Hangatnya Buka Puasa di Masjid Nurul Mu’minin Samarinda

February 19, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Suasana berbuka puasa di Masjid Nurul Mu’minin, Kota Samarinda, berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Meski tidak membludak, jemaah yang hadir tampak memenuhi koridor masjid dengan tertib, ramai, namun tetap terasa lapang.

Kegiatan buka puasa bersama ini rutin dilaksanakan setiap hari selama Ramadan. Menu yang disajikan tergolong sederhana. Namun, justru dalam kesederhanaan itu, kehangatan terasa lebih nyata. Warga duduk bersila berjejer, saling berbagi tempat dan senyum, meski sebagian besar tidak saling mengenal.

Pada hari itu, panitia menyediakan seporsi sop daging untuk para jemaah. Hidangan hangat tersebut disantap bersama setelah azan Magrib berkumandang. Tidak ada kemewahan dalam sajian, tetapi kebersamaan menjadi bumbu utama yang menguatkan rasa.

Aminah (24), salah satu jemaah, mengaku memilih berbuka di masjid tersebut karena ingin merasakan suasana buka bersama. Sebagai seorang perantau di Samarinda, ia tak ingin menjalani Ramadan seorang diri.

“Biar nggak sepi aja buka puasanya, dan biar bisa sekalian tarawih juga,” ujarnya singkat, Kamis (19/2/2026).

Baginya, berbuka di masjid bukan sekadar mengisi perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga mengisi ruang hati yang rindu kebersamaan. Dari deretan saf yang terhampar hingga doa yang dilangitkan bersama, suasana itu menghadirkan rasa pulang meski tanpa ikatan darah. (intan)

Menahan Rindu di Kota Tepian, Kisah Ramadan Perantau Asal Purwakarta

February 19, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Menjalani Ramadan jauh dari kampung halaman menjadi pengalaman tersendiri bagi Ira Nur Ajijah, perantau asal Purwakarta yang kini sedang bekerja di Samarinda, Kalimantan Timur. Tahun ini menjadi kali kedua ia menjalani ibadah puasa di Kota Tepian.

Saat ditemui di Pasar Ramadhan, Gor Segiri Samarinda, Ira mengungkapkan perasaannya menjalani Ramadan sebagai anak rantau.

“Ada senang, ada sedih,” ujarnya singkat, Kamis (19/2/2026).

Perempuan yang merupakan anak bungsu di keluarganya itu mengaku kerap merindukan suasana berbuka bersama keluarga, terutama masakan sang ibu di kampung halaman. Menurutnya, Ramadan di rumah selalu identik dengan hidangan yang telah disiapkan sejak sore.

“Kalau di rumah biasanya dimasakin mamah. Kalau di sini terpaksa harus masak sendiri, atau paling pesan makanan online,” terangnya.

Meski demikian, ia tetap berupaya menikmati proses belajar mandiri selama berada di perantauan. Baginya, Ramadan jauh dari keluarga menjadi ruang untuk melatih kedewasaan sekaligus menguatkan diri.

Ira juga menuturkan, Ramadan tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu ia masih bisa membagi waktu dengan lebih longgar, tahun ini ia merasakan beban yang lebih berat karena pekerjaan yang tengah padat.

Sebagai seorang jurnalis di salah satu media di Kalimantan Timur, ritme kerja yang dinamis membuatnya harus tetap aktif meliput di tengah kondisi berpuasa. Ia tetap turun ke lapangan, mengejar narasumber, dan menyelesaikan tenggat waktu berita.

Kendati demikian, Ira berusaha menjaga semangatnya. Ia menilai pengalaman berpuasa di tanah rantau membentuk ketangguhan dan rasa syukur yang berbeda. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mengelola rindu dan tanggung jawab dalam waktu yang bersamaan. (intan)

Gorengan dan Es Buah Tetap Jadi Primadona Takjil di Tengah Guyuran Hujan

February 19, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA — Gorengan dan aneka es masih menjadi menu favorit masyarakat untuk berbuka puasa, meskipun cuaca hujan mengguyur kawasan pasar Ramadan. Kombinasi rasa gurih dan segar dinilai tetap menjadi pilihan utama, bahkan ketika udara terasa lebih dingin dari biasanya.

Pantauan di salah satu pasar Ramadan di Samarinda, aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai meski hujan turun sejak siang hari. Pembeli terlihat memadati lapak gorengan yang menyajikan bakwan, tahu isi, pisang goreng, hingga risol. Di sisi lain, penjual minuman seperti es buah, es campur, dan aneka es lainnya juga tak kalah diserbu pembeli.

Jijah (23), salah satu pengunjung pasar Ramadan, mengaku hujan tidak menyurutkan minatnya untuk membeli menu andalan berbuka. Ia tetap memilih gorengan dan es buah sebagai takjil utama.

“Itu menu wajib berbuka puasa sih, rasanya nggak afdol kalau nggak makan itu,” ujarnya saat ditemui di Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 yang digelar di halaman parkir GOR Segiri, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, sensasi gurih dari gorengan justru terasa semakin nikmat saat disantap di tengah cuaca dingin. Sementara es buah tetap menjadi pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. (intan)

Pedagang Tahu Bakso Raup Berkah di Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026

February 19, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Antusiasme masyarakat pada hari pertama puasa membawa berkah bagi para pedagang di ajang Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 yang digelar di halaman parkir GOR Segiri. Meski pembukaan resmi dijadwalkan Jumat (20/2/2026), aktivitas jual beli telah berlangsung sejak sehari sebelumnya.

Salah satu pedagang, Endang Burhanuddin (55), penjual Tahu Bakso Ikan Segar Khas Bandung, mengaku bersyukur dengan tingginya minat pembeli. Ia telah berjualan dalam event Ramadan tersebut selama tiga tahun terakhir dan tercatat sudah tiga kali mengikuti kegiatan serupa.

“Alhamdulillah laris,” ujarnya saat ditemui di sela-sela melayani pelanggan, Kamis (19/2/2026).

Endang mulai membuka lapaknya sejak pukul 12.00 Wita untuk mempersiapkan dagangan lebih awal. Didampingi istri dan anaknya, ia tampak sibuk menggoreng tahu bakso yang menjadi menu andalan.

Menurutnya, momentum Ramadan, khususnya dalam rangkaian Samarinda Wisata Belanja Ramadan, selalu memberikan peningkatan penjualan dibanding hari biasa. Ia berharap kondisi tersebut bertahan hingga akhir pelaksanaan kegiatan.

Pantauan di lokasi, stan milik Endang termasuk yang ramai diserbu pengunjung menjelang waktu berbuka, seiring meningkatnya arus masyarakat sejak Ashar. (intan)

Pasar Ramadan Samarinda Diserbu Pengunjung Sejak Ashar

February 19, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Memasuki hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Pasar Ramadan dalam rangkaian Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 di halaman parkir GOR Segiri langsung dipadati pengunjung. Keramaian terpantau mulai meningkat sejak waktu Ashar, dengan arus masyarakat yang terus berdatangan hingga menjelang waktu berbuka.

Pengunjung yang hadir berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Sejumlah stan kuliner tampak ramai diserbu warga yang berburu takjil dan menu berbuka puasa.

Meski pembukaan resmi acara dijadwalkan pada Jumat, 20 Februari 2026, kegiatan Pasar Ramadan ini telah mulai berlangsung sejak kemarin.

Salah satu pengunjung, Tiara (24), warga Jalan MT Haryono Samarinda, mengaku telah menantikan momen ini sejak jauh hari. Ia bahkan datang lebih awal untuk menghindari kepadatan.

“Aku udah siap banget buat war takjil, yang pasti excited,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2/2026).

Tiara memilih datang sejak siang hari karena memperkirakan lonjakan pengunjung akan terjadi menjelang sore. Menurutnya, langkah itu membuatnya lebih leluasa memilih makanan tanpa harus berdesak-desakan.

“Biar leluasa aja sih, jadi masih fresh dan nggak terlalu berdesak-desakan kan,” tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean mulai terbentuk di sejumlah stan yang tersedia. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb