Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025

February 12, 2026 by  
Filed under Nusantara

Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, PEP Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field berhasil mencatatkan realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target tahun 2025.

Keempat entitas anak usaha dan afiliasi PHI di Zona 9 ini membukukan produksi minyak hingga mencapai 22,6 ribu barel per hari (MBOPD), sedangkan produksi gas sebesar 105,369 juta standar kaki kubik per hari (MMCFD).

Capaian tersebut menempatkan Zona 9 sebagai salah satu kontributor utama produksi PHI-Regional 3 Kalimantan, sekaligus mencerminkan konsistensi Perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah Indonesia.

Senior Manager Subsurface Development & Planning (SSDP) Zona 9, Supriady, menegaskan bahwa capaian produksi positif ini merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam menerapkan beragam inovasi dan teknologi dalam mengelola lapangan-lapangan migas yang sudah mature, memiliki karakteristik kompleks, dan memerlukan ketepatan strategi serta koordinasi erat lintasfungsi.

“Kami percaya bahwa inovasi dan teknologi memegang peran strategis dalam menjaga tingkat recovery dan keberlanjutan produksi lapangan-lapangan migas yang telah mature,” tuturnya.

Menurut Supriady, keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi yang solid seluruh pekerja dan manajemen dalam mengelola aset subsurface dengan penerapan teknologi yang fit for purpose, atau tepat sesuai tujuan. Sebagai bentuk penyemangat, Supriady dan timnya memiliki slogan “Anti Decline”, atau antipenurunan produksi.

Ia juga menyampaikan, di Zona 9, Perusahaan secara konsisten mendorong adopsi teknologi berbasis praktik terbaik industri hulu migas nasional maupun global di seluruh aspek operasi dan bisnis Perusahaan. Dukungan teknologi membantu Perusahaan untuk mengelola operasi secara efisien, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian target produksi yang berkelanjutan.

“Langkah tersebut dibarengi upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara konsisten,” jelasnya.

Sebagai contoh, PHSS menerapkan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) yang menjadi solusi efisien untuk meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen. Terobosan ini baru diaplikasikan di empat sumur, namun sudah berkontribusi besar terhadap angka produksi minyak.

Selain itu, terdapat teknologi Pertasolvent yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga hampir empat kali lipat dibandingkan kondisi awal.

Teknologi Pertasolvent merupakan semacam pelarut (solvent) yang digunakan untuk mengatasi masalah High Pour Point Oil (HPPO), dimana minyak yang diproduksikan memiliki titik tuang (pour point) lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa. Teknologi itu diterapkan di Lapangan Mutiara dan Pamaguan.

Untuk produksi gas, PHSS menerapkan teknologi Capillary String yang dapat menekan potensi gangguan aliran dan meningkatkan stabilitas produksi sekitar 0,36 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Sementara itu, Pertamina EP Sangasanga mengaplikasikan Wellhead CompressorMini Gas Compressor pada sumur-sumur borderless atau yang beririsan dengan wilayah kerja/entitas Pertamina lainnya.

Inovasi ini berhasil meningkatkan produksi sumur yang bertekanan rendah hingga 15 kali lipat dibandingkan kondisi awal. Kemudian di lapangan TSS menunjukkan kestabilan produksi gas berhasil mencapai 117 persen dibandingkan target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.

Di sisi operasional, kinerja ditopang oleh percepatan jadwal pengeboran dan intervensi sumur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

“Pendekatan operasional migas yang terintegrasi dan penguatan budaya selamat menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja PHSS dan PEP di Zona 9 dalam mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang meliputi Zona 8, Zona 9 dan Zona 10 sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia.

Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur, dan Tanggap Bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Gelar Simulasi Tanggap Darurat di UP PLTDMG Bontang

February 12, 2026 by  
Filed under Nusantara

Sosialisasi penanganan tanggap darurat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, keterampilan, dan pemahaman seluruh personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di pembangkit.

BONTANG – PT PLN Indonesia Power UBP Mahakam melalui UP PLTDMG Bontang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bontang sebagai bagian dari penguatan sistem K3 serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan operasional pembangkit.

Rangkaian pelatihan dirancang secara aplikatif dan terstruktur, tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diperkuat dengan praktik lapangan yang komprehensif dan terintegrasi, meliputi pemberian materi oleh Damkar Bontang, pelaksanaan Gladi Simulasi Kering, Simulasi Tanggap Darurat, evaluasi langsung dari tim Damkar, serta kegiatan Animal Rescue. Pendekatan ini membentuk kesiapsiagaan personel yang tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam berbagai kondisi darurat.

Simulasi dilaksanakan melalui skenario terintegrasi yang realistis, mencakup penanganan kebakaran, evakuasi personel, koordinasi lintas fungsi, pengendalian situasi, serta pengamanan area operasional, sehingga mampu menguji kesiapan sistem, efektivitas prosedur, dan kapasitas sumber daya secara menyeluruh dalam kondisi yang mendekati situasi riil.

Sebagai bagian dari penguatan sistem, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kecepatan respons, ketepatan pengambilan keputusan, efektivitas komunikasi, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam sistem manajemen tanggap darurat dan pengelolaan risiko operasional di lingkungan kerja.

Manager UP Bontang, Herman Hidayat, menegaskan bahwa penguatan sistem kesiapsiagaan dan budaya keselamatan merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan dan keandalan operasional pembangkit. Ia menyampaikan, “Kesiapsiagaan tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui latihan yang konsisten, sistem yang terstruktur, dan budaya keselamatan yang mengakar kuat dalam setiap proses kerja. Sinergi yang terbangun menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap insan pembangkit memiliki kompetensi, keberanian, serta kesiapan mental yang utuh dalam menghadapi situasi darurat, sehingga perlindungan terhadap manusia, aset, dan keandalan operasional perusahaan dapat terjaga secara menyeluruh dan berkelanjutan.” Ujar Herman Hidayat

Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, PT PLN Indonesia Power UBP Mahakam meneguhkan komitmennya dalam membangun sistem keselamatan kerja yang terintegrasi dan berkelanjutan, memperkuat budaya K3 sebagai nilai inti perusahaan, serta memastikan kesiapsiagaan seluruh insan pembangkit dalam menghadapi berbagai potensi risiko demi menjaga keselamatan manusia, keandalan pasokan listrik, dan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. (*)

UBP Mahakam Buktikan Konsistensi Kinerja Lewat Bendera Emas

February 12, 2026 by  
Filed under Nusantara

Manager UBP Mahakam, Firman Ramdan, menerima Bendera Emas Kinerja Unit Bisnis Semester II 2025 dan penandatanganan, sebagai bentuk pencapaian tim dalam menjaga keandalan operasional dan mendorong transformasi hijau

BANDUNG – PT PLN Indonesia Power menggelar Rapat Koordinasi Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Head Office dengan tema “Driving Strategy into Action: Empowering Green Transformation Toward a Sustainable Future”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan strategi perusahaan dijalankan secara nyata dan terukur.

Rapat dihadiri jajaran Direksi, senior leader, dan pimpinan unit dari seluruh Indonesia, termasuk Manager UBP Mahakam, Firman Ramdan. Forum ini membahas evaluasi kinerja, penyelarasan kebijakan, serta penguatan pelaksanaan RKAP Tahun 2026.

Pada kesempatan tersebut, UBP Mahakam berhasil meraih Bendera Emas Kinerja Unit Bisnis Semester II Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan atas capaian kinerja unggul dalam keandalan operasional, efisiensi, keselamatan kerja, serta penerapan prinsip ESG.

Direktur Utama PT PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanto, menegaskan bahwa strategi perusahaan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak. Ia mengapresiasi seluruh unit bisnis atas kinerja dan kontribusinya dalam mendorong transformasi energi berkelanjutan.

Menanggapi penghargaan tersebut, Firman Ramdan menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim UBP Mahakam. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga keandalan pembangkit sekaligus mendukung transformasi hijau dan target Net Zero Emission.

Sepanjang Semester II 2025, UBP Mahakam mencatatkan kinerja operasional yang optimal melalui peningkatan efisiensi, penguatan budaya K3, serta penerapan berbagai inisiatif ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya kinerja, inovasi, dan kolaborasi guna mendukung ketahanan energi nasional dan masa depan energi hijau Indonesia. (*)

Dinas Pariwisata Kaltim Siapkan SDM Pariwisata Berstandar Nasional

February 12, 2026 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur menggelar pra-asesmen dan uji sertifikasi kompetensi bagi tour leader se-Kalimantan Timur selama tiga hari, 11-13 Februari 2026, Kegiatan ini diikuti perwakilan dari delapan kabupaten/kota, sementara Mahakam Ulu dan Kutai Barat belum berpartisipasi. Bertempat di Hotel Horison, Jalan Imam Bonjol, Samarinda. Rabu (11/2/26).

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, khususnya tour leader, sebagai garda depan pelayanan wisatawan.

“hari ini kita mengadakan sertifikasi kompetensi assesment dan tour leader se Kaltim 2026, ini menjadi garda terdepan pelayanan pariwisata di kaltim,” ujarnya.

Ia menekankan sektor pariwisata berperan strategis pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, kualitas SDM menjadi faktor penentu keberhasilan layanan wisata.

“Industri pariwisata merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta promosi budaya dan citra bangsa di mata dunia. Keberhasilan pariwisata sangatlah ditentukan pada kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga profesional yang berhadapan langsung dengan wisatawan, dan salah satunya adalah tour leader,” tegasnya.

Menurutnya, tour leader tidak hanya memimpin perjalanan, tetapi juga bertanggung jawab pada pelayanan, keamanan, ketertiban, dan penyampaian informasi yang akurat.

“Seorang tour leader tidak hanya bertugas memimpin perjalanan wisata, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar memberikan pelayanan prima, mengelola perjalanan dengan aman dan tertib, menyampaikan informasi yang akurat, serta menjadi duta bangsa,” katanya.

Ririn menambahkan, pra-asesmen dirancang sebagai pembekalan komprehensif.

“Pra assesment berupa pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman peran dan tanggung jawab seorang tour leader, mulai dari perencanaan perjalanan, teknik pelayanan, komunikasi, penanganan keluhan wisatawan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Dispar Kaltim, Dahlia, menjelaskan tahapan kegiatan meliputi penyegaran materi dan uji sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo dari Jakarta.

“Pra-asesmen dari tanggal 11 sampai 12 untuk penyegaran materi. Tanggal 13 langsung asesmen atau uji sertifikasi. LSP-nya hanya satu untuk pramuwisata, yaitu Pramindo,” jelasnya.

Peserta diseleksi berdasarkan pengalaman dan rekomendasi organisasi profesi.

“Kami sudah menyeleksi berdasarkan CV. Peserta sudah berpengalaman dan semua anggota HPI. Rekomendasinya dari HPI kabupaten/kota,” katanya.

Ia menegaskan sertifikat akan meningkatkan daya saing.

“Sudah pasti menambah nilai jual. Travel agent biasanya minta tour leader yang sudah tersertifikasi.”

Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kaltim, Awang Jumri, mengatakan materi mengacu SKKNI Kepmenaker Nomor 221 Tahun 2023 dengan 33 unit kompetensi.

“Kami membedah tiga SKKNI penting, yaitu pengembangan informasi destinasi wisata, menangani keluhan selama tur, dan membuat laporan,” ujarnya.

Ia menegaskan peran tour leader sangat krusial.

“Jangan sampai tamu merasa tidak nyaman. Tour leader harus andal karena dia pemimpin perjalanan dan wakil dari travel,” kata Awang.

Menurutnya, banyak peserta telah berpengalaman membawa rombongan hingga ke luar negeri, termasuk perjalanan religi dan negara-negara Barat. Kegiatan ini diharapkan melahirkan tour leader Kaltim yang profesional dan berstandar nasional. (yud)

Langkah Wujudkan 100 Persen Pelayanan, Wali Kota Samarinda Resmikan Lima IPA Perumdam

February 11, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA — Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda terus berusaha menuntaskan persoalan mendasar warga terhadap ketersediaan air bersih yang merata dan berkeadilan di kota ini.

Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan 5 Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) milik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda di IPA Berambai, Kecamatan Samarinda Utara,  , Rabu (11/2/2026).

Lima IPA yang diresmikan tersebut yakni IPA Berambai berkapasitas 30 liter per detik, IPA Tirta Kencana 7 berkapasitas 50 liter per detik, IPA Bendang 2 berkapasitas 200 liter per detik, IPA Lingai 3 berkapasitas 100 liter per detik, serta IPA Loa Kumbar berkapasitas 2,5 liter per detik.

Andi Harun menyampaikan, pembangunan 5 IPA ini merupakan komitmen Pemkot Samarinda untuk memperluas cakupan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar dan indikator utama kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen terus memperluas layanan air minum agar semakin merata dan berkualitas,” ucapnya.

Kehadiran lima fasilitas ini sekaligus menunjukkan arah kebijakan pembangunan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Tambahan kapasitas dari kelima IPA tersebut diharapkan mampu menstabilkan tekanan air serta menjawab kebutuhan masyarakat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota.

Andi Harun juga menyinggung penyesuaian tarif air minum 2026 yang dilakukan secara bertahap dan berkeadilan, disertai penghapusan biaya administrasi atau abodemen. Penyesuaian tarif tidak otomatis membuat tagihan naik.

“Dengan penataan komponen pembayaran dan penghapusan abodemen secara bertahap, total tagihan pelanggan justru bisa lebih ringan, tergantung pemakaian,” paparnya.

Dengan sinergi antara Pemerintah Kota dan Perumda Tirta Kencana, harapan akan Samarinda yang lebih sehat, layak huni, dan berkeadilan semakin mendekati kenyataan. (adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb