BPSDM Kaltim Gelar Rakernis

June 10, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – Asisten Administrasi Sekda Prov. Kaltim, Reza Indra Riadi, membuka acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim di Hotel Novotel, Balikpapan, Senin (10/6/2024).

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, dalam laporannya menyampaikan Rakernis ini mengambil tema “Optimalisasi Pemetaan Kompetensi ASN Dalam Rangka Pengembangan SDM Aparatur Provinsi Kaltim Menuju Indonesia Emas 2045”. Lebih lanjut Nina mengatakan bahwa Rakernis ini diikuti oleh semua Kepala SKPD/Sekretaris, Kepala UPTD, jajaran BPSDM Kaltim dan para Kepala BKPSDM   Kabupaten/Kota se Kaltim.

Pada Rakernis kali ini dihadirkan beberapa narasumber yang kompeten dari berbagai instansi pemerintah. Pertama,  Kepala UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Prov. Kaltim, Siti Mahmudah Kurniawati.  Topik yang diangkat tentang Identifikasi Kompetensi ASN.

Kedua, Kepala Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN,  Lembaga Administrasi Negara, Erna Irawati. Materi yang dibawakan tentang Kolaborasi Antar Lembaga Terkait Pengembangan Kompetensi ASN.

Narasumber terakhir, Bere Ali, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, menyampaikan materi tentang Coaching dan Mentoring Pembelajaran Terintegrasi Melalui Kaltim Corpu (Corporate University).

Pada sesi tanya jawab, Abdussamad, selaku Penjamin Mutu BPSDM Kaltim menyampaikan bahwa ASN harus memiliki beberapa kompetensi, yaitu  kompetensi manajerial, kompetensi sosio kultural, kompetensi literasi digital, emerging skill dan future skill, jika ada gap antara kompetensi yang diharapkan dengan kenyataan, maka apa yang harus dilakukan?

Jauhar Efendi, Widyaiswwara Ahli Utama BPSDM Kaltim selaku peserta melaporkan bahwa kegiata Rakernis ini juga dihadiri Prof. Sarosa Hamongpranoto yang juga sebagai Penjamin Mutu BPSDM Kaltim. (Mj)

Energi Baru Iwan Fals

June 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Musik Raja Pane

Iwan Fals dan Band hari Rabu, 5 Juni 2024, mengadakan konser di Bengkel Space, Kawasan SCBD, Jakarta. Konser indoor tersebut memakan waktu hampir dua jam non-stop dengan menampilkan lagu-lagu hits Iwan Fals.

Dibukan dengan judul lagu Merah Putih, Iwan berhasil memuaskan penonton yang ikut bernyanyi dari awal hingga akhir konser.

Iwan memang tampil dengan dukungan  Energi Baru yakni, Raya Rambu Rabani pada drum,  Ardy Siki  memetik bass, Zulqi Lael Ramadhana pada lead gitar,  Arda Sugarda  pada keybord, piano, gitar dan Faris Alwan di perkusi, alat tiup,  suling, serta biola.

Berbeda dengan konser-konser sebelumnya, kali Iwan Fals tampil dengan lagu lama tapi diaransemen dengan musik kekinian dengan irama yang cukup  keras.

Lagu-lagu Iwan terasa lebih bermakna dan bergema lantang dengan dukungan  kelima personil pengiring Iwan.

Raya Rambu Rabani misalnya. Putra ketiga Iwan Fals ini tampil dibelakang drum dengan konsisten menjaga tempo. Lelaki gondrong berusia 21 tahun ini begitu profesional. Ia menunjukkan bahwa yang ia iringi bukan bapaknya, Iwan Fals (Virgiawan Listanto). Tapi, Raya, panggilan akrabnya, menunjukkan bahwa  ia sedang mengiringi seorang penyanyi lagendaris yang punya kharisma dimana  karya-karyanya sudah membumi di Indonesia bahkan ke luar negeri.

Raya begitu percaya diri di belakang drum. Pukulannya begitu rapi, bertenaga  dengan  konsisten menjaga irama agar lagu yang dibawakan Iwan terasa lebih bernyawa dan bunyi2an yang keluar sangat mengena di telinga  penonton yang saat itu didominasi dengan kaum muda (generasi Z).

Ardy Siki sipembetot bas, juga tak kalah menarik. Ardy, salah satu personil  yang paling lama mengiringi Iwan, tahu betul karakter Iwan dan yang diinginkan para penonton saat ini. Petikan basnya tidak sekadar mengikuti irama lagu. Tapi, ia memberi warna tersendiri dengan betotan yang cukup bervariasi. Ardy juga cukup komunikatif dengan penonton sehingga dia bisa berkomunikasi ringan dengan penonton sambil bercanda.

Sedangkan Zulqi Lael yang menjadi lead gitar juga memberikan sentuhan yang apik pada setiap lagu. Zulqi tahu betul, kapan gitarnya menderu-deru dan kapan gitarnya harus pelan. Seperti pada lagu Nyanyian Jiwa. Zulqi, anak Bandung  sirambut gondrong ini, memainkan melodi penuh dengan penghayatan. Ia memainkan gitar melengking sesuai roh dan makna  lagu Nyanyian Jiwa. Ya..ya lagu Nyanyian Jiwa akhirnya semakin  berjiwa dengan sentuhan gitar Zulqi Lael. Penonton pun seperti terkena hipnotis oleh senar gitarnya.

Lalu peran Arda Sugarda juga cukup besar.  Maklum, lagu-lagu Iwan yang dimainkan malam itu menginginkan sentuhan piano dan keyboard. Misalnya pada lagu Aku Bukan Pilihan. Sentuhan jari-jari Ardy benar- benarvterasa,  serasa mendengar irama aslinya. Sehingga penonton pun terpukau dan ikut larut sambil bernaynyi. Arda tidak hanya mahir memainkan tuts piano. Ia juga memainkan keyboard yang memang banyak terdapat pada lagu-lagu Iwan yang dibawakan malam itu. Arda terlihat repot. Karena selain harus memainkan piano dan keyboard, lelaki imut-imut yang ganteng ini juga kadang harus memetik gitar elektrik maupun gitar akustik. Maka, gitar acapkali ‘menempel’ di dada Arda.

Energi baru terakhir Iwan adalah Paris Alwan. Ia memainkan biola, perkusi dan kadang suling. Sentuhan biolanya tidak hanya merdu. Tapi juga garang. Itu terlihat saat Iwan membawakan lagu Tikus-Tikus Kantor dan Bento. Dengan gesekan biola  Paris yang cukup keras dan khas  diintro Lagu Tikus2 Kantor,  membuat penonton langsung jingkrak-jingkrak. Begitu juga di awal atau intro lagu Bento. Biasanya intro lagu Bento dilakukan dengan petikan gitar. Tapi, kali ini intro Bento diawali dengan gesekan biola. Suatu terobosan sehingga lagu Bento terasa ada pembaharuannya.

Kelima personil Band Iwan Fals itu memang cukup lama saling mengenal. Dan sudah saling kenal dan hapal karakter satu sama lain saat latihan. Ibarat main sepakbola, mereka memang menampilkan permainan team work yang sudah rapi. Tinggal menendang bola ke gawang lawan tanpa terbendung. Mereka memang darah muda atau energi baru bagi Iwan. Karena mereka memang tinggal di komplek perumahan Iwan Fals di Desa Leuwinanggu, Depok, Jabar.

“Ya, Raja, mereka memang sudah saling paham satu sama lain. Karena mereka cukup sering latihan band. Soal aransemen baru, mereka lebih banyak yang berdiskusi. Saya mengikuti saja sesuai dengan hati nurani,” ujar Iwan Fals keesokan harinya melalui telepon.

Satu hal yang paling terasa saat Iwan tampil di Bengkel Space itu. Nada suara Iwan tak pernah kendor atau turun. Di usia menjelang 63 tahun ini, Iwan masih prima. Suara lantang dan melengking tetap keluar dari rongga Iwan meski tidak menurunkan nada lagu sesuai aslinya.

“Saya juga terbawa dengan atmosfir anak-anak Band. Malu dong kalau saya melempem. Jadi, dengan anak-anak yang lebih muda ini membuat saya harus lebih prima saat latihan maupun saat manggung. Stamina harus dijaga,” ujar Iwan menjelaskan.

Yang pasti, hingga kini pamor Iwan dibelantika musik Indonesia belum tergantikan. Malah, Iwan kini lebih matang dan lebih tenang dalam konsernya. Iwan yang dulu  kita nilai tukang protes negara  kini mantap juga menyanyikan lagu-lagu nuansa cinta penuh  penghayatan. Itu terbukti ketika ia menyanyikan, Mata Indah Bola Pingpong, Aku Bukan Pilihan, Kumenanti Seorang Kekasih, Yang Terlupakan, dan Izinkan Aku Menyayangimu.

Selesai konser, terlihat para penonton dengan wajah-wajah ceria walau juga kaum STW ada juga yang nonton. Mereka meninggalkan gedung konser dengan wajah berseri-seri. Ya, dalam konser itu, bukan Iwan sebagai artisnya. Tetapi, penontonlah yang menjadi artisnya. Kenapa? Dari awal hingga akhir, seluruh penonton terus bernyannyi dan berdendang kadang ‘mengalahkan’ suara Iwan Fals di atas panggung. Mereka bernyanyi karena mereka  hafal nada maupun  syairnya.

Ya…Iwan Fals dan Band memang lagi sibuk2nya. Mereka akan tour di 25 Kota di Indonesia. Selamat menjalankan Tour Iwan Fals dan Band.

 

Jakarta, 9 Juni 2024.

Kejari Kubar Tetapkan Tersangka Baru Korupsi KWH Meter Listrik

June 10, 2024 by  
Filed under Berita

SENDAWAR – Kejaksaan Negeri Kutai Barat (Kubar) menetapkan satu tersangka baru dalam dugaan korupsi bantuan kwh meter tahun 2021. RH, mantan kepala bagian Kesejahteraan Rakyat  Sosial (Kesrasos) Setda Kutai Barat, yang kini menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Barat ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan tim penyidik kejaksaan.

“Kejaksaan melakukan penahanan terhadap tersangka RH selaku PPK terhitung sejak tanggal 10 Jun 2004,” kata Plh Kepala Kejari Kubar, Sabar Efrianto Batubara, di kantor Kejari Kubar, Jalan Sendawar Raya, kecamatan Barong Tongkok, Kota Sendawar, Senin (10/6/2024).

Sabar menjelaskan, RH dalam kapasitas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak teliti dalam memeriksa berkas dan dokumen pencarian yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 5,2 miliar.

“Potensi kerugian dimaksud telah dinikmati tersangka dan beberapa pihak terkait lainnya yang masih dilakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti untuk pertanggung jawaban pidana,” ujarnya.

Sabar menyebut, kasus itu bermula dari adanya bantuan hibah Pemkab Kubar sebesar Rp 66,8 miliar tahun 2021. Dari anggaran itu,  10,7 miliar diberikan kepada lima yayasan untuk bantuan pemasangan kwh meter bagi masyarakat tidak mampu. Yakni Yayasan IA, AMS, SBI, PVS dan Yayasan PIS.

Namun menurut jaksa, pemasangan KWH meter bagi masyarakat miskin tidak dilaksanakan secara langsung oleh pihak yayasan penerima hibah melainkan menggunakan jasa penyedia, yakni melalui  Surya Atmajaya selaku pihak yang ditunjuk masing-masing yayasan tersebut.

Yayasan (penerima hibah) maupun penyedia jasa yang ditunjuk juga tidak melaksanakan kegiatan pemasangan KWH Meter secara benar.

“Terdapat pemasangan item atau barang yang tidak terpasang, tidak berfungsi dan tidak sesuai dengan kebutuhan RAB (kontrak/perjanjian) yang telah diajukan. Tidak adanya laporan pertanggung jawaban anggaran yang dibuat atau dilengkapi penerima hibah secara lengkap,” terang Sabar.

Korps Adhyaksa memastikan akan terus mengejar para pihak yang terindikasi terlibat dalam kasus tersebut. RH akan ditahan selama 20 hari ke depan di rutan Polres Kubar. Adapun RH jadi tersangka pertama dari organisasi pemerintah.

Sebelumnya korps Adhyaksa sudah menetapkan satu tersangka dari kalangan swasta, yakni SA (48) sebagai penyedia barang. (arf)

Dari Maratua ke Manado

June 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HARI Segitiga Karang 2024 atau Coral Triangle Day (CTI) diperingati di Manado. Sekaligus merayakan 15 tahun lahirnya Inisiatif Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan, dan Keamanan Pangan atau Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF).

Kegiatan ini menyatukan para pemangku kepentingan nasional, regional, dan internasional untuk memperingati kemajuan yang telah dicapai dalam melestarikan kawasan laut dan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Melalui kolaborasi dan inovasi, CTI-CFF berkomitmen  untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang luar biasa di Coral Triangle untuk kepentingan generasi saat ini dan akan datang.

Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang adalah istilah geografis untuk perairan di Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini serta Filipina, Kepulauan Solomon dan Timur Leste, yang kaya akan terumbu karang. Luasnya sekitar 6 juta kilometer persegi.

Kawasan laut di bagian barat Samudera Pasifik ini, merupakan rumah bagi 76 persen spesies terumbu karang dunia, memiliki 15 spesies karang endemik regional (spesies yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia), dan berbagi 41 spesies endemik regional dengan Asia.

Karena CT itu berada di wilayah 6 negara, maka disebut CT6. Mereka bergabung dalam CTI-CFF sejak tahun 2009. Tujuannya bersama-sama mengatasi ancaman terhadap ekosistem laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di Kawasan Segitiga Terumbu Karang.

Dubes Nico Barito bersama Meiliana, Tri Murti Rahayu, Kadis Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi, dan Karo Adpim Syarifah Alawiyah.

Penyelenggara CTI 2024 adalah Sekretariat Regional CTI-CFF bekerjasama dengan Pemprov Sulut dengan berbagai lembaga termasuk Blue Institute. Kebetulan Founder dan Executive Chairman Blue Institute adalah Nico Barito, duta besar Republik Seychelles untuk ASEAN, termasuk Indonesia. Nico juga ikut menangani program ekonomi biru di Pulau Maratua, Kabupaten Berau.

Karena itu dalam acara CTI di Manado, Nico menghadirkan  Pj Gubernur Kaltim Prof Akmal Malik, Bupati Berau Hj Sri Juniarsih Mas serta Dr Meiliana, dan Tri Murti Rahayu serta Tim Percepatan Pembangunan Maratua. Selain itu, juga Kadis Pariwisata Pemprov Kaltim Ririn Sari Dewi dan Karo Adpim Syarifah Alawiyah alias Bu Yuyun.

Nico menjelaskan, Blue Institute menawarkan bagaimana membangun suatu daerah dengan kekayaan alam bawah lautnya, sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pendapatan pemerintah daerah.

Sri Juniarsih bersama Wali Kota Manado Andrei Angouw sempat tampil bersama-sama. Sri memaparkan potensi dan tantangan dalam pengembangan beberapa pulau di wilayahnya terutama Pulau Derawan, Maratua dan lainnya dalam rangka memanfaatkan potensi ekonomi dan pariwisatanya untuk kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Dr Frank Keith Griffin meluncurkan Coral Triangle Conservation Fund, sebuah badan dana amanah yang didedikasikan untuk menggerakkan dukungan finansial untuk upaya konservasi di wilayah Segitiga Karang.

CTI-CFF juga menandatangani perjanjian kemitraan dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) untuk kolaborasi dan berbagi pengetahuan di bidang konservasi laut.

Perayaan CTI 2024 berlangsung 10 hari sejak 1 sampai 11 Juni. Serangkaian kegiatan dilaksanakan di antaranya  Simposium Sains CTI, seminar tentang Peran Perempuan dalam Perikanan, Global Blue Economy Conference, kompetisi foto dan video bawah air Coral Triangle dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kami senang menjadi tuan rumah perayaan bersejarah ini di Manado, tempat kelahiran CTI-CFF 15 tahun silam,” kata Dr Frank Keith Griffin.

KE PENGOLAHAN IKAN TUNA

Pj Gubernur Akmal Malik mengaku senang bisa menghadiri CTI di Manado. Kegiatan ini menginspirasi dia  dalam pemanfatan kawasan bawah laut berikut terumbu karangnya di wilayah perairan Kaltim termasuk Berau, yang sangat potensial.

Menurut Akmal, pengembangan kekayaan bawah laut memang perlu dikelola dengan profesional. Hanya saja kita perlu masukan dan konsep yang tepat.

“Ya kita dukung program pengembangan kekayaan alam bawah laut. Tapi konsepnya harus tepat dan bisa dilaksanakan,” katanya di depan sejumlah pakar kelautan termasuk dari World Bank dan IMF.

Kadis Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi mengaku mendapat banyak pelajaran melihat pemanfaatan perairan laut di Manado dalam peningkatan industri kepariwisataan. Siapa yang tak kenal dengan Bunaken, pulau seluas 8,08 kilometer persegi di Teluk Manado. Surga bagi penyelam. “Hal seperti ini sangat mungkin kita lakukan di Derawan, Maratua dan sekitarnya,” kata Ririn.

Peserta CTI sempat diajak meninjau industri PT Samudra Ulam Nusantara (SUN) di Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Bitung. Ini perusahaan Indonesia berkelanjutan untuk ikan tuna beku. Jadi mereka sudah mengikuti standar ekonomi berkelanjutan.

SUN memproses Tuna Frozen menjadi produk “ready to eat.” Disesuaikan dengan permintaan costumer atau buyer dari berbagai negara. “Aku baru sekali lihat ikan tuna yang besar-besar berikut proses pengolahannya,” kata Bu Mei.

Dia dan rombongan sempat sarapan nasi kuning manado yang dibungkus di daun woka atau lontar. Tidak seperti di Samarinda, dikemas di daun pisang. Lauknya telur dan ikan cakalang dan sambal roa. Ikan cakalang adalah keluarga ikan tuna dari genus Katsuwonus. “Wah Manado memang asyik,” kata Bu Mei sebelum pulang ke Samarinda, kemarin.(*)

Bentuk Kepedulian Industri Otomotif, Fazzio Youth Project Goes to School Bikin Semangat Siswa SMKN 2 Tenggarong

June 10, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

KUTAI KARTANEGARA – Sempat istirahat sejenak, gebyar dari semaraknya Fazzio Youth Project (FYP) Goes to School garapan Yamaha Kaltim di tahun 2024 kembali berlanjut. Jika sebelumnya menyasar kalangan pelajar di beberapa sekolah SMA dan SMK di Kota Samarinda. Kali ini, FYP pun menghampiri sekolah di kawasan Kota Raja, Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Adalah salah satu sekolah favorit, SMKN 2 Tenggarong, Kukar yang kali ini kebagian hingar bingarnya FYP Goes to School. Seperti diketahui FYP Goes to School 2024 yang digagas PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Main Dealer Yamaha Kaltim tersebut merupakan event alias ajang penggalian bakat dari talenta-talenta muda di kalangan pelajar.

Bukan sekadar antusiasme siswa yang membuat FYP ini semakin semarak, namun juga apresiasi dari petinggi sekolah membuat event ini punya nilai lebih baik bagi nama sekolah maupun pengembangan bakat dan prestasi para pelajar.

Fazzio Youth Project (FYP) Goes to School yang kali ini singgah di SMKN 2 Tenggarong, tak dipungkiri menurut Herly Edi Nugraha SP.d selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ini menyambut positif adanya event otomotif tersebut.

“Fazzio Youth Project (FYP) Goes to School ini sangat positif, ini sebagai bentuk kepedulian dunia industri otomotif terhadap SMK,” ujar Herly Edi Nugraha.

Menurutnya, adanya FYP ini disambut antusias seluuruh siswa di lingkungan SMKN 2 Tenggarong. Mengigat event-event serupa jarang terselenggara.

“Antusias siswa sangat tinggi, bisa kita lihat sendri meski cuaca hujan tetap tidak terganggu, kebetulan habis ujian semester, sangat tepat juga karena jadi pengganti kekosongan jadwal dalam kegiatan sekolah, jadi sifatnya fakultatif, jadi bisa tau juga minat dan bakat siswa dengan adanya FYP ini,” terang Herly.

Mengingat FYP Goes to School ini sangat baik buat sekolah dan perkembangan para siswa terutama dalam hal penggalian bakat, diharapkan event garapan Yamaha Kaltim ini bisa terus berlanjut dari tahun ke tahun.

“Kedepannya sangat bagus, berharap FYP ini diadakan rutin, keberlanjutan program sangat bagus dan siswa SMK tidak dipandang sebelah mata lagi. Apalagi dunia otomotif sekarang sudah berkembang pesat. Baru dalam event-event tertentu ini dunia otomotif bisa masuk ke SMK seperti lima tahun lalu. Terimakasih Yamaha kepeduliannya,” beber Herly.

Herly pun berharap bagi para siswa yang lolos untuk tetap fokus dan menjaga nama baik sekolah.

“Tolong jaga nama baik sekolah, jaga sportivitas, tidak boleh menyalahkan pihak lain, ini adalah tanggung jawab pribadi mewakili sekolah dan tanggung jawab institusi membawa nama sekolah, tetap semangat,” tutupnya.

Semangat yang sama juga ditunjukkan Ajudan Fadhol, guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan Pembina OSIS SMK Negeri 2 Tenggarong, Kukar. Menurut Pak Judan sapaan akrab Ajudan Fadhol, Fazzio Youth Project Goes to School merupakan kegiatan ekstra yang sangat baik dan positif bagi para siswa.

 

“Yang jelas seru sekali harapannya kedepan kita bisa menjalin Kerjasama terus dengan Yamaha, karena kegiatan ini sangat mengedukasi. Ini juga menjadi ajang unjuk bakat bagi anak-anak, menggali talenta-talenta, bakat anak yang terpendam bisa unjuk dalam event ini,” ungkapnya.

Meski demikian lanjut Ajudan, FYP kali ini terkesan mendadak, sehingga anak didiknya di SMKN 2 Tenggarong minim persiapan. “Sehingga anak-anak kurang prepare dan banyak yang tidak bisa tampil karena minim persiapan,”

Kedepannya Ajudan berharap FYP ini bisa terus digelar karena dirasa sangat untuk siswa di sekolah guna menggali bakat terpendam para siswa.

“Dengan event ini mereka bisa tampil karena sejauh ini jarang sehingga bakatnya bisa terasah. Mereka yang punya bakat tapi tidak ditampilkan, dengan event ini bisa ditampilkan. Karena ini ajang yang luar bisa, dan saya berpesan buat mereka yang lolos ke babak selanjutnya tetap semangat, dan ini menjadi inspirasi siswa lainnya untuk lebih mengasah bakat mereka,” tegas Ajudan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb