Jasa Raharja Pasang Spanduk Keselamatan Lalu Lintas di Loa Janan Ilir

February 13, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas terus menerus disosialisasikan PT Jasa Raharja. Salah satu cara yaitu dengan melakukan pemasangan spanduk keselamatan lalu lintas jalan di kawasan Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Samarinda, Jumat (27/2/2026)

Kegiatan tersebut dilaksanakan petugas Jasa Raharja, Rivaldy Arvelsa Landarto, sebagai bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah rawan kecelakaan. Spanduk yang dipasang berisi pesan-pesan imbauan keselamatan, seperti “Hati-hati daerah rawan kecelakaan”

Pemasangan spanduk dilakukan di titik-titik strategis yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi, sehingga diharapkan dapat menarik perhatian para pengguna jalan dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.

Rivaldy Arvelsa Landarto menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Jasa Raharja dalam mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas. Menurutnya, upaya pencegahan melalui edukasi dan imbauan keselamatan menjadi langkah penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya.

Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan sebagai kebutuhan bersama, sehingga dapat mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kota Samarinda. (*)

Perpustakaan Kota Samarinda Masih Ramai di Tengah Gempuran Layar

February 13, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA — Di tengah meningkatnya durasi penggunaan gawai di kalangan generasi muda, Perpustakaan Kota Samarinda justru mencatat tren positif. Jumlah pengunjung harian berkisar 100 hingga 200 orang, dengan lonjakan signifikan sejak diberlakukannya layanan hingga malam hari pada 2025.

Suasana tersebut terasa ketika berkunjung ke gedung perpustakaan dua lantai yang berlokasi di pusat kota. Area baca, mulai dari meja belajar, sofa, hingga lesehan, tampak dipenuhi pelajar SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum yang larut dalam buku masing-masing. Di tengah derasnya arus digital, ruang sunyi ini tetap hidup oleh aktivitas literasi.

Kepala Bidang Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Dewi Astuti Anggraeni, menjelaskan, rata-rata kunjungan reguler harian berada di angka 100 hingga 150 orang. Angka tersebut dapat meningkat ketika ada kunjungan sekolah maupun kampus yang dalam satu kali kedatangan bisa mencapai 50 sampai 100 orang.

“Sejak layanan malam diterapkan pada 2025, jumlah anggota dan peminjaman buku meningkat cukup signifikan. Ini memang kebutuhan masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa yang baru memiliki waktu luang setelah aktivitas di siang hari,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan data 2025, sebelum adanya penambahan jam layanan malam, penambahan anggota tercatat sebanyak 4.529 orang. Setelah layanan diperpanjang hingga pukul 20.00 WITA pada Senin hingga Kamis, jumlah anggota meningkat menjadi lebih dari 6.000 orang. Sementara angka peminjaman buku melonjak dari 5.160 menjadi 10.519 peminjaman atau naik sekitar 103 persen.

Perpustakaan buka pada Senin-Kamis pukul 08.00–20.00 WITA, Jumat pukul 08.00–15.00 WITA, dan Sabtu pukul 09.00–13.00 WITA. Pada Minggu dan hari libur nasional, layanan tatap muka ditiadakan, namun perpustakaan tetap hadir melalui mobil perpustakaan keliling di area Car Free Day.

Dewi menyebut, komposisi pengunjung relatif merata antara pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. “Tidak ada dominasi kelompok tertentu. Semua kalangan memanfaatkan fasilitas yang ada,” katanya.

Selain koleksi buku, perpustakaan menyediakan lebih dari 30 unit komputer yang tersebar di dua lantai, ruang multimedia, akses internet gratis, serta ruang baca yang nyaman. Fasilitas tersebut banyak dimanfaatkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas maupun riset.

Dari sisi sistem, mulai 2026 perpustakaan tidak lagi menggunakan kartu anggota fisik. Pendaftaran dilakukan secara daring dengan melampirkan kartu identitas, kemudian kartu elektronik dikirim melalui email masing-masing anggota. Keanggotaan terbuka bagi siapa saja yang berdomisili di Samarinda, termasuk mahasiswa perantau.

Menurut Dewi, perpustakaan bukan sekadar tempat meminjam buku, tetapi ruang wisata edukatif yang dapat menjadi alternatif aktivitas produktif di tengah dominasi layar digital. Ia mengimbau orang tua untuk mulai mengenalkan anak-anak pada perpustakaan sejak dini.

“Perpustakaan itu bukan tempat yang membosankan. Justru di sini masyarakat bisa mendapatkan banyak manfaat, baik untuk belajar maupun mengembangkan diri,” tuturnya.

Di tengah era serba cepat dan instan, denyut literasi di Perpustakaan Kota Samarinda menunjukkan, buku fisik belum kehilangan pembacanya. (intan)

SMAN 5 Samarinda Luncurkan SMALA-DIGI dan Rimba Etam

February 13, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – SMA Negeri 5 Samarinda meluncurkan aplikasi SMALA-DIGI (Digital Integration for Growth and Innovation), menghadirkan Sistem Informasi Pengaduan Sekolah, melakukan penanaman SMALA Rimba Etam, serta menggelar Pagelaran Seni Jelajah Nusantara II, Kamis (12/2/2026), sebagai langkah penguatan layanan berbasis digital dan lingkungan sekolah.

Plt. Kepala SMA Negeri 5 Samarinda, Ageng Tri Wahyuni, mengatakan peluncuran SMALA-DIGI menjadi bagian dari transformasi manajemen sekolah menuju sistem berbasis data dan real-time.

“SMALA-DIGI ini adalah aplikasi terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan pelayanan dan inovasi guru. Manajemennya berbasis data dan sistemnya real-time online,” ujarnya.

Selain itu, SMA Negeri 5 Samarinda juga memperkenalkan Sistem Informasi Pengaduan Sekolah yang memungkinkan laporan disampaikan secara langsung melalui platform digital.

“Jumlah siswa kami lebih dari seribu. Tidak mudah mengelola secara manual. Melalui sistem ini, siswa bisa melaporkan kerusakan fasilitas seperti kipas angin, wifi, pintu, maupun persoalan lain termasuk perundungan. Penanganannya bisa lebih cepat dan terpantau,” jelasnya.

Menurut Ageng, digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi upaya membangun tata kelola sekolah yang lebih efisien dan terukur. Ia berharap SMA Negeri 5 ke depan dapat dikenal sebagai sekolah berbasis digital dengan sistem manajemen yang terdokumentasi dan berkelanjutan.

Selain penguatan sistem digital, sekolah juga meresmikan SMALA Rimba Etam, taman terbuka hijau yang ditanami lebih dari 200 bibit tanaman endemik Kalimantan pada tahap pertama, termasuk ulin dan tanaman buah lokal.

“Taman ini bukan hanya penghijauan, tetapi ruang belajar alternatif. Siswa bisa belajar, berdiskusi, hingga melakukan kegiatan seni dan teknologi dalam skala kelas di ruang terbuka,” katanya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menuju sekolah sehat, ramah anak, dan berwawasan lingkungan (Adiwiyata).

Rangkaian kegiatan turut diisi Pagelaran Seni Jelajah Nusantara II yang menampilkan karya siswa kelas XII sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran selama di bangku sekolah.

Ageng menambahkan, pengembangan sistem digital di SMAN 5 berangkat dari pengalaman dan risetnya saat menjadi guru kimia sejak 2018. Ia mengaku telah mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran, mulai dari bahan ajar, video, strategi pembelajaran, hingga aplikasi jurnal mengajar dan tes daring.

“Bagi saya, pekerjaan guru itu investasi. Sistem yang kita bangun hari ini akan memudahkan pekerjaan secara terus-menerus dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” tutupnya. (intan)

Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025

February 12, 2026 by  
Filed under Nusantara

Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, PEP Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field berhasil mencatatkan realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target tahun 2025.

Keempat entitas anak usaha dan afiliasi PHI di Zona 9 ini membukukan produksi minyak hingga mencapai 22,6 ribu barel per hari (MBOPD), sedangkan produksi gas sebesar 105,369 juta standar kaki kubik per hari (MMCFD).

Capaian tersebut menempatkan Zona 9 sebagai salah satu kontributor utama produksi PHI-Regional 3 Kalimantan, sekaligus mencerminkan konsistensi Perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah Indonesia.

Senior Manager Subsurface Development & Planning (SSDP) Zona 9, Supriady, menegaskan bahwa capaian produksi positif ini merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam menerapkan beragam inovasi dan teknologi dalam mengelola lapangan-lapangan migas yang sudah mature, memiliki karakteristik kompleks, dan memerlukan ketepatan strategi serta koordinasi erat lintasfungsi.

“Kami percaya bahwa inovasi dan teknologi memegang peran strategis dalam menjaga tingkat recovery dan keberlanjutan produksi lapangan-lapangan migas yang telah mature,” tuturnya.

Menurut Supriady, keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi yang solid seluruh pekerja dan manajemen dalam mengelola aset subsurface dengan penerapan teknologi yang fit for purpose, atau tepat sesuai tujuan. Sebagai bentuk penyemangat, Supriady dan timnya memiliki slogan “Anti Decline”, atau antipenurunan produksi.

Ia juga menyampaikan, di Zona 9, Perusahaan secara konsisten mendorong adopsi teknologi berbasis praktik terbaik industri hulu migas nasional maupun global di seluruh aspek operasi dan bisnis Perusahaan. Dukungan teknologi membantu Perusahaan untuk mengelola operasi secara efisien, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian target produksi yang berkelanjutan.

“Langkah tersebut dibarengi upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara konsisten,” jelasnya.

Sebagai contoh, PHSS menerapkan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) yang menjadi solusi efisien untuk meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen. Terobosan ini baru diaplikasikan di empat sumur, namun sudah berkontribusi besar terhadap angka produksi minyak.

Selain itu, terdapat teknologi Pertasolvent yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga hampir empat kali lipat dibandingkan kondisi awal.

Teknologi Pertasolvent merupakan semacam pelarut (solvent) yang digunakan untuk mengatasi masalah High Pour Point Oil (HPPO), dimana minyak yang diproduksikan memiliki titik tuang (pour point) lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa. Teknologi itu diterapkan di Lapangan Mutiara dan Pamaguan.

Untuk produksi gas, PHSS menerapkan teknologi Capillary String yang dapat menekan potensi gangguan aliran dan meningkatkan stabilitas produksi sekitar 0,36 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Sementara itu, Pertamina EP Sangasanga mengaplikasikan Wellhead CompressorMini Gas Compressor pada sumur-sumur borderless atau yang beririsan dengan wilayah kerja/entitas Pertamina lainnya.

Inovasi ini berhasil meningkatkan produksi sumur yang bertekanan rendah hingga 15 kali lipat dibandingkan kondisi awal. Kemudian di lapangan TSS menunjukkan kestabilan produksi gas berhasil mencapai 117 persen dibandingkan target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.

Di sisi operasional, kinerja ditopang oleh percepatan jadwal pengeboran dan intervensi sumur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

“Pendekatan operasional migas yang terintegrasi dan penguatan budaya selamat menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja PHSS dan PEP di Zona 9 dalam mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9 dan Zona 10 sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia.

Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur, dan Tanggap Bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Gelar Simulasi Tanggap Darurat di UP PLTDMG Bontang

February 12, 2026 by  
Filed under Nusantara

Sosialisasi penanganan tanggap darurat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, keterampilan, dan pemahaman seluruh personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di pembangkit.

BONTANG – PT PLN Indonesia Power UBP Mahakam melalui UP PLTDMG Bontang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bontang sebagai bagian dari penguatan sistem K3 serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan operasional pembangkit.

Rangkaian pelatihan dirancang secara aplikatif dan terstruktur, tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diperkuat dengan praktik lapangan yang komprehensif dan terintegrasi, meliputi pemberian materi oleh Damkar Bontang, pelaksanaan Gladi Simulasi Kering, Simulasi Tanggap Darurat, evaluasi langsung dari tim Damkar, serta kegiatan Animal Rescue. Pendekatan ini membentuk kesiapsiagaan personel yang tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam berbagai kondisi darurat.

Simulasi dilaksanakan melalui skenario terintegrasi yang realistis, mencakup penanganan kebakaran, evakuasi personel, koordinasi lintas fungsi, pengendalian situasi, serta pengamanan area operasional, sehingga mampu menguji kesiapan sistem, efektivitas prosedur, dan kapasitas sumber daya secara menyeluruh dalam kondisi yang mendekati situasi riil.

Sebagai bagian dari penguatan sistem, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan, efektivitas komunikasi, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen tanggap darurat dan pengelolaan risiko operasional di lingkungan kerja.

Manager UP Bontang, Herman Hidayat, menegaskan bahwa penguatan sistem kesiapsiagaan dan budaya keselamatan merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan dan keandalan operasional pembangkit. Ia menyampaikan, “Kesiapsiagaan tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui latihan yang konsisten, sistem yang terstruktur, dan budaya keselamatan yang mengakar kuat dalam setiap proses kerja. Sinergi yang terbangun menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap insan pembangkit memiliki kompetensi, keberanian, serta kesiapan mental yang utuh dalam menghadapi situasi darurat, sehingga perlindungan terhadap manusia, aset, dan keandalan operasional perusahaan dapat terjaga secara menyeluruh dan berkelanjutan.” Ujar Herman Hidayat

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, PT PLN Indonesia Power UBP Mahakam meneguhkan komitmennya dalam membangun sistem keselamatan kerja yang terintegrasi dan berkelanjutan, memperkuat budaya K3 sebagai nilai inti perusahaan, serta memastikan kesiapsiagaan seluruh insan pembangkit dalam menghadapi berbagai potensi risiko demi menjaga keselamatan manusia, keandalan pasokan listrik, dan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb