FEB Unmul “The Best”

August 7, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

BACK TO CAMPUS. Itu yang saya rasakan ketika bertemu 650 mahasiswa baru dari Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Mulawarman (FEB Unmul) Samarinda, Rabu (5/8) lalu. Senang dan penuh nostalgia.

Mahasiswa baru itu lagi mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Zaman saya dulu namanya Plonco. Belakangan plonco dianggap kelewat keras, maka diganti  dengan istilah baru yang lebih “manusiawi.” Di antaranya ada yang namanya POSMA (Pekan Orientasi Studi Mahasiswa) atau Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus).

Sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) FEB, saya mendapat waktu bertemu dengan adik-adiknya. Secara pribadi, mereka itu lebih tepat disebut anak-anak saya.  Soalnya saya alumni 1985. Ketika saya jadi mahasiswa, mereka belum lahir.

Tahun ini saya tidak sendiri. Selain ditemani ketua harian IKA FEB, Apri Gunawan, ada juga kehadiran teman-teman alumni yang baru saja membentuk Koperasi Alumni FEB Unmul, yang juga diberi nama Koperasi Ekonomi Bisnis Mulawarman (KEBM).

Ketuanya tidak tanggung-tanggung. Dia adalah Muhammad Samsun, alumnus yang sekarang ini menjadi anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PDI Perjuangan. “Kita mau buat gebrakan, ayo semua alumni FEB bergabung,” kata Samsun menyampaikan ajakan.

Bersamaan dengan kegiatan PKKMB, Samsun secara khusus memperkenalkan kehadiran KEBM. Dia juga menggelar “Bazaar bersama Koperasi Eksis.” “Biar adik-adik mahasiswa baru sejak awal sudah mengenal apa artinya koperasi,” jelasnya.

Beberapa hari sebelumnya Samsun mengajak pengurus KEBM melakukan audiensi ke Dekan FEB Unmul, Dr Zainal Abidin, SE, MM. Dekan menyambut baik dengan kehadiran KEBM. “Kehadiran koperasi ini menjadi mitra strategis untuk menjembati hubungan antara kampus/fakultas, alumni dan mahasiswa,” kata Dekan mengapresiasi.

Untuk memperlancar kerja koperasi, Dekan berjanji akan menyerahkan basis data alumni sebagai langkah awal memperkuat jejaring koperasi. Dia juga berharap koperasi yang didirikan para alumni FEB bisa menjadi contoh bagaimana mengelola koperasi, yang bisa tumbuh sehat, meraih keuntungan dan mensejahterakan anggota dan masyarakat.

Samsun senang mendapat dukungan penuh dari Dekan. “Data alumi yang akan  diberikan Fakultas tentu sangat penting  untuk memudahkan pengurus membangun komunikasi, memperluas keanggotaan serta merancang program yang sesuai dengan kebutuhan para alumni,” jelasnya.

TIDAK CUKUP SARJANA

Ketika bertemu para mahasiswa baru, kita sepakat memprovokasi mereka. “Anak-anak FEB sejak dulu adalah yang terbaik di Unmul, karena itu yel-yel kita FEB the best,” kata Heldy Zahry sambil mengajak seluruh mahasiswa berteriak lantang.

Saya juga bilang kepada mahasiswa baru FEB, jangan tujuan kuliah semata-mata ingin meraih gelar sarjana. “Sarjana memang harus, tetapi menjadi ‘orang’ tidak cukup modalnya hanya selembar ijazah,” begitu saya tekankan.

Pengalaman saya, mahasiswa juga harus aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan kemahasiswaan. Mengikui latihan kepemimpinan, berdiskusi, punya kepekaan sosial dan berbagai aktivitas yang bisa membentuk dan mematangkan diri kita menjadi calon pemimpin masa depan.

Saya sempat menjadi anggota MPR Utusan Daerah dan Wali Kota Balikpapan dua periode. Tapi waktu kuliah saya juga pernah ditahan selama 12 hari gara-gara melakukan aksi demo. Saya sangat aktif dalam kegiatan intra dan ekstra kampus.

Hal yang sama juga disampaikan Muhammad Samsun. Dia mengingatkan kepada mahasiswa baru, bahwa memiliki prestasi akademik belum cukup untuk menghadapi persaingan setelah lulus dari perguruan tinggi. “Mahasiswa juga dituntut memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, serta jaringan yang luas sebagai bekal memasuki dunia profesional,” tambahnya.

Anggota DPRD Kaltim ini mengatakan, masa perkuliahan merupakan waktu terbaik bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Karena itu, mahasiswa juga perlu aktif mengikuti organisasi, memperluas relasi, dan membangun kemampuan kepemimpinan agar memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.

Sejumlah mahasiswa baru FEB sempat mengajukan pertanyaan. Umumnya mereka ingin sukses seperti yang dialami para alumni. “Kembangkan diri dan kreativitas, jangan melulu mengejar prestasi akademik,” kata Samsun menekan.

Hampir beberapa jam kita di kampus. Saya bilang ke teman-teman. Angkatan saya tidak sempat kuliah di Gunung Kelua. Di tahun 80-an saya kuliah di Kampus Jl Flores, yang sekarang dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan akademik untuk Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Balai Bahasa. Saat itu rektornya adalah Prof Sambas Wirahadikusumah. FEB juga bangga karena salah satu alumnusnya, Prof Zamruddin Hasid pernah memimpin Unmul periode 2010-2014.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb