjid At Taqwa sepertinya belum selesai.

Di tengah penataan itu, sayangnya persoalan kemacetan jalan semakin parah. Tidak saja di Jl MT Haryono yang sudah menjadi momok, tapi juga di berbagai jalan lainnya. Termasuk Simpang Rapak, kawasan Jl Mulawarman, Balikpapan Timur dan daerah sekitar depan Hotel Platinum, Balikpapan Utara.

Setidaknya ada dua kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di Jl MT Haryono beberapa waktu lalu, yang merenggut dua jiwa. Kedua orang itu adalah mahasiswi ITK bernama Monivincha Simon (18) dan La Bonto (50). Keduanya terjatuh ketika mengendarai sepeda motor dan kemudian tewas terlindas mobil yang berada di belakangnya.

Masifnya pembangunan IKN  ikut menambah keriuhan dan kemacetan Kota Minyak. Tata kelola penjualan BBM di SPBU juga ikut berkontribusi.  Lihat saja situasi SPBU di kawasan Damai, Gunung Malang dan Jl Soekarno-Hatta. Tiap hari antre dan banyak memakan badan jalan.

Dengan segala kemajuannya, ada juga warga tak puas atas kebijakan pemimpin kota. Aroma KKN-nya kerap digunjingkan. Lihat saja di medsos. Kegelisahan  para pejabat dan staf juga sangat terasa.  Ada organisasi yang ditelantarkan. Misalnya KONI tak diberi anggaran. Sepertinya menyusul Palang Merah Indonesia (PMI). Ketua terpilihnya Ambo Aja sejauh ini belum mendapat rekomendasi. Meski ada pemberian penghargaan kepada pendonor.

BELUM JUGA SELESAI

Dua hari sebelum peringatan HUT ke-127 Kota Balikpapan,  saya dua kali melewati Jl MT Haryono. Kebetulan saya mau ke Klandasan. Saya berharap jalan itu sudah mulus sebagai kado HUT Kota. Tapi sampai Kamis (8/2), pekerjaan jalan itu khususnya dekat jembatan PDAM belum juga rampung. Mobil harus antre dan hati-hati. Sebab, ada yang terperosok.

Niat baik Wali Kota Rahmad Mas’ud mengatasi banjir di kawasan Sungai Ampal dengan menata jalan dan drainase sebagian Jl MT Haryono sayangnya tidak mulus dalam pengerjaannya. Padahal proyek bernilai Rp136 miliar ini sangat dibanggakan karena dianggap tidak  bisa diwujudkan oleh para pemimpin sebelumnya.

Mungkin karena belum rampung, waktu hujan lebat terjadi Minggu (4/2) malam, persis pada saat debat terakhir Capres, kawasan beler Jl Zainal Arifin tetap terendam. Jl MT Haryono di kawasan simpang tiga BDS sampai jembatan PDAM juga tetap tergenang air. Seorang sopir yang kantornya di kawasan itu terpaksa membawa mobil kantor ke rumah karena tak memungkinkan kembali ke kantor. Kondisi yang sama terjadi lagi Selasa (6/2) malam.

Banyak warga menyorot kontraktor pelaksana PT Fahreza Duta Perkasa tidak seperkasa namanya dalam mengerjakan proyek ini. Tapi Wali Kota tetap “perkasa” merestui pemberian dispensasi perpanjangan waktu. Kabarnya ada adendum yang dikeluarkan untuk menambah waktu 50 hari. Kalau dihitung mulai 1 Januari lalu, maka tinggal beberapa hari lagi sudah berakhir. Tapi bisa jadi diperpanjang lagi untuk 50 hari kedua dengan tambahan denda.

Di Jl MT Haryono itu memang ada dua kegiatan, yang beda kontraktor pelaksananya. PT Fahreza berkaitan dengan proyek  DAS Ampal yang di antaranya ditandai dengan pembenahan drainase. Ada lagi kegiatan lain di tiga titik yaitu peninggian dan pelebaran jalan dengan biaya APBD Rp27 miliar.

Warga juga melihat proyek penataan drainase di kawasan RSS Jl Ruhui Rahayu tidak selesai sampai akhir tahun 2023 lalu. Sekarang masih dilanjutkan lagi. Ada yang bilang kontraktornya juga tak lancar. Termasuk proyek sekolah terpadu di Balikpapan Regency, yang juga diperpanjang sampai pekan ketiga Februari ini.

Sepertinya kita harus lupakan dulu masalah jalan sejenak. HUT kota tetap harus dirayakan. Meski masih ada warga   yang menggerundel.  Dirgahayu Kota Balikpapan. Sambil kita menunggu Pilpres dan Pileg 14 Februari dan menyusul Pilkada serentak November atau September nanti. “Jalan-jalan ke Pasar Baru, jangan lupa beli sepatu. Selamat ulang tahun Balikpapan ke-127, angka tujuhnya milik saya dalam Pemilu.”(*)

Wakil Bupati Kutai Kartanegara Serahkan Bus Sekolah di  Muara Badak

February 8, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyerahkan Bus Sekolah Idaman yang merupakan bantuan dari Dinas Perhubungan Kukar di Kecamatan Muara Badak Desa Salo palai RT 03 Kecamatan Muara Badak, Rabu (7/2/23)

Pada kesempatan tersebut Rendi menyerahkan kunci bus sekolah dan sempat juga menaiki bus sekolah tersebut bersama anak-anak. Dalam arahannya ia meminta kepada pihak terkait untuk menjaga aset tersebut dengan sebaik-baiknya dan dapat dilakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik sehingga umur pemakaiannya bisa lebih lama/panjang.

Menurutnya, Program Bus Sekolah Idamanku ini didasari karena kondisi wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang sangat luas dan sebagian akses ke sekolah cukup jauh dan belum tersedia angkutan umum dan tentunya kondisi ini akan menyulitkan bagi anak-anak untuk menuju sekolah.

“Program ini juga menjadi pertimbangan dari usulan kades yang terinspirasi dari para orang tua yang khawatir akan nasib anak-anaknya ke sekolah, memang ada sebagian orang tua yang memberikan kesempatan anaknya untuk mengendarai kendaraan sendiri (motor) yang tentunya akan menimbulkan resiko yang besar untuk terjadi kecelakaan,”ungkapnya.

Dengan adanya Bus Sekolah Idamanku, Rendi berharap akan sangat membantu dan memudahkan anak-anak untuk menuju sekolah utamanya dengan lokasi yang cukup jauh dari rumahnya. Ia juga berterima kasih kepada Kades yang sudah berani mengusulkan dan ia berharap kades-kades lain bisa mengikuti jejaknya, agar anak-anak yang berada di desa terpencil bisa juga mendapat sarana-prasarana penunjang sekolah seperti bus sekolah ini.

Rendi menjelaskan sampai saat ini sudah tersalurkan 6 Bus Sekolah Idamanku dan hari ini merupakan Bus Sekolah yang ke-7.

Dengan fasilitas ini diharapkan Bus Sekolah Idamanku yang berkapasitas 19 seat (tempat duduk) ini dapat di memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai sarana transportasi anak-anak menuju dan pulang sekolah. (kk08)

Ziarah Kubur Langkah PWI Malang Raya Sambut Peringatan Hari Pers Nasional Ke-78

February 8, 2024 by  
Filed under Nusantara

MALANG – Sehari sebelum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Ke-78 tahun 2024, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar acara ziarah kubur ke makam jurnalis, Kamis (8/2/2024).

Ketua PWI, Cahyono, memimpin upacara penuh makna, mengirimkan doa untuk mengenang dan menghormati para jurnalis yang telah berpulang. Ziarah melibatkan beberapa makam, termasuk Asan Aji, Noordin Jihad, Khusnun Juraid, Jupri, dan Hesti, menjadi penghormatan terhadap peran mereka dalam perkembangan jurnalisme di Malang Raya.

Cahyono menegaskan kegiatan ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghargaan kepada jurnalis yang telah membentuk landasan bagi generasi berikutnya.

“Dengan ziarah dan kirim doa ke almarhum dan almarhumah jurnalis, kita diingatkan akan masa lalu yang membentuk kita,” ungkap Cahyono.

Sekretaris PWI Malang Raya, Muhammad Muhaimin Alpay, menjelaskan peringatan HPN Ke-78,  pada 9 Februari 2024. Puncak peringatan dimulai dengan khataman Al-Qur’an di Kantor PWI, sebagai bentuk penghormatan dan spiritualitas dalam menyambut HPN ke-78.

“Ba’da sholat Jum’at, dilanjutkan dengan refleksi HPN di Alun-alun Tugu Kota Malang dan Gedung DPRD Kota Malang ” jelas Muhammad Muhaimin Alpay.

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi wartawan dan anggota PWI untuk merenungkan perjalanan pers, serta berbagi pandangan mengenai tantangan dan peluang di masa depan. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol peringatan HPN, tetapi juga menekankan pentingnya spiritualitas, refleksi, solidaritas, dan komitmen bersama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

PWI Malang Raya berupaya membangun penghargaan yang lebih dalam terhadap peran jurnalis dan menjadikan momen ini sebagai wadah untuk memperkuat persatuan dalam menjalankan tugas mulia mereka.(Buang Supeno)

BPSDM Kaltim Kirim Widyaiswara Perdalam Hipno Public Speaking

February 8, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

JAKARTA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltim mengirimkan tiga pejabat fungsional Widyaiswara mengikuti pelatihan Hypno Public Speaking di Hotel Asyana, Jakarta Pusat, 6-7 Februari 2024.

Sugeng Chairuddin selaku Koordinator Widyaiswara mengatakan, usai mengikuti pelatihan diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan berbicara di depan umum. Pelatihan juga dipandu Mandra Gunawan, dari Indonesian Hypnosis Centre.

Viko, selaku peserta menyampaikan, pelatihan ini sangat penting bagi Widyaiswara  dalam memberikan materi kepada para peserta pelatihan yang diselenggarakan oleh BPSDM, sehingga suasana pembelajaran tetap menggairahkan.

Sementara itu, Jauhar Efendi menyampaikan, Pelatihan Hypno Public Speaking ini sangat bermanfaat bagi Widyaiswara dalam melaksanakan tupoksi sehari-hari sebagai fasilitator dalam kegiatan  pelatihan.

Jauhar menambahkan, materi pendalaman Hypno Public Speaking ini cukup banyak, antara lain tentang Cara instan mengatasi rasa takut, grogi, tidak percaya diri pada saat tampil; Bagaimana mengakses emosi yang diperlukan, mengganti emosi dengan cepat dalam kondisi apapun; Memahami cara berpikir lawan bicara, mempelajari Hipnotic Language yang mampu mempengaruhi dengan cepat, dan berbagai teknik yang lain.

“Di akhir pelatihan, peserta diminta untuk mempraktikkan Teknik Hypno Public Speaking yang sudah dipelajari serta dievaluasi beberapa kelemahan yang masih ditemukan”, pungkas Jauhar.

Pada bagian lain, Mandra Gunawan mengatakan pelatihan Hipno Public Speaking ini relatif baru, yaitu memanfaatkan hipnosis agar kegiatan public speaking menjadi efektif. (MJ)

« Previous PageNext Page »

  • vb