Calon Peserta MTQN XXXI Ikuti Tryout

July 15, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus memantapkan persiapan menuju perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQN) XXXI di Jawa Tengah Tahun 2026.

Dikatakan Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni melalui Wakil Ketua II Dasmiah, pelatihan tidak sebatas pemusatan pelatihan melalui Training Center (TC), tetapi juga latihan uji tanding melalui tryout dihadapan dewan hakim dan disaksikan anggota majelis taklim serta ratusan pelajar madrasah se Samarinda.

“Kita ingin mereka benar-benar siap. Tidak hanya dari segi kemampuan, tetapi juga secara mental saat tampil di depan orang banyak,” ujar Dasmiah saat meninjau pelaksanaan Tryout Calon Peserta MTQN XXXI, di  Sekretariat LPTQ Kaltim, Rabu (15/7/2026).

Tryout dilaksanakan dua hari 14 – 15 Juli 2026 dengan melibatkan anggota majelis taklim dan ratusan siswa dari MAN PK dan MAN 2 Samarinda, serta dari MTSN Samarinda sebagai penonton.

“Semoga tryout berjalan lancar dan memberikan manfaat peningkatan kualitas calon peserta. Dan pada saat sudah ditetapkan sebagai peserta bisa benar-benar bisa tampil maksimal memberikan yang terbaik bagi Bumi Etam Kaltim,” harapnya.

Bagi anak madrasah yang menjadi penonton Dasmiah berharap kehadiran sekaligus pembelajaran dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri untuk mencapai prestasi.

“Jadikan ini penyemangat. Kalian juga bisa jadi seperti mereka yang tampil di panggung. Semua punya kesempatan. Tinggal mau apa tidak berusaha. Terlebih ada beberapa peserta juga berasal dari sekolah yang sama seperti kalian,” pesannya. (AM)

Pemkab Kutai Barat Perkuat Pengawasan Angkutan Kendaraan

July 15, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat menegaskan komitmennya dalam menertibkan operasional angkutan kendaraan sebagai upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas, melindungi infrastruktur jalan, serta mendorong kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Sosialisasi Penertiban dan Normalisasi Operasional Angkutan Kendaraan yang digelar secara virtual melalui Zoom di Ruang Koordinasi Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan dipimpin Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam (Asisten II) Setkab Kutai Barat, Ali Sadikin, mewakili Bupati Kutai Barat, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat, Rita Nursandy.

Rapat tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan perusahaan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, serta sejumlah instansi terkait, di antaranya Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Samarinda, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kalimantan Timur.

Membacakan sambutan Bupati Kutai Barat, Ali Sadikin menegaskan bahwa kebijakan penertiban dan normalisasi kendaraan bukan bertujuan menghambat aktivitas dunia usaha, melainkan menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen penuh untuk menegakkan aturan yang berlaku. Sosialisasi ini bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi atau dunia usaha, melainkan menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan mengutamakan keselamatan,” ujar Ali Sadikin.

Menurutnya, kendaraan angkutan yang beroperasi tidak sesuai spesifikasi teknis, baik dari sisi dimensi maupun kapasitas muatan, berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas sekaligus mempercepat kerusakan jalan dan jembatan. Oleh karena itu, seluruh pemilik kendaraan dan pelaku usaha diminta segera melakukan normalisasi kendaraan dengan mengembalikan dimensi serta kapasitas angkut sesuai standar uji tipe yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan Dinas Perhubungan bersama aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan di lapangan secara humanis, profesional, dan tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan kepastian hukum sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.

Ali Sadikin menekankan, keberhasilan penataan operasional angkutan kendaraan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga dunia usaha. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengawasan yang efektif, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar.

“Mari kita jadikan momentum sosialisasi ini sebagai titik awal penataan transportasi angkutan yang lebih tertib, aman, dan selamat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman. Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap seluruh perusahaan dan pemilik kendaraan angkutan dapat segera menyesuaikan operasional kendaraannya dengan ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengurangi kerusakan infrastruktur, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi yang tertib, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Barat. (Ars/Adv-DiskominfoKubar)

Sebanyak 183 Mahasiswa KKN Kolaborasi Siap Mengabdi di Kutai Barat

July 15, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat secara resmi menerima 183 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama 41 hari, mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026, di 18 kampung dan 1 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan. Prosesi penerimaan dipimpin Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Selasa(14/7).

Nanang Adriani menyampaikan KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, melalui KKN Kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi, solusi, serta pendampingan yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan kampung.

“Melalui KKN Kolaborasi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi, inovasi, serta pendampingan bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan potensi lokal, dan mendukung pembangunan kampung,” ujar Nanang.

Ia menjelaskan, tema KKN tahun ini, “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”, sangat sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mempercepat pembangunan desa secara berkelanjutan.

Wabup juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat, menghormati adat istiadat dan budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kampung dan seluruh elemen masyarakat.

“KKN bukan hanya tempat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Jadikan kesempatan ini sebagai wadah mengabdi, belajar, dan membangun kepedulian sosial,” pesannya.

Nanang berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi mitra strategis pemerintah kampung dalam mendorong pembangunan yang lebih berkualitas sehingga mampu mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DMPK) Kutai Barat, Erlinsiana menyampaikan tahun ini Pemkab Kutai Barat menerima 183 mahasiswa Universitas Mulawarman yang berasal dari 11 fakultas, terdiri atas 69 mahasiswa laki-laki dan 114 mahasiswa perempuan.

Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Farmasi, Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kehutanan dan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Pertanian, serta Teknik.

Mereka akan ditempatkan di 18 kampung dan 1 kelurahan pada delapan kecamatan, yakni Kecamatan Barong Tongkok, Bongan, Damai, Melak, Sekolaq Darat, Mook Manaar Bulatn, serta wilayah lainnya yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengabdian.

Erlinsiana menjelaskan, selama pelaksanaan KKN mahasiswa diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah kampung melalui berbagai program prioritas, mulai dari penataan administrasi pemerintahan kampung, pemutakhiran profil kampung, pemetaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, hingga pendampingan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) guna meningkatkan kapasitas kelembagaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan aktif berkolaborasi dengan PKK, Posyandu, Karang Taruna, LPM, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), RT, hingga lembaga adat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Panitia KKN Kolaborasi Tahun 2026, Alamsyah, Ph.D, menjelaskan bahwa program KKN Kolaborasi merupakan pilot project yang diinisiasi bersama delapan perguruan tinggi di Kalimantan Timur.

Meskipun tahun ini peserta yang diterjunkan di Kutai Barat masih didominasi mahasiswa Universitas Mulawarman karena perbedaan kalender akademik perguruan tinggi mitra, ke depan diharapkan semakin banyak kampus yang dapat bergabung sehingga kolaborasi menjadi lebih luas.

Menurut Alamsyah, seluruh mahasiswa telah mendapatkan pembekalan intensif selama satu minggu yang melibatkan Kementerian Desa serta berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dosen pembimbing lapangan.

Pembekalan tersebut bertujuan agar program kerja mahasiswa selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa benar-benar memberikan nilai manfaat bagi desa tempat mereka mengabdi serta mampu mendukung program-program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah,” tuturnya.

Melalui KKN Kolaborasi 2026 ini, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mempercepat pembangunan kampung, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kabupaten Kutai Barat. (Ars/Adv-DiskominfoKubar)

KONI Kaltim Siapkan Aplikasi Pengelolaan Anggaran Cabang Olahraga

July 15, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur menyiapkan aplikasi pengelolaan anggaran bagi cabang olahraga (cabor) sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana hibah pembinaan olahraga. Sistem digital tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengawasan yang lebih efektif sekaligus mencegah potensi penyimpangan sejak dini.

Ketua KONI Kaltim H. Anderiy Syachrum menegaskan, penguatan tata kelola organisasi menjadi salah satu fokus kepengurusan baru. Karena itu, setiap penggunaan anggaran harus dikelola secara profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan agar pembinaan olahraga berjalan lebih optimal.

“Digitalisasi pengelolaan anggaran merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan dana pembinaan benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga,” ujar Anderiy, Rabu (15/7/2026).

Anderiy menjelaskan aplikasi tersebut nantinya dapat diakses oleh KONI Kaltim serta pengurus, atlet dan pelatih Cabor untuk memantau penggunaan anggaran di cabang olahraga masing-masing. Namun, akses tersebut tetap dibatasi sehingga setiap cabor hanya dapat melihat data keuangannya sendiri.

“Atlet juga bisa memonitor berapa bantuan yang diterima cabor dan digunakan untuk apa saja. Tetapi masing-masing cabang olahraga hanya bisa mengakses data keuangan mereka sendiri, tidak bisa melihat milik cabor lain,” Jelasnya.

Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono menyebut, pengembangan aplikasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua KONI Kaltim agar tata kelola organisasi semakin transparan dan akuntabel.

“Ketua Umum menginstruksikan kepada kami semua terkait keterbukaan anggaran dan transparansi. Penggunaan anggaran harus akuntabel karena KONI juga diperiksa oleh lembaga-lembaga yang berwenang, sehingga semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, aplikasi itu masih dalam tahap pengembangan bersama tim internal KONI Kaltim. Setelah rampung, sistem akan menjadi bagian dari pembenahan tata kelola organisasi, khususnya dalam pengelolaan dana pembinaan cabang olahraga.

“Ini sedang di-create bersama tim. Nanti kalau sudah launching akan kami sampaikan. Memang membutuhkan waktu karena ini bagian dari pembenahan agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Melalui sistem tersebut, setiap cabang olahraga nantinya dapat mengelola sekaligus memantau penggunaan anggarannya sendiri. Selain itu, aplikasi juga dirancang mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak awal sehingga KONI dapat segera mengambil langkah evaluasi.

“Kami berharap kalau ada penyimpangan bisa terdeteksi sejak dini. Dengan begitu KONI bisa memberikan reward maupun punishment sesuai hasil pengawasan,” tutup Nidya. (*)

Pecatur Kaltim Perkuat Tim Indonesia di Olimpiade Catur

July 15, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Kalimantan Timur kembali menorehkan kebanggaan di pentas olahraga nasional. Pecatur putri andalan Benua Etam, Woman Grandmaster (WGM) Chelsie Monica Ignesias Sihite, dipastikan memperkuat tim nasional Indonesia pada ajang Olimpiade Catur 2026 yang akan digelar di Samarkand, Uzbekistan, September mendatang.

Kepastian itu diperoleh setelah Chelsie sukses melewati Seleksi Nasional (Seleknas) Tim Olimpiade Catur Indonesia yang berlangsung selama tujuh hari di Bandung. Seleknas tersebut menjadi ajang penentuan para pecatur terbaik Indonesia yang akan membawa Merah Putih bersaing di kejuaraan catur beregu paling bergengsi di dunia.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur, H. Akhmed Reza Fachlevi menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Chelsie menjadi bukti bahwa Kalimantan Timur terus mampu melahirkan atlet yang kompetitif di level nasional maupun internasional.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Chelsie kembali mendapat kepercayaan membela Indonesia di Olimpiade Catur. Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasinya selama bertahun-tahun dalam menekuni olahraga catur,” ujar Reza.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur itu mengatakan, tampil di Olimpiade Catur bukan sekadar prestasi individu, tetapi juga membawa nama daerah dan bangsa di hadapan negara-negara terbaik dunia.

“Kami berharap Chelsie dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia. Pengalaman yang dimilikinya di berbagai kejuaraan internasional tentu menjadi modal yang sangat berharga menghadapi persaingan di Olimpiade nanti. Kami juga berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Kaltim untuk terus berlatih dan berani bermimpi tampil di level dunia,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Pengprov Percasi Kalimantan Timur, Abdul Hassan menilai keberhasilan Chelsie merupakan buah dari proses pembinaan yang panjang, disiplin yang konsisten, serta pengalaman bertanding di level internasional.

“Chelsie adalah sosok atlet yang memiliki dedikasi luar biasa. Ia telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan mental bertanding yang kuat, atlet Kalimantan Timur mampu bersaing dengan pecatur terbaik Indonesia hingga akhirnya dipercaya memperkuat tim nasional,” ujar Abdul Hassan.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Chelsie menjadi motivasi bagi Percasi Kaltim untuk terus meningkatkan pembinaan atlet, mulai dari kelompok usia hingga atlet elite.

“Kami berharap keberhasilan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh atlet catur di Kalimantan Timur. Percasi Kaltim akan terus berupaya meningkatkan pembinaan agar semakin banyak atlet daerah yang mampu mengikuti jejak Chelsie dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” tuturnya.

Chelsie sendiri merupakan salah satu pecatur putri terbaik yang dimiliki Indonesia. Berbagai prestasi telah ditorehkannya, termasuk meraih gelar Woman Grandmaster (WGM) dan mempersembahkan sejumlah prestasi bagi Indonesia di berbagai ajang internasional.

Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan, akan menjadi ajang olahraga catur paling bergengsi di dunia dengan mempertemukan para pecatur terbaik dari berbagai negara. Kehadiran Chelsie Monica di tim Merah Putih diharapkan mampu memperkuat peluang Indonesia meraih prestasi sekaligus kembali mengharumkan nama Kalimantan Timur di pentas internasional. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb