Dispar Kaltim-BI Dorong Pariwisata Jadi Alternatif Ekonomi, Kampung Tenun Jadi Andalan Samarinda

March 31, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi meluncurkan Program Sinergitas Pengembangan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Desa Wisata Kampung Tenun, Samarinda Seberang, Selasa (31/3/26).

Peluncuran yang digelar di Kantor Kelurahan Tenun, Jalan Pangeran Bendahara tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), launching program pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta kegiatan BIMA Etam seri ke-11. Program ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mewakili komitmen kuat pemerintah agar mendorong transformasi ekonomi desa melalui pendekatan kolaborasi pentahelix. Gubernur Kaltim yang diwakili Staf Ahli Bidang III, Arief Murdiyatno, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengembangan desa wisata.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala OJK Kaltim-Kaltara Misran Pasaribu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Bayuadi Hardiyanto, serta Kepala Disporapar Samarinda Muslimin.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 38 Tahun 2025 tentang pengembangan desa wisata. Selain itu, program ini juga sejalan dengan visi JOSPOLL yang menempatkan pariwisata berbasis desa dan budaya sebagai sektor unggulan pembangunan daerah.

“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan melalui pengembangan desa wisata yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kampung Tenun dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki nilai historis dan potensi ekonomi yang besar. Kawasan ini dinilai mampu berkembang menjadi destinasi unggulan dengan daya saing nasional hingga global.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menekankan pentingnya sektor pariwisata sebagai alternatif penggerak ekonomi di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor ekstraktif seperti pertambangan.

“Pariwisata memiliki potensi besar karena tidak membutuhkan investasi sebesar sektor industri. Kita sudah punya modalnya, tinggal dikembangkan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peluang besar dari keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dapat menarik wisatawan singgah ke Samarinda, termasuk Kampung Tenun sebagai destinasi budaya.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pada pengembangan Kampung Tenun, seperti keterbatasan permodalan, pemasaran, serta minimnya regenerasi penenun muda.

Sebagai solusi, program BIMA Etam hadir memberikan fasilitas pembiayaan, edukasi, hingga literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 833 UMKM dan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp16,97 miliar kepada 163 pelaku usaha.

Pemprov Kaltim juga mengimplementasikan empat pilar utama dalam pengembangan desa wisata, yakni penguatan kelembagaan, pemberdayaan SDM, peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas, serta digitalisasi dan promosi.

Ke depan, kerja sama ini akan diperluas dengan melibatkan 13 mitra strategis lainnya di berbagai kabupaten/kota di Kaltim guna mendorong pemerataan pengembangan desa wisata.

Peluncuran ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata Kaltim menuju arah yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam menyambut peran strategis sebagai penyangga IKN. (yud)

Kreator Samarinda Gelar Graphic Memoir Exhibition

March 31, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA –  Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026 akan diselenggarakan pada 11–19 April 2026 di Gedung Samarinda Design Hub, Graha TVRI Asri, Sempaja, Samarinda.

Pameran ini menghadirkan lebih dari 200 karya dari 20 kreator asal Samarinda yang mengangkat pengalaman personal sebagai cara membaca kota dari dalam.

Pameran ini digagas Ramadhan S. Pernyata—akademisi, praktisi desain, ilustrator, dan Founder Samarinda Design Hub. Pameran ini berangkat dari praktik menggambar yang kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk, mulai dari karya visual, tulisan, hingga pameran sebagai ruang berbagi pengalaman.

Graphic memoir dipilih sebagai medium untuk merekam dan membagikan ingatan, relasi, serta pengalaman keseharian warga.

“Pameran ini berangkat dari pertanyaan mendasar bagaimana sebuah kota dapat dipahami melalui pengalaman personal warganya,” kata Ramadhan.

Dikatakan, selama ini, kota lebih sering dibaca melalui peta, data, dan narasi besar tentang pembangunan. Namun di balik itu, terdapat lapisan yang lebih intim, ngatan, emosi, dan relasi yang membentuk makna kota bagi setiap individu.

Melalui pendekatan graphic memoir, teks dan visual hadir secara simultan, membangun pengalaman membaca yang reflektif dan empatik. Kota tidak ditampilkan sebagai citra tunggal, melainkan sebagai kumpulan fragmen pengalaman yang beragam dan saling bertaut.

Pameran ini menampilkan lebih dari 200 karya dari 20 partisipan terkurasi yang seluruhnya berasal dari Samarinda. Karya-karya tersebut meliputi Graphic memoir, komik pendek, ilustrasi naratif serta zine dan eksplorasi visual storytelling

Beragam pengalaman dihadirkan dalam karya, mulai dari relasi keluarga, makanan khas, masa kecil di Samarinda, dinamika lingkungan tempat tinggal, perubahan ruang kota, hingga pengalaman sosial dan budaya. Setiap karya menjadi bagian dari lanskap narasi yang lebih luas tentang Samarinda.

Pameran yang terbuka untuk pelajar dan mahasiswa, pelaku industri kreatif, seniman visual dan masyarakat umum ini diharapkan dapat memperoleh pengalaman membaca kota melalui perspektif personal, membangun empati melalui narasi visual, serta menemukan keterhubungan dengan cerita-cerita yang dihadirkan.

 

“Semua berangkat dari menggambar. Dari gambar, lahir berbagai bentuk karya, tulisan, dan pameran. Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan Samarinda sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh ingatan dan pengalaman warganya,” ujar Ramadhan S. Pernyata, penggagas pameran sekaligus Founder Samarinda Design Hub.

Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026 mengundang media dan masyarakat luas untuk hadir dan menjadi bagian dari pembacaan kota melalui pengalaman personal. Pameran ini tidak hanya menjadi ruang untuk melihat karya, tetapi juga ruang untuk membaca, merenung, dan memahami Samarinda sebagai kota yang hidup melalui ingatan dan relasi warganya. (*)

Informasi Teknis

  • Nama Acara: Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026
  • Tanggal: 11–19 April 2026
  • Lokasi: Samarinda Design Hub, Griya Karpet Salma Shofa, Sempaja, Samarinda
  • Jumlah Karya: 200+ karya
  • Partisipan: 20 kreator (Samarinda)
  • Tiket: Rp25.000 / pengunjung
  • Instagram: https://www.instagram.com/samarindadesignhub_/

KONI Kaltim: Muara Belajar yang Paripurna

March 31, 2026 by  
Filed under Opini

​Oleh: Rusdiansyah Aras

​Perjalanan waktu sering kali melaju lebih cepat dari yang kita duga. Tidak terasa, sudah empat tahun dua bulan saya mengemban amanah sebagai nakhoda di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur. Bagi saya, gedung ini bukan sekadar kantor organisasi, melainkan sebuah tempat belajar yang paripurna.

Rusdiansyah Aras

​Dunia media adalah akar saya. Sejak memulai karier sebagai jurnalis pada Januari 1988 di SKH Manuntung—yang kini bertransformasi menjadi Kaltim Post—hingga dipercaya menjadi Direktur selama 17 tahun, saya mengira telah melihat segalanya tentang kepemimpinan.

Namun, KONI Kaltim memberikan dimensi baru dalam hidup saya.
​Mengelola olahraga di Bumi Etam ibarat menakhodai kapal besar dengan awak kapal (ABK) yang memiliki latar belakang yang sangat beragam.

Di sini, saya bertemu dengan kawan-kawan pengurus yang multi-talenta, dengan karakter dan ego sektoral yang berbeda-beda. Namun, berkat pengalaman panjang di dunia pers, saya belajar untuk memahami setiap frekuensi tersebut.

​Meski latar belakang kita berbeda, kapal ini tetap melaju lurus karena satu kompas yang sama: Membawa prestasi olahraga Kalimantan Timur menjadi yang terbaik di luar Pulau Jawa.

​Kita patut bersyukur, di tengah dinamika yang ada, semangat kebersamaan itulah yang membuat Kaltim tetap disegani di kancah nasional. Saya merasa bangga dan terhormat bisa berada di tengah-tengah kawan-kawan yang super hebat—para patriot olahraga yang mewakafkan waktu dan pikirannya demi martabat daerah.

​Namun, sebagai manusia biasa, saya menyadari bahwa dalam masa kepemimpinan ini, tentu ada “salah langkah” yang saya ambil. Ada ucapan yang mungkin menyinggung, ada laku yang kurang berkenan, serta kebijakan yang mungkin tidak memuaskan semua pihak. Dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekhilafan tersebut.

​Jabatan ada batasnya, namun dedikasi tidak mengenal titik henti. Saya mungkin akan menepi dari kursi pimpinan, tetapi identitas saya tidak akan berubah: Saya adalah seorang jurnalis dan saya adalah pelaku olahraga hingga akhir hayat.

​Terima kasih kepada seluruh unsur pimpinan KONI Kaltim, para Ketua dan Wakil Ketua Bidang, serta seluruh anggota pengurus yang telah bahu-membahu selama ini.
​Teruslah melaju, teruslah berprestasi. Salam hormat saya untuk kalian semua.

​Samarinda, Maret 2026

ESDM Kaltim Dukung Pemeriksaan Kejati

March 31, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pemeriksaan dokumen yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim terkait CV Alam Jaya Indah beberapa waktu lalu dipastikan berjalan lancar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Kaltim, Achmad Prannata, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/26).

Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Kaltim, Achmad Prannata

Ia menegaskan, proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kejaksaan merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang harus didukung semua pihak, termasuk instansi pemerintah daerah. Dinas ESDM Kaltim, kata dia, bersikap kooperatif dan terbuka dalam memberikan data serta dokumen yang dibutuhkan penyidik.

“Pada prinsipnya, kami di Dinas ESDM Kaltim mendukung penuh proses pemeriksaan yang dilakukan Kejati Kaltim. Ini merupakan bagian dari transparansi dan keterbukaan informasi, baik kepada aparat penegak hukum maupun kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut difokuskan pada penelusuran dokumen-dokumen yang berkaitan dengan aktivitas CV Alam Jaya Indah. Ia juga menambahkan, dokumen perizinan perusahaan tersebut diketahui diterbitkan pada tahun 2015.

Selain itu, ia menegaskan, kewenangan penerbitan izin pertambangan batubara telah menjadi kewenangan pemerintah pusat, sehingga proses perizinan yang ada perlu dilihat sesuai dengan regulasi yang berlaku pada saat izin tersebut diterbitkan.

Seluruh proses pemeriksaan, berjalan dengan tertib tanpa adanya kendala berarti, karena pihak dinas kooperatif menyiapkan data yang diperlukan.

Dirinya juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait dugaan penyitaan telepon genggam (HP) oleh pihak Kejati Kaltim. Ia menegaskan, kabar tersebut tidak benar.

“Tidak ada penyitaan HP seperti yang ramai diberitakan. Memang benar ada pemeriksaan terhadap perangkat komunikasi, tetapi sifatnya hanya melihat data atau percakapan yang relevan dengan dokumen yang diperiksa. Setelah itu, HP tersebut langsung dikembalikan saat itu juga,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan prosedur biasa pada proses pemeriksaan, guna memastikan kesesuaian antara dokumen fisik dengan komunikasi yang terjadi. Namun, ia memastikan tidak ada barang milik pegawai yang disita.

Ia juga menekankan, Dinas ESDM Kaltim berkomitmen agar terus menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam menjalankan tugasnya, khususnya di sektor pertambangan yang menjadi perhatian publik.

“Ini menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan bahwa Dinas ESDM Kaltim terbuka terhadap setiap proses hukum. Kami tidak menutup-nutupi informasi, justru kami ingin memastikan bahwa semua berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kejati Kaltim apabila masih diperlukan data tambahan atau klarifikasi lanjutan. Dinas ESDM Kaltim, siap mendukung sepenuhnya proses yang tengah berjalan demi terciptanya tata kelola pertambangan yang lebih baik di Kalimantan Timur.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu penyitaan perangkat komunikasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (yud)

Pak Gub, Ingat Unmul Dong!

March 31, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

UNIVERSITAS MULAWARMAN (UNMUL) itu memang hebat. Tiga gubernur Kaltim terakhir semuanya orang Unmul. Mereka adalah Prof Dr Awang Faroek Ishak, Dr Isran Noor dan Dr H Rudy Mas’ud (HARUM).

Mantan Gubernur Kaltara, Dr Irianto Lambrie, yang sekarang menjadi Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim juga dari Unmul. Sejumlah wali kota dan bupati di Kaltim juga alumni Unmul.

Itu menunjukkan bahwa Unmul bukan universitas kaleng-kaleng. Bisa mencetak pemimpin daerah yang andal. Tidak saja di jabatan pemerintahan tapi juga di berbagi lembaga. Saya bersyukur juga menjadi alumnus Unmul dan sekarang dipercaya teman-teman menjadi Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB).

Pidato Dr Rudy Mas’ud sebagai Gubernur Kaltim pada acara wisuda Unmul di GOR 27 September, Kampus Gunung Kelua, Sabtu, 12 April 2025.

Hasil pengukuran dan pencatatan Webometrics, Unmul konsisten masuk dalam daftar universitas terbaik di Indonesia, termasuk peringkat 36 dari ribuan perguruan tinggi di Tanah Air.

Unmul juga berhasil meraih akreditasi “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi  (BAN-PT), yang menempatkannya dalam jajaran 5 persen perguruan tinggi terbaik  di Indonesia.

Akreditasi unggul itu adalah peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi perguruan tinggi/prodi di Indonesia yang ditetapkan BAN-PT. Predikat ini menunjukkan kualitas Unmul luar biasa, memenuhi 9 standar evaluasi dan inovatif.

Laporan Rektor menyebutkan, 30 program studi di Unmul telah meraih predikat unggul, sementara 7 lainnya telah terakreditasi secara internasional.

Unmul diakui sebagai salah satu universitas teratas di Pulau Kalimantan dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yaitu mencapai sekitar 37 ribu orang. Tiap tahun Unmul tidak kurang menerima 6.000 mahasiswa baru.

Rektor Unmul Prof Abdunnur atau lengkapnya Prof Dr Ir H Abdunnur, M.Si, IPU, ASEAN.Eng dinobatkan sebagai salah satu dari “25 Tokoh Pilihan Kampus Indonesia 2025” oleh Majalah Kampus Indonesia. Abdunnur adalah putra daerah, kelahiran Bulungan, 7 Maret 1967. Dia rektor pertama alumnus Fakultas Pertanian Unmul.

Komitmen Awang Faroek dan Isran Noor terhadap Unmul sangat kuat. Baik dalam dukungan dana hibah dan program infrastruktur maupun penggunaan SDM Unmul. Banyak lulusan Unmul menjadi tulang punggung di jajaran Pemprov Kaltim. Awang Faroek pernah menjadi Pembantu Rektor (Purek) III dan Isran Noor sampai sekarang mengabdi sebagai Ketua Umum IKA Unmul.

Menjadi pertanyaan kita bagaimana dengan HARUM? Perlu kita ketahui, gelar kesarjanaan Rudy Mas’ud mulai S1, S2 atau magister sampai S3 atau doktor semuanya diraih di FEB Unmul. Jadi “darah sarjananya” full  dari kampus Unmul Gunung Kelua.

Hal yang sama juga dijalani kakak kandungnya, Hasanuddin Mas’ud (HAMAS) yang sekarang Ketua DPRD Kaltim. Dia meraih S1 di Fakultas Kehutanan, lalu S2 dan S3 di FEB. Begitu juga dengan Rahmad Mas’ud (RM) yang sekarang Wali Kota Balikpapan. Dia juga meraih S2 dan S3-nya di FEB Unmul. Sedang S1 Rahmad dari Universitas Tridharma (Untri) Balikpapan.

Saat meraih gelar S2 di FEB Unmul, anggota Bani Mas’ud malah berlima. Rekor menarik dan luar biasa. Selain HARUM, HAMAS dan RM, juga Hj Siti Aisyah Mas’ud dan Hj Yuliana Mas’ud. Saya belum tahu apakah Aisyah dan Yuli juga mengambil program S3.

TIGA KASUS MENONJOL

Saat ini ada 3 kasus menonjol yang membuat orang mempertanyakan komitmen atau kepedulian Gubernur HARUM dengan almamaternya.

Pertama, soal pengangkatan dua dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Makassar, Dr Syahrir A Pasinringi sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD A Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dan  Dr Fridawaty Rivai sebagai anggota Dewas  RSUD dr Kanujoso Balikpapan.

Kebijakan ini jadi sorotan baik dari DPRD maupun akademisi. Dekan FKM Unmul Prof Iwan Muhammad Ramdan menyayangkan karena ahli lokal sangat mampu dan lebih memahami karateristik masyarakat Kaltim. Jadi mengapa harus mengambil tenaga luar. Lagi pula FKM Unmul memiliki SDM dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

Penunjukan Dr Syahrir yang akrab dipanggil Prof Cali (meski belum guru besar) dan Fridawaty disebut-sebut ada kaitan dengan peran Hijrah, adik Gubernur yang sekarang diangkat jadi Wakil Ketua Tim TAGUPP. Hijrah bersama suaminya, dr Ifransyah Fuadi dua tahun lalu mengambil program magister rumah sakit (MARS) di FKM Unhas. Gelar MARS sangat dibutuhkan Ifran, karena dia diangkat menjadi Direktur RSUD Beriman milik Pemkot Balikpapan.

Selain di Dewas, Prof Cali juga diangkat menjadi Koordinator Bidang SDM dan Kesejahteraan Rakyat di TAGUPP.  Jadi dia benar-benar sangat istimewa. Dapat honor “triple.” Honor di Ketua Dewas RSUD, honor di TAGUPP dan kabarnya juga dapat proyek pendampingan kesehatan Rp4,2 miliar.

Kedua, soal pembentukan TAGUPP. Dari sudut apapun pembentukan TAGUPP memang pantas dipersoalkan. Selain dinilai menabrak peringatan dan larangan Kemendagri, juga terkesan pemborosan dengan personal sangat gemuk. Bayangkan jumlahnya 43 orang. (47 orang dengan 4 tenaga pendamping).  Anggarannya menguras lebih Rp10 miliar dari kantong APBD. Honor tiap orang antara 20 sampai 45 juta rupiah per bulan. Dibayar surut sejak Januari, meski SK-nya terbit Februari. Ini juga semacam program “balas jasa” Gubernur kepada tim suksesnya. Banyak orang luar ditarik. Banyak yang bukan berkualifikasi “ahli.” Bayangan dari 8 anggota Dewan Penasihat, hanya satu dari Kaltim.  Hampir tidak ada akademisi murni dari Unmul.

Saya heran akademisi FEB Unmul sekelas Dr Adji Sofyan Effendi (ASE), yang juga Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kaltim tak mendapat tempat di TAGUPP. Dia sempat ditarik di Tim Transisi, tapi kemudian disisihkan. Padahal dia menguasai konsep Transformasi Pembangunan Ekonomi Kaltim. Juga sejumlah ahli sosial dan lingkungan Unmul.

Gubernur sempat mengatakan kepada wartawan, pembentukan TAGUPP itu bukan “cost” melainkan investasi. Dia menjelaskan fungsi TAGUPP untuk mengawal dan memberi masukan terhadap rencana pembangunan Kaltim agar benar-benar mencapai sasaran.

Ketiga, soal rencana percepatan penggantian Dirut Bankaltimtara M Yamin. Dia alumnus FEB Unmul. Sama dengan Gubernur. Ayahnya Kharuddin Annas dulu adalah dosen di FEB. Yamin merintis karier bertahun-tahun di Bankaltimtara. Mulai dari bawah sampai ke jabatan puncak. IKA FEB Unmul segera mengirim surat ke Gubernur. Sepanjang tidak ada masalah teknis dan hukum yang sangat mendasar, IKA FEB meminta agar kebijakan mengganti M Yamin sebelum berakhir masa tugasnya (2028) dibatalkan atau ditunda.

Dalam keterangan terbaru kepada awak media, Senin (30/3), Gubernur mengatakan, pemilihan direksi dan komisaris Bankaltimtara melalui pansel. Siapa saja boleh mendaftar. “Jangan salahkan saya kalau tak ada putra daerah yang mendaftar. Ada yang mendaftar tapi gugur di seleksi Pansel,” jelasnya.

Apa yang menjadi alasan mempercepat penggantian Dirut? “Kalau saya buka nanti ribut, tapi okelah saya jelaskan beberapa alasan saja di antaranya,” kata Gubernur.

Pertama, di Kaltara terjadi tindak pidana korupsi. Itu yang harus Anda bunyikan. Orangnya ditahan. Uangnya Bankaltimtara atau uang rakyat Kaltim hilang ratusan miliar. “Masa mau dibiarin,” ungkap HARUM.

Kedua, kinerja Bankaltimtara di tahun 2024 dibanding 2025 turunnya 32 persen. (Mungkin maksud Gubernur kinerja tahun 2025 dibanding 2024).  Dalam APBD, kita masukkan penerimaan deviden dari Bankaltimtara  sebesar Rp338 miliar, tetapi yang dapat hanya Rp191 miliar. “Bagaimana mau kita pertahankan,” tandasnya.

Kabarnya Gubernur mau mengangkat Amri Mauraga, mantan Dirut Bank Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat) sebagai pengganti Yamin. Dia sudah lulus tes OJK. Lalu HARUM akan mengganti Plt Komisaris Utama (Komut) Bankaltimtara Prof Eny Rochaida (guru besar FEB Unmul) dengan calonnya, Achmad Syamsuddin, mantan Dirut BPD Sumsel Babel (Sumatera Selatan dan Bangka Belitung).

Banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan Gubernur yang kurang berpihak kepada SDM lokal atau daerah dengan beberapa kasus tadi. Ada alumnus yang mengingatkan dia. “Jangan terkesan hanya mencari gelarnya saja di Unmul.”

Malah mulai ada yang yang mempertanyakan bagaimana proses meraih gelar-gelarnya. Apalagi ada surat permintaan klarifikasi dari Inspektorat Jenderal Kemendiktisaintek kepada Rektor Unmul No 0815/E.E4/WS.01.01/2025 tertanggal 6 Oktober 2025. Isinya disebutkan: Berdasarkan pengaduan masyarakat, maka diperlukan klarifikasi adanya dugaan Ijazah S3 yang terindikasi tidak sah. Di situ disebutkan jabatannya (tidak beserta nama). Ada 4 jabatan termasuk Gubernur Kaltim, lalu ketua Dewan, wali kota dan bupati.

Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA) kemarin, Rektor Unmul Prof Abdunnur menjelaskan, hasil klarifikasi melalui surat yang dibuat dan ditandatangani langsung oleh Kaprodi (Ketua Program Studi) S2 Ilmu Ekonomi FEB Unmul melalui aplikasi LAPOR, Kaprodi mengakui ada hal-hal yang tidak terpenuhi.

“Sekarang kami menunggu arahan tindaklanjut dari Irjen Kemendikti atas penjelasan yang telah diberikan Kaprodi.  Namun demikian secara paralel di internal universitas juga sedang melakukan proses evaluasi melalui Komisi Etika Akademik Senat Universitas Mulawarman terhadap case tersebut di atas, yang hasilnya nanti disampaikan ke pimpinan universitas sebagai pertimbangan dan rekomendasi untuk ditindaklanjuti. Terima kasih,” begitu jawab Rektor Abdunnur.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb