Ribuan Jamaah Tumpah Ruah di Masjid IKN

March 22, 2026 by  
Filed under Nusantara

Masjid Negara IKN

NUSANTARA – Tonggak sejarah baru tercipta di Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk pertama kalinya, Masjid Negara IKN menyelenggarakan Sholat Idulfitri berjamaah pada 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Momentum ini menjadi simbol dimulainya kehidupan spiritual yang hidup di pusat pemerintahan baru Indonesia.

Pelaksanaan ibadah bersejarah ini dihadiri langsung oleh Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono. Ia bergabung bersama ribuan jemaah yang memadati area masjid, menciptakan suasana khusyuk dan penuh kebersamaan di tengah kemegahan arsitektur pusat religi IKN tersebut.

Pelaksanaan ibadah Sholat Id dipimpin Imam Ustaz Dr. Ahmad Muzakir, dosen PTIQ Jakarta. Sementara itu, Dekan FUAD UINSI Samarinda, Ustaz Prof. Dr. H. M. Abrar Duraesa, didaulat menyampaikan khotbah Idulfitri.

Dalam khotbahnya, Prof. Abrar menegaskan Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kemenangan atas diri sendiri setelah sebulan penuh menempa jiwa di bulan Ramadan. Ia secara khusus mengaitkan semangat spiritual tersebut dengan visi besar pembangunan ibu kota baru.

“Pembangunan Ibu Kota Nusantara secara batiniah bertujuan untuk mewujudkan pemerataan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas keimanan,” ujar Prof. Abrar di hadapan ribuan jemaah.

Nada optimisme juga disampaikan Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin. Ia mengajak seluruh jemaah menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah) sekaligus mempererat hubungan antar-sesama (Hablum Minannas).

“Harapan kita, setelah Sholat Idulfitri ini, marilah kita bersama memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT dan juga sesama manusia,” kata Alimuddin.

Selama Ramadan 1447 H, Masjid Negara IKN memang telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas religi yang dinamis. Mulai dari tarawih berjamaah hingga safari Ramadan, seluruh rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada pelaksanaan Sholat Id perdana ini yang berjalan dengan sangat tertib dan lancar.

Kehadiran Masjid Negara IKN diharapkan terus menjadi pilar utama bagi pembangunan kehidupan sosial dan spiritual, serta penguat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota yang inklusif dan harmonis bagi seluruh elemen bangsa.(rls/mn)

Gubernur Kaltim Sampaikan Pesan Idulfitri di Islamic Center Samarinda

March 22, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Sabtu (21/3/2026).

Gubernur menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pribadi dan keluarga, kami menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Ia menegaskan Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya bulan Ramadan, melainkan momentum kemenangan untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan peduli terhadap sesama.

“Kemenangan yang kita rayakan bukan sekadar berakhirnya bulan Ramadan, tetapi kemenangan menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, serta lebih peduli terhadap sesama. Oleh karena itu, nilai-nilai yang telah kita pelajari selama bulan Ramadan hendaknya terus kita jaga dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Pada momen tersebut, Gubernur Harum juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para pemimpin bangsa, mulai dari Presiden hingga kepala daerah, agar diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan amanah.

“Pemimpin jangan dibiarkan sendiri, tapi kita kawal bersama-sama. Doakan dengan doa terbaik agar mereka kuat dan mampu menjalankan amanah sesuai peraturan yang berlaku di Negara Republik Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim.

Wagub Seno Aji juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta mengajak masyarakat memaknai hari kemenangan sebagai momen kembali ke fitrah, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Ia turut menyoroti adanya perbedaan dalam penentuan hari raya Idulfitri. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

“Perbedaan adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi,” ujarnya.

Wagub Seno juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan di Kalimantan Timur yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan agama.

Ia mengajak seluruh masyarakat Benua Etam untuk terus memperkuat persatuan dan keharmonisan, terlebih di tengah momentum pembangunan daerah yang tengah berlangsung.

“Diperlukan kebersamaan seluruh elemen masyarakat agar Kalimantan Timur tetap menjadi wilayah yang damai, sejuk, dan kondusif bagi semua,” pungkasnya.(*/hel)

Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

March 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

LENGKAP sudah orang yang mengkritik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (HARUM) gara-gara membeli mobil dinas mahal dan mewah seharga Rp8,5 miliar. Sekali ini datangnya tidak tanggung-tanggung. Dari orang Nomor 1 di Republik ini. Siapa lagi  kalau bukan Presiden Prabowo Subianto.

Mimik Presiden Prabowo Subianto sambil menunjuk-nunjuk ketika menyinggung pembelian mobil mewah gubernur

Rasanya baru pertama kali ada Gubernur Kaltim sampai disindir atau disentil Kepala Negara. Ini pelajaran penting bagi HARUM bahwa ukuran yang dia pakai tidak cocok dan salah dengan semangat pemerintah dan masyarakat yang ingin melihat pemimpinnya tidak memboros-boroskan anggaran.

Sebelumnya hampir semua netizen dan pemerhati di Tanah Air menghujat HARUM. Apalagi HARUM sempat berkomentar seakan-akan mobil mewah itu bagian dari menjaga marwahnya Kaltim. “Kalau mau pakai mobil mewah ya pakai uang pribadi jangan dibebankan ke APBD,” kata Gubernur Kaltim 2018-2023, Isran Noor.

Presiden sendiri menyentil HARUM ketika dia mengumumkan kebijakan Pemerintah berkaitan pemotongan anggaran guna mengurangi risiko penyalahgunaan dana negara dan penghematan fiskal, Kamis (17/3) malam di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Nama HARUM dan Kaltim memang tidak disebut secara langsung oleh Presiden Prabowo, tapi semua orang tahu arah ucapan Kepala Negara tersebut.

Sambil menunjuk-nunjuk, Presiden menegaskan banyak pejabat bekerja tidak efisien. “Ada kabupaten eh Pemerintah Daerah beli mobil dinas gubernur 8M. Saya saja Presiden Republik Indonesia pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta. Dengan anti pelurunya mungkin menghabiskan 1M. Tapi tidak 8M. Coba kita selidiki semua, tidak efisien,” tandas Prabowo dengan mimik serius.

Habis itu kunjungan kerja, kunjungan kerja. “Sudahlan itu yang kita minta kesadaran dan rasa tanggungjawab kita semua. Bupati kerja untuk rakyatmu, Gubernur kerja untuk rakyatmu. Itu yang kita minta,” tegas Prabowo lagi.

Presiden menegaskan bahwa Pemerintah mengambil langkah pemotongan anggaran untuk meningkatkan efisiensi fiskal sekaligus menutup celah penyalahgunaan dana negara. Dengan langkah ini Pemerintah berhasil menghemat Rp308 triliun.

“Penghematan itu berasal dari pengeluaran yang tidak masuk akal. Jika tidak dipotong dana tersebut  berpotensi besar mengarah pada korupsi,” jelasnya.

Dia menyebut pengeluaran tidak masuk akal itu di antaranya acara seremonial, pembelian perlengkapan kantor, pertemuan dan seminar di luar kantor termasuk kunjungan kerja.

Sebagai langkah tambahan untuk mengurangi biaya operasional ujar Presiden, pemerintah juga mempertimbangkan pengaturan kerja baru, termasuk minggu kerja yang lebih pendek dan adopsi kerja jarak jauh yang lebih luas.

Dicegat awak media usai salat Idul Fitri di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu (21/3), Gubernur Rudy Mas’ud memberikan tanggapan berkaitan dengan sentilan terbuka dari Kepala Negara.

“Berkaitan dengan statement Bapak Presiden, tentunya mengingatkan kepada semua kepala daerah seluruh Indonesia bahwa efisiensi itu penting,” katanya sedikit berkilah. Saat itu HARUM di antaranya didampingi Ketua Pengelola Masjid Islamic Center, Irianto Lambrie, yang juga Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).

Harum menjelaskan, tanggal 2 Maret lalu dia sudah mengembalikan mobil tersebut  dan pada 11 Maret proses administrasinya sudah selesai. “Semua sudah kita kembalikan ke kas daerah dan mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kegiatan pembangunan yang sifatnya adalah standar pelayanan minimum mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur termasuk juga kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” katanya begitu.

Belum terkonfirmasi apakah proses administrasi yang dikatakan Gubernur sudah selesai, maka uang Rp8,5 sudah semuanya masuk ke kas daerah. Sebab sebelumnya, Kadis Kominfo M Faisal mengatakan, uang yang masuk ke kas daerah baru Rp7,5 miliar. Sisanya masih menunggu restitusi dari Kantor Pajak Pratama Samarinda.

Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur dan masyarakat Indonesia, ujar Gubernur lagi, dia siap menerima saran dan kritik.  “Jika ada yang kurang kami siap dikritik. Tolong kami dikawal dan didoakan. Kita mulai nol-nol lagi,” katanya merendah.

BUBARKAN TAGUPP

Jika memang siap menerima saran dan kritik, maka Gubernur seyogianya meninjau kembali kebijakan pembentukan TAGUPP, yang dinilai amat kontroversial.

Berbagai pihak menilai TAGUPP tidak efektif. Selain dianggap menabrak larangan dari Mendagri, juga jumlah anggotanya terlalu banyak. Sekitar 47 orang. Selain itu tidak seluruh anggota tim masuk kategori tenaga ahli serta menghabiskan anggaran yang sangat besar.

Bayangkan, tiap orang diberi honor antara 20 sampai 45 juta rupiah per bulan. Dihitung surut sejak Januari. Total anggarannya mencapai Rp10,7 miliar terdiri  Rp8,3 miliar untuk honor atau uang kehormatan dan Rp2,4 miliar untuk anggaran perjalanan dinas.

Demi penghematan, anggaran TAGUPP dipangkas 50 persen. Jadi besarnya honor juga turun 50 persen. Biar dananya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih mendasar. Juga  SK-nya tidak berlaku surut.

Ada yang mengusulkan agar TAGUPP dibubarkan saja atau minimal direvisi menjadi tim kecil dengan keahlian yang terukur. Misalnya hanya 20 orang. Juga harus ada klarifikasi  resmi dari Kemendagri, apakah pembentukan TAGUPP masih dibenarkan atau dilarang.

Sejumlah orang heran dengan masuknya tokoh penggiat antikorupsi yaitu Bambang Widjojanto, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KPK.

Sangat disayangkan Bambang tidak cermat dan peka terhadap eksistensi lembaga TAGUPP, yang berpotensi menabrak aturan serta menguras anggaran daerah yang cukup besar. Sebagai seorang penasihat, Bambang akan menerima honor sebesar Rp45 juta per bulan. Nikmat sekali.

Banyak anggota masyarakat berharap DPRD Kaltim menjalankan fungsi kontrolnya dengan baik dan efektif. Mereka bisa menegur Gubernur. Tapi sepertinya jauh panggang dari api. Soalnya ketua DPRD-nya adalah Hasanuddin Mas’ud, tak lain adalah kakak kandung Gubernur Rudy Mas’ud.

Bukannya menegur, Hasanuddin malah punya semangat yang lebih ekstrim lagi. “Kalau saya jadi gubernur, saya bahkan beli helikopter,”   katanya kepada wartawan yang pernah menanyainya.

Hasanuddin pernah ikut Pilgub Sulbar 2017. Dia dalam posisi cawagub mendampingi Salim S. Mengga dari Partai Golkar.  Hasilnya kalah, lalu orientasi politiknya pindah ke Kaltim sampai menjadi Ketua DPRD Kaltim.

Dalam periode pertamanya sebagai Ketua Dewan, Hasanuddin yang akrab dipanggil HAMAS berhasil menggusur tokoh senior Golkar Kaltim asal Berau, Makmur HAPK. Sedang pada periode kedua, dia mengesampingkan tokoh Golkar Balikpapan, Abdulloh yang meraih suara terbanyak.

HAMAS juga disorot karena DPRD Kaltim ternyata ikut menguras APBD sebesar Rp6,8 miliar untuk pembelian mobil pimpinan Dewan. Karena itu ada yang bilang, kelakukan Gubernur dan DPRD ibarat pepatah yang berbunyi: Setali Tiga Uang. Artinya, kelakuan sama saja.(*)

Semarak Takbiran Keliling di Ibukota Kutai Kartanegara

March 21, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara berlangsung meriah dan penuh khidmat.  Masyarakat tumpah ruah ke jalan untuk mengikuti pawai takbiran keliling, mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh, Jumat (20/03/2026).

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir memantau kegiatan. Selain melepas peserta pawai takbiran keliling, rombongan juga melakukan patroli ke sejumlah titik strategis guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif menjelang pelaksanaan salat Idulfitri.

Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjaga suasana tetap tertib dan penuh kebersamaan. Ia juga menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga keamanan selama malam takbiran hingga hari raya berlangsung.

“Kami bersama Forkopimda turun langsung untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Alhamdulillah, situasi terpantau kondusif dan penuh semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta melengkapi surat-surat kendaraan sebelum berangkat.

“Selain itu, sebelum meninggalkan rumah, pastikan kompor sudah dimatikan dan instalasi listrik dalam kondisi aman untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Pawai takbiran keliling tahun ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari masjid, mushola, organisasi keagamaan, hingga pelajar. Beragam hiasan lampu dan miniatur bernuansa Islami turut memeriahkan iring-iringan kendaraan, menambah semarak malam kemenangan.

Dengan pengamanan yang ketat serta kesadaran masyarakat yang tinggi, malam takbiran di Kutai Kartanegara tahun 2026 berlangsung lancar, aman, dan penuh suka cita, menjadi penanda datangnya hari kemenangan yang dinantikan umat muslim. (rin)

Salat Idul Fitri di IKN

March 21, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ALHAMDULILLAH,  saya bisa salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (21/3) pagi. Niat ini sudah setahun lalu ketika Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bilang Masjid IKN sudah siap. Tapi sayangnya baru tahun ini bisa dilaksanakan.

Masjid Negara Nusantara di waktu subuh menjelang salat Idul Fitri 1447 Hijriah

Saya berangkat dari Balikpapan sekitar pukul 04.00 dini hari. Ditemani  anak muda, yang namanya juga Rizal. Dia merintis usaha di bidang usaha event organizer (EO) khususnya dalam penyiapan peralatan atau properti acara. Sudah beberapa kali terlibat di kegiatan IKN bersama Ketua HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti. Rizal berharap pasca lebaran, event di IKN marak lagi.

Tol IKN khusus di hari Idul Fitri dibuka sejak 4.30 dini hari. Meski sebagian masih gelap, perjalanan cukup lancar.  Hanya memakan waktu 60 menit atau 1 jam saya sudah sampai di Masjid IKN, yang namanya Masjid Negara Nusantara. Tak jauh dari Istana Garuda. Segar sekali udara di sana.

Seperti juga di tempat lain, salat Id dimulai pukul 07.00. Bertindak sebagai imam, Dr Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta, yang juga Imam Istiqlal. Sedang tampil sebagai khatib adalah Prof Muhammad Abzar Duraesa, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN Aji Muhammad Idris Samarinda.

Panitia mempersiapkan cadangan untuk imam sekaligus khatib adalah Dr M Aroka Fadli, SQ, M.Ag, dosen Universitas STAI Al-Muhajirin, Purwakarta. Bukan Purwokerto. Purwakarta adalah kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

Untuk petugas bilal atau muazin, panitia mempercayakan kepada juara MTQ, Ustaz  M Rasky Raehan dan Ustaz Muhammad Rifki Iksani.

Masuk ke Masjid IKN kita disambut sejumlah remaja mengenakan stelan jas. Rapi sekali. Saya sempat kaget karena yang putri tidak mengenakan kerudung. Ternyata mereka non muslim, yang sukarela bertugas agar saudaranya yang Islam bisa salat Idul Fitri dengan lancar.

Suasana pelaksanaan salat Id di Masjid Nusantara mirip seperti yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Maklum Masjid Nusantara pada saatnya nanti akan menggantikan posisi Istiqlal sebagai Masjid Negara.

Jamaah yang datang juga membludak. Ribuan orang. Tidak saja pekerja dan staf IKN, tapi juga warga PPU, Paser, Balikpapan dan Samarinda. “Niat kita mau menjadi orang pertama yang salat Idul Fitri di Masjid IKN,” kata Ibu Rohayah dari Samarinda penuh semangat. Dia berangkat dari Samarinda bersama keluarganya sejak pukul 02.00 dinihari.

Niat yang sama diutarakan Pak Hasan, warga Muara Rapak Balikpapan. Dia kaget saya duduk di sampingnya. Pak Hasan datang dengan dua cucunya yang baru tiba dari Surabaya. Mereka senang sekali bisa salat Id di Masjid IKN.

Bersama Pak Bas seusai salat Idul Fitri di Masjid Negara Nusantara

Kapasitas Masjid Nusantara mampu menampung 29 ribu jamaah. Malah dikembangkan dua kali lipat, sehingga nantinya bisa disalati 60 sampai 65 ribu orang. Khusus di ruang ibadah utama, kira-kira bisa dimuati 6 ribuan jamaah.

Masjid ini dirancang seniman Bali, I Nyoman Nuarta dengan ciri khas berbentuk sorban. Sebagai pelaksana pekerjaan adalah PT Hutama Karya (Persero) melalui Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya  (Persero) Tbk dengan biaya di atas Rp900 miliar atau mendekati 1 triliun rupiah.

Kompeks Masjid Nusantara sengaja dirancang inklusif. Selain area utama ibadah, tersedia juga bangunan panjang untuk ruang serba guna, area komersial UMKM hingga fasilitas literasi digital. Saya sempat beli roti besumap di sana untuk ganjal perut.

Nikmat sekali wudhu di Masjid Nusantara. Mirip seperti di Istiqlal. Toiletnya juga sangat modern dan bersih. Membuat kita nyaman dan takjub menggunakan fasilitas di situ.

IKN KIBLAT PERADABAN

Sebelum salat Id dimulai, Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin selaku Ketua Panitia Ramadan Masjid IKN sempat memberikan laporan.

Dia mengatakan, pelaksanaan ibadah Ramadan di Masjid Negara IKN berlangsung sejak awal Ramadan. Mulai buka puasa bersama, salat tarawih sampai penerimaan zakat. “Alhamdulillah semua berjalan lancar, jadi akan kita lanjutkan dengan kegiatan ibadah lainnya di hari-hari mendatang,” jelasnya.

Yang menarik penarikan infaq masjid tidak mengedarkan kotak amal seperti masjid lainnya. Tetapi cukup melalui aplikasi QRIS. “Alhamdulillah terhimpun dana lebih 200 juta rupiah,” kata Alimuddin, yang sebelumnya pejabat di Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Isi khotbah Idul Fitri yang disampaikan Prof M Abzar Duraesa cukup menarik. Dia menyinggung pembangunan IKN sebagai kiblat peradaban. Karena konsep pembangunan IKN mencerminkan keharmonisan dengan alam (forest city), pemerataan pembangunan dan kecerdasan dalam penerapan teknologi (smart city).

Berkaitan dengan makna Idul Fitri, dia mengatakan sebagai momen umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. “Kita bukan berperang dengan orang lain, tapi berperang dengan diri sendiri, dengan hawa nafsu,” kata Prof Abzar.

Seusai salat, saya sempat bertemu Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, yang akrab dipanggil Pak Bas. “Apa kabar Mas,” tanyanya. Pas Bas dikerubuti jamaah yang ingin foto bersama. Dia melayani satu persatu. Malah ada sejumlah anak-anak dapat THR dari Pak Bas.

Pak Bas mengaku senang pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid IKN berlangsung lancar.  “Alhamdulillah akhirnya Masjid Nusantara untuk pertama kalinya kita gunakan untuk salat Idul Fitri,” katanya.

Mantan Menteri PU era Presiden Jokowi ini menyatakan optimis IKN siap berfungsi sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028 seperti target yang diberikan Presiden Prabowo.

Pulang dari IKN, saya langsung ke rumah ibu saya di kompleks Bangun Reksa, Km 6 Balikpapan Utara. Di sana bergabung semua keluarga. Kami ramai-ramai makan soto Banjar. Dulu Ibu yang bikin. Tapi karena usianya sudah lanjut, maka  dibuat adik-adik. Enak juga sambil bermaaf-maafan. Sambil mengucapkan takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillah Ilham.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb