Bupati Kukar Serahkan Sejumlah Bantuan di Pondok Pesantren Darun Nafi’ Samboja Barat

May 19, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

SAMBOJA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menyerahkan sejumlah bantuan di Pondok Pesantren Darun Nafi’ Samboja Barat, Jumat (17/5/2024).

Penyerahan bantuan dilakukan saat melakukan silaturahmi dengan Pengurus Pondok Pesantren Darun Nafi’ yanh dipimpin Nafi KH. Abu Maimun.dan para santri, Jumat (17/5/24) di Pondok Pesantren Darun Nafi’ Samboja Barat.

Bantuan yang diserahkan Bupati Kukar terdiri dari bantuan pembangunan Toilet untuk Pondok Pesantren Darun Nafi’, pada program Kukar Sehat sebesar Rp 25 juta dari BAZNAS Kukar, PT Ghani Raya Mandiri dan Ansaf. Penyerahan bantuan rehabilitasi Rumah ibadah Sebesar Rp 100 juta kepada Pondok Pesantren Darun Nafi’, Penyerahan Akta kepada Yayasan Al -Muhajirin Karya merdeka Samboja Barat dan Yayasan Al-Hidayah Ainul Haq Samboja Barat, penyerahan seperangkat alat sholat yaitu ambal 10 Buah, Wireless 1 buah dan Jam Digital 1 Buah.

Selain itu Bupati Kukar Edi Damansyah juga memberikan donasi secara pribadi kepada Pondok Pesantren Darun Nafi’.

Dalam sambutannya Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan apresiasi penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran pondok pesantren atas dedikasinya meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk kemajuan Pondok pesantren.

“Ini merupakan salah aset masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara yang dikelola masyarakat /yayasan dalam hal keagamaan untuk mencetak generasi muda yang hafal Al-Qur’an dan berakhlak mulia,”ungkapnya.

Ia hadir agar masyarakat mengetahui Pemerintah senantiasa selalu hadir di setiap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat salah satunya Pondok Pesantren.

Ia juga menjelaska, bukan hanya hadir secara fisik namun pemerintah juga hadir bersama program Kukar Idaman salah satunya adalah program unggulan Penguatan Pondok Pesantren dengan memberikan Bantuan Sosial/Hibah sebesar Rp. 100 juta, setiap tahun secara bertahap untuk proses belajar mengajar.

“Bantuan ini kalau dilihat nilainya tentu tidak seberapa, namun lihatlah keberpihakan pemerintah daerah untuk turut serta 😭 mendukung berkembangnya pondok pesantren “ungkapnya.

Bukan hanya itu saja pemerintah melalui program Kukar Idaman juga memberikan Beasiswa bagi para siswa -siswi Kutai Kartanegara dan tak lupa pula bagi para santri dan para Tahfiz.

Edi juga meminta nantinya pondok pesantren tak hanya fokus pada agama saja tapi sudah mulai juga menjadi pondok-pondok moderen yang tak hanya belajar agama saja tapi juga belajar kehidupan seperti pertanian holtikultura ataupun peternakan.

“Saya harap polanya bisa dikembangkan dari mulai pola pesantren yang hanya fokus ke agama saja mulai beralih ke pesantren -pesantren moderen dengan mengembangkan berbagai usaha seperti pertanian, peternakan hingga elektronik agar para santri saat tamat dari pondok memiliki keahlian lebih”ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Edi juga menegaskan untuk para ASN atau pun perusahaan Daerah yang akan mengikuti seleksi Jabatan, salah satu persyaratannya adalah bisa mengaji dan bila tak bisa maka belajar terlebih dahulu sebelum mengikuti seleksi. (kk08)

Tim Pendamping Keluarga Desa Kahala Masuk Tiga Besar Nasional

May 19, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Desa Kahala sebagai perwakilan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berpartisipasi mengikuti Penilaian Tim Pendamping Keluarga (TPK) Hebat Seri II 2024 yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

Selama prosesnya, Desa Kahala berhasil masuk tiga besar secara nasional. Anggota TPK Desa Kahala Sri Ayundari Wulandari mengatakan, untuk merebut juara satu terbaik nasional, Desa Kahala mesti bersaing dengan TPK Kelurahan Bausasran Provinsi Yogyakarta dan TPK Kelurahan Selat Hilir Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Dari banyaknya TPK, hanya TPK Kahala yang berhasil mewakili Kaltim di tingkat nasional,” ujar Sri Ayundari.

Secara virtual, TPK Desa Kahala yang terdiri dari Sri Ayundari Wulandari, Rini Dwi Salsabila Nazwa, dan Hadiahul Kubra, mempresentasikan hasil capaiannya.

Mereka menjabarkan aspek fasilitasi rujukan pelayanan kesehatan dan menyajikan inovasi Kerakatan TPK Penguling yang melibatkan dukun bayi pada saat pendampingan.

Sri Ayundari berharap presentasi yang disampaikan TPK Kahala yang terdiri dari Tenaga Kesehatan (Nakes), kader KB, dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bisa meraih hasil peringkat satu.

“Saya berharap kompetisi ini akan terus berlanjut untuk memotivasi inovasi dari TPK di Kukar, dan yang terpenting adalah kinerja yang di atas rata-rata dari setiap PPK,”harapnya. (ADV/Diskominfo Kukar) 

Desa Muara Muntai Ilir Gali Potensi Wisata Tersembunyi

May 19, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

MUARA MUNTAI, Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Muntai Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggandeng Desa Ponggok, Jawa Tengah, untuk mengeksplorasi potensi wisata yang ada di wilayahnya.

Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur  berkeinginan meningkatkan taraf ekonomi bagi masyarakat. Diharapkan, kolaborasi ini dapat menemukan potensi desa yang selama ini masih tersembunyi.

Hal tersebut pernah dialami Desa Ponggok, sebuah kawasan terpencil di Jawa Tengah, yang mampu berubah 180 derajat setelah memanfaatkan potensinya secara maksimal dengan menyulap menjadi Desa Wisata. Bahkan, pendapatan BUMDesnya mencapai Rp 14 miliar per tahun.

“Dengan status Desa Mandiri, kami tetap akan berupaya meningkatkan ekonomi kerakyatan demi kesejahteraan masyarakat. Desa Mandiri bukan hanya mandiri dalam infrastruktur, tetapi juga dalam peningkatan penghasilan tanpa bantuan,” tutur Arifadin.

Selain itu, ia juga mengatakan akan memperjuangkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan para nelayan di wilayahnya. Berbagai usulan dari kelompok budidaya dan nelayan tradisional disampaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar agar mendapat sentuhan bantuan.

Perjuangan itu pun menuai hasil. Sejumlah bantuan, mulai dari bibit, pakan, dan keramba ikan, akan diterima oleh kelompok budidaya dan nelayan.

“Pada tahun 2024, kami melanjutkan bantuan berupa bibit dan pakan ikan mas dan nila, serta sekitar 40 kotak keramba ikan akan disalurkan,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kukar)

Smart RT, Air dan BBH Mulia

May 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BANYAK yang memuji Universitas Mulia (UM) Balikpapan. Sangat kreatif menebarkan misi mulia. Ini berkaitan dengan acara silaturahmi dan diskusi warga kota yang digelar di Ballroom Cheng Ho, Kampus UM di Jl ZA Maulani 9, Damai Bahagia, Jumat (17/5) lalu.

Temanya memang menarik. “Sinerji dan Peran Masyarakat Membangun Kota Balikpapan yang Bersih, Indah, Aman dan Nyaman (BERIMAN).” Ketika diskusi berlangsung, ada beberapa hal yang menjadi sorotan peserta. Soal krisis air bersih, kemacetan, antrean BBM, IKN dan pemilihan wali kota (Pilwali) Balikpapan, yang tinggal beberapa bulan lagi.

Menjelaskan konsep BERIMAN sejak Wali Kota Asnawi Arbain, Sjarifuddin Yoes, Tjutjup Suparna sampai Imdaad Hamid.

Dari 250-an peserta yang hadir, saya lihat ada 3 bakal calon yang sempat datang. Yaitu drg Sukri Wahid, Ketua Nasdem Balikpapan H Ahmad Basir (HAB) dan Bagus Susetyo, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra.  Datang juga dr Abdul Hakim, yang pernah mengikuti Pilwali Balikpapan tahun 2011 berpasangan dengan istrinya, Hj Wahidah.

Sayang dari 45 calon terpilih anggota DPRD Balikpapan, tak seorang   pun yang muncul. Padahal ada beberapa hal penting terkuak dalam diskusi, yang menjadi tugas dan masukan bagi anggota Dewan ke depan.

Sahibul hajat, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr Agung Sakti Pribadi, SH, MH yang membawahkan UM sudah ngeser undangan lewat media sosial ke mana-mana. Sejumlah Ketua RT dan LPM berkenan hadir. Termasuk Ketua DPD Asosiasi LPM Balikpapan, Damanhuri. Karena UM juga me-launching SMART RT dan Biro Bantuan Hukum (BBH) Balikpapan.

SMART RT itu adalah aplikasi yang bisa mengomunikasikan pengaduan atau keluhan warga terutama kepada Pemerintah Kota (Pemkot) melalui ketua RT. Tapi wakil dari Polsek juga berharap bisa terhubung terutama untuk mengakomodir pertanyaan, permohonan atau keluhan warga terkait masalah kamtibmas.

“Semua bisa diakomodir. Command Center-nya ada di kampus UM,” kata Ir Riovan Styx Roring, S.Kom, M.Kom, dosen UM yang mengawal program tersebut. “SMART RT menjadi solusi bagi Ketua RT untuk menampung keluhan warganya berikut mencari jawabannya,” kata Wakil Rektor UM Yusuf Wibisono, SE, MTI.

Para ketua RT yang hadir menyambut baik gagasan Universitas Mulia meluncurkan SMART RT. Karena mereka bisa menampung dan berkomunikasi berbagai keluhan dan saran warga. Sementara Universitas Mulia bisa meneruskan dan mencari jawabnya dari berbagai instansi terkait.

Sementara kehadiran BBH Balikpapan didukung sejumlah lawyer muda dan enerjik. Direkturnya langsung Dr Agung Sakti dan Mestiko sebagai wakil. Sedang Prof Deni Setya Bagus Yuherawan, ahli hukum dari Universitas Trunojoyo, yang juga jadi pembicara dalam diskusi berkenan menjadi ketua Dewan Pembina.

“BBH Balikpapan bisa berfungsi seperti LBH Jakarta, yang bisa membantu, mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat yang memerlukan bantuan hukum,” kata Prof Deni bersemangat.

Saya diminta menjadi moderator dalam diskusi BERIMAN. “Seharusnya Pak Rizal sebagai mantan wali kota yang menjadi pembicara utama, karena mengalami langsung,” kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (STIEPAN), Prof Dr Suhartono, mantan komisaris utama Bankaltimtara, yang menjadi salah satu pembicara.

Di forum itu, Suhartono mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi di Balikpapan cukup bagus,   masih terdapat penduduk miskin pada tahun 2023 sebesar 2,46 persen atau sebanyak 14 ribu orang. Tingkat pengangguran terbukanya 6,9 persen di atas Kaltim yang tercatat 6,77.

Dari aspek kepemilikan rumah, Balikpapan baru mencapai angka 65,36 persen. Itu angka paling rendah dibanding 9 kabupaten/kota se-Kaltim. Yang lain rata-rata sudah di atas 70 sampai 80 persen, kecuali Samarinda tercatat 67,54 persen.

“Ini semua harus menjadi perhatian kita semua, agar Balikpapan benar-benar menjadi kota BERIMAN dan siap menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Suhartono.

Rektor Uniba Dr Isradi Zainal punya usul baru soal BERIMAN. “Supaya lebih aktif, sebaiknya konsep BERIMAN kita tambah BERAMAL,” katanya serius. Balikpapan juga harus menjadi kota cerdas (smart city), seperti juga yang bakal diwujudkan di IKN.

Dia juga melihat kehadiran IKN di satu pihak menjadi berkah yang memacu pertumbuhan ekonomi di Balikpapan, tapi di sisi lain juga ada hal yang harus diantisipasi seperti masalah ketersediaan air bersih, BBM, kemacetan lalu lintas dan berbagai hal lainnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Prof Juajir Sumardi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Dia juga menyinggung soal kepemilikan dan masalah pertanahan di IKN dari aspek hukum. “Masyarakat harus memahami hal ini,” jelasnya.

Prof Juajir adalah saksi ahli yang didatangkan Peradi, ADRI, Forsiladi dan APTISI Balikpapan dalam gugatan citizen law suit berkaitan dengan kekosongan jabatan wakil wali kota Balikpapan. Dia melihat kekosongan jabatan wawali itu mengarah kepada pelanggaran peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Ada pernyataan seorang ketua RT yang menarik dalam forum diskusi berkaitan dengan Pilwali Balikpapan. “Kita akan pilih wali kota yang bisa memecahkan masalah air, kemacetan, antrean BBM dan gas 3 kg serta sekolah,” ucapnya lepas.

Usul ini hampir sama dengan WA yang dikirim ketua RT kepada saya. Dia menyinggung soal air bersih, penanganan banjir, pembangunan SPBU di luar kota agar tidak macet, perlunya jalan layang di persimpangan Muara Rapak sampai pembangunan gedung SMA/SMK yang linear dengan kelulusan SMP.

Menindaklanjuti masalah kelangkaan air bersih, Universitas Mulia segera menggelar diskusi dengan tema khusus mengatasi keterbatasan air bersih di Balikpapan. “Setelah World Water Forum 2024  yang berlangsung saat ini di Bali, kita akan tindaklanjuti dengan Balikpapan Water Forum,” kata Dr Agung Sakti.

Sampai tahun kemarin, Kota Balikpapan masih mampu mempertahankan predikat kota bersih dengan meraih Adipura Kencana. Akan tetapi kota ini dikalahkan Samarinda sebagai Kota Layak Huni (the most livable city). Dulu tahun 2017, Balikpapan masuk tiga besar. Tapi hasil terakhir survei Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia tahun 2022, Samarinda yang masuk 10 besar. Justru Balikpapan terlempar jauh.  “Memang yang menjadi tantangan sekarang, Balikpapan kehilangan kenyamanan,” kata seorang peserta.(*)

Peringatan Haul Mbah Djoego ke-154  Gajah Purwo Nusantara Dirikan Dapur Umum

May 18, 2024 by  
Filed under Nusantara

BLITAR – Peringatan Haul Mbah Djoego ke-154 yang dipusatkan di Padepokan Mbah Djoego di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Blitar, berlangsung meriah dan dipadati oleh pengunjung, Sabtu(18/5/2024).

Acara ini menjadi ajang refleksi dan penghormatan terhadap Mbah Djoego, seorang tokoh penyebar agama Islam dan penasihat Pangeran Diponegoro yang memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Salah satu daya tarik utama dalam peringatan ini adalah keberadaan dapur umum yang diselenggarakan oleh Persatuan Sosial Kemasyarakatan (PSK) Gajah Purwo Nusantara Batu.

Achmad Tohir Setyawan, Ketua PSK Gajah Purwo Nusantara, menjelaskan dapur umum ini merupakan tradisi yang selalu mereka lakukan setiap ada peringatan haul ulama penggerak agama Islam. Organisasi ini, dengan semangat gotong royong, mendirikan dapur umum untuk memberikan makan secara gratis kepada seluruh peserta haul.

“Seperti di haul Sunan Drajat, Mbah Batu, Sunan Ampel, dan banyak lagi, kami selalu mendirikan dapur umum. Sekarang, giliran haul Mbah Djoego di Blitar,” ujar Achmad Tohir Setyawan, yang akrab disapa Wawan.

Penyelenggaraan dapur umum ini tidak lepas dari kontribusi anggota PSK Gajah Purwo Nusantara yang patungan untuk menanggung seluruh biaya.  Inisiatif ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi di antara anggota organisasi. Mereka tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga pada aksi sosial yang nyata, dengan memastikan bahwa semua peserta haul dapat menikmati makanan tanpa harus khawatir akan biaya.

Setiap kali menggelar dapur umum, PSK Gajah Purwo Nusantara Batu melibatkan cabang-cabang mereka yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Sidoarjo, Surabaya, Malang dan Gresik. Dalam peringatan haul Mbah Djoego ini, Dapur Umum koordinasi dilakukan oleh Gus Ma’ruf dari Gresik. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pusat dan cabang-cabang organisasi, yang bersama-sama berupaya mensukseskan acara dengan semangat persatuan.

Gus Ma’ruf yang lebih akrab dipanggil Gus Tosok  menjelaskan  menu yang disajikan dalam setiap.haul Mbah Djoego selalu bervariasi.

“Kami menyajikan soto, mie ayam, nasi goreng, dan bakso di haul Mbah Djoega ini ,” ungkap Tosok.

Untuk menyiapkan makanan ini, 25 tenaga masak dikerahkan langsung di lokasi padepokan. Partisipasi aktif dari banyak anggota ini menunjukkan komitmen mereka dalam melayani dan memuliakan para tamu haul.

Gus Tosok memastikan bahwa semua kebutuhan dapur umum terpenuhi dengan baik dan semua peserta haul mendapatkan makanan yang layak. Tradisi mendirikan dapur umum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyediakan makanan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan kepedulian sosial yang tinggi.

Dapur umum PSK Gajah Purwo Nusantara tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga menjadi kekuatan komunitas dalam merayakan dan menghormati para ulama yang berjasa.

Aksi Gajah Purwo Nusantara ini merupakan bentuk kegiatan keagamaan dan aksi sosial yang dapat berjalan beriringan, memperkuat ikatan sosial dan membangun kebersamaan di antara masyarakat. Inisiatif ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah organisasi sosial-keagamaan dapat memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan sosial dan memupuk rasa kebersamaan di antara masyarakat.

Peringatan Haul Mbah Djoego ke-154 bukan hanya sebuah acara perayaan, melainkan juga sebuah momen untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong.

Melalui dapur umum yang didirikan, PSK Gajah Purwo Nusantara memberikan contoh nyata bagaimana aksi sosial dapat mendukung kegiatan keagamaan, menciptakan harmoni dan kesejahteraan bersama bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar.

Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana semangat kebersamaan dapat menjembatani berbagai lapisan masyarakat, memperkuat rasa persaudaraan, dan mengingatkan kita akan pentingnya berbagi dan saling membantu.(Buang Supeno).

« Previous PageNext Page »

  • vb