Dahlan: “Kok Rizal Tahu?”

July 2, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

NADIEM sudah divonis. Saya meliput langsung sidang pembacaan putusannya yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus, Selasa (30/6/2026).

Sidangnya digelar di ruang “Prof Dr HM Hatta Ali, SH, MH.” Dulu vonis Tom Lembong juga di situ.  Saya juga meliput. Tapi pada sidang mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Menristekbud) era Presiden Jokowi itu, saya hampir tak bisa masuk.

Di depan baliho “Doa dan Harapan untuk Keadilan,” yang di pasang di depan Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Banyak sekali wartawan yang meliput. Lebih seratus. Saya tak kebagian Id Card khusus. Syukur saya  berhasil menerobos. Petugas keamanannya tidak melihat. Saya duduk sebaris dengan Riri Riza dan Mira Lesmana, orang film yang ikut mendukung Mas Menteri, panggilan akrab Nadiem ketika jadi menteri. Saya lihat ada juga pengacara terkenal Todung Mulya Lubis dan  OC Kaligis.

Seperti kita ketahui vonis yang dijatuhkan ke Nadiem sangat berat. Meski di bawah sedikit dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Majelis hakim yang diketuai Purwanto S Abdullah menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara. Lalu ada pidana denda Rp1 miliar atau diganti pidana kurungan 190 hari. Masih ada lagi, yaitu kewajiban membayar uang pengganti Rp809 miliar atau tambahan hukuman 5 tahun penjara.

Berkas vonis hakim tebalnya 1.146 halaman. “Tapi yang kami baca hanya pertimbangan hukumnya saja sebanyak 122 halaman,” kata Purwanto. Itu pun menghabiskan waktu lebih 4 jam.

Nadiem menangis menerima mawar kuning dari para anggota Gojek

Baru sekitar 30 sampai 40 halaman dibaca, di Wa Group Wartawan Senior Nasional yang mengikuti jalannya sidang, saya bilang tampaknya Mas Menteri divonis bersalah. Sebab hakim banyak mematahkan dalil yang diajukan Nadiem dan penasihat hukumnya. Lalu ada yang bertanya kira-kira dihukum berapa tahun? Saya bilang 10 tahun. Ternyata benar.

“Kok Rizal tahu?,” tanya Pak Dahlan Iskan yang ternyata juga ikut memantau jalannya sidang. Pak Dahlan sendiri dalam perjalanan dari Amerika ke Kanada untuk menonton Piala Dunia.

Saya bilang saya menghitung mendekati dua pertiga dari tuntutan JPU. Rasanya tidak mungkin dipangkas di bawah separuh apalagi bebas. JPU sebelumnya menuntut 18 tahun penjara, denda Rp1 miliar atau tambahan kurungan 190 hari serta uang pengganti Rp5,67 triliun atau tambahan penjara 9 tahun .

Empat hakim termasuk hakim ketua sepakat Nadiem bersalah. Meski tuduhan primernya tidak terbukti, tapi subsidernya dianggap kena. Nadiem memang tidak terbukti menerima aliran dana, tetapi dia dianggap menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan laptop berbasis Chromebook, sehingga negara dirugikan Rp2,1 triliun.

Hebatnya ada satu hakim yang punya pendapat lain atau dalam istilah hukum disebut dissenting opinion. Hakim itu adalah Andi Saputra. Dia hakim ad hoc yang sebelumnya pernah menjadi wartawan. Dia menilai tidak cukup kuat menuding Nadiem bersalah, karena itu dia meminta Nadiem diberikan putusan bebas.

Nadiem mengapresiasi pendapat hakim Andi Saputra. “Saya lihat tidak ada hakim yang berani melihat langsung ke arah mata saya, karena saya yakin saya tidak bersalah,” kata Nadiem di depan kerumunan wartawan.

Selain Nadiem, ada 4 lagi yang jadi tersangka yaitu Jurist Tan, mantan staf khusus yang diduga mengarahkan spesifikasi agar wajib menggunakan produk Google, Sri Wahyuningsih (mantan Direktur SD Kemendikbudristek), Mulyatsyah (mantan Direktur SMP) dan Ibrahim Arief (konsultan teknis). Mereka lebih dulu divonis bersalah dengan hukuman rata-rata 4 tahun penjara, sedang Jurist Tan kabarnya buron dan berada di Australia.

TERIAKAN “TIDAK ADIL”

Setelah membacakan vonisnya, hakim Purwanto langsung menutup sidang. Tim penasihat hukum yang diketuai Ari Yusuf Amir langsung protes. “Yang Mulia, ada acara yang terlewatkan yaitu memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan sikapnya,” kata Ari.

Protes itu ternyata tidak digubris majelis hakim. Mereka tetap saja langsung meninggalkan ruang sidang. “Lho kok terburu-buru, Yang Mulia takut ya? Wah gawat ini, ini kan hak kita untuk menyatakan pendapat,”tandasnya.

Di depan awak media Nadiem menegaskan dia akan terus berjuang. “Demi anak-anak muda, demi profesional yang di luar sana, demi semua orang jujur yang dikriminalisasi, saya tidak akan berhenti. Saya akan melaksanakan banding,” katanya penuh semangat.

Para pendukung Nadiem terutama para anggota Gojek yang berada di luar ruangan dan mengikuti jalannya sidang lewat layar video sempat terkecoh. Mereka sempat tepuk tangan dan mengucap takbir “Allahu Akbar” ketika hakim Andi Saputra menyatakan Nadiem pantas dibebaskan. Tapi mereka jadi histeris dan berteriak marah ketika hakim Purwanto membacakan vonis sesungguhnya. “Ngga adil…ngga adil,” menggema riuh.

Di awal sidang ketika Nadiem memasuki ruang sidang, dia disambut sejumlah anggota Gojek yang memberikan mawar kuning kepada Nadiem. Mantan Mas Menteri ini sempat menangis dan memeluk mereka satu per satu.  Gojek adalah situs web teknologi yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan Nadiem di tahun 2009 dan sukses.

Secara filosofis, mawar kuning melambangkan persahabatan yang tulus, kegembiraan dan energi positif. “Kami menyayangi Bapak dan ikut berjuang,” ujar seorang anggota Gojek memberi semangat.

Orang tua Nadiem, Dr Nono Anwar Makarim dan sang ibu, Atika Algadri tampak tegar dan langsung memeluk Nadiem. “Nadiem adalah sosok yang jujur, keluarga sangat terpukul,” kata mereka. Nono dikenal sebagai praktisi hukum senior, intelektual dan mantan aktivis Angkatan 66. Sedang Atika dikenal sebagai aktivis sosial. Dia adalah putri dari Hamid Algadri, salah satu pejuang perintis kemerdekaan Indonesia keturunan Arab.

Menjelang sidang pembacaan vonis, Nono dan Atika bersama menantunya, Franka Franklin (istri Nadiem) menggelar Malam Solidaritas dan Doa Bersama di Taman Menteng. Suasana sangat hening. Selain doa, ada pembacaan puisi dan penyalaan lilin. Sejumlah tokoh hadir.  Terlihat Goenawan Mohamad dan Rocky Gerung. Ada juga aktris Happy Salma dan Ariel Tatum. Semua berharap vonis Nadiem bebas.

“Ini harapan kami semua agar Nadiem divonis bebas,” kata Franka, yang juga dapat dukungan moral dari Ciska Wihardja, istri Tom Lembong. Franka dikenal sebagai pebisnis dan salah satu pendiri (co-founder) serta dirut peruahaan perhiasan lokal Tulola Jewelry yang berbasis di Bali.

Nadiem lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Pendidikan S1-nya di Brown University dan S2-nya di Harvard Business School. Dalam usia 27 tahun dia merintis perusahaan Gojek dan sukses. Ketika dilantik menjadi Mendikbudristek oleh Presiden Jokowi pada Oktober 2019, dia baru berusia 35 tahun. Nadiem tercatat dalam sejarah sebagai salah satu menteri termuda di pemerintahan Indonesia.

Ketika meninggalkan pengadilan, saya sempat menyapa seorang anggota Gojek. Namanya Parman. Dia bilang malam sebelum vonis dia bermimpi. Kendaraan gojeknya tertusuk paku, padahal di jalan yang lurus. “Saya baru tahu artinya sekarang. Orang yang lurus sekalipun bisa tertusuk paku. Mudah-mudahan Pak Nadiem mendapat hikmah besar yang baik dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya tenang.(*)

Pemkab Kutai Barat Apresiasi Pengabdian Polri

July 2, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin melalui Wakil Bupati Nanang Adriani menyampaikan apresiasi atas pengabdian Polri yang selama 80 tahun telah menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga momentum ini semakin memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” ujarnya saat syukuran usai pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (1/7/2026).

Bupati menegaskan, Hari Bhayangkara merupakan momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, transparan, dan humanis. Di tengah tantangan seperti kejahatan siber, penyebaran hoaks, penyalahgunaan narkoba, hingga perjudian daring, stabilitas keamanan dinilai menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga berharap Polres Kutai Barat terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kemitraan dengan masyarakat.

“Saya berharap Polri, khususnya Polres Kutai Barat, semakin dekat dengan masyarakat, semakin dicintai masyarakat, serta terus meningkatkan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, memperkuat toleransi, bijak menggunakan media sosial, serta mendukung upaya pemberantasan narkoba, perjudian daring, dan berbagai bentuk tindak kriminal lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kutai Barat beserta seluruh jajaran atas dedikasi menjaga keamanan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Sementara itu, Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono mengatakan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Forkopimda, TNI, instansi vertikal, lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, dan seluruh masyarakat yang selama ini telah bersinergi menjaga situasi kamtibmas.

“Hari Bhayangkara tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan Polri dibangun oleh kebersamaan, kolaborasi, dan sinergi dari seluruh komponen masyarakat,” kata Kapolres.

Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Polres Kutai Barat akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor, mendukung program pembangunan daerah, serta meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, modern, terpercaya, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Rangkaian syukuran ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue Hari Bhayangkara ke-80 yang diserahkan secara simbolis kepada personel Polri tertua dan termuda di lingkungan Polres Kutai Barat sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan semangat pengabdian lintas generasi dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.(arf).

Samarinda Miliki Insinerator Jaga Kebersihan Kota

July 1, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda saat ini memiliki insinerator untuk menjaga menjaga kebersihan kota. Alat ini juga diyakini dapat mengurangi pengelolaan sampah yang berserakan, pencemaran udara, tanah, serta air. Pemerintah Kota Samarinda menyediakan satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 10 unit insinerator. Alat ini berfungsi memusnahkan sampah dan limbah berbahaya melalui proses pembakaran terkontrol pada suhu sangat tinggi, yakni antara 800°C hingga 1.200°C.

“Kami memiliki satu TPA di Kecamatan Sambutan dan 10 unit insinerator yang ditempatkan di sembilan lokasi, karena di satu titik dipasang dua unit alat,” Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso pada peringatan Hari Lingkungan Hidup sekaligus peresmian pengoperasian incinerator di Kelurahan Kampung Baqa, Jalan Hasanuddin, Kecamatan Samarinda Seberang, Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufik Fajar menjelaskan, kapasitas alat tersebut beroperasi delapan jam setiap hari. Satu insinerator mampu membakar hingga delapan ton sampah.

“Namun sebelum dibakar, sampah harus dipilah terlebih dahulu. Tidak semua jenis boleh dibakar, misalnya sampah organik. Yang diproses melalui insinerator hanyalah sampah non-organik,” jelasnya.

Agar alat dapat beroperasi secara maksimal, dibutuhkan dukungan masyarakat untuk memilah sampah sejak di rumah, setidaknya memisahkan antara sampah organik dan non-organik sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan peringatan tegas kepada jajaran pemerintah wilayah. Ia menyatakan akan mengambil tindakan tegas jika lingkungan tetap kotor.

“Saya berikan waktu 24 jam untuk membersihkan wilayah masing-masing. Mau tetap menjabat atau tidak, terserah. Baik camat maupun lurah, saya tidak akan bertele-tele. Jika tidak segera dibereskan, saya copot jabatannya,” tegasnya. (misman)

Classy Ride & Chill Wadah Pecinta Yamaha Fazzio & Filano Ramaikan Samarinda dan Bontang

July 1, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Yamaha Kaltim melalui PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha Kaltimtara sukses menggelar kegiatan Classy Ride & Chill bagi pecinta Yamaha Fazzio dan Filano di dua kota, yakni Samarinda pada 21 Juni 2026 dan Bontang pada 28 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda serentak yang dilaksanakan Yamaha di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

Asisten Manager Promosi PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha Kaltimtara, EfendY Ariadi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi pengguna Yamaha Fazzio dan Filano untuk berkumpul, mengekspresikan gaya hidup, sekaligus menikmati pengalaman berkendara yang menyenangkan.

“Dengan mengusung tema Classy Ride & Chill, kami ingin menghadirkan pengalaman berkendara yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang kreatif, stylish, dan penuh kebersamaan. Antusiasme peserta di Samarinda maupun Bontang menjadi bukti bahwa komunitas pengguna Fazzio dan Filano terus berkembang,” ujar Efendy, Selasa (30/6/2026).

Di Samarinda, Classy & Chill ini diikuti sebanyak 88 customer yang memulai perjalanan dari Sentral Yamaha Samarinda menuju Marimar Café sebagai titik akhir. Sementara di Bontang, sebanyak 43 konsumen mengikuti fun ride dengan rute dari Dealer Surya Terang Bontang di Jalan Brigjen Katamso, Km 6 menuju Jimbaran Café di kawasan Bontang Kuala.

Mengusung konsep berkendara santai dengan nuansa “classy”, peserta menikmati berbagai aktivitas menarik, mulai dari rolling city, kontes modifikasi bertema daily use, fashion show, Best OOTD dengan konsep skena kalcer, fun games, hingga menikmati suasana matahari terbenam bersama.

Keseruan acara juga semakin lengkap dengan hiburan Live DJ & Live Akustik yang menciptakan suasana santai dan penuh keakraban di lokasi finish.

Melalui kegiatan Classy Ride & Chill, Yamaha berharap dapat terus mempererat hubungan dengan konsumen sekaligus memperkuat citra Yamaha Fazzio dan Filano sebagai skutik Classy yang mendukung gaya hidup modern, fashionable, dan penuh ekspresi. (*)

Ketika Perempuan dan Kreator Lokal Ambil Alih Panggung Yamaha CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta

July 1, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

YOGYAKARTA – Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026. Berkolaborasi dengan Land of Leisures (LoL), festival kreatif tahunan yang menjadi wadah berbagai komunitas kreatif di Yogyakarta, gelaran penutup ini menghadirkan atmosfer berbeda dengan perpaduan budaya modifikasi, seni, lifestyle, hingga hiburan yang semakin memperkuat karakter lini Classy Yamaha sebagai bagian dari gaya hidup anak muda, sekaligus menjadi panggung bagi lahirnya karya-karya modifikasi terbaik dari pengguna Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid.

Salah satu hal yang paling menarik pada penyelenggaraan CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta adalah tingginya partisipasi peserta wanita dalam kompetisi modifikasi. Tidak hanya hadir sebagai penikmat, mereka juga menunjukkan kreativitas dan karakter yang kuat melalui karya modifikasi yang mampu bersaing dengan peserta lainnya. Hal ini membuktikan bahwa dunia modifikasi kini semakin inklusif menjadi ruang berekspresi bagi siapa saja.

“Setiap kota selalu menghadirkan cerita yang berbeda, dan Yogyakarta memberikan kejutan yang sangat positif. Meningkatnya partisipasi peserta wanita menunjukkan bahwa budaya modifikasi Classy Yamaha semakin berkembang dan inklusif. Menariknya, karya modifikasi yang ditampilkan peserta tahun ini sangat beragam dengan kualitas yang merata, sehingga dewan juri harus melalui proses diskusi yang cukup intens untuk menentukan para pemenang. Hal ini membuktikan bahwa Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid mampu menjadi kanvas kreativitas bagi siapa saja,” ujar Esra Paseru, selaku Chief Yamaha Area DDS 3.

Persaingan Ketat Lahirkan Juara Terbaik

Pada kategori Yamaha Fazzio Hybrid, gelar Best of The Best berhasil diraih oleh Febry Irwantos melalui motornya, Fazzitos. Mengusung konsep Clean Retro Look, motor ini tampil rapi dengan dominasi warna putih mutiara yang dipadukan grafis minimalis bermotif ombak abu-abu serta aksen papan catur yang memberikan kesan dinamis tanpa menghilangkan nuansa elegan. Dipadukan dengan berbagai aksesori fungsional, Fazzitos berhasil menghadirkan perpaduan estetika klasik dan gaya urban modern yang premium serta berkarakter.

Sementara itu, penghargaan Best of The Best Grand Filano Hybrid berhasil diraih oleh Enggarino Diambona melalui motor bertajuk Filantoise. Mengusung tema Japanese Scooter, motor ini memadukan nuansa tradisional Jepang melalui grafis bergaya Irezumi yang menampilkan ilustrasi ombak, awan, bunga sakura, dan topeng tradisional, dipadukan dengan part premium pada sektor kaki-kaki. Perpaduan tersebut menghadirkan tampilan yang sporty, artistik, sekaligus tetap mempertahankan karakter classy dan premium khas Grand Filano Hybrid.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap tingginya kualitas karya modifikasi Yamaha Fazzio Hybrid, dewan juri juga memberikan empat penghargaan tambahan Best Pick Juri sebagai penutup rangkaian kompetisi.

Dari Warisan Ikonik Hingga Kolaborasi Seni Modern

Tidak hanya menghadirkan kompetisi modifikasi, CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta juga menyuguhkan berbagai aktivitas menarik yang semakin memperkuat gaya hidup para pengguna Classy Yamaha. Pengunjung berkesempatan melihat langsung kehadiran Yamaha Grand Filano Gen 1 bermesin CBU, sebuah unit yang memiliki nilai historis sebagai salah satu cikal bakal perjalanan skutik premium Yamaha.

Semangat kreativitas tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi spesial antara Yamaha Grand Filano Hybrid dan Land of Leisures yang dimodifikasi oleh Disaster Tigabelas dengan mengusung konsep Urban-Art Fusion. Mengedepankan prinsip less is more, modifikasi ini menghadirkan sentuhan sederhana namun fungsional melalui penambahan front rack, grab rail bergaya buddy seat, serta penggunaan maltese mirror end dan wheel dop 12 inci yang memperkuat karakter urban tanpa menghilangkan kesan classy dan premium khas Grand Filano Hybrid.

Yamaha juga menghadirkan sesi Live Painting pada lini Classy Yamaha bersama empat seniman lokal, yaitu @dyeget, @techoooooooooooo, @enaisikey23, dan @zeinsone. Melalui karya yang dibuat secara langsung di atas lini Classy Yamaha, kolaborasi ini menghadirkan perpaduan unik antara dunia otomotif dan seni kontemporer yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Keseruan acara semakin lengkap melalui City Touring bersama pengguna lini Classy Yamaha, kompetisi lifestyle seperti Beyblade dan Fingerboard Competition, serta penampilan modern dance dari Y2C. Yamaha juga menyediakan exclusive parking area bagi pemilik Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid untuk menambah kenyamanan selama acara.

Berakhirnya CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta menjadi bukti bahwa budaya modifikasi skutik lini Classy Yamaha terus berkembang di kalangan generasi muda. Dengan desain ikonik, harga yang kompetitif, serta teknologi Blue Core Hybrid 125cc yang bertenaga dan irit bahan bakar, Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid terus menjadi pilihan skutik stylish untuk mendukung mobilitas sekaligus menjadi media berekspresi. (*)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb