Novotel  Raih Cuan IKN

May 17, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MINGGU lalu saya bertemu Pak Harianto Solichin. Dia komisaris utama (Komut) PT Grand Balikpapan. Perusahaan yang mengelola Hotel Novotel dan Ibis Balikpapan. Seperti biasa, dia tetap ramah dan mengajak saya ikut makan siang bersama tamunya. Dia didampingi putranya, William berpredikat dokter. “Tapi ini dokter yang tidak dokter,” katanya bercanda.

Harianto datang ke Balikpapan dengan beberapa rencana bisnis. Ada menjajaki kemungkinan pengambilalihan salah satu hotel dan juga pengembangan bisnis di wilayah Ibu Kota  Nusantara (IKN), Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Dia tidak menjelaskan secara rinci hotel mana yang mendapat perhatiannya. Memang ada beberapa hotel di Balikpapan yang macet terutama akibat dampak Covid-19. Di antaranya Hotel Bahtera, Hotel Nuansa Indah, Hotel Dusit atau Le Grandeur dan beberapa lagi lainnya.

Kemegahan Novotel Balikpapan di Jl Brigjen Ery Supardjan, No 2, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota

Belakangan ini bisnis hotel jadi seksi lagi di kota ini. “Ya setelah 16 tahun lebih mengelola Novotel di sini, baru sekarang terasa cuannya,” kata Pak Harianto dengan wajah cerah. Ini tidak terlepas dengan kehadiran dua proyek besar. Yaitu perluasan kilang Pertamina (RDMP) dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menjelang peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI  tanggal 17 Agustus 2024 di IKN, hampir semua kamar hotel di Balikpapan dan Samarinda sudah habis dipesan. Mungkin baru pertama kali hotel di Kaltim okupansinya mencapai 100 persen lebih.

Novotel Balikpapan adalah hotel  berbintang empat. Hotel ini di bawah payung Accor dan resmi dibuka tanggal 11 Mei 2007. Waktu itu saya masih wakil wali kota. Wali kotanya  Pak Imdaad Hamid.

Accor adalah grup hotel internasional berpusat di Prancis. Hotel pertamanya di kota Lille berdiri pada tahun 1967 dengan merek Novotel. Hingga tahun 2022 Novotel memiliki 564  hotel dan resor di 60 negara termasuk di Balikpapan. Selain Novotel, ada Mercure, dan Ibis.

Novotel Balikpapan dibangun di atas lahan Pemerintah Kota Balikpapan dengan investasi sekitar Rp200 miliar.  Dulunya di situ berdiri Hotel Balikpapan. Hotel tua berlantai satu.  Setelah kerjasama dengan PT Grand Balikpapan, bangunan yang ada diruntuhkan. Lalu berdiri bangunan baru, hotel berlantai 9 dengan nama Novotel Hotels & Resorts Balikpapan.

Kontrak kerjasamanya selama 30 tahun dengan sistem BOT (Built, Operate, and Transfer). Perjanjian bangun, guna dan serah. Ini pola pemanfaatan barang milik negara/daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali ke pemerintah.

Presiden Jokowi bersama tim manajemen Novotel Balikpapan sebelum ke IKN.

Novotel Balikpapan memiliki 198 kamar dengan 7 tipe.  Mulai superior, deluxe, bisnis suite,  executive suite sampai president suite. Kamar paling lebar dan terbaik itu, sering dipergunakan oleh berbagai tokoh dan pejabat termasuk Presiden Jokowi, yang sering ke Balikpapan dalam rangka memantau dan melakukan groundbreaking berbagai proyek dan investasi di IKN.

Novotel memiliki ruang pertemuan yang lebar. Namanya Borneo Ballroom berukuran 960 meter persegi. Dapat  menampung tamu sekitar 1.200 orang. Bisa disekat menjadi 4. Sering dipergunakan untuk berbagai pertemuan, mulai resepsi pernikahan, konser sampai rapat-rapat berskala nasional dan internasional.

Masih ada lagi 6 ruang pertemuan atau ruang rapat dengan ukuran terbatas. Yaitu ruang  Bekapai, Bengkirai, Damar, Kariangau, Meranti dan Ulin. Itu sebagian nama-nama pohon yang ada di hutan tropika basah Kaltim.

Menurut Senior Sales Manager Randa Noah Bramiko, seperti hotel lainnya, Novotel juga mengalami kondisi sangat berat ketika menghadapi wabah Covid-19. Syukur sekarang sudah bisa dilewati. “Sekarang kami lagi mempersiapkan tamu-tamu pertemuan wali kota se-Indonesia (APEKSI) dan peringatan HUT Kemerdekaan di IKN. Semua kamar sudah sold out,” katanya dengan wajah cerah.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) diselenggarakan di Kota Balikpapan, 1-6 Juni 2024. Seluruh wali kota se-Indonesia akan hadir bersama istri dan kepala dinas terkait. Ketua APEKSI sekarang adalah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggantikan Wali Kota Bogor Bima Arya.

ADA HOTEL IBIS

Novotel Balikpapan belakangan didampingi “adiknya” hotel Ibis. Hotel itu dibangun di sampingnya pada tahun 2011 dengan investasi sekitar Rp65 miliar. Hotel berbintang tiga berlantai 6 dengan kapasitas 55 kamar itu, diresmikan tanggal 20 Mei 2012 bertepatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Saya yang mendapat kehormatan meresmikan hotel tersebut, dalam kedudukan sebagai Wali Kota Balikpapan.

Saat itu masih ada Pak Gafur Chalik, President Director PT Grand Balikpapan. Dia jenderal Angkatan Laut.  Beliau sudah berpulang. Orangnya sangat baik dan akrab. Itu yang saya kenang.

Selain Pak Gafur, ada Farhat Brachma sebagai komisaris. Waktu itu dia masih berstatus menantu Pak Imdaad. Pak Gafur suka sekali mendengar kalau Farhat bernyanyi. Maklum suaranya bagus dan merdu. Farhat sekarang menjadi Tim Ahli Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin.

Hotel Ibis saat ini  juga menjadi hotel transit bagi crew dan pramugari pesawat Lion Air. Dulu di Novotel juga sempat menjadi markasnya crew dan pramugari Garuda.

Bulai Mei 2024 ini, adalah ulang tahun ke-17 Novotel Balikpapan dan ultah ke-12 Ibis. Temanya menarik. “To Infinity and Beyond.” Ada acara yang melibatkan karyawan di antaranya skrining kesehatan, Nobis-Idol dan Zumba Party.

Usia ke-17 bagi manusia adalah usia bersejarah. Fase sweet seventeen. Penuh  keindahan. Ini transisi dari remaja menuju dewasa. Sepertinya Novotel Balikpapan masuk dalam suasana itu. Kebahagiaan sebuah hotel kalau kamarnya terisi penuh. Itu dialami Novotel. Kata Pak Harianto,  sekarang lagi bagus cuannya. Siapa yang menyangka jika ingat 17 tahun silam.

Menurut General Manager Novotel, Sigit Budiarso, manajemen berusaha meningkatkan pelayanan. Biar tamu semakin puas.  Jumat (17/5) malam yang berkah, mereka mengundang makan malam Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, Wali Kota Rahmad Mas’ud bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Nanang Avianto, M.Si serta anggota Forkopimda lainnya dalam acara syukuran.

Novotel juga mengundang Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin. “Saya sudah bertemu langsung dengan Sultan di Tenggarong menyampaikan undangannya. Insyaallah beliau berkenan hadir,” kata Sigit.

Pada acara ultah atau Kaseh Selamat Sultan ke-73, Sigit datang ke Istana Sultan di kompleks Museum Tenggarong. Dia menyampaikan kue ultah. Sultan sangat senang. Ada hotel yang sangat menghargai eksistensi Sultan. Saya juga kebetulan ada di sana. Malah dapat kopiah adat. Saya bilang ke Pak Sigit, sesekali tampilkan seni budaya adat Keraton Kutai di Novotel. Biar dapat berkah, kamarnya penuh terus. Ini termasuk hotel etam jua.(*)

Pentingnya Generasi Muda Menjaga Nilai Kebangsaan 

May 16, 2024 by  
Filed under DPRD Kaltim

TENGGARONG- Sosialisasi Wawasan Kebangsaan merupakan upaya pemerintah menanamkan nilai kebangsaan pada masyarakat, dalam perkembangan teknologi saat ini yang banyak memberikan pengaruh pada nilai budaya dan norma muncul ditengah-tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur Salehuddin, dalam acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMA Negeri 2 Tenggarong, Kamis,(16/05/2024)

Diungkap Salehuddin, sosialisasi yang dilaksanan merupakan bagian tugas dan fungsi anggota DPRD untuk mengingatkan kembali pokok pembahasan terkait wawasan kebangsaan, dia mengatakan situasi saat ini membuktikan kehadiran teknoligi merupakan hal yang tidak dapat terhindarkan. Kebutuhan masyarakat terkait informasi yang dapat di akses melalui media informasi dapat membantu masyarakat memperoleh ilmu pengetahuan, namun disisi lain penggunaan media yang tidak bijak dapat memberikan dampak negatif pada masyarakat.

“Teknologi memiliki dua mata sisi, yang jika digunakan dengan baik akan memberikan dampak yang luar biasa dengan pengetahuan yang didapatkan, sebaliknya jika tidak bijak maka dampak negatif yang diterima juga akan luar biada,” ucapnya.

Salehuddin mengimbau kepada siswa/i SMA Negeri 2 Tenggarong untuk dapat menggunakan teknologi dengan sebaik-baiknya, peran generasi muda pada kemajuan bangsa memiliki peran yang penting sebagai penerus bangsa.

Salehuddin menjelaskan, beberapa aspek digitalisasi yang hadir dan memberika dampak pada generasi muda yaitu hadirnya ideologi baru yang masuk melalui media sosial, yang jika tidak dilakukan kontrol maka akan sangat membahayakan.

“Aspek digitalisasi, dengan masuknya beberapa ideologi melalui medsos. Seperti kekerasan, pornografi, dan lain sebagainya yang sangat membahayakan,” pungkasnya.(Ria)

IKN, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keberlanjutan

May 16, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Rektor Uniba Dr Isradi Zainal menyerahkan plakat kepada Rektor STIEPAN Prof Suhartono setelah penandatanganan kerjasama.

EKONOMI Berkelanjutan, Ketahanan Pangan, Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Indonesia Emas 2045 jadi topik yang menarik dibahas. Maklum ini menyangkut arah dan nasib bangsa Indonesia ke depan. Karena itu, tema ini diangkat dalam seminar yang digagas Pusat Kajian dan Pengembangan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan (PKPE FEB Uniba) dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Balikpapan.

Seminar berlangsung di Kampus Uniba, Jl Pupuk Raya, Gunung Bahagia, Rabu (15/5). Tema lengkapnya: “Peran Ekonomi Berkelanjutan sebagai Wujud Ketahanan Pangan di IKN Menuju Indonesia Emas.” Pesertanya akademisi, mahasiswa, dan anggota ISEI. Sekitar 150 orang yang hadir.

Dekan FEB Uniba Dr Tamzil Yusuf yang membuka acara. Dia bilang, pembangunan IKN yang persis rampung pada saat kita memasuki era Indonesia Emas 2045 perlu memerhatikan berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pertanian. Karena ini berkaitan dengan masalah ketahanan pangan dan lapangan kerja. Juga berkaitan dengan penerapan konsep ekonomi berkelanjutan.

Sebagai keynote speaker, Ketua Yayasan Uniba Dr Rendi Susiswo Ismail dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Robi Ariadi. Pembicaranya Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, Prof Eko Ganis Sukaharsono dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Wali Kota Balikpapan dan Adam Dustin dari Hipmi. Sebagai ketua ISEI Balikpapan, saya juga didaulat berbicara.

Prof Eko Ganis adalah ahli akuntansi berkelanjutan yang dia sebut sebagai Economic Balance (EB). “Beliau dosen saya,” kata Adam Dustin, yang ternyata alumnus UB.

Adam yang saat ini kandidat kuat ketua Hipmi Balikpapan adalah pengusaha muda lokal yang mendapat kepercayaan ikut berkiprah di IKN. Dia bergerak di bidang event organizer (EO) atau perencana acara. “IKN memberi peluang kepada pengusaha muda lokal berkembang. Kita juga menyaksikan konsep pembangunan ibu kota negara berkonsep lingkungan,” ujarnya.

Akuntansi berkelanjutan adalah paradigma baru dalam bidang akuntansi, yang berkaitan dengan kebijakan untuk memasukkan elemen biaya lingkungan ke dalam praktik akuntansi perusahaan atau lembaga pemerintah.  Biaya lingkungan adalah suatu implikasi yang timbul dari sisi keuangan maupun non-keuangan.

Menurut Prof Ganis, pembangunan ekonomi berbasis akuntansi berkelanjutan harus dapat menunjukkan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan cara tidak menguranginya dan merusaknya atau juga tidak mengurangi fungsinya untuk kemanfaatan dan kepentingan generasi masa yang akan datang.

Dia mengungkapkan ada 5P yang terkait  konsep EB. Yaitu, Planet, Prophet, Profit, People dan Pheno-Technology. “Itu artinya kemampuan pembangunan EB dalam relasi aktivitasnya harus ramah lingkungan, akselerasi ekonomi, mendayagunakan teknologi dan sadar berketuhanan,” tandas Prof Ganis.

Rektor Uniba Dr Isradi, yang rajin memantau perkembangan pembangunan IKN meyakini IKN memang mewujudkan konsep smart forest city. “Jadi tidak benar kalau IKN merusak lingkungan, justru sebaliknya IKN membangun dan memulihkan lingkungan,” tegasnya.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengakui kehadiran pembangunan IKN memang memacu pertumbuhan ekonomi di Kaltim termasuk Balikpapan. Dia juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan di IKN dan daerah sekitarnya agar tidak berkontribusi terhadap kenaikan inflasi.

JANGAN IKN SAJA

Menurut saya, masalah ketahanan pangan tidak saja penting untuk IKN, tetapi juga bagi Kaltim sebagai daerah penyangga, yang selama ini kebutuhan pangannya sebagian besar dipasok dari Kalsel, Sulsel, Sulbar, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Karena itu mata rantai pasokan harus terus dijaga dan ditingkatkan. Sejauh ini Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kaltim masih di atas nasional. Bahkan Balikpapan nomor dua setelah Denpasar. Tapi ada 3 daerah yang masih rawan, yaitu Kabupaten Mahulu, Kutim, dan Kubar.

Penduduk IKN di tahun 2045 diperkirakan mencapai 1,9 juta orang. Sementara penduduk Kaltim diprediksi mencapai 5 juta orang. Ke depan, Kaltim yang mempunyai lahan yang cukup luas bisa dikembangkan menjadi daerah yang punya kemandirian pangan yang cukup tinggi. Di antaranya mengembangkan food estate atau pertanian modern dengan teknologi canggih.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Dr Myrna A Safitri pernah mengungkapkan, food estate dan urban farming juga menjadi pilihan dalam mengembangkan strategi ketahanan pangan di IKN.

Menurut Myrna, saat ini di kawasan sekitar IKN tersedia 24,7 hektare lahan pertanian. Akan diperluas menjadi 25.600 hektare atau 10 persen dari luas IKN. “Kita akan menerapkan kebijakan perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan,” jelasnya.

Saya setuju dengan gagasan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengembangkan program Petani Muda Milenial, sehingga tumbuh kader-kader petani modern di daerah ini. Kaltim tidak bisa terus menerus mengandalkan dari hasil tambang, tetapi juga bisa dari bisnis pertanian.

Di tengah-tengah acara seminar, Uniba juga menandatangani kerjasama (MOU) dengan beberapa perguruan tinggi lainnya. Di antaranya dengan STIEPAN, Untag dan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. “Kita perlu merapatkan barisan, saling mendukung dan menguatkan karena kita akan bersaing dengan berbagai perguruan tinggi besar yang buka di IKN,” kata Rendi Ismail. Hal yang sama juga ditegaskan Rektor Widya Gama Prof Dr Husaini Usman.

Rendi juga mendorong Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan diperkuat dan  menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di IKN. Uniba juga tengah berjuang mendirikan Fakultas Kedokteran. “Perjuangan dan syaratnya sangat berat,” katanya mengeluh. Padahal ini untuk kepentingan Kaltim dan IKN.(*)

Strerilisasi Retort. Amankah Untuk Pangan

May 16, 2024 by  
Filed under Opini

Oleh : Khansa Fitria Latifa Hidayat

Mahasiswa PS Ilmu Pangan, Pascasarjana IPB

Kontaminasi makanan oleh mikroorganisme merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, di mana jamur menyebabkan kerusakan dan penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh bakteri (Clark et al., 2014).

Spora, seperti yang berasal dari Clostridium thermosaccolyaticum, Bacillus spp. dan Clostridium botulinum, juga dapat menimbulkan risiko kesehatan karena mereka sering kali sangat tahan panas dan tumbuh subur di bawah kondisi anaerobik (Awuah, Ramaswamy, & Economides, 2007).

Penyakit bawaan makanan mempengaruhi miliaran orang setiap tahun dan memberikan beban yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat secara global (Seboka et al., 2023). Untuk mencegah hal ini, sangat penting untuk menerapkan prosedur seperti sterilisasi dan pasteurisasi untuk menjamin keamanan pangan.

Lalu, apa itu sterilisasi retort?

Sterilisasi retort adalah proses sterilisasi produk pangan menggunakan kombinasi uap panas dan tekanan tinggi dalam waktu tertentu. Proses ini mampu membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit.

 

Bagaimana sterilisasi retort ini dapat bekerja?

Tahap pertama, CUT (waktu pemanasan), adalah waktu yang diperlukan untuk media pemanas aliran tinggi untuk mencapai suhu retort 240-250° F (sekitar 115-121° C) dan tekanan yang diperlukan 15-20 psi (sekitar 1-1,4 bar) di atas tekanan atmosfer.

Dalam tahap kedua, P (tahap penahanan atau pemasakan), retort mempertahankan suhu dan tekanan untuk menjamin kematian; ini bervariasi tergantung pada mikroorganisme target atau kontaminasi mikroba yang diantisipasi.

Pada tahap ketiga, CDT (waktu turun), air pendingin ditambahkan untuk melanjutkan penurunan suhu. Proses panas yang berlebihan pada makanan dapat dihindari dengan mendinginkannya, yang juga mencegah perkembangan mikroorganisme termofilik. Namun, proses pendinginan dapat menyebabkan kantong retort pecah. Hal ini dapat dihindari dengan menerapkan udara bertekanan berlebih selama prosedur pendinginan, yang membantu menjaga integritas kemasan dan menghindari deformasi wadah (Mosna & Vignali, 2015).

 

Apa saja keunggulan dari sterilisasi retort?

  • Efektivitas tinggi: Sterilisasi retort mampu membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit sehingga memastikan keamanan produk pangan dan melindungi kesehatan konsumen.
  • Keamanan dan kepatuhan regulasi: Sterilisasi retort memenuhi standar keamanan pangan internasional, seperti yang ditetapkan oleh FDA (Food and Drug Administration) dan badan pengawas lainnya. Ini memastikan produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
  • Masa simpan produk lebih lama:Produk yang disterilkan retort memiliki umur simpan yang lebih panjang dibandingkan dengan produk yang tidak disterilkan. Hal ini karena sterilisasi retort mampu membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan dan pembusukan.
  • Menjaga rasa, tekstur, dan warna produk:Sterilisasi retort membantu menjaga rasa, tekstur, dan warna produk pangan, sehingga konsumen dapat menikmati produk dengan rasa yang lezat dan tekstur yang asli .

Contoh Produk Pangan yang Disterilkan dengan Retort:

  • Susu dan Olahan Susu: Susu segar, susu UHT, yogurt, dan keju.
  • Minuman: Jus buah, minuman ringan, dan teh.
  • Produk Daging: Daging sapi, ayam, dan ikan kalengan.
  • Sayuran dan Buah-buahan: Sayuran dan buah-buahan kalengan, seperti jagung, kacang polong, dan buah persik.
  • Saus dan Bumbu: Saus tomat, saus sambal, dan bumbu lainnya.
  • Makanan Siap Saji: Nasi siap saji dan pasta dengan saus, nasi goreng, mie goreng, berbagai jenis kari, bubur dan sereal dalam kemasan pouch.
  • Makanan bayi: Puree buah dan sayuran, makanan bayi dalam bentuk cair atau semi-padat.
  • Makanan Hewani: Pakan ternak, seperti ayam dan sapi.

Bagaimana dengan atribut kualitas dari pangan tersebut?

Namun, perlu digaris bawahi terdapat beberapa metode pemanasan retort yaitu, pemanasan uap langsung, perendaman dalam air, pemanasan uap dan udara, dan semprotan air. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada jenis produk, jenis kemasan, dan hasil yang diinginkan. Pemilihan metode yang tepat sangat penting untuk memastikan sterilisasi yang efektif tanpa merusak kualitas produk.

Berbagai penelitian telah membandingkan metode pemanasan yang berbeda untuk menentukan pengaruhnya terhadap waktu pemrosesan dan perilaku pemanasan produk (Zhu et al., 2022). Sebagai contoh pada penelitianYu et al.(2023)memproses ketiga sayuran yaitu lobak, wortel dan kentangmenggunakan saturated steamatau uap jenuh dalam retort dan membandingkan pengaruh berbagai retort target suhu (120–150 °C) dan waktu penahanan (1–7 menit) untuk karakteristik penetrasi panas dari sayuran yang berbeda (lobak, wortel, kentang). Selanjutnya, penelitian ini menganalisis atribut kualitas produk nabati dibandingkan dengan pertimbangan panas analisis penetrasi untuk menyediakan pemrosesan retort yang sesuai kondisi untuk produk Home Meal Replacement (HMR) berbasis sayuran. Studi ini menunjukkan bahwa pada lobak mengindikasi laju pemanasan tertinggi di antara sayuran yang diuji. Nilai L* menurun sebagai fungsi dari peningkatan suhu dan waktu penahanan, menunjukkan berkurangnya keputihan. Pada wortel Kekerasan menurun secara signifikan dengan meningkatnya suhu danwaktu penahanan. Nilai a* yang berkurang, mengindikasikanpenggelapan. Sedangkan pada kentang, kekerasan dan pencoklatan meningkat dengan suhu dan waktu penahanan. Dengan demikian, suhu retort harus dikontrol dengan tepat untuk produk nabati yang berbeda berdasarkan karakteristik penetrasi panas spesifiknya.

Daftar Pustaka

Awuah, G., Ramaswamy, H. S., & Economides, A. (2007). Thermal processing and quality: Principles and overview. Chemical Engineeringand Processing: Process Intensification, 46(6), 584–602.

Clark, S., Jung, S., & Lamsal, B. (2014). Food processing: Principles and applications. John Wiley & Sons.

Seboka, B. T., Negashe, M., Yehualashet, D. E., Kassawe, C., Namaro,M., & Yigeremu, M. (2023). Health literacy and health informationsources in relation to foodborne and waterborne diseases amongadults in Gedeo zone, Southern Ethiopia, 2022: A communitybased cross-sectional study. Heliyon, 9(5), e15856. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15856

Mosna, D., & Vignali, G. (2015). Three-dimensional CFD simulation ofa “steam water spray” retort process for food vegetable products.International Journal of Food Engineering, 11(6), 715–729

Yu SS, Ahn HS, Park SH. 2023. Heat penetration and quality analysis of retort processed vegetables for home meal replacement foods. Food Sci Biotechnol. 32(8):1057–1065. doi:10.1007/s10068-023-01247-8.

Zhu, S., Li, B., & Chen, G. (2022). Improving prediction of temperature
profiles of packaged food during retort processing. Journal of Food
Engineering
, 313, 110758

Kolaborasi Multipihak Kunci Keberhasilan Pelestarian Biodiversitas Indonesia

May 16, 2024 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Bogor — Belantara Foundation bekerja sama dengan Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Prodi Biologi Fakultas MIPA, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pakuan menyelenggarakan seminar dan pelatihan.

Seminar ini mengangkat  tema “Peran Multipihak dalam Pelestarian Biodiversitas Indonesia” pada Selasa, 14 Mei 2024. Lebih dari 1.220 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut.

Seminar nasional secara luring diadakan di Auditorium Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan di Bogor, sedangkan daring melalui aplikasi Zoom dan live streaming YouTube Belantara Foundation. Acara ini dikemas melalui kegiatan Belantara Learning Series Eps.10 (BLS Eps.10).

Kegiatan yang didukung oleh PT. Sharp Electronics Indonesia dan Taman Impian Jaya Ancol ini, juga berkolaborasi dengan IUCN Indonesia Species Specialist Group (IdSSG) dan KupuKita serta menggandeng enam universitas sebagai kolaborator yang mengadakan acara “nonton dan diskusi bareng” BLS Eps.10 bagi mahasiswa dan dosen di masing-masing universitas.

Enam universitas tersebut yaitu Universitas Pakuan, Universitas Riau, Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala, Universitas Tanjungpura dan Universitas Nusa Bangsa.

BLS Eps.10 diselenggarakan secara khusus dalam rangka mendukung pemerintah dalam menyemarakkan World Species Congress yang diselenggarakan oleh IUCN program Reverse The Red pada 15 Mei 2024 secara virtual dan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2024 yang diperingati setiap 22 Mei.

Menurut artikel yang ditulis oleh ilmuwan yang diterbitkan di jurnal Biological Review awal 2022 lalu, menjelaskan saat ini telah berlangsung kepunahan massal keenam yang disebabkan oleh antropogenik. Ancaman kepunahan massal kali ini berbeda, karena intervensi manusia terhadap alam dan biodiversitas telah menyumbang dan mempercepat kepunahan tersebut terjadi.

Ancaman tersebut semakin terlihat dengan tingkat kepunahan spesies yang meningkat secara drastis. Para peneliti sebagian besar menggunakan data spesies yang terdaftar sebagai spesies punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Para peneliti berfokus pada spesies vertebrata (tidak termasuk ikan) karena datanya tersedia lebih banyak.

Dari setidaknya 5.400 genera (bentuk jamak dari genus) yang terdiri dari 34.600 spesies, para peneliti menyimpulkan bahwa dalam 500 tahun terakhir sejumlah 73 genera telah mengalami kepunahan, sebagian besar terjadi dalam dua abad terakhir.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna .

Penelitian tersebut memperkirakan kepunahan tersebut seharusnya membutuhkan waktu kurang lebih 18.000 tahun, bukan 500 tahun, meskipun perkiraan tersebut masih belum pasti, karena tidak seluruh spesies diketahui dan catatan fosil masih belum lengkap.

Para ilmuwan mengatakan kepunahan massal buatan manusia tersebut disebabkan oleh perusakan habitat, perubahan iklim global, eksploitasi berlebihan, polusi, dan spesies invasif.

Menurut IUCN, sampai saat ini terdapat lebih dari 44.000 spesies terancam punah di bumi. Jumlah ini merupakan 28 persen dari total 157.100 spesies yang masuk daftar merah milik lembaga konservasi global tersebut. Padahal, jumlah spesies yang ada di bumi jauh lebih banyak dari angka tersebut.

Pada Desember 2023 lalu, IUCN memperbarui daftar spesies yang berstatus punah/Extinct (EX). Berdasarkan data yang dipublikasikan sejak 1996 hingga kini, terdapat lebih dari 900 spesies yang punah. Sebanyak 74 spesies di antaranya dinyatakan punah pada 2023.

Sejak Tahun 2023 hingga saat ini, Pemerintah Indonesia dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas, tengah menyusun dokumen Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia atau Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) pasca COP15 CBD. Proses penyusunan dokumen ini merupakan upaya untuk menyelaraskan target pengelolaan keanekaragaman hayati nasional dengan target global.

Dokumen IBSAP ini disusun selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 serta kedepan diharapkan memiliki dasar payung hukum untuk akselerasi implementasi. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola keanekaragaman hayati secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna saat opening speech mengatakan tujuan utama seminar nasional ini untuk meningkatkan pemahaman stakeholders mengenai strategi dan rencana aksi serta peran penting sektor akademisi, industri dan masyarakat dalam pengelolaan biodiversitas Indonesia.

Tujuan lain yaitu untuk meningkatkan kepedulian semua pihak, agar dapat ikut mengambil peran masing-masing dalam upaya pelestarian khususnya jenis-jenis yang terancam kepunahan.

Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan menyebutkan telah dikeluarkan Instruksi Presiden No.1 tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan. Inpres ini diterbitkan untuk memastikan adanya keseimbangan pemanfaatan ruang untuk kepentingan ekonomi dan konservasi keanekaragaman hayati dalam kebijakan setiap sektor.

Pelaksanaan kebijakan ini diarahkan melalui pengambilan langkah-langkah kebijakan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan setiap lembaga yang disasar dalam kebijakan ini.

Isi inpres ini menyasar ke 19 kementerian dan lembaga pemerintahan dengan tujuan untuk mengarusutamakan keanekaragaman hayati dalam kebijakan pembangunan.

“Tidak hanya tugas pemerintah, pelestarian keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi multipihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, industri, media bahkan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pelestarian biodiversitas Indonesia untuk generasi kini dan yang akan datang,” tegas Dolly yang juga​ anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si., mengemukakan kegiatan seminar dan pelatihan inspiratif seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengarusutamakan isu-isu tentang keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup di Indonesia, ujar Anna.

“Kami berterima kasih kepada Belantara Foundation, IUCN IdSSG, PT. Sharp Electronics Indonesia dan Taman Impian Jaya Ancol serta mitra lainnya yang telah mendukung penuh acara ini sehingga berjalan dengan baik dan sukses,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua I-SER (Institute of Sustainable Earth and Resources) FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Jatna Supriatna, Ph.D sebagai salah satu pembicara kunci mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat besar dan memiliki perputaran energi yang tidak terputus sejak ratusan juta tahun, sehingga melewati fenomena-fenomena geologi yang sangat berhubungan dengan keanekaragaman hayati.

Indonesia memiliki banyak akademisi di kampus-kampus dan pusat penelitian. “Penelitian biodiversitas perlu lebih menekankan pada tahap pemanfaatan. Misalnya, tentang pemanfaatan biodiversitas untuk pangan yang seharusnya berasal dari biodiversitas Indonesia. Kita bisa memperbanyak riset yang lebih mendalam tentang pemanfaatan hayati karena kita punya lebih dari 30,000 spesies”, ujar Jatna.

Jatna juga menambahkan upaya-upaya dari akademisi yang bisa dilakukan adalah terkait valuasi biodiversitas dan ekosistem, degradasi lahan yang menyebabkan defaunasi, serta dampak perubahan iklim pada biodiversitas.

Pelestarian biodiversitas perlu menekankan kolaborasi tri-sektor dari akademisi, pemerintah, dan sektor privat. Salah satunya bisa melalui pengembangan ekowisata, seperti pengamatan burung atau wisata-wisata yang terkait spesies kharismatik.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University dan Co-Chair IUCN IdSSG, Prof. Dr. Mirza D. Kusrini menjelaskan IdSSG adalah kelompok ahli dan praktisi hidupan liar yang bergabung di bawah naungan Species Survival Commission IUCN. Berdiri sejak awal tahun 2023, IdSSG memiliki visi untuk mengkoordinasi para ahli di seluruh Indonesia dari berbagai kelompok taksonomi dan keilmuan terkait untuk mendukung pemerintah serta para pihak dalam usaha bersama mengubah penurunan keanekaragaman jenis melalui pengembangan pengambilan keputusan dan kebijakan berbasiskan bukti ilmiah.

Turut hadir pembicara kunci dan narasumber yang memiliki keahlian dan segudang pengalaman di bidang keanekaragaman hayati secara berurutan yaitu Anggi Pertiwi Putri, S.T. MEnv., Perencana Muda Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas; Dita Galina, Manager Sustainability Musim Mas; I Putu Artana dan Mohamad Ikrom, Kelompok Masyarakat Penangkar Burung Jalak Bali Binaan Taman Nasional Bali Barat. Seminar nasional ini dimoderatori oleh Suer Suryadi, Direktur Conservation and Legal Assistant Network.(*/yul)

 

 

« Previous PageNext Page »

  • vb