War Risk Insurance Dicabut di Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh

March 27, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus meningkat mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pelayaran global. Pengamat maritim Indonesia, Soleman B. Ponto, menilai situasi ini telah melampaui sekadar konflik regional dan berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas distribusi energi dunia.

Soleman mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan asuransi maritim internasional, seperti Gard, Skuld, NorthStandard, London P&I Club, hingga American Club telah membatasi bahkan mencabut perlindungan risiko perang (war risk insurance) bagi kapal-kapal yang beroperasi di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Ini bukan sekadar kebijakan administratif. Dampaknya sangat nyata. Kapal tanpa asuransi secara hukum dan komersial dianggap tidak layak berlayar, meskipun secara teknis masih bisa beroperasi,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, dalam situasi terkini, sekitar 1.900 kapal komersial dilaporkan tertahan di kawasan Selat Hormuz dan sekitarnya sejak meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.

Menurut Soleman, dalam rezim pelayaran internasional, asuransi Protection and Indemnity (P&I) merupakan komponen fundamental yang tidak hanya bersifat bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari kepatuhan terhadap regulasi global. Tanpa perlindungan tersebut, kapal berisiko melanggar standar keselamatan dan tanggung jawab lingkungan yang diatur dalam berbagai konvensi maritim internasional.

“Asuransi P&I bukan sekadar proteksi, tetapi ‘tiket masuk’ untuk bisa beroperasi secara legal. Tanpa itu, kapal bisa ditolak pelabuhan, tidak mendapat pembiayaan dari bank, dan kehilangan kepercayaan dari penyewa,” jelasnya.

Soleman menjelaskan, sistem asuransi maritim global bekerja dengan pendekatan zonasi risiko. Ketika suatu wilayah dikategorikan sebagai high risk area, perusahaan asuransi berhak menaikkan premi secara signifikan atau bahkan menarik perlindungan sepenuhnya. Dalam konteks saat ini, Selat Hormuz telah masuk dalam kategori kawasan berisiko tinggi akibat eskalasi konflik.

“Begitu status risiko meningkat, premi langsung melonjak tajam, bahkan dalam beberapa kasus tidak lagi ditanggung. Jadi persoalannya bukan kapal tidak bisa berlayar, tetapi menjadi tidak layak secara ekonomi dan hukum,” tegasnya.

Sebagai salah satu jalur energi paling vital di dunia, Selat Hormuz dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Kondisi ini menjadikannya choke point utama dalam rantai pasok energi internasional. Pembatasan asuransi di kawasan tersebut, kata Soleman, telah memicu efek domino yang luas.

Sejumlah operator kapal memilih menunda pelayaran, mengalihkan rute distribusi, atau menunggu kepastian situasi keamanan. Di sisi lain, lonjakan premi asuransi risiko perang berdampak langsung pada peningkatan biaya logistik global.

“Ketika biaya logistik naik, harga energi ikut terdorong. Ini yang kemudian memicu tekanan inflasi, tidak hanya di satu negara, tetapi secara global,” ujarnya.

Dalam perspektif ekonomi global, gangguan di Selat Hormuz tidak hanya memengaruhi sektor energi, tetapi juga stabilitas pasar keuangan internasional. Ketidakpastian pasokan minyak berpotensi meningkatkan volatilitas harga, menekan sektor industri, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.

“Pasar global sangat sensitif. Bahkan tanpa gangguan fisik, hanya dengan meningkatnya persepsi risiko saja, harga minyak sudah bisa melonjak. Ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Selat Hormuz,” kata Soleman.

Ia menilai, langkah perusahaan asuransi menarik perlindungan merupakan respons atas meningkatnya ancaman keamanan, termasuk potensi serangan drone dan rudal terhadap kapal tanker, serta eskalasi konflik antara Iran dan negara-negara Barat. Meski belum terjadi penutupan jalur secara fisik, kondisi tersebut sudah cukup menciptakan tekanan serius terhadap aktivitas pelayaran.

Fenomena ini, lanjutnya, mencerminkan perubahan pola konflik modern yang semakin kompleks. “Sekarang tidak perlu menutup jalur secara fisik. Cukup dengan menciptakan risiko tinggi, kapal akan enggan melintas. Ini yang saya sebut sebagai disrupsi berbasis risiko,” ujarnya.

Dalam konteks strategis, Soleman menilai asuransi maritim kini telah menjadi instrumen tidak langsung dalam dinamika geopolitik global. Tanpa konfrontasi militer terbuka, gangguan terhadap sistem asuransi sudah mampu melumpuhkan distribusi energi dunia.

Dampak situasi tersebut juga berpotensi dirasakan Indonesia. Sebagai negara yang masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, sebagian jalur distribusi energi nasional bergantung pada kawasan Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz.

“Kalau gangguan ini berlanjut, dampaknya akan langsung terasa di dalam negeri. Harga BBM bisa naik, subsidi membengkak, inflasi meningkat, dan nilai tukar rupiah tertekan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa dalam jangka panjang, tekanan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas fiskal nasional serta menurunkan daya beli masyarakat.

Menutup analisanya, Soleman menegaskan bahwa dinamika di Selat Hormuz saat ini menjadi pelajaran penting bagi banyak negara, termasuk Indonesia, mengenai urgensi memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ini bukan lagi soal blokade fisik, tapi blokade risiko. Ketika jalur energi tidak bisa diasuransikan, distribusi global bisa terganggu tanpa satu peluru pun ditembakkan. Dampaknya langsung ke ekonomi dunia,” pungkasnya. (*)

Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Target Pertahankan Posisi Klasemen di Seri 2 World Supersport Portimao

March 27, 2026 by  
Filed under Olahraga

Lebih dari satu bulan berlalu setelah mengukir sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang meraih podium di World Supersport, Aldi Satya Mahendra “El’ Dablek” kembali tampil di kejuaraan dunia bergengsi tersebut. Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia itu akan menggeber lagi Yamaha R9 pada seri 2 World Supersport yang digelar di sirkuit Portimao Portugal, 28-29 Maret 2026.

Motivasi dan kepercayaan dirinya bertambah karena naik podium 2 race 2 putaran pembuka di sirkuit Phillip Island Australia akhir Februari lalu. Apalagi mendapatkan hasil mengesankan itu dari start paling belakang (grid 28), Aldi Satya Mahendra telah membuktikan kapasitasnya sebagai pembalap dunia yang mampu berprestasi mumpuni menghadapi para pesaing yang lebih berpengalaman.

Rider usia 19 tahun itu pun ingin melanjutkan tren positif di Portimao untuk mempertahankan posisi 5 besar di klasemen. Sementara ini dia berada di peringkat 5 mengoleksi 23 poin dari pencapaian round 1 memperoleh podium 2 race 2 dan urutan 13 race 1. Awal musim yang baik ini diharapkan melapangkan perjalanannya agar terus improve.

”Weekend luar biasa di Phillip Island sangat membahagiakan, saya terpacu untuk menghasilkan podium lagi hingga juara race dalam perjalanan kompetisi musim ini. Di Portimao, harapan saya tidak ada kendala saat race dan tetap masuk 5 besar klasemen. Untuk itu, saya sudah mempersiapkan fisik, dan performa motor R9 akan sangat mendukung untuk tampil bagus. Saya telah beberapa kali balapan di Portimao, lalu kembali race di trek itu di musim ke 2 saya di World Supersport, harapannya hasil race kembali memberikan poin signifikan,” ungkap Aldi Satya Mahendra yang bergabung dengan AS BLU CRU Racing Team.

Sebelumnya, Aldi Satya Mahendra sudah dua kali balapan di sirkuit Portimao pada dua ajang racing. Pada tahun 2024 dalam journey menjadi juara dunia World Supersport 300, rider asal Yogyakarta itu finish di tempat ke-6 race 1 dan ke-8 race 2 seri Portimao. Lalu di musim pertamanya di World Supersport tahun lalu, dia menempati urutan 20 race 1 dan ke-15 race 2.

”Tim dan Aldi Satya Mahendra ingin melanjutkan momentum dari result historis seri 1 Phillip Island. Kinerja solid dan penampilan Aldi Satya Mahendra yang makin terasah tajam, terbukti memberikan kesuksesan di putaran pertama. Kami harus memanfaatkan momen ini dan optimis di Portimao akan menuai output yang diharapkan,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Jadwal Seri 2 World Supersport 2026, Sirkuit Portimao Portugal
Jumat 27 Maret
Free Practice : 17:20 – 18:00 WIB
Superpole : 22:00 – 22:40 WIB

Sabtu 28 Maret
Race 1 : 20:00 WIB

Minggu 29 Maret
Race 2 : 20:00 WIB

Pemkab Kutai Barat Pertahankan TPP Guru

March 26, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan memberikan penjelasan terkait kebijakan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru ASN, guna menjaga pemahaman bersama di tengah dinamika yang berkembang.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Benedikus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru ASN, baik PNS maupun PPPK, atas dedikasi mereka sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Pemerintah daerah memahami harapan para guru. Namun, setiap kebijakan penganggaran harus tetap berpijak pada kepatuhan regulasi dan kondisi fiskal daerah,” ujarnya di ruang kerja Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, pemerintah daerah diwajibkan menjaga rasio belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD. Saat ini, rasio belanja pegawai Kutai Barat telah mendekati batas tersebut. Jika ketentuan ini dilanggar, pemerintah daerah berpotensi dikenai sanksi berupa penundaan atau pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.

Selain itu, tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang secara fiskal, seiring penurunan dana transfer ke daerah serta kebutuhan efisiensi anggaran. Pada kondisi ini, kenaikan TPP hanya dimungkinkan apabila terdapat peningkatan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kesejahteraan sektor pelayanan dasar. TPP bagi guru dan tenaga kesehatan dipastikan tidak mengalami pemotongan dibandingkan tahun 2025.

Sebaliknya, efisiensi anggaran justru diterapkan pada pejabat struktural dan tenaga pelaksana lainnya.

Terpisah, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Agung Sugara, menambahkan,  besaran TPP guru di Kutai Barat diupayakan tetap bertahan meski kabupaten/kota lain melakukan penurunan TPP bahkan tidak memberikan TPP untuk guru dikarenakan kondisi keuangan daerah.

“TPP ini merupakan tambahan penghasilan dari APBD di luar tunjangan yang telah diberikan pemerintah pusat, seperti Tunjangan Profesi Guru (TPG),” jelasnya saat dihubungi via zoom, Kamis (26/3/2026).

Ia menegaskan, kebijakan tersebut tetap diselaraskan dengan kemampuan keuangan daerah agar tidak menimbulkan risiko hukum di kemudian hari, sesuai ketentuan PP Nomor 12 Tahun 2019.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui sejumlah program strategis.

Di antaranya adalah fasilitasi Bimbingan Teknis Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru, serta rencana pemberian beasiswa S1 bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik.

“Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru secara berkelanjutan,” tambah Benedikus.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengajak seluruh pendidik untuk terus bersinergi dalam semangat Sempekat Bersama, guna menghadapi tantangan fiskal tanpa mengurangi komitmen dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi muda. (*/ag)

PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk

March 26, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA — Suasana pagi di Town Hall PDC Tower dipenuhi suara riuh karyawan yang antusias mengikuti Health Talk bertajuk “Healing, Growing, Performing: Grow Up Without Leaving Yourself Behind”. Kegiatan ini bukan sekadar seminar biasa; ini menjadi panggung untuk memahami hubungan antara kesehatan mental, anatomi otak dan performa kerja.

Menghadirkan praktisi kesehatan mental Dedi Setiawan dari Kelas Kehidupan, sesi ini membuka wawasan bahwa kesehatan mental tidak hanya soal perasaan, tetapi juga terkait kondisi biologis tubuh, khususnya cara kerja otak. Trauma masa lalu dan stres kronis, kata Dedi, bisa memengaruhi corpus callosum—jembatan saraf yang menghubungkan logika dan emosi. Saat sistem saraf terus-menerus berada dalam mode waspada akibat trauma dan stres kronis, produksi hormon kortisol akan melonjak secara tidak terkendali, memicu gangguan metabolik, hormonal, hingga keluhan psikosomatik seperti ketegangan otot dan gangguan pencernaan.

Kegiatan ini tak sekadar membahas teori. Peserta juga diajak mengenali empat jenis luka masa kecil (inner child wounds)—abandonment, neglect, guilty, dan trust wound—yang kerap membentuk pola perilaku dan reaksi emosional di tempat kerja. Selain itu, melalui pendekatan kepribadian Dominance, Influence, Steadiness, Compliance (DISC), setiap perwira PDC belajar memahami diri sendiri dan rekan kerja, serta bagaimana cara merespons tekanan profesional secara lebih sehat.

Plt. Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, dalam sambutannya menyampaikan, kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi fondasi produktivitas perusahaan. Perwira PDC yang sehat secara mental lebih mampu mengambil keputusan tepat, bekerja optimal dan memimpin tim dengan bijak.

“Investasi pada kesejahteraan mental karyawan adalah investasi bagi masa depan perusahaan,” kata Fitra.

Sebagai solusi praktis, Dedi menekankan pentingnya keseimbangan fisik dan mental. Nutrisi otak yang tepat, teknik pernapasan, serta regulasi emosi melalui jurnal atau meditasi menjadi langkah awal sebelum masuk pada terapi psikologis yang lebih mendalam.

Selain sesi materi, Health Talk juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk suntik vitamin C bagi pendaftar tercepat, serta kesempatan melakukan konsultasi pribadi gratis dengan psikolog bagi peserta terpilih.

Acara ini menjadi bukti nyata komitmen PDC untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif, di mana setiap perwira dapat berkembang tanpa meninggalkan kesejahteraan diri sendiri. (*)

 

Patah, Orang Dalam Bankaltimtara

March 23, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HANYA menunggu waktu Direktur Utama Bankaltimtara segera diganti. Malah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (HARUM) terkesan sudah tak sabar. Bocoran dari RUPS terakhir sebelum lebaran begitu. Hanya Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang yang meminta prosesnya setelah lebaran saja.

Yamin dan Gubernur Rudy Mas’ud ketika menerima tropi TOP CEO BUMD 2025 dan TOP Pembina BUMD 2025.

Kursi Dirut Bankaltimtara saat ini diduduki Muhammad Yamin. Dia orang daerah, lulusan Fakultas Ekonomi Unmul dan lama berkarier di Bankaltimtara. Dia dilantik 11 September 2020 menjadi dirut ke-6 setelah Zainuddin Fanani. Sebenarnya masih dua tahun lagi masa jabatan Yamin di periode kedua ini (2024-2028), tapi Gubernur HARUM mewakili pemegang saham terbesar atau pemegang saham pengendali (PSP) dalam RUPS Tahun Buku 2025 meminta dilakukan percepatan penggantian.

Alasan penggantian M Yamin masih belum jelas. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle menyatakan pihaknya belum mendapat penjelasan resmi dari pemegang saham. “Kami Komisi II tidak dilibatkan dalam prosesnya. Bahkan kami baru mengetahui dari pemberitaan media,” katanya seperti ditulis SELASAR.CO.

Dalam RUPS lalu, Gubernur HARUM juga tidak menjelaskan secara rinci di balik percepatan penggantian dirut tersebut. “Banyak kepala daerah yang mewakili pemegang saham minoritas bertanya-tanya,” tulis NIAGA.ASIA.

Awan, founder SELASAR.CO membuat video berjudul: “Ada Utang di Balik Batu??” Judul itu dia kaitkan dengan penggantian Dirut Bankaltimtara. Saya tidak tahu apa maksudnya? Apa dia menyenggol kakak Gubernur yaitu Hasanuddin Mas’ud yang juga Ketua DPRD Kaltim. Kalau tidak salah Hasan masih punya sangkutan di atas Rp150 miliar di bank tersebut sejak 2010.

Calon pengganti Yamin ada dua. Yaitu Romy Wijayanto dan Amri Mauraga. Sudah lulus tes dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi tinggal dipilih oleh Gubernur sebagai penguasa PSP.

Amri pernah menjabat sebagai Dirut Bank Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat), tapi mengundurkan diri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Februari 2022. Alasannya tidak begitu jelas. Tapi pasti ada sesuatu sampai dia mundur.

Dalam catatan media, Amri dikenal akrab dengan mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Bank Sulselbar yang dipimpinnya pernah memberikan bantuan Rp400 juta ke masjid milik sang gubernur di Kawasan Pucak Maros. Ketika Nurdin diadili dalam kasus korupsi infrastruktur, Amri  sempat ditarik sebagai saksi.

Sedang Romy datang dari Jakarta. Dia mantan Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI. Sebagai bukti keandalannya, dia banyak meraih penghargaan. Di antaranya  Best Chief Financial Sustainability Through Inclusive Growth and Risk Management. Dia juga merupakan salah satu dari 20 Direktur Keuangan/Chief Financial Officer  (CFO) terbaik dari berbagai industri.

Selain Amri,  Romy menurut kabar juga sempat bermasalah. Dia juga keluar dari Bank DKI karena sesuatu. Hebatnya, keluar dari Banksulselbar dan Bank DKI, tapi bisa tembus alias ditampung di Bankaltimtara.

Karena itu, siapapun yang terpilih dari kedua calon ini, kita tidak “happy.” Kualitasnya mungkin oke, tapi ada sesuatu yang hilang.  Tradisi kepemimpinan di Bankaltimtara yang selama ini  selalu dari SDM lokal atau daerah akhirnya terpatahkan. Padahal itu yang kita banggakan, kualitas orang daerah tidak kalah dengan orang luar.

Sebelum Yamin, ada Zainuddin Fanani. Di belakangnya lagi ada Aminuddin. Mereka semuanya jadi Dirut dengan merintis karier bertahun-tahun di Bankaltimtara.  Jadi mereka tahu betul kondisi Kaltim dan Bankaltimtara. Darah mereka asli darah Kaltim. Darah Bankaltimtara.

Tapi Gubernur Rudy Mas’ud sepertinya punya interest lain. Meski dia sendiri lulusan Unmul sampai doktornya, tapi terkesan mengesampingkan sumber lokal. Yang penting sesuai hasratnya, meski harus “impor” pemimpin dari luar atau daerah tertentu. Mungkin ini termasuk konsepnya untuk menjaga “marwahnya” Kaltim.

Apa tidak ada calon dari Bankaltimtara? Ternyata ada, baik di pos Dirut maupun Komisaris Utama (Komut). Dia adalah Ivan Kusnandar, Pemimpin Divisi Pengelolaan Aset Tetap dan Ismunandar Azis, mantan Direktur Kredit. Tapi keduanya terlempar. Apakah di tahapan penilaian teknis atau karena unsur like and dislike dari PSP? Kita tidak tahu persis. Tapi nuansa itu terasa memang ada.

Calon Komut baru adalah Achmad Syamsuddin. Dia mantan Dirut BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel). Dia pernah menjadi Managing Director PT Bank Syariah Mandiri, Senior Vice President/Project Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Financial Technology for Syariah Segment including Consultancy & Education.

YAMIN TAHAN COVID

Yamin dilantik menjadi Dirut Bankaltimtara, 11 September 2020 di saat wabah Covid 19 merajalela. Semua orang tahu, saat itu sektor perekonomian ikut sakit berat termasuk industri perbankan.

Sudah urusan kantor yang mumet, Yamin juga ikut terpapar. “Sepulang perjalanan tugas dari Jakarta saya membawa virus Covid. Saya terkena, lalu menyebar ke istri dan 2 anak saya yang berkebutuhan khusus. Apa saya tidak panik,” kenangnya.

Tapi berkat kerja keras, doa dan semangat serta kerjasama yang kompak, Yamin lulus ujian. Bankaltimtara tetap survive dan terus berkembang seperti kemajuan yang dicapai sekarang.

Yamin berhasil meyakinkan Pemprov dan DPRD Kaltim, sehingga pada APBD Perubahan Tahun 2023, Pemprov Kaltim di era Gubernur Isran Noor berkenan melakukan tambahan atau pemenuhan penyertaan modal sebesar Rp3,4 triliun. Dengan tambahan itu, maka penyertaan modal dari Pemprov Kaltim menjadi Rp5,1 triliun atau 66,49 persen dari total modal yang disetor.

Berkat itu pula, maka posisi Bankaltimtara masuk dalam kelompok Bank Kategori KBMI 2. Yaitu kelompok bank dengan modal inti dengan ekuitas antara 6 sampai 14 triliun rupiah.

Yamin juga membawa Bankaltimtara ikut berkiprah di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia merencanakan membangun kantor cabang khusus di IKN. Tidak tanggung-tanggung, karena Presiden Jokowi yang langsung melakukan grounbreaking pada 1 Maret 2024.

Karena dianggap sukses, Yamin dipercaya oleh pemegang saham meneruskan masa jabatannya ke periode kedua 2024-2028. Periode pertama 2020 sampai 2024.

Dengan berbagai keberhasilannya itu, Yamin juga banyak dianugerahi berbagai penghargaan, baik untuk Bankaltimtara maupun dia pribadi sebagai seorang pemimpin bank daerah yang sangat menonjol.

Majalah Infobank pernah menobatkannya sebagai salah satu TOP 100 CEO Terbaik 2023. Terakhir pada tahun 2025, Yamin juga dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2025 oleh majalah TopBusiness. Pada saat yang sama, Gubernur Rudy Mas’ud bersama Gubernur Kaltimtara Zainal Arifin Paliwang menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2025.

Dalam kaitan “ngebon” pemimpin luar, saya jadi teringat narasi yang disampaikan Sudarno, mantan juru bicara Tim Kemenangan Rudy Mas’ud-Seno Aji, yang sekarang ada di Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).

Sudarno sempat mengkritisi masuknya dua dosen Unhas ke Dewan Pengawas (Dewas) rumah sakit milik Pemprov Kaltim. Dia bilang selain beraroma capital outflow atau pelarian uang ke luar, juga menyakiti atau menzalimi SDM lokal atau orang daerah. Tapi dalam kasus Dirut Bankaltimtara saya tidak tahu apakah Sudarno masih bisa berteriak vokal seperti kemarin?????.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb