PUPR Kota Batu Lebarkan Dua Jembatan Penting untuk Atasi Kemacetan

May 22, 2024 by  
Filed under Nusantara

BATU – Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, mengambil langkah strategis dengan memperlebar dua jembatan penting di wilayah Batu. Langkah ini merupakan upaya merespons aspirasi masyarakat dan mengatasi kemacetan yang sering terjadi.

Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat mengungkapkan pelebaran jembatan ini merupakan tanggapan terhadap keluhan masyarakat mengenai kondisi jembatan yang kurang lebar sehingga sering menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Salah satu jembatan yang akan dilebarkan pada tahun 2024 adalah Jembatan Pronoyudo. Jembatan ini melintang di atas Sungai Karangmloko Dusun Krajan, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Kota Batu.

Dengan anggaran sebesar Rp.496 juta yang bersumber dari APBD 2024, proyek pelebaran ini direncanakan akan dimulai pada Juni 2024.  Lebar jembatan Pronoyudo akan ditingkatkan dari 4,7 meter menjadi 6,7 meter, dengan panjang 11 meter dan tinggi 8 meter.

“Pelebaran ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan mengurangi kemacetan yang sering terjadi di daerah tersebut,” ungkap Alfi didampingi Staf PUPR ketika melakukan pengukuran di Jembatan Pronoyudho, Selasa siang (21/5/2024).

Selain Jembatan Pronoyudo, Dinas PUPR Kota Batu juga akan memperbaiki jembatan yang menghubungkan Desa Temas dengan Desa Pandanrejo. Jembatan ini sebelumnya dibangun melalui swadaya masyarakat, namun mengalami kerusakan akibat banjir bandang Sungai Brantas.

“Perbaikan jembatan ini akan difokuskan pada penguatan pilar dan abutment yang rusak. Dengan anggaran sebesar Rp.508 juta dari APBD 2024, jembatan ini akan diperbaiki dengan ketinggian 6,2 meter dan bentangan lebar 15,6 meter,” lanjut Alfi.

Diungkapkan, langkah yang diambil oleh Dinas PUPR Kota Batu untuk memperlebar dan memperbaiki jembatan-jembatan ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat. Dengan pelebaran jembatan akan mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama di jam-jam sibuk, sehingga perjalanan menjadi lebih lancar dan efisien.

Disamping itu peningkatan infrastruktur ini akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan. Melalui perbaikan jembatan yang rusak akibat banjir akan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut dan memastikan akses yang aman dan terjamin antara desa-desa yang terhubung oleh jembatan tersebut.

Proyek pelebaran jembatan oleh Dinas PUPR Kota Batu merupakan langkah nyata dalam merespons kebutuhan dan aspirasi masyarakat.  Dengan memperlebar Jembatan Pronoyudo dan memperbaiki jembatan penghubung Desa Temas dan Desa Pandanrejo, diharapkan akses jalan bagi warga akan semakin lancar dan kemacetan dapat diminimalkan. Hal ini tidak hanya berdampak positif bagi kelancaran mobilitas warga, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup dan pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan. (Buang Supeno)

Ajang Unjuk Gaya Hidup dan Hobi Berkendara Para Biker Classy Yamaha

May 22, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Setelah berlangsung dengan sukses di wilayah Jawa Tengah pada awal bulan ini (4-5 Mei), keseruan event bertajuk Clan of Classy (COC) kini merambah ke kota Jakarta. Sebanyak lebih dari 100 peserta yang terdiri dari konsumen, komunitas dan juga blogger nasional, ikut meramaikan jalannya acara yang berlangsung pada Minggu, 19 Mei 2024.

Acara COC yang menjadi refleksi dari gaya hidup para pengguna skutik Classy Yamaha ini menyuguhkan berbagai kegiatan menarik di akhir pekan. Seperti kegiatan city touring melintasi jalan-jalan Jakarta yang ikonik, kompetisi pembuatan konten digital, kompetisi modifikasi, eco riding challenge, hingga workshop yang melibatkan pelaku usaha painting dan juga produk aftermarket bagi para pecinta modifikasi.

“Kesuksesan event Clan of Classy dalam memfasilitasi hobi serta gaya hidup berkendara para pengguna skutik Classy Yamaha di area Jawa Tengah, mendorong kami untuk kembali menggelar kegiatan serupa di kota Jakarta. Tidak hanya sekedar berkendara city touring, tetapi melalui aktivitas ini Yamaha juga ingin menunjukan berbagai keunggulan produk Classy Yamaha yang mengusung teknologi Blue Core Hybrid melalui eco riding challenge. Selain itu, karakter motor yang sangat lekat dengan nuansa lifestyle tersebut, membuat kami menghadirkan expertise painting dan juga brand aftermarket yang menjual aksesoris produk Fazzio dan Grand Filano untuk dapat sharing terkait perkembangan tren modifikasi terhadap skutik Classy Yamaha saat ini,” ungkap Johannes B.M.S, Koordinator Chief Yamaha area Jabodetabek.

Acara COC dibuka dengan kegiatan city touring yang mengambil titik keberangkatan dari Yamaha Flagship Shop, Cempaka Putih, Jakarta. Jalur yang dilalui pada saat city touring sendiri adalah beberapa jalur favorit biker yang kerap melakukan sunmori, seperti Jalan Medan Merdeka, Jalan Jendral Sudirman, dan juga area Senayan, sebelum akhirnya finish di Tanatap Coffee yang ada di bilangan Matraman, Jakarta Pusat.

Menariknya selama city touring, para blogger nasional yang berpartisipasi ditantang untuk mengikuti eco riding challenge guna mencari siapa diantara mereka yang mampu berkendara dengan konsumsi bahan bakar paling efisien dengan metode pengukuran full to full. Selain eco riding challenge, kompetisi lain yang dibuka untuk seluruh peserta adalah Classy Snapshot yang merupakan kompetisi pembuatan konten digital di social media bersama jajaran skutik Classy Yamaha selama event berlangsung.

Sesampainya di Tanatap Coffee, rangkaian event COC dilanjutkan dengan kegiatan workshop. Sesi pertama mengangkat soal seni modifikasi painting pada motor yang dibawakan oleh Nova Tiga Belas dan kemudian dilanjutkan dengan workshop terkait produk after market yang disampaikan oleh Brand GMA Product. Pada sesi workshop ini, para peserta tentu mendapatkan banyak sekali referensi dan juga informasi terkait tips modifikasi motor Fazzio dan Grand FIlano mereka agar bisa tampil lebih menarik dan atraktif.

Kegiatan seru lainnya yang tersaji pada event COC edisi Jakarta, yaitu dengan turut digelarnya kontes modifikasi yang menampilkan motor-motor Fazzio miliki peserta yang telah mendapatkan sentuhan kreativitas. Setidaknya ada 8 motor terpilih miliki peserta yang dipajang dan dinilai di area Tanatap Coffee oleh para dewan juri untuk kemudian diumumkan 3 pemenang terbaik.

Dengan banyaknya aktivitas menarik yang tersaji selama COC edisi Jakarta, para biker Classy Yamaha yang mengikuti acara pun menyampaikan berbagai apresiasinya atas terselenggaranya event tersebut. Salah satunya, seperti yang disampaikan oleh Rafli Pratama seorang konsumen pengguna Fazzio Hybrid Connected.

“Acaranya seru dan keren banget, banyak edukasi yang didapat dari event ini khususnya terkait tips-tips modifikasi untuk motor Classy Yamaha yang dibawakan oleh bengkel painting Nova Tiga Belas dan aksesoris ternama GMA. Karena memang sebagia pengguna skutik Fazzio saya pun merasa sangat tertarik untuk melakukan modif-modif kecil terhadap tampilan motor agar terlihat lebih keren. Acara sunmorinya juga gak kalah seru, karena Yamaha sukses ngajak lebih dari 80 pengguna skutik Classy Yamaha untuk melakukan city touring. Dan bisa dilihat, kita pun langsung jadi pusat perhatian selama di jalan,” ungkapnya. (**)

Dari Mahulu ke Balikpapan

May 22, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PERTANDA apa terjadi di Kaltim? Tiba-tiba banjir besar melanda wilayah Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu) pekan lalu. Dari Mahulu merembes ke Kutai Barat dan Senin kemarin, air juga sempat menggenangi sebagian Kota Balikpapan.

Sebagian wilayah Kaltim memang tidak bebas dengan urusan banjir. Apalagi kalau hujannya mencurahkan air dengan debit besar. Tapi biasanya banjir yang terjadi dalam skala sedang atau kecil. Waktunya pun tidak terlalu lama. Tapi apa yang kita saksikan di Mahulu, rasanya menjadi sejarah pertama ada bencana alam sebesar itu.

Sebagian warga khawatir banjir besar ini akan terulang kembali di masa mendatang. Ada yang menduga akibat pembukaan lahan dan hutan yang intensif untuk pertambangan, yang menyebabkan air hujan tak bisa diserap lagi. Begitu curah hujan turun sangat tinggi, maka air Mahakam meluap tanpa kendali.

Wajah pintu gerbang Kabupaten Mahakam Hulu dalam keadaan tergenang.

Selain banyak di-share di media sosial, banjir Mahulu juga ramai diberitakan di televisi. “Prayer for Mahulu.” Maklum sangat mencekam. Ribuan rumah, mobil dan sepeda motor,  kantor, area pertanian serta fasilitas umum seperti jalan semua terendam. Air Sungai Mahakam meluap sampai ketinggian 4 meter. Akibatnya rumah dan kantor hanya kelihatan atapnya saja. Diperkirakan 70 persen wilayah Mahulu tenggelam dan lumpuh.

Dari laporan yang ada, banjir yang berawal sejak Senin (13/5) meluas di empat kecamatan. Mulai Kecamatan Long Bagun, Long Hubung, Long Pahangai, dan Long Apari. Long Bagun itu adalah wilayah ibu kota Kabupaten Mahulu.

Sejumlah kantor Pemkab Mahulu tinggal atapnya saja yang terlihat. Termasuk kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Eh, mau memberikan bantuan, malah kantor sendiri terendam. “Ya mau bagaimana lagi, namanya juga musibah,” ujar Kepala BPBD Mahulu Agus Darmawan setengah pasrah.

Di mana Mahulu? Saya sendiri sudah lama tidak ke sana. Ini kabupaten termuda dan paling ujung dari Sungai Mahakam. Berbatasan langsung dengan Kalbar dan Serawak, Malaysia Timur. Kita perlu waktu lebih sehari menuju Mahulu jika naik kapal kayu berlantai dua dan dilanjutkan longboat.

Mahulu sangat luas. Sekitar 15.315 kilometer persegi. Berarti 30 kali luas Balikpapan. Tapi  penduduknya hanya 38 ribu jiwa. Sebagian besar mereka dari suku Dayak. Terkenal dengan tari Hudoq-nya. Tari eksklusif. Wajah penarinya ditutupi topeng ikonik dengan mengenakan kostum daun pisang yang dibuat jadi baju rumbai.

Bupatinya sekarang Bonifasius Belawan Geh didampingi Yohanes Avun sebagai wakil. Asli warga setempat. Mereka menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sampai 29 Mei. Yang menarik motto kabupaten ini. “Urip kerimaan.” Itu Bahasa Dayak, yang artinya “Hidup dengan Rezeki Melimpah.”

Setelah Mahulu, banjir juga terjadi di Kutai Barat (Kubar) sejak Kamis (16/5).  Ada dua kecamatan dengan 11 kampung yang tergenang. Yaitu di Kecamatan Tering dengan 7 kampung dan di Kecamatan Melak dengan 4 kampung.

“Di Mahulu air mulai surut, jadi sebagian tim gabungan kita geser ke Kubar karena debit air di Tering dan Melak mencapai 1 hingga 2 meter,” kata Kepala Basarnas Kaltim Dody Setiawan dalam rilisnya.

Selain di dua kecamatan itu, air juga masuk ke wilayah Kecamatan Barong Tongkok dan Long Iram. Jadi totalnya ada 24 kampung/kelurahan yang tergenang.

Wajah pintu gerbang Kabupaten Mahakam Hulu dalam keadaan tergenang.

Dari data yang terungkap,  ada 308 rumah terendam. Selain itu 24 kantor, 31 sekolah, 11 fasilitas kesehatan, 2 fasilitas umum dan 24 rumah ibadah juga . “Jadi 4.660 KK dengan 15.416 jiwa yang terdampak,” jelas Dody.

Hujan deras juga terjadi di Balikpapan, Senin (20/5) pagi. Sebagian besar warga bersyukur karena sudah berbulan tersiksa kelangkaan air bersih. PDAM terseok, jadi sorotan warga. Mudah-mudahan Waduk Manggar dan Teritip terisi penuh. Jadi airnya bisa disedot 100 persen, tidak seperti sekarang hanya separuh saja.

Tapi di beberapa titik terjadi banjir dan longsor. Kawasan Beller sudah jadi langganan. Juga Gunung Kawi, Kampung Timur dan lainnya. Yang mengejutkan kawasan elite Grand City sebagian ikut terendam, terutama jalan utamanya. Itu pertanda sistem drainase dan buangan airnya belum efektif. Termasuk juga bendalinya.

Seorang siswi SMK Nusantara bernama Grace nyaris celaka. Dia terpeleset dan langsung terseret arus deras di kawasan Jl Gurinda RT 41, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Syukur ada warga yang melihat dan memberikan pertolongan. Dia dilarikan ke Puskesmas.

Jika curah hujan masih tinggi di wilayah Kaltim, banjir masih mungkin menyusul di tempat lain termasuk di wilayah Kukar, Samarinda, Kutim dan daerah lainnya. “Air di Mahulu sudah mulai surut, tetapi dikhawatirkan melebar ke Kukar dan Samarinda,” kata Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik.

LEMAHNYA MITIGASI

Ada yang menilai penanganan banjir di wilayah pedalaman Mahakam sangat lemah. Pemda dan masyarakat setempat menganggap hal seperti itu sudah langganan tahunan, jadi antisipasi biasa-biasa saja. Padahal sangat mungkin karakter banjirnya berubah semakin berat karena terjadinya perubahan alam dan eksploitasi lingkungan yang berlebihan.

Pj Gubernur menerima laporan lain dari masyarakat. Mahulu banjir besar bukan dari luapan Mahakam. Akan tetapi air datang melimpah dari Sungai Boh, yang hulunya ada di wilayah Malaysia dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).

Akmal juga meminta Pemkab Mahulu berkoordinasi dengan BPBD Kaltim untuk mengadakan early warning system atau sistem peringatan dini untuk dapat mendeteksi bencana sejak dini.

“Kita memang tidak bisa melawan alam. Tapi kita bisa meminimalisir dampak bencana. Karena itu kita memerlukan early warning system untuk memberikan peringatan kepada warga, sehingga langkah penyelamatan bisa dilakukan lebih efektif,” tandasnya.

Anggota DPR RI dari dapil Kaltim, Irwan Pecho mengkritik minimnya mitigasi oleh pemerintah daerah dalam mengendalikan banjir. Padahal banjir yang terjadi adalah siklus  tahunan. “Sejak dulu sampai sekarang mereka cenderung pasrah saja dan hanya fokus pada penanganan pascabanjir belaka,” tandasnya.

Irwan mengusulkan ke depan harus ada langkah mitigasi yang terencana dengan baik. Mulai soal diterapkannya sistem peringatan dini, penyiapan zonasi areal banjir dan konstruksi titik-titik lokasi evakuasi  sampai sosialisasi dan regulasi untuk mengaktifkan kembali kearifan lokal seperti rumah panggung yang sudah terbukti aman dari genangan banjir.

Anggota Komisi V ini juga mengusulkan perlunya dibangun bendungan pada anak Sungai Boh, yang bermuara ke Sungai Mahakam. Ini sejalan dengan rencana Pengelolaan  Sumber Daya Air, yang dapat berfungsi sebagai reduksi banjir.

Selain itu perlu dilakukan peninggian elevasi jalan-jalan poros yang terputus pada saat genangan banjir yang baru lalu. Kemudian kita juga harus melakukan relokasi permukiman dan pembangunan jalur hijau sepanjang bantaran Sungai yang ada permukiman.

Ada pandangan menarik dari Stevanus Nalendra Jati.  Dia adalah peneliti dinamika Sungai Mahakam dari Universitas Sriwijaya, yang kini tengah mengikuti studi doktoral di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seperti diberitakan TEMPO.CO, Selasa (21/5), Nalendra berpandangan seharusnya secara historis Mahulu tak begitu akrab dengan peristiwa banjir apalagi banjir besar. Karena Mahulu adalah daerah dengan topografi pegunungan. Tepatnya, topografi Tinggian Kuching yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia.

Selain itu, selama ini Mahulu berfungsi menjadi daerah tangkapan air. Aliran Sungai Mahakam di wilayah Mahulu juga relatif lurus dan tegas, jadi seharusnya tidak terjadi bencana banjir besar.

Dia menduga terjadi curah hujan yang sangat ekstrem berkombinasi dengan tutupan permukaan yang telah berubah. Apalagi di Mahulu terdapat praktik penambangan emas dan pembukaan hutan serta adanya pembangunan pengembangan wilayah. Bisa jadi faktor ini yang mendorong terjadinya banjir besar, yang terbilang baru pertama kali terjadi dalam sejarah bencana di Kaltim.

Amir, seorang warga bantaran Karang Mumus Samarinda waswas jika banjir besar juga terjadi di kotanya. “Mudah-mudahan tidak, karena sangat mengerikan jika kita melihat apa yang terjadi di Mahulu,” jelasnya. Kalau hujan kecil dia oke-oke saja. Itu sangat diperlukan untuk mendinginkan suasana Pilgub Kaltim dan Pilwali Samarinda yang semakin memanas.(*)

 

Bukti Nyata Komitmen Pemulihan Listrik di Mahakam Ulu, PLN Indonesia Power dan PLN UID Kaltimra Lakukan Audiensi dengan Pj Gubernur Kaltim

May 21, 2024 by  
Filed under Berita

BALIKPAPAN – Dalam agenda komitmen percepatan pemulihan listrik di Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu), sekaligus pasca peninjauan kunjungan kerja Pj Gubernur Kaltim pada beberapa waktu lalu di Mahakam Hulu. PLN Indonesia Power (IP) Mahakam menghadiri rapat audiensi bersama Pj Gubernur Kaltim yang berlangsung diruang VVIP Room Pemprov Kaltim, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Senin malam (20/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut, GM PLN UID Kaltimra Agung Murdifi dan Manager UP3 Samarinda Hendra Irawan.

PLN Indonesia Power dalam hal ini dihadiri, PLS Manager UBP Mahakam, Ghani Wahyu Nugroho menyampaikan pihaknya melakukan audiensi sekaligus mereview keandalan listrik yang ada di Kaltim dan Kaltara. “Kita tadi menyampaikan kepada Pak Gubernur Kaltim apa yang sudah dikerjakan saat ini, apa yang sedang di kerjakan PLN saat ini serta rencana kerja kedepannya agar warga di Kaltim dan Kaltara teraliri listrik semua,” ucapnya.

Ghani memastikan petugas PLN IP UBP Mahakam siap siaga 24 jam untuk memperbaiki aset – aset kelistrikan yang terdampak banjir di Kabupaten Mahulu. Khusus untuk beberapa Kecamatan yang terdampak banjir, kata Ghani, petugas akan memastikan kemanan kondisi sebelum menyalakan pasokan listrik. “Sampai saat ini petugas masih bekerja memulihkan pasokan listrik dilapangan, memperbaiki aset – aset kelistrikan PLN akibat terdampak banjir,” ungkap Ghani.

Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim, Pj Akmal Malik menuturkan pertemuan ini digelar untuk menindaklanjuti pemadaman listrik di Kabupaten Mahulu akibat bencana banjir. Tapi semua sudah disampaikan oleh manajeman PLN akan segera melakukan percepatan recovery, salah satunya di titik yang terletak di PLTD Long Bagun yang dimiliki PLN IP UBP Mahakam. “Kita berharap PLN kerja ekstra siang dan malam. Insya Allah untuk Kecamatan Datah Bilang diharapkan selesai pada 26 Mei 2024. Sedangkan Kecamatan Long Bagun diharapkan selesai 6 Juni 2024,” harapnya.

“Mohon doanya warga Kaltim semuanya untuk saudara kita yang ada di Mahulu, agar PLN bekerja secara maksimal dalam melakukan pengaliran listrik ke rumah warga yang terdampak bencana banjir. Alhamdulilah untuk saat ini di Kecamatan Long Iram salah satu terdampak banjir sudah teraliri listrik serratus persen,” pungkasnya. (as)

Etam Begenjoh 2024, Apresiasi dan Kepedulian Seni Budaya Lokal

May 21, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

MALANG – Etam Begenjoh 2024 sukses terselenggara di Kota Malang, Jawa Timur. Event festival kebudayaan garapan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bekerja sama dengan himpunan mahasiswa dan pelajar asal Kukar, digelar di Alun-alun Merdeka, Kota Malang, Sabtu (18/5/2024).

Tersaji beragam atraksi dan kegiatan, di antaranya, Beseprah, makan bersama dengan masyarakat umum dengan sajian makanan khas Kutai; Olahraga Tradisional, lomba gasing, egrang dan bakiak; Talkshow Kebudayaan; dan penampilan seni budaya Kukar, menampilkan budaya Pesisir, Budaya Kesultanan Kutai Kartanegra Ing Martadipura, budaya Dayak pedalaman.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, berkesempatan hadir langsung dan ikut menyemarakkan Etam Begenjoh 2024.

Rendi Solihin menjelaskan, Etam Begenjoh 2024 akan dilaksanakan di tiga kota, di antaranya Kota Malang, Kota Yogyakarta dan Kota Makassar.

“Bulan depan kita hadir di Yogyakarta, dan terakhir di Makassar,” ucap Rendi.

Dikatakan, Rendi menjelaskan, Etam Begenjoh bertujuan untuk mempromosikan seni budaya, kuliner, olahraga tradisional dan bahasa Kutai secara nasional.

“Ini adalah ajang momentum memperkenalkan budaya kita secara nasional, terlebih saat ini Kukar merupakan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Etam Begenjoh 2024, Rafif Fitrayasa, menerangkan, event tersebut disambut antusias oleh masyarakat Malang, bahkan sejumlah wisatawan mancanegara juga ikut hadir menyaksikan berbagai atraksi dan kegiatan.

“Kegiatan ini memang terbuka untuk umum, termasuk wisatawan mancanegara juga turut hadir,” ucap Rafif.

Terkait Talkshow Kebudayaan, Ia secara khusus ingin Bahasa Kutai bisa seperti Bahasa Betawi yang menasional, dikenal dan digunakan banyak orang dari berbagai daerah.

“Kukar sebagai mitra IKN, sedini mungkin untuk kita perkenalkan budaya yang ada, termasuk Bahasa Kutai. Kita ingin Bahasa Kutai seperti Bahasa Betawi yang menasional,” paparnya.

Tak lupa Ia mengapresiasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Edi Damansyah-Rendi Solihin. Menurutnya, Edi-Rendi merupakan pemimpin yang peduli dengan seluruh kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar yang tengah menimba ilmu di perantauan.

“Mereka benar-benar memperhatikan mahasiswa dan pelajar yang di luar daerah, termasuk himpunan mahasiswa. Selain itu, mereka juga sangat mendukung dengan program-program kerja yang dibuat mahasiswa,” jelasnya.

Selain Dispora dan himpunan mahasiswa/pelajar, Etam Begenjoh 2024 juga didukung Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Pendapatan Daerah Kukar. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1115828
    Users Today : 3306
    Users Yesterday : 4582
    This Year : 52338
    Total Users : 1115828
    Total views : 10896766
    Who's Online : 49
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-12