Nelayan Maratua Tak Lagi Berebut BBM,  Wisata Berau Siap Melaju

June 10, 2026 by  
Filed under Berau

Share this news

‎‎TANJUNG REDEB – Selama ini nelayan Maratua harus berebut, antre, bahkan menyimpan BBM menggunakan jeriken. ‎Sekarang ceritanya berbeda. Bupati Sri Juniarsih Mas bersama Pertamina Patra Niaga meresmikan Seanergy Fuel Storage Resort dan Nelayan, Jumat (5/6/2026).

‎Ini berarti  BBM di pulau terdepan Berau kini sudah memiliki wadah sendiri. Aman, berstandar, dan tidak perlu rebutan lagi.

‎‎“Ketika akses energi semakin mudah, aktivitas ekonomi masyarakat juga akan bergerak lebih cepat. Ini menjadi kebutuhan dasar yang harus terus diperkuat,” tegasnya.

‎‎Ia juga memberi sinyal proyek pembangunan belum selesai. Setelah kebutuhan BBM lebih terjamin, Pemkab Berau kini membidik pengembangan dermaga. Rencananya, dermaga Maratua akan diperpanjang agar kapal-kapal berukuran besar dapat bersandar secara optimal.

‎‎Dengan begitu, aktivitas bongkar muat nelayan menjadi lebih cepat dan wisatawan pun lebih nyaman saat datang maupun berangkat.

‎‎Pihaknya  mengakui anggaran daerah masih terbatas. Karena itu, Pemkab Berau terus menjalin komunikasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kaltim serta investor swasta. ‎Polanya jelas, penguatan sektor energi didahulukan, kemudian diikuti pembangunan transportasi.

‎‎“Seanergy Fuel Storage ini sinyalnya jelas. Penguatan wilayah kepulauan bukan cuma soal membangun infrastruktur fisik. Namun, yang lebih penting adalah memastikan layanan dasar seperti BBM tersedia dengan baik,” pungkasnya.

‎‎Sri Juniarsih menilai ketersediaan BBM yang memadai akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu faktor pendukung bagi pengembangan Maratua sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau. (Dy/Ok/Adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb