Seno ke Kandang Wartawan

March 12, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

Gaya Ketua PWI Kaltim Abdurahman Amin ketika menyampaikan sambutan di depan Wagub Seno Aji

DI TENGAH sorotan yang tajam terhadap Pemprov Kaltim, Wakil Gubernur Seno Aji datang ke kandang wartawan. Dia memenuhi undangan buka bersama yang dikirim Ketua Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Kaltim Abdurahman Amin atau Rahman. Acaranya berlangsung di Sekretariat PWI Kaltim Jl Biola, kompleks Prevab Samarinda, Rabu (11/3/2026) sore.

Prevab atau prefabricated adalah kompleks perumahan PNS pertama yang dibangun Pemprov Kaltim di Samarinda dengan sistem rakitan. Karena komponen bangunannya dibuat lebih dulu di pabrik. Gubernur yang berjasa dalam perencanaannya adalah A Wahab Sjahranie, lalu fisiknya di era Gubernur Ery Soepardjan.

Dekat kantor PWI itu ada sekolah SD. Dulu ayah saya, Suhaimi jadi guru di sana. Makanya juga dapat rumah di kompleks Prefab, di belakang sekolah, tak jauh dari sekretariat PWI. Dulu saya sering ke PWI. Dan saya pernah jadi pengurus PWI dan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO).

Dari Balikpapan saya datang sendirian untuk hadir. Soalnya di-WA sahabat saya, wartawan senior Syafruddin Pernyata. “Kalau ikam datang, aku datang juga,” katanya setengah mengancam.

Foto bersama para wartawan senior di depan Sekretariat PWI

Syafruddin adalah wartawan paling lengkap karier dan nasibnya. Dia punya profesi macam-macam. Mulai dari wartawan lalu menjadi dosen FKIP Unmul. Di era Gubernur Suwarna, dia ditarik menjadi Kepala Humas Pemprov Kaltim. Terus berkembang. Jadi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Perpustakaan dan Kepala Dinas Pariwisata.

Karena pengalaman di pariwisata, ketika pensiun dia membangun Taman Wisata Salma Shofa, yang terletak di Desa Mugirejo, Sungai Pinang. Juga Langit Biru di Seberang Tenggarong. Dan sukses. Ketika anaknya menikah, saya diundang ke sana. Berkat kiprahnya di industri pariwisata, dia menerima penghargaan sebagai Tokoh Pariwisata dari Pemprov Kaltim pada peringatan HUT ke-67 Kaltim Tahun 2024.

Dia juga penulis andal. Banyak buku-buku cerita karya dia yang diterbitkan. Dia juga jago menulis cerpen. Mulai kisah percintaan sampai yang berbau mistis. Ada novelnya beraroma budaya Banjar. Judulnya: Nanang Tangguh & Galuh Intan. Sebagai orang Banjar saya sangat apresiatif.

Syafruddin dianugerahi penghargaan sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi. Penghargaan itu diberikan atas dedikasinya sebagai sastrawan yang telah berkiprah selama 40 tahun.

Usia Syafruddin sekarang 67 tahun. Dia lahir di daerah Loa Tebu, Tenggarong. Yang menarik, tanggal kelahirannya hanya beda satu hari dengan saya. Kalau saya 27 Agustus 1958, sedang dia tanggal 28 Agustus 1958. Makanya “kelakuannya” hampir sama, meski dia sering menuduh saya “curang” kalau bermain kartu atau catur.

Di kantor PWI saya juga bertemu dengan beberapa wartawan senior lainnya. Ada Eddy Alioeddin yang dulu wartawan Mingguan Meranti. Dia juga jago tenis dan sering juara dalam Pekan Olahraga Wartawan. Usianya sudah di atas kepala tujuh.

Selain itu hadir Syafril Teha Noer. Wartawan dan seniman. Dia teman dekat seniman Yogya, Untung Basuki dan Butet Kartaredjasa. Rasanya Syafril adalah Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim. Juga ada wartawan dan seniman, Hamdani. Datang juga dua mantan Ketua PWI yaitu Maturidi dan Endro Effendi.

ASET PEMPROV KALTIM

Ketika datang ke sekretariat PWI, Wagub Seno Aji disambut jajaran pengurus PWI. Selain Rahman, juga sekretaris PWI Achmad Shahab, bendahara Heldiyanur serta Ketua Dewan Kehormatan Intoniswan, yang juga Pimred Niaga.Asia. Dari jajaran Pemprov ada Kadis Kominfo Muhammad Faisal.

Yang menarik, Seno datang bersama Ketua DPC Gerindra Kukar, Alif Turiadi. Seno yang juga Ketua DPD Gerindra Kaltim, partainya Presiden Prabowo, sempat mengeluarkan pernyataan tentang target partainya. “Tahun 2029 kita harus bisa memenangkan perjuangan Partai Gerindra. Kita harus menang di 10 kabupaten/kota se Kaltim,” katanya menjawab pertanyaan wartawan usai berbuka puasa.

Saya hormat kepada Wagub Seno Aji. Dia cukup akrab bergaul dengan para wartawan. Padahal Pemprov Kaltim tengah disorot habis-habisan oleh berbagai media dan wartawan gara-gara pembelian mobil dinas gubernur yang mahal dan mewah senilai Rp8,5 miliar.

Seno sendiri sehari-hari memang tampil cukup sederhana dan bersahaja. Sebelum menjadi Wagub mendampingi Gubernur Rudy Mas’ud (HARUM), dia adalah anggota DPRD Kaltim dari dapil Kutai Kartanegara.

“Terima kasih atas kesediaan Pak Wagub datang ke sekretariat PWI yang apa adanya ini. Tapi gedung PWI Kaltim adalah aset Pemprov Kaltim juga yang perlu direnovasi,” kata Rahman jujur.

Rahman menjelaskan, jumlah wartawan yang aktif di PWI mencapai 581 orang. Mereka sudah teruji melalui Uji Kompetisi Wartawan (UKW) yang diadakan PWI. Saat ini dunia wartawan dan media menghadapi hantaman dan tantangan, jelasnya. Termasuk juga pengurangan anggaran di Pemda akibat kebijakan penghematan.

Wagub Seno Aji menjanjikan akan memberikan dukungan kepada PWI baik untuk renovasi gedung PWI maupun yang berkaitan dengan kesejahteraan wartawan. “Media adalah patner strategis pemerintah dan ujung tombak dalam menyampaikan informasi mengenai kinerja pemerintah kepada masyarakat,” ucapnya.

Dia juga berharap media dapat terus menyajikan informasi yang positif dan berbasis kebenaran agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah publik.

Sebelum balik ke Balikpapan, saya singgah dulu ke Sari Madu Bakery (SMB) di Jl KH Abul Hasan. Saya diantar sahabat saya, Dr Meiliana atau Bu Mei, mantan Pj Sekdaprov Kaltim. Ternyata pemiliknya orang Banjar. Hebat. “Kita mau  buka 100 outlet lagi termasuk di Balikpapan,” kata Ima Tansil, sang manajer pemasaran. Masih muda dan cantik. Dia adik dari sang pemilik, Diah Tansil. Saya bilang salah satu lokasi menarik di Balikpapan adalah kompleks pertokoan dan perumahan Grand City.

SMB yang sudah berusia 8 tahun dikenal sebagai toko roti enak. Mau roti apa saja ada. Mulai roti sisir, roti keju, roti coklat  sampai roti abon. Ada 100 varian. Juga produk pisang goreng madu-nya yang sangat dikenal dan best seller. Dia juga jual jajanan tradisonal Banjar yang sangat laris di bulan Ramadan. Ada amparan tatak pisang, yang menjadi kesukaan saya.

Bu Mei akrab dengan keluarga SMB. Soalnya rumahnya ikut disewa. “Kita dapat diskon pembelian 30 persen,” kata Bu Mei tersenyum. Wah baru sekali ini saya beli roti ada dapat potongan harga. Terima kasih Sari Madu, memang  berkah di bulan Ramadan.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1464902
    Users Today : 1865
    Users Yesterday : 4643
    This Year : 401412
    Total Users : 1464902
    Total views : 12890260
    Who's Online : 41
    Your IP Address : 216.73.216.56
    Server Time : 2026-03-12