Idemitsu BLU CRU Yamaha Sunday Race Terheboh Se-Asia Pasifik, Euforia Fans Dinilai Tak Kalah dengan MotoGP di Mandalika

July 22, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Semarak satu dekade Yamaha Sunday Race berskala internasional mengisi panggung Mandalika akhir pekan lalu 17-19 Juli 2026. Ribuan pengunjung memadati sirkuit internasional Mandalika yang kali ini diwarnai dengan adanya kejuaraan R3 BLU CRU Asia Pacific. Hampir 300 starter berbagai kelas beraksi menampilkan skill mumpuni dalam pertarungan sengit.

Perayaan momen bersejarah 10 tahun Yamaha Sunday Race berlangsung meriah dengan rangkaian agenda atraktif. Semua larut dalam kegembiraan momentum selebrasi ini. Mulai dari rangkaian race hingga aktivitas lainnya sukses dilaksanakan dalam atmosfer penuh keseruan dan fun.

”Satu dekade Yamaha Sunday Race menyimpan memori-memori indah bagi pembalap, komunitas, penggemar dan segenap pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang ajang akbar ini. Tahun ini bersama-sama merayakan keberhasilan Yamaha Sunday Race sebagai salah satu event inspiratif yang terus menjadi wadah pengembangan dunia racing, dan telah memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. Kami berkomitmen mengadakan kejuaraan ini secara berkelanjutan, untuk konsisten menghasilkan pembalap-pembalap berprestasi nasional dan mendunia. Selain itu, bagi komunitas jadi tempat berkumpul menyalurkan passion balap dan kecintaan terhadap Yamaha. Penggemar dan masyarakat pada umumnya pun selalu ikut menikmati beragam suguhan aktivitas khas Yamaha Sunday Race,” ungkap Johannes B.M.Siahaan, Assistant General Manager CS Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

R Series & MAXi Race Class
Berlomba dengan spirit tinggi dalam edisi istimewa kali ini, para pembalap dan komunitas ambil bagian dalam 15 kelas yang dikompetisikan. Terdiri dari Superstock 600cc – 1000cc, R3 Professional Rider, R3 BLU CRU Asia-Pacific (APAC), R25 Community Professional, R25 Community A, R25 Community B, R15 Professional Rider, R15 Idemitsu BLU CRU Junior Pro, R15 Community A, R15 Community B. Termasuk MAXi Race meliputi kelas 155cc menggunakan NMAX, AEROX, LEXi dan 250cc memakai XMAX. Pada kategori 155cc terbagi dalam kelas MAXi 155c Standard Community (YIMM Bike), MAXi 155cc Standard Media (YIMM Bike), MAXi 155cc Semi Pro (Own Bike), sedangkan kelas 250cc yaitu MAXi 250cc FFA Community, MAXi 250cc Semi Pro.

Candra Hermawan tampil impresif dengan memenangi dua race kelas R15 Pro Rider. Rider tim Yamaha Yamalube Aditama SCM Grup NHK STSJ RK RBT34 GDT Racing Berau ini menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap internasional yang sarat prestasi. Di balapan kali ini meskipun terkendala harus start dari paddock exit karena tidak ikut sesi kualifikasi akibat klep mesin motor bermasalah, Candra Hermawan mampu mengatasinya dengan kemenangan meyakinkan.

Di kelas R3 Pro, Candra Hermawan juga membuktikan kapasitasnya dengan naik podium 3 dalam dua race. Fahmi Basam (Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS Koizumi Trastar Cargloss) menjuarai race 1 disusul Muhammad Fadhil Musyavi (Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS). Pada race 2 pemenangnya adalah rider Thailand, Krittapat Keankum (Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS) lalu posisi 2 Muhammad Haikal Ramadhan (Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB AHRS HDS Racing).

”Ini pencapaian berkesan yang saya raih pada 10 tahun Yamaha Sunday Race. Kemenangan race dan podium 3 di dua kelas rider pro makin mempertajam kemampuan saya di kejuaraan lokal. Pastinya bermanfaat juga sebagai latihan untuk kompetisi di Asia yang saya ikuti,” tutur Candra Hermawan.

Pada kelas pembinaan rider muda belia R15 Idemitsu Junior Pro menghasilkan persaingan ketat Moch Jallu Vesgio (Yamaha Nitiracing DRS35 Xfile Pikoli Dynavolt KYT RCB) dan Kenzie Akbar Da Ninos (Yamaha Nitiracing DRS35 Pikoli Dynavolt KYT RCB Ganesha Lathe). Keduanya bergantian merebut podium 1 dan 2. Race 1 dimenangi Moch Jallu Vesgio lalu ada di peringkat 2 race 2. Sedangkan Kenzie Akbar Da Ninos menjuarai race 2 dan urutan 2 race 1.

Kelas MAXi Race 250cc FFA menghadirkan Adi Putra Suryana (Coin Racing Team) sebagai kampiun, sedangkan di kelas MAXi Race 250cc Semi Pro dimenangi Ihsan Supian (Coin Racing Team). Di kelas MAXi 155cc Standard Community (YIMM Bike) pemenangnya adalah Fernandi Fajar Rahmadi (Coin LPN Racing Team). Sedangkan Aldyansyah Pratama (Yamaha TSM SMK Walang Jaya Hasston) menjuarai kelas MAXi 155cc Semi Pro (Own Bike). Dari kelas MAXi 155cc Standard Media (YIMM Bike), Eka Budhiansyah keluar sebagai juara 1.

Untuk SMK Binaan Yamaha yang ikut hadir berlomba membawa pulang 11 trofi dari partisipasi di sejumlah kelas. Pada race 1 kelas R15 Comm A posisi 4 diraih oleh M. Firza Hibatullah (SMK Mekanik Cibinong) dan Peter Tjandra (posisi 5, SMK Walang Jaya). Kemudian di kelas R25 Comm Pro, dua pembalap SMK Walang Jaya meraih podium yaitu Bone Fizer T podium 1 dan peringkat 2 rekan setimnya M. Iqbal. SMK Binaan Yamaha memborong podium kelas R15 Comm B, peringkat pertama oleh Aditya Ramdani (SMK Islamiyah Adiwerna Tegal), Naufal Sidqi (posisi 2, SMK Mekanik Cibinong), Aldric Atha P. M (posisi 3, SMK Walang Jaya), Hilmi Affan (posisi 5, SMK Gelora Bekasi).

Pada race 2 pertarungan cukup ketat, SMK Binaan Yamaha meraih tiga podium. Di kelas R25 Comm Pro, posisi 3 direbut Bone Fizer T (SMK Walang Jaya). Kemudian di kelas R15 Comm B podium 1 diraih Aldric Atha (SMK Walang Jaya). Lalu di kelas MAXi 155 Semi Pro peringkat pertama oleh Aldyansyah Pratama (SMK Walang Jaya).

Ribuan Fans Hadir, Exhibition & Promosi
Acara Idemitsu BLU CRU Yamaha Sunday Race juga semakin meriah dengan kehadiran Ing Asavanund, rider asal Thailand berusia 20 tahun yang tampil di R3 BLU CRU Asia Pacific. Dia juga seorang aktor drama entertainment yang dikenal oleh publik Indonesia dan punya banyak fans. Di sirkuit internasional Mandalika, dia disambut sangat meriah oleh ribuan fans yang datang menghadiri acara meet & greet, juga menikmati keseruan race dan aktivitas lainnya.

Keramaian juga berpusat di area exhibiton yang menyuguhkan aktivitas lainnya dan promo. Para pengunjung mengunjungi exhibition booth (Yamaha booth dan sponsor booth), juga ambil bagian dalam fun riding competition. Ada community gathering, entertainment, pit walk, seremonial 10 tahun anniversary. Yamaha juga mengajak komunitas untuk bergabung dalam sunmori dan melakukan victory lap di sirkuit setelah opening acara.

Idemitsu BLU CRU Yamaha Sunday Race 2026 sukses dilaksanakan berkat dukungan para sponsor yaitu Idemitsu, KYB, GS Astra, Pirelli, Ulti-X, IRC Tire, Cargloss, Yamalube, YES24 (Yamaha Executive Service 24 Hours), Service di Bengkel Yamaha : Handal Teknisinya Asli Sparepartnya dan SKY (Service Kunjung Yamaha).

DPRD Minta Potensi Wisata Alam Samarinda Dioptimalkan dan Dilindungi

July 22, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan meminta Pemerintah Kota Samarinda lebih serius mengembangkan sekaligus melindungi potensi wisata alam yang dimiliki Kota Tepian. Menurutnya, pengelolaan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar potensi tersebut dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Viktor Yuan

Dirinya mengatakan Samarinda memiliki sejumlah objek wisata alam yang sebenarnya memiliki daya tarik tinggi. Namun, sebagian di antaranya mulai kehilangan pesona karena kurangnya perhatian terhadap pengelolaan kawasan, minimnya infrastruktur pendukung, hingga berkurangnya kawasan hutan yang selama ini menjadi penyangga ekosistem.

Salah satu destinasi yang menjadi sorotannya adalah Air Terjun Tanah Merah. Menurutnya, debit air di lokasi tersebut terus mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu sehingga mengurangi daya tarik wisata yang pernah menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat.

“Air Terjun Tanah Merah merupakan aset wisata. Kawasan di sekitarnya seharusnya dijadikan zona hijau agar sumber air tetap terjaga dan tidak terganggu aktivitas lain seperti pertambangan,” katanya, Selasa (21/7/2026).

Ia mengungkapkan, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Air Terjun Tanah Merah memiliki aliran air yang deras dan kedalaman yang cukup untuk menjadi tempat rekreasi masyarakat. Namun kondisi tersebut kini berubah drastis sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya, kerusakan kawasan hutan di sekitar sumber mata air diduga menjadi salah satu penyebab berkurangnya debit air. Ia menilai perlindungan kawasan resapan air harus menjadi bagian dari kebijakan pengembangan pariwisata di Samarinda.

Selain Air Terjun Tanah Merah, ia juga menyinggung sejumlah potensi wisata lain yang dinilai perlu mendapat perhatian, termasuk kawasan wisata di Desa Budaya Pampang. Ia mengingatkan agar kawasan penyangga di sekitar objek wisata alam tidak mengalami kerusakan yang dapat mengancam keberlangsungan sumber air maupun kelestarian lingkungan.

Ia menilai pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya melalui promosi, tetapi harus diawali dengan penataan kawasan, peningkatan aksesibilitas, penyediaan fasilitas pendukung, hingga menjaga kebersihan lingkungan sehingga wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.

“Promosi memang penting, tetapi objek wisatanya harus dibenahi terlebih dahulu. Kalau kondisinya belum siap, promosi juga tidak akan maksimal,” ujarnya.

 

Menurutnya, konsep pengembangan wisata juga harus memperhatikan identitas dan potensi lokal sehingga mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Dengan demikian, setiap destinasi memiliki karakter yang kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain.

Ia juga mendorong Dinas Pariwisata untuk lebih aktif menggali kembali objek-objek wisata yang mulai terlupakan. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan masyarakat setempat agar memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Masih banyak potensi wisata yang bisa dihidupkan kembali. Ini perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak selalu bergantung pada pusat perbelanjaan sebagai tempat berlibur. Kalau destinasi wisata kita dikelola dengan baik, masyarakat tentu memiliki lebih banyak pilihan untuk berwisata di Samarinda,” pungkasnya. (yud/adv)

DPRD Samarinda Siapkan Perda Pengelolaan Pasar Rakyat untuk Perkuat UMKM

July 22, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat sebagai dasar hukum dalam menata aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Viktor Yuan

Anggota DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan selama ini belum terdapat regulasi khusus yang mengatur pengelolaan pasar rakyat secara komprehensif. Kondisi tersebut dinilai membuat penataan pasar belum memiliki pedoman yang kuat.

Menurutnya, keberadaan perda nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang hingga aparat penegak perda dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Selama ini belum ada perda yang secara khusus mengatur pengelolaan dan pemberdayaan pasar rakyat. Dengan adanya regulasi ini, seluruh pihak memiliki pedoman yang jelas sehingga pengelolaan pasar dapat berjalan lebih baik,” ujarnya, Selasa (21/7/26).

Ia menjelaskan, regulasi tersebut tidak hanya mengatur aktivitas perdagangan, tetapi juga mencakup pembinaan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, hingga penataan fasilitas pasar.

Menurutnya, pasar rakyat harus menjadi ruang interaksi sosial yang nyaman bagi masyarakat, baik bagi pedagang maupun pembeli.

“Pasar bukan hanya tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi masyarakat. Karena itu kebersihan, drainase, keamanan, hingga pembinaan UMKM harus menjadi perhatian,” katanya.

Selain itu, DPRD juga mendorong adanya penataan parkir, kebersihan lingkungan pasar, serta pengaturan pedagang agar tidak lagi berjualan di luar area yang telah disediakan.

“Kami ingin pasar tertata sehingga tidak ada lagi pedagang yang berjualan di depan sementara kios di bagian dalam kosong. Semua harus berjalan tertib agar pasar menjadi lebih hidup,” jelas Viktor.

Ia berharap perda tersebut nantinya mampu meningkatkan daya saing pasar rakyat di tengah berkembangnya pusat perbelanjaan modern sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat. (yud/adv)

KONI Kaltim Cek Kondisi Venue di Komplek Stadion Palaran

July 22, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, kembali turun langsung mengecek kondisi sejumlah venue di kompleks Stadion Palaran, Selasa (21/7/2026) sore. Rombongan pengurus KONI didampingi Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading.

Titik pertama yang disambangi adalah venue akuatik. Di sana, Anderiy melihat langsung tiga fasilitas kolam renang, mulai dari kolam lintasan, kolam lompat indah, hingga kolam pemanasan. Sayangnya, dari ketiganya, hanya kolam lintasan yang benar-benar aktif digunakan itu pun terbatas untuk atlet Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) di bawah naungan Pemprov Kaltim.

“Dari tiga kolam ini, sementara yang bisa digunakan hanya kolam lintasan oleh atlet,” ujar Rasman.

Ia berharap KONI Kaltim bisa membantu mencarikan solusi, salah satunya dengan menggandeng pihak ketiga. Menurutnya, kolam ini punya potensi lebih dari sekadar tempat latihan atlet.

“Sebenarnya kalau ada swasta yang mau terlibat untuk ikut membantu kolam ini sangat bagus, siapa tahu pihak swasta mau menambah fasilitas bermain seperti water boom biar tambah ramai. Enggak masalah kalau mau dikomersialkan, jadi kolam ini bisa untuk latihan atlet, bisa juga jadi arena bermain warga. Jadi manfaatnya dobel,” ungkapnya.

Rombongan lalu bergeser ke venue tenis. Kondisinya jauh lebih oke fasilitas sudah cukup memadai, hanya butuh tambahan penerangan untuk sesi latihan malam. Berbeda dari kolam renang, lapangan tenis ini justru lebih terbuka untuk umum, mengingat atlet SKOI memang tidak ada yang menekuni cabor ini.

“Khusus ini pihak UPT lagi coba memasarkan ke pihak umum, daripada terbengkalai. Jadi silakan yang ingin menggunakan lapangan ini, masih gratis,” kata Rasman.

Masih di kompleks yang sama, rombongan melanjutkan peninjauan ke trek sepatu roda dan atletik. Di sinilah kondisi paling memprihatinkan ditemukan lapisan aspal halus dan semen beton berlapis khusus di trek sudah kian menipis. Para atlet pun mengeluhkan kondisi tersebut dan meminta perbaikan segera agar latihan tetap aman.

“Untuk menjaga ritme latihan para atlet, kami juga latihan di Stadion Sempaja menggunakan lintasan di sana, karena aspalnya boleh dibilang masih layak untuk atlet-atlet berlatih,” ungkap Garda Hiramada, pelatih sepatu roda SKOI.

Usai keliling venue, Anderiy menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memetakan skala prioritas perbaikan fasilitas. “Jadi kami harus memetakan terlebih dahulu mana venue cabor yang menjadi skala prioritas untuk segera kita tindak lanjuti. Hasil tinjauan di lapangan memang sebagian memprihatinkan,” tuturnya, didampingi Ketua Harian KONI Samarinda, Nidya Listiyono.

Ia mengakui, keterbatasan fiskal APBD membuat KONI perlu menggandeng mitra strategis untuk membantu perbaikan fasilitas termasuk usulan swastanisasi kolam renang yang sempat disampaikan Rasman.

“Sebenarnya ini ide yang bagus, sambil kami cari jalan keluarnya untuk merangkul pihak swasta. Begitu pun dengan lintasan sepatu roda yang memerlukan dana Rp350 juta untuk perbaikan, kami juga coba akomodasi,” jelasnya.

Di akhir kunjungan, Anderiy berpesan agar para pelatih dan atlet tetap bersabar sembari KONI terus mencari solusi.

“Saya minta untuk para atlet, dengan kondisi fasilitas yang ada saat ini, jangan sampai mengendurkan semangat untuk berlatih,” pungkasnya. “Kami di KONI juga berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodir semua keluh kesah atlet sambil mencari jalan keluar terbaik.” (*)

Air Panas Pemapak Berau ke Panggung Wisata Dunia

July 21, 2026 by  
Filed under Wisata

‎‎Tanjung Redeb – Keindahan alam saja dinilai belum cukup untuk membuat sebuah destinasi wisata mampu bertahan dan dikenal luas. Di balik panorama yang ditawarkan, wisatawan kini mencari pengalaman, cerita, hingga interaksi dengan kehidupan masyarakat setempat.

‎‎Potensi tersebut terlihat di kawasan wisata Air Panas Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan. Destinasi ini menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam kunjungan Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis, Senin (20/7/2026).

‎‎Dalam kunjungan tersebut, Air Panas Pemapak tidak hanya dilihat sebagai objek wisata alam, tetapi sebagai kawasan yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi dengan daya tarik yang lebih kuat. Salah satu yang dinilai penting adalah bagaimana kekayaan lokal diterjemahkan menjadi pengalaman yang bisa dirasakan wisatawan.

‎‎Nico menilai, identitas masyarakat dan kearifan lokal seharusnya tidak dipisahkan dari pengembangan pariwisata.

‎‎“Cerita yang lahir dari sejarah, budaya, tradisi, hingga kehidupan warga bisa menjadi nilai tambah yang membuat sebuah destinasi memiliki karakter dan tidak mudah tergantikan,” ucapnya.

‎‎Pengembangan juga dinilai perlu diarahkan pada konsep wisata berbasis pengalaman. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat dan berfoto, tetapi dapat mengikuti aktivitas masyarakat, menikmati atraksi budaya, serta merasakan langsung keunikan kawasan.

‎‎Dengan cara itu, kunjungan wisata diharapkan tidak bersifat sesaat dan mampu mendorong wisatawan untuk datang kembali.

‎‎Wakil Bupati Berau, Gamalis, melihat peluang tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata daerah. Menurutnya, Berau masih memiliki banyak potensi destinasi yang dapat dikembangkan sekaligus membuka ruang investasi dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

‎‎“Potensi investasi di Berau masih sangat terbuka, khususnya di sektor pariwisata. Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang terjalin agar pengembangan destinasi wisata bisa berjalan lebih optimal,” kata Gamalis.

‎‎Ia berharap perhatian terhadap Air Panas Pemapak dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi wisata Berau, termasuk ke jaringan internasional.

‎‎Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha, destinasi tersebut diharapkan tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman khas yang menjadi alasan wisatawan untuk datang dan kembali lagi. (Dy/Ok)

« Previous PageNext Page »

  • vb