Bupati Kutai Barat Bangga, Kontingen Kubar Raih Dua Gelar Bergengsi di PENAS

July 2, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin mengapresiasi prestasi gemilang yang diraih kontingen Kubar pada Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Meski berangkat dengan keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, kontingen Kubar berhasil membawa pulang dua gelar bergengsi, yakni Juara 1 Paduan Suara dan Juara 1 Vokal Solo pada kategori Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kubar Stepanus Alexander Samson, Sekretaris Distan Muhammad Firdaus, jajaran Distan, serta peserta PENAS, di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2026).

“Ditengah keberangkatan yang terbatas karena efisiensi anggaran, kontingen Kubar mampu memberikan hasil terbaik. Mereka tidak hanya mewakili Kaltim, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Kubar di tingkat nasional,”ujar Frederick.

Ia menegaskan, Pemkab Kubar akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi petani, termasuk di bidang seni dan budaya, agar prestasi yang diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Kami akan terus berupaya memberikan dukungan sehingga potensi seni yang dimiliki para petani dapat berkembang lebih baik dan terus melahirkan prestasi,”katanya.

Sementara itu, Kepala Distan Kubar Stepanus Alexander Samson mengatakan keikutsertaan Kubar dalam PENAS merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pengiriman petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian dan unsur pendamping secara rutin.

Menurutnya, PENAS menjadi wadah pembelajaran bagi petani untuk bertukar pengalaman, mempelajari praktik terbaik, serta mengenal inovasi dan teknologi pertanian yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.

“Petani saat ini dituntut tidak hanya mampu berproduksi, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, berwirausaha, memanfaatkan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika pasar,”jelasnya.

Selain meningkatkan kapasitas SDM, PENAS juga menjadi kesempatan memperluas jejaring dengan petani dari berbagai provinsi, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga investor. Jejaring tersebut dinilai penting untuk membuka akses informasi, teknologi, pasar, dan peluang kerja sama bagi pengembangan sektor pertanian di Kubar.

Stepanus menjelaskan, Kubar mewakili Kaltim setelah menjadi pemenang pada Pekan Daerah XI KTNA Kaltim. Semula kontingen dijadwalkan mengikuti lomba paduan suara, vokal solo, tari tradisional dan karya wirausaha petani. Namun, keterbatasan anggaran membuat peserta tari tradisional tidak dapat diberangkatkan, sedangkan peserta karya wirausaha berhalangan mengikuti lomba.

Meski demikian, penampilan pada cabang paduan suara dan vokal solo yang digelar di Taman Budaya Limboto pada 20 Juni 2026 membuahkan hasil membanggakan. Berkat latihan dan pendampingan yang maksimal, kedua cabang tersebut berhasil meraih Juara I.

“Hari ini kami melaporkan kepada Bupati capaian yang berhasil diraih selama mengikuti PENAS XVII di Gorontalo. Kami optimistis pengalaman dan jejaring yang diperoleh akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan sektor pertanian Kubar”ujarnya.

Ia berharap pada PENAS Petani dan Nelayan XVIII yang akan digelar di Provinsi Lampung, Kubat dapat mengirim lebih banyak peserta agar semakin banyak petani yang memperoleh pengalaman, memperluas jejaring usaha, serta memperkuat kelembagaan petani demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (yan/adv/diskominfo)

FWK Nilai Komunikasi Pemerintah Masih Buruk

July 2, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai komunikasi publik pemerintahan Prabowo-Gibran masih buruk, sejumlah menteri, pejabat negara di Kabinet Merah Putih sering menunjukkan sikap nirempati, egois dalam menjawab berbagai kesulitan yang dihadapi warga masyarakat.

“Komunikasi publik perlu empati, pejabat negara perlu mendengar kesulitan yang dihadapi masyarakat. Sikap egois, denial yang sering dipertontonkan pejabat negara hanya akan menambah persepsi buruk sebagian masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,”ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane dalam diskusi kebangsaan di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Hadir dalam diskusi ini, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 1999-2022 Hendry Ch Bangun; Sekretaris FWK Dr Budi Nugraha; sejumlah pemimpin redaksi media massa dan pendiri FWK seperti M Nasir; Dadang Rachmat; Umi Sjarifah, Rudy Sitompul dan Herwan Pebriansyah.

Tanggal 1 Juli 2026, saat peringatan Hari Bhayangkara, Presiden Prabowo meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk merasakan penderitaan rakyat dan menjaga kepercayaan rakyat. Dua poin itu mendapat sorotan khusus dalam diskusi kebangsaan FWK.

Mantan wartawan senior Kompas, Hendry Bangun mengatakan, komunikasi dengan empati sangat diperlukan agar rakyat yang susah tahu pemerintah peduli. Kesulitan ekonomi rakyat meningkat— akibat krisis energi global dan melemahnya kurs rupiah— harus bisa dikomunikasikan dengan bahasa baik dan memberi harapan agar dapat membangun kepercayaan publik.

Meningkatnya beban hidup, bukan saja karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok, kondisi ini diperberat karena hilangnya mata pencarian akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami sebagian orang. Ada fenomena, ibu-ibu memunggut sisa sayuran di pasar— Untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Disamping komunikasi dengan empati, pejabat negara harus memiliki ‘sense of crisis’ agar kesulitan rakyat tidak menumpuk dan berkepanjangan,”tambah M Nasir, mantan wartawan Kompas lainnya.

FWK mencatat, komunikasi publik pemerintahan Prabowo-Gibran masih buruk karena mengabaikan empati dan “sense of crisis”. Tidak heran jika pejabat negara berpidato, sering ditanggapi  nitizen negatif di media sosial.

Kebijakan menaikkan harga Pertamax. Pemadaman listrik secara bergiliran di Jawa. Penjelasan terkait isu Koperasi Merah Putih adalah contoh-contoh kurangnya empati dan ‘sense of crisis’. Di sini beberapa pejabat negara memposisikan “si paling tahu”, “si paling mengerti” dan mengabaikan dampak, kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Dalam istilah wartawan senior M Nasir, ini sikap “mentang-mentang”, saya pejabat maka saya harus didengar, harus dimengerti, tapi di sisi lain tidak peduli dengan kesulitan yang dihadapi rakyat.

Herry Sinamarata, Koordinator Bidang Ekonomi FWK mengatakan, kebijakan transformasi ekonomi dan tantangan Indonesia harus bisa dikomunikasikan dengan baik. Ekonomi bukan saja soal angka, tapi juga narasi yang dapat menunjukkan arah ke depan sekaligus menumbuhkan optimisme, harapan yang lebih baik. *

Makin Jadi Referensi, Gaya Racing Look Grand Filano Naik Daun di Dunia Modifikasi

July 2, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Line up Classy Yamaha telah sukses jadi partner lifestyle yang mendukung mobilitas sekaligus gaya hidup generasi modern serta bertumbuh positif di lini modifikasi. Besarnya ketertarikan pada dunia modifikasi itu direspon Yamaha dengan menyediakan wadah Classy Modifest. Ajang itu dilaksanakan di berbagai wilayah mulai dari Mei hingga Juli 2026.

Saat ini tengah berkembang modifikasi Grand Filano racing look seperti yang muncul di area Bandung dan Makassar. Dari arena Classy Modifest tampil konsep racing look seperti milik Ilham Alpin, jawara kategori Proper Painting Grand Filano di Bandung. Karya modif itu dibuat simpel, minimalis dan tetap elegan berkelas sesuai identitas esensial Grand Filano. Acuannya ke negara tetangga Thai look yang tidak banyak merubah karakter jadi tetap mempertahankan bentuk bawaan motor.

”Identitasnya Grand Filano classy kalcer tapi saya mau buat yang berbeda pakai konsep Elegance Racing Look agar enak dilihat. Untuk basic color merah tapi tidak mau ekstrem kayak air brush atau hand painting, jadi tetap dengan konsep clean sehingga karakter classy tetap berasa. Saya coba eksplor merah yang lebih pekat dengan sentuhan cyralic gold agar kesannya mewah, kalau kena sinar matahari pantulan warnanya keluar. Konsep overall ke arah clean, simpel dan apapun yang diganti tetap dipresisikan sesuai bentuk dari Grand Filano. Modifikasi ini saya bangun bersama dengan teman dan sudah banyak yang tanya-tanya juga sebagai referensi,” ungkap Ilham Alpin.

Ubahan Grand Filano milik Ilham Alpin diantaranya menggunakan velg Fazzio yang di plug n play dengan lebar, lekukan, positioning tetap mengikuti velg bawaan Grand Filano. Knalpot spesial custom standard kirian diameter pipa 26 inch dengan kepresisian knalpot bawaan Grand Filano. Lalu memakai carbon untuk racing look buat tutup filter udara, spakbor belakang, cover tangki, spakbor depan bagian belakang. Baut 95 persen titanium. Jok custom sendiri cuttingan dengan 3 bahan, lis hitam dan jahitan merah.

Di sisi lain, Djulkipli Yanto “Kikie Gmuks” pemenang kategori Racing Look Grand Filano di Bandung, mencoba memilih pendekatan lebih kental DNA balap. ”Saya ambil konsep racing look untuk Grand Filano di acara Classy Modifest Bandung. Motornya di air brush, USD depan Aerox, velg Mio M3. Saat ini Grand Filano racing look sedang bertumbuh. Anak-anak Gen Z yang suka modifikasi dan pilih Grand Filano ingin konsep yang beda. Cocok dengan racing look gantengan, hadir sebagai variasi modifikasi selain kalcer. Grand Filano racing look ini dipakai Gen Z buat sunmori. Banyak yang sudah bertanya tentang modifikasi Grand Filano racing look saya, ke depannya konsep ini akan semakin ramai diminati,” ungkap Djulkipli Yanto “Kikie Gmuks”.

Yamaha menyambut baik pertumbuhan menarik modifikasi Grand Filano yang tampil menonjol dari acara Classy Modifest. ”Classy Modifest event yang digemari dan diikuti banyak penyuka modifikasi. Dari aktivitas tersebut melahirkan preferensi yang unik dan kreatif sesuai passion modifikasi enthusiast. Dari gelaran Classy Modifest, atensi para peserta juga mengarah pada mengadopsi sentuhan gaya balap buat Grand Filano. Daya tarik terkini itu tengah berkembang dengan selera racing look yang tetap mempertahankan identitas tampilan Grand Filano atau pilihan berkarakter balap yang kuat. Dinamika ini jadi opsi menarik buat penghobi modifikasi yang menyukai Grand Filano dan ingin memoles motor stylish itu tampil beda sekaligus atraktif,” papar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Dinsos Kaltim Serahkan Bantuan Kebutuhan Dasar Penyintas Kebakaran

July 2, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi penyintas kebakaran yang menghanguskan 11 rumah dan 1 bangsalan 3 pintu, di Jl. Cipto Mangun Kusumo Gg Ikhlas RT28, Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Samarinda, 27 Juni 2026.

Bantuan yang terdiri 19 paket permakanan, paket sandang, paket barang pengungsian, dan paket barang khusus kelompok rentan tersebut diserahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak didampingi Kabid Perlindungan Sosial Achmad Rasyidi, Rabu (1/7/2026).

“Ini bentuk kepedulian kita. Dan memang sudah menjadi tanggung jawab hadir memberikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas yang masuk kategori bencana provinsi, yakni dengan jumlah korban 51-100 jiwa,” akunya.

Menurutnya, pemerintah hadir setidaknya untuk meringankan beban mereka yang kurang beruntung menjadi korban bencana. Jangan sampai karena tidak ada perhatian akan semakin terpuruk hingga jatuh miskin.

“Korban bencana ini termasuk kategori rentan. Satu level di atas sedikit kategori miskin. Jika tidak mendapatkan penanganan bisa jatuh miskin. Untuk itu pemerintah harus hadir,” terangnya.

Adapun bantuan permakanan yang diserahkan masing-masing terdiri dari Beras @5kg, Gula Pasir @ 1 kg, Kornet @ 1 kaleng, Sardern@ 1 kaleng, Biskuit @ 1 kaleng, Mie instan @ 1 dos, Minyak goreng @ 1 liter, dan Susu kental manis @ 1 kaleng.

Kemudian paket sandang terdiri dari Sarung, Selimut, Handuk, Seragam Sekolah, Sepatu Sekolah, Pakaian Dalam Pria, Kaos Dalam Pria Dewasa, Kaos Kerah Pria, Pakaian Dalam Wanita (CD & Bra), Pakaian Wanita (Daster), dan Perlengkapan Mandi (Sikat Gigi,Sabun Mandi,Shampo).

Untuk paket barang pengungsian terdiri dari Terpal Plastik, Matras, Bantal, dan Alat Dapur. Serta paket barang khusus kelompok rentan terdiri dari Popok Anak, Popok Dewasa, Pembalut, Perlengkapan Mandi Anak, Susu Ibu Hamil, Susu Lansia, Susu Balita, Bubur Bayi, dan Snack Bayi.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis ke Lurah Simpang Tiga M Yulian Mustofa P didampingi Ketua RT 28 Bukran dan juga ke penyintas bencana kelompok rentan. (AM)

Desa sebagai Lumbung Air dan Pangan, Jangan Diubah Menjadi Kota

July 2, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Misman *)

Ketahanan air, pangan, dan energi adalah isu penting secara global maupun nasional. Ketiga kebutuhan pokok ini bersumber langsung dari alam. Agar alam dapat menyediakannya secara berkelanjutan, lingkungan di wilayah pedesaan harus tetap dijaga dan dipelihara. Di sanalah letak sumber air dan pangan, sehingga desa seharusnya dikembangkan sebagai lumbung air dan pangan, bukan diubah menjadi kota.

Gunung, bukit, lembah, rawa, sawah, ladang, sungai, dan laut membentuk satu kesatuan ekosistem. Jika salah satu bagiannya beralih fungsi, daya dukung lingkungan akan terganggu dan pasokan air serta pangan pun menurun.

Berbeda dengan kota yang berorientasi pada permukiman, jasa, dan perdagangan, desa memiliki kepadatan penduduk lebih rendah dengan mayoritas warga bekerja di sektor pertanian dan perikanan. Kondisi ini secara alami menjaga kelestarian alam. Desa dan kota saling melengkapi: desa sebagai penyedia, kota sebagai pengguna.

Memang banyak orang lebih memilih tinggal di kota karena fasilitasnya lebih lengkap, sehingga sering dianggap mengubah desa menjadi kota adalah keharusan. Padahal, yang perlu dibangun di desa bukanlah bentuk kotanya, melainkan sarana dan prasarana seperti jalan, sekolah, puskesmas, listrik, dan komunikasi.

Dengan memadukan pembangunan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, desa dapat tetap makmur sekaligus mempertahankan fungsinya sebagai lumbung air dan pangan yang lestari.

*) Misman, penerima Kalpataru Kategori Perintis 2023

« Previous PageNext Page »

  • vb