Sehat dengan Khitan, 57 Anak Ikuti Khitan Massal di SMA Negeri 2 Samarinda

February 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — SMA Negeri 2 Samarinda menggelar kegiatan bertajuk “Sehat dengan Khitan” dalam agenda The 5th SMADA Social Weekend, Sabtu (14/2/2026). Agenda ini sudah kelima kali diadakan untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M. Sebanyak 57 peserta mengikuti khitan massal yang dipusatkan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rangkaian peringatan hari besar Islam, tetapi juga bagian dari pengabdian sosial sekolah kepada masyarakat. Melalui kolaborasi panitia, guru, pengurus Rohis, serta dukungan orang tua, kegiatan berjalan tertib dan penuh kekeluargaan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Samarinda, Akhmad Wasis menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya bersifat seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar membentuk generasi yang saleh, berakhlak, dan bertanggung jawab. Kesadaran menjalankan sunnah sejak dini dinilai penting, tidak hanya menyentuh aspek kesehatan fisik, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual anak.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat kembali terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Jika dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Salah satu orang tua peserta, Mahrita Amini, mengaku mengetahui informasi khitan massal ini dari grup WhatsApp. Ia kemudian mendaftarkan putranya mengikuti kegiatan tersebut.

“Karena usia anak saya sudah sepuluh tahun, makanya saya daftarkan sunat ini,” ujarnya.

Mahrita berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Harapannya semoga acara-acara seperti ini ke depannya bisa berlangsung lagi. Dan untuk anak saya, semoga setelah disunat bisa semakin dewasa,” tambahnya.

Suasana kegiatan tampak hangat. Sejumlah orang tua setia mendampingi putra-putra mereka sejak proses registrasi hingga tindakan khitan selesai. (intan)

Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026

February 14, 2026 by  
Filed under Profil

Mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Vivaorneo.com, Bandung – Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. Lomba nyanyi lagu berbahasa Sunda yang digagas oleh label TemanHebat Records bersama BelajarMusiks tersebut berkenaan dengan rilisnya mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Pendaftaran lomba resmi dibuka mulai 15 Februari 2026 dan pendaftarannya tidak dipungut biaya alias gratis. Peserta berusia 5–17 tahun dapat mengirimkan video bernyanyi lagu bebas ke nomor 081914577088 serta mengikuti akun Instagram @aishakamilasuperkids dan @lomba.nyanyi, dengan batas akhir pengiriman pada 30 Maret 2026.

Babak Grand Final akan digelar secara live melalui Instagram @lomba.nyanyi pada 5 April 2026. Para finalis wajib membawakan salah satu lagu dari album Sosobatan untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah dan kesempatan rekaman eksklusif bersama label.

Setelah sukses meluncurkan mini album Sosobatan, Aisha Kamila kini bersiap menghadirkan video klip resmi yang memadukan kekayaan budaya Sunda dengan sentuhan modern yang chic dan relevan bagi generasi masa kini. Video klip tersebut tidak hanya menjadi pelengkap karya musiknya, tetapi juga dirancang sebagai media promosi budaya yang kuat secara visual.

Dengan konsep artistik yang kental nuansa Pasundan namun tetap segar dan stylish, video klip tersebut diharapkan mampu mempertegas pesan persahabatan dan identitas budaya yang terkandung dalam mini album tersebut. Perpaduan harmonis antara musik berkualitas dan estetika budaya Sunda akan menjadi suguhan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Aisha Kamila, atau yang akrab disapa Neng Pasundan, merilis album berbahasa Sunda adalah kebanggaan yang tak terlukiskan. “Rasa bangganya luar biasa, bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Album ini adalah cara Aisha berkata, ‘Ini saya, Neng Pasundan’, dan saya bangga dengan jati diri saya,” ungkapnya penuh haru.

Di tengah dominasi lagu berbahasa Indonesia dan asing, Aisha justru merasa terpanggil untuk menghadirkan warna berbeda melalui bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki estetika yang lembut dan indah, serta dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan ruh tradisinya. Melalui Sosobatan, ia ingin membuktikan bahwa lagu daerah tidak pernah kuno dan tetap relevan di telinga generasi muda.

Lewat ajang Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda, Aisha juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa daerah. “Bahasa daerah adalah kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Kalau bukan kita yang melestarikan lewat karya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat, mengajak anak-anak muda untuk tampil percaya diri.

Aisha juga menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menjangkau berbagai kalangan tanpa batas. Ia berharap gerakan bersama melalui musik dapat membuat budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. Baginya, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi ajang silaturahmi untuk memperkuat akar budaya di mana pun berada.

Dukungan penuh juga datang dari sang ayah, Sendi Setia Permadie, yang merasa terharu melihat putrinya konsisten membawa identitas Sunda dalam setiap karya. “Di tengah gempuran budaya luar yang begitu kuat, melihat Aisha membawa misi melestarikan budaya Sunda adalah sebuah anugerah,” tuturnya bangga.

Sejak kecil, keluarga Aisha memang menanamkan nilai-nilai Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui bahasa maupun sikap. Fondasi tersebutlah yang membentuk Aisha menjadi pribadi modern yang tetap berakar kuat pada budaya asalnya, menjadikan musik sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.

Sementara itu, Rulli Aryanto selaku Produser Aisha Kamila dan pemilik TemanHebat Records bersama BelajarMusiks menjelaskan bahwa produksi album Sosobatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mempromosikan karya lokal. Lomba nyanyi yang digelar menjadi program rutin yang terbukti efektif dalam memperkenalkan artis dan karya mereka ke masyarakat luas.

Menurutnya, peran industri musik dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sangatlah penting, terutama di era digital saat sekarang ini. Bahasa adalah identitas, dan melalui lagu, bahasa ibu dapat diperkenalkan hingga ke panggung global tanpa harus menutup diri dari bahasa asing.

Rulli pun optimistis bahwa masyarakat Sunda di seluruh Indonesia akan memberikan dukungan penuh terhadap ajang tersebut. Dengan potensi besar dan kekayaan budaya yang luar biasa, ia meyakini bahwa musik dapat menjadi langkah nyata dalam mengangkat bahasa Sunda ke level yang lebih luas dan membanggakan.

“Jangan lewatkan kemeriahan Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda dan peluncuran video klip terbaru Aisha Kamila. Mari bersama-sama merayakan karya, budaya, dan semangat persahabatan dalam balutan musik Sunda yang modern dan membanggakan,” ujar Rulli. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Link Album Sosobatan milik Aisha Kamila: https://www.youtube.com/playlist?list=PL0sHtBUBXtxv6cmqxRgvwdeUFOexjHS8M

 

MenPANRB Harap IKN Menjadi Pelopor Transformasi Birokrasi Pemerintah Masa Depan

February 14, 2026 by  
Filed under Nusantara

MenPANRB memberikan kuliah umum untuk ASN yang bekerja di IKN sekaligus melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pembangunan IKN.

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Sebagai ibu kota masa depan Indonesia, Ibu Kota Nusantara diproyeksikan menjadi contoh model birokrasi baru bagi generasi mendatang. Hal ini ditegaskan melalui kuliah umum Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Rini Widyantini, yang berlangsung di kawasan KIPP IKN pada Jumat (13/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah bertugas di Nusantara, mulai dari Otorita Ibu Kota Nusantara, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman hingga lembaga negara seperti Bank Indonesia.

Kuliah umum ini bertujuan memperkuat pemahaman ASN dalam mendorong transformasi birokrasi, dengan IKN sebagai percontohan sistem kerja pemerintahan yang modern dan adaptif. Dalam paparannya, Menteri PANRB menyampaikan arah reformasi birokrasi ke depan, penguatan manajemen ASN, pembentukan budaya kerja baru di ibu kota negara, serta diskusi terbuka terkait tantangan dan peluang reformasi birokrasi di Nusantara.

MenPANRB menegaskan pembangunan IKN bukan sekadar menghadirkan pusat pemerintahan baru, tetapi merancang ulang cara negara bekerja secara menyeluruh.

“Hari ini kita tidak hanya sedang membangun gedung, tapi kita sedang membangun generasi masa datang. IKN tidak hanya memindahkan pusat pemerintahan, tapi kita merancang cara baru negara itu bekerja. Kita mengulang cara baru kerja birokrasi, cara melayani masyarakat, dan cara pengambilan keputusan. Ini hanya bisa dibangun ketika kita menanamkan integritas dan budaya kerja yang baik,” ujar Rini.

Sementara itu, Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi penguatan moral bagi ASN yang telah lebih dulu bekerja di Nusantara agar terus menjaga semangat pelayanan publik.

“Mudah-mudahan melalui nasihat dan arahan Ibu Menteri hari ini, kami mendapatkan kekuatan untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Karena ini kota baru dengan budaya kerja baru, kami yakin perhatian dan dukungan ini akan menjadi energi bagi kami semua yang bertugas di Nusantara,” ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menteri PANRB juga meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan IKN beserta ekosistem pendukungnya, antara lain rumah susun ASN, Sekolah Taruna Nusantara, RSUP Kementerian Kesehatan, Istana Negara, hingga kawasan glamping.

Ke depan, IKN diharapkan menjadi laboratorium transformasi birokrasi Indonesia—tempat lahirnya tata kelola pemerintahan yang berintegritas, kolaboratif, dan berbasis digital. Dari Nusantara, praktik terbaik birokrasi masa depan diharapkan tumbuh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.(yul/hms-oikn)

Masjid Negara dan Gereja Basilika Nusantara Siap Difungsikan Untuk Agenda Besar

February 14, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

IKN – Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafi’I didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (12/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wamenag.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur rumah ibadah dalam menyambut rangkaian agenda besar keagamaan nasional dalam beberapa bulan ke depan.

Wamenag menyampaikan dua ikon rumah ibadah, Masjid Negara dan Gereja Basilika Nusantara, siap difungsikan untuk agenda besar nasional dalam waktu dekat.

Ia menekankan kepastian kesiapan Masjid Negara sangat krusial, mengingat pada hari kedua Ramadan 1447 H, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dijadwalkan hadir untuk melaksanakan salat tarawih dan memberikan tausiyah.

“Pihak Otorita menyampaikan, Masjid Negara pada tanggal tersebut sudah bisa digunakan sepenuhnya. Hanya menunggu pemasangan karpet dan penyiapan meubeler, dan itu pun sedang dalam proses. Ini artinya, pada 2 Ramadan insyaallah aman,” ujar Wamenag optimis.

Tak jauh dari Masjid Negara, Wamenag juga meninjau Gereja Basilika Nusantara. Gereja ini dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Uskup se-Indonesia pada Mei mendatang.

Berdasarkan laporan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Timur Kementerian Pekerjaan Umum, Efry Biaktama Meliala, fasilitas gereja termasuk rumah uskup dipastikan sudah bisa difungsikan paling lambat pada bulan depan. Namun, ada perhatian khusus pada elemen ikonik bangunan ini.

“Menjadi perhatian khusus tadi adalah terkait pemasangan lonceng dan salibnya, karena ini didatangkan langsung dari Belanda,” jelas Wamenag.

“Yang terpenting, pelaksanaan pertemuan uskup pada bulan kelima mendatang bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Selain kedua bangunan tersebut, Wamenag membawa kabar baik mengenai penguatan toleransi di IKN. Pemerintah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah ibadah agama lainnya, meliputi Gereja Kristen, Pura, Vihara, hingga Klenteng.

“Pihak Otorita IKN menyatakan lahannya sudah tersedia. Tinggal menunggu proses pembangunannya saja yang mungkin bisa dimulai pada tahun ini atau tahun 2027,” pungkas Wamenag.

Di sela-sela pendampingan, Kepala Kanwil , Abdul Khaliq, menyatakan kesiapan jajarannya di daerah untuk mengawal transisi pengelolaan rumah ibadah di IKN.

“Kanwil Kemenag Kaltim berkomitmen penuh untuk mendukung koordinasi teknis di lapangan,” ungkap Kepala Kanwil.

Ia menambahkan pembangunan rumah ibadah yang berdampingan di IKN merupakan simbol nyata moderasi beragama di Indonesia.

“Kami terus memantau progres ini bersama Otorita IKN. Bukan hanya soal fisik bangunan, tapi bagaimana nantinya rumah-rumah ibadah ini menjadi pusat harmoni dan kerukunan bagi seluruh umat beragama di Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya. (Win)

Pemprov Kaltim Gratiskan 21 Ribu UKT Mahasiswa Senilai Rp103 Miliar

February 14, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencairkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap tahun 2026 melalui Program Gratispol Pendidikan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal selaku Juru Bicara Pemprov Kaltim menyampaikan, pencairan menyasar 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025 yang kini memasuki semester genap di seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/S) se-Kaltim dengan total anggaran mencapai Rp103 miliar lebih.

“Saat ini program bantuan gratispol untuk mahasiswa semester empat, enam, dan delapan masih dalam proses verifikasi data Dukcapil,” kata Faisal.

Berdasarkan rekapitulasi 2026, penerima manfaat tersebar di 57 perguruan tinggi. Baik PTN/PTS, maupun skema kerja sama. Dari kelompok PTN, jumlah mahasiswa terbesar berasal dari Universitas Mulawarman (Unmul) sebanyak 5.134 mahasiswa dengan nilai bantuan lebih dari Rp 25,6 miliar. Disusul Politeknik Negeri Samarinda (1.683 mahasiswa), Institut Teknologi Kalimantan (1.541 mahasiswa), serta UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (1.331 mahasiswa).

Sementara dari kelompok PTS, penerima terbesar tercatat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dengan 3.477 mahasiswa senilai lebih dari Rp 19,2 miliar. Diikuti Universitas Mulia (670 mahasiswa) dan Universitas Balikpapan (600 mahasiswa). Data ini menunjukkan komitmen Pemprov Kaltim menjangkau mahasiswa lintas kampus secara merata.

Program Gratispol Pendidikan menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Kaltim dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meringankan beban ekonomi mahasiswa dan orang tua.

“Dengan pencairan ini, pemerintah berharap mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala biaya, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Kaltim di masa depan,” terang Faisal dalam keterangannya yang dikirim ke media, Jumat (13/2026).

Pemprov Kaltim menegaskan, penyaluran dilakukan sesuai data verifikasi dan mekanisme yang berlaku. Pemerintah juga memastikan komitmen keberlanjutan program sebagai investasi jangka panjang untuk kemajuan SDM daerah. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb