Jasa Raharja Gelar PPKL di SMA 1 Muara Badak

February 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

MUARA BADAK – Upaya menanamkan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas sejak usia pelajar dilakukan komitmen PT Jasa Raharja pada kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMA 1 Muara Badak, Rabu (25/2/2026).  Kegiatan ini merupakan bagian dari dalam mendukung upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut dihadiri petugas Jasa Raharja, Ikhsan Nur Abadi, yang memberikan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, pemahaman aturan lalu lintas, serta risiko dan dampak kecelakaan. Para siswa juga diajak untuk lebih sadar akan pentingnya menggunakan helm standar, mematuhi rambu-rambu, serta tidak berkendara secara ugal-ugalan.

Ikhsan Nur Abadi menekankan, angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh usia produktif dan pelajar. Oleh karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk karakter pengendara yang disiplin dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan PPKL ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan saat berkendara,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para siswa. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para pelajar SMA 1 Muara Badak dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

PT Jasa Raharja akan terus berkomitmen untuk hadir memberikan edukasi keselamatan di berbagai sekolah sebagai bentuk nyata dukungan terhadap terciptanya lalu lintas yang aman dan berkeselamatan. (*)

Usai Touring Indonesia -Mekkah, Om Daeng Jelajah Sulawesi Bersama Yamaha XMAX Techmax

February 26, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Sulawesi, Indonesia – Setelah sukses melakukan touring bersejarah dari Indonesia menuju Mekkah, Arab Saudi, menggunakan XMAX generasi pertama selama 7 bulan melintasi 12 negara sejauh lebih dari 27.000 kilometer, Anshar atau yang lebih akrab disapa Om Daeng kembali melanjutkan petualangan berkendaranya pasca tiba di tanah air

Jika sebelumnya ekspedisi lintas negara ditemani XMAX generasi pertama, maka kali ini Om Daeng menjelajahi kampung halamannya, Pulau Sulawesi, bersama Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru dalam perjalanan bertajuk “Jelajah Sulawesi.” Touring ini berlangsung selama 25 hari, terhitung sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer dan melintasi 69 kabupaten maupun kota di Pulau tersebut.

Perjalanan ini sendiri dimulai dari Makassar dan menempuh rute panjang yang menghubungkan berbagai kota strategis di Sulawesi. Kota-kota tersebut meliputi Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari. Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk Banggai, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang dan Toraja. Sepanjang touring Om Daeng dihadapkan dengan beragam karakter jalan, mulai dari pesisir pantai, jalur antar kota, hingga medan pegunungan yang menantang.

Lebih dari sekadar touring, “Jelajah Sulawesi” juga membawa misi sosial yang kuat. Di setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri untuk berbagi kepada Yayasan dan Panti Asuhan. Beberapa aktivitas sosial yang dilakukan di antaranya seperti berbagi sembako di Yayasan Panti Asuhan di Baubau, berbagi sembako dan mainan anak-anak di Pondok Pesantren di Kotamobagu, berbagi sembako dan alat tulis di Yayasan Panti Asuhan di Kota Palu, dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Selain itu, aktivitas touring ini juga menjadi momen dalam merajut tali persaudaraan yang lebih erat diantara biker MAXI Yamaha di Sulawesi.

“Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi yang mempesona, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilahturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha. Alhamdulilah hampir di setiap kota, saya mendapat dukungan dan sambutan hangat yang luar biasa dari teman-teman komunitas,” ungkap Om Daeng.

Jalur Menantang Namun Indah

Tantangan terberat saat touring dirasakan Om Daeng kala melintasi Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah. Pasalnya jalur ini didominasi jalan pegunungan yang sempit, dengan tanjakan dan turunan panjang serta tikungan teknikal yang menguji konsentrasi.

“Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” jelas Om Daeng.

Sementara untuk jalur paling indah, rute Amurang menuju Kotamobagu menjadi favorit. Perjalanan di sana menghadirkan keindahan alam khas Sulawesi Utara yang memadukan pesisir teluk yang tenang dengan pegunungan sejuk. Amurang (Minahasa Selatan) dikenal dengan panorama sunset di Bukit Sasayaban serta pantai berbatu yang eksotis, sementara Kotamobagu menawarkan lanskap dataran tinggi yang asri dan udara sejuk yang menyegarkan.

Performa XMAX TECHMAX

Dibandingkan generasi sebelumnya yang pernah menemaninya hingga ke Timur Tengah, Om Daeng merasakan peningkatan signifikan pada XMAX TECHMAX terbaru. Baik itu dari segi handling dan juga kelincahannya.

“Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat lebih baik,” cetus Om Daeng.

Fitur favorit lain yang dinilai Om Daeng sangat membantu perjalanannya selama touring jarak jauh ini adalah navigasi Garmin Street Cross yang telah terintegrasi di panel TFT meter. Selain itu, jok model Eropa dengan sandaran memberikan kenyamanan ekstra sehingga perjalanan ribuan kilometer tidak terasa melelahkan.

“Awalnya saya pikir (Navigasi) tidak terlalu terpakai. Tapi ternyata ketika saya coba sangat membantu dan petanya pun akurat, apalagi saat hujan saya tidak perlu mengeluarkan HP lagi. Model jok Eropa ini juga enak digunakan, ada lumbar support nya sehingga duduk lama tidak terasa pegal,” tambah Om Daeng.

Menuju NTT, Perjalanan Berlanjut

Setelah menuntaskan perjalanan mengelilingi Sulawesi, Om Daeng kini melanjutkan ekspedisinya ke Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bira, Sulawesi Selatan menuju Labuan Bajo untuk meneruskan misi eksplorasi dan berbagi. Semangat konsistensi, kepedulian sosial, serta ketangguhan berkendara menjadikan perjalanan ini bukan hanya tentang menaklukkan jarak, tetapi juga menghadirkan arti di setiap kilometer yang ditempuh oleh Om Daeng bersama skutik MAXI Yamaha. (*)

Integritas di Pers, Kedalaman di Spiritualitas, Ketangguhan di Alam

February 25, 2026 by  
Filed under Profile

Dar Edi Yoga

Jakarta – Lebih dari tiga dekade menapaki dunia pers, Dar Edi Yoga memaknai profesinya bukan sekadar ruang kerja, melainkan ruang kontemplasi. Baginya, menulis adalah cara merawat nurani sekaligus menjalin dialog dengan kehidupan. “Menulis bagi saya bukan sekadar profesi, tapi cara berdialog dengan kehidupan,” ujarnya, Rabu (24/2).

Pernyataan itu menggambarkan karakter Dar Edi yang tenang, reflektif, namun konsisten dalam pengabdian. Di dunia jurnalistik, rekam jejaknya terbilang panjang. Ia kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, anggota Pokja Pendataan Dewan Pers, serta Wakil Sekretaris Jenderal Confederation of ASEAN Journalists (CAJ). Di internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), ia pernah dipercaya sebagai Wakil Bendahara Umum PWI Pusat dan saat ini mengemban amanah sebagai Bendahara PWI Jaya periode 2023–2028.

Tak hanya itu, Dar Edi juga memimpin Askara.co sebagai Pemimpin Redaksi dan terpilih sebagai Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia periode 2024–2029. Pada peringatan Hari Pers Nasional 2022, ia menerima penghargaan Pers Card Number One dari PWI Pusat. Penghargaan tersebut ia maknai sebagai tanggung jawab moral, bukan sekadar simbol prestise.

Kiprahnya juga menjangkau forum internasional. Empat kali menghadiri World Press Freedom Day di Seoul, Korea Selatan, ia membawa perspektif jurnalisme Indonesia ke panggung global. Namun, menurutnya, esensi jurnalisme tetap bertumpu pada integritas pribadi. “Yang terpenting adalah tetap jujur pada hati, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” katanya.

Di luar aktivitas redaksional, Dar Edi dikenal aktif dalam pembinaan spiritual. Ia merupakan Master Sahaja Yoga sekaligus praktisi hipnoterapi. Pada periode 2004–2010, ia melatih tenaga dalam Rasa Jati dan bahkan dipercaya membimbing personel Detasemen Deteksi Paspampres serta Kolinlamil. Baginya, spiritualitas bukan sesuatu yang terpisah dari keseharian, melainkan kesadaran yang dihadirkan dalam setiap tindakan.

Kecintaannya terhadap alam tumbuh sejak masa sekolah. Ia mendirikan Elpala SMA 68 Jakarta dan aktif di komunitas Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) sejak 1985. Ia juga pernah menjadi manajer pendakian empat puncak tertinggi dunia bagi pendaki tunadaksa asal Solo, Sabar Gorky. “Gunung mengajarkan kita rendah hati. Di sana, kita belajar bahwa hidup adalah tentang ketekunan,” tuturnya.

Dalam bidang sosial dan kebudayaan, Dar Edi turut menggagas Beranda Ruang Diskusi sebagai ruang temu lintas profesi dan gagasan. Ia juga terlibat dalam Vox Point Indonesia, FORMAS, PERWATUSI, serta saat ini menjabat Sekretaris Yayasan Gardu 08 Indonesia. Pada 4 Desember 2025, ia menginisiasi pagelaran sendratari di Gunung Padang sebagai bagian dari upaya merawat warisan sejarah dan budaya bangsa.

Sebagai umat Katolik, ia aktif dalam pelayanan pastoral di Keuskupan untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri serta menjadi peserta SAGKI 2025. Pada era 1990-an, ia turut membangun komunitas Karyawan Muda Katolik di Gereja Katedral Jakarta dan Kelompok Meditasi Keluarga Kudus.

Di balik berbagai jabatan dan aktivitas tersebut, Dar Edi tetap memegang prinsip hidup sederhana. Ia menilai pengabdian bukan diukur dari banyaknya posisi, melainkan dari kedalaman kontribusi.

“Hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita capai, tapi seberapa dalam kita memberi,” ucapnya.
Bagi Dar Edi Yoga, pengabdian adalah perjalanan panjang yang dijalani dalam kesunyian dan kesetiaan, jauh dari kegaduhan, namun sarat makna. (*)

Buka Puasa Bersama, Polres Kutai Barat Santuni Anak Yatim

February 25, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR– Polres Kutai Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim, di Mapolres Kubar, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dihadiri Wakapolres Kubar, Kompol Subari, Kabag Ops. Kompol Teguh dan jajaran pejabat utama Polres, para wartawan yang bertugas di wilayah Kutai Barat, serta anak yatim dari sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren.

Wakapolres Kompol Subari mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara kepolisian dan insan pers, sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak kita sekaligus mempererat sinergi dengan rekan-rekan media yang selama ini menjadi mitra strategis Polri,” ujarnya.

Selain penyerahan santunan berupa bantuan uang tunai, kegiatan juga diisi dengan tausiah singkat menjelang waktu berbuka. Suasana kekeluargaan tampak saat seluruh peserta duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Barat, Alfian Nur, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi inisiatif Polres Kutai Barat yang dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka dan harmonis antara kepolisian dan media.

“Kami sangat berterima kasih dan apresiasi tinggi kepada bapak Kapolres dan jajaran yang berkenan mengadakan kegiatan buka bersama ini. Ke depan kami berharap sinergi antara kepolisian dan wartawan semakin baik, terutama dalam publikasi demi mendukung keterbukaan informasi serta menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif,” kata Alfian.

Momentum Ramadan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan insan pers dalam memberikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat Kutai Barat. (arf)

Perkuat Kerja Sama Keselamatan, Kepala Cabang Jasa Raharja Hadiri FKLL di Polresta Samarinda

February 25, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) kembali digelar di Polresta Samarinda pada 24 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Jasa Raharja Samarinda, Patria Adiwibawa, bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait lainnya.

FKLL merupakan wadah untuk berdiskusi dan berkoordinasi dalam upaya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kota Samarinda. Dalam pertemuan ini, para peserta membahas lokasi-lokasi rawan kecelakaan, perkembangan kasus kecelakaan terbaru, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan bersama.

Patria Adiwibawa menyampaikan, Jasa Raharja tidak hanya berperan dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga aktif mendukung upaya pencegahan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui forum ini, kita bisa menyusun langkah nyata agar angka kecelakaan di Samarinda terus menurun,” ujarnya.

Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta membayar pajak kendaraan tepat waktu sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan korban kecelakaan.

Melalui sinergi yang terus dijaga antara Jasa Raharja, kepolisian, dan para pemangku kepentingan, diharapkan keselamatan berlalu lintas di Samarinda semakin meningkat dan masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb