IPPRISIA Kaltim Jajaki Kolaborasi dengan DPPPA Kutai Timur

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penata Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melanjutkan agenda silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur pada Jumat (19/6/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.

Rombongan IPPRISIA diterima Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, di Kantor DPPPA Kutai Timur.

Delegasi IPPRISIA Kalimantan Timur dipimpin Ketua DPD Marliana Wahyuningrum, didampingi Wakil Ketua Fitri Eka Dinanti, Trainer Pengembangan SDM Endro S. Efendi, Ketua Bidang Organisasi Violeta, Ketua Bidang Usaha Nuraidah, Ketua Bidang Humas Sahidin Ahmad, Anggota Bidang Humas Taufik Riyadi, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Wita Royani Djaang, serta Wakil Sekretaris Tiwi Latifah.

Dalam audiensi tersebut, Marliana memperkenalkan IPPRISIA sebagai organisasi yang menghimpun berbagai praktisi dan profesi dari beragam bidang keahlian yang berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan lintas profesi.

Ia menjelaskan, IPPRISIA merupakan organisasi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah hadir di Kalimantan Timur sejak tahun 2009. Organisasi ini sebelumnya bernama Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui kegiatan edukasi, pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan monitoring.

“Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, pada tahun 2024 kami bertransformasi menjadi Ikatan Penata Indonesia atau IPPRISIA. Transformasi ini dilakukan agar organisasi mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, mulai dari balita, anak-anak, remaja, keluarga, hingga lansia,” ujar Marliana.

Menurutnya, perubahan tersebut juga diikuti dengan penguatan program-program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

Beberapa program unggulan yang diperkenalkan kepada DPPPA Kutai Timur di antaranya SIAP BERDAYA, yakni program pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan selama sembilan hingga dua belas bulan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter, mental, dan kemandirian.

Program berikutnya adalah SAPA (Sahabat Peduli Anak) yang berfokus pada penguatan karakter anak usia sekolah melalui pendampingan relawan pendidikan bagi peserta didik tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

Selain itu, IPPRISIA juga memiliki program DICINTAI (Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting) yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui edukasi kesehatan, penguatan pola asuh, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta pembentukan lingkungan yang sehat.

“Kami hadir sebagai mitra pemerintah yang siap berkolaborasi. Harapan kami, program-program yang dimiliki IPPRISIA dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Marliana.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan IPPRISIA Kalimantan Timur.

Menurutnya, berbagai program yang diperkenalkan memiliki kesamaan tujuan dengan program-program yang selama ini dijalankan DPPPA Kutai Timur, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami menyambut baik kehadiran IPPRISIA Kalimantan Timur. Program-program yang disampaikan sangat relevan dengan tugas dan fungsi kami. Semoga komunikasi ini menjadi awal dari kolaborasi yang baik sehingga dapat menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Supianti.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan berbagai profesi yang tergabung dalam IPPRISIA, diharapkan akan lahir inovasi dan program-program yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial secara lebih komprehensif.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur. (*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb