Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru untuk Masa Depan Sawit Indonesia

April 10, 2026 by  
Filed under Nusantara

SIMALUNGUN – Lebih dari empat dekade lalu, sebuah langkah kecil dalam dunia serangga mengubah wajah industri kelapa sawit Indonesia. Pada tahun 1982, introduksi serangga penyerbuk menjadi titik balik yang mendorong lonjakan produktivitas secara signifikan.

Sejarah itu seperti menemukan babak barunya. Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, tiga pendatang baru dari Tanzania resmi diperkenalkan yakni Elaeidobius Subvittatus, Elaeidobius Kamerunicus, dan Elaeidobius Plagiatus.

Meski berukuran kecil, peran serangga penyerbuk sangat besar dalam menentukan terbentuknya buah yang menjadi sumber utama produksi minyak sawit.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyebut inovasi ini sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang industri sawit Indonesia.

“Kita belajar dari sejarah bahwa inovasi kecil bisa membawa dampak besar,” ujarnya saat dalam sambutan yang dibacakan Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian Ebi Rulianti.

Selama ini, banyak yang melihat kelapa sawit dari sisi luas lahan dan produksi. Namun di balik itu, terdapat proses biologis yang sangat menentukan penyerbukan alami oleh serangga.

Ebi Rulianti menyampaikan, momentum ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Ia menambahkan, keberadaan serangga penyerbuk tersebut dinilai mampu menekan biaya dalam kegiatan budi daya, khususnya pada aspek penyerbukan, sehingga mendukung efisiensi di sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kita menandai langkah strategis dalam keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Keberadaan serangga ini sangat mampu menurunkan cost dalam produktivitas sawit,” Kata Ebi dalam sambutan pelepasan serangga penyerbuk di Simalungun yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-45 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Selain Kementan RI dan GAPKI, introduksi serangga penyerbuk hingga pelepasan ini juga melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Badan Karantina Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), dan konsorsium perusahaan anggota GAPKI.

Ebi menegaskan, seluruh proses yang dilakukan sudah melalui tahapan ilmiah dan regulasi yang sangat ketat serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Mulai eksplorasi dari negara asal, kemudian pengujian yang komprehensif ini melibatkan Agen hayati juga kementerian dan Lembaga. Dari seluruh pengujian tersebut menunjukkan bahwa spesies yang diintroduksi memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Langkah yang kita ambil ini adalah kebijakan berbasis sains, terukur dan tetap menjujung tinggi prinsip kehati-hatian,” papar Ebi.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, menilai momentum ini sebagai simbol kesinambungan inovasi.

“Ini bukan hanya soal serangga, tetapi tentang bagaimana kita menjaga masa depan industri sawit Indonesia,” katanya.

Ketiga spesies penyerbuk tersebut telah melalui serangkaian pengujian ilmiah dan dinyatakan aman untuk dikembangkan. Harapannya, mereka dapat memperkuat sistem penyerbukan sekaligus meningkatkan ketahanan ekosistem perkebunan.

Menurut Eddy, pelepasan serangga ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang refleksi bahwa masa depan industri sawit nasional. Upaya memajukan industri ini sangat bergantung pada kemampuan menggabungkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kolaborasi.

Dari Tanzania ke Simalungun, langkah kecil ini membawa harapan besar lahirnya generasi baru kelapa sawit Indonesia yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan.(*)

Telkomsel Kembali Perkuat Ekosistem Digital, Hadirkan Final Pitching 10 Technopreneur Terbaik untuk Dampak Nyata Berbasis AI

April 10, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Telkomsel kembali menyelenggarakan NextDev Summit 2026 sebagai puncak program impact incubator NextDev ke-11

JAKARTA – Telkomsel menyelenggarakan NextDev Summit 2026 sebagai puncak program impact incubator NextDev ke-11, menampilkan Final Pitching 10 technopreneur terbaik dengan inovasi berbasis AI, sesi konferensi, showcase, serta ruang kolaborasi dengan mentor dan alumni, investor, serta mitra ekosistem digital.

Bertemakan “Unleashing AI Impact”, program ini menjadi momentum penting di tengah melemahnya pendanaan technopreneur di Asia Tenggara, sekaligus menegaskan komitmen Telkomsel mendorong lahirnya solusi digital berbasis AI yang dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri.

Sejalan upaya memperkuat ekosistem inovasi digital nasional, NextDev mendapat dukungan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan memperkuat kedaulatan digital.

Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, mengatakan, perjalanan satu dekade, bukan perjalanan yang mudah. Kita semua adalah pemenang yang bersama-sama membangun ekosistem. Telkomsel, sebagai infrastruktur dan platform yang signifikan, adalah langkah awal bagaimana kita semua bisa memastikan kedaulatan digital.

“Dengan mendukung penguasaan AI, kami berharap NextDev bisa terus membantu kita membangun ekosistem digital yang benar-benar kita butuhkan,” kata Ahmad Ridha Sabana.

AI Sebagai Akselerator Dampak

Sejalan dengan fokus AI-Powered Innovation melalui NextDev tahun ini, Telkomsel menegaskan bahwa AI adalah telah menjadi lebih dari sekadar tren. AI berperan penting sebagai akselerator untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat validasi produk technopreneur, hingga memberi kontribusi ekonomi yang signifikan secara nasional dan global.

Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, menyampaikan, NextDev telah menghasilkan bakat-bakat hebat di Indonesia. 10 tahun itu adalah bukti konsistensi, karena saya percaya bahwa segala sesuatu yang berhasil itu tentu melalui proses dan kerja keras dan juga konsistensi.

“Teknologi AI adalah sebuah keniscayaan, namun jangan dijadikan sebagai sumber kreatif utama karena AI hanyalah mesin canggih yang bisa mempercepat berbagai proses kerja kita. Tetapi proses kreatif, proses pemilihan pertama, bagusnya dari kita selaku kreator. Jangan takut gagal, karena kegagalan itu justru menjadi tangga yang baik untuk kita belajar lebih baik lagi,” ujar Yovie.

Puncak Program NextDev: Summit & Final Pitching

Rangkaian Summit menghadirkan agenda utama seperti Welcome Remarks dari Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, Keynote Speech dari Yovie Widianto, sesi Final Pitching, diskusi ekosistem NextDev Talks, serta Awarding pengumuman pemenang. Sebelum Summit, para finalis mengikuti fase Academy melalui Bootcamp yang mencakup mentoring, expert sessions, dan ecosystem benchmarking.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan, Indonesia ini penuh dengan talenta yang sangat potensial. Ditambah dengan dukungan yang besar dari pemerintah, potensi digital tanah air ini bisa meningkat dari waktu ke waktu. Telkomsel punya visi agar kita semua bisa memberdayakan bangsa Indonesia dalam kesehariannya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik hari ini, dan lebih baik lagi ke depannya.

“Oleh karena itu, kami secara konsisten terus melakukan scouting dan development melalui program NextDev,” kata Nugroho.

Finalis Terbaik NextDev ke-11 dan Fokus Solusinya

NextDev Summit mempertemukan Top 10 technopreneur dari berbagai kota di Indonesia. Setelah melalui proses pitching dan penilaian juri, technopreneur Tax Point asal Tabanan, Bali, terpilih sebagai Best of The Best NextDev ke-11 dengan solusi layanan konsultasi pajak yang responsif dan terjangkau dengan ahli bersertifikasi, membebaskan klien dari kerumitan administratif pajak.

Founder Tax Point, Pande Putu Khrisna Ariyudha, memaparkan, NextDev ke-11 memberikan ruang belajar yang sangat berharga. “Pendampingan mentor dan akses jejaring NextDev telah membantu memperjelas masalah nyata yang kami sasar, model bisnis yang kami butuhkan, hingga strategi implementasi AI yang perlu kami kembangkan. Semua yang kami dapatkan dari NextDev akan menjadi bekal penting bagi Tax Point untuk melangkah lebih kuat dan tumbuh lebih baik lagi ke depan,” jelasnya.

Adapun Epployee asal Bandung, Jawa Barat, pun terpilih menjadi Runner Up dengan solusi ekosistem HRIS (Human Resource Information System) berbasis Cloud dan AI dalam satu platform. Kemudian, technopreneur Sumrize dari Subang, Jawa Barat, juga terpilih sebagai Most Attractive Digital Business dengan solusi platform AI yang dapat merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis agar pengguna memahami inti diskusi tanpa perlu membaca ratusan pesan.

Dampak Program NextDev

Sejak awal digelar, NextDev telah membina technopreneur melalui tiga fase umum (Scouting–Academy–Summit), dengan capaian: menginkubasi 162 technopreneur terbaik dari 6.798 terdaftar, menghadirkan partisipasi dari 229 judge dan 2.316 expert + mentor, menyelenggarakan 127 sesi seminar dan 113 expert talks, serta mencatatkan 995 mentoring hours. Ke depan, NextDev terus membuka peluang networking, matchmaking, piloting, hingga potensi integrasi dan kemitraan dengan ekosistem Telkomsel.

Informasi lebih lanjut mengenai NextDev dapat diakses melalui nextdev.co.id.

Bupati Kukar Lantik Pj Kades Jonggon

April 10, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri  melantik Penjabat (Pj) Kepala Desa Jonggon sebagai tindak lanjut atas wafatnya kepala desa sebelumnya. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Permusyawaratan Desa (BPD) di salah satu kecamatan di wilayah Kukar, Kamis (09/04/2026).

Pelantikan tersebut merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri menyampaikan,  pelayanan kepada masyarakat tidak boleh mengalami kekosongan. Oleh karena itu, sebelum ditetapkannya kepala desa definitif sesuai mekanisme yang berlaku, maka ditunjuk terlebih dahulu penjabat kepala desa untuk mengendalikan jalannya pemerintahan di desa.

“Keberadaan Pj Kepala Desa memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan desa serta memastikan program-program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” tegas Aulia Rahman.

Aulia juga mengingatkan anggota Badan Permusyawaratan Desa yang baru dilantik melalui mekanisme PAW agar dapat menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal, khususnya dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap melalui pelantikan ini, penyelenggaraan pemerintahan desa tetap berjalan efektif, responsif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat hingga terpilihnya kepala desa definitif sesuai ketentuan yang berlaku. (rin)

Jejak Sejarah Pembangunan Kukar di Pameran Kearsipan

April 10, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Pameran Kearsipan Tahun 2026 dengan mengusung tema “Jejak Sejarah dan Perkembangan Kutai Kartanegara”, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus upaya pelestarian arsip sebagai sumber informasi sejarah dan identitas daerah. Pameran menampilkan berbagai koleksi arsip penting seperti dokumen pemerintahan, foto-foto bersejarah, hingga rekaman perjalanan pembangunan Kutai Kartanegara dari masa ke masa.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mengenal lebih dekat sejarah daerah serta memahami pentingnya arsip sebagai bukti autentik perjalanan bangsa.

Pada kesempatan yang sama Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri memberi penghargaan hasil pengawasan kearsipan internal tahun 2025. Penghargaan diberikan kepada perangkat daerah yang dinilai telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan arsip.

Aulia Rahmanjuga mengapresiasi penyelenggaraan pameran kearsipan yang dinilai mampu menjadi media pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami sejarah dan perkembangan Kutai Kartanegara.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap kesadaran akan pentingnya arsip semakin meningkat, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat luas, sehingga warisan sejarah daerah dapat terus terjaga dan dimanfaatkan secara optimal,” kata Aulia. (rin)

Edukasi Penangangan Kecelakaan Lalu Lintas, Jasa Raharja Gelar PPGD

April 10, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – PT Jasa Raharja terus menunjukkan komitmennya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda melalui kegiatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di SMKN 10 Samarinda, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan edukatif ini disampaikan petugas Jasa Raharja, Ikhsan Nur Abadi, yang memberikan pemahaman kepada para siswa terkait pentingnya keselamatan berkendara, etika berlalu lintas, serta peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Ikhsan menyampaikan, kemampuan pertolongan pertama sangat penting dimiliki oleh masyarakat dan petugas di lapangan, mengingat penanganan awal yang cepat dan tepat dapat meminimalkan risiko fatalitas akibat kecelakaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Jasa Raharja dengan Pihak Sekolah di SMKN 10 Samarinda. Melalui pelatihan PPGD ini, diharapkan para peserta dapat lebih sigap dan percaya diri dalam memberikan pertolongan awal saat menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para siswa. Berbagai pertanyaan seputar keselamatan berkendara dan perlindungan dari Jasa Raharja menunjukkan tingginya minat peserta terhadap materi yang disampaikan.

Pihak SMKN 10 Samarinda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Edukasi seperti ini dinilai sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas.

Melalui program PPGD, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan edukatif dan preventif sebagai bagian dari upaya menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, diharapkan tercipta sistem penanganan kecelakaan yang lebih cepat, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb