Petugas Sensus Ekonomi Gugur Saat Bertugas

July 26, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Share this news

SAMARINDA – Di tengah upaya mengejar target penyelesaian Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur harus kehilangan salah seorang petugas terbaiknya. Ashadi Permana meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas pendataan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan kepergian Ashadi Permana menjadi duka mendalam bagi keluarga besar BPS. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai petugas yang berdedikasi tinggi dan memiliki kinerja yang sangat baik selama pelaksanaan Sensus Ekonomi.

“Kami juga ingin menyampaikan, ada beberapa petugas kami yang mengalami kemalangan. Ada yang mengalami kecelakaan di Mahakam Ulu, kemudian di Balikpapan, dan dua orang di Samarinda. Di Samarinda, salah satunya meninggal dunia dalam perjalanan menuju lokasi sensus,” ujarnya saat Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Samarinda, Jumat (24/7/2026).

Mas’ud menjelaskan kecelakaan yang merenggut nyawa Ashadi terjadi di kawasan Sambutan ketika almarhum dalam perjalanan menuju lokasi pendataan. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan sensus tidak hanya menuntut ketelitian, tetapi juga menghadapi berbagai risiko di lapangan.

“Almarhum Ashadi Permana  merupakan petugas terbaik kami, khususnya di Kecamatan Sambutan. Proses pendataannya sangat bagus sekali. Tentu kami semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum,” katanya.

Dalam forum tersebut, Mas’ud mengajak seluruh peserta mendoakan almarhum. Ia juga memastikan BPS Kalimantan Timur akan membantu proses pengurusan serta menyalurkan hak-hak yang menjadi hak keluarga almarhum.

“Kami bantu pengurusannya dan akan kami berikan kepada keluarga yang bersangkutan. Mudah-mudahan almarhum mendapat tempat istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama orang-orang yang bertakwa,” ucapnya.

Selain menghadapi risiko kecelakaan, pelaksanaan Sensus Ekonomi juga diwarnai berbagai tantangan lain, salah satunya munculnya informasi yang tidak benar di media sosial. Mas’ud mengatakan isu-isu tersebut kerap membuat petugas harus memberikan penjelasan kepada masyarakat sebelum memulai pendataan agar tidak timbul kesalahpahaman.

Ia mencontohkan salah satu konten yang sempat beredar di Kalimantan Timur yang memperlihatkan petugas sensus dilempar keranjang saat menjalankan tugas. Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut dipastikan hanya konten media sosial dan bukan kejadian yang sebenarnya.

“Kami sudah mendatangi konten kreatornya dan yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi bahwa itu hanya sebuah konten. Bahkan setelah itu, yang bersangkutan juga membuat konten baru untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Mas’ud menegaskan BPS Kalimantan Timur tetap berkomitmen menyelesaikan pendataan sesuai target yang telah ditetapkan BPS RI. Ia berharap masyarakat terus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi dengan menerima petugas pendata dan memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Kami meyakini dengan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kalimantan Timur dapat diselesaikan dengan baik. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menerima petugas kami sehingga pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas,” pungkasnya. (ain)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb