Sekda Buka Raker Optimalisasi Pengisian Kertas Kerja dan Laporan Pemantauan Pengelolaan Risiko

May 18, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono membuka rapat kerja optimalisasi pengisian kertas kerja dan laporan pemantauan pengelolaan risiko pemerintah daerah dan perangkat daerah triwulan kesatu tahun 2024 bertempat di Hotel Ibis Samarinda, Jumat (17/5/2024).

Kegiatan Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdakab Kukar tersebut diikuti para peserta yang merupakan asesor dari 12 bagian di lingkungan Sekdakab Kukar dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan menghadirkan narasumber dari Inspektorat Kukar Mukhlis Haji Pannusu dan Riza Baihaki.

Kabag Adbang Setdakab Kukar Ety Erma Sumarni dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan pada Peraturan Bupati Kukar nomor 13 tahun 2022 tentang pedoman pengelolaan risiko dilingkungan Pemkab Kukar, dimana dalam struktur pengelolaan risiko semua asisten berperan sebagai unit kepatuhan internal yang memiliki fungsi diantaranya melakukan pemantauan pelaksanaan, penilaian risiko, dan penyusunan rencana triwulan selanjutnya.

Adapun tujuan dari kegiatan itu menurutnya diantaranya guna mengoptimalkan peran unit kepatuhan internal pengelolaan risiko pemerintah daerah dalam memantau unit pemilik risiko pemerintah daerah dan perangkat daerah dalam pelaksanaan penilaian risiko, penyusunan dan pelaksanaan Rencana Tindak Pengendalian (RTP) pada triwulan pertama tahun 2024.

Selain itu juga untuk meningkatkan kapabilitas tim unit kepatuhan internal yang dibentuk oleh sekretariat daerah dalam menjalankan tugas unit kepatuhan dalam memantau pengelolaan risiko yang dilaksanakan perangkat daerah. Hal tersebut juga untuk memantau kepatuhan unit pemilik risiko perangkat daerah dan jajaran pejabat Unit Pemilik Risiko (UPR) tiga dan empat pada perangkat daerah membuat risk register, menyusun dan melaksanakan Rencana Tindak Pengendalian (RTP), dan menyusun laporan hasil pengelolaan risiko.

“Unit kepatuhan dapat menyusun laporan pemantauan triwulan satu yang selanjutnya akan disampaikan kepada bupati melalui sekretaris daerah,” ucap Ety Erma Sumarni.

Sementara, Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kukar Dr. H Sunggono mengatakan pengisian kertas kerja dan penyusunan laporan pemantauan risiko menjadi aktivitas yang tidak hanya rutin, tetapi juga harus dilakukan dengan cermat dan teliti.

Berkenaan dengan hal tersebut, Edi Damansyah menekankan beberapa poin penting yang perlu menjadi fokus pada rapat kerja tersebut. Seperti, kualitas data dan informasi dalam pengisian kertas kerja dan laporan pemantauan. karena menurutnya data yang akurat dan konsisten akan menjadi dasar yang kuat untuk analisis risiko yang tepat dan pengambilan keputusan yang efektif.

Selanjutnya, yang berkenaan dengan peningkatkan kapasitas dan kompetensi seluruh aparatur dalam memahami dan mengelola risiko. yaitu melalui raker dan workshop yang berkelanjutan, sehingga aparatur dapat lebih mahir dan sigap dalam mengidentifikasi, menganalisis serta merespon berbagai resiko yang mungkin timbul.

Lebih lanjut, dirinya juga berharap ke depannya dalam proses pengisian kertas kerja dan pelaporan memanfaatkan teknologi informasi, karena menurutnya dengan pemanfaatan sistem informasi manajemen risiko akan membantu dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi.

Serta, penggunaan standarisasi prosedur pengisian dan pelaporan di seluruh perangkat daerah, karena menurutnya dengan adanya standar yang jelas dan terstruktur dapat memastikan bahwa semua pihak bekerja dengan cara yang sama dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Terakhir, Edi meminta agar adanya kolaborasi dan koordinasi antar perangkat daerah, dalam berbagai informasi, praktik baik, dan sumberdaya, sehingga akan memperkuat upaya dalam mengelola risiko secara komprehensif dan efektif.

“Dengan semangat kerjasama dan komitmen yang kuat, saya yakin kita dapat mencapai tujuan dalam mengoptimalkan pengisian kertas kerja dan laporan pemantauan pengelolaan risiko,” ujar Edi Damansyah dalam sambutannya.

Diakhir sambutannya, Edi Damansyah meminta seluruh peserta rapat kerja untuk menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat kapasitas dan meningkatkan kinerja pengelolaan risiko dilingkungan Pemkab Kukar.(kk07).

Haul Eyang Djoego ke 154: Menjaga Warisan Budaya dan Memperkuat Ekonomi Lokal

May 18, 2024 by  
Filed under Nusantara

BLITAR – Camat Kesamben, Heri Widiatmoko, bersama dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), menghadiri Kirab Pusaka Eyang Djoego yang ke-154 dalam rangka Haul Eyang Djoego di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Sabtu, (18/5/2024 ).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati jasa-jasa Eyang Djoego, yang telah dimulai sehari sebelumnya, pada hari Jumat.

Camat Kesamben, Heri Widiatmoko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menyoroti antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya Jawa yang tetap tinggi.

“Alhamdulillah, peringatan Haul Eyang Jugo yang telah dimulai pada hari Jumat kemarin berlangsung lancar. Kegiatan Kirab Pusaka ini secara kontinyu dilaksanakan dari tahun ke tahun sebagai wujud komitmen kita untuk menghormati para ulama, sesepuh sekaligus sebagai upaya nguri-nguri budaya Jawa,” ungkap Heri.

Kirab Pusaka yang dilakukan ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal.

Heri mencatat bahwa banyak pedagang memanfaatkan momentum ini untuk berjualan di sekitar area kirab budaya, yang pada gilirannya membantu meningkatkan perekonomian setempat.

“Banyak pedagang keliling momentum ini bagus jika dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di wilayah Kesamben dan sekitarnya untuk mengenalkan produk unggulan,” jelasnya.

Eyang Djoego, yang bernama asli R.M Soerjokoesoemo, adalah seorang bangsawan dari Keraton Yogyakarta dan dikenal sebagai penasihat spiritual Pangeran Diponegoro. Setelah kekalahan Pangeran Diponegoro dan pengasingannya ke Manado pada tahun 1830, Eyang Djoego memutuskan untuk meninggalkan atribut kebangsawanannya dan mengembara ke Jawa Timur, kemudian menetap di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Beliau dikenal berjasa dalam menyembuhkan wabah kolera di Jawa Timur, sehingga dianugerahi tanah seluas 7 hektar oleh pemerintah. Di atas tanah ini, Eyang Djoego mendirikan sebuah padepokan.

Prosesi Kirab Pusaka dan gunungan yang berisi hasil bumi menjadi puncak acara haul ini. Gunungan diarak dan diperebutkan oleh masyarakat ketika memasuki kawasan Padepokan Mbah Djoego, sementara pusaka diarak ke dalam padepokan dengan diiringi oleh pasukan putra-putri cantik dan tampan. Prosesi ini dipimpin oleh keturunan Mbah Djoego, Ki Aji dari Jawa Tengah, dan dilanjutkan dengan penaburan air keselamatan dan uang logam oleh juru kunci Padepokan Mbah Djoego, Ki Arif Wicaksono.

Kemeriahan haul ini semakin lengkap dengan pawai budaya yang diikuti oleh lima dusun yang ada di Desa Jugo, yaitu Sanggrahan, Jugo, Plampangan, Jajagan dan dusun Sanan.(Buang Supeno).

SMAN 3 Berau Gelar Fashion Show, Mampu Bersaing dan Ukir Prestasi

May 18, 2024 by  
Filed under Berau

TALISAYAN –  SMAN 3 Talisayan, Kabupatén Berau, Kalimantan Timur, terus berkarya melalui kegiatan positif. Hal ini bertujuan untuk menggali bakat-bakat  terbaik  di kalangan siswa, agar nantinya bisa menjadi kebanggaan sekolah baik tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional.

Acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), mengangkat tema ‘Pakaian Kearifan Lokal’ dirangkai dengan perlombaan peragaan busana di Pendopo Talisayan, SMAN 3 Talisayan, Sabtu (18/5/2024).

Kepala SMAN 3, Qomariah Sabran mengatakan setiap peserta diwajibkan menampilkan karya-karya terbaiknya melalui busana daur ulang. Semula kegiatan akan menggelar pawai budaya. Namun karena situasi dan kondisinya tidak memungkinkan akhirnya diganti dengan lomba fashion show

Sebelumnya SMAN 3 juga telah menggelar pameran keterampilan tata boga dari siswa-siswi. Selain itu SMAN 3 juga baru-baru ini sukses mengukir prestasi  terbaik di pestival lomba Seni Siswa Nasional tingkat Kabupaten, dengan menyapu bersih semua nomor lomba.

Kepala SMAN 3 Qomariah Sabran

Dikatakan Qomariah, SMAN3 juga mewakili Kabupaten Berau mengikut lomba di Balikpapan. Ada empat siswa yang berangkat mewakili Kabupaten Berau. Baginya, ini prestasi luar biasa karena letak geografis di daerah pesisir terkadang telat mendapatkan informasi. Meski begitu sekolah ini justru mampu bersaing dengan sekolah unggulan lainnya.

“Saya yakin dan percaya siswa SMAN 3 Berau punya prestasi dan talenta sangat luar biasa. Terimakasih kepada siswa semua,” kata Qomariah Sabran sesaat sebelum lomba fashion show dimulai.

Jumlah peserta fashion show itu sendiri diikuti sebanyak 17 peserta dari perwakilan setiap kelas. Yang keluar denagai juara fashion show nya adalah peringkat pertama Naysilla  kelas XIA, peringkat kedua  Intan dari kelas XB, peringkat tiga  Marshanda dan Fahri dari kelas XA. Sedangkan juara favorit oleh Rosalia dan Novanli dari kelas XID.(yoi)

Keseruan Classy Yamaha Bersama Girls Day Out, Bikin Bikers Wanita Makin Stylish

May 18, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

Sudah menjadi bagian dari gaya hidup, sepeda motor pun jadi media untuk kebutuhan tampil makin stylish ketika berkendara. Bikers pun memilih tipe dengan karakter yang cocok buat melengkapi style mereka. Hadirnya skutik Classy Yamaha menjawab keinginan pecinta lifestyle yang tetap menjaga penampilan saat menggunakan kendaraan di jalanan.

Fazzio dan Grand Filano yang merupakan line up Classy Yamaha jadi favorit konsumen dan banyak aktivitas dilakukan menggunakan dua skutik tersebut. Di wilayah Bandung misalnya, hype Classy Yamaha sangat terasa yang bisa dilihat juga dari keberadaan Girls Day Out. Komunitas wanita pecinta motor itu juga terdiri dari pengguna Fazzio dan Grand Filano yang kerap bergabung dalam sejumlah aktivitas yang diadakan Yamaha seperti di Hari Kartini dan International Women’s Day. Maupun touring bersama, terbaru dari Bandung ke Garut pada 5 Mei lalu dimana para peserta riding memakai Fazzio dan Grand Filano. Girls Day Out ada sejak tahun 2022 dan ratusan bikers wanita hadir biasanya dalam aktivitas yang diadakan. Terdiri dari wanita bermacam usia mulai dari muda hingga dewasa, hal-hal positif diperoleh dari keikutsertaan mereka di Girls Day Out.

Ikatan antara Yamaha dengan Girls Day Out bermula dari pengalaman menyenangkan test ride Fazzio dan Grand Filano sampai akhirnya skutik tersebut mereka beli. Keunggulan Classy Yamaha sangat memikat sehingga layak dijadikan partner berkendara, apalagi bisa untuk tampil bergaya. Lalu karena mudah dimodifikasi, ubahan sesuai selera membuat penampilan Fazzio dan Grand Filano kian atraktif.

Memiliki kedekatan dengan Yamaha, Girls Day Out bisa dibilang turut menggambarkan aktivitas yang suka dilakukan para pengguna Classy Yamaha. Bersama Yamaha, mereka adalah bagian dari Clan of Classy yang aktif dan gemar mengendarai Classy Yamaha. Fazzio dan Grand Filano jadi motor pilihan untuk menemani keseharian maupun melakukan hobi.

”Saat ini Classy Yamaha menjadi skutik yang diminati konsumen, termasuk dari bikers wanita Girls Day Out. Kami sering mengadakan acara bersama mereka menggunakan Fazzio dan Grand Filano, dimana semakin seru dengan berbagai kegiatan khas wanita. Terbukti dua skutik tersebut jadi pilihan untuk berkendara sekaligus bergaya yang meningkatkan percaya diri. Kualitas Classy Yamaha telah melancarkan mobilitas dan menambah kenyamanan saat riding, motor ini tepat jadi pilihan konsumen yang stylish,” ungkap Jaya Utama Harianto, Chief Yamaha DDS 2 Jawa Barat.

Daya tarik Classy Yamaha diakui oleh bikers wanita Girls Day Out, seperti yang diutarakan oleh Irvine, founder dari komunitas Girls Day Out. ”Yamaha Fazzio dan Filano motor yang cocok buat lifestyle, apalagi untuk wanita bisa matching dengan outfit. Hadirnya Classy Yamaha memberikan pilihan motor daily use bagi wanita, look motor sudah bagus lalu jika di custom makin cute apalagi dengan warna-warna yang eye catching. Di Girls Day Out juga pakai matik Yamaha termasuk Fazzio dan Filano yang kami sering gunakan dalam acara Yamaha. Saya sendiri punya Fazzio yang sudah dimodifikasi, motor ini mudah dikendarai bisa jadi pilihan pengendara wanita yang baru belajar naik motor, lalu ukuran Fazzio bagus buat wanita. Selain keseruan berkendara skutik Classy Yamaha, dalam aktivitas Girls Day Out kami juga sering sharing mengenai cara mengendarai motor yang tepat dengan safety riding, ini sangat penting bagi bikers wanita,” beber Irvine.

“Cerai” di Pilkada Kaltim

May 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TANPA mengurangi penghargaan kepada warga dan relawan, petahana Isran Noor (IN) sudah memastikan menggunakan kendaraan partai pada Pilgub Kaltim 2024. Sebab, sampai batas akhir pendaftaran perseorangan, Minggu (12/5) pukul 00.00, IN tak muncul di KPU.

Sementara Wali Kota Samarinda Andi Harun (AH) terkesan masih “main dua kaki.” Secara resmi dia dan pasangannya Syaparudin sudah  mendaftar lewat jalur perseorangan ke KPU. Tetapi dia juga masih aktif melakukan komunikasi dengan partai. “Jalur partai masih yang utama,” katanya.

Andi Harun dan Syaparudin yang sudah mendaftar perseorangan di KPU.

Syaparudin adalah ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Dia juga wakil ketua PWNU Kaltim. AH memilih dia karena hubungannya sangat dekat. Dia dianggap banyak memberikan pemikiran yang konstruktif untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan di Kota Samarinda.

Menurut Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat,  tidak masalah ada calon yang mendaftar di dua jalur, lewat partai dan perseorangan. Tapi pada saatnya nanti harus memilih. Yaitu pada saat KPU akan menetapkan  calon perseorangan.

Relawan IN ada yang kecewa. Karena  sudah 300-an ribu surat dukungan (surduk) terkumpul. Bahkan masih terus dihimpun pada saat ini. Seharusnya IN menempuh pola AH. Untuk antisipasi jika salah satu jalur terhambat.

Mereka khawatir jalur partai tidak lancar atau tidak cukup gara-gara diborong calon lain. Tapi sumber lain menyebutkan IN hampir pasti mendapat kursi Gerindra, Demokrat, PKB dan beberapa lagi. Jumlahnya bisa mencapai lebih 18 kursi dari 7 parpol yang didekati.  “Jadi dipastikan bisa berlayar sampai waktu pendaftaran nanti, akhir Agustus,” begitu katanya.

Badai sepertinya sudah berlalu. Rapat koordinasi (Rakor) DPD Gerindra se-Kaltim, Minggu (12/5) lalu yang dipimpin langsung Andi Harun menunjukkan bahwa legitimasi AH  kembali kukuh. Bahkan dalam Rakor tersebut, 10 DPC Gerindra se-Kaltim sepakat mendukung AH kembali mencalonkan diri dalam Pilwali Samarinda.

Jika menggunakan partai, hampir pasti kursi Gerindra yang paling utama. Pada Pileg 2024, Gerindra merebut 9 kursi di DPRD Samarinda. Jadi sudah cukup memenuhi persyaratan. Apalagi kalau ada partai lain yang bersedia berkoalisi.

Salah satu lawan AH yang hampir pasti maju adalah wakilnya sekarang, Rusmadi Wongso. Mereka sudah pasti “bercerai.” Ketua IKAPAKARTI Kaltim ini akan diusung oleh partainya sendiri, PDIP. Tapi masih harus koalisi, karena kursi PDIP ada 7 dan masih kurang 2.   “Saya Rusmadi Wongso dengan kerendahan hati akan maju ke Pilwali Samarinda. Mohon doa dan dukungannya,” katanya di kantor DPC PDIP Samarinda, Jl Remaja.

Siapa pasangan Rusmadi? Belum terungkap.  Saya lihat mantan ketua Bappeda Kaltim, Zairin Zain yang menjadi lawan AH di Pilkada sebelumnya ternyata mendaftarkan diri di Golkar Samarinda. Tadinya dia lebih mengarah ke Pilbup Kukar. Sekretaris DPRD (Sekwan) Samarinda, Agus Tri Sutanto  juga akan maju sebagai bakal calon wakil wali kota.

AH juga sudah memastikan dia tidak akan terjun ke Pilgub Kaltim. Dengan demikian kursi Gerindra sebanyak 10 di DPRD Kaltim akan diperebutkan oleh IN, Mahyudin, dan Haji Rudy Mas’ud (Harum). Tiga-tiganya punya hubungan erat dengan Prabowo. Jadi siapa yang dapat? Sepertinya tinggal garis tangan. Meski ada yang bilang, IN lebih kuat posisinya.

Kalaulah Harum yang dapat, karena dia sebelumnya ketua Pemenangan Prabowo-Gibran di Kaltim, maka opsi Harum menjadi HARUS (“perkawinan politik” Haji Rudy Mas’ud-Seno Aji) sangat terbuka. Kalau tidak, sekretaris DPD Gerindra dan wakil ketua DPRD Kaltim itu bakal tersisih.

Mahyudin juga memastikan dia maju ke Pilgub Kaltim menggunakan kendaraan partai. “Sudah tak cukup waktu lagi mengumpulkan surduk jika melalui jalur perseorangan,” katanya berterus terang.

Partai mana yang bakal dinaiki wakil ketua DPD RI ini?   Sepertinya dia saat ini sangat intensif berkomunikasi dengan sejumlah partai. Ada yang bilang, salah satu yang hampir pasti adalah PAN. Partai yang dikomandani Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ini, pada Pileg 2024 meraih 4 kursi di DPRD Kaltim.

Masih ada kursi di partai lain, yang bisa direbut. Ada PDIP 9, PKB 6, PKS 4, Nasdem 3, Demokrat dan PPP sama-sama 2 kursi. Siapa yang dapat? Kita lihat situasinya, yang memang sangat dinamis. Keputusan terakhir semua ada di DPP dan tanda tangan ketua umumnya.

TIGA TAHUN JOMBLO

Selain di Samarinda, “perceraian politik” juga terjadi di Bontang. Wali Kota Bontang Basri Rase juga berpisah dengan wakilnya, Hj Najirah, istri almarhum Adi Darma,  wali Kota Bontang periode 2011-2016.

Hj Najirah yang mendaftar lewat PDIP di Pilwali Bontang.

Mereka berpisah di ujung jalan. Hubungan sebelumnya cukup baik. Tiba-tiba Basri Rase, yang sebelumnya kader PKB memutuskan maju lewat jalur perseorangan. Sedangkan Najirah tetap melalui partainya, PDIP.

“Saya sudah mendapat restu dari Pak Jenderal (Safaruddin). Beliau mendorong saya untuk maju sebagai bacalon wali Kota Bontang dari PDIP. Soal wakil masih dicari, yang setia dan punya partai,” katanya bersemangat.

Sementara di luar dugaan, Basri Rase bersama pasangan barunya, Chusnul Dhihin dinyatakan KPU Bontang tidak memenuhi syarat (TMS) maju lewat jalur perseorangan karena terlambat mengunggah Model B.1-KWK-Perseorangan  di Sistem Informasi Pencalonan (Silon). “Ya mereka terlambat memenuhi batas waktu submit di Silon,” kata Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly.

Basri Rase dan Chusnul Dhihin yang terganjal di perseorangan.

Tidak ada pilihan lain, Basri harus kembali ke jalur partai. Tapi sepertinya tidak gampang Basri kembali ke partainya, PKB. Saat dia menyatakan memilih jalur perseorangan, Basri sempat berujar: “Alamak, ketua DPC itu apa sih? Partai itu butuh figur. Jangankan PKB, Hanura saja saya tinggalkan. Partai yang saya besarkan.”

Yang tak mungkin cerai atau bertahan dengan pasangannya adalah Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM). Soalnya petahana yang satu ini, sampai sekarang belum memiliki wakil. Sekitar dua minggu lagi genap 3 tahun “hidup menjomblo” sebagai wali kota. Siapa calon wakilnya untuk Pilwali 2024? Ada beberapa nama beredar di antaranya Ketua DPRD Abdulloh dan Sekretaris Kota (Sekkot) Muhaimin.

Belakangan ada nama mantan wakil wali kota Heru Bambang juga disebut-sebut. Heru memang sering bersama-sama RM, setidaknya sebagai mentor politik.

Lawan RM sejauh ini  belum jelas. Sebagian besar sudah mendaftar di Partai Nasdem yang memiliki 7 kursi di DPRD Balikpapan dan partai lain di antaranya Gerindra 6 dan PDIP dengan 4 kursi. Di situ ada nama M Sa’bani (mantan Sekprov Kaltim), drg Sukri Wahid (mantan anggota DPRD Balikpapan), Ahmad Basir (Ketua Nasdem Balikpapan), Yaser Arafat (Ketua Kadin Balikpapan), Syaima Alaydrus (Putri Bupati Kota Baru) dan Bagus Susetyo (anggota DPRD Kaltim dari Gerindra) serta Sabaruddin Panrecalle (anggota DPRD Balikpapan dari Gerindra).

Peta pertarungan Pilbup di Penajam Paser Utara (PPU) juga seru. Andi Harahap, mantan bupati PPU dari Golkar punya lawan-lawan berat. Selain ada Hamdam Pongrewa (mantan bupati terakhir) yang kabarnya akan berpasangan dengan Ahmad Basir (ketua Nasdem Balikpapan), ada pendatang baru Mudiyat Noor dari Nasdem Kaltim, yang sekarang cukup agresif sosialisasi.

Isu Pj Bupati Makmur Marbun akan maju juga terus menyeruak. “Sepertinya begitu, gaya dan aktivitasnya mengarah ke sana,” kata seorang staf Pemkab PPU. Apalagi Marbun bulan September nanti sudah memasuki masa pensiun. Ada yang bilang dia akan berpasangan dengan keluarga Bani Mas’ud. Bisa jadi Siti Aisyah Mas’ud meneruskan saudaranya, Abdul Gafur Mas’ud yang terganjal KPK.

Ada kabar tak enak bagi Bupati Kukar Edi Damansyah. Dari Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kemendagri dan KPU, Kamis (16/5) lalu, memberi isyarat bahwa Edi sudah dihitung dua periode menjadi bupati Kukar, sehingga tidak bisa mencalonkan diri lagi. Periode pertama Edi memang menggantikan Rita Widyasari yang terkena kasus hukum.

Jika Edi terganjal, maka peta Pilbup Kukar makin seru. PDIP yang menang di Kukar pasti akan menyorong wakil bupati sekarang,  Rendi Solihin. Sementara ada lawan beratnya adalah Dendi Suryadi, putra Kutai mantan Danrem 091/ASN. Jenderal bintang satu ini dari hasil survei Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) berada di urutan teratas. Kita juga menunggu apakah Hasanuddin Mas’ud (HAMAS), ketua Golkar Kukar, yang juga ketua DPRD Kaltim jadi maju ke Pilbup Kukar. Sekali ini benar-benar diuji keberanian “Raja” Mas’ud bertarung di Kota Raja. Biar mandi dicarangi etam hanya kerongo belaka.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb