Rakernas Apeksi di Kota Penyangga

June 2, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PRESIDEN Jokowi dijadwalkan membuka Rakernas Apeksi XVII di Kota Balikpapan, Selasa (4/6). Rakernas diikuti 98 wali kota se-Indonesia dengan 5.000 anggota rombongannya. Saya dengar Wali Kota Makassar Danny Pamanto membawa 250 orang. Sebagian naik kapal laut. Belum yang lain.  Banyak sekali. Pasti hotel penuh, kuliner dan UMKM laku berat dan bisnis transportasi panen.

Saya tak bisa membayangkan betapa susahnya dapat tiket pesawat. Sudah berapa bulan ini perjalanan ke Balikpapan lewat udara tidak gampang. Bisa berhari-hari baru dapat. Selain harganya juga mahal.

Ada yang menarik pada waktu pembukaan nanti di Dome. Kalau Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka datang, maka suasana pasti heboh. Bobby yang akan maju dalam Pilgub Medan adalah menantu Jokowi. Gibran yang menjadi calon wakil presiden terpilih adalah putra sulung Presiden. Semua pasti berebut mau selfie.

Rahmad Mas’ud bersama anggota Apeksi Korwil V Kalimantan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) sebagai tuan rumah juga tak kalah menarik. Muda dan kaya. Bagian dari keluarga Bani Mas’ud, yang bermain di bisnis minyak. Adiknya Haji Rudy Mas’ud (Harum) anggota DPR RI yang akan ikut Pilgub Kaltim. Kakaknya, Hasanuddin Mas’ud (Hamas), Ketua DPRD Kaltim. Adiknya lagi, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) sempat menjadi bupati Penajam Paser Utara (PPU). Saudara wanitanya, Hj Syahariah Mas’ud terpilih jadi anggota DPRD Kaltim 2024.

RM terpaksa menyambut tamunya sendiri. Soalnya Balikpapan sudah tiga tahun tak punya wakil wali kota. Calon wakilnya meninggal karena Covid. Proses penggantinya tidak berjalan lancar.

Berkaitan dengan Rakernas Apeksi, RM mengajak warganya menyambut dengan semangat dan penuh kegembiraan. Sejumlah baliho dan umbul-umbul sudah terpasang di berbagai sudut kota. Warga diimbau menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. Apalagi Balikpapan salah satu kota pemegang penghargaan tertinggi kota bersih, Adipura Kencana.

Dalam acara gala dinner di halaman Pemkot, Senin (3/6) malam, RM kabarnya mendatangkan penyanyi dangdut Soimah Pancawati. Dalam sesi lain, dia juga mengundang pedangdut Nassar, mantan suami Muzdalifah. Biasanya Rhoma Irama. Saya suka lagunya: “Cuma Kamu.”

Saya lega kondisi Jl Ruhui Rahayu di sekitar RSS langsung diperbaiki saat ini. Proyek setengah mangkrak bernilai Rp8,9 miliar  itu sempat meresahkan karena berbahaya bagi yang melintas. Ada lubang menganga dan besi tajam yang menancap terbuka di beton drainase. Padahal dekat dengan Dome, yang dijadikan pusat kegiatan Apeksi.

Saya belum tahu apakah ke-98 wali kota itu akan diajak Presiden ke lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Mungkin tidak. Karena Jokowi sendiri  setelah membuka acara, langsung ke IKN untuk melakukan groundbreaking tahap 6, khusus investasi di bidang pendidikan.

Ada Stanford University yang akan membangun pusat riset dan pendidikan di sana. Ini universitas swasta di California, AS, tepat di jantung Lembah Silikon yang terkenal. Elen Musk yang baru saja datang ke Bali pernah kuliah di Stanford.

Selain itu, Jokowi akan melakukan pengecekan karena peringatan HUT  Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 untuk pertama kalinya berlangsung di IKN. Waktunya boleh dibilang tinggal dua setengah bulan lagi.

Apeksi itu adalah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia. Ketuanya sekarang, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggantikan Bima Arya Sugiarto, wali Kota Bogor yang berakhir masa tugasnya. Hebat juga. Wali Kota Bontang Basri Rase terpilih sebagai wakil ketua Bidang Pemerintahan & Otonomi Daerah.

Masa tugasnya sampai 2025. Jika pada Pilkada 2024 Eri tidak terpilih, maka posisinya sebagai ketua Apeksi harus diganti. Eri asli arek Surabaya. Sebelum jadi wali kota, dia pernah menjabat kepala Dinas Cipta Kerja dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Surabaya.

Eri dikenal sebagai penggagas layanan e-procurement barang dan jasa. Karena itu dia pemegang Hak Kekayaan Intelektual Aplikasi E-Procurement. Berkat  itu, dia diangkat menjadi direktur eksekutif Layanan Pengadaan Secara Elektronik untuk memastikan pengelola APBD tidak melakukan praktik korupsi.

Sebelum Bima, ketua Apeksi adalah Airin Rachmi Diany, wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Saya sempat menjadi wakil ketua.  Ketika Munas VI Apeksi di Jakarta, 2021, saya memimpin sidang sampai terpilihnya Bima Arya. Dia bersaing dengan Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Saya, Airin, dan Fasha sudah purnatugas.

Airin yang sekarang menjadi pengurus DPP Golkar bakal mengikuti Pilgub Banten. Dia baru saja terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil Banten III dengan meraih  suara terbanyak.  Demikian juga Fasha dikabarkan bakal maju pada Pilgub Jambi.

Apeksi didirikan tahun 2000. Jokowi waktu itu sebagai wali Kota Solo. Dia juga menjadi anggota Apeksi. Pada tahun 2011, di awal jadi wali kota, saya pernah tampil bersama-sama dalam diskusi yang digelar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Jakarta.

Tujuan awal Apeksi adalah untuk membantu anggotanya mempercepat pelaksanaan otonomi daerah dan menciptakan iklim yang kondusif bagi kerjasama antar-Pemerintah Daerah. Sejak dini Apeksi dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan kota-kota untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.

Munas Apeksi II di Kota Surabaya, menetapkan Wali Kota Tarakan dr H Jusuf Serang Kasim sebagai ketua Dewan Pengurus Apeksi periode 2004-2008. Waktu itu saya masih menjadi wartawan dan Pimred Kaltim Post.

Jusuf dikenal sebagai salah satu ketua Apeksi yang aktif dan banyak punya gagasan. Apeksi sangat berkembang.  Dia juga sukses menjadi wali kota pertama Tarakan selama dua periode. Mulai 1999-2004 sampai 2004-2009. Tarakan saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Kaltim.

NASIB KOTA “WALI SONGO”

Rakernas Apeksi XVII mengangkat tema: “Kota Sejahtera, Indonesia Maju.” Karena tuan rumahnya Balikpapan, maka tidak terlepas dengan isu kesejahteraan yang dikaitkan dengan kota-kota penyangga atau kota satelit di sekitar IKN.

Pada Munaslub di Kota Bogor, 15 Desember 2023, Wali Kota Bogor Bima Arya, yang saat itu masih menjadi ketua Apeksi membuat pernyataan menarik di depan Presiden Jokowi. Selain mendukung pembangunan IKN, dia juga menyinggung nasib 9 kota se-Kalimantan di sekitar IKN.

Apeksi, kata Bima, yakin IKN bisa menjadi stimulus perkembangan kota, sehingga  kota-kota di Indonesia bisa semakin maju dengan pembangunan berkelanjutan.

Secara khusus Apeksi juga berharap IKN memberikan dampak yang positif bagi kota-kota di Kalimantan. “Bapak Presiden, teman-teman di Kalimantan  menamakan dirinya Wali Songo, karena ada 9 wali kota di wilayah ini. Mereka semua berharap IKN memberikan efek yang signifikan,” ungkap Bima.

Ke-9 wali kota di Kalimantan itu adalah Balikpapan, Samarinda dan Bontang di Kaltim, Tarakan di Kalimantan Utara (Kaltara), Banjarmasin dan Banjarbaru di Kalsel, Palangkaraya di Kalteng serta Pontianak dan Singkawang di Kalbar.

Bagaimana perkembangan 9 kota ini setelah ada IKN? Pada Raker Apeksi Komwil V Kalimantan di Balikpapan bulan Maret lalu, dibahas secara khusus pengaruh pembangunan IKN bagi Bumi Kalimantan.

Secara khusus, peserta Rakernas, wali kota se-Indonesia bisa melihat perkembangan kota Samarinda dan Balikpapan, yang langsung berdampingan dengan wilayah ibu kota negara yang baru itu. Jarak tempuh kedua kota tersebut ke IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) sekitar 2 jam lebih lewat jalan darat. Kalau nanti jalan tol IKN selesai, hanya sekitar 50 menit dari Balikpapan.

Jalan tol IKN sepanjang 57 kilometer dijadwalkan selesai sebelum 17 Agustus. Soalnya akan dipakai untuk mobilitas tamu undangan dari Jakarta dan daerah lain, yang jumlahnya lebih seribu orang. Juga bandara VVIP di lokasi IKN.

Kota Samarinda dan Balikpapan memang mendapat berkah besar dari IKN. Terutama dari aspek usaha. Bisnis perhotelan, transportasi, kuliner dan UMKM, bahan pokok, bahan bangunan dan material, konstruksi, berbagai peralatan lagi booming. Perekonomian tumbuh meroket.

Tapi dari segi daya dukung dan tata ruang, ini yang tengah dihadapi Samarinda dan Balikpapan. Tamu-tamu Apeksi yang datang hari-hari ini bakal melihat dan merasakan betapa kroditnya lalu lintas. Apalagi jalan-jalannya relatif sempit.

Jalan nasional di Balikpapan yaitu Jl Soekarno-Hatta harusnya dibenahi habis-habisan. Terutama dari Rapak sampai Km 13, Karang Joang. Tanjakan Rapak yang menjadi tanjakan maut harus segera direkayasa ulang. Karena kendaraan besar yang membawa material RDMP dan IKN sering lewat.

Saat ini sebagian warga Kota Balikapan lagi mengalami kelangkaan air bersih. Banyak yang mengomel dan menjerit. Produksi air PDAM merosot akibat kemarau. Pipa distribusi sudah tua dan sering bocor. Juga kekurangan air baku sekitar seribu liter per detik.

Janji air Waduk Sepaku IKN sebanyak 500 liter per detik dikirim ke Balikpapan semestinya segera direalisir. Kementerian PUPR juga harus membantu pipa transmisinya melalui APBN. Soalnya investasi yang dibutuhkan cukup besar.

Sementara daerah tangkapan air dari Hutan Lindung Sungai Wain dan Kebun Raya Balikpapan ke Waduk Manggar dan Teritip mulai terdesak. Daerah sekitarnya dibuka untuk kebun dan penambangan. Meski Balikpapan sendiri mengharamkan tambang batu bara.

Saya kaget Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono, yang juga ketua DPC PDIP berbicara lantang. Seperti diberitakan TRIBUNKALTIM.CO, 30 Mei.  Dia bilang, di saat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, Pemerintah Kota Balikpapan justru mengalokasikan anggaran cukup besar Rp16 miliar untuk kegiatan Rakernas Apeksi.

“Saya tergelitik dengan Rp16 miliarnya, sementara kinerja PDAM yang tidak kunjung bagus. Masih banyak warga yang belum menikmati air bersih. Jangan-jangan ada peserta atau pengunjung Rakernas Apeksi yang tidak bisa mandi. Kan lucu itu,” katanya menyinggung.

Ada juga pemandangan terasa memalukan dan memilukan. Balikpapan dikenal sebagai Kota Minyak karena ada bercokol kilang minyak Pertamina. Malah kapasitas produksi sekarang ditingkatkan dari 260 jadi 360 ribu barel per hari melalui proyek, yang dikenal dengan sebutan RDMP (Refinery Development Master Plan). Biayanya sekitar Rp100 triliun.

Dengan kapasitas sebesar itu, maka kilang Pertamina Balikpapan terbesar di Indonesia. Tapi anehnya, terjadi antriean minyak di SPBU di mana-mana. Padahal pemandangan seperti ini jarang terlihat di kota lain.  Lalu ada apa?

Dengan alasan apa pun, Pemda, Pemprov, Pertamina, DPR dan Pemerintah Pusat harus menuntaskan masalah ini. Soalnya jumlah kendaraan yang masuk ke Kaltim terutama ke Balikpapan meningkatnya luar biasa. Malah sebagian kendaraan berat dan besar, yang minum BBM-nya lebih banyak.

Dalam urusan ketahanan pangan, Balikpapan tak ada masalah. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) nya paling tinggi di Kaltim. Pasokannya datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulbar, Sulteng, Sulsel dan Kalsel. Tinggal yang harus dijaga kelancaran angkutan lautnya. Biar tak terjadi kelangkaan dan kenaikan angka inflasi.

Balikpapan dan Samarinda rawan longsor dan banjir. Karena daerah hulunya banyak terbabat. Wali Kota Rahmad Mas’ud sampai membuat proyek penataan DAS Ampal termasuk Jl MT Haryono, yang banyak mendapat sorotan. Anggarannya gemuk, Rp136 miliar, tapi pekerjaannya terbatuk-batuk, meski akhirnya selesai.

Saya setuju Bima Arya juga menyinggung  soal SDM yang unggul dan ASN terbaik di Kaltim, yang layak menyiapkan IKN untuk 2045. “Tentu kami juga berpendapat SDM di IKN adalah SDM di atas rata-rata yang dipersiapkan ke depan. Kami berpandangan bahwa ASN-ASN terbaik di Kalimantan layak untuk menyiapkan IKN untuk Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Presiden memang sudah memberi jatah untuk jabatan di Otorita IKN dan penerimaan ASN dari Kalimantan khususnya Kaltim. Tapi rasanya belum cukup. Sudah lama kita mengusulkan agar dibangun sekolah-sekolah unggul di Kalimantan. Termasuk Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan menjadi proyek strategis nasional.

Menurut saya, salah satu rekomendasi Rakernas XVII Apeksi adalah menegaskan agar Presiden dan Pemerintah harus memberikan perhatian yang sama dan serius antara pembangunan IKN dengan kota-kota penyangganya. Jangan sampai di IKN terwujud Kota Hutan Berkelanjutan yang maju dan modern, sementara di sekitarnya khususnya Balikpapan dan Samarinda menjadi kota yang kelimpungan. Selamat ber-Rakernas. Selamat berdangdut ria dengan Soimah. He…he.(*)

Kaltim Halal Festival 2024 Tingkatkan Literasi Ekonomi Keuangan Syariah dan Perluas Ekosistem Halal

June 2, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Rangkaian Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2024 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menghasilkan capaian yang positif dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur (Kaltim). Closing ceremony pada Jumat, 1 Juni 2024 di atrium utama BigMall Samarinda dihadiri Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, jajaran Forkopimda Kaltim dan Kota Samarinda, anggota Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kaltim,  pelaku industri keuangan syariah, akademisi hingga masyarakat umum.

KalaFest digelar dengan agenda utama yakni meningkatkan awareness dan literasi  terhadap potensi ekonomi dan keuangan syariah (eksyar), mendorong perluasan halal value chain, serta platform promosi produk halal dan terkurasi dalam dua agenda utama yaitu sharia conference dan sharia expo yang berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2024.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Budi Widihartanto menyampaikan apresisasi atas dukungan dari seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan KalaFest 2024. Kolaborasi bersama KDEKS dan Pemerintah Provinsi Kaltim dilakukan untuk mendiseminasikan berbagai kebijakan dan isu-isu terkini terkait eksyar dan peningkatan awareness masyarakat terhadap perluasan halal value chain.

Capaian transaksi dalam sharia expo termasuk Business Matching tercatat Rp1,36 milyar dengan jumlah pengunjung mencapai 74.325 orang. Sementara, sharia conference diikuti oleh 5.557 peserta dari seluruh Kalimantan Timur. Lebih lanjut indeks pemahaman peserta terhadap ekonomi dan keuangan syariah dalam kegiatan berada pada rata-rata 89 per 100, sementara pengajuan SEHATI sebanyak 220 aplikasi.

Pemerintah Provinsi Kaltim sebagaimana disampaikan Ibu Dra. Sri Wahyuni, MPP, menyambut dengan sangat baik kolaborasi dan sinergi untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ibu Dra. Sri Wahyuni, MPP menyebutkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada Triwulan I mencapai 7.23% dengan harapan pertumbuhan tersebut serta kedepannya, terdapat bagian yang berasal dari ekonomi syariah, karena ekonomi syariah menyongsong keadilan dan kemasalahatan Umat. Selain itu, pemahan ekonomi syariah juga harus terus ditingkatkan agar masyarakat semakin familiar dengan ekonomi syariah.

Adapun pada KalaFest telah di-launching Gerakan Wakaf Kaltim melalui Aplikasi Satu Wakaf Indonesia yang merupakan proyek wakaf pertama di Kawasan Timur Indonesia yang berhasil onboard pada Aplikasi Satu Wakaf Indonesia, peluncuran digitalisasi ZIS (QRIS Drive Thru) di 3 (tiga) masjid di Kalimantan Timur, serta inisiasi Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Zona KHAS) pada Wisata Belanja Islamic Centre Samarinda.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur terus bersinergi dan berkolaborasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terutama penguatan halal value chain, peningkatan literasi masyarakat, serta perluasan dan pemanfaatan akses keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur secara inklusif dan berkelanjutan. (**)

Program TMAB 2024 Desa Kayu Batu Bangun Fasilitas Air Bersih

June 1, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Danrem 091/Aji Surya Natakesuma dalam hal ini diwakili oleh Kasrem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Inf Priyanto Eko Widodo bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kutai Kartanegara (Kukar) Ahyani Fadianur Diani dan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kukar meresmikan penggunaan fasilitas Air Bersih Program TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB) 2024, di Desa Kayu Batu Kecamatan Muara Muntai, Sabtu (1/6) ditandai menekan tombol pembuka selubung papan nama.

Hadir pada acara, Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Czi Damai Adi Setiawan, Anggota DPRD Kukar, Kepala Perangkat Daerah Kukar, Direktur Perumda Tirta Mahakam, Camat Muara Muntai dan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Para Kepala Desa, BPD, LPM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda di wilayah Kecamatan Muara Muntai.

Menyampaikan sambutan Bupati Edi Damansyah, Ahyani mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas bantuan dan dukungan TNI AD dalam proses percepatan pembangunan di Kukar termasuk dalam memenuhi air bersih masyarakat.

Dilanjutkannya, program air bersih Desa Idaman telah mencapai progres signifikan selama dua tahun terakhir. Dalam pelaksanaannya Pemkab Kukar berupaya berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, mulai tingkat desa, perusahaan, juga TNI AD yang manjadi mitra strategis Pemda. Pemkab Kukar juga mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola air bersih didampingi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan Perumda Tirta Mahakam.

Pemkab Kukar membangun komunikasi baik tingkat pusat hingga desa khususnya TNI AD. Disebutnya, telah banyak dukungan TNI AD untuk pembangunan Kukar, yakni diantaranya pembangunan pertanian dalam arti luas melalui Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan Karya Bhakti TNI yang melakukan perbaikan jalan usaha tani, jembatan, gorong-gorong dan sebagainya. Juga dalam upaya penanggulangan kemiskinan, yakni rehab rumah tak layak huni.

“Kemudian tentunya penyediaan air bersih TMAB diantaranya di lung Anai, Kedang Ipil dan Kayu Batu yang diresmikan hari ini,” ujarnya.

Sementara, Andri Sofyandani Kades Kayu Batu mewakili masyarakat penerima manfaat mengucapkan terima kasih atas pembuatan sumur bor dari TNI AD yang sudah bisa dimanfaatkan. Menurutnya Kayu Batu ini ada 7 RT ada satu RT yang letaknya jauh. Sinyal dan air bersih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.

“Alhamdulillah dengan koordinasi pihak terkait akhirnya bisa terlaksana. Yang bisa membawa harapan masyarakat meningkatkan kualitas hidup dengan adanya air bersih dan menekan stunting. Semoga kedepannya desa lainnya yang belum terjangkau air bersih juga bisa dibantu,” demikian ujarnya. (kk04).

Ulama dan Tokoh Masyarakat Samboja Dukung Dendi Maju Pilkada Kukar

June 1, 2024 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMBOJA– Kandidat Calon Bupati Kutai Kartanegara Brigjen TNI Dendi Suryadi melakukan kunjungan di kediaman KH Saifuddin Marzuki. Dalam kunjungan tersebut, para ulama yang hadir berharap kembalinya Dendi ke Kukar sebagai wujud cinta terhadap daerah, dan akan terus menjaga keamanan masyarakat Kukar dalam upaya peningkatan sumber daya masyarakat (SDM)n khususnya dalam bidang ekonimi dan pariwisata di Kecamatan Samboja, Jumat, (31/05/2024).

“Kami berharap Brigjen TNI Dendi Suryadi dapat kembali ke daerah dan menjadi pemimpin yang memahami kondisi masyarakat khususnya pesisir, dan kami mendukung beliau untuk dapat maju dalam kompetisi pilkada Kukar tahun ini,” ucapnya KH. Saifuddin Marzuki.

Selain itu, KH. Saifuddin Marzuki yang biasa disebut Abuya sekaligus pimpinan pondok pesantren Al Irsyad Samboja tersebut secara langsung mendoakan kelancaran Brigjen Dendi yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus KASAD TNI dan sukses dalam karirnya, dan tak lupa  KH. Saifuddin Marzuki menyatakan dukungannya kepada Brigjen TNI Dendi Suryadi, untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Kutai Kartanegara 2024.

KH. Saifuddin Marzuki menjelaskan, di lingkungan pusat perguruan pendidikan agama Islam yang dirintis Almarhum Guru Hadil, saat ini perkembangan majelis-majelis taklim yang ada di Kukar mengalami kemajuan yang pesat, bahkan sampai ke pedalaman Kutai. Dia menyampaikan, melalui majelis ilmu, masyarakat dapat membantu tugas pemerintah. Khususnya syiar ilmu agama untuk para jama’ah, dalam pembinaan mental dan akhlak yang saat ini penting mendapat perhatian semua pihak.

“Disini juga banyak para pemuka masyarakat dan alim ulama, dan ininmenjadi kesempatan kamk berbicara tentang kondisi-kondisi yang dialami masyarakat. Tarkait bidang pendidikan, pembinaan keagamaan dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dendi Suryadi menyampaikan, dalam ajang silaturahmi dirinya banyak meminta masukan dan tanggapan dari alim ulama dan tokoh masyarakat Samboja. Diantaranya tentang potensi wisata, serta permintaan masyarakat terkait kebutuhan pembangunan infrasruktur yang dapat terus ditingkatkan, guna menunjang kegiatan ekonomi kreatif khususnya di masyarakat pesisir Kukar tersebut.

“ Silaturahmi dan tatap muka dengan pemuka agama, kita berdialog dan saling memberikan informasi. Saya bertemu beliau Abuya putra almarhum Guru Handil sebagai pemuka agama yang sama-sama kita hormati dan banyak yang beliau sampaikan tentang potensi di wilayah pesisir Kukar, “ Ucap Brigjen Dendi Suryadi.

Selain itu, sejak kehadirnya IKN di wilayah Kutai Kartanegara yang mencakup wilayah Samboja Barat, Loa Kulu dan Loa Janan, yang akan masuk dalam perencanaan pengembangan ibukota, kini wilayah tersebut diprediksi akan mengalami perkembang pesat.

“IKN ini juga menjadi perhatian yang dapat membuka peluang ekonomi, sehingga kita merasa perhatian kepada pelaku ekonomi di Kukar dapat bersaing dalam beradu nasib dengan pengusaha luar daerah dapat dimaksimalkan,” tambahnya.

Dendi juga meyakini, jika pemerintah dapat memaksimalkan program yang tepat sasaran maka akan mampu menjawab tantangan dan kendala yang saat ini dihadapi masyarakat, terlebih pada kondisi pembangunan daerah yang bisa segera mendapatka solusi yang cepat. (Ria)

« Previous Page

  • vb