Perumdam Tirta Kencana Kuras IPA Makroman

February 2, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam Tirta Kencana) Samarinda menjadwalkan pengurasan bak WTP dan lagoon IPA Makroman yang akan dilaksanakan Selasa, 3 Februari 2026.

Asisten Manajer Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda Khaidir Fadly menyampaikan pengurasan ini merupakan jadwal pemeliharaan rutin untuk menjaga kualitas produksi. Hal ini dimaksudkan agar air yang didistribusikan ke pelanggan terjaga kejernihannya.

“Pengurasan akan dilakukan mulai pukul 08.00 Wita dengan estimasi 1 x 10 jam,” kata Khaidir Fadly .

Dampak pengurasan di IPA Makroman Wilayah Jalan Purwobinangun, Denzipur, Penangkaran Buaya, Wilayah Sukorejo, Jalan Pelita 5, Pelita 6, Pelita 7, Perum Korpri serta Perumahan Graha Mandiri.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur IPA tersebut untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi terganggu,” terang Khaidir Fadly.

Permohonan maaf atas terganggunya layanan ini, Kegiatan pengurasan ini bertujuan untuk menjaga kualitas agar kejernihan produksi air bersih selalu tetap terjaga. Untuk info dan pelaporan bisa hubungi contact center kami hotline 0541-2088100 atau Chat WA 0811553536.

“Atas nama manajemen kami memohon maaf atas terganggunya aliran distribusi di beberapa wilayah yang di jalur IPA sedang lakukan pengurasan,” tuturnya. (*/adv)

IPA Bendang Kuras Bak Lumpur

February 2, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

IPA Bendang Perumdam Tirta Kencana Samarinda

SAMARINDA – Pelayanan distribusi pelanggan Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendang akan melakukan pengurasan bak lumpur clarifier 1 & 2 pada Selasa (3/2/2026).

Asisten Manajer Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda Khaidir Fadly menyampaikan, estimasi pekerjaaan selama 1 x 10 jam. Ia mengingatkan seluruh pelanggan Perumdam Tirta Kencana yang aliran air di rumahnya berasal dari IPA Bendang untuk menyediakan tampungan air, dikarenakan aliran distribusi dari IPA Bendang akan mengalami gangguan selama proses pengerjaan pembersihan.

Beberapa kawasan yang terdampak dari pembersihan bak di IPA Bendang diantaranya Jalan Loa Bahu, Jalan M. Said, Jalan Revolusi, Jalan Rapak Indah, Jalan Teuku Umar, Jalan Tengkawang, Jalan Kelapa Gading, Perum Citra Griya, Jalan Adam Malik, Jalan Ringroad 1, 2 dan 3, Jalan P. Suryanata, Jalan AW Syahrani, Perum Bukit Pinang, Kampung Pinang, Perum Solong Durian, Jalan Batu Cermin, Perum Samarinda Residence, dan Batu Besaung serta sekitarnya. Daerah lain yang terdampak yaitu Ring Road I, II dan III serta pelayanan dari boster AW. Syahrani.

Seluruh pelanggan di jalur tersebut diimbau bisa terlebih dahulu menampung air selagi masih mengalir sebagai persediaan, karena selama perbaikan berlangsung aliran air akan mengalami gangguan.

Jika terdapat kendala atas saluran air yang telah perpasang di masyarakat. Para pelanggan dapat melakukan pelaporan dan konsultasi melalui call center Perumdam Tirta Kencana hotline 0541-2088100 atau Chat WA  0811553536 (**)

Raudhah, Ruang Sempit yang Mengajarkan Luasnya Kesabaran

February 2, 2026 by  
Filed under Opini

Madinah – Raudhah bukan sekadar ruang kecil di dalam Masjid Nabawi. Lebih dari itu, ia adalah harapan panjang, doa yang terulang, dan pelajaran kesabaran di tengah sistem yang terus berubah. Terletak di antara rumah Rasulullah SAW. dan mimbar beliau, Raudhah disebut dalam hadis sahih sebagai “taman di antara taman-taman surga”, sebuah sebutan yang hidup dalam tradisi umat Islam lintas generasi dan menjadi magnet bagi jutaan jamaah dunia.⁣

Secara fisik, Raudhah memang sempit. Karpetnya berwarna hijau, berbeda dari dominasi karpet merah di sebagian besar area Masjid Nabawi. Namun di ruang kecil itu, doa-doa beragam bahasa dan kisah hidup berkumpul, naik bersama dalam hening yang terasa sakral. Ruang ini seperti botol kecil yang menampung gelombang kerinduan umat dari penjuru dunia.

Akses ke Raudhah telah berubah tajam dalam beberapa tahun terakhir. Dahulu jamaah hanya bisa memasuki Raudhah melalui tasreh, izin ziarah yang dikeluarkan oleh otoritas haji masing-masing negara, seperti yang kini sering terjadi dalam proses haji reguler. Namun transformasi digital di Arab Saudi memperkenalkan aplikasi Nusuk sebagai platform resmi untuk memesan izin kunjungan ke Raudhah, umrah, dan layanan ibadah lain di dua Masjid Suci. Sistem ini menggantikan sebagian besar metode manual sebelumnya dan menjadi standar global bagi jamaah yang datang dari luar negeri.

Pemerintah Arab Saudi melaporkan, transformasi digital berhasil meningkatkan kapasitas harian pemesanan ziarah Raudhah melalui aplikasi Nusuk menjadi sekitar 54.000 pemesanan per hari, sebuah lonjakan signifikan dari angka sekitar 7.000 sebelumnya. Hal ini menunjukkan upaya serius Kerajaan dalam menghadirkan layanan ibadah yang lebih tertata dan terukur.

Lebih jauh, pemerintah akhirnya menyelesaikan perluasan fisik di area Raudhah sehingga kapasitas harian dapat mencapai lebih dari 52 ribu jamaah per hari, melalui penambahan pintu masuk, manajemen kerumunan yang lebih canggih, dan pengaturan zonasi yang modern. Perubahan ini menjadi respons langsung atas lonjakan kunjungan jamaah global.

Data resmi terbaru menunjukkan lonjakan jumlah jamaah yang datang ke Masjid Nabawi dan sekitarnya. Pada paruh pertama Ramadan 1446 H / 2025, lebih dari 14 juta orang tercatat mengunjungi Masjid Nabawi, termasuk lebih dari 223 ribu jamaah laki-laki dan 155 ribu jamaah perempuan yang mendapat izin masuk Raudhah dalam periode itu.

Namun, data yang luar biasa itu sekaligus mencerminkan kenyataan yang tak terhindarkan, permintaan jauh melampaui kapasitas. Slot kunjungan Raudhah sering penuh beberapa minggu bahkan beberapa bulan sebelumnya, terutama pada musim ibadah utama. Civitas muslim di media sosial melaporkan, pemesanan untuk awal 2026 sudah sering terisi jauh sebelum tahun berjalan, memaksa jamaah untuk terus memantau aplikasi Nusuk setiap hari demi mendapatkan slot yang terbuka.

Saya mengalami ini sendiri. Saat mencoba memesan melalui aplikasi Nusuk, banyak slot yang tampak “fully booked” untuk pekan depan atau bahkan bulan berikutnya. Saya sempat berkata dalam hati, “Mungkin belum rezeki.” Itu bukan sekadar kata penenang, tetapi bentuk awal menerima akses ke tempat yang sangat diidamkan ini tak selalu bisa diraih dengan mudah oleh siapa pun.

Namun takdir bekerja dalam cara-caranya sendiri. Suatu malam, tanpa jadwal resmi yang tertera sebagai konfirmasi di aplikasi, akses ke Raudhah akhirnya dibuka bagi rombongan kami. Saat kaki pertama saya menginjak karpet hijau itu, seluruh dunia terasa menyempit, bukan karena ruangnya sempit, tetapi karena semua perhatian tertumpah pada satu titik, doa, sujud, dan hening yang panjang.

Saya shalat di sana dengan air mata yang jatuh tanpa komando, mengalir sebagai kata yang tidak sempat diucapkan. Tidak ada doa panjang yang direncanakan rapi hanya kata-kata pendek, patah, dan jujur. Di tempat yang disebut sebagai taman surga itu, saya tidak merasa seperti tamu istimewa. Saya merasa seperti manusia yang akhirnya diizinkan berhenti sejenak untuk bicara jujur kepada Tuhan.

Madinah dan Pengalaman Pertama Menemukan Ketenteraman

February 2, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

MADINAH – Perjalanan pertama saya ke Madinah dimulai dari Jeddah melalui jalur darat yang memakan waktu sekitar lima hingga enam jam. Di dalam bus, suasana tidak sepenuhnya hening. Doa-doa dipimpin oleh muthowif, dilafalkan bergantian dengan suara pelan namun teratur, mengiringi langkah kami yang masih gelap oleh malam.

Menjelang pukul lima pagi, bus berhenti di sebuah rest area. Langit belum sepenuhnya terang ketika kami turun untuk menunaikan salat Subuh, sebuah jeda singkat sebelum Madinah benar-benar menyambut.

Madinah kerap disebut sebagai kota yang menenangkan. Pengalaman pertama saya di kota ini memperkuat anggapan tersebut. Tidak ada kesan tergesa atau hiruk pikuk yang menekan. Aktivitas berjalan tertib, ritme kota terasa stabil. Madinah tidak menampilkan kemegahan yang mencolok, tetapi justru menghadirkan ketenangan yang konsisten seperti sesuatu yang tidak perlu dipertontonkan untuk diyakini.

Data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat, jutaan jamaah dari berbagai negara datang ke Madinah setiap tahun, terutama pada musim umrah dan haji. Namun, di tengah arus manusia yang besar itu, kota ini tetap terasa terkelola dengan tenang. Barangkali, di sinilah letak paradoks Madinah, ramai, tetapi tidak riuh.

Sebagai perempuan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Madinah, saya datang dengan sejumlah kegelisahan personal, tentang masa depan, tentang pilihan hidup, tentang rasa tertinggal yang kerap menghampiri usia dua puluhan. Namun Madinah tidak menawarkan jawaban cepat. Kota ini justru memberi jarak. Ia seperti ruang antara, tempat seseorang berhenti mengejar kepastian dan mulai berdamai dengan ketidakpastian itu sendiri.

“Di Madinah, saya merasa tidak sedang dituntut apa pun. Saya hanya diminta hadir,” catat saya dalam jurnal perjalanan. Senin,(16/1/2026).

Masjid Nabawi menjadi pusat dari denyut kota ini. Berdasarkan catatan otoritas setempat, masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad SAW. tersebut kini mampu menampung lebih dari satu juta jamaah, terutama setelah perluasan besar-besaran dalam beberapa dekade terakhir. Namun, di tengah kapasitas sebesar itu, suasana tetap terjaga. Ketika memasuki kawasan masjid, langkah seolah melambat dengan sendirinya. Suara diturunkan. Gerak menjadi lebih tertib.

Ziarah ke makam Rasulullah SAW. dilakukan dengan pengaturan ketat dan disiplin. Tidak ada ruang untuk euforia berlebihan. Di titik itu, saya haru dan takjub.

Di area yang sama dimakamkan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Dua figur sentral dalam sejarah Islam yang kerap disebut sebagai simbol keteguhan dan keadilan.

Bagi banyak jamaah, Madinah kerap diposisikan sebagai tempat menenangkan hati sebelum memasuki rangkaian ibadah yang lebih padat di Mekkah. Dalam pengalaman saya, peran itu terasa nyata. Madinah mengajarkan iman tidak selalu tumbuh dari emosi yang meledak, tetapi dari keheningan yang dipelihara. (intan)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Ajak Media Samarinda Ngopi Bareng

February 2, 2026 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Timur menggelar kegiatan ngopi bareng media bersama Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan Abdul Wahab Syahranie, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Senin (2/2/26).

Kegiatan ini menjadi ajang diskusi terbuka antara jajaran partai dan insan pers terkait berbagai isu strategis nasional dan daerah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah. Tampak hadir kader muda PDI Perjuangan, Ewin dan Cintia, yang disebut sebagai representasi semangat generasi muda melanjutkan perjuangan politik partai. Selain itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis serta Bupati Kutai Kartanegara periode 2021–2024 Edi Damansyah turut mendampingi jalannya dialog bersama wartawan.

Pada pertemuan tersebut, Hasto Kristiyanto menyoroti sejumlah isu penting, di antaranya sektor pertambangan yang dinilai masih belum sepenuhnya menampilkan aspek ekologis.

“Kegiatan pertambangan tidak boleh hanya berorientasi pada produksi. Harus ada tanggung jawab ekologis melalui reboisasi dan pemulihan lingkungan sebagai komitmen menyelamatkan alam,” ujar Hasto.

Ia menegaskan, aktivitas tambang perlu dibarengi kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan.

“Pembangunan harus berjalan seimbang. Eksploitasi sumber daya harus diikuti langkah nyata menjaga keseimbangan lingkungan untuk generasi mendatang,” katanya.

Selain isu lingkungan, ia juga menyinggung program MBG yang diarahkan pada pemenuhan gizi anak. “Program MBG ini penting agar anak-anak kita mendapat gizi cukup. Dari situlah kualitas generasi masa depan dibentuk,” ucapnya.

Menurutnya, perhatian terhadap gizi sejak dini menjadi bagian dari strategi memperkuat sumber daya manusia.

Dirinya juga menegaskan peran PDI Perjuangan sebagai penyeimbang pada sistem politik nasional.

“Kami menempatkan diri sebagai penyeimbang dalam sistem demokrasi, agar setiap kebijakan tetap berada di jalur kepentingan rakyat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung berbagai dinamika kebijakan dan keputusan lembaga negara, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi.

 

Terkait sektor pendidikan, Hasto menekankan pentingnya pembangunan manusia sejak dasar. “Pendidikan adalah fondasi utama negara. Pelaksanaannya harus berjenjang dari nasional sampai desa,” ujarnya.

Topik lain yang turut menjadi sorotan adalah kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Ia menilai TKD selama ini berperan dalam memperkuat otonomi daerah.

“TKD merupakan instrumen penting bagi daerah. Pemotongan anggaran itu tidak mencerminkan semangat desentralisasi,” katanya.

Diskusi juga berkembang pada isu kebijakan politik, aspek hukum, serta kebebasan pers. “Kebebasan pers, kepastian hukum, dan kebijakan politik yang adil harus dijaga bersama sebagai pilar demokrasi,” tutup Hasto.

Kegiatan ngopi bareng media ini diharapkan menjadi ruang komunikasi yang lebih cair antara partai politik dan insan pers, sekaligus memperkuat pertukaran informasi kepada publik. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb