Bupati Kutai Timur Ingatkan Ketatnya Aturan Masyarakat Hukum Adat

February 2, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

KARANGAN – Momentum bersejarah bagi pelestarian budaya terjadi di Desa Karangan Seberang, Sabtu (31/1/2026). Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meresmikan Balai Adat Basap Lebo’Nami sebagai pusat kegiatan pelestarian warisan leluhur sekaligus simbol eksistensi masyarakat Basap di wilayah tersebut.

Ketua Adat Basap, Fadli, dalam laporannya menegaskan, kehadiran balai adat ini merupakan impian lama warga.

“Dengan adanya balai adat ini, kami berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur agar tidak tergerus zaman,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, pihak lembaga adat juga menyampaikan aspirasi untuk mengajukan pembentukan panitia pengukuhan Masyarakat Hukum Adat (MHA).

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan pandangan yang realistis dan komprehensif. Ia menekankan bahwa status Masyarakat Hukum Adat memiliki konsekuensi hukum yang sangat kompleks dan memerlukan kajian mendalam. Sebagai perbandingan, ia mencontohkan perjuangan masyarakat Wehea di Muara Wahau yang sejak 2012 hingga kini keputusan menterinya belum turun.

“Kenapa belum turun? Karena di tingkat daerah saja belum selesai akibat persyaratan dan aturannya yang sangat jelimet. Berbicara Masyarakat Hukum Adat berarti harus ada perangkat aturan yang diteliti, termasuk kepastian wilayah adatnya,” jelas Ardiansyah.

Bupati mengingatkan agar penetapan wilayah adat tidak berbenturan dengan pembangunan modern yang sudah berjalan masif, seperti pemukiman warga dan infrastruktur jalan. Ia juga mencontohkan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang kini lebih memfokuskan diri sebagai pemangku adat dan budaya tanpa harus memiliki wilayah kedaulatan fisik (territorial) dalam hukum positif, melainkan melalui penghormatan terhadap nilai budaya.

Bupati juga menyoroti pentingnya keaslian identitas. Ia mencatat bahwa dalam pertemuan sebelumnya, masyarakat Basap sendiri menyatakan tidak ingin disebut sebagai “Dayak”, melainkan “Masyarakat Adat Basap”. Ardiansyah meminta agar segala tarian maupun tata aturan yang diajukan nantinya benar-benar asli milik Basap, bukan asimilasi yang kabur asal-usulnya.

“Jika tujuannya adalah untuk mengelaborasi adat dan budaya, inilah yang sedang kita kembangkan. Keberagaman ini adalah kekayaan kita yang bisa diarahkan menjadi sektor pariwisata, baik itu wisata budaya, wisata pendidikan, maupun wisata lingkungan,” tambahnya.

Bupati memuji keberhasilan pengelolaan Hutan Adat Wehea di Muara Wahau yang telah diakui dunia. Di sana, meskipun status MHA-nya masih berproses, hutan adatnya tetap terjaga secara lestari dan perusahaan tidak ada yang berani mengganggu.

“Di sana hukum adat berjalan tegak. Jika ada yang merusak hutan, denda adatnya tidak main-main, harus menanam ratusan pohon kembali. Inilah esensi dari pelestarian yang nyata,” pungkasnya.

Peresmian Balai Adat Lebo’Nami ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Basap untuk memperkuat fondasi kebudayaan mereka, sembari melengkapi seluruh persyaratan administratif jika ingin melangkah menuju pengakuan Masyarakat Hukum Adat secara resmi.(fj13)

Karangan Seberang Bidik PADes Lewat Wisata Pemancingan

February 2, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meninjau lokasi persiapan pembangunan wisata pemancingan di Karangan Seberang. Foto: Irfan/Pro Kutim

KARANGAN – Pemerintah Desa Karangan Seberang mulai menata arah baru penguatan ekonomi desa dengan bertumpu pada Pendapatan Asli Desa (PADes). Melalui sektor pariwisata, desa ini merancang pengembangan kawasan wisata pemancingan terpadu di atas lahan seluas 1,7 hektare. Sebuah aset milik desa yang dikelola secara mandiri. Rencana besar tersebut dipresentasikan di hadapan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman saat kunjungan kerja ke wilayah Karangan, didampingi Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agusrinsyah Ridwan, Sabtu (31/1/2026).

Bagi pemerintah desa, PADes bukan sekadar istilah administratif dalam laporan keuangan. Pendapatan Asli Desa merupakan sumber penerimaan yang diperoleh desa dari hasil pengelolaan aset, usaha desa, jasa pelayanan, maupun pengembangan potensi lokal yang sah dan berkelanjutan. PADes menjadi fondasi kemandirian desa, karena dana yang dihasilkan dapat kembali diputar untuk membiayai pembangunan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat tanpa ketergantungan penuh pada transfer pemerintah di atasnya.

Kepala Desa Karangan Seberang Ahmad Muzahid menegaskan, proyek wisata pemancingan ini sepenuhnya berdiri di atas lahan desa dan dibiayai dari alokasi PADes yang telah dihimpun secara bertahap.

“Lahan yang saat ini dikembangkan seluas 1,7 hektare, dan ke depan masih ada lahan tambahan yang akan kami bebaskan untuk pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam rancangan induk yang disusun, kawasan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai kolam pemancingan. Muzahid menyebutkan, konsep wisata yang diusung adalah ruang rekreasi keluarga dengan fasilitas penunjang yang beragam.

“Pengunjung nantinya akan dimanjakan dengan fasilitas pendukung yang lengkap. Mulai dari kios suvenir, restoran (resto), kolam renang, wahana kolam bebek, musala, toilet, gazebo, pendopo, panggung hiburan, arena outbound, dan playground untuk anak-anak,” ujarnya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi keberanian desa mengelola aset secara visioner. Ia menilai konsep yang ditawarkan cukup menyeluruh, namun mengingatkan agar setiap tahap pembangunan disertai kajian teknis dan perencanaan matang.

“Silakan Kepala Desa untuk merancang dan membangunnya dengan baik, tapi tetap saya arahkan harus ada kajiannya,” tegas Ardiansyah.

Perhatian khusus disampaikan terkait aspek keamanan lingkungan. Wilayah Karangan yang dikenal sebagai habitat buaya menuntut mitigasi risiko sejak awal pembangunan.

“Tolong mitigasi, jangan sampai terkoneksi dengan sungai karena banyak buaya di Karangan,” tambahnya.

Selain itu, Ardiansyah menekankan pentingnya uji kelayakan agar investasi desa tidak berakhir sebagai proyek sia-sia.

“Jangan sampai nanti kajiannya tidak ada. Belum tentu apa yang kita maksudkan itu feasibility study (studi kelayakan). Jangan sampai begitu selesai dibangun, tidak ada orang yang ke sana,” ujarnya.

Sebagai langkah awal yang lebih sederhana namun produktif, Bupati menyarankan optimalisasi kolam yang telah tersedia dengan konsep pemancingan berbayar berbasis berat ikan.

“Tebarkan ikan, buatkan tempat duduk untuk memancing. Begitu dapat ikannya, ditimbang, dan pemancing membayar harga ikannya kepada desa. Sederhana sekali seperti itu,” tuturnya, sembari berseloroh tentang potensi wisata pancing yang khas.

Dengan perencanaan cermat dan pengelolaan yang akuntabel, wisata pemancingan Karangan Seberang diharapkan menjadi sumber PADes yang berkesinambungan, sekaligus menumbuhkan denyut ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dari kolam pancing, desa menenun harapan menuju kemandirian yang berpijak pada aset dan kearifan lokal. (fj13)

Apel Ops Keselamatan Mahakam 2026, Fokuskan Kedisiplinan Berlalu Lintas

February 2, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 di halaman Markas Komando (Mako) Polres Kutim, Senin (2/2/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kutim, Kompol Ahmad Abdullah mewakili Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto dan dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para stakeholder terkait.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutim, menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta apel serta panitia yang telah merencanakan dan mempersiapkan kegiatan dengan baik sehingga dapat berjalan lancar dan tertib.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro pada amanat yang dibacakan Kompol Ahmad Abdullah menegaskan, Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung agar pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 dapat berjalan optimal dan efektif.

Operasi Keselamatan Mahakam 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcar Lantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Pola tindakan yang diterapkan meliputi langkah preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, berdasarkan hasil analisis operasi sebelumnya serta fenomena meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H,” sebut dalam amanat tersebut.

Selanjutnya, sasaran prioritas Operasi Keselamatan Mahakam 2026 meliputi kendaraan angkutan umum, khususnya bus pariwisata dan travel, pengemudi angkutan umum, perusahaan otobus dan badan usaha angkutan, hingga pemeriksaan kendaraan atau ramp check menjadi salah satu instrumen utama yang akan dilakukan di lokasi-lokasi strategis, tidak hanya di terminal atau pool bus, tetapi juga di kawasan dengan mobilitas tinggi dan risiko kecelakaan yang besar.

Adapun prioritas pelanggaran yang menjadi fokus penindakan antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI, Tidak menggunakan sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, dan melebihi batas kecepatan.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan data perbandingan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kutim. Pelanggaran lalu lintas berupa tilang meningkat dari 921 kasus pada 2024 menjadi 1.882 kasus pada 2025 atau naik 104 persen. Sementara pelanggaran berupa teguran meningkat dari 5.384 kasus pada 2024 menjadi 7.783 kasus pada 2025 atau naik 45 persen.

Di sisi lain, jumlah kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan dari 24 kejadian pada 2024 menjadi 16 kejadian pada 2025 atau turun 33 persen. Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan dari 3 orang pada 2024 menjadi 5 orang pada 2025.

Korban luka berat menurun dari 15 orang menjadi 14 orang, sedangkan korban luka ringan turun signifikan dari 21 orang menjadi 11 orang.

Kemudian dalam amanat  tersebut, menekankan bahwa permasalahan lalu lintas tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan memerlukan upaya komprehensif dan sinergi lintas sektor antarinstansi pemerintah dan stakeholder terkait.

Beberapa penekanan dan arahan dalam pelaksanaan tugas Operasi Keselamatan Mahakam 2026 antara lain meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam bertugas, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis, menghindari tindakan arogan dan kontraproduktif yang dapat merusak citra institusi, mengedepankan tindakan preemtif dan preventif melalui edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, melaksanakan penegakan hukum secara selektif, proporsional, dan berorientasi pada keselamatan.

Melalui Operasi Keselamatan Mahakam 2026 ini, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat serta terwujudnya situasi Kamseltibcar Lantas yang aman, nyaman, dan selamat di wilayah Kabupaten Kutim menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (fj15)

CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO

February 2, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Bagi sebagian masyarakat berpenghasilan rutin (salaried), gaji bulanan seringkali terasa hanya numpang lewat di rekening. Begitu masuk, dana langsung terpakai untuk berbagai alokasi anggaran rutin, mulai dari belanja bulanan hingga bayar tagihan. Ditambah lagi, transaksi tersebut juga kerap dikenakan biaya admin, sehingga tanpa disadari makin menggerus saldo rekening.

Padahal, sejatinya hal itu dapat diantisipasi apabila nasabah memilih layanan dan rekening tabungan payroll yang tepat serta relevan dengan kebutuhannya. Salah satu layanan tersebut yaitu OCTO dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melalui tabungan OCTO Savers Payroll. Rekening penerima gaji ini bisa membantu nasabah mengelola keuangan lebih praktis dan efisien serta dilengkapi benefit yang optimal.

Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga Amir Widjaja mengatakan, pengelolaan penghasilan dengan rekening yang tepat menjadi langkah awal penting dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih baik.

“Setiap orang tentu memiliki aspirasi dan mimpi yang ingin dicapai, tetapi sering kali terkendala karena berbagai alasan, seperti dalam hal pengelolaan keuangan. Melalui OCTO dan OCTO Savers Payroll, kami menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan rekening gaji agar semua kebutuhan dapat dikelola sejak awal menerima penghasilan. Dengan demikian nasabah dapat meraih mimpi dan tujuan hidupnya dengan lebih baik,” ujar Amir di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Melalui OCTO Savers Payroll, nasabah memperoleh sejumlah benefit, antara lain bebas biaya administrasi bulanan, bebas biaya transaksi seperti top-up e-wallet hingga 20 kali per bulan dan tarik tunai di ATM mana pun hingga 20 kali per bulan, serta bebas biaya transfer antarbank melalui BI-Fast. Tak hanya itu, nasabah juga memperoleh bebas premi untuk perlindungan asuransi jiwa akibat kecelakaan hingga Rp100 juta serta akses dana talangan sebelum gajian melalui fasilitas pinjaman digital OCTO Loan dengan limit hingga Rp10 juta. Selain itu, tersedia pula berbagai penawaran khusus pada periode gajian yang bisa menambah hemat pengeluaran bulanan.

Untuk memudahkan aktivitas perbankan nasabah, rekening gaji ini juga dapat terhubung dengan berbagai layanan di aplikasi OCTO, sehingga lebih mudah untuk melakukan transaksi harian, pengelolaan tabungan, hingga akses ke produk investasi dan pembiayaan sesuai kebutuhan. Bagi karyawan yang memiliki keleluasaan untuk memilih Bank untuk rekening gaji, buka tabungan OCTO Savers Payroll bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi OCTO dengan menyiapkan e-KTP dan memasukkan kode promo “GAJIAN”.

Setelah rekening aktif, nasabah dapat mendaftarkannya ke bagian Human Resources (HR) agar gaji ditransfer langsung ke rekening OCTO Savers Payroll, sehingga semua benefitnya bisa dinikmati. Selain melalui aplikasi, pembukaan rekening juga dapat dilakukan di kantor cabang CIMB Niaga atau Digital Lounge terdekat. Untuk informasi lebih lengkap dapar diakses di link berikut cimb.id/tab/os-payroll.

“Kami berharap dengan kemudahan dan keuntungan yang diberikan OCTO Savers Payroll, akan lebih banyak masyarakat berpenghasilan rutin yang mendapatkan manfaat dari inisiatif ini. Kami percaya, langkah kecil dari pengelolaan gaji yang tepat dapat membantu nasabah melangkah lebih pasti dalam Kejar Mimpi mereka,” ujar Amir. (*)

Hasto Kristiyanto Pimpin Konsolidasi Internal PDI Perjuangan Kaltim

February 2, 2026 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memimpin rapat konsolidasi internal jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (2/2/2026).

Pertemuan strategis ini dihadiri pengurus partai dari seluruh wilayah Bumi Etam untuk menyelaraskan langkah perjuangan pasca-Rakernas.

Dalam arahannya, Hasto menekankan PDI Perjuangan harus tetap menjadi kekuatan politik yang berakar pada nilai-nilai moral. Ia mengingatkan para kader bahwa esensi berpartai adalah memenangkan hati rakyat melalui kerja nyata, bukan sekadar memburu jabatan.

“Politik itu bukan sekadar soal perebutan kekuasaan atau kursi di pemerintahan. Politik adalah perjuangan moral. Politik adalah jalan kehidupan untuk menyuarakan mereka yang tidak terdengar, serta membela hak-hak rakyat yang terpinggirkan melalui kebijakan yang konkret,” tegas Hasto Kristiyanto.

Hasto juga menyoroti peran strategis Kalimantan Timur dalam visi geopolitik nasional. Ia instruksikan kader di daerah untuk memperjuangkan politik ekologi demi menjaga kelestarian hutan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur Kaltim di masa depan harus memberikan manfaat jangka panjang tanpa merusak alam.

“Bung Karno sejak dulu menetapkan Kalimantan sebagai pusat paru-paru dunia. Maka, tugas kita adalah mengembalikan semangat politik ekologi itu. Pembangunan di Kaltim jangan hanya terfokus pada jalan tol, tetapi juga transportasi logistik massal seperti rel kereta api untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh,” jelasnya.

Terkait situasi ekonomi nasional, Hasto mengajak seluruh kader PDI Perjuangan Kaltim peka terhadap penurunan daya beli masyarakat, termasuk kelas menengah yang daya belinya menurun akibat masalah kualitas pertumbuhan ekonomi. Ia mendorong setiap daerah memiliki program nyata yang meringankan beban rakyat secara langsung.

“Kita harus peka. Ketika daya beli menurun, partai harus hadir. Itulah mengapa kita dorong pembuatan dapur umum dan program yang langsung menyentuh dapur rakyat. Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri menghadapi tekanan ekonomi,” tambah Hasto.

Hasto juga menginstruksikan penguatan teknologi informasi untuk mengatasi kendala geografis Kalimantan Timur yang luas. Ia meminta kantor partai diisi dengan data dinamis mengenai persoalan wilayah masing-masing.

“Gunakan imajinasi dan ide untuk membangun partai. Jika kita bekerja keras dengan perencanaan yang baik dan strategi yang matang, PDI Perjuangan akan tetap menjadi pilihan utama rakyat pada 2029 nanti,” pungkasnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis melaporkan, struktur partai di wilayahnya saat ini sangat solid dalam melakukan advokasi. Salah satu fokus utama adalah pendampingan terhadap ribuan pedagang pasar dan buruh perkebunan terkait hak upah.

“Rumah partai aktif 24 jam untuk melayani aspirasi masyarakat. Mulai dari masalah hukum pertanian, perkebunan, hingga fasilitas kesehatan seperti pembangunan rumah sakit yang dipelopori kepala daerah PDI Perjuangan, semua untuk kemaslahatan Bumi Etam,” papar Ananda Emira Moeis yang akrab disapa Nanda. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb