DPRD Minta Potensi Wisata Alam Samarinda Dioptimalkan dan Dilindungi

July 22, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

Share this news

SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan meminta Pemerintah Kota Samarinda lebih serius mengembangkan sekaligus melindungi potensi wisata alam yang dimiliki Kota Tepian. Menurutnya, pengelolaan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar potensi tersebut dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Viktor Yuan

Dirinya mengatakan Samarinda memiliki sejumlah objek wisata alam yang sebenarnya memiliki daya tarik tinggi. Namun, sebagian di antaranya mulai kehilangan pesona karena kurangnya perhatian terhadap pengelolaan kawasan, minimnya infrastruktur pendukung, hingga berkurangnya kawasan hutan yang selama ini menjadi penyangga ekosistem.

Salah satu destinasi yang menjadi sorotannya adalah Air Terjun Tanah Merah. Menurutnya, debit air di lokasi tersebut terus mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu sehingga mengurangi daya tarik wisata yang pernah menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat.

“Air Terjun Tanah Merah merupakan aset wisata. Kawasan di sekitarnya seharusnya dijadikan zona hijau agar sumber air tetap terjaga dan tidak terganggu aktivitas lain seperti pertambangan,” katanya, Selasa (21/7/2026).

Ia mengungkapkan, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Air Terjun Tanah Merah memiliki aliran air yang deras dan kedalaman yang cukup untuk menjadi tempat rekreasi masyarakat. Namun kondisi tersebut kini berubah drastis sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya, kerusakan kawasan hutan di sekitar sumber mata air diduga menjadi salah satu penyebab berkurangnya debit air. Ia menilai perlindungan kawasan resapan air harus menjadi bagian dari kebijakan pengembangan pariwisata di Samarinda.

Selain Air Terjun Tanah Merah, ia juga menyinggung sejumlah potensi wisata lain yang dinilai perlu mendapat perhatian, termasuk kawasan wisata di Desa Budaya Pampang. Ia mengingatkan agar kawasan penyangga di sekitar objek wisata alam tidak mengalami kerusakan yang dapat mengancam keberlangsungan sumber air maupun kelestarian lingkungan.

Ia menilai pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya melalui promosi, tetapi harus diawali dengan penataan kawasan, peningkatan aksesibilitas, penyediaan fasilitas pendukung, hingga menjaga kebersihan lingkungan sehingga wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.

“Promosi memang penting, tetapi objek wisatanya harus dibenahi terlebih dahulu. Kalau kondisinya belum siap, promosi juga tidak akan maksimal,” ujarnya.

 

Menurutnya, konsep pengembangan wisata juga harus memperhatikan identitas dan potensi lokal sehingga mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Dengan demikian, setiap destinasi memiliki karakter yang kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain.

Ia juga mendorong Dinas Pariwisata untuk lebih aktif menggali kembali objek-objek wisata yang mulai terlupakan. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan masyarakat setempat agar memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Masih banyak potensi wisata yang bisa dihidupkan kembali. Ini perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak selalu bergantung pada pusat perbelanjaan sebagai tempat berlibur. Kalau destinasi wisata kita dikelola dengan baik, masyarakat tentu memiliki lebih banyak pilihan untuk berwisata di Samarinda,” pungkasnya. (yud/adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb