Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru

February 2, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah menjadi prioritas Kemenag untuk meningkatkan pendidikan agama dan keagamaan yang unggul dan kompetitif. Selama ini, pihaknya intensif melakukan koordinasi terkait berbagai kebijakan tentang guru dengan Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian Keuangan, maupun Komisi VIII DPR RI.

“Kemenag serius benahi tata kelola dan sejahterakan guru. Kami pastikan bahwa perbaikan tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah terus dilakukan dan diperjuangkan. Selama ini yang sudah berjalan seperti kenaikan TPG dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Selain itu, akselerasi sertifikasi guru agama dan madrasah juga mengalami kenaikan tajam pada 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya” tegas Kamaruddin di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Terkait rekruitmen guru non ASN, Kamaruddin menyatakan bahwa koordinasi dalam proses pengangkatan guru madrasah swasta maupun guru agama di sekolah itu sangat penting. Sebab, koordinasi akan memudahkan proses pendataan sekaligus afirmasi terhadap mereka.

Kamaruddin menegaskan hal ini sebagai penjelasan atas keterangan yang dia sampaikan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR. Raker saat itu antara lain membahas tentang usulan tambahan untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan penanganan masalah guru honorer madrasah.

Dikatakan Kamaruddin, pernyataannya di DPR itu dalam semangat memberikan afirmasi kepada guru, mencari solusi terbaik, bukan mendikotomisasi. Ia memohon jika dalam penjelasan yang diberikan ada yang kurang berkenan.

“Saya sangat menghormati guru dan terus menerus memperjuangkan nasib dan kesejahteraan mereka,” ujar Kamaruddin Amin.

Kamaruddin menjelaskan, guru agama di sekolah tidak hanya diangkat oleh Kementerian Agama. Mereka ada juga yang diangkat oleh yayasan, pemerintah daerah, sekolah kedinasan dari K/L lain, dan juga oleh kepala sekolah.

“Koordinasi sejak awal dalam proses pengangkatan guru agama di sekolah, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dengan Kementerian Agama itu sangat penting. Sebab, itu akan memudahkan pendataan, tata kelola, dan afirmasi,” tegasnya.

Afirmasi itu bisa dalam bentuk pendataan yang tersistem, peningkatan kompetensi guru, dan juga terkait kesejahteraannya yang terus diupayakan.

Khusus terkait pengangkatan guru pada madrasah swasta, menurut Sekjen, telah diatur dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 1006 Tahun 2021. Regulasi ini menjadi pedoman dalam pengangkatan guru pada madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. Pedoman itu mengatur beberapa hal terkait rekrutmen guru di madrasah swasta sebagai berikut:

  1. Penyelenggara Pendidikan menyampaikan usulan kebutuhan guru kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  2. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota memberikan persetujuan/rekomendasi proses seleksi calon guru setelah melakukan analisis kebutuhan guru pada Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA).
  3. Penyelenggara pendidikan membentuk panitia seleksi yang berasal dari unsur yayasan/penyelenggara pendidikan, unsur Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan pihak lain sesuai dengan kebutuhan.
  4. Panitia seleksi mengumumkan penerimaan calon guru yang dibutuhkan sesuai dengan jenjang Pendidikan yang diselenggarakan (RA, MI, MTs, MA, atau MAK).
  5. Pelamar mengirimkan surat lamaran dalam amplop tertutup atau melalui media elektronik.
  6. Isi surat lamaran terdiri atas dokumen sebagaimana dimaksud dalam BAB II huruf B.

Sekjen Kemenag menambahkan bahwa saat ini masih ada 423.398 guru madrasah yang belum mengikuti sertifikasi guru. Mereka yang eligible akan menjadi prioritas diikutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun ini secara bertahap di LPTK, sebagaimana yang berjalan di tahun lalu.

“Bersama Kementerian/Lembaga terkait dan Komisi VIII DPR, Kemenag serius melakukan akselerasi perbaikan tata kelola dan kesejahteraan guru, seperti sertifikasi  melalui PPG dan pembayaran tunjangan profesi guru. Ini menjadi concern pemerintah sebagai perhatian terhadap dunia pendidikan,” tandasnya. (*)

SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota

February 2, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Telkomsel, melalui brand prabayar SIMPATI, memperkenalkan fitur Akumulasi Kuota (Sisa Kuota Bisa Dibawa) yang memungkinkan pelanggan tetap dapat menggunakan sisa kuota utama pada bulan berikutnya. Dengan hadirnya fitur ini, pelanggan SIMPATI kini memiliki keleluasaan lebih dalam mengatur pemakaian internet, membuat manfaat jumlah kuota pelanggan makin optimal sesuai perkembangan kebutuhan.

VP SIMPATI Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto menyatakan, Telkomsel mendengar apa yang pelanggan harapkan. Fitur Akumulasi Kuota ini dihadirkan agar pelanggan benar-benar dapat merasakan nilai lebih dari paket yang mereka pilih.

“SIMPATI kini memberi pilihan yang sebenarnya, paket dengan metode akumulasi bagi yang ingin kuotanya selalu bermanfaat, atau paket non-akumulasi bagi yang mencari opsi lebih hemat,” kata Adhi.

Paket SIMPATI yang Mendukung Akumulasi Kuota

Seluruh paket bulanan SIMPATI #TerbaikUntukmu, mulai 3 GB, 8 GB, dan 13 GB dengan masa aktif 30 hari, telah mendukung fitur Akumulasi Kuota. Paket-paket ini juga dilengkapi kebebasan memilih manfaat digital (digital lifestyle benefit), mulai dari hiburan, musik, gaming, edukasi, belanja, hingga proteksi. Paket SIMPATI #TerbaikUntukmu bisa diperoleh melalui aplikasi MyTelkomsel, UMB *363#, dan outlet mitra Telkomsel terdekat.

Sementara itu, pelanggan yang menginginkan opsi harga lebih terjangkau tetap dapat memilih paket di kategori lain, seperti Super Seru, Internet Sakti, atau Combo Sakti, yang tidak menyertakan fitur akumulasi kuota sebagai diferensiasi.

Paket “Serbu” dari SIMPATI, Sangat Terjangkau dan Ramah Kantong

Sebagai opsi non‑akumulasi kuota yang sangat terjangkau, Telkomsel juga menawarkan Paket Serbu, paket internet harian yang memungkinkan pelanggan tetap dapat menikmati koneksi internet tanpa perlu membeli paket bulanan. Ragam pilihan paket SIMPATI Serbu dapat dilihat melalui laman resmi www.telkomsel.com.

Kehadiran pilihan ini memastikan pelanggan tetap dapat mengakses internet berkualitas Telkomsel dengan harga yang ramah kantong, tanpa harus memanfaatkan skema konversi sisa pulsa menjadi kuota.

Mekanisme Akumulasi Kuota yang Sederhana dan Transparan

Fitur Akumulasi Kuota di SIMPATI dirancang agar mudah dipahami pelanggan:

  • Sisa kuota otomatis terakumulasi saat memperpanjang paket sebelum masa aktif berakhir.
  • Tidak ada batas maksimal akumulasi maupun masa simpan, fleksibel sesuai gaya pemakaian.
  • Kuota akumulasi dan kuota baru tidak dibedakan, sehingga pengalaman internet jadi lebih lancar tanpa hambatan.

Pengalaman #TerbaikUntukmu yang Lebih Bernilai dan Relevan

Dengan fitur ini, pelanggan SIMPATI dapat menikmati pengalaman internet yang lebih fair, efisien, dan sesuai kebutuhan. Fitur Akumulasi Kuota juga semakin melengkapi benefit digital SIMPATI #TerbaikUntukmu, termasuk akses ke layanan hiburan, edukasi, proteksi, hingga belanja.

Cara Aktivasi & Informasi Selengkapnya

Pelanggan dapat mengaktifkan paket SIMPATI #TerbaikUntukmu melalui aplikasi MyTelkomsel atau kanal resmi Telkomsel lainnya. Informasi lengkap mengenai paket, benefit, serta mekanisme Akumulasi Kuota tersedia di www.telkomsel.com/SIMPATI.

“Lewat fitur ini, SIMPATI ingin memberikan pengalaman yang bukan hanya lebih nyaman, tetapi juga lebih bernilai. Kami akan berupaya menghadirkan ragam solusi yang relevan dengan kebutuhan digital masyarakat Indonesia, melangkah bersama pelanggan untuk membuka lebih banyak peluang dalam kehidupan digital kita semua,” tutup Adhi. (*)

Gema Shalawat Peringati Satu Abad NU

February 2, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Saling bersinergi Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menggelar istighosah doa bersama dalam rangka peringatan satu abad NU, di Sekretariat Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kubar, Kampung Srimulyo, Kecamatan Sekolaq Darat, Sabtu malam (31/1/2026).

Kegiatan  dihadiri Ketua Rois Syuriah KH Ahmad Asrori yang juga Ketua MUI Kubar, Wakil Ketua Rois Syuriah, KH Khus Syaiful, Kasat Bimas Polres Kubar, Iptu H Syamsul, serta pengurus Nusa NU Kubar, dan Fatayat Muslimah NU Kubar, serta Banom, dan juga Lembaga yang ada dibawah PCNU Kubar.

Plt Ketua PC GP Ansor Kubar, Fahrujiansyah Bachsan mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, sesuai dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Hal ini merupakan refleksi perjalanan panjang organisasi sejak berdiri pada 1926, sekaligus penguatan identitas ke NU-an dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat bumi Tanaa Purai Ngeriman.

“Kita berkumpul disini untuk membaca manaqib, dzikir dan doa bersama memohon perlindungan, keselamatan, kemaslahatan dan pertolongan Allah SWT disetiap aktifitas keseharian kita. Semoga kegiatan ini menjadikan kita semakin cinta NU dan manjadi kader militian sebagai mana perjuangan para pendiri NU terdahulu,” tuturnya.

Pria akrab disapa Ojiq ini menambahkan, peringatan satu abad NU ini merupakan kegiatan yang istimewa karena hanya akan terulang 100 tahun lagi. Peringatan satu abad ini sebagai momen belajar tentang sejarah NU berdiri. Sebab dalam perjalanan, banyak sejarah yang dilalui organisasi ini.

“Sejak 1926 sampai dengan saat ini NU selalu menegaskan NKRI harga mati. Intinya kegiatan ini kita mengenang dan meneladani para muassis dan masyayikh NU seperti Ansor dan Banser, merupakan pengawal para ulama atau penjaga keutuhan bangsa dan negara ini,” jelasnya.

Ojiq juga mengatakan, pengurus Ansor dan Banser, serta Pagar Nusa, serta Fatayah Muslimah NU Kubar, akan memiliki kegiatan rutin Lailatul Ijtima di Sekretariat PCNU Kubar. Selain itu, ada sejumlah kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap tahun, menyesuaikan dengan agenda keagamaan pada bulan Muharram.

“Tidak hanya itu, selama ini kami para pengurus telah rutin memobilisasi pasukan banser untuk pengamanan dalam membantu TNI-Polri diwilayah ini, mulai dari pengamanan rumah ibadah saat para saudara dan saudari kita umat Nasrani dalam menjalankan ibadahnya di gereja yang ada di Ibukota Sendawar,” pungkasnya.

 

Ketua Banser Kubar Musman Seno, yang juga ketua panitia kegiatan tersebut menerangkan, ada beberapa rangkaian kegiatan dalam peringatan satu abad NU di Kubar, yakni doa bersama untuk para pendiri dan pejuang NU, gema shalawat, khaul akbar, pemotongan nasi tumpeng dan doa untuk keselamatan bangsa.

Kegiatan ini seperti ini memiliki potensi yang cukup besar jika dikelola dengan baik. Hal itu salah satunya terbukti dengan kegiatan yang direncanakan secara sederhana ini bisa berjalan dengan baik. Secara efektif kepanitiaan ini dibentuk dan langsung bekerja.

“Kami berharap para pengurus NU, badan otonom dan semua warga NU bisa lebih solid dan kompak saling membantu,” pungkas Seno. (*)

IPA Samarinda Seberang Dikuras, Distribusi Alami Gangguan

February 1, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

IPA Samarinda Seberang

SAMARINDA – Perumdam Tirta Kencana Samarinda menjadwalkan pengerjaan pengurasan bak sedimentasi, lagoon dan reservoir Instalasi Pengolahan Air (IPA) Samarinda Seberang, Senin, 2 Februari 2026.  Dampak dari pengurasan ini akan membuat layanan distribusi air kepada pelanggan mengalami gangguan.

Asisten Manajer Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Khaidir Fadly mengatakan kegiatan pengurasan ini sudah rutin dilakukan untuk  menjaga kualitas produksi air.

Dikatakan, pengurasan akan dimulai pada pukul 08.00 Wita dengan estimasi lama pengurasan 1 x 10 jam.

Khaidir Fadly menyebutkan sejumlah wilayah yang nantinya akan terdampak gangguan aliran air yaitu Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Bung Tomo, Jalan Pangeran Bendahara, Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan KH Harun Nafsi, Perumahan Keledang Mas Baru, Perumahan UKA, Jalan Mangkupalas dan sekitarnya.

Mewakili manajemen ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama perbaikan pipa berlangsung, terutama kepada pelanggan yang terdampak, pelanggan yang hendak melakukan pelaporan dapat menghubungi hotline 0541 – 2088100 atau melalui pesan pribadi WhatsApp ke 0811553536. (*)

Filosofi Bak Truk yang Relevan di Era FOMO & JOMO

February 1, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh : Riyawan S.hut *)

Di tengah perjalanan panjang di jalan raya, sering kali mata kita tertumbuk pada tulisan sederhana di bak truk. Kalimatnya singkat, bahasanya lugas, tapi maknanya dalam. Salah satunya berbunyi “ora perlu tenar, ora perlu sangar, ora perlu kowar-kowar, seng penteng rezeki lancar.”

Kalimat ini bukan sekadar hiasan atau candaan. Ia adalah potret cara pandang hidup yang jujur, membumi, dan tanpa disadari kalimat tersebut sangat relevan dengan fenomena modern seperti FOMO dan JOMO.

Tulisan di bak truk adalah suara jalanan. Ia lahir dari peluh, jam kerja panjang, dan realitas hidup yang tidak selalu ramah. Bagi para sopir, bak truk adalah kanvas, tempat menuangkan filosofi hidup yang tidak diajarkan di ruang seminar, tapi ditempa langsung di aspal panas. Dari situlah kita belajar bahwa hidup tidak selalu tentang terlihat hebat, tapi tentang bisa pulang dengan rezeki yang cukup dan hati yang tenang.

Makna “Ora Perlu Tenar, Ora Perlu Sangar, Ora Perlu Kowar-Kowar”

Di era digital, popularitas sering dianggap sebagai tolok ukur kesuksesan. Banyak orang berlomba-lomba tampil, bersuara keras, dan membangun citra. Namun, filosofi bak truk justru melawan arus itu dengan tenang.

“Ora perlu tenar” bukan berarti anti-sukses atau menolak kemajuan. Ini adalah pengingat bahwa tidak semua pencapaian harus disorot. Banyak pekerjaan penting yang berjalan dalam senyap. Sopir truk, misalnya, mungkin tak dikenal namanya, tapi tanpa mereka roda ekonomi bisa macet. Nilai seseorang tidak selalu sebanding dengan jumlah pengikut atau seberapa sering namanya disebut.

Lalu “ora perlu sangar” mengajarkan bahwa galak dan keras bukanlah simbol kekuatan. Di jalan raya, emosi mudah tersulut. Tapi mereka yang bertahan lama justru adalah yang sabar dan mampu menahan diri. Sikap tenang bukan tanda kalah, melainkan kecerdasan emosional. Hidup akan terasa lebih ringan saat kita berhenti merasa harus selalu terlihat dominan.

Sementara itu, “ora perlu kowar-kowar” menegaskan pentingnya tindakan dibandingkan omongan. Banyak orang terjebak dalam budaya pamer rencana dan pencapaian, padahal kerja nyata sering terjadi dalam diam. Prinsip ini mengajarkan fokus pada hasil, bukan validasi. Diam bukan berarti tidak punya apa-apa, tapi sedang sibuk membangun sesuatu.

Keseluruhan pesan ini mengarah pada satu tujuan utama yakni hidup yang tidak ribet, tidak penuh drama, dan tidak terkuras oleh tuntutan sosial yang tidak perlu.

Dari Bak Truk ke Media Sosial: FOMO yang Melelahkan

Kalau filosofi bak truk itu diterjemahkan ke konteks modern, ia seperti kritik halus terhadap FOMO (Fear of Missing Out). FOMO adalah rasa takut tertinggal, takut tidak ikut tren, takut tidak dianggap. Media sosial memperparah kondisi ini. Kita merasa harus selalu update, selalu terlihat sibuk, selalu punya cerita menarik.

Ironisnya, semakin kita mengejar pengakuan, semakin capek rasanya. Hidup jadi ajang perbandingan tanpa akhir. Melihat orang lain liburan, sukses, atau viral, kita lupa bahwa apa yang terlihat belum tentu utuh. FOMO membuat kita merasa kurang, padahal sebenarnya kita sedang baik-baik saja.

Di sinilah nasihat “ora perlu tenar” terasa menampar dengan lembut. Tidak semua momen harus dipamerkan. Tidak semua proses butuh penonton. Hidup bukan lomba siapa paling ramai, tapi siapa paling kuat bertahan.

Sikap “ora perlu sangar” juga relevan. FOMO sering memicu emosi berlebihan seperti iri, cemas, bahkan marah pada diri sendiri. Padahal, ketenangan adalah aset besar. Orang yang tenang cenderung lebih fokus, lebih jernih mengambil keputusan, dan tidak mudah goyah oleh hiruk-pikuk luar.

Sedangkan “ora perlu kowar-kowar” seolah berkata berhentilah menjelaskan hidupmu pada semua orang. Tidak semua orang perlu tahu rencanamu, dan tidak semua validasi itu penting. Energi yang kamu simpan bisa jadi bahan bakar untuk hal yang lebih berarti.

JOMO: Jalan Tenang Menuju Rezeki yang Lancar

Jika FOMO adalah kebisingan, maka JOMO (Joy of Missing Out) adalah ketenangan. JOMO mengajarkan kebahagiaan dari memilih untuk tidak selalu ikut. Bukan karena tidak mampu, tapi karena sadar apa yang benar-benar dibutuhkan.

JOMO sejalan dengan kalimat pamungkas bak truk “sing penting rezeki lancar.” Rezeki yang lancar bukan hanya soal uang, tapi juga ketenangan batin, kesehatan, dan waktu bersama keluarga. Semua itu sulit didapat jika hidup terus dikejar rasa takut ketinggalan.

Dengan JOMO, kita belajar memilah. Tidak semua undangan harus dihadiri, tidak semua tren harus diikuti, dan tidak semua perdebatan perlu dimenangkan. Kita mulai menghargai hidup yang cukup, bukan hidup yang kelihatan wah.

Penerapannya sederhana. Kurangi notifikasi yang tidak perlu. Nikmati waktu tanpa harus mendokumentasikan segalanya. Fokus pada pekerjaan dengan sungguh-sungguh, meski tidak selalu terlihat. Seperti sopir truk yang tetap melaju, meski namanya tak pernah terpampang di baliho.

Pada akhirnya, filosofi bak truk dan konsep JOMO bertemu di satu titik yakni hidup yang jujur pada diri sendiri. Tidak sibuk membuktikan apa-apa, tidak terjebak dalam kebisingan sosial, dan tidak lupa tujuan utama, rezeki yang lancar dan hati yang lapang.

Di dunia yang serba cepat, mungkin kita memang tidak perlu tenar, tidak perlu sangar, dan tidak perlu kowar-kowar. Karena sering kali, yang paling berharga justru datang pada mereka yang berjalan pelan, fokus, dan tahu kapan harus “ketinggalan”.

*) Pemerhati Sosial & Budaya

 

« Previous PageNext Page »

  • vb