Usia Tidak Menghalangi Semangat Berkendara

July 4, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA  – Meski usia sudah lebih dari 50 tahun, mereka masih rutin menyalurkan hobi bermain bulutangkis di lapangan Pondok Surya Jalan PM Noor Samarinda di bawah naungan PB Sehati. Meski demikian, sesekali di tengah kejenuhan olahraga bulutangkis,  mereka menyalurkan hobi lain dengan mengendarai sepeda motor alias touring. Kali ini tujuan ke desa tanpa daratan Muara Enggelam Muara Muntai Kutai Kartanegara .

Mereka adalah Abdul Aziz yang juga pimpinan redaksi Berita Rakyat, Sugihartono pengusaha Roti Jempol yang juga jebolan dealer Yamaha, Cak To berprofesi sebagai pengusaha Buah Buahan dan  Mutanto pensiunan pegawai Dinas Pendidikan Propinsi Kaltim.

Perjalanan ke Muara Enggelam dimulai pukul 07.00 Wita dengan dengan sarapan pagi di warung nasi pecel perumahan Bumi Sempaja sebagai tempat titik kumpul

“Sebelum berangkat kami sarapan pecel isi kampung tengah di lapak perumahan bumi aembaja, lalu start menuju ke Kutai Kartanegara,” kata Cak To  sebagai penggagas Touring yang juga hoby Diving.

Sebelum berangkat Sugi menginfokan ke seluruh peserta untuk mengecek kondisi kendaraan masing masing baik kelengkapan kendaraan dan ganti oli. Selain itu membawa perlengkapan secukupnya baik itu baju touring, jaket dan sepatu serta sarung untuk keperluan sholat dan tidur

“Cek perlengkapan kendaraan dan bawa perbekalan secukupnya, karena di lokasi nanti ga ada penginapan, bawa sarung untuk sholat dan tidur,” kata Sugi menginfokan sebelum berangkat.

Tepat pukul 07.00 Wita rombongan berangkat dari Bumi Sempaja menyusuri rute Jalan PM Noor, Jalan Aw Syahrani, Jalan Kadrie Oening, Jalan P Suryanata dan selanjutnya menuju jalur 2 Kutai Kartanegara Negara untuk lanjut ke jalur arah Kota Bangun.

“Alhamdulillah perjalanan  santai dan setiap 2 jam kita stop untuk menjaga fisik dan stamina mampir warung kopi sambil rehat sejenak,’ terang Cak To sebagai Captain Rider .

Sekitar pukul 11.30 Wita perjalanan tiba di Kota Bangun dan dilanjutkan menyeberangi sungai menuju Muara Muntai dengan kapal. Rasa penat dan capek terobati setelah duduk diatas kapal sambil menikmati pemandangan sepanjang sungai. Kalau beruntung bisa melihat munculnya ikan pesut mengiringi laju perjalanan kapal.

Setibanya di Muara Muntai lanjut berpindah kapal untuk menyeberangi Muara Enggelam yang nota bene disebut bagaimana desa tanpa daratan.

Begitu juga saat malam tiba hanya ada penerangan dari Genset Diesel belum ada penerangan dari PLN, apalagi penginapan belum ada di muara Enggelam.

“Sementara kami nginap di tempat keluarga karena belum ada penginapan di sini. Alhamdulillah disambut baik dan pelayanan penyambutan kami sangat memuaskan, kami di jamu ikan bakar dan makanan khas Kutai. sangat menyenangkan,” terang Abdul Aziz puas .

Minggu pagi 19 Juli 2026 pukul 07.00 Wita rombongan balik dari Muara Enggelam menyeberangi sungai menuju Muara Muntai dan selanjutnya lanjut perjalanan menuju Kota Bangun. Selanjutnya dari Kota Bangun melanjutkan perjalanan darat menuju Kutai Kertanegara yakni dan singgah ke Martabak Kareh H Baen di Loa tebu sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Samarinda menuju rumah masing2 masing .

Mutanto bersyukur perjalanan touring Muara Enggelam berjalan lancer. Ini pengalaman touring pertama baginya.

“Terus terang sangat menyenangkan,” jelas Mutanto. (LKM)

Pemkab Berau Ingin Bahasa Banua Kembali Jadi Bahasa Pergaulan

July 4, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Masuknya Bahasa Banua ke dalam kurikulum muatan lokal dinilai bukan akhir dari upaya pelestarian bahasa daerah. Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menegaskan keberhasilan program tersebut justru ditentukan oleh sejauh mana Bahasa Banua tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sekolah hanya menjadi pintu awal untuk memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada generasi muda. Agar tidak tergerus perkembangan zaman, penggunaan Bahasa Banua harus terus hidup di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Kalau hanya dipelajari di ruang kelas, pelestariannya tidak akan maksimal. Bahasa itu harus dipakai dalam kehidupan sehari-hari supaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya usai peluncuran Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal, Kamis (2/7/2026).

Ia mengatakan, Bahasa Banua menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat Berau. Karena itu, pembelajaran di sekolah tidak hanya mengajarkan cara berbahasa, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan adat, budaya, hingga filosofi kehidupan masyarakat Berau kepada peserta didik.

Muhammad Said menilai derasnya arus digitalisasi membuat bahasa daerah semakin jarang digunakan oleh kalangan muda. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, hingga tokoh masyarakat.

“Anak-anak harus merasa bangga menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Kalau rasa bangga itu tumbuh, mereka akan ikut menjaga dan melestarikannya,” katanya.

Ia berharap peluncuran Bahasa Banua sebagai muatan lokal tidak sekadar menjadi program pendidikan, tetapi mampu membangun kesadaran bersama bahwa bahasa daerah merupakan identitas yang harus dipertahankan.

“Melestarikan Bahasa Banua bukan hanya tugas pemerintah atau guru, tetapi tanggung jawab kita semua. Dengan begitu, bahasa ini akan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Berau di masa depan,” pungkasnya. (Dy/Ok/OKe)

Pesona Bekudung Betiung Bersiap Guncang Panggung Nasional

July 4, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Riuh rendah musik tradisional dan sakralnya prosesi adat Dayak Ga’ai menggema di Balai Adat (Rumah Sunta), Kecamatan Sambaliung, Selasa (30/6/2026).

Festival Adat Bekudung Betiung bukan lagi sekadar pesta rakyat tahunan di Kampung Tumbit Dayak. Bertepatan dengan HUT ke-263 kampung tersebut, festival ini resmi dicanangkan untuk naik kelas menjadi magnet wisata nasional melalui Kharisma Event Nusantara (KEN).

Langkah besar ini mendapat dukungan penuh dari jajaran petinggi daerah. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis, hadir langsung dan disambut dengan prosesi adat yang sarat makna sebuah simbol kuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Potensi besar Bekudung Betiung diakui langsung oleh Kepala Adat Suku Dayak Ga’ai Kampung Tumbit Dayak, Muksin. Menurutnya, festival ini sudah saatnya dinikmati oleh audiens yang lebih luas, bukan hanya warga lokal.

“Ini bukan hanya kebanggaan Kampung Tumbit Dayak, tetapi juga Kabupaten Berau. Dukungan pemerintah sangat kami butuhkan agar festival ini memenuhi syarat masuk dalam KEN,” tegas Muksin optimis.

Senada dengan Muksin, Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, menaruh harapan agar perhatian pemerintah tidak berhenti pada ceremonial budaya saja. Ia bermimpi adanya pembangunan yang holistik di desanya. Infrastruktur pendukung destinasi budaya. Penguatan pertanian, perkebunan, dan pengelolaan sumber daya alam

“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut sehingga pembangunan kampung dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya,” harap Ahmad.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa keberagaman suku asli di Berau termasuk Dayak adalah aset tak ternilai. Pemerintah Kabupaten Berau siap pasang badan untuk memperjuangkan festival ini ke tingkat nasional.

“Festival ini memiliki nilai budaya yang tinggi. Kami berharap pemerintah provinsi dapat bersama-sama memperjuangkan agar Bekudung Betiung masuk dalam Kharisma Event Nusantara,” ujar Gamalis.

Gayung bersambut, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, melemparkan apresiasi tinggi kepada masyarakat Tumbit Dayak yang kokoh menjaga tradisi di tengah gempuran zaman modern. Namun, Seno juga mengingatkan satu poin krusial: Stabilitas Daerah.

Menurut Seno, untuk membangun pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan, kenyamanan investasi adalah kuncinya.

“Bila daerah aman dan kondusif, investasi akan tumbuh. Dampaknya bukan hanya bagi ekonomi, tetapi juga bisa mendukung pelestarian budaya melalui berbagai program kemitraan,” pungkas Seno Aji menutup festival dengan optimisme baru.

Dengan sinergi kuat antara adat, pemerintah, dan sektor swasta, Bekudung Betiung kini bersiap melangkah dari pedalaman Berau menuju pentas budaya nasional. Bersiaplah menyaksikan keajaiban Dayak Ga’ai yang akan memikat dunia. (adv)

Pemkab Kubar Perkuat Karakter Purnapaskibraka Melalui Diklat PIP

July 4, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) bagi Purnapaskibraka Tingkat Kabupaten Kutai Barat Tahun 2025 di Hotel Sidodadi, Kelurahan Simpang Raya, Jumat (3/7/2026). Kegiatan selama dua hari tersebut menjadi bagian dari Program Paskibraka untuk membentuk Purnapaskibraka menjadi Duta Pancasila yang memiliki pemahaman ideologi kebangsaan sekaligus karakter kepemimpinan.

Kegiatan dibuka Kepala Kesbangpol Kutai Barat Suwito yang mewakili Bupati Kutai Barat. Hadir pula perwakilan TNI AU, Mako Brimob, Polres Kutai Barat, Kodim 0912/Kutai Barat, Kejaksaan Negeri Sendawar, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Kalimantan Timur, serta para peserta Purnapaskibraka.

Kepala Kesbangpol Kubar Suwito menegaskan tugas seorang Purnapaskibraka tidak berhenti setelah sukses mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan. Menurutnya, para Purnapaskibraka memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menjadi teladan sekaligus penggerak dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Diklat ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah untuk mempersiapkan kalian sebagai benteng pertahanan bangsa, teladan bagi generasi muda, serta motor penggerak dalam membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” ujarnya.

Ia mengatakan tantangan ideologi di era digital semakin kompleks seiring derasnya arus informasi yang berpotensi mengikis rasa nasionalisme dan semangat gotong royong. Karena itu, peserta dibekali pemahaman Pancasila tidak hanya sebatas hafalan, tetapi sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Suwito menambahkan Pemkab Kutai Barat berkomitmen mendukung pengembangan generasi muda yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kokoh secara ideologis. Ia berharap seluruh peserta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila, menjaga keberagaman, serta memperkuat toleransi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kutai Barat, Ramadhan, menjelaskan pelaksanaan diklat mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka serta Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 sebagai aturan pelaksana.

Ia menyebutkan diklat berlangsung pada 3–4 Juli 2026 dan diikuti Purnapaskibraka tahun 2024 yang belum mengikuti pembinaan Duta Pancasila serta Purnapaskibraka tahun 2025 yang baru dikukuhkan usai Upacara Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni lalu.

Ramadhan mengatakan seluruh peserta merupakan data yang berasal dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tahun ini, untuk pertama kalinya narasumber dari BPIP Jakarta hadir langsung memberikan materi di Kutai Barat setelah pada tahun-tahun sebelumnya pembelajaran hanya dilaksanakan secara daring.

“Kami berharap kehadiran narasumber dari BPIP dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta sehingga mampu menyerap materi secara maksimal dan seluruh peserta dapat lulus hingga memperoleh sertifikat sebagai syarat menjadi Duta Pancasila,” katanya. (sugih/adv/DiskominfoKubar)

Semesta Academy Berbagi Inspirasi Kepemimpinan

July 3, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Semesta Academy kembali dipercaya menjadi mitra pengembangan sumber daya manusia. Kali ini, lembaga pelatihan dan pengembangan diri tersebut diundang sebagai narasumber dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Semester Pertama Tahun 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman, yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur Samarinda.

Pada kegiatan yang diikuti jajaran pimpinan fakultas tersebut, Semesta Academy menugaskan Master Trainer Endro S. Efendi, untuk menyampaikan materi bertajuk “Peningkatan Motivasi Kerja Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Koordinator Program Studi S1, S2, S3, serta Profesi.”

Sesi motivasi yang digelar pada Selasa (30/6/2026) itu dihadiri Dekan, Wakil Dekan, Ketua Senat, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, hingga para koordinator program studi di lingkungan FKIP Universitas Mulawarman.

Dalam pemaparannya, Endro menekankan kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi memerlukan kemampuan membangun motivasi diri, komunikasi yang efektif, serta budaya kerja kolaboratif agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

“Seorang pemimpin bukan hanya bertugas mengelola pekerjaan, tetapi juga membangun semangat, menciptakan kepercayaan, dan menginspirasi tim untuk terus berkembang. Ketika motivasi tumbuh dari dalam diri, maka kinerja organisasi juga akan meningkat,” ujarnya.

Selain menyampaikan materi, sesi pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi, refleksi, dan berbagai pendekatan yang mendorong peserta melihat tantangan organisasi dari perspektif yang lebih luas.

Salah seorang peserta, Mustamiroh, salah satu Koordinator Prodi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut.

“Pelatihan ini luar biasa menurut saya karena bisa mengetahui dan memotivasi diri untuk bisa melihat segala masalah dan situasi yang tidak sesuai dengan harapan itu bisa dilihat dari banyak sudut pandang dan fokus ke mencari solusinya,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Widya Indriati yang merupakan Sekretaris Dekan. Menurutnya, “Pelatihan yang disampaikan oleh pemateri dari Semesta Academy relevan dengan kebutuhan peserta, disampaikan secara jelas, sistematis, dan mudah dipahami. Pemateri juga interaktif serta mampu menciptakan suasana sharing yang menarik, sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan dengan antusias,” katanya.

Di akhir acara, Sudarman, selaku Ketua Senat FKIP Universitas Mulawarman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Semesta Academy yang telah memfasilitasi sesi pengembangan diri yang luar biasa ini. Tema ‘Bekerja dengan Hati’ yang diangkat bukanlah sekadar slogan, melainkan fondasi utama bagi semua yang berkecimpung di dunia pendidikan.

“Paparan yang disampaikan sangat menyentuh substansi terdalam dari tugas sebagai pendidik dan pelayan publik. Bekerja dengan hati adalah bentuk integritas tertinggi, mengubah rutinitas menjadi pengabdian, dan mengubah kewajiban menjadi sebuah panggilan jiwa. Sangat terkesan dengan cara materi ini dikemas secara aplikatif, yang tentunya akan menjadi stimulus positif bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan FKIP untuk bekerja lebih ikhlas, kreatif, dan berorientasi pada kemajuan mahasiswa.” tambahnya.

Rapat Tinjauan Manajemen FKIP Universitas Mulawarman merupakan agenda evaluasi rutin yang membahas capaian kinerja semester pertama sekaligus merumuskan strategi pencapaian target fakultas pada tahun 2026. Selain sesi motivasi, kegiatan juga diisi dengan paparan perkembangan bidang akademik, kemahasiswaan, kerja sama, keuangan, hingga evaluasi dan rencana tindak lanjut peningkatan kinerja fakultas.

Kepercayaan yang diberikan FKIP Universitas Mulawarman menjadi bukti semakin luasnya kolaborasi Semesta Academy dengan berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan dalam mendukung pengembangan kepemimpinan, komunikasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (esf)

« Previous PageNext Page »

  • vb