CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen untuk Melangkah Sesuai Kaidah

February 22, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA. Bulan Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak kebaikan. Sejalan dengan semangat tersebut, Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) meluncurkan inisiatif baru berupa Program Jumat Baik yang akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai tahap awal, program dilaksanakan secara serentak di lima Kantor Cabang Syariah (KCS) yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar pada Jumat (20/2/2026).

Program Jumat Baik merupakan bagian dari komitmen CIMB Niaga Syariah untuk terus Melangkah Sesuai Kaidah dengan menghadirkan nilai tambah yang relevan bagi masyarakat di sekitar kantor cabang, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung. Inisiatif ini dirancang agar setiap KCS terus menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi nyata yang selaras dengan kebutuhan lingkungan setempat.

Chief of Syariah Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Bung Aldilla mengatakan, program ini menjadi sarana untuk memperkuat engagement dengan masyarakat serta memperluas manfaat keberadaan CIMB Niaga Syariah di lingkungan sekitar kantor cabang.

“Melalui kegiatan yang relevan dan membumi seperti Program Jumat Baik, kami berharap CIMB Niaga Syariah semakin dekat dan dipercaya masyarakat. Ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga untuk Advancing Customers and Society, yaitu senantiasa membantu nasabah dan masyarakat mewujudkan mimpi serta aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati,” ujar Bung Aldilla.

Program Jumat Baik perdana mengangkat tema kesehatan dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya menggunakan teknologi Quantum Resonance Magnetic Analyzer (QRMA). Pemeriksaan ini memberikan gambaran umum kondisi kesehatan, sehingga peserta dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko sejak dini. Kegiatan diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk Pahlawan Keluarga pengemudi ojek online, nasabah, dan masyarakat sekitar. Selama Ramadan, peserta juga mendapatkan hidangan berbuka puasa.

Program Jumat Baik pada bulan Ramadan ini merupakan awal dari perjalanan Program Jumat Baik yang akan diselenggarakan secara rutin di seluruh KCS di kota lainnya di Indonesia. Ke depan, Program Jumat Baik akan dikembangkan dengan beragam tema sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas.

Melalui program ini, kantor cabang tidak hanya berperan sebagai pusat layanan finansial, tetapi juga sebagai pusat kebaikan yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. CIMB Niaga Syariah berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial di setiap lokasi kehadirannya.

“Inisiatif ini juga menjadi upaya untuk memperkuat peran lembaga keuangan syariah sebagai mitra masyarakat yang modern, relevan, dan membawa kemaslahatan,” ujar Bung Aldilla. (*)

Dari Kota Batulicin

February 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA belum pernah ke Batulicin. Itu ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Lewat jalan darat ditempuh 8 sampai 10 jam dari Balikpapan. Kalau dari Banjarbaru jaraknya 219 km. Ditempuh sekitar 5 jam. Jauh juga.

Nama Batulicin City di waktu malam. Tampak sangat indah dengan aneka warna lampu

Nama Batulicin dan Tanah Bumbu memang menarik. Konon penamaan Batulicin karena di sana banyak ditemukan batu-batuan yang halus dan licin di sepanjang sungai. Sedang Tanah Bumbu bukan berarti di sana banyak bumbu. Tapi berasal dari wilayah Kerajaan Tanah Bumbu pada abad ke-17. Nama ini merujuk pada wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang berada di sekitar Sungai Bumbu.

Usia Kabupaten Tanah Bumbu baru 23 tahun. Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2003, berdiri pada tanggal  27 Januari 2003 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru. Penduduknya pada 2024 sekitar 360 ribu jiwa dengan luas wilayah 5.066,96 kilometer persegi. Khusus Batulicin dihuni sekitar 21.114 jiwa dengan luas wilayah 163 kilometer persegi.

Belakangan nama Batulicin makin viral, lantaran di sini “markasnya” orang paling kaya Kalimantan yaitu Haji Isam, sang “raja batubara dan sawit.” Siapa yang tak kenal dengan haji yang satu ini. Apalagi dia sekarang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Nama aslinya adalah H Andi Samsudin. Bukan asli Kalsel, tapi  darahnya dari Sulsel.

Rumah atau istana Haji Isam di Batulicin sangat mewah dan luas. Bayangkan, mencapai 20 hektare. Maklum di situ ada lintasan offroad, yang memang menjadi hobi sang crazy rich. Jalan menuju rumahnya jalan khusus dan diberi nama Jalan Haji Isam.

Tapi saya datang ke Batulicin, pekan lalu bukan ingin menemui Haji Isam. Tapi saya memenuhi undangan Sayed Jafar Alaydrus (SJA), mantan Bupati Kotabaru yang sekarang menjadi Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalsel. Saya berangkat dengan Pak Alinur, lalu bergabung dengan aktor legenda Roy Marten yang terbang dari Jakarta. Roy ditemani Ali Imron juga kembali diundang SJA.

Kami datang untuk mendukung SJA yang lagi menebar “virus” Hanura agar mampu berjaya dan menang pada Pemilu 2029 nanti. Sengaja bendera start dia mulai kibarkan di dua kabupaten yaitu Batulicin dan Kotabaru, karena itu wilayah “kekuasan” dan tanah kelahirannya.

SJA dan istri, Roy Marten, Sekretaris Hanura Syarifah Santiyansah serta Ketua Hanura Kotabaru Sayed Sultan Yasin Alaydrus berfoto bersama anak yatim setelah pemberian santunan

Pengibaran bendera start Hanura itu ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Batulicin dan Kotabaru. Ketua DPC Batulicin adalah Suaidi dengan sekretaris Wisda Dewai dan bendahara H Iwan. Sedang Ketua DPC Kotabaru dipercayakan kepada Sayed Sultan Yasin Alaydrus, BM, yang tak lain putra kandung SJA. Sayed Sultan didampingi sekretaris Suriyah, SE.

“Kita sengaja memulai mengibarkan bendera Hanura dari dua kota ini, karena di wilayah ini akan menjadi basis perjuangan dan kekuatan Hanura Kalsel,” kata SJA penuh semangat.

Menurut Sayed Jafar, dia lahir di Batulicin. Lalu pada usia 8 tahun hijrah ke Kampung Baru Balikpapan. Sukses berusaha di perminyakan, dia mengembangkan usahanya di kampung halaman sampai terjun ke politik. Alhamdulillah, dia sukses menjadi Bupati Kotabaru selama dua periode, 2016 sampai 2025.

Acara pelantikan DPC Batulicin berlangsung meriah di kediaman pribadi Sekretaris Hanura Kalsel, Hj Syarifah Santiyansyah, SH, M.Si di Jl Cappa Padang. Rumahnya megah dan luas berwarna putih. Seperti Gedung Putih. Hj Syarifah Santiyansyah adalah adik kandung SJA, yang akrab dipanggil Bunda atau Puang Neni dan pernah menjadi anggota DPRD Kalsel dari Partai Golkar.

Sebelum menuju Kotabaru, Sayed Jafar menyempatkan ziarah ke makam orangtua. Juga ziarah ke makam leluhur di Komplek Kuburan Raja Batulicin. “Saya baru tahu kalau Pak Sayed Jafar ada garis keturunan dengan kerabat Raja Batulicin,” kata Alinur, yang setia mendampingi SJA.

SAYED SULTAN SIAP

Sementara pelantikan Sayed Sultan Yasin berlangsung tak kalah meriah di gedung milik SJA sendiri, Gedung SJA 309 Hilir Muara, yang masuk di wilayah Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru. Gedungnya megah di tepi pantai. Tersedia beberapa fasilitas ruang rapat dan kamar yang representatif.

SJA didampingi Roy Marten disambut tarian adat Kotabaru. Roy tampak terpukau ketika dikalungi untaian kembang dan selendang. Dia mengaku baru pertama kali ke Kotabaru. Selama ini dia hanya mengenal lewat lagu dan film Saranjana.

Setelah dilantik dan menerima bendera Hanura, Sayed Sultan Yasin mengatakan, dia bersama pengurus baru lainnya sudah siap bahu membahu untuk berjuang memenangkan Partai Hanura di seluruh wilayah Kabupaten Kotabaru, yang memiliki 15 kecamatan dan 245 desa.

Sejalan dengan keinginan DPD, dalam pembentukan PAC di tingkat kecamatan, dia memberi kesempatan generasi muda untuk berkiprah lebih banyak. “Nanti kita kolaborasikan dengan pengalaman para senior agar tercipta kekuatan yang solid untuk membesarkan partai,” tandas Sayed Sultan.

SJA berharap DPC Hanura Kotabaru menjadi role model kebangkitan partai Hanura di Benua,  setelah dua periode absen. “Ini momen kebangkitan kejayaan Partai Hanura di Kalsel. Apalagi ketua umum DPP Hanura juga orang Kalimantan yaitu Pak Oesman Sapta Odang (OSO),” jelasnya.

Menurut SJA, dia akan ngebut untuk pembentukan dan pelantikan pengurus baru di Tingkat kabupaten/kota.  “Ini baru dua dari 13 kabupaten/kota di Kalsel yang dilantik. Tekad kita tiga bulan ke depan, sudah selesai pengukuhan di semua daerah,” jelasnya.

Selama berada di Batulicin dan Kota Baru, saya dan Roy Marten dijamu SJA dengan berbagai kuliner andalan urang Banjar terutama soto Banjar. Roy sendiri banyak didaulat ibu-ibu agar bisa foto selfie. Sebelum pulang, dia masih sempat ikut senam bersama Hanura di Kotabaru. “Kalau begini hebatnya antusias masyarakat, saya optimistis Hanura di Kalsel  benar-benar bangkit,” katanya memuji.(*)

Pemkab Kubar Tetapkan Perusahaan Kelapa Sawit Buat Jalan di Kecamatan Bentian Besar

February 21, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya menjaga hak masyarakat atas akses jalan yang layak di Kecamatan Bentian Besar. Melalui konferensi pers di Kantor Bupati, pemerintah daerah menetapkan masa penyesuaian selama enam bulan kepada perusahaan yang aktivitasnya dinilai berdampak pada kondisi infrastruktur jalan warga.

Asisten II Setda Kutai Barat, Ali Sadikin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan akibat operasional perusahaan. Pemerintah memandang persoalan akses jalan sebagai hal krusial karena menyangkut mobilitas dan aktivitas harian masyarakat.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Satpol PP, serta Bagian Hukum dan Sumber Daya Alam Setkab Kutai Barat.

“Rapat koordinasi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menetapkan langkah konkret. Aspirasi masyarakat menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.

Pada rapat tersebut disepakati perusahaan diberikan waktu enam bulan sejak 18 Februari 2026 untuk melakukan pembenahan, termasuk kewajiban menyiapkan akses jalan baru. Selama masa transisi, perusahaan masih diperbolehkan menjalankan operasionalnya, namun harus bertanggung jawab penuh terhadap setiap kerusakan jalan yang terjadi akibat aktivitas mereka.

Pengawasan akan dilakukan secara berkala oleh instansi terkait guna memastikan seluruh kewajiban dijalankan sesuai komitmen. Pemerintah menegaskan masa transisi bukan bentuk toleransi tanpa batas, melainkan kesempatan agar perusahaan menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab sosialnya.

Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, pemerintah daerah memastikan akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Pemkab Kutai Barat berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi dan koordinasi agar kegiatan usaha tetap berjalan seiring dengan terpenuhinya hak masyarakat atas akses jalan yang aman, nyaman, dan memadai. (arf)

Biodiversity Warriors Ajak Generasi Muda Kenali Dan Lindungi Burung Air

February 21, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta — Di tengah tekanan urbanisasi dan degradasi lingkungan pesisir, upaya menjaga keanekaragaman hayati menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Biodiversity Warriors mengambil bagian dalam pelaksanaan Asian Waterbird Census (AWC) 2026 melalui kegiatan sensus burung air secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta, yaitu Hutan Lindung Angke Kapuk (HLAK), Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk dan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Sabtu (14/2/26).

Mengusung tema “Kenali dan Lindungi Burung Air di Sekitar Kita”, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sensus burung air terbesar di Asia yang dilakukan secara serentak setiap tahun. Di Indonesia, pelaksanaan AWC berlangsung sepanjang Januari–Februari 2026 dan mencakup berbagai habitat lahan basah, diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan, Wetlands International Indonesia/Yayasan Lahan Basah, Yayasan Ekologi Satwa Alam Liar Indonesia, Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Burungnesia, dan Burung Laut Indonesia.

“Asian Waterbird Census bukan sekadar kegiatan pengamatan burung, tetapi bagian dari mekanisme ilmiah pemantauan ekosistem lahan basah yang dilakukan secara serentak di tingkat global. Data yang dikumpulkan dari kawasan pesisir Jakarta akan berkontribusi pada pembaruan basis data nasional dan regional mengenai populasi burung air, yang sangat penting untuk mendeteksi tren penurunan, perubahan pola migrasi, hingga tekanan terhadap habitat’” ujar Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini.

Burung air merupakan indikator penting kesehatan ekosistem lahan basah. Mereka hidup di sungai, danau, tambak, mangrove, rawa gambut, sawah, hingga kawasan pesisir. Keberadaan jenis-jenis seperti kuntul, bangau, bebek, pecuk, burung pantai, camar, hingga pelikan, menjadi penanda keseimbangan ekologi yang harus dijaga bersama.

Melalui kegiatan ini, Biodiversity Warriors berkolaborasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melibatkan 83 peserta muda yang berasal dari siswa SMA/sederajat dan mahasiswa di Jakarta untuk terjun langsung melakukan pengamatan di tiga kawasan pesisir Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data terbaru mengenai jenis dan jumlah burung air yang terpantau, tetapi juga memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami pentingnya konservasi burung air dan habitat pesisir.

Peserta yang terlibat berasal dari Saka Wanabakti Daerah Provinsi DKI Jakarta, mahasiswa Kelompok Studi Hidupan Liar Comata Universitas Indonesia, Kelompok.

Pengamat Burung (KPB) Nycticorax Universitas Negeri Jakarta, KPB Nectarinia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Himpunan Mahasiswa Biologi Rafflesia Universitas Islam As-Syafi’iah. Kegiatan ini turut didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Mangrove Resort TWA Angke Kapuk, TFCA Sumatera dan Yayasan Lahan Basah.

Partisipasi generasi muda dalam AWC menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini. Selain mendukung pemutakhiran data nasional burung air, kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, penggiat lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kawasan pesisir Jakarta, yang menjadi lokasi kegiatan, memiliki nilai ekologis penting sebagai habitat burung air sekaligus benteng alami dari ancaman perubahan iklim dan abrasi. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai tekanan seperti pencemaran, alih fungsi lahan, dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pengamatan burung secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta yaitu HLAK ditemukan 38 jenis burung dengan total 289 individu, 18 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 206 individu, TWA Angke Kapuk ditemukan 34 jenis burung dengan total 117 individu, 12 jenis diantaranya masuk dalam jenis burung air dengan total 54 individu dan SMMA ditemukan 27 jenis burung dengan total 126 individu, 13 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 42 individu.

Beberapa jenis burung air yang ditemukan di tiga kawasan pesisir Jakarta tersebut diantaranya adalah blekok sawah (Ardeola speciosa), pecukpadi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), pecukular asia (Anhinga melanogaster), cangak abu (Ardea cinerea) dan cangak merah (Ardea purpurea).

Dengan pelaksanaan Asian Waterbird Census 2026, Biodiversity Warriors menegaskan bahwa konservasi tidak hanya soal perlindungan satwa, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan kehidupan manusia yang bergantung pada ekosistem yang sehat.

Melalui pengamatan, pencatatan, dan kolaborasi, generasi muda diajak menjadi bagian dari solusi—bukan sekadar saksi—atas tantangan lingkungan hari ini. “Melibatkan generasi muda dalam proses ini juga berarti membangun kapasitas sains warga (citizen science) yang kredibel dan berbasis metodologi, sehingga konservasi tidak hanya berbasis kepedulian, tetapi juga berbasis data,” tutup Rika.(vb/yul/rls)

IPPRISIA Kaltim dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda Resmi Teken MoU

February 21, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA — Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda pada Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 yang berlokasi di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Penandatanganan MoU diawali dengan sambutan Ketua IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, yang menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen IPPRISIA dalam mendukung penguatan pendidikan inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia menuturkan bahwa bantuan dan program yang dijalankan melalui kerja sama ini tidak bersifat jangka pendek, melainkan dirancang berlangsung hingga enam bulan serta mencakup pendidikan formal dan nonformal. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi awal kebaikan yang diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan karakter di Sekolah Rakyat.

“Setelah MoU ini ditandatangani, kami berharap seluruh program yang telah disepakati dapat dijalankan bersama dengan semangat kolaborasi dan prinsip win-win,” ujarnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, Pahrijal, yang menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan IPPRISIA Kalimantan Timur serta menegaskan kesiapan pihak sekolah untuk menyukseskan seluruh program yang akan dilaksanakan.

Menurutnya, kerja sama ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah, terutama dalam penguatan kapasitas pendidik, pendampingan murid, serta pembentukan karakter dan kemandirian anak. Ia juga menekankan bahwa proses belajar dan perubahan membutuhkan komitmen, kesiapan mental, serta sinergi lintas pihak.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir pengurus IPPRISIA Kalimantan Timur, Kepala UPTD PPA Kota Samarinda Violeta, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2PA Kota Samarinda Sahidin, serta Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Samarinda Wita Royani. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat.

IPPRISIA Kalimantan Timur juga menghadirkan pendampingan oleh sejumlah trainer profesional, termasuk Master Trainer IPPRISIA Kalimantan Timur Endro S. Effendi, dengan fokus pada penguatan karakter, mental, dan kesadaran diri bagi guru maupun peserta didik melalui pendekatan yang humanis dan aplikatif.

Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri para pelaku UMKM dan pengusaha, antara lain Taufik S. Riyadi, Nuraidah, dan Mira Farenola, yang diharapkan dapat mendukung penguatan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan berkelanjutan.

Pelaksanaan kerja sama ini disepakati bersifat fleksibel dan menyesuaikan kalender akademik sekolah. Apabila terdapat masa libur, kegiatan akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada awal tahun ajaran baru, dengan tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi antar pihak.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, IPPRISIA Kalimantan Timur dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda berharap dapat membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berdaya guna, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. (esf)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1380017
    Users Today : 1118
    Users Yesterday : 6369
    This Year : 316527
    Total Users : 1380017
    Total views : 12415971
    Who's Online : 69
    Your IP Address : 216.73.216.50
    Server Time : 2026-02-25