Setuju Semarak Untung Juli! Cara Gampang Bawa Pulang Motor Idaman

July 22, 2024 by  
Filed under Gaya Hidup

KALTIM – Yamaha Semakin Di Depan. Jargon yang memang membuktikan jika motor Yamaha unggul segalanya dari produk motor lainya. Bukan hanya keunggulan mesin dan stylenya. Namun dari segi harga pun Yamaha selalu mengedepankan kepentingan konsumennya.

Terbukti, Yamaha kerap memberikan promo-promo spesial buat para pecintanya. Nah, di bulan Juli 2024 ini pun Yamaha kembali memberikan program yang memanjakan customer setianya. Jika sebelumnya Yamaha memberikan promo khusus pecinta Classy. Kali ini Yamaha memberi promo spesial dari keluarga Maxi.

Setuju! Semarak Untung Juli merupakan program unggulan bagi konsumen Yamaha yang berburu motor dari keluarga Maxi yakni All New Nmax 155 Connected dan Lexi LX 155.

“Bulan juli kami banyak promo spesial, bukan hanya dari keluarga Classy tapi juga dari keluarga Maxi. Dengan promo Sutuju, Semarak Untuk Juli kami Sudha siapkan promo spesial buat customer yang mengimpikan untuk memiliki All New Nmax 155 Connected dan Lexi LX 155,” terang Asisten Manajer PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Main Delaer Yamaha Kaltimtara, Efendy Ariadi.

Dijelaskan, buat masyarakat yang ingin memiliki motor All New Nmax 155 Connected dengan promo Setuju alias Semarak Untung Juli ini kalian tidak harus merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya lanjut Efendy, cukup siapin yang muka Rp 1 juta Yamah All New Nmax siap diboyong pulang. Pakai NMAX semua pasti MAXImal.

“Cukup bayar Rp 1 juta an dengan angsuran bulanan sebesar Rp 1 juta an, kalian sudah siap dengan motor NMAX baru. Dengan promo ini kalian akan hemat hingga Rp 5,4 juta an,” ungkapnya.

Tak beda jauh dengan kalian yang ingin membawa pulang Yamaha Lexi LX 155. Dengan promo Setuju, Semarak Untung Juli ini. Kalian cukup siapin uang muka sekitar Rp 900 ribuan saja.

Menurut Efendy Ariadi, dengan promo Sutuju ini untuk membawa pulang Lexi cukup dengan uang muka Rp 900 ribuan.

“Seperti Maxi, untuk Lexi dengan uang muka sekitar Rp 900 ribuan, angsuran tiap bulan sekitar Rp 1 jutaan. Secara keseluruhan untuk Lexi dengan promo Setuju kalian akan hemat hingga Rp 4,6 jutaan. Selain itu juga gratis 4x angsuran sehingga yang awalnya 36x menjadi 32x angsuran saja,” beber pria yang lagi getol olahraga lari ini.

Karena itu mumpung bulan Juli, buruan kalian yang sudah mengimpikan untuk memiliki motor baru khususnya All New Nmax dan Lexi LX 155 buruan datang ke diler Yamaha terdekat. Dengan promo Setuju, Semarak Untuk Juli, akan memudahkan kalian bawa pulang motor Yamaha Impian. (*)

Adapun keunggulan Yamaha All New Lexi 155 ;

  • Garansi 5 Tahun/50.000 Km meliputi rangka (Frame), komponen FI, DiASil Cylinder & Forged Piston*. *Hanya berlaku untuk sepeda motor matic Yamaha. **Syarat dan ketentuan berlaku, lihat pada Buku Service dan Garansi.
  • Smart Key System Sistem kunci canggih tanpa anak kunci (keyless), dilengkapi fitur answer back system, memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.
  • MAXi Power 155cc Blue Core & VVA Mesin Blue Core berkapasitas 155cc yang dilengkapi dengan liquid cooled, SOHC, 4 valves yang powerful, efficient & reliable sehingga bertenaga di setiap putaran mesin membuat berkendara menjadi lebih menyenangkan.
  • Electric Power Socket Komunikasi yang selalu terhubung dengan dukungan electric power socket untuk mengisi daya gadget pengendara selama perjalanan.
  • Multifunction Full Digital Speedometer Desain baru Full LCD Speedometer yang informatif untuk pengendara dengan konektifitas dengan Y-Connect dapat memberikan notifikasi pesan dan telpon.
  • LED Front & Rear Lamp Lampu depan dan belakang dengan desain baru menggunakan sistem LED yang terang, awet namun tidak menyilaukan, dilengkapi blue lense berbentuk V-Lines pada lampu depan menambah kesan premium.
  • Y-Connect Teknologi modern dan informatif yang menghubungkan antara motor dengan smartphone untuk menginformasikan rekomendasi perawatan, konsumsi BBM, Lokasi parkir terakhir, notifikasi malfungsi, dan lain-lain.

Lomba Miskat, Jepen dan Festival Kuliner Garapan TP PKK Kukar Berakhir

July 22, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Penutupan gelaran lomba Miskat, Jepen dan festival Kuliner khas Kutai garapan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak 16 Juli 2024 di Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang menampilkan para pemenang dan penyerahan hadiah yang diserahkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ahyani Fadianur Diani yang didampingi Ketua TP PKK Kukar Maslianawati Edi Damansyah, Sabtu (20/7/2024) malam.

Bupati Edi Damansyah dalam sambutannya yang dibacakan Ahyani Fadianur Diani mengatakan Kegiatan Lomba Miskat, Lomba Jepen dan Lomba Kuliner Khas Kukar merupakan rangkaian kegiatan untuk meramaikan Kukar Festival Budaya Nusantara yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 – 13 Juli 2024. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Lomba Miskat, Lomba Jepen dan Lomba Kuliner Khas Kutai pada tanggal 16 – 20 Juli 2024 di Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang.

“Lomba Miskat, lomba Jepen, dan lomba Kuliner Khas Kutai adalah representasi dari warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui lomba ini, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya seni dan tradisi yang dimiliki oleh Urang Kutai,” ujar Ahyani Fadianur Diani saat membacakan sambutan bupati.

Disebutkannya tujuan dilaksanakannya Kegiatan Lomba Miskat, Lomba Jepen dan Lomba Kuliner Khas Kutai ini diantaranya adalah sebagai Upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan Budaya Pakaian Adat, Kesenian Tari Kutai dan Makanan Khas Kutai Kartanegara Kepada Masyarakat luas. Selain itu juga sebagai event budaya yang mengkampanyekan kebudayaan dan kesenian Kukar agar menjadi daya Tarik minat wisatawan untuk ikut menyaksikan secara langsung kegiatan lomba yang dilaksanakan sehingga dapat berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan di Kukar.

Selain itu juga merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah beserta Jajarannya untuk merealisasikan program dedikasi Kukar Idaman yaitu Kukar Kaya Festival dan Kukar Kreatif Idaman, dimana dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat mendorong para designer, pelaku usaha wastra khas kutai, sanggar tari untuk berpartisipasi melatih dan membantu serta menyediakan fasilitas dan kemampuan teknis para peserta lomba untuk menampilkan kreativitas seni yang terbaik dengan membangun kolaborasi serta sinergitas dan spirit yang tinggi, menampilkan pertunjukan aktraksi terbaiknya.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi setiap usaha dan kreativitas yang telah ditunjukkan oleh para peserta. Kalian semua adalah pahlawan budaya yang telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga dan melestarikan budaya Kutai. Melalui lomba ini, kita telah berhasil menunjukkan kepada dunia luar bahwa Kutai memiliki warisan budaya yang kaya dan beragam” pungkasnya.

Sebagai puncak acara untuk menghibur masyarakat Kukar ditampilkan dua artis bintang Pantura yaitu Anna Zanet dan Lia Cicilia serta DJ yang lagi viral dikalangan anak muda yaitu DJ Pehol asal Samarinda. (kk01)

IPA Tirta Kencana Dikuras, Warga Diimbau Tampung Air

July 21, 2024 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Daerah Air Minum  (Perumdam) menjadwalkan pengurasan bak sedimentasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA)  IPA  Tirta Kencana, Selasa – Rabu 23-24 Juli 2024  mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai .

Asisten Manager Kesekretariatan dan Humas Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda Sendya Ibanez menyampaikan, selama pengurasan tersebut tidak berdampak pada proses produksi dan namun layanan aliran distribusi dari IPA Tirta Kencana berkurang karena produksi tidak maksimal. Pemeliharaan rutin pengurasan sedimen bak dan reservoir sudah menjadi agenda rutin  di IPA Tirta Kencana.

Saat pengurasan  gangguan aliran distribusi jalur IPA Tirta Kencana  yang  terdampak wilayah Kota, Wilayah Kelurahan Kampung Jawa, Kelurahan Dadi Mulya, Kelurahan Bugis, Kelurahan Bandara, Kelurahan Sidodadi, Kelurahan Pelita, Kelurahan Pasar Pagi, Kelurahan Pelabuhan, Kelurahan Karang Mumus, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kelurahan Sungai Pinang Dalam  dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur IPA tersebut  untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi terganggu,” terang Sendya Ibanez.

Untuk Informasi dan pelaporan hubungi Call Center Hotline 0541 2088100 atau Chat WA 0811553536 (*)

IPA Bengkuring Jadwalkan Pengurasan

July 21, 2024 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA –Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda akan lakukan pemeliharaan dan pengurasan bak sedimentasi, bak WTP dan reservoar  di IPA Bengkuring mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai, Selasa (23/7/2024)

Asisten Manager Kesektariatan dan Humas Sendya Ibanez menyampaikan agenda rutin pemeliharaan   dan pengurasan di IPA Bengkuring  dimaksudkan agar hasil produksi selalu terjaga kejernihannya.

Selama pekerjaan pengurasan berlangsung aliran distribusi dari IPA Bengkuring 1 dan 2 mengalami gangguan dan berdampak pada pelanggan yang berada di wilayah perumahan Bengkuring, Perumahan Puspita Bengkuring, Jalan Durian Tunggal, Jalan Wanyi dan sekitarnya serta Jalan Padat Karya dan sekitarnya.

Sendya Ibanez  mengimbau kepada masyarakat pelanggan yang berada di jalur tersebut untuk bisa menampung air sebagai persediaan. Selama pekerjaan berlangsung aliran distribusi alami gangguan,” harapnya.

“Atas nama Manajemen dirinya menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya layanan ini,” kata Sendya Ibanez

Untuk informasi dan pelaporan bisa disampaikan ke hotline 0541 -2088100 atau Chat WA ke 0811553536.. Informasi juga bisa dilihat melalui media sosial FB dan IG Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda. (*)

Bugis dan Dayak di Pelaminan

July 21, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SABTU (20/7)  kemarin ada dua prosesi pernikahan yang menarik. Pernikahan adat Bugis dan pernikahan adat Dayak. Yang satu berlangsung di Makassar dan satunya lagi diselenggarakan di Samarinda. Dua-duanya saya diundang. Tapi saya tak bisa hadir yang di ibu kota Provinsi Sulsel,  melainkan  hanya bisa menghadiri yang di ibu kota Provinsi Kaltim.

Berfoto dengan Ketua PDKT Syaharie Ja’ang dan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul.

Perkawinan adat Bugis itu dilaksanakan oleh keluarga dokter, yakni keluarga dr H Aspian Noor SpOG dan dr Hj Andi Sri Juliarty, M.Kes (Dio) dengan keluarga Dr dr H. Andi Muh Nasser Mustari, Sp.OT dan Prof Dr dr Hj Haerani Rasyid, M.Kes.,Sp.PD.

Putra tunggal dr Aspian dan dr Dio, dr Mochammad Ghazian Nugraha (Uga) mempersunting  dr Andi St Nurul Haerunnisa Nasser (Chaca), putri ketiga Dr Nasser dan Prof Haerani.

Uga saat ini tengah menempuh program pendidikan dokter spesialis obstetri ginekologi di Unhas, sedang Chaca mengemban tugas sebagai dokter intership di RSUD Maros, Sulsel.

Dokter Dio, sang ibu sangat dikenal di Balikpapan. Dia adalah asisten III Pemkot Balikpapan, yang sebelumnya adalah kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK). Saat Covid mewabah, dr Dio seperti “panglima putri” yang selalu berada di lapangan dan dibutuhkan warga. Sedang dr Aspian, di antaranya bertugas di RS Pertamina Balikpapan sebagai dokter spesialis obsgyn.

Besan mereka tak kalah hebatnya. Dr Nasser adalah dokter spesialis ortopedi di RS Labuang Baji Makassar sedang istrinya, Prof Hj Haerani Rasyid adalah dekan Fakultas Kedokteran Unhas.

Acara adat pernikahan dan resepsi dr Uga dan dr Chaca berlangsung di Hotel Claro Makassar, pada Jumat malam dan Sabtu kemarin.  Mereka juga akan menggelar resepsi kedua di Balikpapan Sport & Convention Centre (Dome) pada Sabtu (27/7) mendatang. Mudah-mudahan saya dan istri dapat menghadiri yang di Dome. Juga rencananya Ketua KKSS Ir Adam Sinte.

Namanya keluarga dokter yang punya hajat, maka tamu dan undangan pun sebagian dari para dokter dan keluarga kesehatan. Juga dari kalangan kampus terutama keluarga besar Fakultas Kedokteran Unhas. Ada juga keluarga besar kedua pasangan dan berbagai tokoh adat.

Yang menarik rombongan dari Balikpapan. Jumlahnya tak kalah banyak. Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan istrinya Hj Nurlena membawa hampir seluruh pejabat. Begitu juga Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh dan istrinya Yuli bersama sejumlah anggota Dewan. Sambil mengadakan rapat, Jumat (20/7), mereka melanjutkan menghadiri undangan dr Dio.

Kegiatan ritualnya diawali dari acara mappaci. Dipandu MC Dhani yang diboyong dari Balikpapan. Dhani sempat mengirim WA ke saya menggambarkan suasananya yang menarik. “Acara mappacci-nya saja seperti suasana resepsi,” kata Pak Bakhtiar, yang istrinya pejabat di DKK.

Mappacci adalah salah satu rangkaian adat perkawinan masyarakat Bugis. Mappacci atau mappaccing berasal kata “paccing,” yang berarti bersih. Jadi suatu proses untuk membersihkan diri dari segala sesuatu sebelum acara pernikahan.

Ritual mappaci dilakukan dengan cara meletakkan daun pacci (daun pacar) di telapak tangan calon mempelai. Diiringi doa. Maknanya berisi pesan untuk membersihkan raga dan kesucian jiwa sebelum memasuki bahtera rumah tangga.

Dalam undangan, saya lihat ada juga acara marola atau mapparola. Sebenarnya itu acara kunjungan balasan dari pihak mempelai wanita ke rumah mempelai pria. Pengantin wanita diantar oleh iring-iringan yang biasanya membawa hadiah sarung tenun untuk keluarga suaminya.

Karena mempelai prianya tinggal di Balikpapan, maka acara mapparola-nya cukup di Hotel Claro saja. Dari Phinisi Hall menuju Sandeq Ballroom C. Tetapi acaranya tetap menarik dan penuh pernak-pernik suasana adat.

Yang tak kalah menariknya adalah acara Mappasikarawa. Ini dilakukan setelah ijab kabul. Yaitu mempelai pria memegang bagian-bagian tubuh mempelai wanita sebagai tanda bahwa keduanya sudah sah untuk bersentuhan. Senyum dan tawa mewarnai acara ini.

Saya tak bisa membayangkan betapa lezatnya aneka makanan ala Bugis yang disajikan. Mulai coto makassar, bolu peca sampai barongko. Lebih seru lagi kalau ada songkolo.

PEKIBAN ADAT KENYAH

Acara di Samarinda adalah perkawinan Stefanus Frara, S.Ak, putra kedua keluarga Franklin Wahyono dan Ibu Ratnawati dari Dayak Lundayeh dengan Maria Margareta Alahcoq Aping, SH, putri kedua  Bang Unjin dengan Ibu Baun Libut dari Dayak Kenyah.

Acara mereka berawal dengan pemberkatan di Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi di Jl Jend Sudirman Samarinda, diteruskan dengan pengukuhan pernikahan secara adat Kenyah di Hotel Puri Senyiur dan dilanjutkan resepsi di tempat yang sama.

“Mohon hadir, ya Pak, sang mempelai adalah keponakan saya,” kata Betharia, anggota DPRD Kukar dari Fraksi PDI Perjuangan.

Saya memang hadir. Ada juga Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Syaharie Ja’ang, yang juga mantan wali Kota Samarinda. Menyusul kemudian Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul.

Suku Dayak Lundayeh merupakan salah satu sub-suku Dayak yang mendiami kawasan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sedang suku Kenyah adalah suku Dayak yang termasuk rumpun Apokayan, yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Belaga Sarawak.

Melalui Sungai Iwan sebagian bergerak ke daerah Apokayan dan sebagian lagi menuju daerah Bahau. Lalu pergerakan suku ini menuju ke hilir dan akhirnya ke daerah Mahakam sampai menetap di Kampung Pampang, Samarinda yang  terkenal itu.

Seni budaya suku Kenyah sangat halus, unik dan menarik, sehingga ragam seni hiasnya banyak dipakai pada ornamen bangunan-bangunan di Kaltim. Juga seni ukiran, motif busana sampai seni tari dan gaya hidup, yang bernilai tinggi.

Acara adat perkawinan suku Dayak Kenyah dikenal dengan sebutan Pekiban. Sejak 2019 Pekiban telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Indonesia. Waktu Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya menikahkan putranya, Johan Nathaniel Ega dengan Elva Waniza, putri Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala, Mei 2024 lalu, ritual Pekiban digelar sangat marak.

Prosesi Pekiban dipimpin oleh ketua adat. Ada pemasangan gelang manik, penyerahan mandau, taweq (gong yang diduduki kedua mempelai), hiasan manik-manik (aban), beloko aban (topi), antang (guci), piring putih, tikar lampit sampai rantai besi.

Semua mengandung makna dan filosofi kehidupan yang dalam. Menjaga keutuhan keluarga, tahan bantingan kehidupan, sampai berjuang mencapai kehidupan keluarga yang sejahtera, bahagia, dan sarat kesinambungan.

Saya beruntung bisa menyaksikan prosesi acara perkawinan suku Dayak Kenyah dipadu Dayak Lundayeh. “Ini adat budaya nenek moyang kami, yang harus dijaga dan dipelihara sampai kapan pun,” kata Syaharie Ja’ang.

Betaria banyak menjelaskan kepada saya adat perkawinan keluarga suku Dayak Kenyah. Dia salah seorang wanita Kenyah yang sangat maju. Menjadi anggota Dewan dan berpendidikan tinggi. “Bulan depan saya akan menyelesaikan program S3 saya di Surabaya,” katanya bersemangat.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb