Run The City by Grand Filano Jadi Cara Baru Anak Muda untuk Menikmati Olahraga Sambil Hangout Bareng

February 23, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BONE – Gaya hidup anak muda kini terus berkembang begitu cepat dan semakin beragam seperti senang berkumpul atau hangout bersama teman sejawatnya dalam bentuk nongkrong di cafe, riding bareng, hingga olahraga bersama untuk membuat momen kumpul bersama teman, membangun komunitas positif, hingga menunjukkan outfit lari yang fashionable dan kalcer. Melalui tren tersebut, Yamaha menghadirkan Run The City by Grand Filano Hybrid yang mengajak ratusan anak muda untuk bisa melaksanakan Fun Run dan seru-seruan bareng lewat beragam aktivitas lainnya sekaligus memperkenalkan warna terbaru Grand Filano Hybrid yang kalcer. Dan Kabupaten Bone membuka acara ini secara perdana (15/2) dengan sukses hingga mendapatkan antusiasme besar dari para generasi muda setempat serta sambutan positif dari pemerintah atas acara yang menyatukan antara olahraga dan lifestyle.

Kegiatan Run The City yang berlangsung di Bumi Arung Palakka ini dihadiri lebih dari 250 anak muda yang ikut ambil bagian dalam Fun Run ini sehingga menjadikan acara ini sebagai salah satu aktivitas olahraga paling semarak di awal tahun. Menariknya, animo yang begitu besar bukan hanya berasal dari rekan-rekan komunitas lari, tetapi juga dari para pengendara Grand Filano Hybrid yang berasal dari berbagai daerah dan telah menanti-nantikan kegiatan ini sehingga semakin mempertegas bahwa sebagian besar pengendara Grand Filano Hybrid merupakan anak muda yang menganggap gaya hidup sehat dan mobilitas harian dengan stylish kini semakin berjalan beriringan.

“Acara Run The City by Grand Filano ini menjadi acara yang sangat luar biasa karena selain terdapat rangkaian aktivitas seru seperti Fun Run, ngopi bareng hingga mendatangkan bintang tamu spesial, acara ini juga direspon dengan semangat yang luar biasa dari ratusan anak muda yang hadir khususnya para pengendara Grand Filano Hybrid yang punya gaya kalcer dan stylish serta gemar dengan olahraga lari yang sedang hype. Lewat acara ini, harapannya semakin banyak kawula muda yang mengetahui dan mengenal skutik kalcer Yamaha lebih jauh yang punya gaya stylish tapi tetap fungsional,” ujar Rifki Maulana, Manager PR, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Kesuksesan acara Run The City by Grand Filano ini semakin terbukti dengan kehadiran pemerintah setempat, yaitu H. Andi Asman Sulaiman, Bupati Bone yang secara langsung membuka acara dan melepas peserta melalui flag off sehingga menjadi simbol apresiasi atas insiatif kuat untuk mengajak anak muda lebih aktif dan bugar. Titik start atau kumpul dari acara ini juga semakin memperkuat nuansa lifestyle anak muda karena berkolaborasi dengan Caf? Kavi yang merupakan salah satu caf? yang sedang menjadi favorit anak muda Bone sehingga olahraga, ruang nongkrong, dan interaksi sosial menyatu dalam satu pengalaman.

Selain diajak untuk berlari bersama, para peserta juga berkesempatan untuk mendapatkan berbagai merchandise menarik, salah satunya jersey lari dengan desain yang modern dan kalcer. Rangkaian acara Run The City by Grand Filano pun semakin lengkap dengan hadirnya hiburan khas anak muda, yaitu penampilan spesial DJ menjadi penutup yang menyegarkan, membantu para peserta melepas lelah setelah berlari sambil tetap menikmati suasana santai dan penuh energi.

”Rasanya acara hari ini lengkap banget karena bisa berolahraga sekaligus seru-seruan bareng teman-teman baru yang ternyata sefrekuensi soalnya masih muda semua sehingga mulai dari gaya penampilan hingga gaya hidup sehari-hari itu mirip-mirip dan pastinya semakin bangga lagi punya Grand Filano Hybrid yang selalu bisa dukung saya untuk mobilitas sehari-hari contohnya buat olahraga lari kaya gini yang butuh bawa banyak barang tapi bagasinya yang luas bikin saya jadi tidak perlu pusing-pusing untuk membawanya,” ujar Andi, peserta Run The City by Grand Filano sekaligus pengendara Grand Filano Hybrid Neo berwarna White.

Dengan terselenggaranya Run The City by Grand Filano di Bone, Yamaha membuka babak baru dalam menghadirkan aktivitas lifestyle yang dekat dengan anak muda. Keseruan aktivitas ini akan terus berlanjut hingga bulan Maret 2026 dan menyambangi kota-kota berikutnya yang pasti tidak kalah serunya. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai keseruan Run The City by Grand Filano, dapat ikuti terus Instagram resmi @yamahaindonesia dan @yamaha.classy.

Grand Filano Hybrid
Yamaha Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang Fashionable dan Functional. Hal itu dikarenakan Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan desain klasik yang timeless dan elegan, tapi tetap modern karena memiliki beragam fitur canggih seperti sudah menggunakan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan powerful, TFT Sub Display pada speedometer dan lampunya sudah Full LED serta Smart Key System. Skutik yang punya beragam warna menarik ini tidak hanya stylish tapi juga praktis karena memiliki fitur Smart Front Refuel sehingga pengisian bahan bakar lebih praktis dan punya kapasitas bagasi terbesar di kelasnya yaitu 27 Liter serta fitur Electric Power Socket dengan USB Type A guna mendukung para pengendaranya bisa tetap online terkoneksi selama berkendara. Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dalam dua varian, yaitu tipe Hybrid Lux dan tipe Hybrid Neo. Untuk tipe Hybrid Lux punya 2 pilihan warna, yaitu Magma Black dan Royal Iron. Sementara tipe Standard punya 4 pilihan warna menarik yang meliputi Greenish Gray, Pink Mauve, Prime Gray, dan White. (*)

Ramadan Jadi Strategi Pariwisata, Dispar Kaltim Gerakkan UMKM dan Komunitas

February 22, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur resmi membuka Kampung Ramadan Temindung 2026 bertajuk Gebyar Ekonomi Kreatif & Kuliner Ramadan Kalimantan Timur di halaman Temindung Creative Hub, Sabtu (21/2/2026) malam.

Kegiatan yang digelar selama 20 hari penuh ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus destinasi ngabuburit baru bagi masyarakat Samarinda.

Pembukaan Kampung Ramadan Temindung 2026 turut diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya tradisi Begerakan Sahur yang menjadi daya tarik budaya agar memeriahkan bulan suci.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengapresiasi penyelenggara kegiatan, yakni Gekraf Kalimantan Timur dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) atas kolaborasi yang terjalin.

“Kegiatan ini bukan sekadar pasar Ramadan, tetapi gerakan ekonomi, ruang kolaborasi, dan etalase kreativitas Kalimantan Timur,” ujar Ririn.

Menurutnya, kawasan eks Bandara Temindung selama Ramadan didorong menjadi destinasi kreatif dan pusat aktivitas masyarakat. Dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM dan komunitas kreatif, event ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat tumbuh berdampingan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pariwisata hari ini bukan hanya tentang objek wisata, tetapi tentang pengalaman. Kampung Ramadan Temindung menghadirkan pengalaman lengkap, mulai dari kuliner khas Ramadan, bazar fesyen muslim, kerajinan lokal, hingga festival budaya seperti Begerakan Sahur, pawai obor, dan halal lifestyle festival,” jelasnya.

Ia menambahkan, event berbasis budaya dan religi seperti ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus perputaran ekonomi lokal.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pariwisata pun berkomitmen mendorong kegiatan serupa masuk dalam kalender tetap pariwisata daerah.

“Kita ingin setiap momentum, termasuk Ramadan, menjadi peluang untuk meningkatkan okupansi hotel, menghidupkan sektor transportasi dan kuliner, serta membuka ruang transaksi bagi UMKM,” katanya.

Ririn juga menegaskan, penguatan ekonomi kreatif menjadi prioritas, seiring posisi Kalimantan Timur sebagai gerbang masa depan Indonesia. Produk fesyen muslim, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga pertunjukan seni dinilai sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah.

Ia berharap Kampung Ramadan Temindung 2026 mampu meningkatkan omzet UMKM secara signifikan, menciptakan destinasi Ramadan yang ikonik dan berkelanjutan, menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha, serta memperkuat citra Kaltim sebagai provinsi kreatif dan religius.

“Kepada seluruh masyarakat, mari kita ramaikan dan sukseskan kegiatan ini. Belanja di UMKM lokal berarti kita menggerakkan ekonomi tetangga kita sendiri. Hadir di event ini berarti kita ikut membangun ekosistem ekonomi kreatif daerah,” pungkasnya.

Kampung Ramadan Temindung 2026 diharapkan tidak hanya membawa keberkahan selama bulan suci, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur. (yud)

Mengapa Meminta Maaf ?

February 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Ramadhan Hendry Ch Bangun

Beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan, di grup WA atau di ponsel kita, penuh dengan permintaan maaf, mohon dimaafkan bila memiliki kesalahan disengaja atau tidak sengaja, berupa kata-kata ataupun tindakan. Konon, agar ketika menjalankan ibadah sebulan penuh ini tidak ada lagi ganjalan di hati sehingga ibadahnya lancar dan diterima Allah Subhana wa taala.

Hendry Ch. Bangun

Fenomena ini sudah berlangsung lama, tidak tahu persis kapan dimulai, tetapi agaknya ketika telpon seluler menjadi milik semua, bukan lagi barang ekslusif seperti era Motorolla yang dimiliki hanya segelintir orang kaya. Ketika ponsel semakin cerdas tidak lagi hanya kata atau kalimat, ada gambar, ikon, meme, simbol, meramaikan ucapan itu.

Menurut ahli, meminta maaf atau menerima maaf mengurangi stress dan kecemasan, membuat lega dan seperti lepas dari himpitan perasaan bersalah, serta meningkatkan kesehatan mental. Dan apabila dilakukan secara personal, tatap muka, dapat mengembalikan kualitas hubungan interpersonal. Tercipta saling menghargai dan bisa jadi hubungan yang tadinya buruk kembali membaik, menjadi teman baru lagi, dan ada manfaat bagi keduanya ke depan.

(Meski dalam ilmu manajemen diingatkan, orang yang bertindak buruk kepadamu, jangan lagi dijadikan teman, jangan dipercaya, karena sewaktu-waktu, entah kapan, dia kembali akan menyakitimu. Itulah sifat manusia. Oleh karena itu, forget it. Coret dari daftar kontak).

Tetapi di bulan baik ini, meminta maaf tentu perbuatan mulia. Bahkan menurut salah satu hadis, orang yang mau memaafkan orang yang berbuat salah, berbuat dosa kepadanya, akan dibangunkan istana dari emas di surga. Memberi maaf bukan merendahkan diri, justru dikatakan bakal mengangkat derajat seseorang. Dan pemaaf adalah satu ciri orang bertaqwa, sesuatu yang ingin dimiliki oleh setiap manusia.

Dan kalau bicara soal pahala, khsususnyadi Ramadhan ini, pastilah akan berlipat ganda karena dia seperti membuat dosa antarmanusia, seorang dengan seseorang, sudah hilang. Tentu kita semua tahu, Allah itu Maha Pemaaf (Al Afuww), Maha Pengampun (Al Ghaffar), apabila ada kesalahan kepadaNya, kalau kita meminta, pasti dimaafkan dan dosa kita diampuni. Sebesar apapun itu, bahkan sebanyak buih di samudera.

Tetapi dosa sesama manusia itu, hanya bisa dihapus kalau orang yang disakiti mau memberi maaf. Kalau tidak mau, tidak sempat, maka itu urusannya di akhirat sana. Maka dikatakan ada orang yang sepertinya amalnya sedikit, tetapi ketika dihisab nanti, hartanya di sana seperti emas sebesar gunung. Sebab semasa hidup di bumi, dia selalu dibully, dianiaya, digossipi, dipandang rendah, dan itu semua menjadi pahala baginya. Yang otomatis mengurangi pahala para pelaku, pembully, penganiaya, pemfitnah, sadar atau tidak sadar. Di sinilah sebenarnya, tradisi saling memaafkan, apalagi dilakukan secara fisik, menjadi sangat krusial kita lakukan. Kalau via WA, atau Instagram, Telegram, apalagi kalau bersifat generik, ya kadarnya sedikit. Itupun kalau diterima. *
Saya ingat suatu ketika KH Aqil Siradj diundang ke PWI Pusat diinisiasi Ilham Bintang, Dewan Kehormatan PWI, untuk mendapatkan masukan ahli agama itu tentang profesi wartawan. Waktu itu PWI satu-satunya organisasi wartawan yang mengakui bahwa pekerja media entertainmen sebagai wartawan. Yang lain masih menganggap bukan, karena pekerjaannya hanya menulis hal-hal tidak penting, tidak terkait dengan kepentingan publik, ecek-ecek.
Dalam kesempatan tersebut tokoh NU itu ditanya soal berita tentang artis, penyanyi, pesohor, yang kadang bersifat hura-hura, isyu perselingkuhan, perceraian, gossip rumah tangga dan sejenisnya.
“Berita seperti itu ghibah. Dan ghibah itu dosa,” katanya tegas.
“Kalau itu fakta, Pak Kyai ?”
“Fakta ya dosa. Apalagi kalau belum tentu kebenarannya. Membicarakan seseorang itu berdosa walaupun itu benar.”
Akhirnya hadirin mati kutu. Maksud hati ingin justifikasi pemberitaan entertainmen sebagai produk jurnalistik yang standar, menjadi goyah. Tapi setidaknya wartawan yang hadir, umumnya pengurus, sudah mendapatkan kepastian dari sisi hukum agama.
Apakah lalu media entertainmen surut? Ya tidak. Masalahnya fulus. Sudah banyak yang untung milyaran rupiah per bulan pada waktu itu, ya tentu saja apa yang disampaikan KH Aqil Siradj hanya dianggap masukan untuk dipikirkan. Keputusan tetap di tangan manajemen. Soal dosa itu urusan nanti. Dunia dulu Boss, mungkin begitu pikir si pemilik media.
Ya kalau dipikir-pikir, artis-artis, pemain sinetron, para penyanyi, yang diberitakan tentang hal yang benar, apalagi yang belum pasti sesuai fakta, mendapat pahala bertumpuk di akhirat nanti dari karya jurnalistik media entertainmen. Apakah pernah ada permintaan maaf secara individu dari pekerja pers, awak media kepada mereka, rasanya sih tidak. Mudah-mudahan ada dan juga mudah-mudahan sadar untuk minta maaf mumpung bulan baik dan masih ada nafas.
Bagaimana pula dengan media yang dalam pemberitaannya banyak memberikan label negatif, menghakimi tanpa konfirmasi, mengambil untung dari rasa takut narasumber, bahkan dengan sengaja melakukan fitnah tanpa dasar? Kalau ini jelas. Dari sisi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) saja sudah melanggar pasal-pasal tertentu dan ada sanksinya. Termasuk kewajiban minta maaf apabila tidak akurat, ada itikad buruk. Maaf di sini sebagai upaya menyenangkan hati, menyembuhkan luka dari orang tersakiti oleh berita, sekaligus menunjukkan kualitas, kedewasaan, harkat dan martabat media, yang memberitakan.
Tetapi apakah kalau medianya sudah meminta maaf berarti “dosa” maka si wartawan yang menulis, atau editor yang “meloloskan” bahkan mungkin “mengarahkan” berita insinuatif, bohong, tidak akurat, sudah hilang? Itu urusan Yang Di Atas.
Kalau mekanisme kerja, proses jurnalistik, sudah jelas. Karya jurnalistik adalah satu produk hasil mata rantai panjang, mulai dari perencanaan, pengumpulan fakta dan data di lapangan, proses penulisan, proses editing, dan akhirnya persetujuan diberitakan atau disiarkan. Setiap titik itu ada peran. Semua terlibat, meski penanggungjawab akhir ada di tangan pengambil keputusan bahwa berita layak ditayangkan. *
Dalam banyak hal harus diakui kualitas media dan wartawan kita secara umum masih terdapat kualitas yang njomplang. Ada yang mutunya bisa disamakan dengan media-media di negara maju seperti AS, Eropa, Jepang, yang jelas proses rekruitmen, jelas pelatihan rutin, jelas proses pematangan dengan liputan-liputan bertahap, dst. Ada yang sama sekali tidak bermutu, main tunjuk seseorang menjadi wartawan, tidak dibekali pemahaman KEJ, tidak dilatih, tidak diberi pengarahan. Langsung terjun ke lapangan. Cakupannya dari A sampai Z.
Dengan kondisi seperti ini, pemahaman tentang tanggungjawab moral dan etika ya bervariasi juga. Ada yang peka terhadap nama baik, privasi individu, dan menahan diri untuk menerobos wilayah pribadi meskipun mungkin orang yang akan jadi narasumber itu pejabat atau memiliki tugas berurusan dengan publik. Ada yang terpaksa menabrak batas karena kewajiban kantor untuk melengkapi berita yang akan disiarkan, atau minimal memberi ruang konfirmasi. Ada yang tidak peduli karena bagi mereka, berita harus menjadi viral, banyak klik, lebih penting.
Ada media yang sudah jelas mengambil posisi tertentu sehingga mau benar atau salah maka sosok tertentu selalu dicari sisi negatifnya. Ada yang karena unsur tertentu sebaliknya mengambil sisi positif dan sepihak atas kegiatan-kegiatan sosok atau kelompok itu. Nilai berita menjadi nisbi disesuaikan dengan kepentingan.
Maka media bisa menjadi pembawa kabar baik, berita menyenangkan, memberi gairah, memberi inspirasi, dan semangat. Ada yang membuat sakit kepala, meningkatkan emosi, sampai ke proses hukum karena dianggap sudah merusak nama baik. Ini tidak lepas dari visi misi media, ketika didirikan, ataupun menyesuaikan diri dengan kondisi sosial politik dan pendapatan.
Sambil menunggu berbuka puasa, yang dianjurkan berzikir dan membaca doa, sebagai orang yang menyebut dirinya wartawan, bagus juga kita melihat ulang ke belakang. Masih adakah kesalahan, kelalaian, yang telah membuat orang sakit hati, entah itu narasumber, masyarakat, rekan kerja, rekan satu organisasi, yang belum kita mintakan maafnya? Mari tanyakan ke hati nurani.
Itupun kalau dianggap perlu. Semua terserah Anda. Wallahu a’lam bishawab.
Ciputat 22 Februari 2026.

CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen untuk Melangkah Sesuai Kaidah

February 22, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA. Bulan Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak kebaikan. Sejalan dengan semangat tersebut, Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) meluncurkan inisiatif baru berupa Program Jumat Baik yang akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai tahap awal, program dilaksanakan secara serentak di lima Kantor Cabang Syariah (KCS) yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar pada Jumat (20/2/2026).

Program Jumat Baik merupakan bagian dari komitmen CIMB Niaga Syariah untuk terus Melangkah Sesuai Kaidah dengan menghadirkan nilai tambah yang relevan bagi masyarakat di sekitar kantor cabang, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung. Inisiatif ini dirancang agar setiap KCS terus menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi nyata yang selaras dengan kebutuhan lingkungan setempat.

Chief of Syariah Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Bung Aldilla mengatakan, program ini menjadi sarana untuk memperkuat engagement dengan masyarakat serta memperluas manfaat keberadaan CIMB Niaga Syariah di lingkungan sekitar kantor cabang.

“Melalui kegiatan yang relevan dan membumi seperti Program Jumat Baik, kami berharap CIMB Niaga Syariah semakin dekat dan dipercaya masyarakat. Ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga untuk Advancing Customers and Society, yaitu senantiasa membantu nasabah dan masyarakat mewujudkan mimpi serta aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati,” ujar Bung Aldilla.

Program Jumat Baik perdana mengangkat tema kesehatan dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya menggunakan teknologi Quantum Resonance Magnetic Analyzer (QRMA). Pemeriksaan ini memberikan gambaran umum kondisi kesehatan, sehingga peserta dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko sejak dini. Kegiatan diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk Pahlawan Keluarga pengemudi ojek online, nasabah, dan masyarakat sekitar. Selama Ramadan, peserta juga mendapatkan hidangan berbuka puasa.

Program Jumat Baik pada bulan Ramadan ini merupakan awal dari perjalanan Program Jumat Baik yang akan diselenggarakan secara rutin di seluruh KCS di kota lainnya di Indonesia. Ke depan, Program Jumat Baik akan dikembangkan dengan beragam tema sesuai kebutuhan masyarakat di setiap wilayah, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas.

Melalui program ini, kantor cabang tidak hanya berperan sebagai pusat layanan finansial, tetapi juga sebagai pusat kebaikan yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. CIMB Niaga Syariah berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial di setiap lokasi kehadirannya.

“Inisiatif ini juga menjadi upaya untuk memperkuat peran lembaga keuangan syariah sebagai mitra masyarakat yang modern, relevan, dan membawa kemaslahatan,” ujar Bung Aldilla. (*)

Dari Kota Batulicin

February 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA belum pernah ke Batulicin. Itu ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Lewat jalan darat ditempuh 8 sampai 10 jam dari Balikpapan. Kalau dari Banjarbaru jaraknya 219 km. Ditempuh sekitar 5 jam. Jauh juga.

Nama Batulicin City di waktu malam. Tampak sangat indah dengan aneka warna lampu

Nama Batulicin dan Tanah Bumbu memang menarik. Konon penamaan Batulicin karena di sana banyak ditemukan batu-batuan yang halus dan licin di sepanjang sungai. Sedang Tanah Bumbu bukan berarti di sana banyak bumbu. Tapi berasal dari wilayah Kerajaan Tanah Bumbu pada abad ke-17. Nama ini merujuk pada wilayah pusat pemerintahan kerajaan yang berada di sekitar Sungai Bumbu.

Usia Kabupaten Tanah Bumbu baru 23 tahun. Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2003, berdiri pada tanggal  27 Januari 2003 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru. Penduduknya pada 2024 sekitar 360 ribu jiwa dengan luas wilayah 5.066,96 kilometer persegi. Khusus Batulicin dihuni sekitar 21.114 jiwa dengan luas wilayah 163 kilometer persegi.

Belakangan nama Batulicin makin viral, lantaran di sini “markasnya” orang paling kaya Kalimantan yaitu Haji Isam, sang “raja batubara dan sawit.” Siapa yang tak kenal dengan haji yang satu ini. Apalagi dia sekarang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Nama aslinya adalah H Andi Samsudin. Bukan asli Kalsel, tapi  darahnya dari Sulsel.

Rumah atau istana Haji Isam di Batulicin sangat mewah dan luas. Bayangkan, mencapai 20 hektare. Maklum di situ ada lintasan offroad, yang memang menjadi hobi sang crazy rich. Jalan menuju rumahnya jalan khusus dan diberi nama Jalan Haji Isam.

Tapi saya datang ke Batulicin, pekan lalu bukan ingin menemui Haji Isam. Tapi saya memenuhi undangan Sayed Jafar Alaydrus (SJA), mantan Bupati Kotabaru yang sekarang menjadi Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalsel. Saya berangkat dengan Pak Alinur, lalu bergabung dengan aktor legenda Roy Marten yang terbang dari Jakarta. Roy ditemani Ali Imron juga kembali diundang SJA.

Kami datang untuk mendukung SJA yang lagi menebar “virus” Hanura agar mampu berjaya dan menang pada Pemilu 2029 nanti. Sengaja bendera start dia mulai kibarkan di dua kabupaten yaitu Batulicin dan Kotabaru, karena itu wilayah “kekuasan” dan tanah kelahirannya.

SJA dan istri, Roy Marten, Sekretaris Hanura Syarifah Santiyansah serta Ketua Hanura Kotabaru Sayed Sultan Yasin Alaydrus berfoto bersama anak yatim setelah pemberian santunan

Pengibaran bendera start Hanura itu ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Batulicin dan Kotabaru. Ketua DPC Batulicin adalah Suaidi dengan sekretaris Wisda Dewai dan bendahara H Iwan. Sedang Ketua DPC Kotabaru dipercayakan kepada Sayed Sultan Yasin Alaydrus, BM, yang tak lain putra kandung SJA. Sayed Sultan didampingi sekretaris Suriyah, SE.

“Kita sengaja memulai mengibarkan bendera Hanura dari dua kota ini, karena di wilayah ini akan menjadi basis perjuangan dan kekuatan Hanura Kalsel,” kata SJA penuh semangat.

Menurut Sayed Jafar, dia lahir di Batulicin. Lalu pada usia 8 tahun hijrah ke Kampung Baru Balikpapan. Sukses berusaha di perminyakan, dia mengembangkan usahanya di kampung halaman sampai terjun ke politik. Alhamdulillah, dia sukses menjadi Bupati Kotabaru selama dua periode, 2016 sampai 2025.

Acara pelantikan DPC Batulicin berlangsung meriah di kediaman pribadi Sekretaris Hanura Kalsel, Hj Syarifah Santiyansyah, SH, M.Si di Jl Cappa Padang. Rumahnya megah dan luas berwarna putih. Seperti Gedung Putih. Hj Syarifah Santiyansyah adalah adik kandung SJA, yang akrab dipanggil Bunda atau Puang Neni dan pernah menjadi anggota DPRD Kalsel dari Partai Golkar.

Sebelum menuju Kotabaru, Sayed Jafar menyempatkan ziarah ke makam orangtua. Juga ziarah ke makam leluhur di Komplek Kuburan Raja Batulicin. “Saya baru tahu kalau Pak Sayed Jafar ada garis keturunan dengan kerabat Raja Batulicin,” kata Alinur, yang setia mendampingi SJA.

SAYED SULTAN SIAP

Sementara pelantikan Sayed Sultan Yasin berlangsung tak kalah meriah di gedung milik SJA sendiri, Gedung SJA 309 Hilir Muara, yang masuk di wilayah Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru. Gedungnya megah di tepi pantai. Tersedia beberapa fasilitas ruang rapat dan kamar yang representatif.

SJA didampingi Roy Marten disambut tarian adat Kotabaru. Roy tampak terpukau ketika dikalungi untaian kembang dan selendang. Dia mengaku baru pertama kali ke Kotabaru. Selama ini dia hanya mengenal lewat lagu dan film Saranjana.

Setelah dilantik dan menerima bendera Hanura, Sayed Sultan Yasin mengatakan, dia bersama pengurus baru lainnya sudah siap bahu membahu untuk berjuang memenangkan Partai Hanura di seluruh wilayah Kabupaten Kotabaru, yang memiliki 15 kecamatan dan 245 desa.

Sejalan dengan keinginan DPD, dalam pembentukan PAC di tingkat kecamatan, dia memberi kesempatan generasi muda untuk berkiprah lebih banyak. “Nanti kita kolaborasikan dengan pengalaman para senior agar tercipta kekuatan yang solid untuk membesarkan partai,” tandas Sayed Sultan.

SJA berharap DPC Hanura Kotabaru menjadi role model kebangkitan partai Hanura di Benua,  setelah dua periode absen. “Ini momen kebangkitan kejayaan Partai Hanura di Kalsel. Apalagi ketua umum DPP Hanura juga orang Kalimantan yaitu Pak Oesman Sapta Odang (OSO),” jelasnya.

Menurut SJA, dia akan ngebut untuk pembentukan dan pelantikan pengurus baru di Tingkat kabupaten/kota.  “Ini baru dua dari 13 kabupaten/kota di Kalsel yang dilantik. Tekad kita tiga bulan ke depan, sudah selesai pengukuhan di semua daerah,” jelasnya.

Selama berada di Batulicin dan Kota Baru, saya dan Roy Marten dijamu SJA dengan berbagai kuliner andalan urang Banjar terutama soto Banjar. Roy sendiri banyak didaulat ibu-ibu agar bisa foto selfie. Sebelum pulang, dia masih sempat ikut senam bersama Hanura di Kotabaru. “Kalau begini hebatnya antusias masyarakat, saya optimistis Hanura di Kalsel  benar-benar bangkit,” katanya memuji.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb