Menatap Berau 2029 Lewat Peta Jalan Kependudukan

June 6, 2026 by  
Filed under Berau

Share this news

TANJUNG REDEB – Bumi Batiwakkal julukan Kabupaten Berau yang sedang bersolek dengan sangat cepat. Investasi mengalir, roda ekonomi berputar kencang. Pariwisata bertaraf internasional kian memikat mata dunia, dan proyek infrastruktur terus tumbuh di berbagai sudut. Namun, di balik gemerlap pembangunan fisik tersebut, ada satu mesin penggerak utama yang tidak boleh luput dari perhatian yaitu penduduk kota ini.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat ibarat magnet. Ia menarik gelombang mobilitas, memicu urbanisasi, dan mengubah wajah demografi Berau menjadi jauh lebih kompleks. Jika tidak diantisipasi sejak dini, ledakan jumlah penduduk dan fenomena bonus demografi yang digadang-gadang sebagai berkah, justru bisa berbalik menjadi beban sosial yang berat.

Menyadari tantangan besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau tidak ingin sekadar menjadi pemadam kebakaran yang baru bergerak saat masalah tiba. Langkah preventif mulai diambil. Melalui sebuah Focus Group Discussion (FGD), Pemkab Berau memulai penyusunan dokumen krusial: Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Periode 2025-2029.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengingatkan kembali esensi paling mendasar dari sebuah pembangunan. Baginya, warga Berau tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek yang pasif, melainkan harus menjadi subjek sekaligus motor penggerak utama perubahan.

“Kependudukan adalah aspek fundamental. Pengelolaannya harus komprehensif, mulai dari kuantitas, kualitas, mobilitas, persebaran penduduk, sampai pembangunan keluarga,” tegas Muhammad Said dengan optimisme tinggi, Rabu (4/6/2026

Peta jalan yang sedang digodok ini dirancang sebagai kompas jangka panjang. Melalui instrumen ini, Pemkab Berau mencoba memetakan segala peluang sekaligus tantangan ke depan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), hingga penguatan ketahanan keluarga agar tidak rapuh digerus zaman.

Said menyadari betul posisi Berau saat ini. Kemajuan wilayah yang sangat pesat menuntut respons yang tak kalah cepat dan adaptif dari jajaran birokrasi.

“Perkembangan Berau cukup pesat. Kalau tidak direncanakan matang, bonus demografi yang kita punya bisa jadi beban, bukan kekuatan,” tukasnya mengingatkan.

Merancang masa depan daerah tentu bukan perkara mudah, dan pemerintah sadar betul mereka tidak bisa berjalan sendirian di jalur sunyi. Keberhasilan peta jalan ini bertumpu pada kolaborasi multipihak.

Dalam menyusun dokumen ini, Pemkab Berau turut menggandeng barisan akademisi dari Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (Unmul) untuk memberikan landasan ilmiah dan perspektif akademik yang tajam.

Namun, keterlibatan tidak berhenti di ruang kelas dan kantor pemerintahan saja. Peta jalan yang berkualitas harus lahir dari rahim realitas masyarakat. Oleh karena itu, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) bersama seluruh perangkat daerah diajak untuk melebur, menghimpun data, serta menjaring gagasan dari berbagai elemen.

“FGD ini diharapkan jadi wadah menghimpun masukan, data, gagasan, dan perspektif dari semua pihak. Perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, dan ormas harus terlibat agar dokumen yang lahir berkualitas dan implementatif,” pungkas Sekda.

Ketika dokumen Peta Jalan Kependudukan 2025-2029 ini rampung nanti, ia bukan sekadar lembaran regulasi yang berdebu di rak meja kerja. Ia akan menjadi cetak biru (blueprint) penting yang memastikan bahwa setiap anak yang lahir, setiap pemuda yang mencari kerja, dan setiap keluarga yang tumbuh di Berau, dapat benar-benar merasakan manisnya buah pembangunan di tanah mereka sendiri. (Dy/Ok/ADV)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb