Prof. Yusak Anshori Perkenalkan Konsep Softbrain Engineer

February 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali memperkuat reputasi akademiknya dengan mengukuhkan Mohamad Yusak Anshori sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen. Pengukuhan yang berlangsung di Auditorium Unusa, Sabtu (14/2), tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum lahirnya gagasan baru bertajuk Softbrain Engineer.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Yusak menyoroti keterbatasan pendekatan manajemen konvensional yang cenderung mekanistik dan berfokus pada sistem serta prosedur. Menurutnya, pendekatan tersebut semakin kurang relevan di tengah era disrupsi yang ditandai dengan tekanan kerja tinggi, perubahan cepat, serta kompleksitas pengambilan keputusan.

“Organisasi modern tidak cukup hanya mengandalkan pengembangan soft skills. Diperlukan pendekatan yang lebih mendasar, yaitu Softbrain Skills, kemampuan yang berakar pada mekanisme neuropsikologis manusia,” ujar Prof. Yusak, yang merupakan guru besar pertama di Program Studi Manajemen Unusa.

Pria kelahiran Kediri, 13 Oktober 1967 ini menjelaskan bahwa Softbrain Skills mencakup empat dimensi utama, yakni regulasi emosi, kelincahan kognitif, kecerdasan kolaboratif, dan resiliensi emosional. Keempatnya diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.

Konsep tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Unusa, Triyogi Yuwono, DEA. Ia menilai gagasan Softbrain Engineer selaras dengan strategi pengembangan kampus Unusa bertajuk GREATS (Growth, Reputation, Empowerment, Advancement, Transformation, dan Sustainability).

“Transformasi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan sistem dan teknologi. Kekuatan utama tetap pada manusia yang memiliki ketahanan mental dan kecerdasan emosional yang baik,” kata Rektor.

Pengukuhan ini sekaligus menegaskan posisi Unusa sebagai perguruan tinggi berakreditasi unggul yang konsisten melahirkan pemikiran inovatif. Prof. Yusak sendiri dikenal sebagai akademisi produktif. Dalam satu tahun terakhir, ia tercatat telah menerbitkan lebih dari 30 buku manajemen yang menjembatani teori akademik dengan praktik kepemimpinan di dunia korporasi.

Ke depan, Unusa berharap konsep Softbrain Engineer dapat dikembangkan lebih luas, tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan serta kebijakan pengembangan sumber daya manusia di tingkat nasional.

Di tengah dinamika dunia yang bergerak semakin cepat, gagasan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan organisasi pada akhirnya tetap bertumpu pada kualitas manusia di dalamnya. (esf/unu)

Kubar Gelar Combat Championship

February 15, 2026 by  
Filed under Olahraga

SENDAWAR – Pagelaran event olahraga tarung yang akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026 di GOR Desnan, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Sebelum pertandingan utama, panitia menggelar kegiatan face off di Kopi Ruang Hati, Jalan Sendawar Raya, Barong Tongkok, Sabtu malam (14/2/2026).

Pada pertandingan nanti akan ada 10 partai utama yang terdiri dari delapan partai laki-laki dan dua partai perempuan. Selain itu, panitia juga menyiapkan satu partai hiburan (entertainment fight) untuk menambah semarak acara. Konsep yang diusung adalah perpaduan antara combat sport dan entertainment atau sport entertainment.

Yonavia, ketua Perbati Kaltim

Ketua Perbati Provinsi Kalimantan Timur, Yonavia, yang juga anggota DPRD Kaltim menyampaikan, event ini merupakan yang pertama untuk kategori Kubar Combat Championship. Ke depan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya digelar di Kubar, tetapi juga bisa dilaksanakan di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Menurutnya, potensi petarung muda di Kubar sangat besar dan perlu wadah resmi untuk menyalurkan kemampuan mereka. Event ini juga menjadi ajang pembuktian bagi anak muda yang ingin menunjukkan kemampuan di ring secara resmi dan disaksikan langsung oleh masyarakat.

Ajang ini juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet secara berjenjang. Tahapannya dimulai dari tingkat kabupaten, kemudian provinsi, hingga nasional. Atlet yang lolos nantinya berpeluang mengikuti event luar negeri, termasuk di Amerika Serikat. Untuk agenda ke Amerika sendiri sudah direncanakan, namun jadwal pastinya masih menunggu.

Sementara itu, Sekretaris Umum Perbati Kalimantan Timur sekaligus promotor kegiatan, Jamil Burhan menjelaskan, tujuan utama event ini adalah memberikan wadah resmi bagi anak-anak muda agar tidak lagi menyalurkan energi melalui perkelahian di jalanan.

Melalui olahraga combat yang legal dan terorganisir, potensi generasi muda dapat diarahkan ke jalur positif. Selain berprestasi, atlet juga memiliki peluang mendapatkan dukungan sponsor serta mengembangkan karier di dunia olahraga. Ia juga menekankan bahwa olahraga dapat membantu generasi muda menjauh dari narkoba dan minuman keras serta membentuk gaya hidup yang lebih sehat.

Harga tiket pertandingan dibanderol mulai Rp50 ribu dan dapat dibeli secara langsung maupun melalui platform penjualan tiket daring Kitaloket. (arf)

LPTQ Kaltim Gelar Pemusatan Latihan

February 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim menyelenggarakan Pemusatan Latihan (TC) secara off line (tatap muka) Tahap III. Pelatihan berlangsung selama 4 (empat) hari. Mulai tanggal 11 – 14 Februari 2026, di Asrama Haji, Balikpapan.

Pemusatan Pelatihan ini dimaksudkan untuk memilih dan  mempersiapkan calon  kafilah Kaltim mengikuti perhelatan MTQ Tingkat Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah yang akan berlangsung pada Bulan Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 104 peserta dan masing-masing cabang diikuti dua orang. Selanjutnya kan dilakukan evaluasi dan eliminasi menjadi satu orang per cabang dan golongan pada TC Tahap IV yang akan datang.

LPTQ Kaltim berupaya mendatangkan pelatih nasional maupun pelatih yang berasal dari daerah sebanyak 19 pelatih. Terdiri atas 12 orang pelatih nasional dan 7 orang pelatih dari Kaltim, dengan keahlian yang berbeda-beda.

Kebijakan ini diambil karena anggaran yang tersedia sangat terbatas, sehingga pada   TC tahap-tahap berikutnya hanya 1 peserta yang diberikan kesempatan untuk mengikuti pemusatan latihan. Tetapi untuk cabang-cabang tertentu terpaksa masih harus diikuti 2 orang, karena memiliki nilai atau bobot yang sama dan atau belum memenuhi standar nasional.

Koordinator Pelatih, Ustadz Hajarul Akbar, mengingatkan para peserta, tentang pentingnya menegakkan disiplin. “Disiplin berlatih dan kurangi waktu untuk main game”, tegas Koordinator Pelatih.

“Tidak mungkin peserta bisa menjadi juara, kalau waktunya habis untuk main game”, pungkas Ustadz Hajarul Akbar.

Sementara itu, Wakil Ketua II LPTQ Kaltim, Dasmiah, yang juga sekaligus sebagai Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, saat membuka TC Tahap III (11/2) menyampaikan, bahwa para peserta yang meraih juara nasional, akan diberikan beasiswa penuh oleh Pemerintah Provinsi Kaltim untuk melanjutkan kuliah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dasmiah menyampaikan pesan Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, yang juga sekaligus sebagai Sekda Kaltim, mengingatkan pentingnya para peserta   menjaga adab dan hormat kepada para ustadz/pelatih dan kedua orangtua, sehingga bisa mendapatkan ridha dari para orangtua dan para guru/pelatih.

Hadir saat pembukaan Wakil Ketua I LPTQ Kaltim, Abdul Kholiq, yang juga sebagai Kakanwil Kementerian Agama Prov Kaltim, Wakil Ketua III, Jauhar Efendi, Sekretaris LPTQ, Rudi Kartono, Wakil Sekretaris I, Hamdani, dan Wakil Sekretaris II, Etty Shanti.

Sedangkan Rapat Evaluasi Peserta (13/2) dipimpin Ketua Harian LPTQ Kaltim, M. Syirajuddin, yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Kltim dan Koordinator Pelatih, Hajarul Akbar. (mj)

PT PAMA Lakukan Uji Kompetensi Keahlian Siswa SMK N 1 Sendawar

February 15, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – PT Pamapersada Nusantara Distrik BEKB ikut berkontribusi dalam pemenuhan kurikulum sekolah. SMK 1 Sendawar selaku afiliasi dari sekolah binaan PAMA BEKB melakukan uji kompetensi keahlian siswa sebelum masuk ujian sekolah. Pada agenda ini PAMA ikut melakukan penilaian Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Adapun jurusan yang diuji adalah jurusan otomatisasi dan tata kelola perkantoran, geologi pertambangan, akuntansi dan keuangan lembaga, serta teknik komputer jaringan dan telekomunikasi. Kegiatan uji kompetensi ini berlangsung 9-10  Februari 2026. Sebanyak 164 siswa mengikuti UKK.

Bayu Handoko selaku penguji jurusan otomasisasi dan tata kelola perkantoran dari Section  Head CSR PAMA menyampaikan, siswa perlu dibekali materi sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan Perusahaan. Uji kompetensi bisa dilakukan oleh perusahaan sehingga siswa mampu mengaplikasikan materi yang diterapkan sesuai dengan jurusan yang ada.

  1. Noor Tazeli selaku wakil kepala kurikulum di SMK N 1 Sendawar berterima kasih kepada perusahaan karena sudah membantu SMK Negeri 1 ini dalam proses pengujian uji kompetensi keahlian siswa.

“Sudah beberapa tahun PAMA selalu konsisten menjadi penguji di sekolah kami. Selama ini kami juga dibina melalui program-program pendidikan yang sudah dijalankan di sekolah kami oleh perusahaan, “ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Ia berharap  bisa terus berlanjut sehingga keselarasan dunia pendidikan dengan kebutuhan perusahaan bisa dicapai bersama.

Adapun program ini merupakan salah satu program di bidang pendidikan di perusahaan dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan siswa dalam dunia perusahaan dengan keselarasan ilmu perusahaan dengan kurikulum pendidikan sekolah. (arf).

Regenerasi Atlet Bridge SIWO PWI Kaltim

February 15, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Upaya memperkuat prestasi dan regenerasi atlet bridge di kalangan wartawan terus digencarkan. Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kalimantan Timur menggelar Pelatihan Wartawan Cabang Olahraga Bridge di Gedung PWI Kaltim, Sabtu (14-15/2/2026).

Sebanyak 27 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur mengikuti pelatihan yang dirancang untuk mengenalkan olahraga bridge lebih luas di kalangan wartawan sekaligus menjaring bibit atlet yang diproyeksikan tampil pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) maupun Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Ketua SIWO PWI Kaltim, Didda Satriya, menyampaikan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sekaligus prestasi wartawan di cabang bridge.

Didda bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan dari wartawan di kabupaten/kota dan mengirimkan wakilnya.

“Tujuannya pertama mengenalkan bridge di kalangan wartawan, kedua menyiapkan dan menjaring bibit atlet,” ujarnya.

Ia menambahkan, cabang bridge selalu dipertandingkan dalam Porwada dan Porwanas. Kalimantan Timur sendiri pernah meraih medali pada Porwanas di Jawa Timur yang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurahman Amin, menjelaskan pelatihan bridge telah dirancang sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari program organisasi.

“Porwada terakhir kita laksanakan di Bontang dan insya Allah pertengahan tahun ini akan kembali digelar di Balikpapan. Selama ini bridge belum sepenuhnya dipertandingkan secara resmi karena keterbatasan peserta. Harapannya, pada Porwada Balikpapan 2026, bridge sudah bisa dipertandingkan penuh,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan perlu dilakukan secara terstruktur, sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup wartawan.

“Profesi wartawan identik dengan pola hidup kurang teratur. Melalui olahraga, kita ingin membangun kebiasaan sehat, menanamkan sportivitas, dan menjaga kebugaran,” tambahnya.

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Ketua SIWO Kaltim menghadapi keterbatasan anggaran namun tetap mampu berprestasi.

“Saat itu kita tidak punya anggaran sama sekali. Tetapi dengan kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, termasuk CSR, kita tetap berangkat dan bahkan meraih satu medali emas. Wartawan terbiasa hidup dalam tekanan, dan itu menjadi modal mental dalam bertanding,” tuturnya.

Ia  juga menekankan pentingnya regenerasi atlet. Meski peserta berusia 44 hingga 50 tahun masih aktif, pembinaan jangka panjang perlu melibatkan generasi muda. “Kami melihat sudah ada peserta usia 16 tahun. Ini langkah baik untuk regenerasi,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal. Ia menilai pelatihan ini bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan bagian dari pembudayaan olahraga di kalangan wartawan.

“Bridge memungkinkan atlet tetap kompetitif hingga usia matang. Senior dan junior bisa berjalan bersama. Yang muda membawa energi, yang senior membawa pengalaman,” ujarnya.

Ia berharap pasca-pelatihan, kegiatan dapat dilanjutkan dengan try out atau pertemuan rutin guna membangun kekompakan tim. Selain mengejar medali di Porwada dan Porwanas, menurutnya, olahraga juga penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup wartawan.

Dengan pelatihan ini, SIWO PWI Kaltim menargetkan lahirnya atlet-atlet bridge dari kalangan wartawan yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb