Performa Skutik Classy Yamaha Sukses Buktikan Keunggulannya di Jalur Pegunungan

March 30, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Mobilitas anak muda masa kini bukan lagi sekadar mobilitas dari satu titik ke titik lainnya seperti untuk berangkat kerja atau sering juga diajak pergi sejenak mencari suasana baru atau sering disebut healing tipis-tipis ke luar kota, tetapi juga ingin kendaraan yang stylish dan performa selalu dapat diandalkan.Seluruh kebutuhan tersebut dapat terjawab lewat skutik kalcer Yamaha, yaitu Grand Filano Hybrid yang telah dibuktikan kemampuannya lewat perjalanan acara Classy Fun Day (14-16/2) yang juga sekaligus menjadi ajang pembuktian bagaimana skutik kalcer ini dapat mendukung mobilitas anak muda yang dinamis, mulai dari padatnya jalan perkotaan hingga jalur ekstrem di area pegunungan daerah Garut.

Perjalanan dimulai dari Bandung dengan kondisi lalu lintas khas perkotaan waktu long weekend yang sangat padat sehingga cenderung stop & go. Memasuki jalur lintas kota menuju Garut, ritme berkendara berubah jadi merayap dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi. Tantangan mulai terasa saat melintasi jalur Cijapati, di mana tanjakan panjang dan tikungan menjadi “menu utama” sebelum akhirnya menuju kawasan Kawah Kamojang yang berada di ketinggian sekitar 1.700 mdpl dengan karakter jalan yang lebih ekstrem, penuh tanjakan curam dan tikungan tajam.

Menariknya, di seluruh kondisi tersebut, Grand Filano Hybrid tetap terasa “chill” berkat mesin Blue Core Hybrid 125cc yang membuat akselerasinya jadi lebih bertenaga sehingga cukup untuk melibas tanjakan tanpa drama, dan didukung juga dengan handling-nya ringan sehingga tetap nyaman dikendalikan.

Selain soal tenaga, efisiensi bahan bakar juga jadi highlight yang tidak kalah menarik karena dengan jarak tempuh kurang lebih total 150 kilometer selama 2 hari dan kondisi jalan yang beragam, konsumsi bahan bakar kedua skutik ini tergolong irit. Pada saat awal perjalanan, seluruh tangki bensin dari setiap motor peserta telah diisi penuh, tetapi ketika sampai di Kawah Kamojang, indikator bensin nyaris tidak menunjukkan penurunan selama riding berlangsung sehingga menjadi sebuah detail kecil yang justru bikin pengalaman berkendara terasa makin praktis dan worry-free.*

“Skutik Grand Filano yang saya kendarain ini rasanya bikin pengendaranya lupa isi bensin karena setelah diajak perjalanan jarak jauh dari Bandung – Garut – Bandung ternyata rata-rata konsumsi bahan bakarnya itu berhasil di atas 60KM/Liter berdasarkan hasil penghitungan otomatis yang sudah tersedia pada layar TFT Sub Display-nya dan warna terbaru Royal Iron ini juga bener-bener cakep banget bikin riding harian ataupun jarak jauh bareng Grand Filano Hybrid itu selalu percaya diri dan pastinya sesuai dengan gaya anak muda jaman now yang kalcer,” ujar Fariz Ibrahim, peserta Classy Fun Day 2026 yang mengendarai Grand Filano Hybrid warna Royal Iron.

Perjalanan ini juga terasa semakin lengkap karena setiap titik yang disinggahi benar-benar mencerminkan lifestyle anak muda masa kini mulai dari hangout di kafe dengan view pegunungan, ikut art workshop, riding bareng komunitas, hingga menikmati suasana urban Bandung lewat aktivitas seperti bowling. Maka dari itu, semua terasa relevan dan menyatu antara gaya, pengalaman berkendara, dan cara berekspresi khas generasi muda kalcer yang outstanding.

“Kami melihat bahwa kebutuhan anak muda saat ini bukan hanya kendaraan yang stylish atau sebutan anak zaman sekarang itu kalcer, tetapi juga yang bisa mengikuti gaya hidup mereka yang dinamis dan skutik Grand Filano Hybrid itu tampil dengan keseimbangan antara desain, performa, dan efisiensi, sehingga bisa digunakan untuk mobilitas harian hingga eksplorasi tipis-tipis seperti ke luar kota dengan tetap nyaman dan percaya diri,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA, & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Selain punya penampilan kalcer yang standout, skutik idaman anak muda kalcer ini juga menjadi sebuah skutik yang selalu relevan di berbagai situasi. Mulai dari rutinitas harian sampai perjalanan penuh eksplorasi, semuanya bisa dilibas dengan santai karena berkendara itu bukan sekadar sampai tujuan tapi juga soal menikmati setiap perjalanan dengan style dan performa yang sama-sama bisa diandalkan.

Grand Filano Hybrid
Yamaha Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang Fashionable dan Functional. Hal itu dikarenakan Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan desain yang timeless dan elegan, tapi tetap modern karena memiliki beragam fitur canggih seperti sudah menggunakan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan powerful, TFT Sub Display pada speedometer dan lampunya sudah Full LED serta Smart Key System. Skutik yang punya beragam warna menarik ini tidak hanya stylish tapi juga praktis karena memiliki fitur Smart Front Refuel sehingga pengisian bahan bakar lebih praktis dan punya kapasitas bagasi terbesar di kelasnya yaitu 27 Liter serta fitur Electric Power Socket dengan USB Type A guna mendukung para pengendaranya bisa tetap online terkoneksi selama berkendara.
*Hasil bervariasi bergantung pada bobot, gaya berkendara, dan kondisi perjalanan

Pemprov Kaltim Distribusikan Paket Logistik Bencana Penyintas Kebakaran di Batu Ampar

March 30, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Kutai Timur – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi penyintas bencana kebakaran, di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (29/3/2026).

Bantuan berupa logistik permakanan, barang khusus kelompok rentan, dan perlengkapan pengungsi tersebut diserahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Achmad Rasyidi, dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Doni Juliansyah

“Ini bagian dari kewajiban kita dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial terkait penanganan bencana. Bagaimana pemerintah hadir memberikan pelayanan minimal pemenuhan kebutuhan dasar penyintas bencana, khususnya yang masuk kewenangan provinsi dengan jumlah penyintas 51-100 jiwa” kata Andi Muhammad Ishak.

Bantuan yang diberikan ini diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi penyintas secara mandiri akibat menjadi korban bencana.

“Jangan sampai sudah tertimpa bencana kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi sehingga semakin menambah keterpurukan,” timpal Andi.

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud bagi penyintas agar tetap sabar, ikhlas, dan tabah menerima musibah. Semoga mendapat pengganti yang lebih baik. Selain itu pihak terkait juga diminta agar terus melakukan evaluasi agar kedepan tidak terulang kejadian serupa karena sudah terjadi ketiga kalinya.

Sementara Achmad Rasyidi menyebut Dinas Sosial Provinsi sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur, relawan TAGANA, serta perangkat Kecamatan Batu Ampar dan perangkat Desa Batu Timbau.

“Kita juga sudah turun melihat kondisi di lapangan. Termasuk mendata jumlah korban sebagai dasar kita melakukan kaji cepat kebutuhan dasar yang akan dipenuhi,” ujarnya.

Adapun bantuan logistik bencana yang diberikan paket permakanan sebanyak 226 paket dengan rincian perpaketnya terdiri dari Beras @5kg, Gula Pasir @ 1 kg, Kornet @ 1 kaleng biskuit @ 1 kaleng, mie instan @ 1 dos, minyak goreng @ 1 liter, susu kental manis @ 1 kaleng, dan sarden @ 1 kaleng. Kemudian kelengkapan pengungsi lainnya air mineral 65 dus, bantal 113 pcs, dan matras 225 pcs. Termasuk makanan siap saji 350 paket, lauk pauk siap saji 113 paket, makanan anak 150 paket, tenda gulung 113 pcs, kasur 40 pcs, selimut pemilik 113 pcs, dan family kit 113 pcs.

Untuk diketahui kebakaran yang terjadi Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 12.00 WITA tersebut menghanguskan setidaknya 85 bangunan yang dihuni 117 KK dan 337 jiwa. Dari total penyintas terdapat 26 Lansia, 6 Ibu menyusui, 67 anak, 15 balita, dan 6 batita.

Pada kesempatan yang sama dilakukan penyerahan bantuan dari Pemkab Kutai Timur, Polres Kutai Timur, dan BAZNAS Kutai Timur yang diserahkan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama Kapolres Kutai Timur, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kutai Timur, Wakil Ketua BAZNAS Kutai Timur, Camat Batu Ampar, dan Kepala Desa Batu Timbau. (AM)

Warga Antusias Saksikan Reog Ponorogo Meriahkan Bendungan Sepaku Semoi

March 29, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Bendungan Sepaku Semoi kini mulai hidup sebagai ruang publik di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pertunjukan Reog Ponorogo yang digelar pada Sabtu (28/03/2026) menarik antusiasme masyarakat sekaligus mendukung fungsi kawasan ini sebagai destinasi rekreasi dan edukasi.

Di halaman bendungan, para penari tampil bergantian. Topeng dadak merak diangkat tinggi, disambut sorak penonton. Kelompok yang tampil adalah Singo Joyo Nusantoro, komunitas seni dari warga asal Ponorogo yang telah lama menetap di Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku.

“Dulu kami transmigrasi dari Ponorogo. Supaya tidak punah, budaya ini tetap kami jalankan di sini,” kata Senen, penasihat kelompok tersebut.

Di antara penonton, Wulan berdiri sambil sesekali merekam pertunjukan di ponselnya. Warga Semoi 4 itu mengaku menyukai tontonan seperti ini.

“Suka saja lihat Reog atau kuda lumping. Bagus kalau terus ada, supaya tidak hilang,” ujarnya.

Menurutnya, acara seperti ini membuat suasana bendungan jadi berbeda. “Jadi lebih ramai. Banyak juga orang dari luar yang datang.”

Hal yang sama dirasakan Sidik, warga Sepaku yang sore itu datang bersama istri dan anak-anaknya. “Senang, ramai. Sudah lama tidak ada acara seperti ini di sini,” katanya.

Seiring meningkatnya kunjungan masyarakat, kawasan Bendungan Sepaku Semoi yang telah dibuka untuk umum mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Salah satunya Kopi Bend’s, yang buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 22.00 WITA. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati kopi atau matcha, ditemani makanan ringan maupun menu seperti grill dan suki.

Farih pengelola Kopi Bend’s, mengatakan kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kawasan bendungan.

“Bendungan ini sekarang sudah dibuka untuk umum. Kami ingin kawasan ini hidup. Salah satunya dengan menghadirkan Kopi Bend’s, supaya pengunjung bisa bersantai dan menikmati suasana di sini,” ujarnya.

Selain itu, terdapat kebun melon yang dapat dikunjungi. Pengunjung bisa langsung memetik melon dari kebun, pengalaman yang cukup diminati terutama oleh keluarga dan anak-anak.

“Konsep petik melon ini juga kami hadirkan supaya ada aktivitas tambahan. Jadi bukan hanya rekreasi, tapi juga ada sisi edukasinya,” tambahnya.

Kawasan ini pun perlahan tidak lagi sekadar bendungan, tetapi menjadi ruang hidup bagi masyarakat di IKN.(vb/yul/oikn)

Kunjungan Selama Lebaran Kuatkan Ekonomi di IKN

March 29, 2026 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, NUSANTARA –Tingginya antusiasme masyarakat yang berkunjung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk melihat perkembangan Pembangunan, turut mendorong geliat aktivitas ekonomi, khusunya bagi pelaku saha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pelaku usaha lainnya.

“Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat bagaimana kunjungan masyarakat ke IKN telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujar Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, pada Sabtu (28/03/2026).

Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan omzet selama periode libur lebaran. Kevin, pedagang dari Rumah Makan Global yang berjualan makanan dan minuman di area glamping menyebut penjualannya meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung.

“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,”

Hal serupa disampaikan Nita dari Café Sepaku Empat. Ia mengatakan penjualan meningkat signifikan pada hari-hari awal Lebaran.

“Awalnya omzet sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” ujarnya.

Nita mengaku mochi menjadi produk yang paling laris. “Meskipun proses pembuatannya cukup lama penjualannya sangat cepat, terutama diminati oleh anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Dina, pelaku UMKM souvenir Nusantara, menyebutkan bahwa omzet meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama dari penjualan baju Nusantara.

Di sektor kuliner modern, Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto mengatakan omzet meningkat saat libur dan adanya kegiatan di kawasan IKN.

“Misal liburan gini atau ada event kita bisa tembus Rp10 atau Rp15 juta, kalau ga ada event Rp2 atau Rp3 juta,” ujar Ichi.

Sri Mus Mulyawati, dari D’sweet Nusantara, menyampaikan bahwa produk bakwan Malang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

“Rasanya (bakwan) itu bikin kangen pengunjung. Itu testimoni pengunjung sendiri. Katanya kalau ke IKN itu ingetnya bakwan malang d’sweet,” ujarnya.

Troy Pantouw menyampaikan penghargaan atas keikutsertaan para pelaku usaha. “Ini bukan sekedar berkah musim liburan namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara,” tegas Troy.(vb/yul/oikn)

Proyek Manpatu PT Pertamina Hulu Mahakam Melaju, memasuki Tahap Load Out dan Sail Away Jacket

March 28, 2026 by  
Filed under Berita

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melaksanakan aktivitas  Load Out Jacket Manpatu dari Proyek Pengembangan Manpatu yang berlangsung di halaman fabrikasi milik PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026. Kegiatan Load Out Jacket pada proyek ini merupakan kelanjutan dari first cut of steel yang dilakukan pada bulan Mei 2025 lalu dan akan dilanjutkan dengan rencana Sail Away Jacket.

Proyek Manpatu merupakan pengembangan temuan sumur Eksplorasi Manpatu pada  lapangan lepas pantai (offshore) South Mahakam yang berlokasi sekitar 35 km dari pesisir Balikpapan, dalam wilayah operasi PHM di Kalimantan Timur, dengan kedalaman perairan mencapai 50–60 meter. Proyek ini dirancang untuk mendukung peningkatan produksi gas dan minyak (kondensat) PHM, dengan kapasitas desain hingga 80 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Lingkup pekerjaan proyek ini mencakup fabrikasi dan instalasi satu anjungan baru yaitu Jacket beserta Piles dengan total berat ± 1380 Ton dan Topside dengan berat ± 1100 Ton, serta modifikasi pada satu anjungan eksisting. Selain itu, proyek ini meliputi pemasangan pipa penyalur bawah laut berdiameter 14 inch sepanjang kurang lebih 2,5 km, serta pelaksanaan pekerjaan subsea dengan tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi. Secara keseluruhan, proyek ini juga mencakup pengeboran sebanyak 11 sumur pengembangan.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menegaskan, komitmennya dalam mendukung tercapainya target produksi minyak dan gas nasional melalui investasi yang berkesinambungan pada kegiatan pengeboran, baik untuk eksploitasi maupun eksplorasi.

“Kami secara konsisten mendorong inovasi serta penerapan teknologi yang mengacu pada praktik terbaik di industri hulu migas, baik ditingkat nasional maupun global, yang diimplementasikan secara terpadu diseluruh aspek operasional dan bisnis perusahaan,” lanjut Setyo.

Melalui Proyek ini, PHM juga berhasil mencapai tonggak penting dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Proyek Manpatu telah mengimplementasikan penggunaan pipa penyalur lokal (Electric Resistance Welding / ERW) secara menyeluruh (top-to-toe) yang mencakup, sistem perpipaan subsea, riser dan pipe bend, yang pertama kalinya diterapkan di area Mahakam.

Di sisi lain, PHM memastikan bahwa setiap proyek dijalankan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, dengan target nihil kecelakaan (zero incident). Dalam pelaksanaannya, Proyek Manpatu berhasil mencatatkan pencapaian keselamatan kerja yang signifikan, yakni lebih dari dua juta jam kerja (manhours) tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Incident/LTI) hingga Maret 2026. Dengan total cakupan pekerjaan yang sangat besar, kegiatan ini diproyeksikan mencapai lebih dari tiga juta jam kerja (manhours) pada saat penyelesaian.

Proyek Manpatu merupakan proyek fast track dengan jadwal yang sangat ketat sejak penemuan baru (discovery) gas di sumur eksplorasi Manpatu-1x pada Q1 2022. Seiring dengan upaya Pertamina dalam mengelola sumur-sumur yang telah memasuki fase penuaan, dibutuhkan inovasi dan kreativitas yang berkelanjutan pada setiap tahapan pelaksanaan proyek. Upaya ini menjadi faktor kunci dalam mendukung percepatan terwujudnya ketahanan energi nasional sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah.

Keberhasilan Proyek ini sangat ditentukan oleh sinergi serta koordinasi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk kontraktor Engineering, Procurement, Supply, Construction, and Commissioning (EPSCC). Seiring dengan rencana peningkatan signifikan pembangunan proyek di lingkungan Pertamina mulai tahun 2025, efektivitas kolaborasi menjadi semakin penting. Oleh sebab itu, komitmen bersama dalam menjaga pencapaian target onstream agar tetap sesuai rencana perlu terus diperkuat guna memastikan keberhasilan proyek secara menyeluruh.

Proses load out jacket atau pemindahan struktur jacket serta sail away jacket Manpatu menjadi salah satu pencapaian strategis dalam pelaksanaan Proyek Manpatu. Selanjutnya akan diikuti dengan load out dan sail away topside pada pertengahan April 2026. Target instalasi jacket dan topside dijadwalkan pada April-Mei 2026, sehingga keseluruhan platform diharapkan dapat terpasang di wilayah operasi PHM pada awal  kuartal III tahun 2026. Target onstream diharapkan mulai kuartal I tahun 2027. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb