Otorita IKN Perkuat Ekosistem Pendidikan Dasar Bersama Tanoto Fondation

February 24, 2026 by  
Filed under Nusantara

Dihadiri langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Tanoto Fondation paparkan hasil implementasi program peningkatan kualitas pendidikan di Kawasan Nusantara, pada Kamis (19/02/2026).

Vivaborneo.com, NUSANTARA —  Sejalan dengan arahan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Tanoto Foundation dalam program Peningkatan Kualitas Pendidikan Sekolah IKN periode 2025–2027.

Program ini dipaparkan langsung oleh Tanoto Foundation di hadapan Kepala Otorita IKN dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (19/02/2026). Kolaborasi ini menargetkan 20 sekolah di Kecamatan Sepaku, yang terdiri dari 10 Sekolah Dasar dan 10 PAUD sebagai penerima manfaat program.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengapresiasi kerja sama ini sebagai langkah strategis ini. Dalam implementasinya, para guru mendapatkan pelatihan pedagogi serta penguatan peran keluarga bagi orang tua melalui program Duta Orang Tua Sahabat Anak (OTSAB).

“Ini adalah langkah awal, bagaimana caranya kita mendidik generasi pendidikan, bukan hanya melalui peran guru saja tentunya, tetapi menjadikan para orang tua ini sebagai rumah paling dini untuk mengajarkan anak-anak kita, apalagi dengan adanya inovasi percontohan melalui Duta Orang Tua Sahabat Anak,” ujar Alimuddin.

Sejalan dengan hal tersebut, kolaborasi program ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 20 kegiatan telah dilaksanakan pada jenjang PAUD dan Sekolah Dasar sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di kawasan Nusantara.

Program ini juga mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan manajemen sekolah, kepemimpinan, serta peningkatan kapasitas pedagogi guru. Selain itu, kolaborasi ini turut menghadirkan hibah buku bacaan bermutu sebanyak 1.260 eksemplar yang didistribusikan ke 10 sekolah sebagai bagian dari dukungan literasi.

Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam program ini menekankan pendampingan menyeluruh di lingkungan sekolah sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

“Targetnya di Tahun 2027 dan seterusnya sekolah-sekolah yang didampingi Tanoto Foundation (salah satunya di Ibu Kota Nusantara) memiliki rapor pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya, kita melakukan pendekatan whole school, jadi semua guru, bahkan kepala sekolah kita dampingi. Harapannya ini akan meningkatkan kualitas di sekolah,” ujar Roselina.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis dalam transformasi pendidikan di kawasan Nusantara, sekaligus memperkuat peran sekolah, guru, dan keluarga dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.(vb/hms-oikn)

Zeya Prillian Adriaensen Siap Cetak Jejak Emas di Industri Film Tanah Air

February 24, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Vivaborneo.com, Jakarta — Industri perfilman Tanah Air di tahun 2026 semakin semarak dengan kehadiran Zeya Prillian Adriaensen, sosok muda yang tampil penuh pesona dan dedikasi. Namanya kian diperbincangkan berkat konsistensi dan totalitasnya dalam menapaki dunia entertainment yang kompetitif dan dinamis.

Zeya Prillian Adriaensen, yang lahir pada 11 April 2002 dan memiliki darah Manado-Belanda, membawa karakter unik dalam setiap penampilannya. Kepada awak media pada Selasa (24/2/2026), ia mengungkapkan sebelum benar-benar terjun ke industri perfilman Indonesia, dirinya telah mempersiapkan diri dengan mengikuti kelas akting secara serius dan terarah.

Mengawali perjalanan karier melalui movie bertajuk Series 2022, Zeya menunjukkan langkah awal yang menjanjikan. Sejak saat itu, gadis kelahiran Jakarta tersebut telah membintangi berbagai short movie dan music video, membuktikan eksistensinya sebagai talenta muda yang produktif dan terus berkembang.

“Saya masuk ke dunia entertainment, terutama akting, karena hobi dan keinginan sejak kecil. Saya senang dengan film dan dunia peran,” ujar Zeya dengan penuh keyakinan.

Zeya percaya, setiap peran adalah ruang belajar yang memperkaya jiwa, dan melalui akting ia ingin terus berkembang, menambah wawasan, serta suatu hari terlibat dalam karya yang memiliki impact luas dan mampu menyentuh banyak orang.

Tak hanya bersinar di dunia seni peran, Zeya juga dikenal sebagai pribadi yang mencintai musik. Sejak kecil ia gemar bernyanyi dan bermain gitar, menjadikan musik sebagai salah satu cara mengekspresikan diri di luar layar.

Di balik sosoknya yang elegan, Zeya juga memiliki selera kuliner yang kuat dan penuh cita rasa. Ia mengaku sangat menyukai makanan pedas, khususnya sambal roa dan ikan cakalang, yang menjadi favoritnya dalam berbagai kesempatan.

Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, Zeya memaknainya sebagai momen refleksi dan penguatan diri. Zeya berharap Ramadhan kali ini membawa keberkahan, ketenangan, serta langkah-langkah baru yang lebih indah ke depannya. Dengan penuh harap ia mengatakan, “Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah, termasuk dalam mengejar mimpi di dunia entertainment dan akting yang sedang saya perjuangkan.”

Dengan bakat, semangat, dan visi yang jelas, Zeya Prillian Adriaensen menjadi salah satu bintang bersinar yang layak dinantikan kiprahnya di layar lebar maupun platform digital. Tahun 2026 menjadi babak penting dalam perjalanannya, sekaligus awal dari pencapaian-pencapaian yang lebih besar di masa mendatang.(Muhammad Fadhli)

Nelayan Yang Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Mahakam

February 24, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUBAR – Personel Polsek Muara Pahu bersama Sat Polairud Polres Kutai Barat dan warga melakukan evakuasi terhadap seorang nelayan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Teluk Lekot, Kampung Sebelang, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (24/2/2026) pagi.

Korban merupakan warga Kampung Sebelang yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di perairan Sungai Mahakam sejak Minggu (22/2/2026). Setelah dilakukan pencarian oleh warga bersama aparat kepolisian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.35 WITA di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa.

Penemuan tersebut bermula ketika warga yang melakukan pencarian menyusuri aliran Sungai Mahakam dan melihat sesosok tubuh tersangkut di tepian sungai. Warga kemudian memastikan identitas korban sebelum melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Muara Pahu bersama Sat Polairud Polres Kutai Barat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta membantu proses evakuasi korban bersama masyarakat setempat.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke pelabuhan Kampung Sebelang untuk dilakukan pemeriksaan awal oleh tenaga medis dari fasilitas kesehatan Kecamatan Muara Pahu yang didampingi Unit Reskrim Polsek Muara Pahu.

Dalam penanganan kejadian tersebut, kepolisian telah melakukan berbagai tindakan, di antaranya menerima laporan masyarakat, mendatangi TKP, melakukan pencarian bersama warga, meminta keterangan saksi, mendata korban, serta berkoordinasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan jenazah.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga, kejadian tersebut diterima sebagai musibah. Keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi serta tidak keberatan dan tidak meminta proses hukum lebih lanjut.

Polsek Muara Pahu bersama Sat Polairud Polres Kutai Barat mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan Sungai Mahakam, agar selalu mengutamakan keselamatan serta berhati-hati saat beraktivitas di sungai guna menghindari kejadian serupa. (arf)

Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik Wajah untuk Nomor Seluler Baru

February 24, 2026 by  
Filed under Berita

JAKARTA – Telkomsel resmi mulai menerapkan registrasi pelanggan berbasis biometrik pengenalan wajah (face recognition – FR) untuk nomor seluler. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan Telkomsel terhadap program Senyum Nyaman dengan Biometrik (SEMANTIK) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No. 7 Tahun 2026, yang bertujuan memperkuat validitas identitas pelanggan dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan digital, termasuk scam dan phishing.

VP Customer Care Management Telkomsel, Filin Yulia menyatakan, Telkomsel fokus mendukung Kemkomdigi melalui program SEMANTIK, untuk menghadirkan proses registrasi yang lebih aman dan nyaman bagi semua pelanggan.

“Melalui registrasi biometrik, kita semua bisa ambil peran untuk  memastikan agar setiap nomor terhubung dengan identitas yang benar. Dengan demikian, kami berharap pelanggan dan masyarakat dapat merasa lebih tenang saat berkomunikasi dan bertransaksi via digital,” kata Filin.

Dijelaskan, ada perubahan registrasi pelanggan baru Telkomsel. Perubahan tersebut yaitu  registrasi pelanggan WNI dilakukan menggunakan NIK dan verifikasi wajah. Selain itu, registrasi pelanggan di bawah 17 tahun dan belum menikah dilakukan menggunakan NIK pelanggan sekaligus NIK dan verifikasi wajah kepala keluarga sesuai Kartu Keluarga.

Filin Yulia juga menjelaskan beberapa hal perlu diketahui pelanggan Telkomsel antara lain Kartu perdana wajib diedarkan dalam kondisi tidak aktif. Aktivasi hanya dapat dilakukan setelah data tervalidasi (WNI) atau terverifikasi (WNA). Pemerintah juga membatasi kepemilikan maksimal 3 nomor prabayar per identitas per operator, dengan pengecualian untuk kebutuhan tertentu. Pelanggan yang telah registrasi biometrik memiliki kendali penuh untuk cek seluruh nomor yang terdaftar atas NIK mereka, serta meminta pemblokiran jika terdaftar nomor tidak dikenali.

Untuk melakukan Registrasi Biometrik dapat dilakukan melalui GraPARI atau secara mandiri. Pelanggan dapat ke GraPARI terdekat cukup dengan membawa KTP. Petugas layanan Telkomsel siap membantu seluruh pelanggan, termasuk yang tidak memiliki smartphone.

Sementara untuk melakukan registrasi mandiri bisa dilakukan melalui laman tsel.id/registrasibiometrik. Setelah verifikasi nomor yang akan diregistrasi, pelanggan cukup memasukkan NIK dan melakukan selfie (potret diri).

Telkomsel memastikan bahwa data biometrik hanya digunakan untuk proses verifikasi identitas sesuai ketentuan perlindungan data pribadi dan standar keamanan informasi yang berlaku. Teknologi yang digunakan telah memenuhi prinsip pencegahan penipuan serta ketahanan terhadap ancaman siber sebagaimana dipersyaratkan oleh regulator.

“Implementasi ini merupakan kelanjutan dari uji coba bertahap yang telah kami lakukan sejak beberapa tahun terakhir bersama Komdigi. Dengan kesiapan kanal layanan kami, pelanggan Telkomsel kini dapat merasakan proses registrasi yang singkat, jelas, dan mudah diikuti,” tambah Filin.

Pelanggan masih dapat melakukan registrasi menggunakan NIK dan Nomor KK hingga Juni 2026, sesuai masa transisi yang ditetapkan Pemerintah. Setelah periode tersebut berakhir, proses registrasi nomor seluler akan sepenuhnya menggunakan identitas yang valid beserta data biometrik pelanggan.

  • Nomor yang sudah teregistrasi sebelum peraturan berlaku tetap dapat digunakan.
  • Telkomsel juga menyediakan fasilitas registrasi ulang bagi pelanggan yang ingin berpindah ke sistem biometrik.

Info lebih lanjut, cek tsel.id/registrasibiometrik atau hubungi kanal layanan pelanggan resmi Telkomsel. (*)

Berpulangnya Kiai Hafal Umur

February 24, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA menerima kabar du

Kiai Kasim Pallanju ketika menjadi khatib

KH Mohammad Kasim Pallanju, Minggu (22/2) atau 4 Ramadhan 1447 H sekitar pukul 18.30 Wita. Jenazah di semayamkan di rumah duka, Kompleks Perumnas Batu Ampar. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Telindung, Senin (23/2) ba’da dzuhur.

Tidak disebutkan latar belakang kematiannya. Tapi setahu saya belakangan ini beliau jarang keluar karena kondisi kesehatannya semakin berat. Termasuk istri beliau, Hj Maisyah Kasim. Pertemuan terahkhir saya ketika menghadiri undangan pernikahan atau Walimatul ‘Ursy di Gedung Kesenian beberapa waktu lalu.

“Pak Wali ya,” katanya menyapa saya dengan tersenyum. Dia masih memanggil saya seperti saat saya menjadi wali kota. Hubungan kami terbilang akrab. Saya banyak berkomunikasi dan menerima masukan dari beliau ketika saya menjadi wali kota.

Beberapa hari sebelum Kiai Kasim meninggal, Ustaz Jailani, Munir Asnawi, Ustaz Ali Mansyur dan teman-teman lainnya datang menjenguk sepulang dari acara Gong Xi Fa Cai di kediaman Pak Charles, pemilik Hotel Platinum. Seakan memberi isyarat, beliau minta didoakan agar meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Menurut penuturan H Ali Munsjir Halim, mantan anggota DPRD yang juga keluarga almarhum, kondisi Kiai Kasim hari Minggu itu memang mengkhawatirkan. Hari itu beliau membatalkan syiamnya. Padahal sebelumnya terus berpuasa. Beberapa saat setelah memasuki magrib, beliau menghebuskan nafas terakhirnya.

Duka menyelimuti keluarga. Seorang cucunya tampak terbaring di sisi jenazah. Saya sempat melayat. Lalu ikut berdoa bersama Kepala KUA Balikpapan Selatan H Sandjoyo, S.Pdi dan Murtafiin, S.Ag, Kepala KUA Balikpapan Barat.

Di sana saya sempat bertemu Pak Kasmadi, Ketua RT setempat, yang baru saja viral gara-gara protes jalan. Ada juga Ketua FKUB  Balikpapan Drs H Hakimin, MM, yang juga mantan Kamenag. Ada juga Ustaz Sugianto, Ustaz Jaelani dan Kadis Perdagangan Haemusri.

Jenazah KH Kasim Pallanju dimakamkan di Kompleks Pekuburan Telindung. Sebelumnya ratusan pentakziah menyolatkannya di Masjid  Al Azhar Perumnas ba’da dzuhur. “Beliau orang baik, insyaallah husnul khotimah,” kata seorang warga.

PERNAH KETUA DPRD

KH Kasim Pallaju adalah salah seorang tokoh ulama di Balikpapan, yang banyak berkiprah untuk daerah. Sarat dengan pengalaman. Dia sempat meniti karier sebagai Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Kodam VI/Mulawarman dengan pangkat terakhir letnan kolonel (Letkol).

Karena pengalamannya yang luas, dia dipercaya Kodam memegang jabatan politik. Sempat menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pasir (sebelum jadi Paser), Ketua DPRD Kabupaten Kutai sampai Ketua DPRD Kabupatan Bulungan, ketika masih bergabung ke Provinsi Kaltim.

Teman seangkatannya mengakui Kiai Kasim punya wawasan dan pandangan yang luas. Dia sukses memimpin DPRD, sehingga dipercaya berkali-kali dengan jabatan tersebut.

Di Balikpapan, Kiai Kasim aktif dikegiatan keagaaman. Pernah aktif menjadi pengurus Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan.

Menurut Ustaz Jaelani, Kiai Kasim Pallanju dikenal sebagai kiai yang tegas dan punya disiplin kuat. Mungkin bawaan beliau ketika masih aktif sebagai seorang tentara. Setiap pertemuan beliau selalu datang lebih dulu. Kalau ada anggota pengurus yang terlambat, dia tak segan-segan memberi teguran.

Sebagai Ketua MUI, Kiai Kasim  selalu berprinsif dengan Fatwa MUI dalam mengambil keputusan. Ingatannya sangat kuat dalam berbagai hal yang menyangkut masalah keagamaan. Dia juga sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. Akrab dengan tokoh-tokoh agama lain di antaranya Pak Charles, Pak Samuel dan lainnya.

Banyak kenangan yang diingat Ustaz Jaelani bersama Kiai Kasim. Jaelani mantan Kamenag Berau yang lama bertugas di Balikpapan. Dia dikenal sebagai tokoh agama yang aktif di berbagai organisasi keagamaan. Ada satu kebahagiaan yang dialami Kiai Kasim ketika mengikuti Rakor MUI se Kalimantan. Kiai Kasim mendapat hadiah umrah gratis.

Yang menarik Kiai Kasim sangat hafal menyebut umur beliau, tidak saja tahunnya, tapi juga dengan hitungan bulan, hari dan jam. Itu diucapkannya setiap ketemu kerabat termasuk dengan saya. ”Umur saya saat ini: 83 tahun, 12 hari, 7 jam, 30 menit,” begitu pernah dia ucapkan.

Unik juga. Terkadang saya tersenyum mendengar ucapan beliau soal umur. Tapi setelah saya renungi, ada makna yang mendalam di balik ucapan itu. Sepertinya beliau mengingatkan kepada kita bahwa umur yang bertambah adalah isyarat bahwa pada saatnya kita akan dipanggil Allah Subhanahu Wa Ta’la. Sebab, setiap mahluk hidup pada saatnya akan menerima kematian. “Kullu nafsin dzaiqotul maut,” begitu Kiai Kasim sering mengutip ayat Al-Qur’an ini.

Kiai Kasim termasuk ulama berumur panjang. Dia meninggal dalam usia 89 tahun. Beliau dilahirkan di Maroangin, Sulsel pada 5 September 1937. Delapan tahun sebelum Kemerdekaan. Jadi hafal betul dengan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia termasuk yang di Sulawesi Selatan. Selamat jalan Kiai Kasim, insyaallah dilapangkan kuburnya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1463370
    Users Today : 333
    Users Yesterday : 4643
    This Year : 399880
    Total Users : 1463370
    Total views : 12880080
    Who's Online : 76
    Your IP Address : 216.73.216.56
    Server Time : 2026-03-12