Jeky Iskandar Dilantik Jadi Pj Kades Long Beleh Modang

March 18, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG –Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melantik Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Long Beleh Modang Jeky Iskandar. Kegiatan tersebut dilaksanakan usai Bupati Kukar Meresmikan Kantor Camat Kecamatan Kembang Janggut, Sabtu (16/03/2024)

Edi Damansyah mengatakan Penjabat kepala desa mempunyai tugas, fungsi dan kewenangan yang sama dengan kepala desa yang dipilih langsung oleh masyarakat desa dan harus mampu melanjutkan kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa yang dijalankan kepala desa sebelumnya.

Edi Damansyah juga mengucapkan selamat bertugas dan mengabdi pada bangsa dan negara kepada Jeky Iskandar dan diharapkan dapat menjalin kerja sama yang baik, bersinergi dengan Kecamatan, para mantir adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Edi Damansyah berpesan kepada Jeky Iskandar, sebagai ujung tombak dari penyelenggara pemerintah di desa diharuskan memiliki pengetahuan lebih, dan mampu melakukan pelayanan yang baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membawa perubahan serta pertumbuhan ekonomi yang signifikan di desa yang dipimpin.

“Pahami dan lakukan tugas dengan sungguh-sungguh, bekerjalah dengan sepenuh hati, jangan bekerja sekehendak hati, dan perlu berhati-hati, serta ingat, layani masyarakat dengan setulus hati,”ujarnya

Edi Damansyah juga meminta kades yang baru dilantik membangun koordinasi, harmonisasi, komunikasi, sinergi serta kolaborasi dengan seluruh lembaga serta elemen masyarakat yang ada, termasuk dengan BPD sebagai mitra kerja strategis dalam Pemerintah Desa, harus saling menguatkan, ciptakan hubungan yang harmonis dan tidak boleh saling meniadakan terutama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan desa.

Sementara Pj Kades Long Beleh Modang Jeky Iskandar mengatakan dirinya siap melaksanakan tugas dan tanggungjawab atas amanah yang sudah diberikan dan akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. (kk09)

Edi – Rendi Gelontorkan Rp700 Miliar Untuk Genjot Sektor Pertanian Kukar

March 18, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA – Pertanian, perkebunan, dan peternakan adalah sektor kedua terbesar setelah pertambangan menjadi fondasi ekonomi Kutai Kartanegara. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah berkomitmen memberikan anggaran senilai Rp 700 Miliar untuk sektor pertanian.

Perhatian besar pemerintah di sektor pertanian, tak terlepas dari status Kukar yang merupakan daerah lumbung pangan bagi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), serta sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengungkapkan, anggaran senilai Rp 700 Miliar merupakan yang terbesar sepanjang sejarah, dan akan digunakan untuk berbagai kebutuhan petani. Nantinya, anggaran tersebut bakal digunakan untuk pembangunan pabrik pupuk, infrastruktur pertanian, embung dan kebutuhan petani lainnya.

“Ini akan menjawab kegelisahan teman-teman petani, Insya Allah kami terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan seluruh petani di Kukar,” ucap Rendi Solihin.

Pemimpin muda itu menjelaskan, di tahun-tahun sebelumnya Pemkab Kukar gencar memberikan berbagai bantuan kepada petani, baik pupuk, bibit, alsintan hingga jalan usaha tani.

Program bantuan kepada petani pun dipastikan tidak akan berhenti di 2024, mengingat pemerintah telah menganggarkan anggaran yang cukup besar guna mendukung potensi pertanian di Kukar. Rendi meminta kepada kelompok tani untuk mengajukan proposal bantuan guna mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh petani.

Ia mengakui, Pemkab Kukar dalam beberapa tahun terakhir gencar melakukan modernisasi pertanian, baik terkait alat, maupun metode tanam.Kendati demikian, modernisasi tersebut juga didukung dengan infrastruktur jalan yang terus digenjot pengerjaanya.

“Silahkan proposalnya diajukan. Modernisasi pertanian terus kita dorong, ini juga menjadi atensi Pak Bupati kepada kita semua,” jelasnya.

Bukan hanya jalan, Pemkab Kutai Kartanegara juga diketahui tengah fokus membangun infrastruktur pertanian lainnya.

Termasuk jaringan irigasi untuk pertanian padi sawah di lima kawasan pertanian yang ada. Targetnya adalah membangun 69 kilometer jaringan irigasi dalam lima tahun ke depan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasana Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhamad Rifani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastur pertanian merupakan program strategis daerah sesuai dengan RPJMD 2022-2026.

“Total selama lima tahun mendatang, peningkatan irigasi mencapai 69 kilometer,” ucap Rifani.

Sejak 2022, pemerintah telah membangun 17 kilometer jaringan irigasi dengan anggaran Rp 12 miliar. Pada tahun ini, akan dibangun 11 kilometer irigasi dengan anggaran Rp 17 miliar. Infrastruktur irigasi yang dibangun bertujuan untuk mengatasi masalah petani padi sawah yang kesulitan mengairi sawah saat musim tanam.

Selain itu, infrastruktur irigasi ini juga mendukung peningkatan produksi pertanian dengan mengatur pasokan air untuk tanaman padi sawah. Jaringan irigasi akan berfungsi di lima kawasan pertanian terpadu di enam kecamatan berbeda di Kukar, termasuk Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, dan Marangkayu.

Di Sebulu dan Muara Kaman, sebagian dari irigasi tersebut dibangun di enam desa yakni Sumber Sari, Manunggal Jaya, Cipare Makmur, Sido Mukti, Panca Jaya, dan Bunga Jadi. Luas pertaniannya mencapai 1.520 hektare.

Sedangkan di Tenggarong dan Loa Kulu, infrastruktur dibangun di Bukit Biru, Jahab, Jembayan, Sumber Sari, Sepakat, Ponoragan, dan Rempanga. Luas lahannya 1.216 hektare. Di Marangkayu dibangun di Santan Ulu, Semangko, dan Sebuntal dengan luas 1.082 hektare.

Adapun di Tenggarong Seberang, ada dua kawasan pertanian terpadu yang bakal dibangun infrastruktur. Kawasan pertama berada di delapan desa yaitu Bangun Rejo, Karang Tunggal, Manunggal Jaya, Bukit Raya, Loa Lepu, Teluk Dalam, Loa Ulung, dan Embalut. Luas lahannya sekitar 1.650 hektare.

Kawasan kedua yaitu Kertabuana, Buana Jaya, Bukit Pariaman, Sukamaju, dan Separi dengan luas lahan 2.160 hektare. Total luas lahan pertanian terpadu di Kukar yang akan adalah 7.628 hektare. (adv diskominfo kukar)

Bupati Penajam Paser Utara Lakukan Safari Ramadan di Pemaluan

March 18, 2024 by  
Filed under PPU

PENAJAM– Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun kehadiran IKN di kabupaten PPU bukan  untuk menyengsarakan masyarakat. Tetapi justru membuat masyarakat sejahtera. Karena dampak positif dari pembangunan pusat pemerintahan tersebut dipastikan sangat besar khususnya bagi kabupaten PPU.

Dikatakan, setiap hal positif pastilah tentu juga ada negatifnya yang harus bisa diterima masyarakat.  Termasuk adanya isu yang berkembang terkait adanya surat penggusuran pemukiman warga dari pihak Otorita IKN. Tetapi hal tersebut tentunya masih dapat dikomunikasikan lebih lanjut.

“Mungkin persoalan ini hanya karena masih kurang komunikasi. Saya selaku kepala daerah  akan mengomunikasikan persoalan ini kepada pihak terkait karena ini tanggung jawab saya, ” kata Makmur Marbun ketika melakukan safari Ramadan yang digelar di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Minggu, (17/3/2024) sore.

” Ini safari Ramadan yang istimewa bagi saya. Karena banyak hal penting yang telah saya sampaikan kepada masyarakat khusus nya di kelurahan Pemaluan ini, ” kata Makmur Marbun.

Makmur menambahkan, pentingnya sosialisasi yang berkelanjutan agar warga memahami fungsi dan tugas OIKN dalam melakukan penataan wilayah IKN. Menurutnya, tindakan penataan memang diperlukan, tapi harus menunggu tim yang tepat dan melakukan sosialisasi terus menerus, seperti yang dilakukan dalam pembangunan Bandara VVIP.

Makmur Marbun menambahkan, tujuan OIKN adalah baik, karena diperlukan penataan terhadap bangunan yang tidak teratur. Tetapi mungkin sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat masih belum maksimal.

“Saya akan terus berkolaborasi dengan OIKN dan memastikan tidak ada masalah yang timbul dari surat tersebut dan melakukan sosialisasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Marbun juga mengimbau kepada masyarakat kelurahan Pemaluan untuk tidak khawatir terhadap kebijakan tersebut. Baik OIKN maupun Pemkab PPU memiliki tujuan yang baik, yakni melakukan penataan untuk mengontrol pembangunan. Dia menegaskan bahwa kebijakan ini dipastikan tidak bertujuan untuk membuat masyarakat menderita.

“Pada prinsipnya, kami tidak ingin membuat masyarakat menderita, karena ini masih masa transisi,” tandasnya.

Dikatakan Makmur Marbun, dalam waktu kurang lebih enam bulan menjabat sebagai pj bupati PPU mungkin belum bisa sepenuhnya memenuhi keinginan masyarakat kabupaten PPU. Namun dirinya terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kabupaten PPU.

“Kehadiran IKN harus kita sambut gembira. Banyak daerah lain ingin IKN berada di wilayah mereka. Namun kabupaten PPU sangat beruntung karena IKN berada di wilayahnya,” tutupnya.

Dalam kegiatan safari Ramadan ini  Makmur Marbun didampingi jajaran Forkopimda kabupaten PPU juga menyerahkan secara simbolis sejumlah bingkisan kepada  pengurus Masjid dan masyarakat Kelurahan Pemaluan. (HumasPPU)

Tanah Bergerak Mengancam Kota Batu

March 17, 2024 by  
Filed under Nusantara

BATU– Kota Batu, sebuah kota yang subur di Jawa Timur, kembali terancam musibah alam. Setelah mengalami serangkaian cuaca ekstrem dan angin kencang yang menyebabkan kerusakan dan korban, kini muncul ancaman baru berupa tanah bergerak, Minggu ( 17/3/2024 ).

Musibah terbaru ini menimpa Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sebanyak 10 rumah dan sekolah di wilayah tersebut mengalami retakan parah pada tanahnya. Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat tanah di lembah Gunung Banyak menjadi jenuh air.

Menurut laporan BPBD Kota Batu, tanah bergerak terjadi di kawasan Dusun Brau, RT 01 RW 10, akibat curah hujan yang tinggi. Retakan yang dihasilkan telah merusak sejumlah infrastruktur dan rumah warga, termasuk lahan persawahan dan tembok sekolah. Besaran retakan rata-rata berkisar antara 10 hingga 18 centimeter, sementara beberapa ruas jalan mengalami ambles sekitar 20 hingga 30 centimeter.

Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Kota Batu bersama warga setempat telah melakukan penutupan sementara jalan aspal yang retak. Selain itu, mereka juga melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun, upaya ini masih belum mampu mengatasi akar permasalahan tanah bergerak tersebut.

Di tengah gemuruh musibah tanah bergerak yang kembali menghantui Dusun Brau, salah satu warga dusun Brau M. Munir menyebutkan kejadian keretakan tanah di daerahnya bukanlah sesuatu yang baru.  Bahkan sudah menjadi bagian dari periodisasi hidup mereka. Namun, yang menarik adalah cara mereka merespons ancaman tersebut.

“ Meskipun keretakan tanah tersebut telah menjadi kejadian yang periodis, namun tidak membahayakan secara signifikan. Masyarakat Dusun Brau telah memiliki kesiapan dan kearifan lokal dalam menghadapi ancaman alam yang ada di lingkungannya “ ungkap Munir yang dihubungi melalui telepon.

Disebutkan. salah satu strategi yang mereka terapkan adalah dengan memanfaatkan selamat adat. Tradisi turun-temurun yang diwariskan dari nenek moyang.  Salah satu praktik yang dilakukan dengan memasukkan “Intan” ke dalam lubang-lubang yang retak pada tanah. Meskipun terdengar sederhana, namun keyakinan masyarakat akan kekuatan dan perlindungan yang tersirat dari “Intan” tersebut memberikan ketenangan dalam menghadapi ancaman.

Tindakan seperti ini menunjukkan kearifan lokal bukanlah sesuatu yang kuno atau tidak relevan, melainkan merupakan pengetahuan yang berharga dan berpotensi untuk membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan alam. Hal ini juga mencerminkan keterhubungan yang erat antara manusia dan alam di Dusun Brau. Warga tidak hanya hidup berdampingan dengan lingkungan, tetapi juga memiliki pengertian yang mendalam akan dinamika dan karakteristiknya.

Kisah Dusun Brau mengajarkan pentingnya untuk memperhatikan dan menghargai kearifan lokal dalam menghadapi ancaman alam. Sementara teknologi dan pengetahuan ilmiah tentu memiliki peran penting dalam mitigasi bencana, namun tidak boleh melupakan pengetahuan tradisional yang telah terbukti efektif dalam bertahan hidup selama berabad-abad. (Buang Supeno)

YAI Cabang Samarinda Hadirkan 500 Anak Yatim dan Penghafal Qur’an

March 17, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA– Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) cabang Samarinda bersama Pola Pertolongan Allah Learning Center (PPALC) Samarinda menggelar Yatim Fest 1445 H. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengisi kegiatan di bulan Ramadan dengan mengundang 500 anak yatim dan penghafal Qur’an di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Minggu (17/03/2024).

Ketua panitia Hari Sumitro menyampaikan, Yatim Fest 1445 H merupakan even rutin tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memanfaatkan momen bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Kegiatan diharapkan dapat menjadi wadah berbagi kebahagiaan bersama 500 anak yatim dan penghafal Qur’an.

“Iini merupakan wujud nyata kasih sayang dan perhatian kepada anak yatim, dhuafa, dan penghafal Qur’an. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dan memiliki kita sebagai keluarga dekat atau orang tua asuh,” ucapnya.

Kegiatan Yatim Fest 1445 H juga diisi dengan rangkaian hiburan dan edukasi spiritual untuk para tamu, seperti edukasi kesehatan, permainan interaktif, kajian parenting, tausiyah, dari trainer nasional. Selain itu juga kegiatan diisi dengan acara buka puasa bersama, serta pemberian bingkisan dan santunan istimewa.

“Semua yang dihadirkan dalam upaya memberikan momen yang indah bagi mereka yang hadir,” tambahnya.

Hadir pula drg. Deasy Evriyani, M.Si sebagai narasumber yang memberikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi, dalam materinya dengan tema sambut ramadhan dengan gigi dan mulut yang sehat.

“Puasa gak akan bisa fokus dijalankan, karena kendala kesehatan gigi yang dialami. Sehingga pentingnya kita menjaga kesehatan mulut dan gigi,” ucapnya.

Deasy menjelaskan, pada bulan Ramadan perawat gigi setelah sahur dilakukan guna membersihkan sisa makanan yang akan bertemu dengan bakteri dan mengakibatkan plak. Akibatnya dapat menyebabkan gigi berlubang, dia juga menambahkan kuman plak yang bertemu dengan makanan manis akan menimbulkan asam dan menyebabkan gigi berlubang.

“Sehingga dapat menyebabkan bau mulut, dan hal tersebut dapat menggangu diri sendiri dan orang-orang sekitar,” tambahnya.

Dijelaskan, ketika gigi tidak dirawat akan memperburuk kondisi gigi, bahkan dapat berdampak pada rasa ngilu dan berdenyut yang dapat mengenai saraf. hingga pada proses gigi yang harus dicabut.

 

“Selama bulan Ramadan sikat gigi dilaksanakan pada pagi hari setelah sahur dan malam hari sebelum tidur,” pungkasnya. (Rhiea)

« Previous PageNext Page »

  • vb