KONI Kaltim Libatkan Cabor Susun Arah Prestasi

July 22, 2026 by  
Filed under Olahraga

Share this news

SAMARINDA – KONI Kaltim mengundang 47 cabor harapan dan binaan, dalam satu forum untuk menyampaikan persoalan yang selama ini dihadapi pelatih, atlet, dan pengurus, mulai dari kebutuhan pembinaan hingga penggunaan anggaran. Pertemuan ini menjadi lanjutan setelah sebelumnya KONI Kaltim mengundang 21 cabor unggulan dan andalan.

Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy Syachrum menegaskan kepengurusannya tidak ingin hanya hadir ketika atlet membawa pulang medali.
Pengurus, tegas dia, harus ikut memikul persoalan yang dihadapi cabang olahraga sejak proses pembinaan.

“Yang bertanding bukan kami, tetapi para atlet. Kami ingin mendengar masukan pelatih, pengurus, dan atlet supaya kita berjalan bersama. Masalah cabang olahraga juga menjadi masalah kami. Kami tidak ingin tampil hanya saat kalian berprestasi,” tegasnya, di Ruang Rapat KONI Kaltim, Rabu (22/7/2026).

Forum ini ditekankannya fokus utamanya membangun sistem pembinaan yang lebih terbuka dan melibatkan seluruh pihak.
“Kami hanya ingin mendengar masukan supaya tidak ada salah sangka. Dana cabor bisa diakses pelatih, pengurus, maupun atlet sesuai mekanisme. Kita sama-sama ingin membenahi dan mengubah sistem agar lebih baik,” bebernya.

Penjelasan mengenai pola pembinaan kemudian dilanjutkan Bendahara KONI Kaltim Siti Astridya. Ia mengingatkan kemampuan fiskal daerah masih menjadi tantangan sehingga pola bantuan 2026 tetap memakai sistem klaster yang telah disusun kepengurusan sebelumnya.

Cabor dibagi ke dalam kelompok harapan dan pembinaan. Masing-masing memperoleh batas bantuan yang berbeda sesuai kemampuan anggaran.
Untuk cabor kategori harapan, nilai maksimal yang dapat diajukan mencapai Rp105 juta. Sementara kategori pembinaan memperoleh batas maksimal Rp35 juta.

“Silakan masing-masing cabor mengatur strategi terbaik agar tetap bisa mencetak prestasi dengan dana yang tersedia,” katanya.
Ia juga memastikan mekanisme laporan pertanggungjawaban masih menggunakan indeks tahun 2025.
Sementara dukungan untuk pelaksanaan kejuaraan provinsi dibatasi maksimal Rp 65 juta, sedangkan kejuaraan provinsi junior maksimal Rp 50 juta.

“Pintu kami tetap terbuka untuk berbagi dan berdiskusi. Yang terpenting bagaimana kita tetap bisa mendedikasikan prestasi untuk Kalimantan Timur dengan anggaran yang ada,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, KONI Kaltim mengundang 47 cabor yang terbagi dalam dua kelompok pembinaan.

Sebanyak 30 cabang olahraga masuk kategori harapan, yakni Atletik, Ski Air, Sambo, Judo, Taekwondo, Tinju, Balap Sepeda, Kick Boxing, Wushu, Soft Tennis, Golf, Arung Jeram, Squash, Biliar, Karate, Boling, Rugby, Dayung, Selam, Panjat Tebing, Paramotor, Tenis Meja, Hapkido, Muaythai, Ju-Jitsu, Aeromodelling, Menembak, Terjun Payung, Sepak Takraw, dan Tenis.

Adapun 17 cabang olahraga lainnya berada dalam kategori pembinaan, terdiri atas Aquatik, Softball dan Baseball, Bola Basket, Bola Voli, Bulu Tangkis, Drum Band, Barongsai, Bridge, E-Sport, Gateball, Korfball, Petanque, Senam, Sepak Bola, Woodball, Triathlon, serta Berkuda. (rm-1/upi)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb