Tim Pencak Silat Samarinda Jalani Tes Fisik Menuju Porprov Paser

June 27, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA — Tim Pencak Silat Kota Samarinda terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November mendatang. Salah satu tahapan yang dijalani adalah tes fisik bagi seluruh atlet yang digelar di Gedung Silat Folder, Samarinda, Sabtu (27/6/2026).

Tes fisik tersebut bertujuan mengukur tingkat kebugaran, daya tahan, kekuatan, kecepatan, hingga kemampuan fisik para atlet sebagai dasar evaluasi tim pelatih dalam menyusun program latihan berikutnya. Hasil pengukuran akan menjadi acuan untuk menyesuaikan intensitas latihan agar setiap atlet mencapai performa terbaik saat tampil di ajang Porprov.

Pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada aspek teknik dan fisik, tetapi juga menanamkan kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam meraih prestasi. Hal itu menjadi perhatian khusus jajaran Komisi Disiplin tim.

Komisi Disiplin yang dipimpin Imam Nawawi menegaskan bahwa disiplin merupakan faktor yang kerap menjadi pembeda antara atlet yang mampu berprestasi dan yang gagal berkembang.

“Orang yang disiplin memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dibandingkan orang yang berbakat tetapi malas dan tidak disiplin. Di dalam disiplin terdapat konsistensi, dan konsistensi dalam berlatih akan menghasilkan peningkatan kemampuan secara bertahap. Atlet yang terus berlatih dengan tekun dapat mengalahkan mereka yang hanya memiliki semangat besar, tetapi tidak mampu menjaganya dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran pelatih yang dipimpin Pelatih Senior Supiansjah bersama Lembaga Pelatih Asrul Rosyidi terus melakukan pendampingan secara intensif agar setiap atlet mampu berkembang sesuai target yang telah ditetapkan.

Di sisi pembinaan prestasi, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) yang dikomandoi Hendra Wakhyu Hidayat memastikan seluruh program latihan disusun berdasarkan hasil evaluasi yang terukur. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet secara menyeluruh, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding.

Melalui rangkaian persiapan yang sistematis dan disiplin latihan yang terus dijaga, Tim Pencak Silat Samarinda optimistis dapat tampil kompetitif sekaligus mempertahankan tradisi prestasi pada Porprov Kalimantan Timur 2026 di Paser. (*)

PLN Indonesia Power Tanam Mangrove dan Perkuat Benteng Pesisir Muara Badak dari Ancaman Abrasi

June 27, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penyerahan simbolis bibit pohon dari Manager PLN IP UBP Mahakam, dalam rangka Hari Bumi Sedunia 2026

SAMARINDA – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN Indonesia Power UBP Mahakam melaksanakan aksi penanaman 300 bibit mangrove jenis Avicennia di kawasan pesisir Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.

Kegiatan dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, Camat Muara Badak, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Muara Badak, Pokdarwis Tanjung Limau, Komunitas & Aktivis Lingkungan, masyarakat pesisir, serta siswa-siswi TK dan SD di wilayah Muara Badak.

Sebanyak 300 bibit mangrove ditanam sebagai upaya memperkuat perlindungan alami pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menyerap karbon, menjaga garis pantai, dan menjadi habitat bagi berbagai biota laut. Selain penanaman, kegiatan juga diisi dengan edukasi lingkungan bagi anak-anak melalui permainan interaktif dan pengenalan manfaat mangrove untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Syafi’i, menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum untuk meninggalkan jejak yang bermakna bagi bumi.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar program, melainkan komitmen jangka panjang untuk memastikan kehidupan terus berlanjut. Setiap mangrove yang kita tanam hari ini adalah simbol keteguhan dalam melindungi pesisir dan menjaga masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat, PLN Indonesia Power UBP Mahakam meyakini bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Karena kewajiban kami bukan hanya melistriki masyarakat, namun juga menjaga lingkungan, merawat bumi, dan mewariskan masa depan yang lebih hijau, tangguh, serta berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)

Ratusan Rumah di Empat Kampung Kecamatan Kelay Segera Nikmati Listrik

June 26, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb  – Setelah bertahun-tahun hidup tanpa aliran listrik, harapan warga di empat kampung di Kecamatan Kelay akhirnya mulai terwujud.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan sekitar 300 hingga 400 rumah di Kampung Mapulu, Panaan, Muara Lesan, dan Lesan Dayak akan mulai menikmati listrik pada Juli 2026. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, usai melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan PLN UP3 Berau, Selasa (23/6/2026).

Wakil Bupati Berau, Gamalis

Menurutnya, program elektrifikasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman.

“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Alhamdulillah, kami mendapat informasi bahwa jaringan listrik di empat kampung di Kecamatan Kelay siap dinyalakan dalam waktu dekat,” ujar Gamalis.

Ia mengatakan, hadirnya listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di kampung-kampung pedalaman.

Akses listrik akan mendukung kegiatan belajar mengajar, meningkatkan pelayanan kesehatan, hingga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Selama ini masyarakat menunggu cukup lama. Mudah-mudahan dengan masuknya listrik, kualitas hidup warga semakin meningkat dan aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif,” katanya.

Gamalis menegaskan, Pemkab Berau akan terus mendukung percepatan pemerataan listrik hingga seluruh kampung yang belum teraliri listrik dapat segera menikmati layanan kelistrikan.

Sementara itu, Kepala PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan Yusup, mengatakan proses penyambungan pelanggan saat ini sedang dipercepat. Sebanyak 300 hingga 400 rumah di Kampung Mapulu, Panaan, Muara Lesan, dan Lesan Dayak ditargetkan mulai menikmati listrik pada Juli mendatang.

“Kami sedang mempercepat penyambungan pelanggan agar penyalaan bisa dilakukan sesuai target pada Juli,” singkatnya. (Dy/Ok/Adv)

IPPRISIA Kaltim Jajaki Kolaborasi dengan DPPPA Kutai Timur

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penata Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melanjutkan agenda silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur pada Jumat (19/6/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.

Rombongan IPPRISIA diterima Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, di Kantor DPPPA Kutai Timur.

Delegasi IPPRISIA Kalimantan Timur dipimpin Ketua DPD Marliana Wahyuningrum, didampingi Wakil Ketua Fitri Eka Dinanti, Trainer Pengembangan SDM Endro S. Efendi, Ketua Bidang Organisasi Violeta, Ketua Bidang Usaha Nuraidah, Ketua Bidang Humas Sahidin Ahmad, Anggota Bidang Humas Taufik Riyadi, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Wita Royani Djaang, serta Wakil Sekretaris Tiwi Latifah.

Dalam audiensi tersebut, Marliana memperkenalkan IPPRISIA sebagai organisasi yang menghimpun berbagai praktisi dan profesi dari beragam bidang keahlian yang berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan lintas profesi.

Ia menjelaskan, IPPRISIA merupakan organisasi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah hadir di Kalimantan Timur sejak tahun 2009. Organisasi ini sebelumnya bernama Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui kegiatan edukasi, pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan monitoring.

“Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, pada tahun 2024 kami bertransformasi menjadi Ikatan Penata Indonesia atau IPPRISIA. Transformasi ini dilakukan agar organisasi mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, mulai dari balita, anak-anak, remaja, keluarga, hingga lansia,” ujar Marliana.

Menurutnya, perubahan tersebut juga diikuti dengan penguatan program-program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

Beberapa program unggulan yang diperkenalkan kepada DPPPA Kutai Timur di antaranya SIAP BERDAYA, yakni program pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan selama sembilan hingga dua belas bulan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter, mental, dan kemandirian.

Program berikutnya adalah SAPA (Sahabat Peduli Anak) yang berfokus pada penguatan karakter anak usia sekolah melalui pendampingan relawan pendidikan bagi peserta didik tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

Selain itu, IPPRISIA juga memiliki program DICINTAI (Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting) yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui edukasi kesehatan, penguatan pola asuh, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta pembentukan lingkungan yang sehat.

“Kami hadir sebagai mitra pemerintah yang siap berkolaborasi. Harapan kami, program-program yang dimiliki IPPRISIA dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Marliana.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan IPPRISIA Kalimantan Timur.

Menurutnya, berbagai program yang diperkenalkan memiliki kesamaan tujuan dengan program-program yang selama ini dijalankan DPPPA Kutai Timur, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami menyambut baik kehadiran IPPRISIA Kalimantan Timur. Program-program yang disampaikan sangat relevan dengan tugas dan fungsi kami. Semoga komunikasi ini menjadi awal dari kolaborasi yang baik sehingga dapat menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Supianti.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan berbagai profesi yang tergabung dalam IPPRISIA, diharapkan akan lahir inovasi dan program-program yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial secara lebih komprehensif.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur. (*)

SMK Teacher Factory Visit to Yamaha Guru SMK Kunjungi Pabrik Yamaha, Siap Sinergi Lahirkan Talenta SMK Kelas Dunia

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Sebagai manufaktur sepeda motor global, Yamaha pun turut berkomtimen untuk memberikan kontribusi dan perannya bagi perkembangan dunia pendidikan serta profesi tanah air. Terbaru, Yamaha Indonesia kembali menerima kunjungan pabrik (factory visit) dari para guru SMK di Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Pulo Gadung, Jakarta, 5 Juni 2026.

Kunjungan pabrik ini sendiri merupakan agenda kunjungan resmi yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam kesempatan ini, pihak kementerian mengundang dan mengajak para guru SMK jurusan pemasaran dari seluruh Indonesia, untuk melakukan studi banding dan mengetahui dinamika industri manufaktur bersama Yamaha.

“Sebagai wujud nyata dan komitmen kami dalam memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan dan profesi, kami terus melakukan inovasi dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pelaku pendidikan untuk datang dan belajar bersama kami di Yamaha. Kunjungan pabrik menjadi salah satu medium-nya, di mana melalui hal ini kami tidak hanya semakin membuktikan kapasitas dan kualitas Yamaha sebagai manufaktur berskala global. Namun, kami juga ingin membuktikan kapasitas kami dalam mendukung pertukaran pengetahuan dan penguatan talenta yang siap terjun ke dunia industri,” ungkap Hendri Kartono, Assistant General Manager Sales PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Inisiasi atas agenda kunjungan ini, merupakan bagian dari partisipasi Yamaha dalam mendukung program 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Melalui program ini, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah ingin mewujudkan peningkatan kompetensi dan keilmuan guru SMK dengan melibatkan langsung para pelaku industri, melalui penguatan sinergi dunia pendidikan dan bisnis, sekaligus mempelajari dinamika dan tren marketing global yang terus bergerak dinamis.

Dalam kunjungannya di pabrik Yamaha di Jakarta, para guru mendapatkan beragam pemaparan, mulai dari perjalanan sejarah Yamaha di Indonesia, pemanfaatan dan pengembangan teknologi manufaktur, pengendalian mutu, serta inovasi Yamaha Indonesia dalam mengembangkan strategi marketing & sales selama lebih dari 51 tahun, melalui talenta para anak bangsa yang dapat bersaing di tingkat global.

Selain itu, para peserta pun juga berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi yang ada di dalam lingkungan pabrik, mulai dari engine assy process, body assy process, hingga final inspection, sekaligus berdiskusi dengan tim dari Yamaha Institute mengenai tantangan, peluang, dan strategi dunia sales serta marketing sepeda motor dari Indonesia yang dapat bersaing hingga ke kancah global.

Kunjungan ini pun kembali menjadi momen penting bagi Yamaha Indonesia untuk terus menunjukkan kapabilitasnya dalam persaingan industri manufaktur di tingkat nasional maupun global, sekaligus juga menegaskan komitmen Yamaha dalam mewujudkan eksosistem pengetahuan, vokasi, dan profesi yang inklusif serta konstruktif bagi perkembangan dunia pendidikan Indonesia. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb